Showing posts with label fundamental. Show all posts
Showing posts with label fundamental. Show all posts

Friday, June 15, 2018

PAULUS BERKOMPROMI

Penyakit yang bernama Kompromi ini sungguh mengerikan bagi pengkhotbah dan pengajar kebenaran. Bukan hanya Billy Graham, bahkan Rasul Paulus pun pernah melakukan kompromi oleh tekanan Kelompok
Yakobus di Yerusalem. Dan demi menghindarkan contoh yang tidak baik maka Tuhan melakukan intervensi,
Paulus harus ditangkap.

20 Mendengar itu mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat. 21 Tetapi mereka mendengar tentang engkau, bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita. 22 Jadi bagaimana sekarang? Tentu mereka akan mendengar, bahwa engkau telah datang ke mari. 23 Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar. 24 Bawalah mereka bersama-sama dengan engkau, lakukanlah pentahiran dirimu bersama-sama dengan mereka dan tanggunglah biaya mereka, sehingga mereka dapat mencukurkan rambutnya; maka semua orang akan tahu, bahwa segala kabar yang mereka dengar tentang engkau sama sekali tidak benar, melainkan bahwa engkau tetap memelihara hukum Taurat.

Monday, April 29, 2013

Iman Pemberian Allah atau Respon Manusia?

Orang Kristen yang percaya Alkitab mempercayai apa yang Paulus katakan dan ajarkan, bahwa "keselamatan" adalah "oleh iman kepada Kristus Yesus" (2 Tim. 3:15). Kebenaran ini bukan hanya satu dua kali diserukan, tetapi berulang kali diajarkan dan ditekankan oleh penulis-penulis yang terinspirasi. Jadi, iman adalah komponen yang sangat penting dalam keselamatan, yaitu menjadi syarat keselamatan. Oleh karena pentingnya iman dalam keselamatan, sangatlah penting bagi orang percaya untuk memahami secara persis tentang iman itu sendiri.

Dalam artikel pendek ini, isu yang dibahas adalah mengenai asal usul iman. Apakah iman berasal dari Allah sebagai suatu pemberian, ataukah iman adalah respons manusia, suatu tanggung jawab individu? Isu ini adalah sesuatu yang memisahkan antara Kalvinis dan non-Kalvinis.

Kalvinisme mengusung konsep bahwa keselamatan seseorang sebenarnya ditentukan oleh Allah dalam kekekalan melalui dekrit rahasia. Penentuan Allah atas keselamatan seseorang ini bersifat tidak bersyarat (unconditional election). Jadi, dalam Kalvinisme, seseorang yang dipilih untuk diselamatkan, akan dilahirbarukan (tanpa dapat ditolak, irresistible grace), dan kemudian pasti akan menjadi percaya, atau dengan kata lain dibuat menjadi percaya. Dengan demikian, posisi Kalvinis secara alami adalah bahwa iman, atau percayanya seseorang, itu sebenarnya tergantung kepada Allah. Kalau Allah memilih seseorang, maka Allah akan melahirbarukannya, dan ia akan percaya. Percaya atau iman adalah salah satu dari mata rantai tindakan Allah pada diri orang pilihan. Oleh karena itu, Kalvinis mengatakan bahwa iman adalah karunia atau pemberian Allah.

Friday, April 27, 2012

MEMBANTAH KOMPROMI

Rasul  Paulus  menasihati  Timotius untuk menghindari “omongan yang kosong  dan  yang  tidak  suci  dan pertentangan-pertentangan  yang  berasal dari apa yang disebut pengetahuan” (1 Tim. 6:20).  Frase  “apa  yang  disebut  pengetahuan”  berasal  dari  bahasa  Yunani pseudonumos gnosis (ψευδώνυμος γνῶσις), atau  bisa  juga  kita  sebut  pseudo-science, “science  falsely  so  called”  (KJV),  sesuatu yang seolah-olah adalah  ilmu pengetahuan sejati,  tetapi yang  sebenarnya bukan.

Alkitab  mengklaim  dirinya  sebagai kitab yang diinspirasikan oleh Allah sendiri (2 Tim. 3:16), melalui kerja Roh Kudus di dalam  para  penulis manusia  (2 Pet.  1:21). Jadi,  walaupun  manusia  yang  menjadi penulis perantaranya, Allah  adalah penulis sejatinya. Oleh  sebab  itulah Alkitab maha benar,  karena  Allah  sebagai  penulisnya adalah  maha  benar.  Semua  pengajaran Alkitab  selalu benar,  seratus persen,  tanpa kesalahan sedikitpun. “Semua firman Allah adalah murni” (Ams. 30:5), termasuk di dalam hal ilmu pengetahuan. Alkitab memang bukan  buku  yang  ditulis  khusus  untuk berbicara  mengenai  ilmu  pengetahuan, tetapi semua referensi di dalam Alkitab yang berkaitan dengan sains adalah benar. Allah yang menciptakan hukum-hukum  alam  itu sendiri  tidak  akan  berbuat  kesalahan mengenai hukum-hukum  tersebut.

Wednesday, November 02, 2011

Berdiri Teguh Menantang Badai

Khotbah Sesi III Oleh Dr. Suhento Liauw
Diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Dr. Steven Liauw dalam Kongres Kristen Fundamentalis ke-8, Jakarta - Indonesia

Standing Strong Challenging the Storm
Pembacaan Alkitab: Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Ef 6:13

Dr.  Strouse telah  menyampaikan bahwa orang Kristen Fundamentalis  harus memahami dirinya sendiri, pengajaran, dan juga tingkah lakunya, dengan baik.  Dr. Steven juga telah  menyampaikan bahwa orang Kristen harus mengenal jenis-jenis badai yang datang ke dalam hidupnya. Apakah  itu angin sepoi-sepoi atau tsunami? Kalau  anda  salah  bertindak, akan  dinilai sangat bodoh.  Ternyata hanya angin sepoi-sepoi, tetapi anda sudah lari ke atas gunung. Kemudian datang tsunami, anda malah ke pantai untuk menangkap ikan. Oleh sebab itu anda harus mengenal badai dengan baik.

Kadang kita berpikir bahwa terorislah orang yang paling berbahaya bagi kita, padahal belum tentu. Orang yang merusak dari dalam, itu jauh lebih bahaya.

Monday, October 31, 2011

... Tidak Menguasainya


"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (Mat.16;18)

Ketetapan  Tuhan  tentang  posisi jemaatNya  ialah  bahwa  jemaatNya  tidak boleh dikuasai oleh kuasa apapun, bahkan kuasa  alam  maut  sekalipun.  Mengapa? Karena Alkitab memberitahu  kita  bahwa Jemaat Lokal adalah  tubuh Yesus Kristus (Ef.1:23,  Kol.1:24).  Artinya,  tiap-tiap jemaat  lokal  itu adalah  tubuhNya, dan  tidak boleh ada organisasi apapun, atau negara manapun,  bahkan  kuasa  alam maut  pun, yang boleh menguasainya.

Tuhan  ingin  jemaatNya, yaitu orang-orang  yang  sudah  bertobat  dan percaya kepadaNya  digembalakan  oleh  seorang yang sungguh mengasihiNya (Yoh.21:15-19). Yang masuk kategori  jemaat  (ekklesia) ialah  sekumpulan  orang,  yang  percaya kepadaNya,  yang  dipanggil  keluar  dari dunia  dengan  tugas menerangi  dunia  ini. Dan  harus  ada  seorang  yang  sungguh-sungguh  mengasihi   Tuhan  yang bertanggung  jawab  menggembalakan mereka.

Sunday, October 23, 2011

Kerajaan Tuhan Yesus

NUBUATAN AWAL KERAJAAN YESUS KRISTUS
Sejak Zaman Daud, sekitar seribu tahun sebelum Masehi,  yang  berarti  sekitar  tiga ribu  tahun  dari  sekarang,  Allah  Jehovah telah memberi tahu Daud bahwa salah satu keturunannya  akan  memerintah  sebagai raja, bukan sepanjang puluhan atau ratusan tahun melainkan selama-lamanya. Penafsiran  ini muncul dari pernyataan Tuhan  tentang Daud, "Keluarga  dan  kerajaanmu  akan kokoh  untuk  selama-lamanya  di  hadapan-Ku,  takhtamu  akan  kokoh  untuk  selama-lamanya."  (2 Sa 7:16)

Sejak saat itu maka seluruh masyarakat Yahudi sepanjang masa yakin bahwa negeri mereka akan dipimpin salah satu keturunan Daud menuju  kemakmuran  dan  akan  berlangsung  sangat  lama.  Sedangkan  sebelumnya, Allah Jehovah pernah berjanji kepada  Abraham  bahwa  oleh  keturunannya penduduk  bumi  akan  mendapat  berkat, "...dan olehmu  semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat."  (Kej. 12:3)

Karena dua janji inilah maka Rasul Matius menulis  silsilah Yesus Kristus  dengan merujuk  bahwa  Yesus adalah  keturunan Abraham  dan  keturunan  Daud,  "Inilah silsilah  Yesus  Kristus,  anak  Daud,  anak Abraham"  (Mat  1:1).  Kalau  Yesus  bukan keturunan Abraham dan Daud, maka  ia  tidak mungkin pribadi Mesias yang dijanjikan.

Friday, October 21, 2011

Negara Agama atau Negara Sekuler

Mahfud MD: Indonesia Bukan Negara AgamaMahfud MD: Indonesia Bukan Negara Agama
PENGERTIAN NEGARA AGAMA DAN NEGARA SEKULER
Ketika Allah Jehovah membawa keturunan Yakub  keluar  dari Mesir, memang dari awal tujuannya adalah mendirikan Negara Agama (Theo-cracy). Jehovah sedang mendirikan  sebuah  negara  yang  ditugaskanNya  untuk  menjaga  ibadah  simbolik yang dipusatkan di Bait Allah Yerusalem. Seluruh umat Jehovah adalah warga negara Israel dan seluruh warga Israel adalah umat Jehovah.  Keberlangsungan  negara-agama ini sesungguhnya hanya sampai kedatangan Yesus sebagai hakekat ibadah simbolik yang  dijaga  oleh  negara-agama  Israel-Yudaisme  itu.  Kepentingan  mendirikan negara agama adalah untuk menjaga  ibadah simbolik  sampai  yang  disimbolkan  tiba.

Jadi,  setelah  kedatangan  Yesus  Kristus, hakekat dari  seluruh  ibadah  simbolik PL, maka  tidak  ada  keperluan  untuk  tetap mempertahankan  negara  agama.  Oleh sebab  itu  Yesus  Kristus  mengumumkan keterpisahan  antara  agama  dan  negara (Matius 22:21).

Tuesday, September 20, 2011

Bersinar dalam Keterbatasan

Light
Ayat Renungan: I Samuel 17:40-58
Gbii.org - Kerap kali kita hanya menyalahkan kondisi dan situasi sehingga kita tidak bisa berprestasi maksimal. Tetapi pola pikir dan kesimpulan kamu mungkin bisa berubah setelah bertanya pada dr. John Manangsang. Dokter ini dua tahun bertugas di tempat terpencil, didaerah Papua, dengan prasarana yang minim. Tetapi, semuanya itu tidak menyurutkan semangatnya untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan. Bahkan kadang dengan terpaksa ia memilih bertindak “nekat” untuk melakukan operasi besar. ”Karena alat medis tidak ada, sementara pasien harus ditangani segera saya pernah mengoperasi kaki seorang bapak dengan palu dan gergaji”, ujarnya mengenang. Tentu semua sudah diperhitungkan dengan baik. Terbukti pasien yang di tolong tetap sehat.

Orang muda sering pintar cari alasan dengan menyalahkan kondisi dan keadaan sekitar, padahal kalau kita mau belajar, situasi sulit justru memberi kesempatan untuk kita jadi pemenang. Kalau tidak dilatih sejak dini menghadapi situasi sulit, bagaimana kita dipercaya hal-hal besar? lihat pengalaman Daud, meskipun masih muda sudah dipakai Tuhan untuk mengalahkan Raksasa Goliat. Tengok juga Yusuf! sejak muda terbiasa di hadapkan pada masalah sukar. Ketika jadi penguasa, ia tida mengalami kesulitan karena Yusuf sudah terlatih sejak dini.

Jadi, tidak usah lagi kita mengeluh kalau hari-hari ini diperhadapkan dengan situasi sulit. Keterbatasan nggak perlu jadi kambing hitam buat kita bermalas-malasan. Justru Tuhan sengaja melatih kita sejak muda untuk terbiasa dalam keterbatasan supaya kita tidak terlena dengan fasilitas tetapi mampu berkarya di tengah keterbatasan yang ada.

Saturday, August 13, 2011

Mengasihi dan Melayani Lebih Sungguh

Gbii.org - Orang yang mengasihi Tuhan pasti rela melayaniNya, demikian juga orang Kristen yang melayani Tuhan pasti mengasihi Dia. Kedua-duanya saling berkaitan dan mendukung. Jika orang Kristen mengasihi Tuhan, tapi tidak melayani itu kurang baik, demikian juga jika melayani tapi tidak mengasihi sama dengan omong kosong. Dan dalam pelayanannya pasti tidak sungguh-sungguh. Dua hal itu perlu kita terapkan dalam kehidupan kita sebagai hamba Tuhan. “Mengasihi dan Melayani”

I. Mengasihi Tuhan Dengan Sepenuh Hati — (Matius 22:37-38)
  1. Mentaati Firman Tuhan dan hidupnya kudus — I Pet 1:14-15. Hidup yang taat dan setia (Rom 1:5). Contoh: Tuhan Yesus (Fil 2:8; Ibr 5:8)
  2. Hidup yang sehati sepikir — Fil 2:2-5; Hidupnya bersatu, saling tolong menolong, saling membangun, dan akhirnya Jemaat dibangun kearah Kristus yang adalah Kepala Jemaat (Efs 4:15-16)
  3. Hidup dalam damai sejahtera, satu dengan lainnya — Rom 14:17-18
  4. Memiliki arah dan sasaran satu, yaitu panggilan sorgawi — Fil 3:13-14
  5. Saling mengasihi (Kasih yang sungguh-sungguh) ini adalah ciri-ciri sebagai hamba-hamba Tuhan — Yoh 13:34-35; 1Yoh 3:16. Kasih adalah yang pertama dan terutama (1Kor 13:13)
II. Melayani Tuhan Dengan Sepenuh Hati — (Lukas 9:62)
Apa yang diperlukan dalam melayani Tuhan?
  1. Hati yang terus dikobarkan oleh Firman Tuhan — Luk 24:32
  2. Roh Kudus menguasai, memimpin, dan memenuhi hari kita — Gal 4:4-6
  3. Memilihi hati penginjilan dan melayani Tuhan — Yer 20 : 9
  4. Hati kita harus diperkuat oleh kasih karunia Tuhan — Ibr 13:9
  5. Firman Tuhan adalah merupakan senjata dalam melayani, sehingga dapat membadakan pikiran dan hati kita sesuai dengan kehendak Allah — Ibr 4:12
  6. Memiliki Roh yang menyala-nyala di hati, sehingga kerajinannya tidak kendor — Rom 12:11
Penutup
  1. Yang rendah hati dan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh akan ditinggikan Tuhan — Luk 18:13-14
  2. Hati yang rohani, hidup kekristenannya berbuah banyak — Fil 4:16-19
  3. Hendaklah kebaikan hatimu di ketahui semua orang, Tuhan Yesus hampir datang kedua kalinya — Fil 4:5
Tuhan Yesus memberkati yang setia melayani. Amin.

Sunday, July 31, 2011

PEREMPUAN BOLEH KHOTBAH DI GRAPHE

Banyak orang telah salah memahami GRAPHE. Mereka tanpa mendengar langsung pengajaran kebenaran yang dikumandangkan oleh GBIA GRAPHE, sering menuduh GRAPHE tidak mengijinkan wanita untuk melayani Tuhan. Sangat mungkin sebagian orang sengaja membesar-besarkan masalah bahkan sengaja memfitnah GRAPHE untuk membohongi anggota jemaat mereka. Semua ini dilakukan mereka karena sikap ketakutan terhadap reaksi anggota jemaat mereka terhadap kebenaran. Mereka takut anggota jemaat mereka mengejar kebenaran dan berpindah ke gereja yang mereka anggap lebih benar. 

MEMIMPIN DEMI KEBENARAN ATAU UANG?
Penulis dapatkan memang banyak pemimpin gereja pada dasarnya bukan memimpin anggota jemaat mereka kepada kebenaran, melainkan hanya mau mengeruk uang mereka saja. Penulis sering berkata kepada anggota jemaat Graphe dari mimbar bahwa jika mereka menemukan gereja yang lebih benar dari GRAPHE, silakan mereka pindah ke gereja tersebut.
Jika seseorang menyebut dirinya pelayan Tuhan, menggembalakan jemaat, tetapi tidak memimpin jemaatnya kepada kebenaran, bahkan menghalang-halangi mereka untuk mengakses kebenaran, lalu apakah tujuan dia dalam pekerjaan penggembalaan itu? Bukankah dapat dituduhkan kepadanya bahwa sesungguhnya ia hanya menjadikan anggota jemaatnya semacam sapi perah?

Monday, May 30, 2011

GRAPHE SANGAT DIPIMPIN ROH KUDUS

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. (Yoh.16:13)

Ada yang menuduh GRAPHE tidak menghargai  Roh  Kudus,  hanya  karena GRAPHE tidak menyelenggarakan acara  berbahasa  lidah.  Sekitar  tahun 1999, seorang “pendeta”  datang  ke  kantor penulis, dan ketika duduk, dia langsung bertanya, “saya lihat ini STT, apa betul?”  Penulis  menganggukkan  kepala  sambil menjawab, “betul.” Kemudian pertanyaannya  yang  berikut  agak  mengagetkan, “apakah pakai Roh Kudus atau tidak?” Karena  kurang  pemahaman  tentang Roh  Kudus,  banyak  kalangan  telah mengambil sikap yang salah terhadap Roh Kudus. Padahal Roh Kudus adalah pribadi Allah  sendiri. Menyadari  akan  hal  ini seharusnya siapapun yang percaya bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah dan adalah pribadi Allah sendiri, harus berhati-hati. Jangan sampai karena emosi dan kekurang-fahaman  menyebabkan  sikap  gegabah kepada pribadi Allah.

Wednesday, May 25, 2011

GRAPHE - GEREJA PENUH MUJIZAT

Banyak orang telah salah memahami iman GRAPHE. Sangat mungkin sebagian orang sengaja menyalahtafsirkan pandangan GRAPHE untuk membohongi anggota jemaat mereka. Karena kami mendengar ada pihak yang menyebarkan fitnah bahwa GRAPHE tidak percaya mujizat bahkan GRAPHE tidak percaya adanya Roh Kudus.

Padahal yang benar adalah bahwa GRAPHE sangat percaya adanya mujizat bahkan percaya bahwa mujizat terjadi terus hingga saat ini. Alasannya adalah karena GRAPHE percaya Tuhan menjawab doa anak-anakNya.

Orang-orang GRAPHE bukan hanya percaya Tuhan masih melakukan mujizat bahkan merasakannya. Penulis melalui artikel ini bersaksi bahwa telah merasakan banyak mujizat Tuhan. Pada tahun 1993, penulis membawa keluarga ke USA untuk studi.

Friday, May 20, 2011

GRAPHE MENYEMBAH DALAM ROH dan KEBENARAN

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. (Yoh. 4:23)

ASAL MULA IBADAH SIMBOLIK
Ibadah zaman Perjanjian Lama (PL) adalah ibadah simbolik, ritual, jasmaniah. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, Allah berjanji  mengirim  Juruselamat.  Sang Juruselamat  akan  datang  dan  akan dihukumkan menggantikan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Untuk menyimbolkan Sang Juruselamat dan proses penyelamatannya, maka diperintahakn ibadah simbolik. Pertama adalah ibadah simbolik sederhana, yaitu menyembelih  domba  di  atas  mezbah. Domba melambangkan Sang Juruselamat yang akan dihukumkan, sedangkan penyembelihannya  melambangkan  penghukuman mati yang harus dijatuhkan. Selanjutnya  ibadah  simbolik  terus diperintahkan, bahkan pada zaman Musa disempurnakan.  Pertama  dibangun  Kemah Kudus, dan kemudian pada zaman Salomo dibangun Bait Kudus. Seluruh ritual  ibadah  simbolik  baik  di  Kemah Kudus maupun Bait Kudus adalah paket ibadah  simbolik  yang  berhubungan dengan janji pengiriman Juruselamat. Bersamaan dengan ibadah simbolik  tersebut  terdapat  serangkaian  paket simbolik  seperti  penghormatan  nama sebagai simbol menghormati yang di balik nama. Menghormati hari sebagai simbol menghormati  Sang  Pencipta.  Tidak memakan  binatang  tertentu  sebagai simbol  menjaga  kekudusan,  bahkan menjadikan penyakit kusta sebagai simbol kutukan.

Friday, May 06, 2011

LAGU DI GRAPHE MENYENANGKAN TUHAN

Jika ada lagu rohani, sebagaimana Paulus katakan dalam Ef.5:18, pasti ada lagu duniawi. Lalu lagu rohani itu yang bagaimana, dan lagu duniawi itu yang bagaimana?
Musik duniawi adalah musik yang memuaskan kedagingan manusia. Salah satu ciri utamanya adalah iramanya yang sensual, yang membuat badan bergoyang.

Inti sesungguhnya dari musik dunia adalah memuaskan ego, baik dari iramanya yang sensual, maupun syairnya (tema lagu-lagu dunia tidak jauh dari putus-sambungnya cinta, dan kebebasan diri). Sebaliknya, musik rohani adalah lagu yang memuliakan Allah. Ia sama sekali berbeda dengan musik dunia.

Tidak dapat dipungkiri bahwa daya tarik musik dunia, yang membuat manusia begitu menikmatinya, adalah sensualitasnya. Lihat saja klip video artis-artis dan selebriti, yang menjual daya tarik seksual mereka. Musik dunia memuaskan kedagingan.

Sunday, March 06, 2011

MENGINJIL SAMBIL MENGGENGGAM PEDANG?

Nama buletin ini ialah Pedang Roh, bukan pedang besi. Pedang Roh tidak akan melukai daging melainkan hanya akan melukai roh, bahkan akan menusuk ke dalam sanubari serta akan memisahkan jiwa dan roh (Ibr 4:12). Pedang roh tidak untuk melawan daging, melainkan untuk melawan roh-roh jahat, konsep-konsep jahat, melawan tipu muslihat iblis (Ef.6:17).

Sementara iblis juga memiliki pedang, dan tercatat dalam sejarah ia selalu memakai pedang. Ia tercatat selalu memaksa orang percaya kepadanya, atau memaksa orang menerima jalannya dengan “pedang.”

Kejatuhan Manusia
Sejak Manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak mungkin bisa pergi ke Sorga yang maha kudus. Manusia berdosa tidak mungkin menghampiri Allah yang maha kudus. Dosa manusia harus diselesaikan agar bisa diam bersama Allah di Sorga yang kudus. Dosa manusia tidak bisa diselesaikan dengan amal dan ibadah, karena dosa hanya selesai jika dosa dijatuhi penghukuman.

Wednesday, March 02, 2011

DARI KONGLOMERAT JADI MANUSIA GUA

“Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora.” (Kej.13:10)

Lot adalah keponakan Abraham, anak Haran, saudara Abraham. Kemungkinan Lot waktu kecil sangat dekat dengan Abraham yang tidak dikaruniai anak. Karena tidak ada anak maka sasaran kasih sayang dilimpahkan kepada Lot, sang keponakan.

Ketika Tuhan memanggil Abraham keluar dari Urkasdim, Tuhan memerintahkannya pergi dari sanak-saudaranya, artinya tidak membawa seseorang. Tuhan ingin membangun sebuah bangsa melalui Abraham dan tidak mau imannya terkontaminasi anggota keluarganya yang adalah penyembah berhala (Kej.12:1-3). Tetapi dalam hal ini Abraham tidak mematuhi Tuhan. Ia membawa ayahnya dan juga Lot. Setelah ayahnya, Terah, meninggal di Haran, Tuhan memanggil Abraham lagi untuk proyek di tanah Kanaan. Dan Abraham tetap membawa Lot besertanya.

Sunday, February 27, 2011

UNTA MASUK LUBANG JARUM

Pernyataan Tuhan Yesus bahwa lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk Kerajaan Allah (Mrk 10:25), telah sangat mengagetkan banyak orang. Sebab, bagaimana mungkin seekor unta, binatang terbesar dalam kehidupan sehari-hari orang Timur Tengah, bisa melewati lubang jarum yang begitu kecil. Jangankan untanya, bahkan sesungguhnya bulu unta saja agak sulit untuk dimasukkan ke dalam lubang jarum jika jarumnya adalah jarum untuk jahit baju.

Karena shock, theolog Liberal menafsirkan bahwa lubang jarum yang dimaksud Tuhan Yesus adalah pintu samping kecil gerbang kota Yerusalem yang disediakan sebagai pintu alternatif setelah pintu gerbang utama ditutup. Tetapi dari sikap murid-murid yang juga kaget saat itu, tentu bukan pintu samping yang Tuhan Yesus maksudkan. Karena kalau pintu samping itu yang dimaksudkan, tentu murid-muridNya saat itu tidak perlu kaget. Markus yang mencatat Injilnya dari tuturan Petrus menulis, “Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" (Mrk.10:26).

Saturday, February 12, 2011

MENJUAL SELURUH MILIKNYA

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu" (Mat.13:44-46)

Karena ada kata-kata yang persis sama dari kedua perumpamaan ini yaitu “menjual seluruh miliknya” maka penulis memberi judul artikel ini Menjual Seluruh Miliknya. Mengapa menjual seluruh miliknya? Orang pertama yang melakukannya karena mendapatkan ladang yang di dalamnya ada harta yang terpendam yang tentu jauh lebih mahal dari seluruh miliknya sehingga cukup pantas (worthy) bagi yang bersangkutan untuk menjual seluruh miliknya dan membeli ladang tersebut karena akan mendapatkan untung yang berlipat ganda. Orang kedua menjual seluruh miliknya karena menemukan mutiara yang sangat berharga yang tentu jauh lebih berharga dari seluruh miliknya sehingga ia membeli mutiara itu dan pasti ia akan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda juga.

Thursday, February 10, 2011

MENGAPA ABRAHAM KAYA, RASUL PAULUS TIDAK?

Banyak orang Kristen membaca Alkitab mendapatkan Abraham kaya raya, Yakub kaya raya, lalu berpikir bahwa orang-orang yang percaya Yesus juga akan kaya raya seperti mereka. Bahkan ada kelompok yang menyuruh pengikutnya menirukan doa Yabes dalam I Tawarikh 4:10.

Pemimpin rohani yang tidak rohani serta tidak mengerti kebenaran biasanya akan menyesatkan dan mengecewakan pengikutnya. Padahal jika seseorang cerdas, ia akan sadar bahwa pemimpin yang menghimbau pengikutnya mengejar kekayaan materi, pasti hatinya sendiri sangat terarah kepada harta materi. Ia tidak akan segan-segan memanipulasi pengikutnya untuk perkara materi.

Tuesday, February 01, 2011

Orang Kaya Bodoh, Bendahara Cerdik

Orang Kaya Yang Bodoh
Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya... Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh...” (Luk.12:16,20)

Tindakan menyimpan uang atau menabung adalah hal yang sangat baik. Siapa pun yang mempunyai anak yang hanya memboroskan seluruh uang yang dimilikinya tanpa menyimpan, akan sedih dan kuatir tentang masa depan anaknya itu. Kita mengajar anak-anak kita untuk hidup dengan penuh perhitungan, jangan hidup boros.

Namun orang kaya yang diceritakan Tuhan Yesus, disebutkan telah membanggakan, dan menaruh pengharapan pada hartanya. Ia tidak melihat bahwa sesudah kematian, kita akan masuk ke dalam kekekalan, dan kemuliaan yang akan diberikan kepada kita akan tergantung dari seberapa kita berbuat kepada Tuhan di dunia ini.