Showing posts with label Doktrin Gereja. Show all posts
Showing posts with label Doktrin Gereja. Show all posts

Saturday, October 25, 2014

Gereja dan Pornografi

22 Oktober 2014 | Ruth Odia

Sebuah survei baru dari Proven Men Ministries (Pelayanan Pria Teruji) mengklaim bahwa 77 persen pria Kristen berusia antara 18-30 tahun melihat pornografi setidaknya bulanan.

Joel Hesch, pendiri Proven Men Ministries berdasar Alkitabiah baru-baru ini menugaskan suatu survei yang dilakukan oleh Barna Group dengan sampel 388 yang identifikasi-diri-nya pria dewasa Kristen. Temuan mengejutkan mengungkapkan bahwa sebagian besar pria Kristen melihat pornografi secara teratur dan bahwa ada tingkat tinggi penggunaan dan kecanduan. Kemudian ada juga dampak negatif yang tak terelakkan pada institusi pernikahan yaitu banyak orang terdorong untuk perselingkuhan, fenomena peningkatan yang juga mempengaruhi laki-laki dalam kepemimpinan Kristen di panggung global.

Sayangnya, pornografi adalah salah satu dari isu-isu yang jarang ditangani secara komprehensif dan sistematis dalam gereja, baik di mimbar atau melalui forum lain. "Sangat jelas bahwa pornografi adalah salah satu masalah terbesar yang belum terselesaikan di gereja," kata Hesch.

Saturday, November 09, 2013

Apakah Alkitabiah Jika Suatu Jemaat Hanya Punya Satu Gembala?

Judul di atas mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, tetapi itu adalah pertanyaan yang pernah diajukan kepada saya beberapa tahun silam. Yang bersangkutan bertanya dalam konteks GBIA (Gereja Baptis Independen Alkitabiah) Graphe, yang pada waktu itu memang baru memiliki satu gembala sidang.

Waktu itu, untuk menjawab pribadi yang bersangkutan, saya meneliti Alkitab, dan mendapatkan bahwa memang contoh jemaat dalam Perjanjian Baru sering memiliki lebih dari satu gembala.

Untuk memahami alur pikir ini, ada beberapa hal yang harus kita pahami dulu: Bahwa dalam Alkitab, jabatan gembala sering juga disebut jabatan penatua atau jabatan penilik. Hal ini terlihat paling jelas di dalam Kisah Para Rasul pasal 20. Di ayat 17, sekelompok orang disebut “penatua jemaat,” sementara di ayat 28 kelompok orang yang sama disebut “penilik” yang bertugas “menggembalakan jemaat Allah.” Jadi jelas bahwa Penatua = Penilik = Gembala. Mempelajari surat Titus juga menyingkapkan hal yang sama. Titus 1:5 berbicara mengenai penatua, sedangkan 1:7 berbicara mengenai penilik, menyamakan kedua istilah ini untuk satu jabatan.

Sunday, October 27, 2013

Seminar IMAMAT YANG RAJANI 5 November 2013

Selasa, 5 November 2013 (Hari Libur)
Pukul 09.00-15.00 WIB
Tempat: STT Graphe, Sunter, Jakarta Utara (lihat di denah)

Pembicara: Dr. Suhento Liauw, D.R.E., Th.D




Tuesday, April 02, 2013

GEREJA ANDA TERMASUK KELOMPOK MANA?

Banyak orang bertanya, “Mengapakah di dunia ada begitu banyak denominasi gereja? Manakah yang benar-benar sesuai dengan Alkitab? Apakah ada cara untuk mengetahui gereja yang benar dan yang salah? Bolehkah seseorang menilai sebuah gereja? Apakah ketika seseorang menilai sebuah gereja, itu disebut menghakimi? Apakah yang harus dilakukan seseorang agar terhindar dari jebakan gereja yang salah? Tentu masih ada banyak pertanyaan yang bisa muncul di kepala pencari kebenaran yang serius.

Jika seseorang tidak boleh mempertanyakan doktrin yang dipegang dan diajarkan oleh sebuah gereja, bagaimanakah orang itu bisa tahu bahwa ia sedang berada di gereja yang benar atau salah? Dan jika seseorang tidak memberi perhatian pada pengajaran (doktrin), dan tidak serius merenungkan pengajaran gerejanya, bagaimanakah ia bisa menyadari bahwa ia sedang berada di gereja yang benar atau salah? Jika seseorang tidak menelusuri pengajaran gerejanya, dan segala kebijakan gerejanya, bagaimana ia tahu bahwa gerejanya salah atau benar?

Banyak orang baru akan menyadari bahwa gerejanya adalah gereja yang salah setelah ia berada di Neraka. Dan itu tentu sudah sangat terlambat. Dan ada banyak orang Kristen membela gerejanya secara membabi buta tanpa pengertian padahal gerejanya adalah gereja yang tidak sesuai  dengan Alkitab. Bahkan ada kelompok gereja yang dengan sengaja merubah Alkitab dengan menerjemahkannya sesuai dengan alur penafsiran mereka.

Monday, November 05, 2012

Seminar Topik-Topik Kontroversi seputar Masalah Gereja



GITS telah berulang kali melakukan seminar tentang berbagai topik theologis dan praktis. Seminar-seminar ini ditujukan kepada orang Kristen awam maupun hamba-hamba Tuhan yang ingin mendapatkan kebenaran Alkitab yang lebih dalam lagi. Banyak sekali jiwa-jiwa yang telah mendapatkan Injil yang benar maupun mutiara-mutiara kebenaran lainnya.

Seminar GITS secara rutin dilakukan di kampus GITS (GBIA Graphe) di Sunter. Seminar-seminar ini tidak memungut biaya peserta, karena GITS tidak bertujuan untuk mencari uang dari seminar-seminar ini, melainkan untuk membagikan kebenaran Alkitab yang murni. Seminar-seminar GITS biasanya dimulai pagi hari (jam 8 atau jam 9 pagi) dan selesai sore hari (jam 3 atau 4 sore), dan selalu menyertakan sesi tanya jawab. Peserta selalu dibebaskan untuk bertanya.

Selain di Sunter, GITS juga telah menyelenggarakan seminar di berbagai pelosok nusantara. Dari Medan hingga Abepura, Balikpapan hingga Yogyakarta, Dr. Suhento Liauw, selaku rektor GITS dan gembala sidang GBIA Graphe, telah mengadakan seminar-seminar theologis lebih 100 kali. Seminar-seminar ini selain memberitakan Injil keselamatan yang benar, juga membahas topik-topik theologis seperti Doktrin Alkitab, Gereja, Akhir Zaman, dan banyak lagi. Kalau anda tertarik untuk mengundang Dr. Suhento Liauw atau perwakilan GITS lainnya untuk mengadakan seminar di daerah ini, silakan hubungi GITS, di: gits@graphe-ministry.org

Tahun ini, GITS tetap melakukan berbagai seminar untuk mendidik orang-orang Kristen yang haus kebenaran. Ada beberapa seminar baru yang tidak boleh dilewatkan, antara lain adalah Seminar tentang Nama “Allah,” dan juga Seminar Musik. Benarkah orang Kristen tidak boleh memakai kata “Allah”? Bagaimana dengan musik di gereja? Apakah boleh memakai musik-musik kontemporer Kristen? Dapatkan jawaban yang akademis, theologis, dan Alkitabiah di seminar-seminar Graphe. Berikut adalah jadwal seminar-seminar yang paling dekat:

Hadiri Seminar Penting ini: Seminar Ekklesiologi (Gereja)
Menjernihkan Topik-Topik Kontroversi Di Seputar Masalah Gereja

Garis Besar Pembahasan: Apakah semua gereja sama? Apakah ada gereja yang menyimpang dari Kebenaran? Apakah Iblis diam-diam saja terhadap gereja? Apakah Iblis tidak berusaha mendirikan gereja Palsu sebagai Wadah Penyesatan? Apakah Sistem Sinode itu Alkitabiah? Bagaimana Tata Ibadah Jemaat Perjanjian Baru yang Alkitabiah? Apakah Istilah Pendeta itu boleh dipakai sebagai Jabatan Gereja? Bagaimana Peranan Wanita di dalam Gereja Alkitabiah? Sistem Penggajian Hamba Tuhan yang bagaimanakah yang ALKITABIAH? Apakah Anggota Jemaat suatu Gereja boleh ikut Perjamuan Tuhan di Gereja Lain? Lagu-lagu yang bagaimanakah yang Menyenangkan Hati Tuhan? Apakah itu “Pengakuan Iman Rasuli”? Baptisan yang Bagaimanakah yang Alkitabiah? Gereja yang Salah Membawa Jiwa ke Neraka?” Sudahkah anda menghadiri gereja yang benar? Bagaimanakah mendeteksi gereja yang benar atau yang salah? Temukan kepastiannya dalam Seminar Ecclesiology (Gereja) yang akan dibawakan oleh Dr. Suhento Liauw (pakar seminar doktrin) di Gedung Graphe, tanggal 15 November 2011, Tentu masih banyak hal lain lagi yang dibahas yang Anda sebagai Orang Kristen Harus Tahu.

Hari/Tanggal : Kamis, 15 November 2012

Pkl. 09.00-15.00 WIB

di Auditorium Graphe International Theological Seminary (GITS)

Jl. Danau Agung 2 No 7, Sunter, Jakarta Utara

Pembicara: Dr. Suhento Liauw, Th.D (Rektor STT Graphe)

GRATIS, Kontak untuk registrasi: Yuliana, (021) 6471-4156, atau SMSkan ketika: nama Anda_Seminar Gereja ke 0816-140-2354, 0897-972-8557 (info lengkap baca di brosur di atas)

Monday, November 14, 2011

Kristen Tak Perlu IMB Tempat Ibadah


BEDA KONSEP  ISLAM DENGAN KRISTEN
Kekristenan di  Indonesia, dan mungkin di seluruh negara Islam, terkontaminasi konsep  Islam. Semua  ini  akibat dari para pemimpin  Kristen  yang  tidak  paham tentang  hakekat  kekristenan  itu  sendiri. Bahkan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) menerjemahkan  Ibrani  10:25,  dengan menambahkan  kata  “ibadah”  ke  dalam kalimat yang sesungguhnya tidak ada kata itu di dalam bahasa aslinya.
Orang Kristen harus  tahu bahwa kita sekarang  sudah  berada  di  Zaman  Ibadah Hakekat  (ZIH)  bukan  berada  di  Zaman Ibadah  Simbolik  (ZIS)  lagi.  Bahwa  kita berada di zaman menyembah dengan hati, bukan di zaman menyembah dengan  tubuh. Bahwa kita sudah berada di dalam zaman beribadah  secara  rohaniah  dan  bersifat kebenaran,  bukan  beribadah  secara  ritual dengan berbagai upacara  lahiriah.

Friday, November 11, 2011

Seminar Doktrin Gereja Alkitabiah 26 November 2011 Jakarta


Tahukah anda, bahwa "Gereja yang Salah Membawa Jiwa ke Neraka?" Sudahkah anda menghadiri gereja yang benar? Bagaimanakah mendeteksi gereja yang benar atau yang salah? Temukan kepastiannya dalam Seminar Ecclesiology (Gereja) yang akan dibawakan oleh Dr. Suhento Liauw (pakar seminar doktrin) di Gedung Graphe, tanggal 26 November 2011, mulai pukul 09:00. Daftarkan diri anda segera dan lihat informasi lebih lanjut di sini.

GITS (Graphe International Theological Seminary) telah berulang kali melakukan seminar tentang berbagai topik theologis dan praktis. Seminar-seminar ini ditujukan kepada orang Kristen awam maupun hamba-hamba Tuhan yang ingin mendapatkan kebenaran Alkitab yang lebih dalam lagi. Banyak sekali jiwa-jiwa yang telah mendapatkan Injil yang benar maupun mutiara-mutiara kebenaran lainnya. Seminar GITS secara rutin dilakukan di kampus GITS (GBIA Graphe) di Sunter. Seminar-seminar ini tidak memungut biaya peserta, karena GITS tidak bertujuan untuk mencari uang dari seminar-seminar ini, melainkan untuk membagikan kebenaran Alkitab yang murni. Seminar-seminar GITS biasanya dimulai pagi hari (jam 8 atau jam 9 pagi) dan selesai sore hari (jam 3 atau 4 sore), dan selalu menyertakan sesi tanya jawab. Peserta selalu dibebaskan untuk bertanya.

Selain di Sunter, GITS juga telah menyelenggarakan seminar di berbagai pelosok nusantara. Dari Medan hingga Abepura, Balikpapan hingga Yogyakarta, Dr. Suhento Liauw, selaku rektor GITS dan gembala sidang GBIA Graphe, telah mengadakan seminar-seminar theologis lebih 75 kali. Seminar-seminar ini selain memberitakan Injil keselamatan yang benar, juga membahas topik-topik theologis seperti Doktrin Alkitab, Gereja, Akhir Zaman, dan banyak lagi. Kalau anda tertarik untuk mengundang Dr. Suhento Liauw atau perwakilan GITS lainnya untuk mengadakan seminar di daerah ini, silakan hubungi GITS, di: gits@graphe-ministry.org

Tahun ini, GITS tetap melakukan berbagai seminar untuk mendidik orang-orang Kristen yang haus kebenaran. Ada beberapa seminar baru yang tidak boleh dilewatkan, antara lain adalah Seminar tentang Nama "Allah," dan juga Seminar Musik. Benarkah orang Kristen tidak boleh memakai kata "Allah"? Bagaimana dengan musik di gereja? Apakah boleh memakai musik-musik kontemporer Kristen? Dapatkan jawaban yang akademis, theologis, dan Alkitabiah di seminar-seminar Graphe. Berikut adalah jadwal seminar-seminar yang paling dekat:

Seminar Doktrin Gereja Alkitabiah

26 November 2011 di Graphe, Jakarta
Jl. Danau Agung 2, No. 5-7, 
Sunter, Jakarta Utara 14350, INDONESIA 
Contact person: Yuliana, GITS (021 6471-4156)

Seminar-seminar in GRATIS, tetapi kami meminta anda untuk registrasi sebelumnya!


Monday, October 31, 2011

... Tidak Menguasainya


"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Mat.16;18)

Ketetapan  Tuhan  tentang  posisi jemaatNya  ialah  bahwa  jemaatNya  tidak boleh dikuasai oleh kuasa apapun, bahkan kuasa  alam  maut  sekalipun.  Mengapa? Karena Alkitab memberitahu  kita  bahwa Jemaat Lokal adalah  tubuh Yesus Kristus (Ef.1:23,  Kol.1:24).  Artinya,  tiap-tiap jemaat  lokal  itu adalah  tubuhNya, dan  tidak boleh ada organisasi apapun, atau negara manapun,  bahkan  kuasa  alam maut  pun, yang boleh menguasainya.

Tuhan  ingin  jemaatNya, yaitu orang-orang  yang  sudah  bertobat  dan percaya kepadaNya  digembalakan  oleh  seorang yang sungguh mengasihiNya (Yoh.21:15-19). Yang masuk kategori  jemaat  (ekklesia) ialah  sekumpulan  orang,  yang  percaya kepadaNya,  yang  dipanggil  keluar  dari dunia  dengan  tugas menerangi  dunia  ini. Dan  harus  ada  seorang  yang  sungguh-sungguh  mengasihi   Tuhan  yang bertanggung  jawab  menggembalakan mereka.

Friday, September 30, 2011

6 Masalah Jemaat/Gereja


 
(2 Kor. 11:27-28)

Pendahuluan
A.     Jemaat yang didirikan Tuhan Yesus itu kekal (Mat. 16:18; Dan. 2:44; Ibr. 12:28)—benih yang ditanam juga kekal (1Ptr. 1:23-25)
B.     Meskipun jemaat tidak akan binasa, namun jemaat dapat kehilangan identitasnya (Why. 2:5; 3:1-6)
C.     Berikut ini adalah beberapa masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan umat Allah untuk berhasil sebagai jemaat Tuhan.

I.       PERTUMBUHAN NOL
A.       Banyak orang-orang kudus yang menjadi tua dan meninggal
1.        Kita sedih saat orang-orang yang sudah dibaptiskan mundur sebelum menjadi orang percaya yang dewasa.
2.        Banyak yang mundur karena berbagai alasan.

Monday, September 26, 2011

CANDU ITU BERNAMA GEREJA


Seorang Karl Marx dulu pernah berkata, bahwa agama adalah candu bagi masyarakat. Karena agama, masyarakat tidak bisa berpikir realistis dan selalu menggantungkan harapannya kepada Tuhan yang wujudNya pun tidak pernah jelas. Kesesakan dan kenestapaan hidup yang mestinya dihadapi dengan usaha lebih keras dan pantang menyerah justru berakhir pada doa-doa asa yang tak kunjung nyata. Akibatnya masyarakat menjadi suatu komunitas pesakitan yang harus selalu diinfus dengan suatu candu yang bernama agama supaya masyarakat tersebut tidak menjadi liar dan lepas kendali. Hasil akhirnya, sebuah komunitas masyarakat yang rendah produktifitas dan senantiasa bertelut lutut ketika menghadapi lecutan kehidupan yang pahit.

Gambaran pada paragraf di atas secara historis kritis merupakan efek samping dari sebuah gejolak yang bernama Revolusi Industri. Ketika Eropa tengah berjuang untuk menjalani kehidupan yang lebih maju dan lebih baik, sebagian besar diantaranya justru tersiksa dan terinjak-injak oleh kekuasaan uang dan politik. Kaum proletar yang senantiasa merana di bawah kaki kursi empuk kaum borjuis kapitalis justru semakin tidak berdaya dan agama hanya memperburuk keadaan dengan mendekatkan dirinya kepada kekuasaan dan menjadi alat untuk menjinakkan kaum proletar supaya mereka tidak memberontak. Sampai akhirnya Karl Marx dan Marxismenya menjadi alat ampuh yang mampu membuka belenggu pemikiran kaum proletar tersebut untuk mengangkat sabit dan palunya menjadi senjata yang seharusnya menjadi alat kerjanya untuk memberontak terhadap kaum borjuis kapitalis di Eropa Timur. Dan pada pemberontakan itulah agama yang merupakan mitra kerja kaum borjuis akhirnya juga harus dipukul habis oleh kaum proletar. Candu itu akhirnya disterilkan dari urat nadi masyarakat.

Friday, September 16, 2011

11 Kewajiban Anggota Terhadap Gereja

Gbii.org - Seseorang yang telah diselamatkan, dibaptiskan, lalu bergabung sebagai jemaat dalam gereja lokal, selain memiliki hak dan kewajibannya terhadap Allah, juga memiliki hak dan kewajiban kepada gereja dimana dirinya tergabung sebagai anggota jemaat. Apa saja yang menjadi kewajiban bagi seorang anggota jemaat terhadap gereja-nya?
  1. Setelah saya bertobat kepada Allah dan beriman kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya, saya memberikan diri saya untuk dibaptiskan sesuai Alkitab (Mat.28:19-20; Rom 6:3-5; Kol.2:12).
  2. Baptisan adalah bukti pertobatan saya pribadi dan bukti saya beriman serta menyatukan diri dalam kematian, penguburan, dan kebangkitan bersama Tuhan Yesus Kristus (Rom.6:3-6).
  3. Baptisan juga suatu bukti saya meninggalkan/mati terhadap dosa dan hidup bagi Tuhan Yesus Kristus (Rom.6:3-6).
  4. Saya harus terus aktif bersekutu dengan Jemaat/Gereja, bersekutu dengan Tuhan Yesus Kristus, bersekutu dengan saudara-saudara seiman di gereja, bergabung dengan gereja yang benar-benar mengajarkan Alkitab (Ibr.10:25, I Tim.4:16).
  5. Saya harus mentaati Firman Tuhan dan menjadi pelaku Firman Tuhan (Yak.1:22)
  6. Saya harus menghormati Pendeta/Gembala saya, mendukung dan mengikuti Firman Tuhan yang diajarkannya seturut dengan Alkitab (I Tes.5:7; I Tes.5:12; Ibr.13:7).

Saturday, August 27, 2011

Pentingnya Kebaktian di Gereja

Church Inside
  1. Tujuan kebaktian/ibadah dan penyembahan kita.
    1. Untuk mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan (1 Kor 10:31)
    2. Untuk melayani Tuhan (Kolose 3:17; Ibrani 10:24-25)
  2. Alasan mengapa kita harus beribadah.
    1. Karena Tuhan sendiri memerintahkannya (Yoh. 4:24)
    2. Karena hanya Tuhan yang berhak menerima penyembahan
      (Wahyu 5:11-12)
  3. Sikap kita dalam beribadah/penyembahan di hadirat Tuhan.
    1. Dengan sikap menyembah Tuhan dengan seluruh keberadaan kita, segenap roh, jiwa dan tubuh kita (Ibrani 10:22; Ul. 10:12)
    2. Dengan segala kerendahan hati (1 Taw. 7:14)
    3. Mengakui segala dosa/bertobat (1 Yoh. 1:8-10)
    4. Dengan Iman dalam Tuhan Yesus Kristus (Ibrani 11:6)
    5. Dalam pimpinan Roh Kudus (Galatia 5:22-26)
    6. Pengalaman kita pribadi kepada Tuhan sangat tergantung pada penyerahan pribadi kita sendiri kepadaNya (Roma 12:1-2)

Wednesday, August 10, 2011

6 Masalah Jemaat

(2 Kor. 11:27-28)

Pendahuluan
A.     Jemaat yang didirikan Tuhan Yesus itu kekal (Mat. 16:18; Dan. 2:44; Ibr. 12:28)—benih yang ditanam juga kekal (1Ptr. 1:23-25)
B.     Meskipun jemaat tidak akan binasa, namun jemaat dapat kehilangan identitasnya (Why. 2:5; 3:1-6)
C.     Berikut ini adalah beberapa masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan umat Allah untuk berhasil sebagai jemaat Tuhan.

I.       PERTUMBUHAN NOL
A.       Banyak orang-orang kudus yang menjadi tua dan meninggal
1.        Kita sedih saat orang-orang yang sudah dibaptiskan mundur sebelum menjadi orang percaya yang dewasa.
2.        Banyak yang mundur karena berbagai alasan.
B.        Solusi
1.        Bangun dari krisis. Jangan ada sindrom “seperti biasa”
2.        Kita perlu kembali belajar bagaimana jemaat bertumbuh di PB dan menerapkannya (Kis. 8:4; 1Tes. 1:8; Flp. 1:7)
3.        Diperlukan komitmen setiap anggota jemaat. Tuhan sudah memberkati banyak diantara anggota dengan kemampuan inteligensia yang baik dan sumber daya yang baik.

Sunday, July 31, 2011

PEREMPUAN BOLEH KHOTBAH DI GRAPHE

Banyak orang telah salah memahami GRAPHE. Mereka tanpa mendengar langsung pengajaran kebenaran yang dikumandangkan oleh GBIA GRAPHE, sering menuduh GRAPHE tidak mengijinkan wanita untuk melayani Tuhan. Sangat mungkin sebagian orang sengaja membesar-besarkan masalah bahkan sengaja memfitnah GRAPHE untuk membohongi anggota jemaat mereka. Semua ini dilakukan mereka karena sikap ketakutan terhadap reaksi anggota jemaat mereka terhadap kebenaran. Mereka takut anggota jemaat mereka mengejar kebenaran dan berpindah ke gereja yang mereka anggap lebih benar. 

MEMIMPIN DEMI KEBENARAN ATAU UANG?
Penulis dapatkan memang banyak pemimpin gereja pada dasarnya bukan memimpin anggota jemaat mereka kepada kebenaran, melainkan hanya mau mengeruk uang mereka saja. Penulis sering berkata kepada anggota jemaat Graphe dari mimbar bahwa jika mereka menemukan gereja yang lebih benar dari GRAPHE, silakan mereka pindah ke gereja tersebut.
Jika seseorang menyebut dirinya pelayan Tuhan, menggembalakan jemaat, tetapi tidak memimpin jemaatnya kepada kebenaran, bahkan menghalang-halangi mereka untuk mengakses kebenaran, lalu apakah tujuan dia dalam pekerjaan penggembalaan itu? Bukankah dapat dituduhkan kepadanya bahwa sesungguhnya ia hanya menjadikan anggota jemaatnya semacam sapi perah?

Wednesday, May 25, 2011

GRAPHE - GEREJA PENUH MUJIZAT

Banyak orang telah salah memahami iman GRAPHE. Sangat mungkin sebagian orang sengaja menyalahtafsirkan pandangan GRAPHE untuk membohongi anggota jemaat mereka. Karena kami mendengar ada pihak yang menyebarkan fitnah bahwa GRAPHE tidak percaya mujizat bahkan GRAPHE tidak percaya adanya Roh Kudus.

Padahal yang benar adalah bahwa GRAPHE sangat percaya adanya mujizat bahkan percaya bahwa mujizat terjadi terus hingga saat ini. Alasannya adalah karena GRAPHE percaya Tuhan menjawab doa anak-anakNya.

Orang-orang GRAPHE bukan hanya percaya Tuhan masih melakukan mujizat bahkan merasakannya. Penulis melalui artikel ini bersaksi bahwa telah merasakan banyak mujizat Tuhan. Pada tahun 1993, penulis membawa keluarga ke USA untuk studi.

Friday, May 06, 2011

LAGU DI GRAPHE MENYENANGKAN TUHAN

Jika ada lagu rohani, sebagaimana Paulus katakan dalam Ef.5:18, pasti ada lagu duniawi. Lalu lagu rohani itu yang bagaimana, dan lagu duniawi itu yang bagaimana?
Musik duniawi adalah musik yang memuaskan kedagingan manusia. Salah satu ciri utamanya adalah iramanya yang sensual, yang membuat badan bergoyang.

Inti sesungguhnya dari musik dunia adalah memuaskan ego, baik dari iramanya yang sensual, maupun syairnya (tema lagu-lagu dunia tidak jauh dari putus-sambungnya cinta, dan kebebasan diri). Sebaliknya, musik rohani adalah lagu yang memuliakan Allah. Ia sama sekali berbeda dengan musik dunia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa daya tarik musik dunia, yang membuat manusia begitu menikmatinya, adalah sensualitasnya. Lihat saja klip video artis-artis dan selebriti, yang menjual daya tarik seksual mereka. Musik dunia memuaskan kedagingan.

Monday, January 24, 2011

Surat Untuk Laboratorium Graphe

PERTANYAAN

Dengan Hormat,

Dengan surat ini, saya bermaksud mengajukan beberapa pertanyaan kepada Tim Laboratorium GRAPHE. Adapun pertanyaan-pertanyaan itu adalah:

1. Apakah pihak Graphe ada keterkaitan teologis dan organisatoris dengan GGBI (Gabungan Gereja-gereja Baptis Indonesia) yang berdiri pada 5 April 1973 ataupun dengan PBI (Persekutuan Baptis Indonesia)?

2. Di Jl. Simongan, Semarang, ada STBI (Seminari Teologi Baptis Indonesia). Juga di Jakarta ada STT Baptis (di daeah Grogol). Adakah kesamaan dan perbedaannya dengan STT Graphe yang juta menganut aliran Baptis?

3. Pada umumnya, gereja-gereja Baptis yang ada di Indonesia menganut teologi yang bagaimanakah? Apakah ada kesamaannya dengan aliran Southern Baptist yang di Amerika (USA)?

4. Apakah pihak STT Graphe menganut Teologi Dispensationalis?

5. Apakah alumni STT Graphe (khusus program S.Th dan SPAK) dapat mengikuti ujian negara yang biasanya diselenggarakan oleh Departemen Agama RI?

Monday, January 17, 2011

The Jakarta Post

Koran bahasa Inggris The Jakarta Post, Monday, June 28,2010, pada halaman pertama menulis sebuah laporan dengan judul Hard-line Groups Target Christianity with Sharia Law. Dalam laporan tersebut dituliskan bahwa sebuah Kongres Bersama Ormas Islam, memutuskan meminta pemerintah kota Bekasi untuk segera menerapkan hukum sharia di kota Bekasi. Kongres tersebut dimotori oleh MUI cabang Bekasi dan dihadiri sekitar 500 peserta.

Mereka jelas bermaksud menjadikan kota Bekasi seperti kondisi kota Mekah, dan kelihatannya mereka tidak akan membiarkan umat agama lain mendirikan rumah ibadah atau melaksanakan kegiatan ibadah mereka.

Wednesday, December 15, 2010

THE CHURCH OF THE HOLY SEPULCHRE

November 4, 2010 (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org)

“For the time will come when they will not endure sound doctrine; but after their own lusts shall they heap to themselves teachers, having itching ears; And they shall turn away their ears from the truth, and shall be turned unto fables” (2 Timothy 4:3-4).

Many New Testament prophecies describe a turning away from the New Testament faith and the creation of false churches that follow man-made tradition and heresies instead of the pure doctrine of God’s Word. This is called apostasy, and the Bible says it will increase as the time of Christ’s return draws nearer. See, for example, Matthew 7:15-22; 1 Timothy 4:1-6; 2 Timothy 3:1, 5, 12-13; 4:3-4; 2 Peter 2:1-2; 2 John 7-11; Jude 3-4.

On a trip to Israel in April of this year, we saw the fulfillment of these prophecies throughout Israel.

Practically every important geographical site is owned by some apostate church that enriches itself by this means. There is the Church of the Nativity with its Chapel of the Milk Grotto; the Church of St. Peter at Capernaum; the Basilica of the Annunciation at Nazareth; the Church of the Beatitudes on the Sea of Galilee; the Church of the Loaves and Fishes at Tabgha; the Church of the Miracle at Cana; Elisha’s Church at Jericho; St. Peter’s Church at Jaffa; and the Church of John the Baptist in Samaria, to mention a few.