Saturday, November 09, 2013

Apakah Alkitabiah Jika Suatu Jemaat Hanya Punya Satu Gembala?

Judul di atas mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang, tetapi itu adalah pertanyaan yang pernah diajukan kepada saya beberapa tahun silam. Yang bersangkutan bertanya dalam konteks GBIA (Gereja Baptis Independen Alkitabiah) Graphe, yang pada waktu itu memang baru memiliki satu gembala sidang.

Waktu itu, untuk menjawab pribadi yang bersangkutan, saya meneliti Alkitab, dan mendapatkan bahwa memang contoh jemaat dalam Perjanjian Baru sering memiliki lebih dari satu gembala.

Untuk memahami alur pikir ini, ada beberapa hal yang harus kita pahami dulu: Bahwa dalam Alkitab, jabatan gembala sering juga disebut jabatan penatua atau jabatan penilik. Hal ini terlihat paling jelas di dalam Kisah Para Rasul pasal 20. Di ayat 17, sekelompok orang disebut “penatua jemaat,” sementara di ayat 28 kelompok orang yang sama disebut “penilik” yang bertugas “menggembalakan jemaat Allah.” Jadi jelas bahwa Penatua = Penilik = Gembala. Mempelajari surat Titus juga menyingkapkan hal yang sama. Titus 1:5 berbicara mengenai penatua, sedangkan 1:7 berbicara mengenai penilik, menyamakan kedua istilah ini untuk satu jabatan.

Lalu, poin berikutnya adalah, bahwa di dalam Perjanjian Baru, pola yang muncul adalah jemaat-jemaat mula-mula memiliki lebih dari satu Penatua, atau sama juga lebih dari satu Gembala. Sebagai contoh:

1. Jemaat Yerusalem memiliki lebih dari satu penatua/gembala.
a. Kisah Rasul 15:2 menyebut “penatua-penatua” di Yerusalem (diulangi di ayat 4, 6, 22, dan 23; juga 16:4)

b. Beberapa tahun kemudian setelah sidang di pasal 15, Paulus mengunjungi Yerusalem lagi, dan bertemu dengan “semua penatua” di situ (21:18)

2. Jemaat Efesus memiliki lebih dari satu penilik/gembala, sebagaimana nyata dari Kisah Rasul 20:17 “para penatua.”

Nah, bisa saja kita berpikir bahwa jangan-jangan di Yerusalem dan di Efesus adalah lebih dari satu jemaat. Tetapi ketika Tuhan mengirim surat dalam kitab Wahyu, Tuhan menujukan (salah satunya) surat itu kepada jemaat di Efesus (Wahyu 2:1), dalam bentuk tunggal: “jemaat.” Kalau memang ada beberapa jemaat di Efesus, seharusnya Tuhan lebih spesifik jemaat mana di Efesus yang dimaksud, atau menulis kepada “jemaat-jemaat” di Efesus jika memaksudkan semuanya. Informasi dari kitab Wahyu memberitahu kita bahwa ada satu jemaat di Efesus, dan Kisah Para Rasul memberitahu kita bahwa jemaat Efesus memiliki lebih dari satu penatua (minimal pernah memiliki lebih dari satu penatua, karena memang ada jarak penulisan antara Kisah Para Rasul dan Wahyu).

3. Kisah Rasul 14:23 “Di tiap-tiap jemaat [TUNGGAL] rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua [JAMAK] bagi jemaat [TUNGGAL] itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua [JAMAK] itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.”

Dalam jemaat-jemaat yang Paulus dirikan dalam perjalanan misi pertamanya, ia menetapkan lebih dari satu penatua dalam tiap-tiap jemaat. Pola ini dia teruskan rupanya, dan Paulus menasihatkan Titus untuk “menetapkan penatua-penatua [JAMAK] di setiap kota” (Titus 1:5).

4. Dalam Yakobus 5:14, jika seorang Kristen sakit, “baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia . . .” Para penatua berarti ada lebih dari satu penatua. Tentunya mereka ini gembala/penatua/penilik dari satu jemaat. Agak tidak masuk akal jika anggota gereja A sakit, lalu ia dihimbau untuk memanggil gembala dari gereja A, B, C, dan D.

Dari poin-poin di atas, terlihat bahwa memang Alkitab banyak mengandung contoh jemaat-jemaat yang memiliki multisiplitas gembala/penatua/penilik. Pertanyaan yang kembali mencuat adalah: Apakah Alkitabiah jika suatu gereja hanya memiliki satu gembala?

Jawabannya bisa didapatkan dari kitab Wahyu lagi. Dalam kitab Wahyu, Yesus Kristus menulis surat kepada tujuh jemaat di Asia kecil. Tuhan kita menulis kepada “malaikat jemaat di . . .” [Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, Laodikia]. Dalam tafsir kitab Wahyu, dapat dipertahankan bahwa “malaikat” yang dimaksud adalah gembala sidang jemaat yang bersangkutan. Yang menarik adalah bahwa “malaikat jemaat” (gembala jemaat) disebut dalam bentuk tunggal. Yang paling menarik adalah jemaat Efesus. Dalam Kisah Para Rasul kita tahu jemaat Efesus memiliki beberapa penatua (Kis. 20:17), tetapi Tuhan menulis kepada satu “malaikat” (gembala) jemaat. Walaupun ada selang waktu kurang lebih 40 tahun antara Kisah Rasul dengan Wahyu, tidak ada alasan untuk berpikir terjadi perubahan mode kepemimpinan di Efesus selama itu. Kesimpulannya adalah bahwa walaupun suatu jemaat bisa saja memiliki lebih dari satu gembala, tetap ada satu gembala dari antara “para gembala” itu yang paling bertanggung jawab. Walaupun semua anggota jemaat turut bertanggung jawab atas baik buruknya suatu jemaat, ada satu orang yang paling bertanggung jawab. Oleh sebab itu, Tuhan menyuruh gembala jemaat Sardis untuk “bertobat” (Wahyu 3:3) atas situasi jemaat Sardis yang “setengah mati.”

Kita bisa memahami jemaat Yerusalem seperti demikian juga. Di Yohanes 20:15-17, Yesus mengangkat Petrus menjadi gembala jemaat Yerusalem. Dan walaupun belakangan di jemaat Yerusalem ada beberapa penatua, tetapi Petrus yang paling bertanggungjawab. Belakangan kita membaca bahwa Yakobus menggantikan Petrus sebagai gembala utama itu.

Sebenarnya, konsep ini sudah saya saksikan sejak belum lama diselamatkan. Sewaktu saya berjemaat di Tabernacle Baptist Church, di Virginia, AS, saya melihat banyak gereja Baptis Independen, yang jika sudah besar memiliki Senior Pastor, lalu ada Asistant Pastor, dan juga tidak jarang Youth Pastor. Hal ini bahkan benar di Tabernacle sendiri. Tetapi jemaat-jemaat yang masih kecil biasanya hanya satu gembala saja. Walaupun sudah sering saya lihat di kalangan Baptis Independen, barulah setelah saya mendalami Alkitab dan menyelidiki sendiri isu ini secara pribadi, saya mendapatkan dasar yang kuat untuk praktek ini.

Dengan demikian, kesimpulannya adalah tidak mengapa bahwa suatu jemaat memiliki hanya satu gembala, karena bahkan jika ada beberapa gembala sekali pun, tetap ada satu gembala yang paling bertanggungjawab. Kita tidak tahu apakah ada lebih dari satu gembala di Smirna, Pergamus, Tiatira, dll., tetapi Yesus menujukan suratNya kepada satu “malaikat” (gembala) jemaat di tempat-tempat itu. Bahwa jemaat-jemaat mula-mula banyak yang memiliki lebih dari satu gembala adalah karena perkembangan mereka yang eksplosif, dan kebanyakan penatua/gembala waktu itu masih bekerja sekuler juga. Karena ada banyak anggota jemaat, dan banyak penatua yang masih harus membagi waktu untuk pekerjaan duniawi, maka diperlukan beberapa penatua untuk memenuhi kebutuhan rohani semua jemaat. Belakangan Paulus akan mengajarkan bahwa jemaat seharusnya mencukupi kebutuhan gembala, sehingga di abad-abad selanjutnya kebanyakan gembala sidang full-time di pelayanan. Oleh karena itu, banyak jemaat yang dilayani full-time hanya memerlukan satu gembala. Akhirnya saya menjawab orang yang bertanya itu demikian: “Alkitab tidak mengharuskan jumlah penatua. Memang ada contoh jemaat-jemaat yang memiliki lebih dari satu penatua. Tetapi jika satu penatua saja sudah cukup, maka itu tidak masalah. Graphe mungkin akan menambah gembala jika terjadi pertumbuhan dan hal itu memang diperlukan.” Ternyata jawaban saya itu menjadi kenyataan dan saat ini GBIA Graphe memiliki tiga gembala, dan dipimpin oleh Gbl. Suhento Liauw. (oleh Dr. Steven E. Liauw)

1 comment:

Jhans Lumungking said...

Sungguh menarik dan memberi penjelasan yg benar..tq