Thursday, January 08, 2009

Apa Kata Alkitab Mengenai Hutang?

Oleh: Dr. Steven E. Liauw (Buletin PEDANG ROH 58, Jan-Maret 2009)

Dunia modern di mana kita hidup tidak lagi terlepas dari hutang. Dengan banyaknya tawaran kredit, agunan, dll., orang Kristen harus menghadapi kenyataan realita hutang. Untuk itu, orang Kristen perlu tahu, apa pengajaran Alkitab tentang masalah hutang piutang. Bolehkah orang Kristen berhutang? Bolehkah orang Kristen berpiutang? Marilah kita lihat seluruh ayat-ayat Alkitab yang berhubungan.

A. TUHAN MENGASUMSIKAN BAHWA DARI ANTARA ORANG ISRAEL PASTI ADA YANG BERHUTANG DAN ADA YANG BERPIUTANG.

Jadi, hutang dianggap sesuatu yang pasti terjadi dalam masyarakat. Hal ini terlihat dari berbagai ayat berikut:

Ulangan 24:10-11 “Apabila engkau meminjamkan sesuatu kepada sesamamu, janganlah engkau masuk ke rumahnya untuk mengambil gadai dari padanya. Haruslah engkau tinggal berdiri di luar, dan orang yang kauberi pinjaman itu haruslah membawa gadai itu ke luar kepadamu.”

Keluaran 22 : 25 “ Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya.”

B. SALAH SATU AYAT YANG SERING MENJADI POKOK BAHASAN DALAM TOPIK INI ADALAH:

Roma 13:8 “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi.”

Ayat ini sekilas melarang segala bentuk hutang bagi orang Kristen. Tetapi apakah berarti orang Kristen tidak boleh menyicil mobil dan rumah?Apakah orang Kristen tidak boleh memakai credit card? Ayat ini harus dilihat dalam konteks sepenuhnya, yaitu mulai dari ayat 7. Ingat bahwa Paulus tidak memisahkan ayat 7 dengan ayat 8 menjadi 2 perikop yang berbeda. Pemisahan perikop dilakukan belakangan oleh para pencetak Alkitab untuk mempermudah pembacaan. Konteks perintah “jangan berhutang” dalam ayat 8, adalah: “Bayarlah apa yang harus kamu bayar, jangan berhutang apa-apa.” Jika kamu wajib bayar pajak, bayar cukai, bayarlah itu! Jangan tidak bayar (berhutang!). Bahkan, hormat dan rasa takut pun harus diberikan kepada mereka yang patut.

C. ORANG PERCAYA JELAS BOLEH MEMBERI PINJAMAN KEPADA ORANG LAIN.

Hal ini jelas dari ayat-ayat berikut ini:
Ulangan 28:12 “TUHAN akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

D. BOLEHKAH ORANG KRISTEN MENERIMA BUNGA/MEMBUNGAKAN UANG?

Ini adalah topik yang kontroversial. Ada orang yang setuju bahwa orang Kristen boleh membungakan uang, dan yang lainnya tidak setuju. Mereka yang tidak setuju orang Kristen menerima bunga, memakai ayat-ayat berikut: Yehezkiel 18:5-8, Imamat 25:35-37, Amsal 28:8, Mazmur 15:5.

Tetapi, coba kita lihat beberapa fakta berikut:

Ada ayat-ayat Alkitab yang berbicara positif mengenai menerima bunga: Ulangan 23:20, Matius 25:27. Jika orang Kristen tidak boleh membungakan uang, maka orang Kristen juga tidak boleh menaruh uangnya di Bank. Sebab, orang yang menaruh uang di Bank, pada esensinya meminjamkan uang itu kepada Bank, dan mendapatkan bunga darinya. Pada kenyataannya, orang-orang yang menentang “bunga” dalam pinjaman antar pribadi, toh tetap menaruh uang di Bank. Apakah orang Kristen mau ikut system Bank Syariah Islam? Tentu tidak.

Ayat-ayat yang menentang “bunga” atau “riba” biasanya dibicarakan dalam konteks tertentu:
Konteks orang miskin atau lemah (Kel. 22:25; Im. 25:35-38; Ul. 24:17; Ams. 28:8). Jadi, ketika ada orang yang jatuh miskin dan memerlukan uang untuk kehidupannya, misalnya karena sakit, dll., maka orang percaya tidak boleh mengambil kesempatan untuk semakin menekan orang miskin itu dengan riba.

Konteks pemerasan (Yeh. 22:12). Ini mirip dengan yang di atas. Misalnya ada orang yang terjepit karena musibah, jatuh sakit, dll., lalu memerlukan sekali uang. Maka orang percaya tidak memeras orang tersebut dengan mematok bunga yang tinggi.
Ada larangan untuk memungut bunga dari sesama orang Yahudi (PL), yaitu dalam Ul. 23:19. Rupanya Tuhan ingin agar ada pertimbangan khusus untuk sesama orang percaya.

Kata “riba” dan “bunga” dalam ayat-ayat ini memiliki arti khusus. Kata “bunga uang” berasal dari kata Ibrani neshek, sedangkan “riba” berasal dari kata Ibrani tarbit (atau marbit, masih satu akar kata). Kata neshek berasal dari akar kata nashak, yang berarti “menggigit.” Jadi pengertian dari neshek adalah bunga/riba yang berat sekali, sehingga bagaikan sesuatu yang menggigit.

E. A. Speiser melakukan penelitian mendalam mengenai neshek dan tarbit, berkaitan dengan pinjam meminjam dan hukum Musa. “Dia menunjukkan bahwa istilah neshek ‘bunga’ dan marbit ‘riba,’ ditemukan paralelnya dalam tablet-tablet [kuno] dari Alalak dan Nuzi [maksudnya kedua istilah ini juga ditemukan di hukum bangsa-bangsa non-Yahudi]. Di tablet-tablet itu ada informasi tambahan. Pinjaman diberikan dengan bunganya dipotong dari awal. Seorang peminjam bisa saja hanya menerima 80 shikel dari pinjaman 100 shikel. Inilah arti kuno dari kata neshek. Ketika tiba waktu untuk membayar pinjaman, jika ia tidak mampu, maka ia ditahan (Im. 25:35, kata ‘menyokong’dapat diartikan ‘menahan.’ Pengertiannya adalah dia menjadi budak sementara). Tetapi, menurut Imamat, tidak boleh ada bunga atau riba (neshek atau marbit) yang dibebankan lagi padanya. Jika ia dikenakan lagi bunga kedua di atas perbudakan, maka peminjam itu bisa-bisa tidak akan mampu membayar hutangnya. Hukum Imamat lebih lanjut lagi memerintahkan perlakuan yang manusiawi terhadap saudara yang masuk perbudakan secara demikian. Bangsa-bangsa lain di sekitar Israel tidak memiliki perlindungan terhadap orang lemah seperti ini. Pendeknya, bunga diperbolehkan, tetapi bunga yang berlebihan (riba) tidak diperbolehkan.” (Theological Wordbook of the Old Testment, Harrison).

E. WALAUPUN ALKITAB MEMPERBOLEHKAN HUTANG, ALKITAB MENGAJARKAN AGAR SEBISA MUNGKIN TIDAK BERHUTANG

Hal ini jelas dari hal-hal berikut: Amsal 22:7 “Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.”

Pada kenyataannya, ketika seseorang berhutang, ia berada dalam kuasa orang yang meminjamkan kepadanya. Tentunya ini bukan situasi ideal yang Tuhan inginkan bagi anak-anakNya.

Oleh karena itu, sebaiknya orang Kristen berhemat, dan mengencangkan ikat pinggang, daripada berhutang. Ayat ini juga mengajarkan bahwa orang percaya tidak lalu memberontak kepada orang yang meminjamkan padanya. Ia tidak lalu memakai caracara licik untuk mengintimidasi, menekan, dan memaksa orang yang meminjamkan tersebut. Ia yang telah setuju berhutang, berarti ia memang menyerahkan diri ke bawah kuasa orang itu (untuk menagih hutangnya pada waktu yang disepakati). Lucu sekali bila ada orang percaya yang berhutang, lalu ketika ingin ditagih, malah dia yang lebih galak! Cara preman seperti ini bukanlah cara orang Kisten, melainkan cara orang fasik: Mazmur 37:21 “Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.”

Orang Kristen seharusnya puas dengan apa yang ia miliki. Ia mencukupkan diri dengan berkat Tuhan pada dirinya. Oleh karena itu, walaupun Tuhan tidak melarang segala bentuk hutang, seharusnya orang Kristen tidak perlu berhutang. (Ibrani 13:5, 1 Timotius 6:6)

Bagaimana dengan orang yang merasa gajinya kurang? Maka ia harus bekerja dengan lebih keras, dan berusaha untuk memajukan diri. Jika itu usaha maksimalnya, maka: Lukas 3:14 “Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”

Manusia berusaha, Tuhan yang memberkati. Jika usaha kita maksimal, marilah kita mencukupkan diri dengan apa yang Tuhan berikan untuk kita. Budaya konsumtif dunia sekarang ini tidak sehat.

F. KESIMPULAN

1. Alkitab memperbolehkan hutang piutang dalam batasan Alkitab.

2. Alkitab memperbolehkan bunga yang tidak berlebihan, juga untuk mengambil jaminan/gadai (Mat. 25:27; Ul. 23:20; 24:1013)

3. Alkitab mencela orang yang berpiutang (meminjamkan), bila:
a. Ia menggunakan itu untuk menekan orang kecil/lemah (Kel. 22:25; Im. 25:35-38;
Ul. 24:6, 10, 17)
b. Ia menggunakan itu untuk memeras seseorang (Yeh. 22:12)
c. Ia melakukannya untuk menekan seorang saudara seiman (Ul. 23:19). [bukan berarti tidak boleh ada kesepakatan dagang antara dua orang percaya yang melibatkan bunga, tetapi Tuhan ingin agar sesama orang percaya ada saling mengasihi dan pertimbangan khusus].
d. Ia memberikan bunga yang berlebihan.

4. Alkitab mencela orang yang berhutang, bila:
a. Ia tidak membayar kewajibannya pada waktu yang ditentukan (Maz. 37:21; Rom. 13:8). Banyak orang yang tanpa dia sadari terjerumus dalam hutang yang tidak dapat ia bayar. Oleh karena itu, setiap orang percaya yang berhikmat, tidak akan masuk ke dalam hutang yang berbahaya:
i. Hutang untuk memenuhi gaya hidup yang lebih baik. Ini adalah hutang yang melanggar Firman Tuhan.
ii. Hutang yang berisiko tinggi. Ada orang yang nekad, dan walaupun tanpa jaminan, ia meminjam uang untuk mencoba mengubah “nasib.” Biasanya bunga untuk pinjaman tanpa jaminan sangat tinggi. Jika terjadi salah perhitungan, atau ada gejolak ekonomi, hutang menjadi tidak terbayarkan.

b. Cara dia berhutang menjadi kesaksian yang buruk dan menjadi batu sandungan bagi orang lain. Kesaksian buruk saat berhutang terjadi misalnya pada:
i. Cara berhutang yang menunjukkan premanisme, contoh: galak saat ditagih, menghilang saat ditagih, dll.
ii. Cara berhutang yang menunjukkan keengganan untuk segera membayar, yang puas dalam kondisi hutang.

5. Salah satu alasan Tuhan tidak ingin orang percaya sembarangan berhutang adalah karena Rapture sudah mendekat dan kapan saja bisa terjadi! Ketika orang Kristen diangkat oleh Tuhan, maka Tuhan tidak ingin ia meninggalkan hutang yang belum terbayar. Jika tidak, maka orang-orang yang tidak percaya akan menggerutu: “mengapa Tuhannya mengangkatnya? Dia masih berhutang pada saya!”

6. Fenomena modern yang patut dikaji:
a. Belanja secara kredit, apakah itu rumah, mobil, dll. Apakah boleh? Pada prinsipnya, Alkitab tidak melarang:
i. Kredit seperti ini ada jaminannya.
Misalnya, kredit mobil, BPKB ditahan; kredit rumah, sertifikat ditahan. Jadi, kalau terjadi Rapture, pihak bank/penjual tidak rugi, karena ia bisa menyita kembali barang yang dicicil tersebut.
ii. Kredit jenis ini pada intinya hanyalah kontrak pembayaran. Jadi, barang dibayar bukan dalam satu transaksi, tetapi dalam beberapa transaksi.
iii. Bagi orang Kristen, kredit ini haruslah dilakukan dalam kemampuannya. Artinya, dia memang bisa menyicil barang itu. Dia punya pemasukan stabil (atau simpanan uang) yang cukup, sehingga dapat menyicil barang itu.

b. Mempergunakan Credit Card.
Sebagian aspek sudah dibahas di poin a. Pada prinsipnya, Credit Card tidak salah. Credit
Card bisa menjadi penolong yang baik, ataupun penjerumus yang hebat, tergantung bagimana pemakaian. Sudah ada banyak contoh dan teladan orang-orang (Kristen sekalipun) yang hancur karena penggunaan Credit Card yang salah. Berikut beberapa tips untuk penggunaan Credit Card yang aman:

i. Jangan memakai Credit Card untuk membeli sesuatu yang berada di luar kemampuanmu.
ii. Pakailah Credit Card hanya untuk menolong, yaitu agar tidak perlu membawa
cash.
iii. Catat selalu pengeluaran Credit Card anda.
iv. Bayar Credit Card anda tepat pada waktunya. Credit Card mempunyai fasilitas minimum payment. Jangan pernah pakai opsi ini.

7. Sebisa mungkin jangan berhutang! Ini harus menjadi pedoman hidup. Tuhan tidak ingin orang percaya berada dalam hutang. Seharusnya, orang percaya punya prinsip: Saya tidak mau berhutang.
a. Cukupkan diri dengan berkat Tuhan. Bekerjalah dengan rajin jika ingin maju! Berdoa padaNya untuk segala kebutuhan.
b. Bukan berarti tidak bisa ada skenario seperti berikut: “Anda naik motor, membonceng teman anda, tiba-tiba motor mogok karena ban pecah. Anda kebetulan tidak bawa uang untuk membetulkan ban, jadi pinjam dulu dari teman anda.” Skenario seperti ini, dengan segala jenis variasinya, tentu tidak Tuhan larang. Yang penting adalah: bayar kembali pinjaman itu sesegera mungkin.

8. Khusus untuk pelayan Tuhan (penginjil, gembala, dll):
a. Pelayan Tuhan dituntut hidup dengan standar yang lebih tinggi (Yak. 3:1; 1 Tim. 3:1-7).
b. Dalam hal finansial, pelayan Tuhan harus tidak bercela. Ia harus ingat bahwa tindakannya harus menjadi contoh bagi jemaatnya.
c. Pelayan Tuhan boleh saja membeli barang secara kredit, tetapi ingat terus bahwa ia harus bijaksana mengelola uang, jangan sampai pengeluaran melebihi kemampuan.
d. Seorang pelayan Tuhan haruslah membawa nama harum jemaat dan Tuhan, serta membayar segala kewajibannya pada waktunya (Roma 13:8).
d. Sangatlah tidak sehat jika seorang pelayan Tuhan mulai meminjam uang untuk kebutuhan hidup atau kebutuhan bisnisnya. Seorang Gembala Jemaat seharusnya tidaklah berbisnis secara menetap dan jangka panjang.
e. Pelayan Tuhan yang sedang dililit hutang, dan kesulitan membayar, sebaiknya mengundurkan diri dulu agar kesaksian jemaat tetap mulia. ***

22 comments:

white rainbow said...

Thx for the articles. Jbu..

Chiba said...

Bagus bgt artikelnya.. menjawab beberapa keraguan dan pertanyaan. Tks

Anonymous said...

bunga yang berlebihan dan tidak berlebihan itu ukurannya bagaimana

Anonymous said...

trima kasih. artikel ini benar-benar menjadi berkat dan menguatkan iman saya. Tuhan memberkati

Berbagi Ilmu said...

Kalau ada temanmu yang berhutang, mau bantuin nggak?????

Anonymous said...

bagi saya pribadi yg namanya bunga,itu tetap dosa karena membantu orang dengan mengarapkan imbalan lebih,kecuali orang yg d pinjamin ngasi uang lebih dengan sukarela dia itu gk masalah.karena apa itu keringat orang sering kali kta orang yang di sebut kristen itu lebih banyak berbisnis uang karena lebi menguntungkan tak perlu dengan kerja keras,tanpa ada rasa kasian dengan sesama kita,bagi saya itu bukan jiwah kristen tapi jiwah kolector yg tidak punya iman.

Anonymous said...

Tuhan tidak perna mengajarkan orang untuk berbisnis uang,Tuhan mengajarkan kita untuk saling mengasihi sesama tanpa melihat latar belakang agaman,

Anonymous said...

terimakasih pak, sangat memberkati...

yadih alditama said...

Saya seorang muslim. Kita sesama umat beragama tidak boleh untuk membungakan hutang itu hukum nya haram. Terkecuali orang yg di beri hutang itu menjanjikan akan memberi imbalan lebih...

Anonymous said...

artikel.jni tidak memuat bagaimana cara pembahasan orang yang menagih hutang di dalam kristen, bagaimana cara dia menagih, apakah tdk khrs ditagih, atau ada cara lain yg lebih efisien dalam kesepakatan pembayaran hutang. Ini hanya kepada orang yg berhutang saja tp sisi baliknya tdk dijelaskan.. mohon pencerahannya. trims

Niko Rusmedi said...

Thank artikelnya bro.
Cukup detil dari banyak aspek dan mendalam.
Semoga dapat jadi referensi umat, dengan bimbingan Tuhan juga tentunya. God bless.

Elizabeth Louis said...

Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk membayar tagihan, mengembangkan bisnis skala kecil atau menengah Anda? Ibu Elizabeth Louis Pinjaman Perusahaan memberikan kesempatan untuk membuat impian Anda menjadi kenyataan dengan memberikan pinjaman kepada individu swasta atau pemerintah dan Perusahaan dengan tingkat bunga 2% untuk awal untuk setiap jumlah yang dibutuhkan dan dengan jadwal pembayaran yang fleksibel. Hubungi Ibu Elizabeth Louis untuk LOAN Anda hari ini melalui email: elizabethlouisloancompany@gmail.com

Arthasbuntilan Pf said...
This comment has been removed by the author.
SBuntiLan Artha PF Simanjuntak said...

Thanks. Blessed be GOD of LORD YESUS CHRIST IN PEACE and of THE HOLY GOD SPIRIT amin.

SBuntiLan Artha PF Simanjuntak said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Unknown said...

Bang kalau kita punya utang ke orang yang meninggal gimana bayarnya

Gloria S said...

Apakah Anda mencari pinjaman? Kami menawarkan pinjaman yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan finansial dan pribadi Anda Pinjaman usaha dengan skema persetujuan pinjaman yang cepat. Kami meminjam uang dari mereka yang membutuhkan bantuan keuangan, kami memberi kredit kepada orang-orang yang memiliki kredit buruk atau memerlukan uang untuk membayar tagihan, untuk berinvestasi dalam bisnis ini. Anda tidak perlu khawatir, karena Anda berada di tempat yang tepat, saya menawarkan pinjaman dengan tingkat bunga rendah 2%, jadi jika Anda memerlukan pinjaman, saya ingin Anda menghubungi saya saja di alamat email ini: gloriasloancompany@gmail.com / Nomor Whatspp: +16106341142
APLIKASI INFORMASI KREDIT DIBUTUHKAN:
1) Nama lengkap: ............
2) Jenis Kelamin: .................
3) Umur: ........................
4) Negara: .................
5) Nomor Telepon: ........
6) Pekerjaan: ..............
7) Penghasilan: ......
8) Jumlah Pinjaman yang Dibutuhkan: .....
9) Jangka waktu pinjaman: ...............
10) Tujuan pinjaman: ...........

Matilda Blake said...

TAWARAN PINJAMAN UNTUK SEMUA (MEMOHON SEKARANG)

Adakah anda seorang ahli perniagaan atau wanita? Adakah anda dalam apa-apa tekanan kewangan? adakah anda perlukan wang untuk memulakan perniagaan anda sendiri? Adakah anda mempunyai pendapatan yang rendah dan sukar untuk mendapatkan pinjaman daripada bank tempatan dan institusi kewangan lain? Jawapannya di sini, Firma Pinjaman Matilda Blake adalah jawapannya. Kami menawarkan;

a) pinjaman peribadi, pengembangan perniagaan.
b) Permulaan dan pendidikan perniagaan.
c) penyatuan hutang.
d) Pinjaman Keras Wang.

Walau bagaimanapun, kaedah kami menawarkan kemungkinan untuk menunjukkan jumlah pinjaman yang diperlukan dan juga tempoh yang anda mampu untuk menyelesaikan pembayaran balik pinjaman dengan kadar faedah sebanyak 2%. Ini memberi peluang kepada anda untuk mendapatkan wang yang anda perlukan. Calon yang berminat perlu menghubungi kami melalui Email: matildablakeloanfirm@gmail.com

Siti Aminah said...

Halo,
nama saya ialah Siti Aminah dari Indonesia, saya cadangkan semua orang di sini harus berhati-hati, kerana terdapat banyak peminjam pinjaman palsu di internet, tetapi mereka masih merupakan yang benar dalam syarikat pinjaman palsu. Saya telah ditipu oleh 4 peminjam pinjaman yang berbeza, saya kehilangan banyak wang kerana saya sedang mencari pinjaman dari syarikat mereka. Saya hampir mati dalam proses kerana saya telah ditangkap oleh orang kerana berada dalam hutang.

Saya hampir berputus asa sehingga saya meminta nasihat seorang kawan yang memperkenalkan saya kepada peminjam pinjaman asal dan syarikat yang sangat dipercayai iaitu Ibu Alicia Radu yang mendapat pinjaman saya 800 juta rupiah Indonesia dalam Kurang dari 24 jam Tanpa tekanan dan kadar faedah yang rendah sebanyak 2%. Saya sangat terkejut apabila memeriksa akaun bank saya dan mendapati jumlah pinjaman yang saya minta telah dipindahkan ke akaun bank saya tanpa sebarang kelewatan atau kekecewaan jadi saya berjanji bahawa saya akan berkongsi berita baik supaya orang dapat mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa tekanan dari Ibu Alicia Radu

Saya mahu anda mempercayai Ibu Alicia Radu dengan sepenuh hati kerana dia sangat membantu dalam hidup saya dan kehidupan kewangan saya. Anda harus menganggap diri anda sangat bertuah kerana mempunyai peluang untuk membaca kesaksian ini hari ini. Jadi, jika anda memerlukan pinjaman, hubungi ibu Alicia Radu melalui e-mel: (aliciaradu260@gmail.com)
Anda juga boleh menghubungi saya melalui e-mel saya: (sitiaminah6749@gmail.com) jika anda memerlukan maklumat mengenai bagaimana saya mendapatkan pinjaman saya dari Ibu Alicia Radu, anda sangat bebas untuk menghubungi saya dan saya dengan senang hati akan menjawab anda kerana anda juga boleh membantu yang lain selepas anda menerima pinjaman anda.

Ramuna Abd said...

Nama saya adalah Puan Ramuna Abd, saya telah cuba mendapatkan pinjaman dari Bank untuk sekarang dan bank telah gagal saya berkali-kali sekarang, saya juga cuba mendapatkan pinjaman secara dalam talian saya bertemu dengan peminjam pinjaman dalam talian yang berjanji untuk memberi Saya mempunyai pinjaman, Tetapi Sayangnya saya mempunyai penipuan wang yang saya miliki, sehingga saya melihat kesaksian Puan Maria Babamore tentang bagaimana dia mendapat pinjaman dari Puan Gloria S Loan Company, saya menghubungi dia terlebih dahulu supaya saya dapat memastikan bahawa Puan. Gloria S. tidak mempunyai penipuan seperti peminjam pinjaman lain yang saya jumpai, tetapi saya terkejut
Puan Gloria S. adalah berwibawa dan boleh dipercayai Saya menghubungi Puan Gloria S. dan memohon pinjaman sebanyak RM200,000.00 untuk pengembalian wang dalam masa dua tahun pada mulanya saya takut untuk tidak ditipu lagi kerana Puan Gloria S. memberi pinjaman di kadar 2% yang sangat rendah, selepas beberapa jam pinjaman saya telah diluluskan dan saya
Saya mendapat pinjaman sebanyak Rm200,000.00 yang dipindahkan ke akaun saya dari Gloria S. Loan Company. Saya tidak percaya sehingga bank saya memberitahu saya di mana wang itu datang. Saya sangat gembira saya dapat mendapatkan pinjaman dan saya berkata kepada diri saya sendiri bahawa saya akan terus memberitahu orang ramai tentang perbuatan baik yang dilakukan oleh Puan Gloria S untuk saya dan akan
Mengesyorkannya kepada mana-mana badan yang mencari pinjaman untuk menghubunginya dengan e-mel ini:
gloriasloancompany@gmail.com, Whatspp: +1 (267) 527-974 anda juga boleh menghubungi saya dengan e-mel saya:
Puan Maria Babamore melalui surat mariababamore002@gmail.com dan anda juga boleh menghubungi saya e-mel: abdramuna@gmail.com

Aishyah Bin Syafiq said...

Halo, nama saya ialah Aishyah Bin syafiq, saya masih terkejut kerana saya tidak pernah dalam hidup saya percaya bahawa ada pemberi pinjaman pinjaman dalam talian sebenar akibat pengalaman buruk saya yang saya ditipu oleh syarikat palsu di Filipina, tetapi saya kawan Sharifah Amirul memperkenalkan saya kepada dr. Robert, sebuah permata yang jarang ditemui dan seorang pemberi pinjaman pinjaman sebenar yang meminjamkan saya pinjaman sebanyak RM15,000, Sharifah Amirul memberitahu saya mengenai Dr. Robert. bagaimana dia mendapat pinjaman dari dr. Robert firma kewangan dan tunjukkan saya bukti pemindahan pinjaman dari dr. Akaun syarikat Robert kerana pinjamannya telah diluluskan.
Saya masih ragu-ragu sehingga saya menghubungi Dr Robert dengan ketakutan yang besar di hati saya, tetapi kejutan terbesar saya adalah untuk berjaya dan menerima pinjaman dan memulakan perniagaan yang baik dan kejutan yang paling besar, permintaan pinjaman saya telah diluluskan oleh Dr, Robert dan dalam masa 48 jam pemprosesan, saya mendapat pinjaman saya dipindahkan ke akaun bank saya dan sehingga kini saya masih terkejut dan saya telah bersumpah bahawa mana-mana syarikat pinjaman yang memberi pinjaman kepada saya, saya akan memberi keterangan mengenai syarikat pinjaman itu
jadi saya menggunakan peluang ini untuk menasihati semua saudara lelaki dan saudara perempuan saya yang memerlukan pinjaman untuk menghubungi Dr Robert melalui
e-mel: robertwestradefinancefirm@gmail.com
dan anda juga dapat menghubungi saya melalui saya
e-mel: aishyahsyafiq1985@gmail.com atau anda juga boleh menghubungi rakan saya yang memperkenalkan saya kepada Dr. Robert melalui
 e-mel: sharifahamirul05@gmail.com untuk maklumat lanjut
Semoga Allah SWT terus memberkati Dr. Robert kerana mengubah keadaan kewangan saya dengan lebih baik dan saya berharap dia menjalani kehidupan yang panjang

Aisyah Taufik said...

Saya perlu memberi keterangan mengenai perbuatan baik yang dilakukan oleh James Althouse Finance Firm untuk saya.
Saya tidak pernah fikir saya akan berjumpa dengan seseorang seperti Encik James. Dia adalah permata yang jarang berlaku. Saya Aisyah Saya mengambil masa saya untuk bersaksi tentang Encik James kerana dia akhirnya menawarkan apa yang tidak ada orang lain.
Suami saya dan saya pergi ke hutang besar dengan penghutang dan Bank dan kami sedang mencari pinjaman daripada syarikat pinjaman yang berbeza tetapi semuanya tidak menjadi apa-apa. Sebaliknya mereka membawa kita ke hutang lebih banyak dan akhirnya meninggalkan kita sehingga saya bertemu dengan Encik James, dia menawarkan pinjaman walaupun pada mulanya saya takut ia akan berakhir seperti syarikat pinjaman lain yang saya cuba untuk meminjam dari, tetapi saya ada mendapati bahawa dia tidak seperti mereka. Kini kami akhirnya menyelesaikan hutang kami dan memulakan perniagaan baru dengan wang yang ditinggalkan pada pinjaman.
Hubungi Encik James melalui e-mel berikut.
jamesalthousefinancefirm@gmail.com, atau anda boleh menghubungi saya melalui e-mel saya jika anda ingin mengetahui lebih lanjut: aisyahtaufik23@gmail.com