Thursday, November 12, 2009

95 DALIL ALKITABIAH


1

Percaya bahwa Tuhan Tritunggal adalah Pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya dalam enam hari biasa/literal yang terdiri dari dua puluh empat jam (Kej.1 &2; Perhatikan Kel 20:9-11).


2

Percaya bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dan Tuhan menciptakan dua makhluk yang berkepribadian, diberi kemampuan berpikir, serta kehendak bebas, menurut Rupa dan Gambar Tuhan YHWH atau Jehovah yaitu Malaikat dan Manusia. Tuhan tidak ingin disembah oleh Robot melainkan oleh pribadi yang berkehendak bebas. Mereka bisa memilih menaati atau menentangNya. Jika dari hati mereka yang bebas timbul pilihan menaati Tuhan, itulah kenikmatan bagi Sang Pencipta.


3

Percaya bahwa Tuhan menempatkan Pohon Kehidupan dan Pohon Pengetahuan Baik-Jahat di Taman Eden sebagai simbol alternatif bagi mereka. Jika mereka mau bersikap positif terhadap Tuhan, mereka bisa mengekspresikan dengan memakan buah Pohon Kehidupan. Namun jika mereka memilih bersikap negatif terhadap Tuhan, mereka akan mengekspresikan dengan memakan buah Pohon Pengetahuan Baik-Jahat. Kehendak bebas yang diberikan Tuhan kepada para Malaikat dan Manusia adalah Ketetapan Tuhan dan tidak bisa diubah karena Tuhan tidak bisa menyangkal diriNya (II Tim 2:13). Sebagai pribadi, alias bukan robot, tentu memiliki resiko. Dan sekalipun ada resiko kita tetap lebih senang menjadi pribadi daripada diciptakan sebagai robot.


4

Percaya bahwa terjadi Kejatuhan Malaikat dan Manusia. Dalam hati 1/3 jumlah para Malaikat timbul niat jahat terhadap Tuhan, dan mereka ingin menghancurkan Tuhan. Tentu mereka akan dihukum dan sebelum penghukuman dijatuhkan, untuk membedakan mereka dari malaikat yang masih setia, para malaikat pemberontak diberi sebutan baru yaitu iblis. Mereka tahu ada makhluk lain yang berakal budi yaitu Manusia, yang bisa dihasut untuk memihak mereka. Hawa dihasut sehingga lebih percaya pada perkataan iblis daripada perkataan Tuhan, sehingga memakan buah Pengetahuan Baik-Jahat, sehingga timbul DOSA. Adam pun ikut berdosa dengan memakan buah tersebut. Inilah Momen Kejatuhan Manusia ke dalam DOSA. Mereka lebih percaya iblis daripada Tuhan


5

Percaya bahwa 1/3 malaikat pemberontak bersama Lucifer, yang disebut iblis, TIDAK DIAMPUNI DOSAnya karena setiap Malaikat itu berdosa dari dirinya sendiri, berdosa di Tempat Yang Maha Kudus/Sorga/Tahta Hadirat Tuhan. Juga karena Para Malaikat diciptakan sekaligus (Tanpa REGENERASI) berbeda dengan Manusia yang diciptakan tidak sekaligus (bersamaan dalam satu waktu) alias manusia lewat REGENERASI (kelahiran).


6

Percaya bahwa manusia diciptakan sesuai dengan Rupa dan Gambar Tuhan YHWH atau Jehovah (Kej 1:29; 5:1; 9:6), bukan hasil evolusi. Percaya bahwa setiap orang yang dilahirkan dari keturunan Adam dan Hawa telah menempati/mewarisi POSISI orang berdosa atau Natur (sifat hati) yang berdosa karena Adam dan Hawa telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan, (Rom.3:10,23).


7

Percaya bahwa Sebelum Adam dan Hawa tidak ada manusia yang diciptakan Tuhan (Pre-Adamic), Menolak Tegas adanya teori manusia Pra-Adam yang terdiri dari Tubuh dan Jiwa.


8

Percaya bahwa Manusia adalah suatu Pribadi ciptaan Allah yang diberi kemampuan berpikir, kesadaran diri, kehendak bebas, dan ketika jatuh dalam dosa, hanya kehilangan Kemuliaan Allah dan hubungan/komunikasi dengan pencipta. Manusia tetap mempunyai kehendak bebas. (Kej 3:22, 11:6)


9

Percaya bahwa Manusia berdosa tidak bisa masuk Surga, karena Surga adalah Tempat yang Maha Kudus. Manusia berdosa tidak bisa menghampiri Tuhan karena Tuhan adalah Pribadi yang Maha Kudus. Karena manusia lebih percaya perkataan iblis maka ia akan dihukumkan bersama-sama dengan iblis. Hukumannya ialah mati sebagaimana kata Tuhan bahwa jika mereka makan buah Pengetahuan Baik-Jahat, maka mereka akan mati.


10

Percaya bahwa jika Manusia ingin masuk Surga, maka DOSA manusia HARUS DISELESAIKAN.


11

Percaya bahwa HANYA ada satu cara untuk membereskan dosa yaitu dengan Penghukuman. Dosa tidak dapat dihapus atau tidak dapat diselesaikan dengan perbuatan baik, ritual ibadah dan berbagai kerajinan keagamaan atau usaha manusia. Jika manusia bisa menyelesaikan DOSA, maka itu berarti manusia akan masuk Surga oleh JASAnya. Usaha manusia tidak mungkin menyelesaikan DOSA manusia. Alkitab mengajarkan bahwa DOSA hanya dapat diselesaikan dengan PENGHUKUMAN. Roma 6:23 “Upah DOSA adalah MAUT.” Inilah INTI PERBEDAAN antara Kekristenan dengan semua agama di muka bumi. Hampir semua agama mengajarkan cara Penyelesaian Dosa yang intinya adalah usaha manusia. Namun Alkitab mengajarkan bahwa DOSA diselesaikan dengan penghukuman. Ini sesuai dengan sifat Tuhan yang MAHA ADIL dan MAHA KUDUS, yang harus menghukum DOSA.


12

Percaya bahwa Tuhan begitu Mengasihi Manusia karena Tuhan Maha KASIH, dan dosa hanya dapat diselesaikan dengan PENGHUKUMAN, berarti manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya. Untuk itu Tuhan berjanji akan mengirim JURUSELAMAT, yang lahir dari seorang Dara/perawan yang akan sanggup menghancurkan kepala ular (penyataan simbolik: mengalahkan iblis)


13

Percaya bahwa Hanya ada SATU CARA untuk Menyelamatkan manusia dari PENGHUKUMAN, yaitu dengan mengirim JURUSELAMAT yang akan dihukumkan sebagai pengganti manusia berdosa, tegasnya DOSA hanya dapat diselesaikan melalui PENGHUKUMAN (II Kor.4:23, Rom.6:23).


14

Percaya bahwa Manusia yang berdosa mampu merespon terhadap berita Injil, sehingga Aktivitas penginjilan adalah KEHARUSAN. Mati secara rohani bukanlah mati seperti mayat yg tidak bisa merespon berita Injil. (Kis 2:37, 8:36-37)


15

Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang diperanakkan oleh Roh Kudus, lahir dari anak Dara/Perawan Maria (Mat 1:23). Yesus Kristus adalah Tuhan sejati dan manusia Sejati, Satu Pribadi (One Person) dengan dua sifat/natur: Ilahi dan Insani (Mat 1:18-20; Yoh 1:1,2,14). Percaya Yesus Kristus telah mati (mat 27:45-56; Mrk 15:33-41; Luk 23:44-49; Yoh 19;28-30; I Kor 15:3), diutus untuk menanggung dosa semua manusia (1 Yoh 2:2), tinggal dirahim bumi 3 hari 3 malam (Mat 12:40; Yun 1:17). Bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci (1 Kor 15:4-5), Naik ke Surga (Kis 1:6-9) dan Yesus akan datang Kembali (Maranatha) sebagai Hakim dan Raja.


16

Dosa manusia yang belum memiliki kesadaran diri (bayi), bahkan dosa Adam hingga dosa manusia terakhir telah ditanggung oleh Tuhan di kayu salib (Yoh.1:29, Ibr.2:9, I Yoh.2:2). Sehingga Bayi yg mati PASTI MASUK SURGA karena sudah ditebus oleh Darah Yesus. (2 Sam 12:23)


17

Percaya bahwa kepada manusia yang telah memiliki kesadaran diri dan melakukan dosa atas kesadaran diri diserukan untuk bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat untuk mendapatkan pengampunan dosa atau pengaplikasian anugerah keselamatan (Mat.4:17, Yoh.3:16, Ef.1:7, Kol.1:14). Keselamatan itu Anugerah/Kasih Karunia, melalui Iman kepada Yesus Kristus (Ef 2:8-10).


18

Percaya bahwa Setiap Manusia yang hidup pada masa sebelum Kelahiran Yesus, Diselamatkan karena Bertobat dan Percaya kepada JURUSELAMAT yang AKAN DATANG (Percaya janji Tuhan mengirim JURUSELAMAT) yang disimbolkan dengan Korban Sembelihan Hewan di Mezbah.


19

Percaya bahwa Setiap Manusia yang hidup setelah Kelahiran Yesus, Diselamatkan karena Bertobat dan Percaya kepada JURUSELAMAT yang SUDAH DATANG. Bertobat artinya mengakui diri berdosa dan telah menyesali dosa. Percaya bahwa diri anda yang seharusnya dihukumkan tetapi Sang Juruselamat TELAH dihukumkan menggantikan anda.


20

Percaya bahwa tidak ada jalan keselamatan lain selain Injil Yesus Kristus karena siapapun yang berada di luar Kristus akan menanggung hukuman atas dosa dirinya. Tidak ada satu manusia pun bisa masuk Surga tanpa percaya kepada Yesus Kristus dari Adam hingga manusia terakhir (Yoh.14:6, Ibr.8:6, I Tim.2:5).


21

Percaya bahwa setiap orang yang tidak pernah dengar Injil tetap akan masuk Neraka.


22

Percaya bahwa Injil yang murni adalah Injil yang tidak ditambahkan dengan percaya kepada Maria, upacara baptisan, kerajinan ibadah dan apa saja (Gal.1:8, 5:3-4). Dan tidak menekankan kesuksesan duniawi atau yang mengurangi aspek seruan bertobat (I Kor.15:19).


23

Percaya bahwa Iman yang Menyelamatkan ialah kita percaya bahwa YESUS KRISTUS telah DISALIBKAN untuk MENANGGUNG semua DOSA kita. Atau seseorang percaya dengan segenap hati bahwa Yesus telah MENGGANTIKANnya disalibkan dan kini ia sedang menggantikanNya hidup, Memahami kondisi diri sebagai orang berdosa yang tidak berdaya, yang akan masuk ke Neraka, serta menyesali dosa-dosanya, dan mengucap syukur atas kasih Yesus kristus yang rela dihukumkan menggantikannya. (Rm 10:9-10).


24

Percaya bahwa orang yang telah diselamatkan tidak akan kehilangan keselamatannya karena terjatuh ke dalam dosa. Tetapi yang bersangkutan harus tetap tinggal di dalam kasih karunia Yesus Kristus atau tetap Beriman sampai Mati dan tidak menyangkal Tuhan (Rom.11:22, I Kor.15:2, II Kor.6:6, II Tim.2:12, Yak.5:19, I Yoh.2:24,27, II Yoh 9).


25

Percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian, atau Kebangkitan orang mati atau Kebangkitan Tubuh untuk menuju kepada Kehidupan Kekal atau Kematian Kekal.


26

Percaya bahwa ada Surga bagi orang yang bertobat serta menerima Kristus sebagai Juruselamatnya, dan ada Neraka bagi orang yang menolak anugerah Allah. Percaya bahwa Surga, Neraka dan Kerajaan Seribu Tahun ADA dan Benar-benar NYATA


27

Percaya bahwa Alkitab adalah Otoritas Satu-satunya (Sole Authority) bagi Iman dan Praktek hidup orang Kristen. (II Tim 3:14-17, Mzm 119:105)


28

Percaya bahwa Alkitab, dari Kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21, adalah satu-satunya firman Allah yang tidak ada salah. Di luar Alkitab tidak ada firman Allah baik tertulis maupun lisan.


29

Percaya bahwa Alkitab bersifat kanon tertutup. Kitab Wahyu 22:21 adalah firman Allah yang terakhir. Sesudah Wahyu 22:21 dituliskan, maka Allah telah menghentikan proses pewahyuan dan juga menghentikan semua karunia yang berhubungan dengan pewahyuan (yaitu bahasa lidah/roh, nubuat, menafsirkan bahasa lidah, I Kor 13:8-10).


30

Percaya dalam doktrin Alkitab yaitu Alkitab diwahyukan secara Verbal Plenary Inspiration (VPI) dan Dijaga tanpa salah sedikitpun atau Verbal Plenary Preservation (VPP). (Mzm 12:7, Mat 24:35, Mrk 13:31, Luk 21:33).


31

Percaya bahwa Alkitab adalah Absolut Innerancy dan Biblical Infallibility yaitu 66 Kitab Kanon yg terdiri dari 39 Kitab PL dan 27 Kitab PB adalah Kitab-kitab yang diseleksi oleh Roh Kudus melalui jemaat mula-mula.


32

Percaya bahwa gereja apapun yang memiliki/Mengajarkan Otoritas di Luar Alkitab atau Extra biblical Authority adalah Menambahi Firman Tuhan.


33

Percaya bahwa penafsiran Alkitab yang benar adalah literal-grammatikal-historikal. Penerapan cara penafsiran alegoris hanya kalau secara akal sehat cara literal-grammatikal tidak mungkin diterapkan.


34

Percaya bahwa 2 Kategori ajaran sesat: Keluar dari Alkitab dan Salah Menafsirkan Alkitab. Ini bisa terjadi juga ketika seseorang menambah atau mengurangi ajaran Alkitab. (Wahyu 22:18-19)


35

Percaya bahwa setiap orang percaya harus menggabungkan diri ke dalam salah satu gereja lokal untuk membentuk tubuh Kristus serta bertumbuh di dalam Kristus (Ef.4:11-16).


36

Percaya bahwa hanya ada 2 Tujuan Besar Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia yaitu Pertama, Untuk menyelamatkan manusia yang berdosa dan Kedua, setelah mereka diselamatkan, sambil menunggu kedatanganNya menjemput mereka, Ia mengharuskan mereka membentuk Jemaat/Gereja. Organisasi yang hanya menginjil namun tidak membentuk/mendirikan Jemaat, hanya melakukan separuh Perintah Tuhan. Dan orang Kristen yang Taat harus melakukan keseluruhan Perintah Tuhan.


37

Percaya bahwa pada masa Perjanjian Baru, Gereja Lokal adalah Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK). I Tim 3:15


38

Percaya bahwa gereja harus terpisah total dari negara dan pemerintah dan gereja tidak boleh terlibat politik praktis (Mat.22:21).


39

Percaya bahwa Orang Kristen sebagai Warga Negara boleh berpolitik, tetapi Gereja/Jemaat Lokal tidak boleh berpolitik, misal: gereja mengadakan acara politik seperti Doa Politik, dll.


40

Percaya bahwa manusia atau Negara yang menghukum orang atas dasar kepercayaannya adalah sama dengan melarangnya memercayai sesuatu yang diyakininya dan hal ini jelas melanggar HAM.


41

Percaya bahwa gereja yang benar adalah gereja yang bersifat lokal bukan yang bersifat universal/katolik/am (Ef.1:1), dan otonomi penuh, tidak tunduk kepada kuasa apapun bahkan kuasa alam maut (Mat.16:18).


42

Percaya bahwa tubuh Tuhan Yesus itu bukan seluruh kekristenan, melainkan tiap-tiap gereja lokal (Ef.1:23). Percaya bahwa Doktrin Gereja Lokal adalah Alkitabiah, sedangkan Doktrin Gereja Universal tidak Alkitabiah.


43

Percaya bahwa hubungan satu gereja lokal dengan gereja lokal lain bukan sebagai atasan dan bawahan (vertikal) melainkan sebagai sahabat dan saudara (horisontal).


44

Percaya bahwa Tuhan hanya mendirikan gereja lokal dan gereja lokallah yang mendirikan yayasan, sekolah dan berbagai sarana pemberitaan Injil. Parachurch yang alkitabiah adalah yang didirikan gereja lokal serta tunduk kepada gereja lokal (Mat.16:18).


45

Percaya bahwa Konsep Keluarga Alkitabiah adalah Suami mengasihi Istri dan Istri tunduk kepada Suami sama seperti Kristus mengasihi Jemaat dan Jemaat Tunduk kepada Kristus.


46

Percaya bahwa Tuhan telah menghentikan jabatan IMAM dan praktek keimamatan (pemberkatan oleh “pendeta“ pada akhir kebaktian, pemberkatan nikah, dll) untuk Gereja/Jemaat perjanjian Baru. Setiap orang Percaya adalah IMAM atas dirinya sendiri. Dan Yesus kristus adalah IMAM BESAR AGUNG yang menjadi perantara Allah dan Manusia berdosa. (1 Pet 2:9)


47

Percaya bahwa jabatan Nabi dan Rasul sudah tidak ada dan telah dihentikan sejak wahyu terakhir diberikan kepada Rasul Yohanes di Pulau Patmos, dan kini tinggal sebagai jabatan pengajar firman: Penginjil/Evangelis, Gembala=Gbl / Penatua= Pnt/ Penilik Jemaat=PJ (bukan Pendeta/Pandita), dan Pengajar/Guru Jemaat=GJ (1 Tim 3:1, Ef 4:11) serta sebagai jabatan pelayan jemaat/pelayan “meja”, Diaken=Dkn (bukan Majelis). (Kis 6:1-7; 1 Tim 3:8).


48

Percaya bahwa wanita tidak dipanggil untuk mengajar, berkhotbah dan memimpin laki-laki dewasa dalam Kebaktian Umum atau Pertemuan Jemaat (I Tim.2:12-13, I Kor.14:34,37). Wanita bisa menginjil, mengajar dan berkhotbah pada Persekutuan Pemuda, Remaja, Kaum Wanita/Ibu, dan Sekolah Minggu alias mengajar anak Playgroup sampai Mahasiswa dan pelayanan lain yang bukan di Kebaktian Umum. Prinsip ini seiring dengan sebagaimana istri harus tunduk kepada suami dan suami harus mengasihi istri (Ef.5:22-27, 1 Kor 11:10). Penundukan ini sebagai kesaksian bagi para malaikat karena mereka (perempuan menaati perintah Tuhan) seperti Gereja Tunduk kepada Kristus dan Kristus mengasihi JemaatNya. Dalam hal ini, yang kita bicarakan adalah masalah Gereja / masalah spiritual/rohani, dan tidak ada hubungannya dengan dunia sekuler atau pemerintah, Wanita boleh menjadi Presiden, Direktur, Menteri, dll.

Percaya bahwa apa yang ditulis oleh Paulus kepada gereja adalah wahyu Tuhan (perintah Tuhan), bukan budaya masa lalu. (I Kor 14:37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah PERINTAH Tuhan)


49

Percaya bahwa baptisan tidak menyelamatkan melainkan hanya salah satu upacara yang diperintahkan untuk dilaksanakan oleh gereja lokal. Dan baptisan yang benar adalah baptisan yang dilakukan terhadap orang yang sudah lahir baru (orang benar), dimasukkan ke dalam air (cara yang benar), dan oleh gereja yang benar (doktrinnya benar) (Mrk.16:16, Mat.28:19, Rom.6:3-4). Baptisan tidak diperuntukkan bagi bayi/anak kecil karena belum bisa mengaku percaya dengan kesadaran sendiri, juga baptisan bukan pengganti sunat dalam PL.


50

Percaya bahwa hanya ada dua upacara yang diperintahkan (Ordinansi, bukan Sakramen) untuk dilaksanakan oleh gereja lokal, yaitu upacara baptisan selam (Mat 3:16, Mrk 1:10, Yoh 3:23, Kis 8:36-39) dan upacara perjamuan Tuhan (bukan Perjamuan Kudus). Kedua-duanya tidak esensi untuk keselamatan melainkan hanya untuk mengingat akan kematian dan kebangkitan Tuhan yang menyelamatkan alias Simbolis/Peringatan (Mat.3:11, Mat 28:19, I Kor.11:23-26, Yoh 6:63).

Istilah ”Perjamuan Kudus” dapat menyebabkan orang Kristen bisa salah paham dalam memahami maknanya. Seperti sebagian orang Kristen percaya, jika kita mengikuti Perjamuan Kudus, maka kita akan menjadi Kudus. Ini Konsep Mistik. Demikian juga dengan istilah Sakramen.


51

Percaya bahwa Konsep Family Altar adalah Salah karena kita tidak lagi hidup dalam masa Keimamatan Ayah (zaman antara Adam sampai Taurat diturunkan)


52

Percaya bahwa Hukum Taurat sudah diGENAPkan bukan dibatalkan dan seluruh paket Ibadah Simbolik yang terkandung dalam hukum Taurat sudah selesai tugasnya.



Percaya bahwa Paket Ibadah Simbolik/Jasmaniah/Rituil (seperti nama Jehovah, aturan hari Sabat/Sabtu, makanan yang diHARAMkan, Penyakit Kusta yang menyimbolkan Kutukan, Ritual Ibadah di Bait Suci) semuanya telah selesai tugasnya, karena yang DISIMBOLKAN telah TIBA (Anak Domba Allah yaitu Yesus Kristus).


53

Percaya bahwa ibadah yang bersifat lahiriah dengan berbagai ritualnya telah digantikan dengan ibadah Hakekat dalam roh dan kebenaran. Tidak ada simbol lahiriah (tidak ada keterikatan pada postur tubuh, waktu maupun tempat) dalam ibadah selain keteraturan dan kesopanan (Yoh.4:23-24, I Kor.14:40).


54

Percaya bahwa Keimamatan Harun telah dihentikan dan kini setiap orang Percaya adalah IMAM, bahkan Imamat yang Rajani (1 Pet 2:9). Tidak boleh ada jabatan imam atau praktek keimamatan. Tidak boleh memberkati orang atau diberkati orang. Zaman Family Altar sudah selesai. Tidak boleh ada yang angkat tangan di akhir kebaktian untuk memberkati orang, karena itu adalah praktek keimamatan. Dan yang benar adalah Peneguhan Nikah bukan PEMBERKATAN Nikah. Gereja/Jemaat Lokal berfungsi sebagai Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran menggantikan posisi bangsa Israel.


55

Percaya bahwa segala syair lagu pujian harus ditujukan kepada Allah dan sesuai dengan kebenaran Alkitab. Segala musik yang terindah hanya bagi Tuhan. (Kol 3:16, Why 7:12, Mat 26:30). Jika Musik di Gereja anda tidak bisa dibedakan dengan Musik Dunia, maka ada 2 kemungkinan: Gereja semakin Duniawi atau Dunia semakin Rohani.


56

Percaya bahwa dalam Alkitab Tidak ditemukan Penumpangan Tangan untuk PEMBERKATAN dalam Perjanjian Baru. Penumpangan Tangan untuk Pengukuhan Jabatan (Gembala, Penginjil, Pengajar/Guru Jemaat dan Diaken) sebagai bentuk Restu/Approve atas nama Jemaat. (Kis 6:6, 13:3; 1 Tim 4:14, 2 Tim 1:6).


57

Percaya bahwa perpindahan anggota jemaat adalah cerminan kebebasan berpikir dan memutuskan.


58

Percaya bahwa Satu-satunya Alasan Alkitabiah yang berkenan kepada Tuhan untuk Pindah Gereja adalah Karena Mendapatkan Gereja yang Lebih Benar atau Lebih Alkitabiah. Tuhan akan sangat bahagia karena muridNya ternyata sangat cinta kebenaran.


59

Percaya bahwa Tidak boleh ada Satu orang pun yang belum lahir baru menjadi anggota gereja/jemaat Tuhan. Orang-orang yang belum Lahir Baru harus diInjili dengan sungguh-sungguh dan jika mereka betul-betul Lahir Baru, mereka baru boleh menjadi anggota Jemaat, karena Jemaat/Gereja adalah kumpulan Orang Percaya.


60

Percaya bahwa anggota jemaat harus menjalani kehidupan kekristenan yang memuliakan nama Tuhan, yang sopan, teratur, dan kudus (Ibr.12:14).


61

Percaya bahwa hari pengangkatan orang percaya (rapture) terjadi sebelum masa penganiayaan (pretribulation). Dan penampakan Kristus terjadi sebelum Kerajaan Seribu Tahun (Premillennium/Premilenialisme). Di Akhir Masa Kerajaan 1000 Tahun penduduknya dan orang-orang yang tidak percaya akan diadili. Setiap orang percaya akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, dan akan bersama Tuhan selamanya (Why 20, Rm 5:9, 1 Tes 1:10, 4:15-17, Yoh 14:1-3).


62

Percaya Prinsip Alkitab: Koin dengan Kedua Sisinya yaitu Tuhan Berdaulat 100% (sepenuhnya) dan Manusia Bertanggung Jawab 100% (sepenuhnya). Pengajaran yang terlalu menekankan pada salah satu aspek akan cenderung menyebabkan pengajaran menjadi ekstrim kanan (Calvinisme) maupun ekstrim kiri (Arminianisme).


63

Percaya bahwa sebuah gereja lokal harus dipimpin oleh Gembala--Laki-Laki atau Pria sesuai syarat Alkitab: Suami dari satu istri, seorang kepala keluarga yang baik, bukan peminum….dst (1 Tim 3:1-6, Tit 1:5-9)


64

Percaya bahwa seorang Diaken harus Laki-laki atau Pria yang sudah menikah, Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik, memiliki Iman yang Benar dan Moral yang Baik…dst, perhatikan juga syarat bagi istri seorang Diaken. (1 Tim 3:8-12)


65

Percaya bahwa Gereja Lokal dimanapun juga harus menjaga dirinya dan setia kepada ajaran Alkitab, dan harus memisahkan diri dari orang-orang yang tidak seasas atau sedoktrin (prinsip SEPARASI yang Jelas), harus memisahkan diri dari keduniawian, tidak kompromi dengan dunia, pengajaran/doktrin yang salah (Rm 16:17, Tit 3:10, II Tes 3:6, Mzm 97:10, 119:63, I Tim 4:16) karena Kristus menuntut gereja yang murni, tidak bercacat cela menjelang Maranatha sehingga menjadi mempelai wanita yang layak bagiNya (1 Kor 1:8, Ef 1:4, 2 Tim 2:15).


66

Percaya bahwa Tuhan Tritunggal: Bapa, Anak/Putra/Firman dan Roh Kudus. Ketiganya Esa. Sesuai dengan ajaran Alkitab (1 Yohanes 5:7-8, Mat 3:13-17; 28:19, Ul 6:4, 2 Kor 13:13)


67

Percaya Roh Kudus adalah oknum ketiga Tuhan Tritunggal, sama dan sederajat dalam sifat dan karakter dengan Bapa dan Anak/Putra. Roh Kudus diutus sebagai Penolong (Parakletos) disebut Roh Kebenaran (Yoh 14:16-17,26 ; 16:13), menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh 6:8-11), menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran, Mendiami/tetap tinggal di setiap hati orang yang Lahir Baru (Ef 1:13-14). Roh Kudus akan menghasilkan buahNya di dalam semua orang yang Percaya, dan yang dipimpin olehNya (Gal 5:22,23; Kol 1:10,12)


68

Percaya bahwa hamba Tuhan yang melayani, berhak mendapatkan “upah” atau kehidupan dari pelayanannya. Dan Jemaat harus mendukung hamba Tuhan dengan persembahan dan persepuluhan. Agar dia tidak mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga fokus dalam melayani Tuhan dan Jemaat (1 Kor 9:13-15; Mal 3:6-10, Kis 6:4).


69

Percaya bahwa Sistem Penggajian Gembala yang Alkitabiah adalah Gembala hanya boleh mengambil sebelas persepuluhan yang masuk atau sistem 11/10.


70

Percaya bahwa Gereja harus melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Ini adalah tanggung jawab Gereja Lokal, dan juga tanggung jawab setiap orang percaya, untuk memberitakan Injil Keselamatan yang MURNI kepada semua orang, sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab, tidak boleh kompromi dengan hal-hal duniawi di dalam memberitakan Injil. Percaya bahwa kuasa Roh Kudus akan memimpin dan menuntun kita untuk memenangkan jiwa bagi Kerajaan Allah (Mat 28:19-20).


71

Percaya bahwa Tuhan berkuasa melakukan mujizat, dan setiap orang bisa mengalami mujizat sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Luk 1:37). Apa yang terjadi secara supranatural harus sesuai dengan kehendakNya.

Tidak percaya jika ada seorang yang mengklaim dirinya memiliki kuasa untuk melakukan mujizat, lalu orang-orang mencari si “hamba Tuhan,” yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Hal ini tidak beda dengan Dukun.


72

Percaya bahwa nama Tuhan dalam Alkitab bukanlah Tuhan, TUHAN, ALLAH, Allah, Ilah, GOD, LORD, Lord, dll, namun nama Tuhan adalah YHWH/JHVH (Jehovah/Yahweh, huruf J bisa dibaca J atau Y, huruf V bisa dibaca V atau W) dan YESUS yang berarti YHWH Penyelamat (ingat ayat: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama YHWH!), Mat 21:9, 23:39, Mrk 11:9, Luk 13:35; 19:38; Yoh 12:13, Mat 1:21, Luk 1:31, Kej 2:4; 4:1, 26, Kel 3:15. Nama Tuhan yang baru dalam kitab Wahyu akan kita ketahui setelah Tuhan datang kembali (Wahyu 3:12).


73

Percaya bahwa Tuhan semua agama, TIDAK SAMA. Yesus semua agama TIDAK SAMA, sehingga setiap orang patut tahu Tuhan mana yg anda percayai dan Yesus mana yang anda Percayai.


74

Percaya bahwa Kesatuan yang Alkitabiah adalah yang Tidak Mengkompromikan KEBENARAN/DOKTRIN/PENGAJARAN. Gerakan Ekumene adalah tidak Alkitabiah.


75

Percaya bahwa Tidak ada satu orang pun yang BERHAK membaptis seseorang ke dalam Roh Kudus selain YESUS KRISTUS. “Pendeta” manapun yang mencoba membaptiskan seseorang ke dalam Roh Kudus adalah SESAT dan DURHAKA (merebut wewenang Yesus).


76

Percaya bahwa Alkitab tidak pernah mengajarkan tentang API PENYUCIAN, Doa untuk atau kepada orang yang telah mati, Maria sebagai Co-Redemption, Paus sebagai Wakil Kristus di bumi, Keselamatan karena Baptisan, Perbuatan Baik, Melakukan Sakramen, dll.


77

Percaya bahwa Alkitab memberikan kebebasan bagi setiap manusia untuk menikah atau tidak menikah. Gereja tidak boleh mengharuskan seseorang untuk tidak menikah (hidup selibat).


78

Percaya bahwa Pengajaran MISKIN adalah DOSA, SUNGGUH SESAT, yang Benar: Miskin bisa disebabkan karena dosa (misal: Kemalasan) dan sebaliknya Pengajaran KAYA adalah BERKAT, Sungguh Menyesatkan, karena ada orang Kaya yang mendapatkan kekayaan dengan Cara-cara berdosa, misal: Korupsi, ke dukun/roh2 gunung Kawi, menipu orang lain, dll. Gereja Alkitabiah adalah gereja yang tidak terlalu/selalu menekankan Sukses Materi, namun menekankan Kebenaran Pengajaran Alkitab. Hal-hal lain sesuai janji Tuhan akan ditambahkan (kekayaan, jabatan, dll) alias bukan esensi utama namun hanya Alat/Sarana untuk Memuliakan Tuhan dan Menjadi Berkat bagi sesama. Mat 6:33, I Tim 6:10


79

Percaya bahwa TIDAK setiap/semua Doa PASTI dikabulkan Tuhan sama seperti kita percaya bahwa tidak semua (Penyakit) orang disembuhkan Tuhan.


80

Tidak Percaya bahwa Alkitab mengajarkan DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Pengajaran Cyprian (AD 200-258) ini yang tercatat sebagai orang yang mempromosikan konsep keselamatan oleh Gereja. Ia menasehatkan agar semua gereja menggabungkan diri ke dalam Gereja Universal (KATOLIK) dengan Slogannya yang terkenal DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Sejak saat itu dimulai suatu gerakan untuk menggiring semua gereja otonom (independen) ke dalam Gereja Roma Katolik dengan indoktrinasi bahwa TIDAK ADA KESELAMATAN DI LUAR GEREJA ROMA KATOLIK.

Tidak cukup dengan itu akhirnya disusunlah Pengakuan Iman Rasuli yang salah satu pointnya Gereja yang Kudus dan Katolik (Am, Universal). Ini Pengajaran yang MENYESATKAN dan TIDAK ALKITABIAH. Satu Kesalahan Fatal Pengakuan Iman Rasuli adalah adanya pernyataan bahwa GEREJA itu HARUS KATOLIK.**


81

Percaya bahwa Hal yang tidak direformasi oleh dan menjadi Kesalahan Terbesar Bapak-Bapak Reformator adalah tidak mereformasi Doktrin Gereja (Ekklesiologi), karena fokus mereka waktu itu pada Doktrin Keselamatan.


82

Percaya bahwa pengajaran berlebihan tentang Arti dan Fungsi Minyak Urapan dapat mengarah kepada Sekte/Bidat baru.


83

Percaya bahwa istilah yang benar adalah Peneguhan Nikah, bukan pemberkatan nikah. Istilah “Pemberkatan Nikah” dipakai Gereja Roma Katolik karena mereka menempatkan pernikahan sebagai salah satu sakramen (upacara kudus) gereja. Gereja Alkitabiah hanya mengenal dua ordinansi (Upacara yg diperintahkan) yaitu Baptisan Selam dan Perjamuan Tuhan. Dalam Gereja Alkitabiah tidak ada jabatan imam yg berwenang memberkati, itulah sebabnya tidak dibenarkan memakai istilah Pemberkatan Nikah. Upacara yg dilakukan gereja alkitabiah dalam hal pernikahan ialah mengukuhkan atau meneguhkan pernikahan 2 anggota jemaatnya di hadapan Tuhan dan di hadapan sidang jemaatNya serta berdoa memohonkan kasih karunia Tuhan untuk kehidupan rumah tangga mereka. Berkat Tuhan bagi mereka selanjutnya tentu bergantung pada sikap hati mereka kepada Tuhan, bukan pada penumpangan tangan dari imam atau pendeta yang melakukan praktek keimamatan.


84

Percaya Kelahiran Yesus bukanlah tanggal 25 Desember adalah ALKITABIAH.


85

Percaya bahwa Yesus disalibkan dan mati hari Rabu Petang dan Bangkit Hari Sabtu Petang/Minggu, sesuai dengan 3 Hari 3 Malam, 3 x 24 jam=72 jam, adalah ALKITABIAH. Yesus disalibkan dan mati hari Jumat adalah TIDAK ALKITABIAH dan hanya menurut Tradisi secara umum.


86

Penginjilan kepada orang yang sudah mati (Penginjilan Alam Roh) adalah MENYESATKAN dan Tidak ALKITABIAH.


87

Percaya bahwa orang yang telah mati tidak perlu didoakan, kepercayaan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal (Doa untuk Arwah) adalah Tidak Alkitabiah. Doa yang benar untuk anggota keluarga almarhum yang masih Hidup.


88

Percaya bahwa orang Kristen yang mati harus dikuburkan atau dikembalikan ke tanah, dan bukan diKREMASI/dibakar. Firman Tuhan mengatakan demikian. (Pkh 12:7). Semua tokoh Alkitab dikuburkan dengan layak. Pembakaran identik dengan Penghukuman Tuhan atau tradisi Penyembahan Berhala dalam suku-suku bangsa.


89

Percaya bahwa Hukuman Mati adalah Alkitabiah yang dilakukan Pemerintah sebagai alat Tuhan.


90

Percaya bahwa Sikap menghakimi adalah Alkitabiah. Sifat penghakiman yang dilarang Tuhan adalah menghakimi dengan Kemunafikan, Menghakimi menurut ukuran manusia (Yoh 7:24, 8:15, Mat 7:1-5). Sifat penghakiman yang diperbolehkan adalah Penghakiman oleh Negara (Ul 16:18), Penghakiman oleh Jemaat Lokal/Gereja (Mat 18:15-17, I Kor 5:12, 6:2-3), Penghakiman terhadap Berbagai Pengajaran/Doktrin dengan Alkitab (Mat 24:4-5, II Tes 3:14, Gal 1:9, II Tim 4:2).


91

Percaya bahwa semua makanan adalah HALAL jika diterima dengan ucapan syukur dan doa. Tidak ada makanan yang haram lagi, karena paket ibadah Simbolik sudah berakhir (Mat 15:11, 19-20, I Tim 4:1-5, Mrk 7:19).


92

Percaya bahwa di Akhir Zaman ini, Iblis & Para Pengikutnya (Nabi Palsu, Guru Palsu, Mesias Palsu) semakin bekerja giat dan semakin aktif “Memberitakan Injil” Palsu untuk menyesatkan Sebanyak Mungkin Orang (Mat 24:4-5, I Kor 12:3, Gal 1:6-7).


93

Percaya bahwa AntiKristus akan mempersatukan politik, ekonomi, dan agama serta menguasainya (Wah.13:11-18). AntiKristus akan muncul dari Eropa Bersatu.


94

Percaya bahwa Iblis sedang giat bekerja untuk melakukan Penyatuan Gereja dan Penyatuan Agama menjadi One World Religion (Satu Agama Dunia) dibawah One World Government (Satu Pemerintah Dunia) yang akan dipimpin oleh AntiKristus.


95

Percaya PRINSIP DELAPAN/OKTA SOLA yaitu

-SOLA GRATIA (Hanya karena Anugerah/Kasih Karunia saja kita diselamatkan, Ef 2:8-10),

-SOLA FIDE (Hanya karena IMAN saja kita diselamatkan, 1 Petrus 1:9, Ef 28-9, Yud 1:3, Ibrani 3:14, II Tim 4:7, 2 Tim 3:15),

-SOLA SCRIPTURA (Hanya karena Kitab Suci/Alkitab saja 2 Tim 3:15),

-SOLA AUTOGRAPHA (Hanya karena Naskah Asli Alkitab saja-yg sudah musnah-TANPA SALAH sedikitpun),

-SOLA APOGRAPHA (Hanya Naskah Salinan MT-Masoretic Text untuk PL bahasa Ibrani dan TR-Textus Receptus untuk PB bahasa Yunani-Tanpa SALAH SEDIKITPUN),

-SOLA SIDO (Hanya Pujian/Musik yang Terindah bagi Tuhan), Rm 15:9, Mrk 14:26, Ef 5:19, Kol 3:16.

-SOLA/Solus CHRISTOS (Hanya lewat Tuhan Yesus Kristus kita diselamatkan) Kis 4:12, yang semuanya bermuara pada

-Solideo Gloria (Segala Kemuliaan HANYA bagi Tuhan). Rm 11:36, Mat 6:13



Keterangan:


** Tetapi hingga saat konsili di Nicea (tahun 325 AD) belum muncul pengakuan iman tertentu yang berlaku secara universal, yang tepat dengan kata-kata yang sama, dan diperintahkan oleh otoritas universal yang sama.

But until the time of the Council of Nicen there does not appear to have been any one particular creed which prevailed universally, in exactly the same words, and commended by the same universal authority (Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature, John McClintock & James Strong, Grand rapids: Baker book House, 1981, Vol II, p 559)

Kutipan tersebut membuktikan bahwa Pengakuan Iman ”Rasuli” (PIR) yang digembar-gemborkan oleh Gereja Roma Katolik dan dipungut Gereja Protestan, serta di-beo-kan oleh Gereja-gereja Injili sesungguhnya bukanlah Pengakuan Iman yang disampaikan oleh Para Rasul. Jelas sekali bahwa pada zaman Para Rasul belum dikenal istilah THE HOLY CATHOLIC CHURCH atau Gereja Yang Kudus dan Am (KATOLIK), yang terdapat dipengakuan iman tersebut. Bahkan pernyataan gereja Yang Kudus dan Am itu sangat mustahil karena gereja tidak mungkin Kudus jika ia bersifat KATOLIK. Gereja akan Kudus kalau bersifat OTONOM dan LOKAL serta Menerapkan Disiplin Gereja dengan Ketat.

------------------------------0000---------------------------------------------

Suatu Gereja bisa disebut Gereja yang Alkitabiah meski ada satu atau beberapa point berbeda, misal 68, karena tidak terlalu esensi.

Beberapa poin yang lain penulis masukkan untuk mencounter beberapa pengajaran gereja yang tidak Alkitabiah alias menyimpang.

File :: Dede Wijaya

AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.


berbagai sumber:

Rahasia Ilahi dari Kekal Hingga Kekal, by Suhento Liauw, DRE, Th.D

www.graphe-ministry.org Pengakuan Iman GBIA Graphe

buku Pdt.Daniel Arianto, M.Th, Sbg Hamba Tuhan saya sudah memberitahu Saudara.

49 Kritik thd Gembala dan Gereja, Dede Wijaya

www.wayoflife.org (Ribuan Artikel) dikelola DR. David Cloud


Imamat Yang Rajani

Kejatuhan Manusia

Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, manusia tidak layak menghampiri Allah yang mahakudus. Kekudusan Allah tidak memungkinkan manusia berdosa menghampiriNya, manusia tersebut akan mati oleh kedahsyatan kekudusan Allah (Hak.13:22). Oleh sebab itu Pribadi Yesus Kristuslah yang selalu menampakkan diri kepada manusia sejak kejatuhan manusia (Yoh.1:18).

Tidak ada cara lain bagi manusia agar bisa kembali memiliki persekutuan dengan Allah selain dosanya terselesaikan. Manusia berdosa sangat faham akan hal ini oleh sebab itu ada keputusasaan dan juga ada usaha penghapusan dosa. Tetapi usaha manusia tentu sia-sia karena dosa hanya dapat diselesaikan melalui penghukuman (Rom.6:23).

Karena dosa hanya dapat diselesaikan melalui penghukuman, maka rencana Allah menyelamatkan manusia ialah dengan mengirim Juruselamat untuk menanggung hukuman yang harus dijatuhkan oleh Allah yang mahasuci dan mahaadil. Allah yang mahasuci tidak bisa menolerir dosa, dan Allah yang mahaadil tidak bisa mengabaikan penghukuman atas dosa. Oleh sebab itu direncanakan kedatangan Sang Juruselamat yang akan dihukumkan. Sang Juruselamat tersebut akan disebut orang yang diurapi (Mesias/Kristus).

Pembangunan Ibadah Simbolik

Sebelum kedatangan Sang Mesias atau orang yang diurapi, yang adalah Sang Juruselamat, Allah perintahkan manusia untuk melakukan ibadah simbolik sebagai sarana

pengingat pada Sang Juruselamat yang dijanjikan. Mereka harus menyembelih domba di atas mezbah untuk menyimbolkan Sang Juruselamat yang akan dihukumkan di atas kayu salib. Bahkan seluruh rangkaian ibadah simbolik, baik di dalam kemah suci yang dibangun oleh Musa maupun dalam Bait Allah yang dibangun oleh Salomo, seluruhnya merupakan ibadah simbolik yang tujuannya adalah untuk mengingatkan manusia pada janji Allah yang akan mengirim Juruselamat untuk disembelih di atas kayu salib menanggung dosa seisi dunia.

Domba yang disembelih di atas mezbah tidak bisa menyelamatkan, ia hanya mengingatkan manusia pada Janji Allah untuk mengirim Juruselamat, dan sekaligus menggambarkan cara penyelamatan Sang Juruselamat, yaitu dengan dihukumkan untuk menanggung dosa. Adam dan Hawa pernah tidak percaya pada perkataan (firman) Allah, dan jika mereka ingin diselamatkan mereka harus percaya pada janji Allah untuk mengirim Juruselamat. Mereka harus percaya bahwa Juruselamat mereka akan datang untuk menanggung dosa mereka. Dan bukti mereka sungguh-sungguh percaya adalah melalui kesetiaan mereka melakukan ibadah simbolik yang diperintahkan, yaitu menyembelih seekor domba di atas mezbah.

Tentu mereka bukan beriman kepada domba yang disembelih tetapi iman kepada Sang Juruselamat yang disimbolkan oleh domba yang disembelih. Jadi Adam dan semua orang yang hidup sebelum penyaliban Kristus akan masuk Sorga hanya melalui bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang akan datang yang akan dihukumkan untuk menggantikan mereka menanggung dosa. Jadi mereka diselamatkan melalui beriman kepada Juruselamat yang akan datang. Dan kita yang hidup sesudah penyaliban Kristus akan diselamatkan melalui beriman kepada Sang Juruselamat yang sudah datang. Tidak ada satu orang pun bisa masuk Sorga tanpa melalui Sang Juruselamat yang disalibkan, yaitu Yesus Kristus (Yoh.14:6).

Masa Keimamatan Ayah

Agar janji Allah untuk mengirim Juruselamat bisa diimani oleh anak-cucu Adam, maka Allah menetapkan ayah sebagai penanggung jawab atau dengan istilah Rasul Paulus “Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran” (TPDK). Artinya setiap ayah yang ingin anak-anaknya diselamatkan harus memperkenalkan kabar baik (Injil) bahwa Allah berjanji mengirim Juruselamat untuk menggantikan mereka menanggung dosa mereka.

Hal ini tidak memerlukan penjelasan yang rumit-rumit, cukup memberitahukan mereka bahwa kita adalah manusia berdosa yang akan binasa kecuali dosa kita diselesaikan. Dan tidak ada cara penyelesaian dosa selain dijatuhkan hukuman. Dan Allah berjanji akan kirim Juruselamat untuk menanggung dosa kita, seperti domba yang kita sembelih ini. Kita harus percaya pada janji Allah itu. Semua dosa kita akan dihitung selesai jika kita percaya pada janjiNya. Oleh sebab itu mari kita lakukan ibadah simbolik ini dengan setia supaya anak-anak kalian juga tetap diingatkan dan bisa diselamatkan. Hanya inilah yang perlu dilakukan seorang ayah di masa Perjanjian Lama, yaitu mengajar anak-anaknya untuk beriman kepada Sang Juruselamat yang akan datang sambil menantikan kedatanganNya, siapa tahu Ia akan datang pada generasi mereka.

Ayub adalah orang yang hidup pada masa sebelum hukum Taurat diturunkan. Itulah sebabnya kita membaca bahwa ia melakukan ibadah simbolik bagi anak-anaknya. Ia bertindak sebagai TPDK dan imam bagi anak-anaknya. Ayub adalah ayah yang baik yang dengan setia menjadi perantara antara Allah dan anak-anaknya. Tentu ada banyak ayah yang tidak baik yang menyebabkan anak-anak mereka melupakan ibadah simbolik yang diperintahkan Allah.

Munculnya generasi baru yang semakin jauh dari Tuhan dan melupakan ibadah simbolik yang diperintahkan Tuhan adalah akibat dari fungsi ayah sebagai TPDK dan imam yang buruk. Setelah melalui perjalanan waktu yang panjang, terbentuklah imam-imam yang keimamatannya melampaui isi rumahnya seperti mertua Yusuf di Mesir dan mertua Musa di Midian.

Masa Keimamatan Harun

Setelah manusia tersebar ke berbagai penjuru bumi oleh peristiwa Babel, Allah berencana membangun satu bangsa sebagai TPDK untuk menggantikan posisi ayah, karena sudah terlalu banyak ayah yang tidak percaya kepada janji Allah dan tentu telah sengaja melupakan janji Allah untuk mengirim Juruselamat. Allah memilih seorang yang bernama Abram dan memerintahkannya keluar dari keluarga dan lingkungannya agar perintah Allah kelak tidak akan terkontaminasi kebudayaan dan penyembahan mereka.

Namanya diganti menjadi Abraham dan melaluinya Allah akan menghadirkan sebuah bangsa yang berfungsi untuk menerangi atau mengingatkan bangsa-bangsa lain tentang janji Allah mengirim Juruselamat. Tentu Sang Juruselamat nanti akan dilahirkan dari keturunannya, oleh sebab itu dijanjikan kepada Abraham bahwa semua bangsa di muka bumi akan mendapat berkat dari keturunannya (Kej.12:3, 22:18).

Selama sekitar empat ratus tahun bangsa yang lahir dari Abraham ini diperbudak di Mesir hingga kedurhakaan bangsa Amori lengkap, dan mereka dituntun keluar dari Mesir. Di gunung Sinai bangsa Israel atau Ibrani diresmikan sebagai TPDK dan Harun beserta keturunannya diangkat sebagai imam. Berarti mulai saat itu masa keimamatan ayah dihentikan dan digantikan dengan masa keimamatan Harun beserta keturunannya. Adalah sangat salah jika ada kelompok kekristenan yang berusaha melestarikan keimamatan ayah dengan mempromosikan istilah family-altar. Jabatan keimamatan ayah telah dihentikan dan telah digantikan dengan keimamatan Harun bersamaan dengan diturunkannya hukum Taurat.

Masa Keimamatan Setiap Orang Percaya

Tugas bangsa Israel sebagai TPDK dan keturunan Harun sebagai imam berlangsung sampai kapan? Dari Injil Lukas 16:16 dan Matius 11:13 kita dapatkan bahwa masa waktu fungsi mereka adalah sampai tampilnya Yohanes Pembaptis. Mengapa? Jawabannya adalah sejak Yohanes Pembaptis tampil dan menunjuk kepada Yesus yang adalah Mesias, maka tergenapilah seluruh hukum Taurat dan kitab para Nabi dengan semua rangkaian ibadah simbolik yang diperintahkan untuk menggambarkanNya.

Teman kita yang di gereja Advent tidak sanggup membedakan antara membatalkan dengan menggenapi. Ingat, Tuhan Yesus tidak pernah membatalkan satu titik pun dari hukum Taurat dan kita pun tidak boleh melakukannya. Tetapi Alkitab mencatat bahwa Yesus Kristus telah menggenapi seluruh hukum Taurat dan seluruh ibadah simbolik yang terkandung di dalamnya (Kis.3:11-26).

Sejak Yohanes Pembaptis berseru, “lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia,” maka berarti Sang Hakekat telah tiba untuk menggenapi ibadah simbolik yang bertujuan mengingatnya. Ingat, tujuan diadakannya ibadah simbolik itu adalah untuk mengingatkan manusia akan janji Allah untuk kirim Juruselamat. Oleh sebab itu ketika Juruselamatnya tiba, maka selesailah tugas seluruh rangkaian ibadah simbolik yang diperintahkan untuk mengingatnya.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian ibadah simbolik, maka berakhir pulalah jabatan keimamatan Harun serta keturunannya. Semua orang yang bertobat dan percaya kepada Sang Juruselamat langsung menerima Roh Kudus, dan diangkat menjadi anak-anak Allah. Tentu anak-anak Allah tidak memerlukan imam yang menjadi perantara antara Allah dan manusia. Namun sulit bahkan bagi Tuhan sendiri untuk menghentikan sistem ibadah simbolik yang sedang berlangsung di dalam Bait Allah. Ketika Tuhan berusaha merubah konsep mereka tentang hari Sabat, ia menghadapi tantangan yang sangat besar. Salah satu tuduhan mereka untuk menghukum mati dia adalah tindakannya terhadap hari Sabat serta keinginanNya untuk merobohkan Bait Allah, walau ucapan itu sebenarnya bersifat simbolik dari tubuh jasmaninya.

Makanan yang diharamkan pada masa ibadah simbolik telah dinyatakan halal oleh Tuhan (Mat.15:12-17). Seluruh paket ibadah simbolik telah digenapi, bukan dibatalkan, sekali lagi DIGENAPI. Jabatan keimamatan Harun telah dihentikan, dan digantikan oleh setiap orang percaya yang telah dimeteraikan oleh Roh Kudus bahkan didiami oleh Roh Kudus.

Keimamatan orang percaya PB bahkan adalah keimamatan yang sifatnya rajani, artinya selain sebagai imam, juga yang akan turut memerintah bersama Tuhan sebagai raja (I Pet.2:9). Bahkan dalam kitab Wahyu dikatakan kita dibuatnya menjadi imam dan raja (Wah.1:6, 5:10).

Pada saat kematian Yesus Kristus, tirai di Bait Allah yang memisahkan ruang mahakudus dari ruang kudus telah terbelah dua, yang artinya tidak ada lagi pemisahan antara orang percaya yang menjadi anak-anak Allah dengan Allah yang adalah Bapa sehingga tidak memerlukan lagi jasa keimamatan.

Membangun Kembali Tirai Yang Dirobek Tuhan

Pembaca yang budiman, penulis sama sekali tidak bermaksud bermusuhan dengan siapapun. Namun jika karena cinta akan kebenaran, ada yang menanggapi tulisan penulis dari segi negatif, maka penulis tidak akan mundur sedikit pun. Itu adalah resiko yang telah Tuhan nubuatkan atas orang yang dengan berani mengungkapkan kebenaran tanpa kompromi (Luk.21:17).

Hampir semua agama yang didirikan iblis, termasuk berbagai penyembahan mistik, biasanya memiliki posisi imam. Mereka memang tidak mengikuti perkembangan pengangkatan keimamatan yang dilakukan Allah. Iblis tidak akan mengakui keimamatan Yesus Kristus dan keimamatan orang percaya. Lagi pula iblis berkepentingan mengacaukan konsep hubungan manusia dengan Allah.

Gereja Roma Katolik mendirikan kembali jabatan keimamatan yang telah dihentikan Tuhan. Bahkan menyelenggarakan prosesi keimamatan dalam doa yang ditampung dulu oleh imam dan kemudian baru akan diteruskan kepada Allah. Di masa Gereja Roma Katolik jaya, sebelum Reformasi, peran imamnya sangat besar dan sangat mempengaruhi kehidupan umatnya.

Kita tahu kemudian Martin Luther seorang pemberani yang sangat saya kagumi melancarkan protes terhadap Gereja Roma Katolik, yang dinilainya telah melakukan tindakan yang sangat menyimpang. Roma Katolik dengan imamnya menawarkan doa untuk melepaskan orang dari purgatory jika mereka menyumbang sejumlah dana dan akan diberi semacam sertifikat tanda menyumbang dan akan didoakan. Martin Luther menilai kegiatan itu sebagai tindakan menjual surat pengampunan dosa oleh imam-imam Roma Katolik.

Sayang sekali Martin Luther hanya melihat itu sebagai kesalahan pribadi Paus yang sedang menjabat, bukan kesalahan seluruh sistem Gereja Roma Katolik. Jadi, Luther tidak menentang sistem Gereja Roma Katolik melainkan hanya menentang kebijakan sang Paus yang sedang menjabat. Inilah yang telah membutakan mata rohani Luther dari melihat berbagai penyimpangan di dalam sistem Gereja Roma Katolik.

Protestan, Injili, Kharismatik Ngambang

Sekalipun tidak ada jabatan imam di dalam gereja-gereja Protestan, namun masih ada sisa dan konsep keimamatan. Mereka gagal memahami peralihan sistem ibadah ritual lahiriah ke sistem menyembah di dalam roh dan kebenaran. Sistem menyembah di dalam roh dan kebenaran sesungguhnya tidak lagi terikat pada waktu, tempat, dan postur tubuh. Di zaman PB alkitabiah kita menyembah dengan hati bukan dengan tubuh, itulah sebabnya tidak dibutuhkan sikap tubuh yang membungkuk atau berlutut, melainkan cukup sikap hati yang ditundukkan kepada Allah. Juga tidak dibatasi waktu karena kita menyembah dengan hati dalam seluruh waktu kita, bukan saat kita berkumpul di suatu tempat. Dan tidak dibatasi tempat itulah sebabnya tidak diperlukan tempat khusus untuk menyembah.

Jemaat PB alkitabiah berkumpul pada hari Minggu atau hari apapun bukan untuk acara sembah-menyembah melainkan untuk acara berjemaat. Kelihatannya Martin Luther kurang paham akan masalah ini sehingga di gereja-gereja Protestan dibangun Liturgi lengkap dengan doxologi, yaitu pemberkatan yang dilakukan oleh “pendeta” pada akhir kebaktian. Perhatikan! Itu adalah praktek keimamatan yang seharusnya telah diprotes oleh Martin Luther. Namun karena Luther hanya memfokuskan protesnya pada aspek keselamatan, maka ia kurang memperhatikan sistem berjemaat. Bahkan setelah waktu berjalan, tertanam konsep doa “pendeta” lebih manjur daripada doa anggota jemaat. Semua ini adalah efek samping dari tidak tuntasnya pemahaman tentang masalah keimamatan rajani yang diberikan Tuhan kepada setiap orang percaya zaman Perjanjian Baru. Perhatikanlah, dan coba pembaca mengidentifikasi praktek-praktek keimamatan dalam gereja-gereja protestan.

Kaum Injili, karena tanpa dasar dan tanpa pengertian telah ikut-ikutan melaksanakan praktek keimamatan dalam acara berjemaat. Belasan tahun lalu ketika penulis diundang berkhotbah di sebuah gereja Injili, ketika hampir mulai kebaktian, penulis diminta untuk bertindak sebagai imam. Tentu tidak dikatakan sebagai imam, tetapi tepat berposisi sebagai imam. Pada acara poin ke-5 penulis diminta maju ke mimbar untuk memimpin pengakuan dosa. Dan acara poin ke-6 nyanyi bersama, kemudian poin ke-7 penulis diminta maju ke mimbar lagi untuk mengumumkan dosa telah diampuni. Coba pembaca tenangkan diri, dan renungkan. Apakah ini bukan praktek keimamatan? Gereja tersebut menjadikan acara kebaktiannya semacam acara ibadah di Bait Allah, dan “pendeta” bertugas sebagai imam bagi jemaat yang hadir. Dan acara kemudian ditutup dengan doa berkat, dan ini adalah praktek keimamatan yang tidak boleh lagi sejak kedatangan Kristus ke dunia.

Dengan menyebut acara pertemuan jemaat sebagai acara ibadah sudah cukup mengacaukan konsep. Ingat, ibadah di dalam roh dan kebenaran itu ibadah yang tidak dibatasi postur tubuh, waktu dan tempat. Ibadah kita yang sesungguhnya berlangsung dalam seluruh waktu kita bukan hanya berlangsung pada saat kebaktian dimulai. Hari Minggu jam 09.00 adalah acara pertemuan jemaat, atau kebaktian, bukan acara ibadah! Ibadah kita di zaman PB adalah sikap hati kita kepada Tuhan yang berlangsung dalam seluruh waktu hidup kita!

Penulis mengaku pernah melakukan kesalahan di masa lalu ketika penulis belum mengerti kebenaran dan memimpin jemaat yang salah, bagaikan orang buta menuntun orang buta. Bahkan penulis telah bertahun-tahun mengangkat tangan untuk melakukan pemberkatan. Namun itu masa lalu, tindakan yang penulis lakukan ketika belum mengerti kebenaran.

Di kalangan Kharismatik lebih banyak kekacauan konsep lagi. Mereka mendirikan family-altar tanpa mengerti bahwa zaman ayah sebagai imam itu antara Adam sampai Taurat diturunkan. Ketika keimamatan Harun ditegakkan maka family-altar menjadi aktivitas masa lalu. Dalam pertemuan jemaat mereka sering memimpin hadirin masuk ke hadirat Tuhan, masuk ke dalam penyembahan, angkat tangan untuk menyembah Tuhan. Semua itu terjadi sebagai akibat orang buta menuntun orang buta. Angkat tangan tentu tidak menjadi persoalan, namun menyuruh orang mengangkat tangan untuk menyembah sudah pasti akan menanamkan konsep penyembahan jasmaniah yaitu dengan tangan bukan dengan hati.

Kesimpulan Kita

Tuhan telah menghentikan jabatan imam dan praktek keimamatan untuk jemaat Perjanjian Baru. Keimamatan Harun dihentikan, dan Kristus telah menjadi Imam Besar menurut aturan Melkisedek bukan menurut aturan Harun, dan semua orang percaya diberi posisi anak-anak Allah, dan memiliki posisi imamat yang rajani. Tirai di Bait Allah telah terbelah ketika Yesus menghembuskan nafas terakhir sebagai manusia, artinya Ia langsung menjabat Imam Besar dan setiap orang yang percaya kepadaNya menjadi imam. Imam yang di Bait Allah yang menyalibkannya dipecat, bahkan Tuhan telah membiarkan Bait Allah dihancurkan.

Oleh sebab itu pembaca yang terkasih, marilah kita tinggalkan hal-hal yang menyedihkan hati Tuhan, hal-hal yang menentangNya. Tinggalkan praktek keimamatan di gereja anda, dan berlakulah dengan benar sesuai dengan Alkitab. Anda adalah imam bagi diri sendiri dan bagi orang-orang berdosa yang perlu anda bawa kepada Tuhan, jangan ada orang yang menjadi imam atas anda, bahkan keimamatan anda adalah keimamatan yang rajani.

Mungkin ada yang berkata, “ah... Dr. Liauw, hanya anda yang benar?” Saya telah katakan bahwa dulu pun saya pernah melakukan kesalahan, mempraktekkan keimamatan, namun kini setelah saya sadar, tak mungkin saya lakukan lagi. Bahkan dengan tulisan ini saya ingin menyampaikan kebenaran untuk menghindarkan anda terus melakukan kesalahan yang menyakitkan hati Tuhan. Harapan saya bukan saya sendiri yang benar, melainkan sebanyak mungkin orang menjadi benar. Benar menurut siapa? Bukan benar menurut saya, melainkan benar menurut Alkitab. Kalau anda kehilangan standar ukur, pasti anda tidak bisa tahu mana yang benar dan yang salah. Tunjukkanlah bahwa saya salah dengan Alkitab, maka saya akan sangat berterima kasih kepada anda. Ingat, ada jalan disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut. ***

Tidak Ada Gereja Yang Sempurna, Itu Benar. Ada Gereja Yang Lebih Benar, Itu Benar.


Pedang Roh 54 Edisi LIV Tahun XIII Januari-Februari-Maret 2008


RUMUS MATEMATIKA KENAPA PRIA MASIH JOMBLO


--------------------------------------------------------------* * * * *------------------------------------------------------------

Tuesday, November 10, 2009

MENGHAPUS HUKUMAN MATI?

Belakangan ini, yaitu sesudah penggantungan Saddam Husein beserta dua orang pembantunya, para pemimpin Eropa bersuara lantang dan berusaha gencar mendorong semua negara di dunia untuk menghapus hukuman mati. Bagi setiap orang Kristen yang peduli akan kebenaran pasti akan bertanya, sesungguhnya apa kata Alkitab tentang hukuman mati? Apakah hukuman mati alkitabiah? Dan apakah hukuman mati itu sebuah tindakan yang adil? Dan apakah hukuman mati itu tindakan yang manusiawi?

SECARA ALKITABIAH

Semua berawal dari penciptaan manusia oleh Allah yang berdasarkan pada gambar dan rupa Allah (Kej.1:26-27). Para theolog berdebat tentang gambar dan rupa Allah karena manusia diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Ada theolog yang berkata bahwa itu menunjuk kepada manusia yang adalah makhluk roh karena Allah itu roh adanya (Yoh.4:24). Jadi mereka ingin mengatakan bahwa Allah tidak ada bentuk dan rupa.

Namun ketika Filipus ingin melihat Allah Bapa, Tuhan Yesus berkata kepadanya, "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?(Yoh.14:9-10).

Kemudian dalam Ibrani 10:5, dikatakan bahwa "Engkau telah menyediakan tubuh bagiKU" menunjuk kepada penyediaan tubuh bagi Kristus oleh Allah Bapa sehingga Ia memiliki gambar dan rupa. Dan Adam diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Kristus yang adalah pribadi kedua illahi. Jadi sesungguhnya tubuh Adam itu diciptakan sesuai dengan gambar dan rupa Kristus, bukan tubuh Kristus sesuai dengan tubuh Adam. Ketika Allah Tri-Tunggal hendak menciptakan manusia, salah satu pribadi illahi berkata, "baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, . . ." Gambar dan rupa yang dimaksudkan ialah gambar dan rupa Kristus.

Tujuan penciptaannya sangat jelas yaitu supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut, dan burung-burung di udara, dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.

Allah ingin agar manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar dan rupaNya bisa dilihat oleh ikan-ikan, burung-burung dan semua binatang sebagai wakil Allah yang akan memerintah mereka. Allah mau agar kehadiran manusia di antara semua ciptaanNya dapat dilihat sebagai kehadiran Allah pencipta mereka.

Itulah sebabnya Allah menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupa Allah. Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, manusia dikatakan memiliki kemuliaan Allah dan tentu tidak memiliki kekuasaan Allah.

Semua binatang akan takluk kepada manusia karena kehadiran manusia dilihat sebagai kehadiran gambar dan rupa Allah. Setelah manusia jatuh kedalam dosa, manusia dikatakan telah kehilangan kemuliaan Allah (Rom.3:23). Tetapi manusia tetap adalah gambar dan rupa Allah.

Ketika Kain membunuh Habel, sesungguhnya Kain telah membunuh salah satu gambar dan rupa Allah. Kain menyadari bahwa ia akan dibalas dengan hukuman yang setimpal yaitu dibunuh oleh saudaranya yang lain. Tetapi karena Allah belum mengumumkan tentang hukuman bagi orang yang membunuh gambar dan rupaNya, maka Kain diampuni. Kain hanya dibuang, bagaikan pembuangan kriminal ke pulau pembuangan, dan dikutuk. Kain merasa hukumannya terlalu berat sama seperti semua kriminal dan pembelanya yang selalu merasa hukumannya terlalu berat tanpa membandingkan dengan akibat yang telah ditimbulkannya pada korbannya.

Sesudah masa deluvien (air bah), Allah memberi aturan bagi orang-orang bahkan binatang yang menyerang gambar dan rupa Allah. Dikatakan dalam Kejadian 9:5-6, "Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang Aku akan menuntutnya, dan dari setiap manusia Aku akan menuntut nyawa sesama manusia. Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri."

TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH

Jika setiap manusia yang dibunuh, lalu anggota keluarganya berusaha mencari si pembunuh dan berusaha membunuhnya, maka akan terjadi bunuh membunuh yang tidak ada habis-habisnya. Rasul Paulus menjelaskan dalam Roma 13:1-7 tentang fungsi pemerintah. Dikatakan dengan jelas bahwa pemerintah adalah penyandang pedang yang akan menghukum para penjahat (kriminal).

Jadi jelas sekali bahwa orang yang anggota keluarganya dibunuh tidak perlu repot-repot mengurus pembalasan karena pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab itu. Bahkan kita orang Kristen harus mengampuni penjahat itu karena kita tidak boleh menghukum seseorang bahkan tidak boleh membenci orang. Tetapi pemerintah tidak boleh tergantung pada keluarga korban karena penjahat tersebut bukan saja bersalah kepada keluarga korban, melainkan bersalah kepada masyarakat beradab dan terutama bersalah kepada Tuhan yang menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupaNya.

Pada ayat tersebut di atas dikatakan alasan seorang pembunuh harus dibunuh adalah karena yang dibunuh itu adalah manusia YANG DICIPTAKAN SESUAI DENGAN GAMBAR DAN RUPA ALLAH. Karena barang siapa yang menyerang gambar dan rupa Allah sama dengan menyerang Allah.

Jadi, kalau Allah pencipta manusia telah menetapkan bahwa kalau seorang manusia dibunuh secara sengaja dan terencana, maka orang itu harus dibunuh oleh pemerintah, maka sebagai orang Kristen yang alkitabiah kita harus mendukung keputusan Allah. Bagi Allah barang siapa dengan sengaja mencabut hak hidup manusia lain, sama dengan ia telah mencabut hak hidup dirinya sendiri.

DARI SEGI KEADILAN

Misalnya sepasang suami-istri memiliki seorang putra yang sangat mereka kasihi, dan ia menjadi tumpuan harapan mereka untuk memelihara mereka di hari tua mereka. Anak yang menjadi harapan mereka ini kemudian mereka sekolahkan dengan seluruh kemampuan mereka hingga keluar negeri dan selesai serta kembali. Suatu hari ia sedang berjalan di sebuah gang, tiba-tiba ia dicegat oleh seorang pemuda tak berpekerjaan untuk merampoknya. Karena ia melawan kemudian ia dibunuh dengan satu kali tusukan pisau di jantungnya.

Adilkah jika pembunuhnya hanya dihukum 20 tahun penjara? Adilkah jika sang pembunuh dihukum seumur hidup? Masihkah boleh ia menikmati hidup sekalipun di dalam penjara? Sementara sepasang orang tua kehilangan harapan hati mereka, bahkan kehilangan semangat hidup mereka. Bukankah sesungguhnya pembunuh itu telah membunuh tiga orang karena satu orang meninggal, dua orang kehilangan semangat hidup.

Sepasang suami-istri dikaruniai seorang putri yang cantik, satu-satunya. Hidup mereka berdua berpusat pada putri mereka. Ia adalah sukacita mereka, semangat hidup mereka bahkan pusat dari ucapan syukur mereka kepada Allah yang telah mengaruniakan seorang putri kepada mereka.

Ketika suatu hari putri mereka yang sudah hampir menikah dengan seorang yang sangat sukses, pulang menumpang sebuah taxi. Ia ternyata dibawa ke sebuah lokasi, diperkosa secara bergilir tiga orang, dan agar tidak ada saksi mereka memilih membunuhnya. Karena bingung untuk membuang mayatnya, mereka memutilasi mayat seorang wanita cantik yang beberapa bulan lagi akan menikah.

Setelah tertangkap, hukuman apakah yang ADIL yang patut dijatuhkan kepada ketiga pemerkosa dan pembunuh yang tidak menghargai hak hidup manusia? Patutkah mereka menuntut orang lain untuk menghargai hak hidup mereka sementara mereka tidak ada rasa hormat sedikit pun terhadap hak hidup seorang wanita yang memiliki masa depan dan menjadi pusat sukacita dan semangat hidup kedua orang tuanya?

Pembaca yang berakal sehat, masih ada banyak cerita lain lagi yang mungkin lebih memiluhkan dari kedua cerita di atas. Negara adalah institusi yang Tuhan tetapkan untuk membalaskan kejahatan manusia terhadap manusia lain. Negara tidak berhak mengurus masalah antar manusia dengan Allah. Negara bertanggung jawab mengurus antar manusia (rakyatnya) dengan seadil-adilnya. Kata ADIL dalam hal hukuman sesungguhnya artinya sepantaran dengan kerugian yang ditimbulkannya.

Bagaimanakah pendapat pembaca jika anda dirampok sebesar 100 juta rupiah, kemudian pemerintah menjatuhkan hukuman atas perampok untuk mengembalikan hanya 50 juta rupiah? Kalau hal demikian terjadi maka banyak orang akan merampok, dan kalau tertangkap maka ia akan untung 50% dan kalau tidak tertangkap akan untung 100%.

Seseorang telah dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Hukuman apalagi yang nilainya sepantaran dengan nyawa? Hukuman apalagi yang lebih adil daripada mencabut nyawanya juga? Ketika seseorang dengan sengaja dan terencana mencabut nyawa orang lain, maka ia kehilangan hak atas nyawanya sendiri.

PERINGATAN BAGI MANUSIA LAIN

Sesungguhnya yang ingin dicapai dari penjatuhan hukuman itu bukan hanya unsur adil namun juga sebuah peringatan bagi manusia lain agar tidak melakukan hal yang sama.

Ancaman hukuman yang berat adalah cara yang paling jitu untuk memperingatkan manusia terhadap suatu tindakan yang kita semua tidak mau itu terjadi. Dalam kitab PL Allah menetapkan kasus yang pelanggarnya diancam hukuman mati. Ada banyak sekali kasus yang diancam hukuman mati, menikahi ibu sekaligus anaknya harus dihukum mati, bahkan bersetubuh dengan binatang ancaman hukumannya ialah hukuman mati (Im. 20:1415).

Bersetubuh dengan menantu juga diancam dengan hukuman mati. Dan masih banyak lagi kasus yang diancam hukuman mati. Tuhan memberi alasan mengapa ancaman hukumannya sedemikian berat pada bangsa Isarel adalah karena mereka ditetapkan sebagai bangsa yang kudus. Yang harus dipikirkan mereka setiap hari itu hidup kudus bukan berpikir untuk berdosa. Dosa dengan ancaman hukuman mati adalah dosa yang seharusnya membangkitkan bulu roma seseorang. Hukuman yang sedemikian berat itu tentu dimaksudkan agar tidak akan terbersit sedikit pun di dalam pikiran seseorang untuk melakukannya.

Coba pembaca bayangkan, kalau putri tunggal anda yang anda kasihi, diperkosa secara bergilir tiga orang, dan sesudahnya mereka memutilasi tubuhnya hingga puluhan bagian. Hukuman apakah yang setimpal dan yang bisa memperingatkan orang muda lain untuk tidak mengikuti jejak penjahat itu?

Tidak dapat dipungkiri bahwa semakin berat hukuman atas sebuah tindakan diancamkan, maka akan semakin sedikit pelakunya. Hasilnya tentu masyarakat akan hidup dalam kedamaian. Demikianlah sesungguhnya manfaat sebuah negara atau pemerintahan didiri kan di muka bumi. Kehadiran pemerintah harus menjadi ancaman bagi orang jahat dan pelindung bagi orang baik. Dengan kondisi demikian semua rakyat akan memiliki kedamaian dan kebebasan untuk beribadah kepada Allah sesuai keyakinannya.

PANDANGAN DUNIA

Koran Suara Pembaruan Rabu, 17 Januari 2007, pada halaman 19 memuat sebuah artikel berjudul Eropa Tuntut Penghapusan Hukuman Mati, menuliskan bahwa karena penghukuman mati Saddam Hussein dan kedua pembantunya telah menyebabkan para pemimpin negara Eropa berusaha keras di PBB untuk menekan negara-negara anggota PBB untuk menghapus hukuman mati. Adapun alasan pemimpin Eropa, seperti yang dikemukakan oleh Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso, "kami berpendapat, tidak ada manusia yang memiliki hak untuk mengambil nyawa manusia lain. Penolakan hukuman mati adalah masalah fundamental."

Penulis sangat setuju dengan pandangan Barroso, bahwa tidak ada satu pun manusia pribadi yang berhak mencabut nyawa orang lain. Itulah sebabnya barang siapa yang mencabut nyawa orang lain, harus dihukum sangat berat yaitu dicabut nyawanya. Dan yang berhak mencabut nyawa seseorang yang telah mencabut nyawa orang lain itu bukan pribadi manusia melainkan NEGARA. Pribadi orang tidak berhak mencabut nyawa orang lain, hanya negara dan setelah melalui proses hukum yang adil dan transparan serta mendapat prosedur pembelaan yang memadai.

Bahkan Editorial Media Indonesia menurunkan judul Bebas dari Hukuman Mati, yang isinya mengritik pemerintah Indonesia bahwa ia telah bertindak tidak konsisten dengan UUD 45, dengan mengutip pasal 28 ayat satu bahwa "hak hidup tiap orang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun." Menurut penulis, hukuman mati sama sekali tidak melanggar UUD 45 karena memang tidak boleh mengurangi hak hidup seseorang oleh keadaan. Hak hidup seseorang hilang karena perbuatan orang itu sendiri, yaitu ketika ia mengurangi hak hidup orang lain, bukan oleh keadaan. Ketika ia mencabut nyawa orang dengan sengaja dan terencana, maka itu sama dengan ia mencabut nyawa dirinya sendiri.

Pandangan dunia, terutama negara-negara Eropa yang telah membelakangan Tuhan akibat theolog Liberal yang calvinistik, seolah-olah Tuhan tidak bijaksana ketika Ia menetapkan hukuman mati. Mereka lebih bijaksana daripada Tuhan. Pencipta langit dan bumi tidak adil, merekalah yang lebih adil. Pencipta tidak mengasihi, merekalah yang lebih mengasihi.

Pandangan dunia yang telah dikendalikan iblis memfokuskan perhatian mereka kepada si pembunuh. Mereka simpati kepada pembunuh, berbelas kasihan kepada keluarga pembunuh, bahkan membela hak si pembunuh. Mereka melupakan korban yang sudah tiada, keluarga nya yang menderita kesedihan seumur hidup, orang tua korban yang terlantar karena putra harapan mereka telah tiada, anak-anak korban yang telah menjadi yatim-piatu dan tidak bisa meneruskan sekolah, istrinya yang telah menjadi janda sehingga terpaksa harus menjadi peminta-minta.

Seharusnya semua manusia yang waras menyerukan dipertahankannya hukuman mati, terutama kasus pembunuhan berencana dan sengaja. Siapapun yang tidak mau kehilangan anggota keluarga oleh pembunuhan harus mendukung ketetapan Tuhan agar pembunuh semakin berkurang di muka bumi.

KESIMPULAN

Ketika Alkitab menubuatkan bahwa menjelang kedatangan Tuhan maka kedurhakaan akan semakin bertambah, maka itu pasti akan digenapi.

Cara berpikirnya para pemimpin dunia, terutama pemimpin negara-negara Eropa yang semakin dipe ngaruhi iblis, akan mempersiapkan kea daan yang matang untuk menggenapi nubuatan Yesus Kristus itu. Kedurhakaan tidak akan semakin bertambah jika ancaman hukuman semakin berat namun sebaliknya kedurhakaan akan semakin bertambah apabila ancaman hukuman semakin ringan.

Contoh, "Apabila seseorang mencuri seekor lembu atau seekor domba dan membantainya atau menjualnya, maka ia harus membayar gantinya, yakni lima ekor lembu ganti lembu itu dan empat ekor domba ganti domba itu (Kel.22:1). Tuhan mengatur hukuman yang empat hingga lima kali lipat berat hukuman yang ditimpahkan kepada orang yang melakukan pencurian. Dan korban mendapat ganti rugi empat hingga lima kali lipat.

Di Indonesia kadang bisa terjadi hal yang aneh, yang disalahkan bisa jadi adalah yang menderita kecurian yaitu dimarahi karena tidak menjaga miliknya dengan hati-hati. Akibatnya hampir tidak ada penduduk kota Jakarta yang rumahnya tidak dipasangi pagar. Dan negara kita sesungguhnya dipenuhi pencuri. Pencurian terjadi dari istana presiden (hilangnya laptop), hingga kabel listrik yang menyalurkan listrik ke sebuah kampung.

Semua kekacauan bermasyarakat ini terjadi karena falsafah yang salah. Jika seorang pencuri tertangkap, dan jika ia dengan wajah yang memelas berkata bahwa motivasinya adalah karena tidak ada makanan, petugas hukum menjadi prihatin dan melupakan tugasnya sebagai penegak hukum yang seharusnya tidak memandang muka orang. Secara pribadi kita semua patut prihatin jika ada orang sampai tidak akan makanan. Tetapi siapapun yang prihatin, dialah yang memberi pertolongan termasuk memberikan makanan, bahkan jika petugas hukum merasa prihatin serta berbelas kasihan, ia bisa membagikan sebagian gajinya. Namun sebagai penegak hukum apapun keadaannya, bagaimanapun suasana hatinya, ia adalah seorang penegak hukum.

Hukuman mati, atau hukuman jenis lain yang diancamkan kepada pelaku yang lebih berat dari penderitaan korban yang diakibatkannya, adalah demi kepentingan bermasyarakat dan bernegara yang damai. Tidak ada manusia baik dan sehat pikiran yang tidak merindukan ketentraman.

Ketentraman, kedamaian, bahkan kemakmuran tidak mungkin bisa dicapai oleh sekelompok masyarakat yang tidak dilengkapi aturan hukum yang mengancam krimilal lebih berat dari kerusakan pada korban yang ditimbulkannya.

Terlebih lagi bagi masyarakat yang tidak mau menerima Injil. Bayangkan usaha damai dari Allah yang penuh kasih saja mereka tolak, maka tidak heran kalau mereka berani berbuat kejahatan yang sejahat-jahatnya. Dan kecenderungan hati mereka pasti mengatur hukum yang mengancam pelanggar hukum dengan ancaman yang seringan-ringannya.

Kiranya uraian singkat ini dapat mencelikkan mata orang-orang yang mencintai kebenaran dan kedamian.***(LHF).

PEDANG ROH Edisi 51--LI Tahun XI , April - Mei - Juni 2007

7 Keajaiban China

***MASA PERTAMA***



[1] Yang terdaftar pertama kali dari 7 keajaiban China tentu saja adalah Tembok Besar China. Ini adalah salah satu Tujuh Keajaiban Dunia. Membentang sepanjang 4000 miles, ini adalah satu-satunya struktur buatan manusia di bumi yang dapat dilihat dari bulan. Bangunan ini terletak di Beijing, ibukota China.



















[2] Berikutnya adalah The Forbidden City, istana kekaisaran Dinasti China. Ini adalah istana kuno terbesar di dunia. Membentang lebih dari tujuh juta kaki persegi dan berisi lebih dari 10.000 kamar, bangunan ini berumur lebih dari 500 tahun, dan dibangun untuk menggambarkan kekuatan politik China.


















[3] Terracotta Warriors digali dan ditemukan pada tahun 1974. Sekarang menjadi museum yang menyimpan semua oxidising terracottas. Di dekat bangunan ini terdapat makam Kaisar Qin. Hingga sekarang banyak misteri yang belum terungkap mengenai bangunan ini. Bangunan ini terletak di Xian, Shaanxi, China. Terrracotta Warriors dipercaya dibangun untuk menjaga kubu Qin's.


















[4] Biara Hanging yang terletak di Gunung Hengshan, Shaanxi, China. Dibangun lebih dari 1400 tahun yang lalu. Di bagian samping terdapat jurang yang curam, pada bagian ini bangunan ditahan dengan kayu beams, dan dengan struktur yang cukup kuat untuk menahan gempa bumi besar bahkan di tahun 1303.
















[5] Patung Buddha Leshan berlokasi di Leshan, Sichuan, China. Patung Buddha terbesar di dunia, patung ini diukir oleh rahib Buddha lebih dari 1000 tahun. Butuh waktu 90 tahun untuk menyelesaikan patung ini, mempunyai tinggi 233 kaki dan lebar 90 kaki.


















[6] Gunung Wudang, terletak di Wudang, Hubei, China. Di lereng Gunung Wudang terdapat candi, istana, dan jembatan yang sangat spectakuler. Juga termasuk kota keramat bagi negara china. Ia juga dikenal sebagai negara asal dari Kungfu Tai Chi dan Wudang Kung Fu.
















[7] Temple Zhai Shi Bao , yang terletak di Sungai Yangtze.

























***MASA KEDUA***




[1] Stadion nasional Beijing, lebih umum disebut dengan sebutan stadion Sarang Burung, adalah konstruksi baja terbesar di dunia, dapat menampung hingga 80 ribu. Digunakan sebagai tempat upacara pembukaan dan penutupan Beijing 2008 Summer Olympic Games.















[2] Beijing National Aquatics Center yang umum
nya dikenal sebagai water cube.














[3] CCTV Headquarters Tower, dengan tinggi 234m. Terletak di pusat bisnis Beijing dan cukup sederhana dengan bentuk geome
tris, tetapi bagaimana arsitek transformasi dalam bentuk formulir ini adalah benar-benar menakjubkan.




















[4] The new Beijing International Air
port. Ini adalah terminal bandara terbesar di dunia. Dirancang berdasarkan konsep naga legendaris, struktur ini tidak hanya terlihat besar, tetapi terlalu spektakuler.




















[5] Beijing CCTV Tower. Menara dengan struktur tallest di Beijing dan dibangun pada tahun 1992. Dengan ketinggian 405m dan pengamatan di dek 238m.






















[6] The Beijing National Theatre
yang terletak di Beijing. Bentuk struktur ini terlihat seperti sebuah telur dan itu adalah teater indoor terbesar di dunia. Ia dikelilingi oleh danau buatan manusia dan dapat dijangkau melalui sebuah terowongan bawah tanah.















[7] The China World Trade Center Tower 3, yang selesai tahun 2008. Berlokasi di Central Business District, menara ini berdiri di ketinggian 330m, dengan 74 lantai. Ini akan menjadi bagian dari China World Trade Center sama seperti dengan New York World Trade Center.



Sumber: http://cornellio.multiply.com/journal/item/263/7_Keajaiban_China

Monday, November 09, 2009

PENGANUGERAHAN GELAR PAHLAWAN NASIONAL BAGI LAKSAMANA MUDA JOHN LIE


Pada tanggal 9 November 2009, dalam rangka peringatan Hari Pahlawan, Presiden Republik Indonesia, menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional dan Bintang Mahaputera Adipradana kepada Alm. Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) yang berasal dari Sulawesi Utara. Gelar tersebut akan diserahkan kepada Ibu Margaretha Dharma Angkuw yang merupakan istri sekaligus pewaris tunggal dari Alm. Laksamana Muda John Lie, yang didampingi juga oleh keluarga dan Drs. Eddie Lembong dari Yayasan Nabil sebagai pengusul. Keputusan tersebut didasarkan atas pertimbangan Negara melalui Badan Pembina Pahlawan Pusat (BPPP) Departemen Sosial RI yang menilai bahwa jasa-jasa serta pengabdian yang diberikan Laksamana Muda John Lie kepada Republik Indonesia dalam dinas kemiliteran maupun pengabdiannya kepada masyarakat adalah tinggi nilainya.

Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) adalah perwira TNI AL yang melakukan penyelundupan senjata untuk kepentingan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari penjajahan Belanda dalam kurun waktu 1946-1949. Beliau merupakan salah satu tokoh TNI AL yang paling dicari oleh Angkatan Laut Belanda karena selalu mampu menembus blokade laut yang ketat. Kemudian memasuki masa kedaulatan RI, Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) tanpa henti turut mempertahankan keutuhan NKRI (1950-1967). Menurut kesaksian Jendral Besar A.H. Nasution (1988), prestasi John Lie ”tiada taranya di AL”, karena beliau adalah ”panglima armada [TNI AL] pada puncak-puncak krisis eksistensi Republik”, yakni dalam operasi-operasi terhadap RMS, PRRI dan Permesta. Disini John Lie memberikan jasanya dalam menjaga keutuhan NKRI. Di usia senjanya pun John Lie tetap berkarya di dalam bidang sosial kemasyarakatan (1968-1988), yakni memanusiakan orang-orang yang dimarjinalkan: kaum gelandangan dan pengemis. Adapun John Lie dilahirkan 9 Maret 1911 di Manado, wafat di Jakarta, 27 Agustus 1988 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) diusulkan oleh Yayasan Nabil sebagai Pahlawan Nasional melalui tahap-tahap yang panjang yang sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam undang-undang yang berlaku. Sebelumnya, salah satu anggota Dewan Pakar Yayasan Nabil, Dr. Asvi Warman Adam, sejak tahun 2003 menggagas ide bahwa Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) layak diusulkan sebagai Pahlawan Nasional. Atas dasar tersebut juga kemudian Yayasan Nabil menugaskan sejarawan muda asal Sulawesi Selatan, M. Nursam untuk menulis buku biografi perjuangan Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) sebagai salah satu prasyarat pengusulan. Peluncuran buku yang berjudul Memenuhi Panggilan Ibu Pertiwi diikuti oleh seminar nasional yang mengusung tema “Nilai-nilai Kepahlawanan Laksamana Muda John Lie” di Jakarta dan Manado (sebagai tempat kelahiran John Lie). Peluncuran dan seminar di Universitas Paramadina Jakarta dilangsungkan pada tanggal 4 Februari 2009, sedangkan di Gran Puri Manado pada tanggal 12 Februari 2009, dengan dukungan Universitas Sam Ratulangi dan Pemda Sulut.

Menindaklanjuti hasil seminar yang dihadiri berbagai kalangan, baik akademisi, tokoh masyarakat, tokoh militer, sejarahwan, mahasiswa, dan masyarakat umum, Yayasan Nabil kemudian secara resmi mengusulkan Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) untuk menjadi Pahlawan Nasional kepada Pemerintah RI melalui Badan Pembina Pahlawan Daerah Sulut (BPPD). Usulan ini kemudian diteruskan ke Badan Pembina Pahlawan Pusat (BPPP) melalui Departemen Sosial RI dengan melengkapi berbagai persyaratan yang diminta dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Yayasan Nabil dalam kesempatan ini mengucapkan terimakasih yang tulus kepada Pemerintah Indonesia yang telah mengangkat alm. Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) sebagai salah seorang Pahlawan Nasional di tahun 2009. Disamping itu, Yayasan Nabil juga mengucapkan terimakasih atas dukungan berbagai pihak yang telah ikut serta dalam upaya pengusulan alm. Laksamana Muda John Lie menjadi Pahlawan Nasional: pertama-tama kepada istri sekaligus pewaris tunggal almarhum John Lie, Ibu Margareta Dharma Angkuw, para pihak yang ikut menandatangani surat pengusulan: 1. Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Ph.D, 2. Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Donald Rumokoy, SH.MH, 3. Prof. Dr. Saparinah Sadli, 4. Prof. Dr. Ahmad Syafii Ma’arif, 5. Dr. Asvi Warman Adam, 6. Drs. Eddie Lembong, Apt Ketua Pendiri Yayasan Nabil, dan 7. Ronald Korompis tokoh masyarakat Sulut. Tidak ketinggalan pula dukungan yang secara khusus telah diberikan oleh Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, Kapolda Sulut Bp. Brigjen Bekto Suprapto dan semua pihak yang telah membantu secara langsung dan tidak langsung pengusulan alm. John Lie.

Pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Laksamana Muda John Lie, memiliki dimensi dan nilai tersendiri bagi bangsa Indonesia sebagai sebuah negara dengan berbagai suku, etnis dan agama. Figur Laksamana Muda TNI (Purn) Jahja Daniel Dharma (John Lie) memiliki beragam identitas, pertama-tama selaku warga TNI AL, kemudian sebagai orang Manado, disusul umat Kristiani dan unsur ketionghoaan berada di nomor yang kesekian. Dengan demikian, secara jelas dan berarti, Negara telah membuat Taman Sari Pahlawan Nasional bangsa ini menjadi lebih berwana, sebagaimana yang pernah disampaikan Dr. Asvi Warman Adam sebagai seorang sejarahwan: “jika John Lie diberikan gelar sebagai Pahlawan Nasional dengan dasar jasa-jasanya kepada Bangsa dan Negara, maka foto di “dinding bangsa” ini semakin lengkap mewakili keberagaman yang ada”.

Akhirnya Yayasan Nabil mengucapkan “Selamat” kepada keluarga Almarhum Laksamana Muda John Lie (Jahja Daniel Dharma) atas penganugerahan sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Republik Indonesia di tahun 2009.

Yayasan Nation Building (Nabil)

Jl. Limo No, 40, Permata Hijau, Senayan

Jakarta 12220, Indonesia.

Tel : (62-21) 7204383, 7200981 Ext 206,207

Fax : (62-21) 7260788

Email: yayasan_nabil@yahoo.co.id

Web: www.nabilfoundation.org

John Lie, Pahlawan Nasional dari Etnis Tiongho

GEREJA ALKITABIAH DAN MUSIKNYA

Pembahasan hari ini tentang mendengarkan musik yang sehat. Dan topik ini akan dibagi menjadi 2 bagian. Pada edisi ini kita akan membahas musik yang sehat dan yang tidak sehat. Apakah efeknya terhadap kita? Bagaimana kita mengidentifikasi musik yang tidak sehat itu? Dan juga bagaimana mengidentifikasi musik yang sehat? Kita akan melihat manakah musik yang sehat dan yang tidak sehat.

Mari kita memulainya dari pertanyaan: Memangnya ada musik yang sehat dan yang tidak sehat? Bukankah semua musik itu sebenarnya sama saja? Bukankah musik itu netral? Mungkin banyak orang berpikir bahwa musik itu netral. Bahwa nada C di musik yang satu itu sama sehatnya dengan nada C di musik yang lain. Bahwa musik itu sehat atau tidak sehat sangat tergantung apakah orang yang mendengarkannya suka atau tidak suka lagu itu. Kalau dia tidak suka dengan lagu itu,musik itu tidak baik, tetapi sebaliknya jika dia suka dengan musik itu dia akan merasa bahwa musik itu sehat. Tetapi benarkah demikian? Sebenarnya musik adalah suatu bahasa non-verbal, bahasa emosi, suatu bahasa yang me-nyampaikan dan mempengaruhi emosi dan bukan hanya mempengaruhi emosi, bahkan juga dapat mempengaruhi kita secara fisik.

Sebelum ini saya sudah melakukan riset melalui internet dan kebanyakan penelitian di luar negeri menyatakan bahwa musik itu dapat mempengaruhi kita baik itu secara emosional maupun fisik. Dan pembuat film di Hollywood pun sebenarnya sangat mengerti prinsip ini bahwa musik adalah suatu alat yang demikian kuat untuk mempengaruhi para penonton sehingga musik dalam satu film itu menempati suatu prioritas yang cukup tinggi dan merupakan satu bagian yang penting dalam film itu. Karena selain suatu film menggam-barkan adegan-adegan yang terdiri dari gambar dan juga kata-kata, musik background-nya sangat mempengaruhi para penonton. Musik dalam satu film bisa membuat para ibu yang menonton telenovela menangis tersedu-sedu atau juga bisa menciptakan keadaan tegang atau bisa memberikan suatu perasaan happy atau memberikan perasaan sedih.

Musik adalah alat yang begitu kuat untuk mempengaruhi para pendengar. Oleh sebab itu kita tahu bahwa musik itu adalah sesuatu yang demikian mempengaruhi kita maka ada baiknya kita mempelajari bagaimana efek-efek atau pengaruh dari musik itu terhadap diri kita.

Saya juga mengerti jika beberapa pembaca yang bertanya-tanya, mengapa Stasiun Radio Berita Klasik (RBK) suka sekali memperdengarkan lagu-lagu klasik dan bukannya lagu-lagu seperti Rock & Roll atau Heavy Metal, Rap, dsb.

Ini juga yang mungkin akan kita bahas, karena ini menyangkut selera, kebiasaan, kesukaan. Ini mungkin suatu masalah yang cukup sensitif. Namun demikian, apa yang akan saya katakan ini tidak ada maksud untuk menjelekkan siapa-siapa, atau kelompok musik manapun, tetapi lebih bertujuan untuk memberikan suatu wacana yang dapat dipikirkan bagi para pembaca sekalian dan supaya para pembaca dapat membuat keputusan berdasarkan informasi yang saya berikan. Tentunya saya tidak dapat memaksa siapapun juga untuk memiliki kesukaan2 yang sama dengan saya, memaksa untuk meninggalkan kebiasaannya, tetapi silakan para pendengar sendiri yang menilainya dan mencernanya dan kemudian mengambil keputusan sendiri berdasarkan informasi ini. Ini adalah informasi yang merefleksikan pengalaman dan juga penelitian yang dilakukan oleh berbagai orang yang kompeten dalam bidang musik.

Perbandingan antara Heavy Metal dan musik klasik karya Mozart (di radio diperdengarkan). Klip musik Heavy metal menggambarkan suasana yang hingar bingar yang menyampaikan suatu ketegangan, sedangkan klip musik klasik oleh Mozart menggambarkan suasana yang riang. Tanpa perlu dikatakan, efek yang dihasilkan oleh kedua musik ini bukanlah oleh kata-kata musik itu, karena memang tidak ada kata-katanya, tetapi lebih pada sifat dari musik itu sendiri. Jadi musik bisa menyampaikan suatu perasaan tegang atau riang. Seperti yang saya katakan tadi, musik adalah alat yang kuat mempengaruhi kita, dia dapat mempengaruhi tubuh kita. Musik tertentu akan memberikan efek tertentu dan musik lain akan memberikan efek yang lain juga.

Bagaimana detak jantung anda ketika mendengar musik Rock & Roll? Apakah detak jantung anda menjadi melambat, tenang ataukah sebaliknya jantung anda menjadi berdetup-detup kencang? Saya kira kesannya akan sama, kalau kita mendengarkan musik-musik seperti itu, misalnya Heavy metal atau Hard Rock, tubuh kita merespon dengan mempercepat detak jantung, dan juga menghasilkan adrenalin. Jadi, musik tidak netral, Musik mempengaruhi tubuh. Dan ada eksperimen yang dilakukan oleh Dorothy Retalach. Dorothy Retalach mempublikasikan sebuah buku berjudul The Sound of Music at Plants (Bunyi Musik pada Tumbuhan), dan di dalam bukunya dia menjelaskan tentang eksperimen-eksperiman yang dia lakukan di Colorado, Woman's College dan dalam eksperimen itu dia mendapatkan suatu hasil yang sama sekali tidak dia duga sebelumnya. Dalam eksperimennya yang pertama, dia menggunakan tiga ruangan yang berisi tanaman. Di ruangan yang pertama, dia memainkan suatu nada yang konstan selama 8 jam. Di ruangan yang kedua, dia memainkan nada yang sama selama 3 jam secara terputus-putus. Dan di ruangan ketiga, dia tidak memainkan nada apapun juga. Di dalam ruangan yang pertama tanaman-tanaman yang mendengarkan nada-nada yang konstan selama 8 jam sehari mati dalam waktu 14 hari. Dan tanaman ruangan kedua ternyata tumbuh sangat subur dan sehat bahkan lebih dari tanaman-tanaman yang tidak diperdengarkan nada sama sekali. Hasil ini sangat mirip dengan eksperimen yang dulu pernah dilakukan oleh perusahaan Mozart di tahun 1940-an untuk menentukan efek dari musik pada para pekerja pabrik.

Ketika musik itu diperdengarkan secara non-stop dan terus-menerus, para pekerja sepertinya lebih capek dan kurang produktif. Namun sebaliknya kalau musik itu diperdengarkan hanya pada saat-saat tertentu saja, dengan ada interval-intervalnya, para pekerja lebih produktif dan sigap daripada apabila tidak ada musik sama sekali.

Pada eksperimen berikutnya, Dorothy Retalach menggunakan dua ruangan. Di masing-masing ruangan dia taruh sebuah radio. Radio pertama memperdengarkan musik rock yang konstan selama 3 jam sehari dan di ruangan yang lain radio kedua memperdengarkan musik-musik yang kalem, lembut dan tenang. Dalam beberapa hari saja sudah terlihat perbedaan yang sangat mencolok. Dalam 5 hari, tanaman-tanaman yang mendengarkan musik-musik yang tenang dan kalem tumbuh dengan subur dan batang-batangnya mulai membengkok ke arah radio tersebut.

Namun sebaliknya di dalam ruangan lain yang mendengarkan stasiun rock pertumbuhannya sangat terhambat dan setengah dari daun-daunnya terlalu kecil. Setelah 14 hari, tanaman-tanaman yang mendengarkan musik yang tenang dan kalem ternyata sudah makin berkembang, sehat, hijau. Namun sebaliknya dengan yang diperdengarkan lagu rock, ternyata semua tanaman di situ makin lama makin tidak sehat, daunnya tidak hijau lagi dan batang-batangnya malah membengkok, menjauhi radio itu. Melalui eksperimen tersebut kita bisa melihat bahwa memang musik rock memiliki efek, dan ternyata efeknya negatif. Bahkan ada efek terhadap tumbuh-tumbuhan yang menurut kita tidak bisa mendengar dan merasa, apalagi manusia yang memiliki pikiran dan otak yang begitu kompleks yang bisa mendengarkan dan begitu mudah terpenga-ruh oleh musik. Bukankah efek-efeknya akan lebih terlihat dan lebih jelas bagi manusia daripada pada tanaman?

Menarik sekali eksperimen-eksperimen yang dilakukan oleh Ibu Dorothy Retalam ini. Dan dari eksperimen-eksperimen ini sebenarnya mengkonfirmasi pandangan bahwa memang musik-musik rock, terutama musik rock yang memiliki beat yang keras, hard rock, memiliki efek yang negatif terhadap tanaman dan juga manusia. Tetapi apakah yang salah dari musik hard rock itu? Apakah hanya karena kata-katanya? Sebenarnya permasalahannya bukan hanya pada kata-katanya saja, namun lebih kepada beat-nya.

Sebuah musik mempunyai 3 komponen dasar yaitu melodi, harmoni dan ritme / beat. Ketiga komponen ini merupakan dasar dari musik. Dan komponen yang ketiga yaitu ritme merupakan komponen musik yang berkorespondensi dengan bagian fisik manusia. Jadi, beat itu mempengaruhi tubuh manusia dan bisa mempengaruhi detak jantung kita. Apabila irama dari lagu itu memiliki beat yang cepat dan keras, tentu akan membuat detak jantung kita semakin cepat. Tetapi beat yang kalem dan lembut, itu justru akan memberikan efek yang sebaliknya yaitu menenangkan kita.

Lalu apanya yang bermasalah dengan hard rock itu? Masalahnya adalah pada beat-nya. Di dalam sebuah musik yang sehat seharusnya terjadi keseimbangan antara ketiga komponen tersebut yaitu harmoni, melodi, ritme. Tetapi yang kita dengarkan dari musik rock yang keras itu ada suatu ketimpangan yaitu bahwa musik hard rock memiliki beat yang sangat dominan dibandingkan melodi dan harmoninya. Kita masih ingat contoh klip musik tadi dimana yang terdengar adalah beat-nya yang mendentum dan komponen itu sedemikian dominannya sehingga komponen itu menutupi komponen yang lain yaitu harmoni dan melodinya. Dan beberapa eksperimen menunjukkan bahwa jenis musik yang semacam ini justru bukannya membuat tanaman menjadi sehat dan hijau, melainkan menjadi mati. Dan bukan hanya itu saja, musik rock seperti ini juga dapat menyebabkan ketagihan. Anda tidak percaya? Anda bisa membuat eksperimen sendiri di rumah.

Mungkin apabila anda gemar mendengarkan musik yang seperti ini, anda sudah sering mendengarkannya berjam-jam dalam satu hari. Cobalah anda buat eksperimen: Putuskan semua jenis musik ini selama 30 hari. Perhatikan apa yang akan terjadi! Orang yang sudah terbiasa dengan musik semacam ini jikalau dia putus secara tiba-tiba maka dia akan mengalami gejala-gejala sama dengan orang-orang yang mengalami gejala putus obat. Mengapa bisa demikian? Karena beat yang keras itu sebenarnya membangkitkan respon dalam tubuh kita, tubuh kita merasa tegang sehingga tubuh kita menghasilkan adrenalin, suatu zat yang berfungsi untuk merangsang saraf simpatis dalam tubuh kita dan sistem saraf simpatis inilah yang berfungsi mengatur respon-respon di dalam tubuh kita yang berkaitan dengan adanya bahaya. Jadi contohnya kalau kita sedang menghadapi satu tekanan atau bahaya maka tubuh kita akan merespon dengan menghasilkan lebih banyak adrenalin yaitu untuk membuat otot-otot kita lebih tegang, siap untuk digunakan misalnya untuk lari dan juga pupil mata kita akan membesar, dan juga sistem pencernaan kita akan ditekan, kita akan merasa lebih siap dan sigap, karena sistem saraf simpatis mengontrol apa yang kita sebut sebagai sistem fight or flee (bertarung atau kabur).

Adrenalin inilah yang membuat jantung kita berdetak dengan cepat, adrenalin inilah yang membuat perasaan senang seperti nge-fly. Adrenalinlah yang dihasilkan oleh tubuh manusia ketika seseorang naik roller coaster, ketika seseorang seolah-olah sedang jatuh, sehingga orang itu merasa seru sekali. Dan adrenalin ini bisa menimbulkan suatu perasaan senang. Itulah sebabnya mengapa laki-laki dikenal suka mengebut atau bertinju, karena dalam melakukan hal seperti itu adrenalin dalam tubuh kita mengalir sedemikian derasnya sehingga memberikan suatu perasaan enak pada diri kita. Dalam kasus mendengarkan musik rock & roll ini, ia juga memproduksi adrenalin. Dan jika seseorang sudah terbiasa mendengarkan musik yang keras berjam-jam sehari maka tubuhnya akan terbiasa memproduksi adrenalin dalam jumlah yang cukup tinggi dan tubuhnya akan terbiasa pada level adrenalin yang tinggi. Sehingga apa yang terjadi jika tiba-tiba musik itu diberhentikan? Tentunya level adrenalinnya akan turun dan bagi tubuhnya yang sudah terbiasa dengan level adrenalin yang tinggi, kehilangan adrenalin secara tiba-tiba akan membuatnya merasa lemas atau pusing, sulit berkonsentasi, suatu gejala yang mirip dengan orang yang hampir kehabisan efek obatnya. Anda boleh coba sendiri di rumah.

Musik rock menyebabkan efek yang sama seperti orang yang ketagihan dengan obat-obat candu. Dan seolah-olah tidak cukup saja segala keburukan dari musik hard rock itu. ternyata ada satu lagi karakteristik lain dari musik hard rock ini yang merusak tubuh kita yaitu volume atau besarnya suara dari musik rock itu. Biasanya dalam konser-konser rock kita mendengar dentuman yang begitu keras, sedemikian kerasnya hingga mencapai 130-160 desibel. Ini sebenarnya adalah suara yang luar biasa kerasnya. Kalau kita bandingkan, bahkan pesawat supersonik pun pada saat dia take off hanya mencapai tingkat suara 130 db sedangkan kebanyakan konser rock mencapai 140 db. Dan 130 db itu disebut sebagai ambang batas rasa sakit bagi telinga kita. Jadi jika kita mendengarkan suara yang berkekuatan sekitar 130 db maka kita akan merasa sakit, bayangkan orang-orang yang berdiri di depan speaker dari suatu konser rock! Betapa kerasnya suara itu. Kalau kita percaya bahwa tubuh manusia diciptakan oleh Allah yang Maha Kuasa dan ternyata Allah yang Maha Kuasa telah memberikan kita suatu gendang telinga yang mampu menahan suara hingga kira-kira 130 db baru dia akan merasakan sakit, tentunya sangat logis kalau kita berpikir bahwa sang Pencipta memang mendesain manusia tidak mendengarkan musik yang lebih keras daripada itu, sehingga Dia menciptakan telinga manusia yang mampu menahan volume sekeras itu tanpa merasakan sakit. Apabila seorang mendengarkan musik dan kemudian dia merasa sakit, itu merupakan suatu peringatan bagi tubuhnya bahwa itu sudah terlalu keras. Ada penelitian yang mengatakan bahwa mendengarkan suara yang lebih dari 150 db selama 15 menit akan menyebabkan kerusakan pendengaran yang permanen. Jadi, ditinjau dari sudut itu pun musik rock yang demikian keras itu merupakan musik yang tidak sehat bagi telinga kita. Namun sebenarnya permasa-lahan tidak berhenti di situ. Bukan hanya musik rock saja yang merupakan musik yang tidak sehat. Ada banyak jenis musik lain yang merupakan musik-musik yang tidak sehat.

Banyak gereja meninggalkan musik rohani yang sehat dan indah, mereka terseret oleh iblis ke dalam musik pop, rock, melalui tipuan kata-katanya yang tetap rohani. Tanpa mereka sadari mereka telah mengundang iblis ke dalam gereja, mempersilakan ia masuk melalui irama musik duniawi. Iblis terlalu cerdik bagi sebagian orang Kristen, sehingga ia begitu gampang menipu mereka. Dr. Suhento Liauw berkata, "jika irama musik di gereja anda tidak dapat dibedakan lagi dari irama musik dunia, maka kalau bukan dunia semakin rohani, sangat mungkin gereja anda semakin duniawi. (bersambung).

Artikel ini disalin dari siaran:
Radio Berita Klasik AM 828 Jabodetabek yang dibawakan oleh Ev. Andrew Liauw, S.Ked., M.Div. Beliau adalah putra bungsu Dr. Suhento Liauw, seorang Sarjana Kedokteran yang sedang menyelesaikan kedokteran umum sekaligus sedang menyelesaikan program M.Th. di GITS. Karena nilai bahasa Yunaninya mendekati sempurna, ia dipercaya mengajar bahasa Yunani sekalipun sedang belajar.

PEDANG ROH Edisi LIII (ke-53) Tahun XIII Oktober-November-Desember 2007

HUBUNGAN BAHASA LIDAH DENGAN ALKITAB

Banyak orang tidak mengetahui alasan kita percaya 66 kitab (Kejadian sampai Wahyu) adalah firman Allah. Akibatnya mereka kurang menghormati Alkitab, dan efek negatifnya tentu tidak bisa mengimani pernyataan-pernyataan Alkitab. Ketika manusia tidak menghargai Alkitab sebagai firman Allah, maka mereka tidak akan percaya akan Allah, apalagi pernyataan--pernyataan yang terkandung dalam Alkitab yang bertentangan dengan hipotesis--hipotesis ilmuwan.

Penyerangan Melalui "Ilmuwan"
Ketika ilmuan atheis mengemukakan bahwa tulang dinosaurus tertentu berumur jutaan tahun, yang mereka hitung berdasarkan asumsi mereka bahwa half-life uranium dan thorium itu 14 milar tahun. Tentu untuk percaya bahwa half-life uranium dan thorium sepanjang itu diperlukan iman karena tidak ada seorang pun yang sudah membuktikan bahwa itu benar. Sekali lagi sesungguhnya itu hanyalah asumsi dari "ilmuwan" arkheologi saja.

Penyerangan Melalui Theolog Liberal
Para theolog Liberal di Eropa, terutama dari Jerman, dan kemudian merambat ke USA, yang hidup dan makan dari gaji yang disediakan oleh negara (agama dan negara disatukan di Eropa), bukan menulis buku yang menjelaskan Alkitab melainkan yang mengritik Alkitab. Padahal kritikan mereka tentu tidak benar, misalnya Rudolf Bultmann yang menyatakan bahwa mujizat-mujizat dalam Alkitab sesungguh-nya adalah mithos yang perlu dihapus dengan proyek demithologized-nya. Hasilnya pada tahun 1923 sekitar 1300 pelayan Prebyterians menandatangani yang disebut Auburn Affermation yang isinya menyangkal kelahiran perawan, kebangkitan dan lain sebagainya.

Api iman kekristenan yang berkobar di Eropa dan Amerika disiram dengan air "ilmuwan" atheis tentang umur berbagai tulang dan theori evolusi mereka, serta diguyur buku-buku theolog Liberal yang menyebut Alkitab penuh salah, bahwa pentateuch bukan tulisan Musa, akhirnya iman itu menjadi padam hingga hanya tinggal kepulan asap dan puing-puing kekristenan.

Kita tahu bahwa ketika Alkitab diserang, maka korbannya ialah jiwa-jiwa yang akan binasa, dan hasil akhirnya ialah murka Allah. Kalau Alkitab bukan firman Allah yang berwibawa, mengapa seseorang harus membacanya bahkan mempercayainya?

Mengapa Percaya Alkitab?

Kitab Perjanjian Lama yang terdiri dari 39 kitab adalah warisan orang Yahudi yang ditugaskan Allah untuk menjaga firmanNya. Kitab itu sebenarnya terdiri dari tiga kelompok, yaitu kitab Taurat (5 kitab), kitab Para Nabi (Nabium 19 kitab), dan Mazmur (kethubim 12 kitab) dengan tiga kitab yang dibagi dua bagian maka total 39 kitab.

Selain itu adalah warisan Yahudi, ke-39 kitab juga dikutip oleh para penulis PB. Dan yang paling utama ialah Tuhan Yesus sendiri menyatakan tiga kelompok kitab tersebut berisikan nubuatan tentang diriNya. Jadi, kita tidak perlu ragu sedikit pun akan kitab PLyang telah ada di tangan kita.

Kitab PB yang terdiri dari 27 kitab kita terima sebagai firman Tuhan karena kita percaya bahwa Allah berbicara kepada kita melalui Rasul-rasul (I Tes.2:13). Tuhan Yesus telah menetapkan 12 Rasul sebagai saksi mata atas segala yang dilakukanNya, dan menambah satu Rasul (Paulus) sebagai pengajar doktrin ibadah Perjanjian Baru yang bukan lagi simbolik melainkan hakekat.

Ketigabelas Rasul tersebut diberi kuasa untuk melakukan mujizat sebagai bukti kerasulan mereka (II Kor.12:12). Yang tidak bisa melakukan mujizat itu bukan rasul Yesus Kristus dan yang melakukan mujizat itu adalah rasul Yesus Kristus. Seluruh kesaksian dan pengajaran para Rasul adalah benar dan patut diterima oleh setiap manusia. Tuhan memberi mereka kuasa untuk melakukan mujizat sebagai bukti kerasulan mereka atau sebagai bukti bahwa kesaksian dan pengajaran mereka berasal dariNya.

Tuhan hanya menetapkan 13 orang Rasul dan bersaksi serta mengajar melalui mereka. Jadi semua tulisan yang tersangkut-paut dengan mereka boleh disikapi sebagai firman Tuhan. Itulah sebabnya semua tulisan Rasul adalah firman Tuhan, dan tulisan-tulisan yang di-back up oleh Rasul, serta yang beredar di jemaat selagi Rasul masih hidup adalah firman Tuhan. Dua puluh tujuh kitab Perjanjian Baru yang di tangan kita hari ini adalah tulisan para Rasul, dan di-back up oleh Rasul (Injil Lukas & Markus), dan yang beredar di kalangan jemaat selagi salah satu Rasul masih hidup (Kisah Para Rasul, Yakobus, dan Yudas).

Serangan Kelompok Liberal
Kelompok Liberal menyerang Alkitab dengan cara yang tidak akan disadari oleh kaum awam, yaitu dengan mengarang buku introduktori Alkitab yang sengaja melempar keraguan terhadap kepenulisan Rasul Paulus atas surat Timotius, bahwa Markus lebih dulu ditulis daripada Maitus, bahwa Matius ditulis abad ke dua, yang akan berarti bukan oleh Rasul Matius, sehingga terjadi kekaburan tentang para penulis. Hasil akhirnya tentu orang Kristen menjadi ragu terhadap Alkitab yang di tangan mereka. Kalau orang Kristen saja telah ragu, apalagi orang-orang yang pada dasarnya adalah penentang Tuhan. Mereka sukses dipakai oleh iblis untuk menghancurkan kekristenan di Eropa. Pembaca yang budiman, dari sejarah kita seharusnya dapat pelajaran untuk bersikap hati-hati terhadap berbagai macam pengajaran kekristenan. Celakalah orang yang percaya sesuatu tanpa berpikir dan tanpa menyelidiki komposisi iman yang diyakininya.

Kharismatik Menyerang Alkitab
Banyak orang Kristen tidak tahu, bahkan mungkin para pengikut gerakan kharismatik juga, bahwa mereka sesung-guhnya mereka mengikuti sebuah gerakan dari anti-Kristus yang dasarnya adalah menyerang Alkitab. Siapapun yang membu-at statement demikian tentu harus bertang-gung jawab dan harus sanggup membukti-kan kebenaran pernyataannya.

Kita tahu bahwa hanya Rasul Kristus Yesus yang diberi kuasa melakukan mujizat untuk membuktikan kerasulan mereka agar kita percaya bahwa pengajaran dan tulisan mereka berasal dari Allah. Itulah dasar bagi kita untuk menerima semua tulisan bahkan yang beredar selagi masih Rasul, adalah firman Allah. Kita tahu bahwa sesudah Rasul Yohanes yang diasingkan ke pulau Patmos meninggal, maka selanjutnya tidak ada lagi orang yang berhak mengklaim diri sebagai Rasul Yesus Kristus. Maka kita juga percaya bahwa tidak ada orang yang diberi kuasa melakukan mujizat sepanjang zaman gereja karena jika ada maka status orang tersebut sekurang-kurangnya sederajat Rasul dan semua omongannya harus kita sikapi sebagai firman Allah. Bahkan kita diperingatkan berkali-kali untuk mewaspadai mesias palsu yang akan datang untuk melakukan mujizat palsunya.

Lalu gerakan Kharismatik mempromosikan mujizat palsu mereka, karena tidak ada satu kasus pun yang mereka gembar-gemborkan sebagai mujizat kesembuhan yang dapat dibuktikan secara klinis dan faktual. Biasanya yang mereka klaim sembuh adalah penyakit-penyakit yang bersifat psikis, misalnya sakit kepala dan lain sebagainya. Sedangkan penyakit kanker biasanya dengan sombong mereka klaim sembuh tetapi setelah suatu waktu yang bersangkutan meninggal. Masih segar di pikiran penyanyi terkenal yang diklaim Benny Hinn sudah sembuh akhirnya kita tahu sekarang telah meninggal. Orang-orang yang ikut KKR dan yang telah terkagum-kagum mengira benar-benar telah terjadi kesembuhan dan telah pulang serta bercerita ke daerah masing tidak tahu bahwa orang yang diklaim telah sembuh ternyata telah mati.

Para pembuat mujizat palsu mungkin hanya sekedar ingin sok-sokan serta mendapatkan materi yang berlimpahan tanpa menyadari bahwa mereka sedang dipakai oleh anti-Kristus untuk menghancurkan sikap manusia terhadap Alkitab yang mulia. Jika Benny Hinn atau Pariadji betul diberi karunia melakukan mujizat, maka mereka sama derajatnya dengan para Rasul atau seperti yang dikatakan oleh Benny Hinn bahwa para Rasul itu sama derajatnya dengan dia. Ia dirangsang iblis untuk mengangkat dirinya, padahal tindakan itu sama dengan menurunkan posisi para Rasul. Dan kalau posisi para Rasul diturunkan, otomatis derajat Alkitab juga diturunkan, karena diterimanya dua puluh tujuh kitab PB sebagai firman Allah itu karena aspek rasul yang mem-back up-nya.

Tentu setiap orang Kristen yang ikut menyanjung orang-orang tersebut di atas telah ikut ambil bagian menghadirkan tukang mujizat palsu, dan telah membantu menghancurkan image Alkitab yang mulia. Iblis sangat berkepentingan untuk menghancurkan image Alkitab karena jika ia berhasil efek pengaruhnya terhadap jiwa-jiwa manusia akan sangat besar.

Ketika Kahtleen Kultman sedang jaya dan mengklaim telah menyembuhkan banyak orang di USA, seorang Gembala gereja Baptis mengumumkan di koran, siapa yang disembuhkan oleh Kathleen silahkan datang untuk mengambil US $ 5,000.- namun tidak ada satu orang pun yang muncul. Saya (Suhento Liauw, Th.D) bermaksud mengumumkan agar orang yang disembuhkan oleh penyembuh palsu (tidak perlu menyebut nama) datang untuk menerima Rp.5 juta dengan bukti klinik, namun dinasehati oleh banyak pihak jangan, bukan karena mereka pikir ada yang sembuh, tetapi kata mereka di Indonesia terlalu banyak penipu dan pembuktian klinik di Indonesia bisa disuap.

Banyak orang beriman tanpa pengertian (Rom.10:1-3), sehingga menyebabkan penipuan rohani semakin marak karena hasilnya sangat menggiurkan. Kadang kita berpikir bahwa hanya orang bodoh saja yang tertipu. Tetapi setelah dipikir-pikir ternyata kontraktor besar, bahkan konglomerat pun ikut tertipu dan beriman tanpa pakai otak, maka akhirnya harus kita simpulkan bahwa masalah iman bukan masalah pintar bodoh melainkan masalah sikap cinta kebenaran serta kewaspadaan seseorang terhadap keselamatan jiwanya.

Mereka Bernubuat & Berbahasa Lidah
Mereka bernubuat dan mendirikan sekolah nabi secara membabi buta. Kalau setelah Alkitab selesai ditulis Allah masih mengutus nabi, maka nilai Alkitab turun menjadi salah satu firman Allah, bukan lagi satu-satunya firman Allah. Inilah yang ditargetkan oleh anti-Kristus sebelum ia menghan-curkannya secara total menjadi sama sekali bukan firman Allah.

Ketika kita tanya kepada orang Kharismatik, apakah mereka percaya Alkitab satu-satunya firman Allah, biasanya mereka segera menjawab ya. Tetapi setelah kita uraikan bahwa jawaban mereka mengandung implikasi bahwa mereka percaya Alkitab adalah sebuah kanon tertutup, mereka masih tetap akan menjawab ya. Dan kemudian kita teruskan bahwa kalau Alkitab adalah sebuah kanon yang tertutup maka itu berarti proses pewahyuan telah dihentikan sampai kitab Wahyu pasal terakhir ayat yang terakhir, mereka masih tetap akan menjawab ya. Kemudian kita teruskan nalar logis kita bahwa kalau kitab Wahyu adalah wahyu terakhir dari Allah maka berarti sesudahnya tidak ada wahyu yang turun dari Allah lagi, biasanya sampai di posisi ini masih ada orang Kharismatik yang menjawab ya. Tetapi ketika kita berkata bahwa kalau Allah tidak turunkan wahyu lagi maka berarti tidak ada lagi orang yang bernubuat atau berbahasa lidah yang berasal dari Allah, mereka menjadi bingung dan sepertinya kehilangan akal sehat.

Jika Alkitab bukan satu-satunya firman Allah, maka doktrin kekristenan bukanlah satu-satunya kebenaran. Kalau doktrin kekristenan bukan satu-satunya kebenaran rohani maka Yesus Kristus bukan satu-satunya Juruselamat. Tiap-tiap orang harus berhati-hati membuat statement dan harus mengerti penuh atas tiap-tiap statement yang dibuatnya.

Allah tidak menurunkan wahyu lagi setelah wahyu yang terakhir diturunkan. Kalangan Kharismatik lalu membohongi pengikut mereka dengan berkata bahwa wahyu sudah tidak ada tetapi rhema masih ada. Tentu mereka hanya bisa membohongi orang-orang yang tidak mengerti bahwa Yunani. Rhema adalah kata bahwa Yunani yang dalam Alkitab bahasa Indonesia diterjemahkan dengan "perkataan". Sedangkan kata wahyu atau apokalipsis itu artinya penyingkapan. Mungkinkah jika Allah sudah tidak menyingkapkan apa-apa lagi, namun masih tetap berkata-kata? Berkata-kata itu lebih dari sekedar menyingkapkan sesuatu!

Menjelang Pemilu 2004 mereka dengan tanpa pengertian menubuatkan si ini dan si itu akan menjadi presiden, namun kenyataannya nubuatan mereka tidak tergenapi, dan mereka tenang-tenang saja sama seperti nabi palsu di zaman Yeremia. Pengikut mereka juga sama seperti orang Israel zaman Yeremia yang dengan rela mengikuti para nabi palsu mereka. Hubungan mereka itu sudah seperti surat dengan prangkonya, kopi dengan gulanya, sudah saling menunjang. Sebab yang membuat nabi palsu dan "pendeta" mata duitan itu adalah para pengikut mereka. Karena memang banyak yang senang dibohongi, diucapkan kata-kata berkat yang indah-indah, maka sesuai hukum pasar, karena ada permintaan maka akan ada penyediaan barang.

Pada abad modern, sejak Spurling tahun 1886 mengucapkan bunyi-bunyian yang tidak bisa dimengerti, maka muncul-lah Gereja Sidang Jemaat Allah (The Assembly of God) dan seterusnya melahirkan Bethel, Pentakosta, dan kini terakulminasi ke dalam Gerakan Kharismatik. Semangat yang menggebu-gebu pengikut mereka sempat membuat acara mengeluarkan bunyi tanpa makna tersebut menjadi trend bagi sebagian orang Kristen yang tidak berpengertian. Ketika fenomena tersebut melanda kekristenan, para theolog dari kalangan Protestan dan Injili tidak memiliki argumentasi yang logis dan alkitabiah untuk membendungnya. Mereka biasanya hanya berkata bahwa itu tidak benar namun tidak memiliki argumentasi yang bisa memuaskan kaum muda mereka yang hanya mau menerima penjelasan yang logis. Akhirnya sekalipun kaum tua mereka menolak, namun kaum muda mereka habis ditelan oleh fenomena mujizat palsu, nubuatan palsu, dan bunyi-bunyian tanpa arti. Tentu iblis tersenyum geli melihat kaum tua Protestan dan Injil yang geram sendiri namun sudah pasti akan dikubur oleh kaum muda mereka. Setelah waktu berjalan dua atau tiga puluh tahun, maka terjadi pergeseran di gereja Protestan dan Injili, karena yang tua sebagiannya sudah dikubur, sedangkan yang dahulu pemuda kini sudah menjadi majelis. Iblis tahu bahwa memenangkan orang tua adalah proyek jangka pendek, sedangkan memenangkan orang muda adalah proyek jangka panjang.

Secara theologis jalan nalar kita adalah, jika Allah masih menurunkan wahyu sesudah kitab Wahyu 22:21 maka Alkitab bukan satu-satunya firman Allah, atau Alkitab bukan wahyu final. Dan kalau Alkitab bukan wahyu final maka berarti belum ada satu pun pengajaran final tentang cara masuk Sorga . Itu tidak mungkin! Allah yang mahatahu dan penuh hikmat telah menutup proses pewahyuan demi kita memiliki alat ukur yang pasti, yang tidak bisa dipendekkan dan dipanjangkan lagi. Itulah sebabnya Ia menutup pewahyuan hingga kita Wahyu pasal 22:21.

Alkitab adalah satu-satunya firman Allah. Ia adalah wahyu final dari Allah. Dan ia adalah alat ukur kebenaran yang Allah berikan kepada manusia. Orang Kristen yang berhikmat pasti percaya bahwa Alkitab tidak boleh ditambah lagi karena meteran yang sudah baku tidak boleh diperpangjang satu meter menjadi 120 centimeter. Segala bentuk usaha memperpanjang meteran kebenaran bukan datang dari pihak Allah melainkan dari pihak iblis.

Penulis sering dituduh membatasi Allah. Padahal kita tahu bahwa Allah-lah yang membatasi firmanNya agar firman itu menjadi ukuran yang pasti dan final. Iblis sengaja memakai sifat Allah yang tidak terbatas untuk membodohi sebagian orang agar mereka berpikir bahwa mempercayai proses pewahyuan telah berhenti sebagai tindakan membatasi Allah. Tentu kita percaya bahwa Allah mahabesar dan tidak terbatas, bahkan Ia sanggup menciptakan bumi baru dengan makhluk baru. Tetapi Ia membatasi firmanNya demi agar manusia memiliki standar kebenaran yang baku, pasti dan final.

Itulah sebabnya kita tidak bisa terima keberadaan wahyu sesudah kitab Wahyu 22:21. Sudah jelas wahyu sesudah kitab Wahyu itu bukan berasal dari Allah. Itu pasti berasal dari musuh Allah yang bermaksud mengacaukan wahyu Allah. Ia menurunkan wahyu bukan atas namanya sendiri melain-kan atas nama Allah (Mat.24:3-5).

Banyak orang Kristen tidak menyadari bahwa bahasa lidah yang terjadi pada zaman Rasul adalah proses pewahyuan. Orang-orang yang mendapat wahyu menyampaikannya dengan fenomena bahasa yang belum dipelajarinya agar orang-orang yang mendengarkan menjadi heran dan bisa menerima bahwa itu adalah firman Allah. Jelas sekali mereka bukan berkomat-kamit atau mengeluarkan bunyi-bunyian repetitif (ulang-ulang) yang tidak bermakna.

Sudah jelas sekali bahwa setelah proses pewahyuan selesai maka karunia berbahasa lidah (yang benar) sudah dihentikan. Selanjutnya iblis mewahyukan mantra kepada pengikutnya sebagai signal memanggilnya. Biasanya bunyi mantra memang tidak ada arti karena itu hanya sekedar signal untuk memberi isyarat bagi iblis untuk ambil kendali. Mereka saling memantra dan tidak ada orang yang bisa menerjemahkannya. Karena iblis memang serba salah, sebab kalau diterjemahkan sangat bisa itu adalahsuatu makian kepada Allah. Sebagian bahasa lidah tipuan memang ada penerjemahan secara sembarangan, dan itu menimbulkan pertanyaan, betulkah sumbernya dari Allah? Betulkah kata-kata itu dari Allah? Kalau betul maka itu adalah firman Allah yang di luar Alkitab (extra biblical). Akhirnya iblis menjadi serba salah, karena diterjemahkan salah, dan tidak diterjemahkan juga salah.

Kesimpulan
Tentu tidak terlalu sulit untuk menyimpulkan bahwa fenomena mujizat palsu yang dimunculkan sekelompok orang Kristen adalah usaha untuk mencari uang dan popularitas, dan tindakan itu sesungguhnya telah menghancurkan Alkitab yang ditulis oleh para Rasul. Semua tulisan para Rasul dan Nabi adalah firman Tuhan, dan Tuhan memete-raikannya dengan karunia mujizat kepada mereka. Para "dukun rohani" menggembar-gemborkan bahwa mereka memiliki kuasa melakukan mujizat telah mengacaukan konsep bahwa hanya Rasul dan Nabi saja yang diberi kuasa melakukan mujizat. Ketika pembuktian kerasulan dan kenabian menjadi kacau maka Alkitab yang adalah tulisan Nabi dan Rasul tentu ikut dikacaukan.

Terlebih lagi dengan aktivitas bernubuat palsu dan berbahasa lidah palsu mereka mengesankan bahwa proses pewahyuan masih terus berjalan sehingga Alkitab bukan satu-satunya firman Allah. Mereka sengaja mengesankan bahwa Allah masih berfirman melalui mereka, masih menurunkan wahyu kepada mereka, sehingga tersimpulkan di bawah sadar banyak orang Kristen bahwa mereka adalah orang istimewa. Mereka selalu membuat pengikut mereka merasa bahwa mereka manusia istimewa yang berkomunikasi langsung dengan Tuhan, sehingga doa mereka lebih didengar dan melalui mereka berkat akan diturunkan.

Jelas tindakan mereka sangat menghancurkan Alkitab, karena firman langsung Tuhan Yesus di kamar tidur mereka sama bahkan lebih berwibawa daripada ayat-ayat Alkitab. Pengikut-pengikut mereka sangat bersemangat bahkan hingga ibu-ibu tidak mengurus rumah tangga mereka demi bezuk dan ikut paduan suara dan keluarga menjadi berantakan. Seolah-olah ada kebangunan rohani di antara mereka, tetapi tidak jarang terjadi affair di antara pengerja yang sudah sering bernyanyi sambil berpegangan tangan.

Pembaca yang budiman, rasanya penulis sudah terlalu berterus terang, tidak memakai kata-kata kiasan. Harapan penulis adalah bahwa pembaca masih siuman, masih sadar diri, belum terhipnotis oleh fenomena-fenomena palsu yang disuguhkan para "dukun rohani." Mari, penulis ajak pembaca untuk menggunakan akal budi. Berpikirlah, apakah anda percaya bahwa Alkitab satu-satunya firman Allah? Bisakah anda menyadari segala fenomena dan berbagai gerakan yang sifatnya menghancurkan Alkitab? Berpikirlah, simpulkanlah sebuah kesimpulan untuk diri anda.***

PEDANG ROH Edisi LIII (ke-53) Tahun XIII Oktober-November-Desember 2007

BAHASA ROH/LIDAH?

Dalam mempelajari kebenaran Firman Tuhan, seringkali cabang ilmu pendukung dapat sangat membantu kita dalam memahami dan mengimani Firman Tuhan. Cabang Arkeologi, misalnya, telah banyak membuka wawasan manusia bahwa ternyata kejadian-kejadian, nama orang, adat istiadat, nama tempat, dan banyak hal lain lagi yang dicatat dalam Alkitab adalah benar, dan riil. Ketika tadinya banyak sekali pihak yang meragukan eksistensi suku "Het" yang sering disebut dalam Alkitab, maka setelah penemuan Arkeologi mendapatkan bahwa suku ini benar-benar ada, para pengritik pun dibungkamkan, dan kebenaran Alkitab menjadi nyata.

Topik bahasa lidah adalah topik yang penting untuk dipelajari dari Alkitab. Edisi Pedang Roh kali ini memang sengaja membahas topik yang sangat menarik ini, karena begitu banyak orang Kristen tidak tahu apa kata Alkitab tentang bahasa lidah. Mereka hanya ikut-ikutan terhadap apa yang mereka lihat sedang dilakukan oleh orang lain. Orang Kristen tidak boleh puas dengan sekedar ikut-ikutan, tetapi harus menggali dari Alkitab konsep bahasa lidah yang sejati. Dalam pembelajaran tentang bahasa lidah ini, ada cabang ilmu pendukung yang sangat membantu, yaitu sejarah.

Bagaimanakah sejarah dapat membantu kita mengerti lebih lanjut permasalahan bahasa lidah? Sebenarnya, kontroversi seputar bahasa lidah dapat disederhanakan menjadi dua bagian besar. Perdebatan pertama adalah: apakah bahasa lidah itu sebenarnya? Dengan kata lain, topik pertama adalah mengenai sifat bahasa lidah. Sedangkan perdebatan kedua adalah: apakah bahasa lidah masih ada hari ini? Topik ini membicarakan durasi dari karunia bahasa lidah. Nah, penyelidikan sejarah dapat membantu memberikan terang atas kedua aspek bahasa lidah tersebut - sifat dan durasinya.

Apakah bahasa lidah? Ada dua pandangan utama. Pandangan pertama adalah bahwa bahasa lidah, sebagaimana tercatat dalam Kisah Para Rasul pasal 2, adalah kemampuan untuk tiba-tiba, tanpa belajar, berbicara dalam bahasa-bahasa lain. Bahasa--bahasa lain yang dimaksud di sini adalah bahasa manusia yang eksis secara nyata. Menurut pandangan ini, jika ada orang lain yang kebetulan menguasai bahasa suku lain, maka ia dapat memahami bahasa lidah yang sedang diucapkan yang kebetulan adalah bahasanya. Pandangan kedua mengajukan, bahwa sesuai dengan yang banyak terlihat di kebaktian-kebaktian Kharismatik dan Pantekosta, bahasa lidah (mereka menggunakan istilah "bahasa roh" padahal dalam bahasa aslinya tidak ada kata roh) bukanlah bahasa yang eksis secara nyata, tetapi adalah serentetan bunyi yang dikeluarkan oleh pembicara, yang tidak beraturan, yang cenderung repetitif (suku kata tertentu diulangi berkali-kali), yang biasanya diucapkan dengan emosional dan cepat. Intinya, pandangan ini mengajukan bahasa lidah sebagai bunyi repetitif yang tidak beraturan dan tidak bermakna. Yang manakah yang benar? Tentu kita harus mengeceknya dari Firman Tuhan. Itu yang utama. Tetapi, sebagai pendukung, kita juga dapat melihat, yang manakah yang benar-benar merupakan gerakan dari Allah dalam sejarah.

Hal yang sama dapat dikatakan mengenai masalah durasi bahasa lidah. Apakah bahasa lidah masih berlaku hari ini? Jika tidak, sampai kapankah bahasa lidah tetap ada? Tentu sekali lagi jawaban utama harus disimpulkan dari pengajaran Alkitab, dan Pedang Roh membahas sisi Alkitab dengan mendalam di artikel lain. Untuk artikel ini, kita akan menggunakan sejarah untuk membantu kita dalam hal ini, dan melihat, sampai kapankah dalam sejarah terdapat bahasa lidah yang sejati? Mari kita masuk ke dalam pembahasannya.

Zaman Sebelum Masehi

Dalam catatan sejarah, sama sekali tidak ada sumber yang meyakinkan yang mencatat bahwa ada orang yang tanpa belajar, tiba-tiba bisa berbicara dalam bahasa lain, sebelum Masehi. Satu-satunya kejadian yang mendekati hal ini adalah kejadian pada saat Tuhan mengacaukan bahasa manusia di menara Babel. Pada saat itu, manusia yang tadinya satu bahasa, tiba-tiba berbahasa lain. Tetapi jelas, bahwa kejadian di menara Babel bukanlah karunia bahasa lidah.

Sebaliknya, ada cukup banyak catatan orang-orang yang "berbicara" mengeluarkan bunyi-bunyi tidak beraturan secara emosional. Yang mengejutkan adalah orang-orang ini kebanyakan dipercayai sedang "kerasukan" oleh dewa atau dewi tertentu. Mereka menjadi semacam jurubicara bagi dewa atau dewi tersebut. Penemuan arkeologi membeberkan bahwa bukanlah kejadian yang langka bagi penyembah dewa tertentu (seperti dewa Amon, Apollos, dll), untuk dirasuki pada waktu-waktu tertentu [George A. Barton, Archaeology and the Bible (Philadelphia: American Sunday School Union, 1916), hal. 353]. Saat mereka sedang dirasuki itulah, biasanya mereka akan komat-kamit secara tidak jelas, mengeluarkan bunyi-bunyi secara emosional, yang tidak memiliki makna bagi telinga manusia normal. Hal ini tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di berbagai "kebaktian" Kharismatik hari ini.

Jadi, catatan sejarah pada periode waktu ini menunjukkan bahwa bunyi-bunyi yang emosional tidak beraturan, banyak terjadi di kalangan penyembah berhala. Sedangkan kemampuan untuk tiba-tiba berbicara dalam bahasa lain hanya terjadi saat menara Babel, walaupun itu bukan karunia bahasa lidah, tetapi adalah intervensi Tuhan untuk membagi kelompok bahasa manusia.

Zaman Rasul-Rasul

Kita tidak akan membahas zaman ini terlalu mendetil, karena membahas zaman ini berarti membahas kejadian-kejadian yang tercatat dalam Alkitab, yang tentunya dibahas pada artikel lain. Tetapi, sedikit rangkuman dapat diberikan, yaitu bahwa dalam Alkitab, bahasa lidah adalah kemampuan untuk berbicara dalam bahasa lain, bukan bunyi-bunyi emosional yang tidak beraturan.

Zaman Kekristenan Awal

Zaman ini mencakup abad kedua hingga keempat, atau yang sering disebut sebagai zaman "bapa-bapa gereja." Ada tokoh-tokoh pada zaman ini yang menyinggung tentang bahasa lidah dalam tulisan mereka, sehingga kita dapat menyimpulkan pandangan mereka terhadap topik yang satu ini. Ada beberapa kutipan yang menjelaskan sifat dan durasi dari bahasa lidah.

Yang pertama adalah Irenaeus yang menyatakan, "Untuk alasan inilah sang rasul menyatakan, `Kami mengatakan kata-kata bijak di antara mereka yang sempurna,' dan memakai istilah "sempurna" untuk mengacu kepada mereka yang telah menerima Roh Allah, dan yang melalui Roh Allah, berbicara dalam semua jenis bahasa, sebagaimana Ia sendiri berbicara" [Irenaeus, "Against Heresies" Vol. I of the Ante Nicene Fathers, (The Ages Library Collections), buku 5, bab 6, hal. 1]. Jadi, jelas bahwa Irenaeus mengartikan bahasa lidah pada zaman rasul sebagai bahasa yang eksis yang riil dan nyata, bukan bunyi-bunyi emosional yang tidak beraturan.

Chrysostom, seorang tokoh lain yang hidup di abad keempat menulis tentang sifat bahasa lidah, "Barangsiapa yang dibaptis, ia langsung berbicara bahasa lidah dan bukan hanya bahasa lidah, tetapi banyak yang juga bernubuat, dan sebagian melakukan karya-karya yang ajaib. . . Dan yang satu langsung berbicara dalam Persia, dan yang lainnya dalam Romawi, yang lain dalam India, yang lainnya dalam bahasa lain:" [Chrysostom, "Homilies on First Corinthians," ed. Philip Schaff, Vol. XII of the Nicene and Post-Nicene Fathers, First Series, (The Ages Library Collections), bahasan 29, ay. 1,2]. Jadi jelas juga bahwa Chrysostom mendukung bahasa lidah sebagai bahasa sejati. Chrysostom juga menjelaskan tentang durasi bahasa lidah: "Seluruh perikop ini sangat remang: tetapi keremangan itu terjadi karena ketidak-tahuan kita sebab kejadian-kejadiannya sudah berakhir, yaitu dulu memang terjadi, tetapi sekarang tidak terjadi lagi" [Ibid]. Jadi, Chrysostom mengatakan bahwa pada zaman dia, bahasa lidah sudah berakhir.

Agustinus adalah tokoh yang sangat terkenal, dan dia mengatakan, "Pada waktu-waktu yang terdahulu, `Roh Kudus datang atas mereka yang percaya: dan mereka berbicara dengan bahasa-bahasa,' yang belum mereka pelajari, `dan sesuai dengan yang berikan oleh Roh kepada mereka.' Hal-hal ini adalah tanda-tanda untuk waktu itu. Karena sudah seharusnya bahwa tanda Roh Kudus terjadi dalam segala bahasa, untuk menunjukkan bahwa Injil Allah dimaksudkan untuk segala bahasa di bumi. Hal itu terjadi untuk menjadi suatu tanda, dan telah berakhir." [Augustine, "Ten Homilies on First John" Vol. VII of the Nicene and Post-Nicene Fathers, First Series, (The Ages Library Collections), bahasan 6, 10]. Kutipan di atas menunjukkan dua hal, yaitu bahwa Agustinus menganggap bahasa lidah sebagai bahasa yang nyata, bukan bunyi-bunyi tidak beraturan, dan juga bahwa bahasa lidah sudah berakhir pada zamannya.

Nah, bagaimana dengan pendukung bahasa lidah sebagai bunyi-bunyi tidak berarturan yang emosional? Apakah mereka memiliki pendukung dalam sejarah periode ini? Ternyata ada, yaitu kaum Montanis. Kaum Montanis dipimpin oleh Montanus, ia menekankan pengalaman emosional yang mirip Kharismatik hari ini, yaitu berbicara (sebenarnya berbunyi, karena tidak mengan-dung arti) tak beraturan secara emosional. Permasalahannya adalah, Montanus melaku-kan banyak kesalahan, salah satunya adalah menganggap proses pewahyuan terus berlang-sung. Oleh sebab itu, ia banyak bernubuat, dan nubuatnya terbukti salah. Salah satu nubuat-nya adalah akan ada perang, tetapi perang tidak kunjung datang [Eusebius, "The Church History of Eusebius," Vol. I of the Nicene and Post-Nicene Fathers, Second Series, (The Ages Library Collections), buku 5, bab 16].

Kesimpulannya adalah bahwa masyarakat Kristen umum percaya bahasa lidah adalah bahasa sejati yang dipakai oleh manusia yang sudah berhenti. Ada kelompok tertentu, yang dianggap sesat oleh yang lain, yang mempraktekkan bahasa (bunyi) sembarangan, dan mengklaimnya sebagai bahasa lidah.

Abad-Abad Pertengahan

Pada masa ini, Gereja Katolik menguasai kancah politik sekaligus agama. Dengan kekuasaan mereka, segala jenis gereja tandingan dihancurkan. Oleh sebab itu, tidak banyak catatan dari gereja-gereja lain, karena gereja-gereja lain sibuk melarikan diri dari ancaman Katolik. Dalam zaman yang penuh kekacauan ini, banyak terdapat catatan tentang berbagai tokoh Katolik, yang mendapat "bahasa" kacau yang tidak beraturan. Tetapi, sulit untuk memastikan kebenaran klaim-klaim ini, karena sering bertentangan. Ada beberapa klaim terjadinya kemampuan berbahasa lain secara spontan, misalnya atas diri Xavier, seorang misionari Katolik ke Cina dan Jepang. Tetapi, sekali lagi, catatannya kon-tradiktif, karena di tempat lain dikatakan bahwa Xavier mempelajari bahasa-bahasa tersebut [The Catholic University of America, New Catholic Encyclopedia, 2nd ed., 15 vol. (Farmington Hills, MI: Gale, 2003), VI, hal. 249].

Sebagai kesimpulan, pada masa ini tidak banyak catatan yang dapat dipercayai. Gromacki memberikan pandangan yang sangat benar bahwa, "Kecenderungan Roma Katolik untuk mengangkat dan mengkultuskan (bahwa) santo santa mereka harus selalu diingat ketika sedang mengevaluasi suatu klaim akan mujizat, apakah itu penyembuhan ataupun bahasa lidah.

Untuk alasan ini, klaim apapun akan glossolalia dari sumber-sumber Katolik harus dianggap tersangka" [Robert G. Gromacki, The Modern Tongues Movement (Grand Rapids: Baker Book House, 1972), 20]. Yang jelas, bahasa lidah bukanlah sesuatu yang umum terjadi, dan tidak dipraktekkan oleh orang-orang Kristen pada zaman ini.

Setelah Reformasi

Setelah Reformasi, mulailah terbit kebebasan beragama, dan berbagai aliran bermunculan. Satu hal yang menarik adalah bahwa para tokoh Reformator, tidak ada satu pun yang berbahasa lidah. Mereka juga tidak mendukung bahasa lidah. Bahkan menurut bahasa lidah sudah berhenti sejak abad mula-mula. John Calvin menulis dalam commentary-nya bahwa "karunia bahasa lidah, dan hal-hal lain seperti itu, sudah sejak lama berhenti dalam Jemaat; tetapi roh pengertian dan kelahiran kembali tetap berkuasa, dan akan selalu berkuasa" [John Calvin, Acts, diterj. Henry Beveridge, ed. Christopher Fetherstone, 2 vol. (Grand Rapids: Baker Book House, 1999), I, hal. 452]. Ini adalah kesaksian yang kuat, bahwa orang-orang yang memotori gerakan Reformasi, sama sekali tidak melihat bahasa lidah sebagai suatu karunia yang masih berlangsung, dan tidak merasa memerlukan bahasa lidah untuk membuktikan bahwa Allah sedang bekerja melalui mereka.

Bagaimanapun juga, ada beberapa kelompok yang mengklaim bahasa lidah pada zaman ini. Namun, mereka mempraktekkan bahasa lidah sebagai bunyi-bunyi emosional yang tidak beraturan, dan bukannya bahasa manusia yang nyata eksis. Contoh yang nyata adalah kelompok seperti Quakers dan Shakers. Masalahnya, kelompok-kelompok ini memiliki pandangan yang aneh-aneh. Quakers, contohnya, tidak melaksanakan baptisan, dan mereka tidak banyak memakai Alkitab, tetapi"dituntun oleh Roh Kudus dan terang yang ada dalam diri." Pandangan seperti ini jelas akan membuat mereka semakin sesat. Shakers lebih parah lagi. Dipimpin oleh seorang wanita, Ann Lee Stanley, kelompok ini menganggap Allah memiliki sisi laki-laki dan wanita, dan bahwa kedatangan kedua Yesus dipenuhi dalam diri Ann Lee Stanley. Kelompok lain yang mempraktekkan bahasa lidah antara lain adalah Mormon, yang adalah bidat yang sesat. Kelompok Camisard adalah segelintir orang-orang Protestan yang tinggal di pegunungan Cevennes, Perancis, yang menggunakan nubuat dan "bahasa lidah" untuk mendukung gerakan politik mereka melawan raja Perancis. Kelompok Jansenis adalah kelompok Katolik yang juga suka berbahasa lidah.

Jadi, memang banyak kelompok yang mempraktekkan bunyi-bunyi tidak beraturan, tetapi mereka mewakili spektrum theologi yang sangat bervariasi. Banyak di antara kelompok-kelompok ini sesat dan diyakini sebagai bidat. Tetapi semuanya mempraktek-kan bahasa lidah yang tidak dapat dibedakan satu dari yang lainnya, yaitu bunyi-bunyi emosional yang tidak beraturan. Hal ini membuat kita menyimpulkan lebih lanjut lagi, bahwa bunyi-bunyi emosional yang tidak beraturan itu bukanlah bahasa lidah sejati yang berasal dari Tuhan, karena Tuhan tidak akan memberikan karuniaNya bagi kelompok-kelompok sesat yang bahkan tidak lahir baru. Kita menyimpulkan, bersama dengan para tokoh Reformasi, bahwa bahasa lidah yang sejati adalah berbahasa dalam bahasa manusia lain yang nyata, yang tidak pernah dipelajari yang bersangkutan sebelumnya, dan bahwa karunia bahasa lidah ini sudah berhenti sejak abad pertama, bahkan sebelum proses pewahyuan berhenti.

Zaman Modern

Gerakan Pentakosta meledak pada awal abad ke-20, yaitu dimulai dengan"kebangkitan rohani" di Azusa. Gerakan Kharismatik, mulai pada pertengahan abad ke-20, dan adalah masuknya paham Pantekosta, terutama dalam hal nubuat, bahasa lidah, dan filosofi musik, ke gereja-gereja denominasi lain. Sejak munculnya kelompok Pentakosta dan Kharismatik itulah, orang percaya di seluruh dunia diperhadapkan dengan fenomena bahasa lidah yang terus menerus dilakukan oleh mereka. Tetapi, "bahasa lidah" yang dilakukan oleh kelompok Pentakosta dan Kharismatik adalah versi bunyi-bunyian yang emosional dan tidak beraturan. Hal ini tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, sekaligus fakta sejarah. Sejarah mencatat bahwa bunyi-bunyi tidak beraturan seperti itu dilakukan oleh penyembah berhala, oleh para aliran sesat, dan kelompok-kelompok dengan doktrin yang kacau. Sebaliknya, sejarah mencatat, bahwa bahasa lidah yang merupakan bahasa manusia nyata, telah berhenti sejak abad pertama. Memang, cukup banyak kaum Pentakosta/Kharismatik yang mereka, mengklaim dapat berbahasa lain, tetapi klaim-klaim ini tidak pernah terbukti. Setiap rekaman bahasa lidah pada kebaktian Kharismatik yang dianalisis, ternyata adalah serangkaian bunyi saja, dan bukan bahasa apapun.

Kesimpulannya adalah, bahwa kelompok Pentakosta dan Kharismatik tidak belajar dari sejarah maupun Firman Tuhan, sehingga mereka terjebak, dan melakukan sesuatu yang sama sekali bukan karunia dari Tuhan, melainkan suatu fenomena seperti yang terjadi pada para penyembah berhala segala zaman. Kami berharap, mereka segera sadar, dan kembali pada jalan yang benar.

Oleh: dr. Steven Liauw, S.Ked., M.p.,D.R.E. Dekan Akademik GITS

PEDANG ROH Edisi LIII (ke-53) Tahun XIII Oktober-November-Desember 2007

Sunday, November 08, 2009

Berita Mingguan 07 November 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

PELAYANAN ANAK-ANAK MUDA MENGATAKAN BAHWA YESUS YANG "COOL PARTY" AKAN SANGAT SUKA DENGAN VIDEO GAME "THE BEATLES"
Lane Palmer, dari organisasi Dare 2 Share, sebuah pelayanan anak muda interdenominasional , mengklaim bahwa Yesus akan menyukai sebuah video game baru, yaitu "The Beatles: Rock Band." Palmer bersukacita bahwa ini berarti "ribuan, jika bukan jutaan, remaja-remaja akan diperkenalkan kepada magic the Beatles," dan ia dapat membayangkan "Yesus dan para rasul sedang tertawa-tawa atas sebuah video game jika mereka punya PS3 abad pertama" ("Would Jesus Love `The Beatles: Rock Band?'" Palmer mendasarkan pernyataannya ini atas suatu kesalahpahaman besar tentang tindakan Yesus di pernikahan Kana sebagaimana dicatat dalam Yohanes 2. Dengan gaya khas emerging church, Palmer berpikir bahwa Yesus mengubah air menjadi anggur beralkohol dan dengan demikian meningkatkan "fun" kemabukan pesta pernikahan tersebut. Ia mengatakan, "[Yesus] ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial yang akan sangat bertentangan dengan orang-orang religius yang terlalu kaku. Mereka bukan marah karena Dia pergi ke pesta-pesta; mereka geram karena Dia sungguh bersenang-senang selama dalam pesta-pesta tersebut.... alasan Yesus pergi ke pesta adalah dan bersama-sama dengan "orang-orang berdosa" bukanlah untuk menghakimi atau menghukum mereka." Gerakan emerging church melihat dunia yang jatuh dalam dosa ini sebagai suatu pesta yang harus dinikmati, dan mereka dengan bebas berpartisipasi dalam musik, seni, fashion, dan film dunia. Mereka "berkomunikasi" dengan kebudayaan dunia bukannya menjauhinya dan telah menciptakan Yesus yang sesuai dengan keinginan mereka, tetapi yang jelas Yesus yang berpesta pora gaya emerging church hanyalah imajinasi manusia. Walaupun Yesus Kristus adalah teman orang berdosa, ikut dalam pernikahan dan acara makan-makan mereka, ia bukanlah "tukang pesta" (party animal). Ia menghidupi dan menyerukan kesalehan dalam segala situasi. Ia adalah seorang teman bagi orang berdosa sekaligus "terpisah dari orang berdosa" (Ibr. 7:26), karena kekudusanNya. Matius 11:9 mengatakan bahwa Kristus adalah "
seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa," namun itu adalah apa yang musuhNya katakan tentang Dia. Pada faktanya, dia bukanlah pelahap ataupun peminum. Dia adalah teman pemungut cukai dan orag berdosa bukan dalam hal Ia ikut berpesta dengan mereka tetapi bahwa Ia mengasihi mereka dan mencoba untuk menyelamatkan mereka. Kristus bukanlah "tidak menghakimi." Ia menegur dosa. Ia menyatakan ketamakan dari pemimpin muda yang kaya (Mat. 19:16-22) dan perselingkuhan wanita di sumur (Yoh. 4:16-18). Kristus sering memperingatkan tentang neraka yang kekal dan berapi-api (mis. Mat. 5:22, 29, 30, 7:19; 10:28; 11:23; 13:40, 42, 50; 23:33; Mar. 9:43-48; Yoh. 3:36). KhotbahNya yang pertama adalah "bertobatlah" (Mat. 4:17), dan Ia memperingatkan bahwa mereka yang tidak bertobat akan binasa (Luk. 13:3; Yoh. 3:36). Ia menyebut orang-orang sekelilingnya jahat (Mat. 7:11; 12:34). Ia memandang kepada orang-orang dengan amarah karena ketegaran hati mereka (Mar. 3:5). Ia memperingatkan orang agar berhenti berdosa (Yoh. 5:14; 8;11). Tidak ada dari hal-hal di atas yang terdengar "cool" dalam artian dunia, dan juga bukanlah cara yang efektif untuk tetap berpesta secara duniawi!

DAWKINS: PENULIS BUKU YANG BUTA
Richard Dawkins, penulis atheis dari buku "The Blind Watchmaker," mengklaim bahwa tidak ada bukti akan desain intelijen di alam semesta. Ia mengolok-olok argumen tentang desain, dan mengklaim bahwa di dunia ini, walaupun "sepertinya" ada desain, namun itu tidak benar karena naturalisme Darwin dapat menjelaskan segela sesuatu. Ia mengatakan bahwa para atheis harus bangga karena posisi mereka karena lebih superior dan lebih masuk akal daripada doktrin seorang Allah Pencipta. Alkitab berkata, "
Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih" (Roma 1:20). Jika hal-hal yang tidak nampak dari Allah dapat jelas terlihat dalam ciptaan, lalu mengapakah Richard Dawkins tidak dapat melihat mereka? Jawabannya adalah karena ia buta secara rohani. Saya memiliki seorang teman pengkhotbah yang buta di pegunungan Himalaya dan ia pernah berkhotbah di gereja kami di Kathmandu. Jika dia berkata kepada saya, "Saudara Cloud, saya telah mendengar bahwa ada gunung-gunung yang sangat indah tertutupi oleh salju di sekitar sini, tetapi saya tidak percaya karena saya tidak melihat mereka," maka saya akan berkata kepadanya, "Prem, kamu tidak dapat melihat mereka karena kamu buta. Saya dapat menggambarkannya bagimu, tetapi kamu tetap tidak dapat melihatnya." Prem tidak akan dapat melihat sampai nanti dalam tubuh kebangkitannya, dan Dawkins tidak akan dapat melihat kecuali ia merendahkan diri di hadapan Allah Pencipta yang Mahakuasa, mengakui kondisinya yang sesat dan pemberontakannya melawan Hukum Allah dan penghakiman Allah yang adil, dan mempercayakan dirinya kepada belas kasihan Allah dalam Yesus Kristus. Dawkins tidak memiliki apapun yang dapat dibanggakan, dia adalah pembuat buku yang buta. Di hadapan argumen "pembuat jam," dia hanya dapat berdalih sana sini dengan mitos-mitos Darwinian, tetapi ia tidak dapat membuktikannya salah. Pada kenyataannya, memang argumen "pembuat jam" ini tidak dapat dilawan. Kompleksitas dan desain yang luar biasa dan desain yang kita temui di alam semesta – desain sayap, mata, jantung, otak, kupu-kupu, DNA, polinas, intelijen manusia – tidak dapat dijelaskan oleh "selesksi alam" atau "mutasi kebetulan," dan juga tidak dapat dipatahkan hanya dengan mitos Darwin bahwa segalanya "ya memang demikian dari awalnya."
Editor: Argumen "Pembuat Jam" atau "The Watchmaker" adalah sebagai berikut: Jika seseorang menemukan sebuah jam yang berfungsi dengan baik di pinggir pantai, apakah yang akan ia pikirkan? Melihat adanya suatu alat yang kompleks dan bekerja dengan baik, kesimpulannya pastilah ada yang membuat jam tersebut. Tidak mungkin jam itu terjadi dengan sendirinya. Jikalau kita dapat berkata demikian tentang sebuah jam, apalagi alam semesta kita yang jauh lebih kompleks dibandingkan dengan jam tangan.

SEORANG KRISTEN DIPECAT KARENA MENYATAKAN KEPERCAYAANNYA TENTANG PERNIKAHAN TRADISIONAL

Pada bulan Agustus, Peter Vadala dipecat oleh Brookstone Corporation karena memberitahu seorang rekan kerjanya yang lesbian bahwa iman Kristianinya tidak menerima pernikahan sesama jenis. Hal ini terjadi saat dia sedang bekerja sebagai wakil manager toko Brookstone tersebut di Bandara Udara Logan di Boston, setelah dia diusik seharian oleh rekan kerja tersebut, yang terus menerus berlagak bahwa dia sebentar lagi akan "menikah." Si wanita lesbian itu kemudian menghubungi departemen Sumber Daya Manusia, dan dua hari kemudian Vadala dipecat ("Massachussets man Fired from Corporation over Christian Belief in Traditional Marriage," MassResistance. org, 30 Oktober 2009). Perusahaan itu memberitahu Peter bahwa "di negara bagian Massachusetts, pernikahan sesama jenis itu legal" dan bahwa tindakannya dinilai "tidak pantas" dan merupakan "serangan." Dia bahkan dituduh "memaksakan kepercayaannya" terhadap orang lain. Hmm, betapa "tolerannya" orang-orang homoseksual.

Berita Mingguan 31 Oktober 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

VISI MASA DEPAN YANG MENAKUTKAN DARI CHARLES DARWIN
Charles Darwin percaya bahwa manusia berevolusi dari dunia binatang melalui proses seleksi alami (natural selection) atau yang disebut juga survival of the fittest (yang paling fit yang bertahan hidup), dan dia memprediksikan bahwa pergumulan ini akan mengakibatkan punahnya “ras-ras” manusia yang kurang berevolusi. Dalam bukunya yang terbit tahun 1871, The Descent of Man, Darwin menulis, “Di suatu periode di masa depan, tidak perlu sampai berabad-abad lagi, ras-ras manusia yang beradab hampir pasti akan memunahkan, dan menggantikan, ras-ras buas di seluruh dunia. Pada saat yang sama, kera-kera yang mirip manusia, sebagaimana dikomentari oleh Profesor Schaaffhausen, pastinya akan terpunahkan. Perbedaan antara manusia dan sekutunya yang paling dekat akan semakin jauh, dan akan memisahkan antara manusia yang lebih beradab dibandingkan dengan ras Kaukasian, dengan kera-kera yang rendah seperti babon, bukan lagi dengan ras negro atau Australian dan gorilla” (bab vi). Jadi, Darwin percaya bahwa orang-orang Negro dan para aborigin di Australia berada lebih rendah dalam skala evolusi dibandingkan dengan ras Kaukasian, dan bahwa “ras-ras buas” ini akan segera punah dan digantikan dengan manusia yang telah berevolusi “bahkan” lebih superior dibandingkan Kaukasian. Pernyataan seperti ini adalah bentuk rasisme yang paling parah, dan “ilmu pengetahuan” demikian, yang adalah hasil dari skeptikisme anti-Allah di mana Darwin tumbuh besar, yang akhirnya memimpin kepada kamp-kamp pembunuhan Hitler. Kata “eugenics” diciptakan oleh sepupunya Darwin, Francis Galton. Eugenics adalah usaha untuk memperbaiki “ras” manusia dengan cara kontrol kelahiran, aborsi, dan euthanasia. Dalam bukunya, Hereditary Genius, Galton menantikan suatu waktu “ketika populasi bumi akan secara ketat diatur dalam hal jumlah dan kecocokan ras, sama seperti domba-domba dalam peternakan yang terorganisir baik. Putri Charles Darwin, Henrietta, dan suaminya Robert Litchfield, adalah pendukung eugenics yang bersemangat. Putra Charles, Leonard, adalah presiden dari First International Congress of Eugenics. Ia menyayangkan bahwa orang-orang yang “tidak fit” tidak lagi dibunuh oleh kelaparan dan penyakit, tetapi “dipertahankan dengan penuh perhatian, dan karenanya dapat mereproduksikan jenis seperti mereka.” Putra lainnya, George Darwin, mendukung mempermudah perceraian dan kontrasepsi untuk agar survival of the fittest (yang paling fit yang bertahan hidup) dapat berlansung dengan baik, dan ini bahkan sebelum revolusi seksual di tahun 1960an. Seorang cucunya, Charles Galton Darwin, seorang tokoh besar dalam Proyek Manhattan, adalah presiden dari Masyarakat Eugenics dari tahun 1953-59. Margaret Sanger, sang atheis yang mendirikan Planned Parenthood, adalah seorang pendukung eugenics yang bersemangat. Hitler memuji eugenics dalam Mein Kampf, tetapi sebagaimana Dr. Benjamin Wiker, dalam bukunya The Darwin Myth, mengatakan, “masalah fundamental dalam Darwinisme bukanlah karena ia memimpin kepada Nazisme, tetapi bahwa ia dapat memimpin kepada apa saja” (hal. 147). Darwinisme menghancurkan dasar dari hukum moral apapun.

PEMIMPIN EMERGING CHURCH MENGATAKAN BAHWA OSAMA BIN LADEN MEMILIKI “PERCIKAN ILAHI”
Shane Hipps, co-pastor dengan Rob Bell di Mars Hill Bible Church di Grandville, Michigan, membuat pernyataan berikut tanggal 5 Oktober 2008, dalam sebuah seri khotbah tentang Injil Yohanes: “Yesus adalah penyatu terhebat berbagai cara yang berbeda untuk melihat dunia. Memiliki suatu identitas agamawi dengan batasan tertentu, mengetahui bahwa anda berbeda dengan agama lain, ini semua bukan masalah. Yohanes bukan mencoba untuk menghilangkan itu. Ia mencoba untuk menunjukkan sesuatu yang mengatasi hal-hal ini. Kehilangan identitas agama anda sama seperti kehilangan layar kapal di tengah lautan. Layar kapal itu ibarat agama. Angin adalah roh. Anda memerlukan layar untuk dapat menangkap angin, untuk mempergunakan angin. Tetapi anda perlu sadar bahwa layar itu bukanlah angin….Hanya karena kita mengklaim Yesus sebagai pusat dari agama kita, tidak membuat kita menjadi anginnya Allah. Ini hanya berarti bahwa kita memiliki layar yang berbeda…..Inilah yang Yohanes lakukan, dan hal ini sangat inovatif, dan sangat mengganggu, bahwa ia sedang menundang kita melampaui hal-hal yang menciptakan perbedaan di antara kita….Oleh sebab itulah dikatakan [logos atau firman] adalah terang dan hidup dari semua orang. Tidak dikatakan ia adalah terang dan hidup bagi orang-orang yang percaya Yesus. Logos ini mempengaruhi semua orang, termasuk Osama bin Laden. Selama dia bernafas, di dalam dirinya ada percikan ilahi”
CATATAN DARI SDR. CLOUD: Hipps mengutip suatu “terjemahan” yang aneh akan Yohanes 1:9 atau membuat terjemahannya sendiri, sehingga mengubah kata-kata “terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia,” menjadi “ia adalah terang dan hidup bagi semua orang.” Sebenarnya, Yesus memberikan terang kepada semua orang melalui penciptaan (Rom. 1:20), hati nurani (Rom 2:14-15), dan Kitab Suci (Mar. 16:15), tetapi ini tidak membenarkan kesesatan yang parah dari gerakan emerging churches bahwa ada “percikan ilahi” dalam setiap manusia atau bahwa setiap agama adalah “layar kapal” bagi Roh Allah.
EDITOR: Seperti yang bisa kita lihat, kesesatan akhir zaman semuanya mengarah kepada relativisme. Inti dari zaman post-modernisme yang sekarang ini adalah bahwa tidak ada yang absolut. Anda boleh mengatakan Yesus Juruselamat, tetapi tidak boleh mengatakan bahwa Yesus SATU-SATUNYA Juruselamat. Banyak gereja yang sesat, seperti gerakan emerging church ini, yang pada intinya mengatakan bahwa semua agama benar, semua agama memimpin kepada Allah dengan cara yang berbeda-beda. Mereka membuang perkataan Yesus bahwa Dialah satu-satunya jalan menuju Bapa (Yoh. 14:6). Banyak gereja belum separah itu, tetapi sudah menuju ke sana dengan cara mengatakan bahwa semua doktrin sama. Banyak orang Kristen tidak mau menyelidiki Alkitab untuk mengetahui doktrin yang benar dan memegang doktrin itu. Jadi, mereka akan senang ke gereja mana saja yang relativistik. Baptis percik boleh, baptis selam boleh. Bahasa lidah ok, tidak bahasa lidah ok. Musik apapun jadi. Ini adalah gereja-gereja bunglon yang telah kehilangan kebenaran. Dan mereka akan “protes” terhadap gereja yang menyerukan kebenaran, yang berani mengekspos kesesatan dan kesalahan berbagai doktrin.

ROMA MEMBUKA PINTU BAGI “ANGLIKAN YANG KECEWA”
Vatikan telah mengumumkan sebuah program baru yang akan mempermudah orang-orang Anglikan untuk masuk ke dalam Gereja Roma Katolik. Tujuannya adalah untuk menarik “orang-orang tradisional yang menentang imam-imam wanita, pendeta-pendeta yang terang-terangan gay, dan pemberkatan nikah sesama seks” (“Vatican Seeks to Lure Disaffected,” Denver Post, 20 Okt. 2009). Program ini memperbolehkan para Anglikan untuk masuk Gereja Katolik sambil masih mempertahankan praktek-praktek mereka sendiri, termasuk imam yang boleh menikah. Mereka juga bisa “bertobat” secara rombongan dan bukan sendiri-sendiri. Rowan Williams, Uskup Agung Canterbury (Editor: pemimpin Anglikan), diberitahu tentang program ini hanya beberapa jam sebelum pengumumannya (ke mana hilangnya saling menghormat dalam ekumenisme?). Uskup Agung Katolik William Levada mengatakan bahwa ada antara 30-40 uskup Anglikan yang berkomunikasi dengan Vatikan dan sedang mempertimbangkan membawa jemaat mereka masuk ke dalam kandang Katolik. John Hind, uskup di Chichester, mengatakan bahwa dia akan senang menjadi seorang imam Katolik (Daily Mail, 26 Okt. 2009). John Broadhurst, uskup di Fulham, mengatakan “eksperimen Anglikan telah berakhir,” dan Martyn Jarrett, uskup di Beverley memperingatkan bahwa kemampuan Gereja Inggris bertahan hidup amat dipertanyakan.

Editor: Alkitab sudah memprediksikan bahwa di akhir zaman, semua agama akan bersatu. Tentunya sebelum itu, semua gereja akan bersatu dulu. Gerakan ekumenisme adalah gerakan persatuan gereja-gereja yang tidak mengindahkan kebenaran. Artinya, persatuan ini bukanlah bersatu dalam iman yang benar, melainkan bersatu tanpa usah banyak berpikir tentang kebenaran (doktrin). Ini akan membuat semua gereja bersatu ke dalam Katolik. Nantikan saja tanggal mainnya. Pertanyaannya: apakah gereja anda akan ikut bergabung dengan katolik? Apakah gereja anda terseret dalam ekumenisme, dan satu agama dunia? Anda ingin tahu lebih lanjut? Seminar terdekat di Graphe adalah pada tanggal 27 November 2009, tentang doktrin Gereja (Ekklesiologi). Jangan ketinggalan, daftarkan diri anda!

PERCOBAAN PEMBUNUHAN KEHORMATAN ISLAMI DI AMERIKA
Menurut polisi di Peoria, Arizona, Falen Hassan Almaleki dituduh sengaja menabrak putrinya (dengan mobil) pada tanggal 20 Oktober karena dia telah menjadi terlalu “kebarat-baratan” (“Police: Strict Iraqi Father Ran Daughter Down,” myfoxphoenix.com, 22 Okt. 2009). Wanita berumur 22 tahun tersebut, Noor, masuk rumah sakit dengan luka-luka yang membahayakan hidupnya. Sepertinya ini adalah sebuah percobaan “pembunuhan kehormatan” (honor killing), yang didefinisikan oleh Human Rights Watch sebagai “tindakan-tindakan kekerasan, biasanya pembunuhan, yang dilakukan oleh anggota keluarga laki-laki terhadap anggota keluarga wanita, yang ditenggarai telah mendatangkan kehinaan bagi keluarga.” Hal ini sangat sering terjadi di Timur Tengah dan Turki. Menuurt PBB, 5000 wanita dibunuh setiap tahun (“Murder in the Family,” Fox News, 26 Juli 2008). Para pelakunya biasanya bebas atau kena hukuman ringan. Para pembela Islam berpura-pura bahwa pembunuhan-pembunuhan kehormatan ini berasal dari “kebudayaan” setempat dan bukanlah produk Islam, tetapi Jihad Watch melaporkan bahwa di tahun 2003, Parlemen Yordania memilih untuk menolak sebuah undang-undang yang akan memperberat hukuman bagi pembunuhan kehormatan, dengan ALASAN-ALASAN ISLAMI, dan Al-Jazeera melaporkan bahwa “para Islamis dan konservatif mengatakan bahwa hukum tersebut melanggar tradisi religius dan akan menghancurkan nilai-nilai dan keluarga” (“Muslim Ran Down Daughter,” Jihad Watch, 22 Okt. 2009). Pembunuhan kehormatan sedang meningkat di Amerika Serikat. Kasus yang pertama kali terdokumentasi adalah pada November 1989, ketika Zein Isa, seorang teroris Palestina yang tinggal di St. Louis, membunuh putrinya yang 16 tahun, Tina, karena dia memiliki seorang pacar, menghadiri sebuah acara dansa di sekolah, dan melamar untuk kerja di restoran Wendy’s. Ibunya memegangi dia sambil ayahnya menusukkan sebuah pisau 9-inci ke dadanya 13 kali, dan sang ibu berteriak “Diam!” ketika anak perempuan itu meminta tolong (Ellen Harris, Guarding the Secrets: Palestinian Terrorism and a Father’s Murder of His Too-American Daughter, 1995). Pada bulan April 2004, Ismail Peltek dari Rochester, Minnesota, membunuh istrinya dan memecahkan tulang tengkorak putrinya karena dia “khawatir kehormatan keluarga saya sedang diambil” (Rochester Democrat & Chronicle, 24 April 2004). Pada bulan Januari 2008, ketika dua orang putri yang bersaudara, Amina dan Sarah Said, ditembak mati di Irving, Texas, oleh bapa mereka, Yaser Abdel Said, tante mereka, Gail Gartrell memberitahu para wartawan, “Ini adalah pembunuhan kehormatan” (“Honor Killing in Texas,” Human Events, 8 Jan. 2008). Pada bulan Juli 2008, Chaudhry Rashid mencekik putrinya hingga mati di Jonesboro, Georgia, “untuk mengembalikan kehormatan keluara” setelah putrinya itu berniat mengakhiri pernikahnnya yang karena dijodohkan. Pada bulan yang sama, di negara bagian New York sebelah atas, Waheed Mohammad yang berumur 22 tahun mencoba untuk membunuh saudarinya sendiri karena dia memakai pakaian barat. Ia menjelaskan penusukan yang dia lakukan dengan berkata bahwa saudarinya itu adalah “seorang wanita muslim yang buruk” (“An American Honor Killing,” New York Post, 23 Juli 2008). Pada bulan Februari 2009, Muzzammil Hassan memancung kepala istrinya, Aasiya, di New York bagian utara setelah dia mengajukan cerai. Phyllis Chesler, penulis buku “Are Honor Killings Simply Domestic Violence,” mengatakan “sifat buas dan mengerikan dari pembunuhan ini mensinyalkan bahwa ini adalah pembunuhan kehormatan” (“Beheading Appears to Be Honor Killing, Experts Say,” Fox News, 17 Feb. 2009). Baru-baru ini seorang hakim di Florida memerintahkan agar Fathima Rifga Bary yang 17 tahun itu dikembalikan ke Ohio walaupun dia menyatakan bahwa bapanya telah mengancam membunuhnya karena dia menjadi orang Kristen.

Berita Mingguan 24 Oktober 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

FRANKLIN GRAHAM BERKHOTBAH DI GEREJA TIGA-MANDIRI YANG KOMUNIS
Mengikuti jejak kaki ayahnya, Franklin Graham baru-baru ini berkhotbah di sebuah gereja Tiga-Mandiri (Three-Self) yang terdaftar di Cina. Gereja tersebut, Gereja Bethel di Baoding, adalah gereja kedua terbesar di Cina. Ini adalah kesempatan kedua Franklin berkhotbah di gereja-gereja Tiga-Mandiri. Di Cina, adalah ilegal bagi gereja untuk eksis kecuali jika gereja tersebut mendaftar ke pemerintah dan mengikuti segala peraturan pemerintah yang tidak mengizinkan mereka untuk melakukan hal-hal seperti mengadakan sekolah minggu atau memberitakan Injil di luar dari waktu-waktu dan tempat-tempat yang disetujui oleh pemerintah komunis. Mereka yang menolak untuk tunduk kepada peraturan-peraturan ini dan yang lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia telah dianiaya dengan kejam. Bahkan hari ini banyak pengkhotbah yang tidak terdaftar yang dipenjara karena iman mereka, sebagaimana yang sering kami laporkan melalui Berita Mingguan ini. Gerakan Patriotik Tiga Mandiri dan organisasi China Christian Council didirikan oleh Mao Tse Tung yang brutal sebagai alat untuk mengontrol gereja-gereja. Berkhotbah di sebuah gereja yang terdaftar komunis dan yang berkompromi habis-habisan, adalah pengkhianatan terhadap Tuhan Yesus Kristus, kepala satu-satunya dari gereja. Keluarga Graham akan memberi pertanggungan jawab kepada Allah akan kompromi mereka terhadap FirmanNya dan cara mereka mengolok-olok fundamentalis Alkitabiah yang hanya ingin serius menerapkan Alkitab. Mereka telah mencari keagungan dan popularitas dunia, tetapi Yesus berkata, “Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu” (Luk. 6:26). Editor: Gerakan Gereja Tiga-Mandiri diciptakan oleh Mao, satu paket dengan gerakan patriotisnya di bidang-bidang lain. Yang dimaksud dengan Tiga Mandiri (Three-Self) adalah: Self-Governance, Self-Support, Self-Propagation. Walaupun tiga konsep ini tidak terdengar terlalu buruk, namun ini hanyalah topeng agar gereja-gereja Cina tidak terpengaruh oleh orang-orang Kristen lain dan dapat dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah komunis. Seorang fundamentalis Alkitabiah boleh berkhotbah di mana saja jika diundang. Tetapi jika ia diundang oleh gereja yang sesat atau dalam kompromi yang besar, dan ia tidak menegur kesalahan mereka, maka ia sendiri telah berkompromi, dan motivasinya untuk berkhotbah di sana bukan lagi untuk memberitakan kebenaran, melainkan mungkin untuk amplop atau ketenaran. Seorang fundamentalis yang alkitabiah, tidak mungkin akan sering diundang oleh gereja yang kompromistis, karena ia akan menegur mereka, dan mereka akan bertobat atau tidak mengundang dia lagi.

ELIZABETH CLARE PROPHET, PEMIMPIN BIDAT NEW AGE, MENINGGAL
Elizabeth Clare Prophet, seorang pemimpin bidat New Age, meninggal usia 70 pada tanggal 15 Oktober di Bozeman, Montana. Dia mendirikan Gereja Universal and Triumphant pada tahun 1970an. Pertama-tama berlokasi di Pasadena, California, yang adalah tempat subur para bidat, gereja itu lalu pindah pada tahun 1981 ke sebuah lahan peternakan seluas 12000 acre di Montana. Prophet tumbuh besar dalam lingkungan “Christian Science” dan menghadiri banyak gereja sebelum akhirnya memutuskan bahwa dia menemukan kebenaran “dalam diri sendiri.” Pada tahun 1962, dia menikahi Mark Prophet, pemimpin dari sebuah bidat dengan nama Summit Lighthouse. Prophet mengajarkan suatu pesan “kerohanian” yang tersinkretisasi dengan berbagai agama. Pada tahun 1980an, Elizabeth Prophet memprediksikan bahwa Uni Soviet akan menyerang Amerika Serikat dengan bom nuklir. Sebagai hasilnya, lahan peternakan tempat Gereja Universal dibanjiri oleh para pengikut yang mencari tempat perlindungan. Mereka menumpuk senjata dan bahan makanan dan mendirikan tempat perlindungan bom yang sangat besar. Semuanya sia-sia, karena dia terbukti adalah seorang nabi palsu. Salah satu bukunya, “The Lost Years of Jesus” (Tahun-tahun Yesus yang Hilang), mengajarkan mitos bahwa Yesus belajar hikmat dari para petapa timur dalam perjalanan 17 tahunnya ke India, Nepal, dan Tibet. Prophet mengklaim menerima pengajarannya dari “para Master yang telah Naik.” Dia mengajarkan evolusi jiwa dan reinkarnasi, mengklaim bahwa setelah banyak kehidupan menjalani karma seseorang melalui perbuatan baik dan pengorbanan dan hal-hal seperti itu, jiwa lalu dapat kembali kepada Allah dalam suatu peristiwa yang disebut “kenaikan.” Mereka yang telah mencapai level ini adalah para Master yang telah naik, dan termasuk adalah para ilah Hindu Brahma, Vishnu, dan Shiva, termasuk juga Yesus, Maria, dan Budha. Dalam buku kami The New Age Tower of Babel, kami telah mendokumentasikan bagaimana filosofi New Age menyebar dengan cepat, bahkan dalam gereja-gereja.


HASIL DARI PENDIDIKAN SEKS DI SEKOLAH-SEKOLAH PUBLIK USA

Para humanis yang mengendalikan sekolah publik di Amerika telah mendorong pendidikan seks untuk usia-usia muda sebagai alat restrukturisasi sosial. Tidak mengherankan, hasilnya adalah meledaknya immoralitas. Telah dilaporkan baru-baru ini bahwa 115 wanita muda di Sekolah Menengah Robeson sedang hamil atau sudah memiliki anak (”Officials Say a Mix of Factors Are to Blame,” CBS2 Chicago, 15 Okt. 2009). Itu berarti satu dari setiap tujuh anak perempuan! Foto dari remaja-remaja yang sudah menjadi ibu ini memenuhi kira-kira enam halaman buku tahunan sekolah menengah tersebut. Tentu saja ini belum menghitung wanita-wanita muda yang telah mengakhiri kehamilan mereka melalui aborsi. Apa masalahnya? Sama sekali tidak perlu menjadi seorang jenius untuk mengidentifikasi biang keladinya. Pertama, penolakan akan Alkitab sebagai Firman Allah, dan menggantikan kebenaran absolut dengan humanisme yang relatif. Kepala sekolah Gerald Morrow mengambil pendekatan yang sama sekali tidak-menghakimi menghadapi immoralitas yang merajalela tersebut, dan dia berkata, “Kami tidak akan memandangi mereka dan berkata `Ooh kamu sudah membuat kesalahan.’” Relativisme moral yang telah menjadi inti filosofi sekolah publik di USA selama lebih dari setengah abad telah sangat dapat diprediksi menghasilkan generasi yang hidup seenak mereka. Faktor-faktor lain dalam hancurnya moralitas adalah pendidikan seksual dalam sistem sekolah publik; kultur pop, terutama musiknya yang kotor; sistem jaringan sosial yang menghancurkan unit keluarga; tidak adanya ayah dalam keluarga; dan mentalitas aborsi yang memperlakukan anak-anak yang belum lahir sebagai “benda” yang dapat dilempar ke tong sampah.

BUAH DARI MUSIK ROCK
Ilustrasi berikut ini adalah dari khotbah “The Quiet Judgment of God” oleh R. B. Ouellette (The Preacher’s Page, October 1997, First Baptist Church, Bridgeport, MI. 517-777-0210). “Saya baru selesai berkhotbah di sebuah kamp Kristen. Seorang wanita muda yang bekerja di sana sebagai konselor meminta untuk berbicara dengan saya. Dia memberitahu saya sebuah kisah yang sangat sedih, bagaimana setelah dia lulus dari sebuah SMA Kristen, dia mulai mengencani seorang lelaki yang beberapa tahun lebih tua daripadanya dan kehilangan keperawanannya melalui lelaki itu. Walaupun dia tidak sadar, ternyata dia hamil saat dia masuk ke sekolah Alkitab dan karena itu terpaksa harus pulang. Dia memberitahu saya akan kesedihannya, penyesalannya, dan dia lalu berkata, “Ini semua mulai dari kelas enam saat saya mulai mendengarkan musik rock and roll.” Mendengarkan musik rock yang pertama itu tidak membuat dia kehilangan keperawanannya. Mendengarkan musik rock yang pertama itu tidak membuat dia mundur total secara rohani dan kehilangan persekutuan dengan Allah. Namun mendengarkan musik rock yang pertama itu memimpin dia untuk mendengarkan musik-musik yang lain, mengeraskan hati dia melawan instruksi-instruksi orang tuanya, khotbah-khotbah gembalanya dan tusukan-tusukan Roh Kudus. KESIMPULAN DARI SDR. CLOUD: Saudara, semakin hari semakin sedikit khotbah yang jelas untuk melawan musik rock dalam gereja-gereja fundamental Baptis. Para pengkhotbah harus berkhotbah melawan musik rock karena musik itu menghancurkan secara rohani. Terlalu banyak gembala sidang yang menelan kebohongan kontemporer bahwa bukanlah urusan mereka berkhotbah melawan musik tertentu karena musik adalah netral, namun musik tidaklah netral. Salah satu alasan, barangkali, mengapa mimbar-mimbar sangat hening mengenai musik rock adalah karena banyak gembala sidang yang mendengarkan musik rock dalam kehidupan sehari-hari mereka sendiri melalui radio atau program-program olahraga. Faktanya, saya menemukan banyak gembala dan diaken fundamental Baptis yang mendengarkan Musik Kontemporer Kristen dalam kehidupan pribadi dan rumah tangga mereka walaupun mereka mendukung musik tradisional di kebaktian. Bukankah ini kemunafikan? Musik kedagingan akan menyulut kedagingan dan merampas dari kita kuasa dan berkat rohani. Firman Allah memperingatkan kita bahwa “pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik” dan apapun yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya; sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya.”

Thursday, November 05, 2009

TAK SANGGUP KELUAR DARI CARA PIKIR ISLAM

Pada tahun 70-an kita kenal Bapak Amran Amri, Bapak Yusuf Roni, dan kemudian muncul banyak nama lagi seperti Bapak Suradi dan lain-lain. Mereka tadinya adalah penganut Islam yang taat. Mereka tentu sudah terbiasa dengan istilah-istilah Arab seperti salam malaikum, insyah Allah, dan lain-lain. Kemudian mereka menjadi Kristen melalui berbagai pengalaman. Sayangnya, kebanyakan mereka tidak mendapatkan pendidikan Kristen yang alkitabiah sehingga secara hati mungkin mereka tulus, namun secara doktrinal sangat kacau.


Cara Berpikir Islam

Sudah jelas ada kesamaan antara Islam dengan Yudaisme, terutama dalam hal ibadah simbolik. Juga ada perbedaan, antara lain; yang satu berfokus pada Ishak dan yang lain berfokus ke Ismael.


Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa maka manusia tidak bisa ke Sorga yang mahasuci. Dosa harus diselesaikan, dan penyelesaian dosa hanya satu yaitu penghukuman. Itulah sebabnya Allah berjanji akan mengirim Juruselamat yang akan dihukumkan menggantikan manusia.


Demi menggambarkan Sang Juruselamat maka diperintahkanlah ibadah simbolik, yaitu menyembelih binatang korban di atas mezbah. Manusia yang mau dosanya dihitung AKAN tertanggung pada Juruselamat yang akan datang harus bertobat dan percaya. Dan agar manusia tetap ingat akan janji Allah dan bisa tetap percaya, maka ayah bertanggung jawab memberitahukan kepada anaknya. Ayah berfungsi sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran. Sejak di gunung Sinai bangsa Yahudi ditetapkan sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran menggantikan posisi ayah. Sejak saat itulah Yudaisme didirikan. Ibadah simbolik diperintahkan dan dilaksanakan hingga yang disimbolkan tiba, yaitu Sang Juruselamat.


Seluruh kebudayaan Yahudi ada dalam rangkaian ibadah Simbolik Yudaisme. Tidak mungkin memisahkan antara Yudaisme dengan keyahudian, karena kebudayaan dan ibadah menyatu.


Muhammad mendirikan Islam dengan pattern (pola) Yudaisme. Kalau menganut Yudaisme itu sama dengan menjadi Yahudi, maka menjadi Islam itu sama dengan menjadi Arab. Ini juga mustahil dipisahkan. Bahasa, pakaian, kiblat, sapa-menyapa, pokoknya semakin Arab akan dilihat semakin Islam demikian sebaliknya.


Cara Berpikir Kristen

Kekristenan sangat berbeda dengan Yudaisme maupun Islam. Karena kita memahami sejak Yohanes Pembaptis muncul maka selesailah tugas Yudaisme dan dimulai masa ibadah hakekat yang rohaniah (Yoh.4:23). Nah, sayangnya teman-teman kita yang berlatar belakang Muslim belum sempat mempelajari tentang perubahan sistem ibadah dari simbolik ke hakekat dengan segala konsep dan cara berpkir yang menyertainya. Bahkan banyak pengkhotbah serta pemimpin gereja pun masih bingung tentang perbedaan antara ibadah simbolik dan hakekat.


Di dalam ibadah hakekat, yang kita sembah itu bukan simbol lagi melainkan hekekat, yaitu Sang Juruselamat. Oleh sebab itu simbol nama, simbol hari, dan simbol binatang korban, semua itu sudah berlalu. Kesucian yang ditekankan dalam ibadah hakekat ialah kesucian hati bukan jasmani. Ibadah hakekat tidak terikat waktu, tempat maupun postur tubuh karena sifatnya yang rohaniah.


Tidak ada arah kiblat yang dibutuhkan dalam ibadah hakekat karena cukup hati yang dikiblatkan ke Tuhan. Dan tidak ada satu lokasi yang suci, atau sebuah bangsa yang ditetapkan sebagai penjaga ibadah seperti pada zaman Perjanjian Lama. Dengan demikian tidak ada kebudayaan bangsa manapun yang menjadi rujukan, baik bahasanya maupun cara berpakaiannya.


Tak Sanggup Tinggalkan Konsep Ibadah Simbolik

Teman-teman kita yang dari Muslim menjadi Kristen dan tidak sempat dididik dengan benar itu, kelihatannya tidak mengerti tentang makna ibadah hakekat yang rohaniah. Ditambah lagi gereja atau denominasi gereja yang menjadi tempat rujukan mereka bukan hanya tidak mengajar mereka bahkan juga tidak mengerti pernyataan Tuhan Yesus dalam Yohanes 4:23. Bahkan ada yang salah mengerti sehingga mengajarkan bahasa lidah karena menyangka ibadah di dalam roh dan kebenaran itu artinya mengucapkan kata-kata yang tidak dimengerti orang lain. Padahal maksud Tuhan Yesus ialah ibadah rohaniah, bukan yang jasmaniah, dan dengan kebenaran itu artinya dengan pengertian, bukan asal bunyi dan ikut-ikutan.


Setelah mengganti identitas dari Muslim menjadi Kristen namun tidak mendapat didikan yang benar, tidak heran kalau terjadi penggabungan konsep Islam yang mereka tahu dengan konsep Kristen yang mereka pungut sambil mereka ditenteng bersaksi ke sana ke mari.


Karena dulu mereka sering menyebut dengan bahasa Arab Salam Malaikum, kini kalau tidak ada bahasa asing untuk menyapa rasanya kurang afdol, maka mereka ganti dengan kata shalom. Padahal dalam ibadah hakekat kita tidak perlu meng-yahudikan diri kita. Mengapa tidak menyapa dengan selamat pagi, atau malam?


Lebih parah lagi setelah tidak cukup dengan shalom mereka sekarang tidak mau menyebut Yesus Kristus, melainkan Yeshua ha Masiah. Karena ketika masih Muslim mereka sudah berjuta kali menyebut Alllah, kini jadi Kristen timbul rasa tidak enak untuk tetap menyebut kata itu. Tanpa peduli pada keterangan baik Enclyclopedia, maupun Kamus Webster bahwa Allah itu berasal dari gabungan kata al-ilah yang artinya ilah itu (the god) atau sesembahan itu, mereka tolak dan promosikan kata Yahweh, padahal yang benar bukan Yahweh melainkan Jehovah. Bahkan mereka tidak mau mengerti bahwa di kitab PB satu kali pun tidak dipakai kata Yahweh, melainkan memakai kata Theos, yang artinya God, sebagaimana dipakai juga oleh orang Yunani kepada dewa-dewa mereka.


Lebih dahsyat lagi karena tidak bisa menangkis bukti tidak dipakainya kata Jehovah satu kalipun dalam PB, mereka mala menciptakan teori baru bahwa kitab PB ditulis dalam bahasa Ibrani. Berarti Textus Receptus yang kita agung-agungkan sebagai Alkitab PB bahasa asli yang paling tinggi otoritasnya terjungkirbalikkan? Kalau begitu benarkah pendapat Muslim bahwa Alkitab bahasa asli kita sudah tidak ada? Kalau begitu benarkah pendapat Muslim bahwa Alkitab kita tinggal yang terjemahan dan banyak salahnya?


Pembaca, tadinya saya tidak melihat mereka sebagai kelompok yang berbahaya. Tetapi kini saya dapat melihat bahwa mereka dipakai oleh iblis untuk menghancurkan fondasi kekristenan. Betulkah mereka bertobat menjadi Kristen? Atau sesungguhnya adalah suatu penyusupan? Betulkah mereka telah lahir baru?


Waspadalah, dan berpikirlah dengan cerdas. Siapapun dari umat agama lain, sekalipun yang sangat terkenal, kalau mau menjadi Kristen, seharusnya kita didik dengan benar, agar kekristenan tidak keislam-islaman, kebudha-budhaan, kemistik-mistikan apalagi akhirnya menjadi mirip perdukunan.***


Sumber: PEDANG ROH 61 Edisi LXI Tahun XV, Oktober-November-Desember 2009

SIAPAKAH NAMA SANG PENCIPTA?

Belakangan ini muncul topik kontroversial tentang penyebutan Sang Pencipta alam semesta dan pemakaian kata “Allah” baik di Indonesia bahkan sampai ke Malaysia. GITS sebagai institusi akademik dan merupakan bagian dari GBIA GRAPHE yang adalah tiang penopang dan dasar kebenaran, terpanggil untuk memberi pengarahan yang jelas secara akademis dan alkitabiah.


Nama Diperlukan Untuk Memanggil

Sang Pencipta alam semesta tidak ada nama dan tidak membutuhkan nama sebelum penciptaan. Dalam kesempurnaan Tritunggal tidak dibutuhkan nama karena tidak ada kegunaannya. Sang Tritunggal tidak perlu saling memanggil karena mereka dalam keadaan saling pengertian sempurna.


Ciptaan Sang Tritunggal yang diberi nama adalah para malaikat, tentu maksud kegunaan nama adalah untuk membedakan satu malaikat dengan yang lainnya. Kalau malaikat hanya satu, maka ia hanya perlu disebut malaikat saja.


Ketika Adam diciptakan, ia dipanggil Adam yang artinya adalah tanah (adamah) sesuai dengan bahan baku dirinya. Demikian juga ketika istrinya diberi nama Hawa yang artinya ibu dari semua manusia, sesuai dengan apa yang akan terjadi pada dirinya.


Kemudian Adam diberi tugas untuk memberi nama kepada binatang-binatang yang sangat banyak untuk membedakan satu jenis binatang dengan yang lainnya. Jelas sekali bahwa nama berfungsi untuk membedakan atau identifikasi.


Kejatuhan Manusia

Pada saat masih hanya dua orang yaitu Adam dan Hawa, mereka jatuh ke dalam dosa. Mereka lebih percaya kepada malaikat yang telah jatuh daripada Pencipta mereka. Sikap demikian sama dengan menuduh Pencipta mereka berbohong. Ini adalah sikap menyerang Sang Pencipta. Kesalahan mereka harus dihukumkan, dan hukumannya telah diberitahukan yaitu mati (maut). Pada saat mereka memakan buah terlarang itu mereka akan mati. Tentu bisa berarti dihukum mati, dan kematian sesungguhnya adalah sebuah penghukuman.


Kemudian Allah menjanjikan Juruselamat yang akan datang menanggung hukuman manusia. Juruselamat itulah yang akan dihukum mati bagi manusia. Kalau Adam dan Hawa ingin dosa mereka dihitung tertanggungkan pada Sang Juruselamat, mereka harus mengaku salah dan menyesali kesalahan mereka (bertobat) dan percaya bahwa Sang Juruselamat akan datang dan dihukumkan menggantikan mereka.


Pembentukan Ibadah Simbolik

Demi mengestafetkan ingatan pada janji Allah maka ibadah simbolik didirikan, yaitu menyembelih binatang korban di atas mezbah. Ibadah simbolik sederhana ini hanya bertujuan mengingatkan manusia bahwa Sang Pencipta berjanji untuk kirim Juruselamat yang akan dihukumkan menggantinya. Siapa yang ingin dosanya dihitung terhukumkan pada Sang Juruselamat yang akan dihukumkan nanti, harus percaya.

Sehubungan dengan paket ibadah simbolik inilah sebutan atau nama Sang Pencipta diberikan, yaitu Jehovah (hwhy) beserta dengan perintah-perintah untuk menguduskan Sang Pencipta melalui menguduskan nama tersebut dan memelihara hari Sabat sebagai simbol menjunjung Sang Pencipta. Menjaga kekudusan jasmani dengan tidak memakan makanan tertentu yang tidak bersih sebagai simbol kudus, menjadikan penyakit kusta sebagai simbol kutuk agar penyakit kusta tidak memasyarakat adalah rangkaian ibadah simbolik.

Khusus nama Jehovah (hwhy) menjadi sangat sentral dan utama karena sekaligus untuk melawan konsep politheistic dan berhala yang tak berkuasa yang dibuat oleh penyembahnya. Eyeh Aser Eyeh (Aku yang adalah Aku) adalah sebuah ungkapan yang sangat dahsyat yang mengandung makna bahwa diriNya bukan yang dibuat tangan manusia, bukan yang punya mata namun tidak melihat, bukan yang punya tangan namun tidak sanggup memberi penghukuman.


Manusia harus berhati-hati, jangan sampai memperolokkan nama Sang Pencipta karena itu sama dengan mengolok pribadi di balik nama itu. Nama merupakan sebuah simbol dari pribadi yang memakainya, itulah sebabnya Sang Pencipta memilih kata Jehovah, karena di masa PL makna dari kata itu cocok untuk menekankan kebaradaan dan kekuasaanNya.


Seseorang harus mengerti bahwa masa Perjanjian Lama adalah masa ibadah simbolik, dimana seluruh rangkaian ibadah dilakukan dalam bentuk simbolik. Sang Juruselamat masih dalam bentuk simbol binatang korban, dan seluruh tata-ibadah dalam Kemah Suci maupun Bait Suci dilaksanakan dalam bentuk simbolik. Satu paket dengan itu ialah hari Sabat dan nama Jehovah, yang masuk dalam hukum ketiga dan keempat dari sepuluh hukum. Namun Tuhan Yesus meringkas sepuluh hukum tersebut menjadi dua, yaitu sikap terhadap Allah dan sikap terhadap sesama manusia. Tidak menyebut simbol/nama Jehovah dengan sembarangan serta menghotmati satu hari dalam seminggu dijadikan simbol sikap seseorang terhadap Sang Pencipta.


Masuk Ibadah Hakekat

Sampai kapankah masa ibadah simbolik itu? Tuhan sendiri yang berhak menghentikannya, dan dia mengatakan bahwa masa itu berhenti ketika Yohanes Pembaptis tampil (Luk.16:16, Mat.11:13). Ketika Yohanes menunjuk kepada Sang Hakekat, maka otomatis tugas simbolnya selesai. Masa ibadah lahiriah, ibadah simbolik ritual selesai tugasnya, dan mulailah ibadah hakekat yaitu ibadah rohaniah (Yoh.4:23).


Maksud Tuhan ialah bahwa zaman ibadah simbolik selesai dan sekarang memasuki zaman ibadah hakekat. Masa kesucian jasmani ditinggalkan karena itu hanya simbol kesucian hati sehingga sekarang sudah boleh makan apa saja karena makanan tidak mencemarkan hati hanya mencemarkan badan (Mark.7:17-19). Penyembahan tidak perlu lagi berkiblat ke suatu arah kerena cukup hati dikiblatkan kepada Allah di Sorga.


Itulah sebabnya ibadah hakekat tidak terikat pada tempat karena sudah tidak ada konsep tempat yang kudus atau tanah suci. Demikian juga dengan waktu, sejak ibadah tidak lagi bersifat jasmaniah melainkan rohaniah maka tidak ada lagi batasan waktu (Mark.2:27-28). Ibadah hakekat sejatinya ialah sikap hati kita sepanjang waktu kepada Tuhan, bukan pada hari Sabtu atau Minggu pagi saja. Ibadah hakekat tidak lagi tergantung pada waktu, melainkan sebuah sikap hati yang tunduk kepada Allah sepanjang waktu. Hari Minggu pagi di GBIA GRAPHE diadakan acara BERJEMAAT, bukan acara ibadah atau acara sembah-menyembah.


Nama Jehovah & Yesus

Seturut dengan dihentikannya masa ibadah simbolik dan memasuki masa ibadah hakekat, maka Sang Pencipta kini juga mengubah nama dari Jehovah menjadi Yesus. Pada zaman ibadah simbolik Ia memperkenalkan diri sebagai Aku yang adalah Aku yang gagah perkasa, yang tidak dibuat oleh tangan manusia, yang mengalahkan semua dewa dan sesembahan manusia, kini memasuki zaman ibadah hakekat ia datang sebagai Juruselamat, itulah sebabnya Ia memakai nama Yesus yang artinya Juruselamat.


Ketika Filipus berkata kepada Yesus Kristus, "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami" (Yoh.14:8), dijawab oleh Tuhan, "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?” (Yoh.14:910). Masuk akal sekali kalau Filipus bertanya, “Tuhan, beritahukanlah nama Bapa kepada kami, itu sudah cukup,” maka Tuhan Yesus pasti akan berkata kepada Filipus, “telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau belum tahu nama-Ku? barang siapa telah menyebut nama-Ku ia telah menyebut nama Bapa.” Kalau melihat Dia sama dengan telah melihat Bapa, lalu tidakkah rasional untuk berkata bahwa telah menyebut namaNya sama dengan telah menyebut nama Bapa?


Untuk memahami hal sepele ini seseorang tentu harus sangat faham tentang Tritunggal. Kalau kelompok Saksi Jehovah memang sudah tersesatkan dalam masalah Tritunggal, namun bagi kelompok Kristen yang masih percaya pada doktrin Tritunggal seharusnya dapat memahami masalah ini jika mau sedikit fokus pada aspek tunggalnya. Kalau kita percaya Anak satu (tunggal) dengan Bapa, maka nama Bapa satu juga dengan nama Anak demikian juga sebaliknya. Ketika Anak menampakkan diri di zaman PL, Ia dikenal dengan Jehovah, karena itulah nama yang diperkenalkan Allah kepada manusia pada masa itu. Dan demikian juga dengan nama Yesus yang sedang dipakai oleh Sang Anak yang sedang menyatakan diri Bapa kepada dunia (Yoh.1:18).


Adalah pandangan yang salah bahwa Jehovah itu nama Bapa sedangkan Yesus itu nama Anak. Yang benar adalah Jehovah itu nama Bapa, Putra dan Roh Kudus (Tritunggal) dalam zaman PL, sedangkan Yesus adalah nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus (Tritunggal) dalam zaman PB. Sebab, kalau Jehovah itu nama Bapa, dan Yesus itu nama Anak, lalu Roh Kudus namanya apa? Dan lagi pula Sang Pencipta itu tiga pribadi yang berbeda, atau Allah yang Esa?


Dari pernyataan Tuhan Yesus kepada Filipus yang menunjukkan bahwa bahkan melihat Tuhan Yesus sudah sama dengan melihat Bapa, apalagi dalam soal nama. Mengapakah Allah Tritunggal memerlukan tiga nama yang berbeda kalau melihat Anak sudah sama dengan melihat Bapa? Sangat patut untuk direnungkan, bukan?!


Dijanjikan Nama Baru

Nama Jehovah adalah untuk masa ibadah simbolik Perjanjian Lama, karena sesuai dengan karakter yang ingin ditonjolkan dari arti nama tersebut. Sedangkan nama Yesus dipakai untuk masa ibadah hakekat, masa penyelamatan kepada manusia berdosa. Sesuai dengan arti nama Yesus yang adalah Juruselamat demikianlah maksud nama ini dipakai dalam masa penyelamatan oleh Sang Pencipta kepada ciptaanNya yang jatuh ke dalam dosa.


Mengapakah pada masa Kerajaan Seribu Tahun Sang Pencipta mengenakan nama baru? Jawabannya, pemakaian nama oleh Sang Pencipta selalu berhubungan dengan peran penekananNya pada zaman nama itu digunakan. Setelah masa penyelamatan selesai maka selanjutnya nama Yesus yang artinya juruselamat menjadi tidak tepat lagi.


Nama Yesus akan berakhir sampai pada awal memasuki Kerajaan Seribu Tahun. Di akhir masa penyelamatan, seluruh umat manusia akan dipaksa untuk mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan, dan setiap lutut akan dipaksa untuk bertekuk.


“Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Fil.2:9-11).


Pada saat setiap lutut bertekuk, orang-orang Saksi Jehovah akan tertegun dan lutut mereka pasti enggan ditekuk kepada Yesus yang tidak mereka akui sebagai Sang Pencipta karena memang tidak boleh lutut kita ditekuk kepada selain Sang Pencipta. Acara itu semacam pernyataan dari Tritunggal bahwa Yesus adalah nama yang dipilih untuk sebuah misi penyelamatan, sekaligus untuk mempermalu setiap makhluk yang menolak misi Allah dalam nama Yesus. Mereka akan kehilangan argumentasi dan tertegun menyesali kekerasan hati mereka.


Sesudah itu Sang Pencipta yang pernah memakai nama Jehovah dan pernah memakai nama Yesus, akan memakai nama baru, yang belum diungkapkan. Dari pelajaran pemakaian nama di masa lalu, sudah jelas bahwa nama baru Sang Pencipta nanti pasti akan sangat berhubungan dengan peran hakekatnya pada zaman itu.


“Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri” (Yes.62:2).


Yesus menubuatkan sequence perubahan nama Sang Juruselamat (Yesus) ke nama baru yang akan dipakainya pada masa Millennium. Selanjutnya Tuhan Yesus dalam nasihatnya kepada tujuh jemaat, khusus kepada jemaat Filadelfia yang sangat terpuji, Ia menggaransi mereka yang menang akan menerima namaNya yang baru. Yang akan masuk Neraka tidak memerlukan nama baruNya.


“Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru” (Wah.3:12).


Di akhir masa penyelamatan, Sang Mahakuasa akan datang bukan lagi sebagai penyelamat, melainkan sebagai hakim dan penguasa yang akan memerintah dengan tongkat besi (Wah.2:26-27). Itulah sebabnya Ia akan mengenakan nama yang baru, yaitu nama yang cocok dengan hal-hal yang akan dilakukanNya pada zaman itu.


Kesimpulan

Sang Pencipta alam semesta adalah Tritunggal yang memiliki tiga pribadi oknum) dalam keesaan (ketunggalan). Tentu bukan kita yang menginginkan adanya Pencipta yang demikian, melainkan hasil kesimpulan dari pewahyuanNya, yaitu Alkitab. Sesungguhnya tidak ada seorang pun yang dapat mengenal Penciptanya kecuali Penciptanya memperkenalkan diriNya. Seberapa ajaibkah Sang Pencipta alam semesta itu sesungguhnya, hanyalah Dirinya sendiri yang mengetahuinya. Kita, ciptaanNya hanya bisa mengenalNya dari pernyataanNya. Itulah sebabnya isu tentang Pribadi Sang Pencipta sepenuhnya bergantung pada firmanNya. Kalau Alkitab adalah benar firmanNya maka benarlah semua kesimpulan yang ditarik dari Alkitab. Sebaliknya jika Alkitab bukan firman Sang Pencipta, melainkan kitab lain, maka salahlah seluruh kesimpulan Alkitab dan benarlah kesimpulan yang ditarik dari kitab lain itu. [mengenai Pribadi Tritunggal silakan membaca buku saya yang berjudul Memahami & Menjelaskan Allah Tritunggal Secara Alkitabiah]


Sang Pencipta alam semesta yang Tritunggal di dalam kekekalan, sebelum menciptakan malaikat, tidak ada nama karena tidak membutuhkan nama. Pencipta yang Tritunggal ada tanpa diciptakan dan dalam kesatuan serta keharmonisan yang sempurna.


Nama diperlukan setelah menciptakan makhluk yang berpengertian, berkesadaran diri dan berkehendak bebas, yaitu malaikat dan manusia. Makhluk yang bisa berpikir dan berkomunikasi melalui berbicara, dapat menyapa, memerlukan sapaan atau nama, atau simbol bunyi kepada Pencipta mereka. Atas kebutuhan itulah Sang Pencipta memperkenalkan dirinya sebagai Jehovah. Ia mewahyukan kepada manusia bahwa namaNya adalah Jehovah. Ini bukan hanya nama Sang Bapa, melainkan nama Tritunggal Allah. Mengapakah Tritunggal masing-masing perlu nama? Bukankah Tuhan Yesus berkata kepada Filipus bahwa yang melihatNya sama dengan telah melihat Bapa. Bukankah itu sama artinya yang memanggil namaKu sama dengan memanggil nama Bapa? Kasih tahu orang Saksi Jehovah bahwa di dalamnya mengandung arti siapapun yang menyembah Yesus itupun sama dengan telah menyembah Bapa.


Nama ini penting terutama berhubungan dengan ibadah simbolik sederhana yang diperintahkan. Kita tahu bahwa ibadah simbolik sederhana dibangun sejak kejatuhan Adam & Hawa ke dalam dosa. Ibadah menyembelih binatang korban di atas mezbah dipelihara dengan baik oleh Habel dan dicoba diselewengkan oleh Kain (Yudas 11).


Nama Jehovah diperkokoh ketika ibadah simbolik disempurnakan dan dipelihara oleh bangsa yang dibentuk dari keturunan Abraham. Kepada Musa ditegaskan Eyeh Aser Eyeh (Aku yang adalah Aku) untuk melawan seluruh bentuk sesembahan manusia. Nama ini harus dihormati sebagai simbol menghormati Sang Pencipta. Nama adalah sebuah simbol dari pribadi dibalik nama itu. Untuk menghormati Sang Pencipta, hormatilah namaNya, yaitu Jehovah. Inilah semangat yang termuat dalam seluruh rangkaian ibadah simbolik PL, dan termasuk item ketiga dalam sepuluh hukum pada bagian yang Tuhan Yesus singkat dengan mengasihi Tuhan Allahmu.


Setelah tujuan ibadah simbolik tercapai, yaitu hakekat dari inti ibadah simbolik tiba maka tiba juga saatnya memasuki zaman ibadah hakekat. Juruselamat yang dijanjikan, yaitu Jehovah sendiri, pribadi keduaNya mengosongkan diri (kenosis) menjadi manusia untuk menanggung hukuman dosa manusia di kayu salib.


Ia datang bukan seperti kedatangannya kepada Abraham, melainkan berupa Roh masuk ke dalam rahim seorang wanita dan dilahirkan sebagai bayi. Karena misinya adalah sebagai Juruselamat, maka nama yang paling tepat untuk misi dan tujuan itu ialah Yesus, yang artinya JURUSELAMAT. Ini bukan hanya nama Pribadi-kedua saja melainkan nama Allah Tritunggal ketika dalam misi menyelamatkan manusia yang jatuh ke dalam dosa. Nama Yesus hanya untuk kebutuhan sebagai manusia yang menyelamatkan umat manusia.


“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka" (Mat.1:21)


Nanti setelah masa penyelamatan selesai, Ia akan datang sebagai Hakim dan Raja. Saat itu Ia akan memakai nama baru, bukan Yesus melainkan yang lebih sesuai dengan posisiNya saat itu, yaitu Hakim dan Raja. Yang harus diingat ialah bahwa bukan tiga pribadi dengan tiga nama, melainkan Tritunggal pernah memakai nama Jehovah di zaman ibadah simbolik Perjanjian Lama, kemudian telah datang memakai nama Yesus, dan nanti akan memakai nama baru. Tuhan Yesus sendiri berkata “baptiskanlah mereka dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus” dan kemudian murid-muridNya membaptis setiap orang dengan nama Yesus, karena nama Bapa, Putra dan Roh Kudus pada zaman penyelamatan ini adalah Yesus.***


Sumber: PEDANG ROH 61 Edisi LXI Tahun XV, Oktober-November-Desember 2009

JEHOVAH, bukan YAHWEH

Alkitab Bahasa Asli P.L.

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa kitab P.L. orang Kristen itu berasal dari kitab suci orang Yahudi. Pada waktu kejatuhanYerusalem ke tangan Babilon, kelihatannya kitab-kitab P.L. yang sudah ada pada saat itu diselamatkan oleh nabi Yeremia. Nabi Yeremia yang tahu persis apa yang akan terjadi menyadari bahwa kitab suci jauh lebih berharga dari apapun. Nebukadnezar yang tahu bahwa Yeremia menubuatkan kejatuhan Yerusalem sangat menghormati Yeremia. Bahkan ia membiarkan Yeremia memilih apakah ia mau tinggal di Yerusalem atau mau ikut ke Babel, dan akhirnya Yeremia memilih tinggal di Yerusalem (Yer.39:11-14, 40:4-5).

Sekembali dari pembuangan, orang Yahudi mengalami kebangunan rohani. Mereka bukan hanya pergi ke Yerusalem tiga kali setahun, bahkan mendirikan sinagoge di seluruh Israel. Keberadaan sinagoge itu bukan hanya untuk kegiatan keagamaan, bahkan bermanfaat sebagai sekolahan membaca bagi anak-anak. Keadaan ini menyebabkan dibutuhkannya kitab-kitab P.L. karena itu adalah bahan bacaan satu-satunya. Keadaan ini juga sekaligus melestarikan kanon kitab P.L. karena jumlahnya menjadi semakin banyak sehingga kalau yang satu rusak, masih ada yang lain. Kini terkumpul sekitar 200,000 (dua ratus ribu) naskah kuno dalam bentuk fragment dalam bahasa Ibrani dan Aramik.

Dengan cara demikian Allah memelihara firmanNya, yaitu agar orang-orang di kemudian hari dapat memperbandingkannya. Ada orang bertanya, “apakah kitab P.L. yang ada di tangan kita masih asli?” Jawabannya, “tentu, karena ada kurang lebih dua ratus ribu fragment yang terkumpul dan dibanding-bandingkan.

Ketika Alexander Agung mengalahkan dunia pada abad ketiga sebelum kedatangan Kristus, bahasa Yunani menjadi bahasa internasional. Satu abad kemudian, yaitu abad kedua sebelum kedatangan Kristus, generasi muda Yahudi perantauan menjadi lebih fasih berbahasa Yunani sehingga penerjemahan kitab P.L. ke dalam bahasa Yunani dirasakan sangat diperlukan. Kemudian sebuah kitab terjemahan dihasilkan oleh 72 orang penerjemah, dan disebut Septuaginta yang artinya tujuh puluh, yaitu angka genap dari jumlah penerjemahnya.

Akhirnya pada masa kehadiran Tuhan Yesus, kitab P.L. yang beredar ada dua macam, yaitu yang berbahasa Ibrani dan berbahasa Yunani (Septuaginta). Selain terdiri dari dua macam bahasa, juga ada versi yang dipakai di sinagoge dan versi yang dipakai oleh pribadi di rumah. Versi sinagoge disalin ulang dengan sangat teliti. Jika ditemukan empat kesalahan, maka dianggap rusak dan segera dimusnahkan. [Gleason L. Archer, The Zondervan Pictorial Encyclopedia of the Bible (Grand Rapid: Zondervan Publishing House, 1982) Vol.v, p.684] Mereka tidak menghendaki kehadiran salinan yang ada kesalahan agar jangan sampai makin hari makin banyak salinan yang salah.

Kemudian pada tahun A.D. 70 terjadi penghancuran kota Yerusalem beserta Bait Allah. Orang Israel terkocar-kacir dan tersebar ke mana-mana. Mereka kehilangan identitas sebagai bangsa. Setelah melalui sebuah periode waktu yang agak panjang sebagian orang Israel menyadari bahwa mereka perlu berbuat sesuatu agar identitas bangsa mereka tidak hilang sama sekali. Mereka menyadari bahwa kitab P.L. adalah tumpuan jati diri orang Yahudi serta merupakan pusat integritas keluarga Yahudi. Jika masih ada kanon kitab P.L. yang terus-menerus dibacakan di sinagoge dan dalam keluarga masing-masing, maka keyahudian mereka pasti tidak akan hilang.

Pada periode A.D.70-900, sekelompok orang Yahudi yang disebut Baly ha-Masoret (master of tradition atau guru adat-istiadat) berusaha mengumpulkan salinan-salinan untuk memantapkan eksistensi kitab P.L. Perlu diketahui bahwa yang kemungkinan terbakar adalah yang ada di kota Yerusalem, tetapi masih ada banyak salinan yang tersimpan di sinagoge-sinagoge yang bisa dijadikan patokan. Alasan yang mendorong mereka melakukan pekerjaan itu ialah agar identitas keyahudian anak-cucu mereka tidak pudar. Dengan tersimpan utuhnya kitab PL maka itu bisa menjadi landasan bagi eksistensi keyahudian mereka.

Jadi Baly ha-Masoret itu berusaha mengumpulkan salinan-salinan dan berusaha membubuhkan huruf hidup (vokal) agar generasi yang kurang fasih berbahasa Ibrani bisa belajar membaca. Hasilnya bukan saja iman Yudaisme mereka tetap terpelihara, bahkan bahasa Ibrani tetap lestari sementara bahasa Mesir, Persia dan lain-lain musnah terkikis waktu.

Dalam melaksanakan tugas yang sangat berat itu para Baly ha-masoret dibantu oleh ahli tatabahasa (grammar) yang dalam bahasa Ibrani disebut nag danim. Para Baly ha-Masoret dan nag danim, yaitu orang-orang Yahudi yang masih sangat fasih bahkan ahli dalam bahasa Ibrani itu, menolong memasang huruf hidup dan tanda baca ke dalam teks yang tadinya hanya terdiri dari huruf mati dan tanpa tanda baca. Merekalah yang paling tahu bunyi tiap-tiap kata termasuk huruf hidup yang menyertai YHVH, bukan theolog Jerman yang beratus bahkan beribu tahun kemudian. Hasil karya mereka disebut Masoretic Text (Teks Masoretik), dipakai oleh kaum Yahudi sekarang maupun orang-orang Kristen terutama kelompok Kristen Fundamentalis. Dalam Masoretic Text ini nama Sang Pencipta ditulis (hwhy) yang kalau dibaca bunyinya Jehovah/Yehowah (dalam bhs Ibrani J bisa juga dibaca Y dan V bisa dibaca W), bukan Yahweh.

Dari Mana Datangnya Yahweh?

Kemudian sejumlah theolog Jerman mulai memikirkan keaslian ucapan Yehowah. Mereka mengembangkan teori bahwa huruf hidupnya diambil dari kata adonai. Dan juga dikembangkan teori bahwa ada catatan bahasa Yunani tentang nama Allah orang Yahudi itu IαΩ (iao).

Dari iao atau Yao dicocokkan dengan kata halleluyah sehingga theolog Liberal modern sangat yakin bahwa ucapannya menjadi Yahweh. Johann Ludwig Ewald, (16 September 1747) adalah termasuk theolog awal yang mendukung teori tersebut. Heinrick Andreas Christoph Havernick pada tahun 1839 memperkenalkan bacaan Yahweh di dalam berbagai tulisannya. [McClintock, John & Strong, James. Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature. Grand Rapids: Baker Book House, 1981, Vol.iv. pp.809-810]

Kesimpulan Kebenaran

Dengan tidak bermaksud mendukung kelompok Saksi Jehovah, kita setuju bahwa Masoretic Text adalah teks yang benar, yang paling akurat. Para Baly ha-Masoret dan Nag Danim adalah orang-orang yang tahu persis kandungan huruf hidup yang menyertai empat konsonan (JHVH / YHWH) yang dipakai Sang Pencipta sebagai sebutan kemuliaanNya sehingga sebutannya yang benar adalah Yehowah atau Jehovah. Dari kesimpulan theologi mereka yang menyesatkan (Liberal) sulit untuk menerima bahwa asumsi mereka tentang bunyi huruf hidup yang menyertai empat konsonan tersebut bisa benar.

Masoretic Text (MT) kitab PL dan Textus Receptus (TR) kitab PB adalah fondasi kekristenan, dan merupakan otoritas tertinggi. Semua Alkitab terjemahan harus disesuaikan pada Teks PL dan PB yang kita yakini adalah firman Allah yang dipelihara olehNya yaitu Masoretic Text (MT) kitab PL dan Textus Receptus (TR) kitab PB.***


Sumber: PEDANG ROH 61 Edisi LXI Tahun XV, Oktober-November-Desember 2009

Thursday, October 29, 2009

63 CIRI-CIRI GEREJA YANG ALKITABIAH

Selamat Hari Reformasi Gereja dan Selamat Mereformasi Gereja, Darah Kaum Martir belum kering....Reformator masih hidup

31 Oktober 1517 - 31 Oktober 2009

63 CIRI-CIRI GEREJA YANG ALKITABIAH


1

Percaya bahwa Tuhan Tritunggal adalah Pencipta langit dan bumi beserta seluruh isinya dalam enam hari biasa/literal yang terdiri dari dua puluh empat jam (Kej.1 &2; Perhatikan Kel 20:9-11).

2

Percaya bahwa manusia diciptakan sesuai dengan Rupa dan Gambar YHWH (Kej 1:29; 5:1; 9:6), bukan hasil evolusi. Percaya bahwa setiap orang yang dilahirkan dari keturunan Adam dan Hawa menempati/mewarisi POSISI orang berdosa atau Natur (sifat hati) yang berdosa adalah ALKITABIAH karena Adam dan Hawa telah jatuh ke dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan, (Rom.3:10,23). Sebelum Adam dan Hawa tidak ada manusia yang diciptakan Tuhan (Pre-Adamic), Menolak Tegas adanya teori manusia Pra-Adam yang terdiri dari Tubuh dan Jiwa.

3

Percaya bahwa Manusia adalah suatu Pribadi ciptaan Allah yang diberi kemampuan berpikir, kesadaran diri, kehendak bebas, dan ketika jatuh dalam dosa, hanya kehilangan Kemuliaan Allah dan hubungan/komunikasi dengan pencipta. Manusia tetap mempunyai kehendak bebas. (Kej 3:22, 11:6)

4

Percaya bahwa hanya ada satu cara untuk membereskan dosa yaitu dengan penghukuman. Dosa tidak dapat dihapus dengan perbuatan baik, ritual ibadah dan berbagai kerajinan keagamaan. Percaya bahwa Hanya ada SATU CARA untuk Menyelamatkan manusia dari PENGHUKUMAN, yaitu dengan mengirim JURUSELAMAT untuk dihukumkan sebagai pengganti manusia berdosa adalah ALKITABIAH, tegasnya DOSA hanya dapat diselesaikan melalui PENGHUKUMAN (II Kor.4:23, Rom.6:23).

5

Percaya bahwa Manusia yang berdosa mampu merespon terhadap berita Injil, sehingga Aktivitas penginjilan adalah KEHARUSAN. Mati secara rohani bukanlah mati seperti mayat yg tidak bisa merespon berita Injil. (Kis 2:37, 8:36-37)

6

Percaya bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang diperanakkan oleh Roh Kudus, lahir dari anak Dara/Perawan Maria (Mat 1:23). Yesus Kristus adalah Tuhan sejati dan manusia Sejati, Satu Pribadi (One Person) dengan dua sifat/natur: Ilahi dan Insani (Mat 1:18-20; Yoh 1:1,2,14). Percaya Yesus Kristus telah mati (mat 27:45-56; Mrk 15:33-41; Luk 23:44-49; Yoh 19;28-30; I Kor 15:3), diutus untuk menanggung dosa semua manusia (1 Yoh 2:2), tinggal dirahim bumi 3 hari 3 malam (Mat 12:40; Yun 1:17). Bangkit pada hari ketiga sesuai dengan Kitab Suci (1 Kor 15:4-5), Naik ke Surga (Kis 1:6-9) dan Yesus akan datang Kembali (Maranatha) sebagai Hakim dan Raja.

7

Dosa manusia yang belum memiliki kesadaran diri (bayi), bahkan dosa Adam hingga dosa manusia terakhir telah ditanggung oleh Tuhan di kayu salib (Yoh.1:29, Ibr.2:9, I Yoh.2:2). Sehingga Bayi yg mati PASTI MASUK SURGA karena sudah ditebus oleh Darah Yesus. (2 Sam 12:23)

8

Percaya bahwa kepada manusia yang telah memiliki kesadaran diri dan melakukan dosa atas kesadaran diri diserukan untuk bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juruselamat untuk mendapatkan pengampunan dosa atau pengaplikasian anugerah keselamatan (Mat.4:17, Yoh.3:16, Ef.1:7, Kol.1:14). Keselamatan itu Anugerah/Kasih Karunia, melalui Iman kepada Yesus Kristus (Ef 2:8-10).

9

Percaya bahwa tidak ada jalan keselamatan lain selain Injil Yesus Kristus karena siapapun yang berada di luar Kristus akan menanggung hukuman atas dosa dirinya. Tidak ada satu manusia pun bisa masuk Surga tanpa percaya kepada Yesus Kristus dari Adam hingga manusia terakhir (Yoh.14:6, Ibr.8:6, I Tim.2:5).

10

Percaya bahwa Injil yang murni adalah Injil yang tidak ditambahkan dengan percaya kepada Maria, upacara baptisan, kerajinan ibadah dan apa saja (Gal.1:8, 5:3-4). Dan tidak menekankan kesuksesan duniawi atau yang mengurangi aspek seruan bertobat (I Kor.15:19).

11

Percaya bahwa Iman yang Menyelamatkan ialah kita percaya bahwa YESUS KRISTUS telah DISALIBKAN untuk MENANGGUNG semua DOSA kita. Atau seseorang percaya dengan segenap hati bahwa Yesus telah MENGGANTIKANnya disalibkan dan kini ia sedang menggantikanNya hidup, Memahami kondisi diri sebagai orang berdosa yang tidak berdaya, yang akan masuk ke Neraka, serta menyesali dosa-dosanya, dan mengucap syukur atas kasih Yesus kristus yang rela dihukumkan menggantikannya. (Rm 10:9-10).

12

Percaya bahwa orang yang telah diselamatkan tidak akan kehilangan keselamatannya karena terjatuh ke dalam dosa. Tetapi yang bersangkutan harus tetap tinggal di dalam kasih karunia Yesus Kristus atau tetap Beriman sampai Mati dan tidak menyangkal Tuhan (Rom.11:22, I Kor.15:2, II Kor.6:6, II Tim.2:12, Yak.5:19, I Yoh.2:24,27, II Yoh 9).

13

Percaya bahwa ada Surga bagi orang yang bertobat serta menerima Kristus sebagai Juruselamatnya, dan ada Neraka bagi orang yang menolak anugerah Allah. Percaya bahwa Surga, Neraka dan Kerajaan Seribu Tahun ADA dan Benar-benar NYATA

14

Percaya bahwa Alkitab, Kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21, adalah satu-satunya firman Allah yang tidak ada salah. Di luar Alkitab tidak ada firman Allah baik tertulis maupun lisan.

15

Percaya bahwa Alkitab bersifat kanon tertutup. Kitab Wahyu 22:21 adalah firman Allah yang terakhir. Sesudah Wahyu 22:21 dituliskan, maka Allah telah menghentikan proses pewahyuan dan juga menghentikan semua karunia yang berhubungan dengan pewahyuan (yaitu bahasa lidah/roh, nubuat, menafsirkan bahasa lidah, I Kor 13:8-10).

16

Percaya bahwa penafsiran Alkitab yang benar adalah literal-grammatikal-historikal. Penerapan cara penafsiran alegoris hanya kalau secara akal sehat cara literal-grammatikal tidak mungkin diterapkan.

17

Percaya bahwa setiap orang percaya harus menggabungkan diri ke dalam salah satu gereja lokal untuk membentuk tubuh Kristus serta bertumbuh di dalam Kristus (Ef.4:11-16).

18

Percaya bahwa pada masa Perjanjian Baru, Gereja Lokal adalah Tiang Penopang dan Dasar Kebenaran (TPDK). I Tim 3:15

19

Percaya bahwa gereja harus terpisah total dari negara dan pemerintah dan gereja tidak boleh terlibat politik praktis (Mat.22:21).

20

Percaya bahwa gereja yang benar adalah gereja yang bersifat lokal bukan yang bersifat universal/katolik/am (Ef.1:1), dan otonomi penuh, tidak tunduk kepada kuasa apapun bahkan kuasa alam maut (Mat.16:18).

21

Percaya bahwa tubuh Tuhan Yesus itu bukan seluruh kekristenan, melainkan tiap-tiap gereja lokal (Ef.1:23).

22

Percaya bahwa hubungan satu gereja lokal dengan gereja lokal lain bukan sebagai atasan dan bawahan (vertikal) melainkan sebagai sahabat dan saudara (horisontal).

23

Percaya bahwa Tuhan hanya mendirikan gereja lokal dan gereja lokallah yang mendirikan yayasan, sekolah dan berbagai sarana pemberitaan Injil. Parachurch yang alkitabiah adalah yang didirikan gereja lokal serta tunduk kepada gereja lokal (Mat.16:18).

24

Percaya bahwa Tuhan telah menghentikan jabatan IMAM dan praktek keimamatan (pemberkatan oleh “pendeta“ pada akhir kebaktian, pemberkatan nikah, dll) untuk Gereja/Jemaat perjanjian Baru. Setiap orang Percaya adalah IMAM atas dirinya sendiri. Dan Yesus kristus adalah IMAM BESAR AGUNG yang menjadi perantara Allah dan Manusia berdosa. (1 Pet 2:9)

25

Percaya bahwa jabatan Nabi dan Rasul sudah tidak ada dan telah dihentikan sejak wahyu terakhir diberikan kepada Rasul Yohanes di Pulau Patmos, dan kini tinggal sebagai jabatan pengajar firman: Penginjil/Evangelis, Gembala=Gbl / Penatua= Pnt/ Penilik Jemaat=PJ (bukan Pendeta/Pandita), dan Pengajar/Guru Jemaat=GJ (1 Tim 3:1, Ef 4:11) serta sebagai jabatan pelayan jemaat/pelayan “meja”, Diaken=Dkn (bukan Majelis). (Kis 6:1-7; 1 Tim 3:8).

26

Percaya bahwa wanita tidak dipanggil untuk mengajar, berkhotbah dan memimpin laki-laki dewasa dalam Kebaktian Umum atau Pertemuan Jemaat (I Tim.2:12-13, I Kor.14:34,37). Wanita bisa menginjil, mengajar dan berkhotbah pada Persekutuan Pemuda, Remaja, Kaum Wanita/Ibu, dan Sekolah Minggu alias mengajar anak Playgroup sampai Mahasiswa dan pelayanan lain yang bukan di Kebaktian Umum. Prinsip ini seiring dengan sebagaimana istri harus tunduk kepada suami dan suami harus mengasihi istri (Ef.5:22-27, 1 Kor 11:10). Penundukan ini sebagai kesaksian bagi para malaikat karena mereka (perempuan menaati perintah Tuhan) seperti Gereja Tunduk kepada Kristus dan Kristus mengasihi JemaatNya. Dalam hal ini, yang kita bicarakan adalah masalah Gereja / masalah spiritual/rohani, dan tidak ada hubungannya dengan dunia sekuler atau pemerintah, Wanita boleh menjadi Presiden, Direktur, Menteri, dll.

Percaya bahwa apa yang ditulis oleh Paulus kepada gereja adalah wahyu Tuhan (perintah Tuhan), bukan budaya masa lalu. (I Kor 14:37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah PERINTAH Tuhan)

27

Percaya bahwa baptisan tidak menyelamatkan melainkan hanya salah satu upacara yang diperintahkan untuk dilaksanakan oleh gereja lokal. Dan baptisan yang benar adalah baptisan yang dilakukan terhadap orang yang sudah lahir baru (orang benar), dimasukkan ke dalam air (cara yang benar), dan oleh gereja yang benar (doktrinnya benar) (Mrk.16:16, Mat.28:19, Rom.6:3-4). Baptisan tidak diperuntukkan bagi bayi/anak kecil karena belum bisa mengaku percaya dengan kesadaran sendiri, juga baptisan bukan pengganti sunat dalam PL.

28

Percaya bahwa hanya ada dua upacara yang diperintahkan (Ordinansi, bukan Sakramen) untuk dilaksanakan oleh gereja lokal, yaitu upacara baptisan selam (Mat 3:16, Mrk 1:10, Yoh 3:23, Kis 8:36-39) dan upacara perjamuan Tuhan (bukan Perjamuan Kudus). Kedua-duanya tidak esensi untuk keselamatan melainkan hanya untuk mengingat akan kematian dan kebangkitan Tuhan yang menyelamatkan alias Simbolis/Peringatan (Mat.3:11, Mat 28:19, I Kor.11:23-26, Yoh 6:63).

Istilah ”Perjamuan Kudus” dapat menyebabkan orang Kristen bisa salah paham dalam memahami maknanya. Seperti sebagian orang Kristen percaya, jika kita mengikuti Perjamuan Kudus, maka kita akan menjadi Kudus. Ini Konsep Mistik. Demikian juga dengan istilah Sakramen.

29

Percaya bahwa Konsep Family Altar adalah Salah karena kita tidak lagi hidup dalam masa Keimamatan Ayah (zaman antara Adam sampai Taurat diturunkan)

30

Percaya bahwa ibadah yang bersifat lahiriah dengan berbagai ritualnya telah digantikan dengan ibadah dalam roh dan kebenaran. Tidak ada simbol lahiriah dalam ibadah selain keteraturan dan kesopanan (Yoh.4:23-24, I Kor.14:40).

31

Percaya bahwa segala syair lagu pujian harus ditujukan kepada Allah dan sesuai dengan kebenaran Alkitab. Segala musik yang terindah hanya bagi Tuhan. (Kol 3:16, Why 7:12, Mat 26:30). Jika Musik di Gereja anda tidak bisa dibedakan dengan Musik Dunia, maka ada 2 kemungkinan: Gereja semakin Duniawi atau Dunia semakin Rohani.

32

Percaya bahwa dalam Alkitab Tidak ditemukan Penumpangan Tangan untuk PEMBERKATAN dalam Perjanjian Baru. Penumpangan Tangan untuk Pengukuhan Jabatan (Gembala, Penginjil, Pengajar/Guru Jemaat dan Diaken) sebagai bentuk Restu/Approve atas nama Jemaat. (Kis 6:6, 13:3; 1 Tim 4:14, 2 Tim 1:6).

33

Percaya bahwa perpindahan anggota jemaat adalah cerminan kebebasan berpikir dan memutuskan.

34

Percaya bahwa anggota jemaat harus menjalani kehidupan kekristenan yang memuliakan nama Tuhan, yang sopan, teratur, dan kudus (Ibr.12:14).

35

Percaya bahwa AntiKristus akan mempersatukan politik, ekonomi, dan agama serta menguasainya (Wah.13:11-18). AntiKristus akan muncul dari Eropa Bersatu.

36

Percaya bahwa hari pengangkatan orang percaya (rapture) terjadi sebelum masa penganiayaan (pretribulation). Dan penampakan Kristus terjadi sebelum Kerajaan Seribu Tahun (Premillennium/Premilenialisme). (Why 20, Rm 5:9, 1 Tes 1:10, 4:15-17).

37

Percaya Prinsip Alkitab: Koin dengan Kedua Sisinya yaitu Tuhan Berdaulat 100% (sepenuhnya) dan Manusia Bertanggung Jawab 100% (sepenuhnya). Pengajaran yang terlalu menekankan pada salah satu aspek akan cenderung menyebabkan pengajaran menjadi ekstrim kanan (Calvinisme) maupun ekstrim kiri (Arminianisme).

38

Percaya bahwa sebuah gereja lokal harus dipimpin oleh Gembala--Laki-Laki atau Pria sesuai syarat Alkitab: Suami dari satu istri, seorang kepala keluarga yang baik, bukan peminum….dst (1 Tim 3:1-6, Tit 1:5-9)

39

Percaya bahwa seorang Diaken harus Laki-laki atau Pria yang sudah menikah, Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik, memiliki Iman yang Benar dan Moral yang Baik…dst, perhatikan juga syarat bagi istri seorang Diaken. (1 Tim 3:8-12)

40

Percaya bahwa Gereja Lokal dimanapun juga harus menjaga dirinya dan setia kepada ajaran Alkitab, dan harus memisahkan diri dari orang-orang yang tidak seasas atau sedoktrin (prinsip SEPARASI yang Jelas), karena Kristus menuntut gereja yang murni, tidak bercacat cela menjelang Maranatha sehingga menjadi mempelai wanita yang layak bagiNya (1 Kor 1:8, Ef 1:4, 2 Tim 2:15)

41

Percaya bahwa Tuhan Tritunggal: Bapa, Anak/Putra/Firman dan Roh Kudus. Ketiganya Esa. Sesuai dengan ajaran Alkitab (1 Yohanes 5:7-8, Mat 3:13-17; 28:19, Ul 6:4, 2 Kor 13:13)

42

Percaya Roh Kudus adalah oknum ketiga Tuhan Tritunggal, sama dan sederajat dalam sifat dan karakter dengan Bapa dan Anak/Putra. Roh Kudus diutus sebagai Penolong (Parakletos) disebut Roh Kebenaran (Yoh 14:16-17,26 ; 16:13), menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh 6:8-11), menuntun kita ke dalam seluruh kebenaran, Mendiami/tetap tinggal di setiap hati orang yang Lahir Baru (Ef 1:13-14). Roh Kudus akan menghasilkan buahNya di dalam semua orang yang Percaya, dan yang dipimpin olehNya (Gal 5:22,23; Kol 1:10,12)

43

Percaya bahwa orang Kristen yang mati harus dikuburkan atau dikembalikan ke tanah, dan bukan diKREMASI/dibakar. Firman Tuhan mengatakan demikian. (Pkh 12:7). Semua tokoh Alkitab dikuburkan dengan layak. Pembakaran identik dengan Penghukuman Tuhan atau tradisi Penyembahan Berhala dalam suku-suku bangsa.

44

Percaya bahwa hamba Tuhan yang melayani, berhak mendapatkan “upah” atau kehidupan dari pelayanannya. Dan Jemaat harus mendukung hamba Tuhan dengan persembahan dan persepuluhan. Agar dia tidak mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga fokus dalam melayani Tuhan dan Jemaat (1 Kor 9:13-15; Mal 3:6-10, Kis 6:24).

45

Percaya bahwa Gereja harus melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus. Ini adalah tanggung jawab Gereja Lokal, dan juga tanggung jawab setiap orang percaya, untuk memberitakan Injil Keselamatan yang MURNI kepada semua orang, sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab, tidak boleh kompromi dengan hal-hal duniawi di dalam memberitakan Injil. Percaya bahwa kuasa Roh Kudus akan memimpin dan menuntun kita untuk memenangkan jiwa bagi Kerajaan Allah (Mat 28:19-20).

46

Percaya bahwa Tuhan berkuasa melakukan mujizat, dan setiap orang bisa mengalami mujizat sebab bagi Tuhan tidak ada yang mustahil (Luk 1:37). Apa yang terjadi secara supranatural harus sesuai dengan kehendakNya.

Tidak percaya jika ada seorang yang mengklaim dirinya memiliki kuasa untuk melakukan mujizat, lalu orang-orang mencari si “hamba Tuhan,” yang katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Hal ini tidak beda dengan Dukun.

47

Percaya bahwa nama Tuhan dalam Alkitab bukanlah Tuhan, TUHAN, ALLAH, Allah, Ilah, GOD, LORD, Lord, dll, namun nama Tuhan adalah YHWH/JHVH (Jehovah/Yahweh, huruf J bisa dibaca J atau Y, huruf V bisa dibaca V atau W) dan YESUS yang berarti YHWH Penyelamat (ingat ayat: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama YHWH!), Mat 21:9, 23:39, Mrk 11:9, Luk 13:35; 19:38; Yoh 12:13, Mat 1:21, Luk 1:31, Kej 2:4; 4:1, 26, Kel 3:15. Nama Tuhan yang baru dalam kitab Wahyu akan kita ketahui setelah Tuhan datang kembali (Wahyu 3:12).

48

Percaya bahwa Kesatuan yang Alkitabiah adalah yang Tidak Mengkompromikan KEBENARAN/DOKTRIN/PENGAJARAN. Gerakan Ekumene adalah tidak Alkitabiah.

49

Percaya bahwa Tidak ada satu orang pun yang BERHAK membaptis seseorang ke dalam Roh Kudus selain YESUS KRISTUS. “Pendeta” manapun yang mencoba membaptiskan seseorang ke dalam Roh Kudus adalah SESAT dan DURHAKA (merebut wewenang Yesus).

50

Percaya dalam doktrin Alkitab yaitu Alkitab diwahyukan secara Verbal Plenary Inspiration (VPI) dan Dijaga tanpa salah sedikitpun atau Verbal Plenary Preservation (VPP). (Mzm 12:7, Mat 24:35, Mrk 13:31, Luk 21:33).

51

Percaya bahwa Alkitab tidak pernah mengajarkan tentang API PENYUCIAN, Doa untuk atau kepada orang yang telah mati, Maria sebagai Co-Redemption, Paus sebagai Wakil Kristus di bumi, Keselamatan karena Baptisan, Perbuatan Baik, Melakukan Sakramen, dll.

52

Percaya bahwa Alkitab memberikan kebebasan bagi setiap manusia untuk menikah atau tidak menikah. Gereja tidak boleh mengharuskan seseorang untuk tidak menikah (hidup selibat).

53

Percaya bahwa Pengajaran MISKIN adalah DOSA, SUNGGUH SESAT, yang Benar: Miskin bisa disebabkan karena dosa (misal: Kemalasan) dan sebaliknya Pengajaran KAYA adalah BERKAT, Sungguh Menyesatkan, karena ada orang Kaya yang mendapatkan kekayaan dengan Cara-cara berdosa, misal: Korupsi, ke dukun/roh2 gunung Kawi, menipu orang lain, dll. Gereja Alkitabiah adalah gereja yang tidak terlalu/selalu menekankan Sukses Materi, namun menekankan Kebenaran Pengajaran Alkitab. Hal-hal lain sesuai janji Tuhan akan ditambahkan (kekayaan, jabatan, dll) alias bukan esensi utama namun hanya Alat/Sarana untuk Memuliakan Tuhan dan Menjadi Berkat bagi sesama. Mat 6:33, I Tim 6:10

54

Percaya bahwa 2 Kategori ajaran sesat: Keluar dari Alkitab dan Salah Menafsirkan Alkitab. Ini bisa terjadi juga ketika seseorang menambah atau mengurangi ajaran Alkitab. (Wahyu 22:18-19)

55

Tidak Percaya bahwa Alkitab mengajarkan DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Pengajaran Cyprian (AD 200-258) ini yang tercatat sebagai orang yang mempromosikan konsep keselamatan oleh Gereja. Ia menasehatkan agar semua gereja menggabungkan diri ke dalam Gereja Universal (KATOLIK) dengan Slogannya yang terkenal DILUAR GEREJA TIDAK ADA KESELAMATAN (EXTRA NULLA SALUS EKKLESIAM). Sejak saat itu dimulai suatu gerakan untuk menggiring semua gereja otonom (independen) ke dalam Gereja Roma Katolik dengan indoktrinasi bahwa TIDAK ADA KESELAMATAN DI LUAR GEREJA ROMA KATOLIK.

Tidak cukup dengan itu akhirnya disusunlah Pengakuan Iman Rasuli yang salah satu pointnya Gereja yang Kudus dan Katolik (Am, Universal). Ini Pengajaran yang MENYESATKAN dan TIDAK ALKITABIAH. Satu Kesalahan Fatal Pengakuan Iman Rasuli adalah adanya pernyataan bahwa GEREJA itu HARUS KATOLIK.**

56

Percaya bahwa Hal yang tidak direformasi oleh dan menjadi Kesalahan Terbesar Bapak-Bapak Reformator adalah tidak mereformasi Doktrin Gereja (Ekklesiologi), karena fokus mereka waktu itu pada Doktrin Keselamatan.

57

Percaya bahwa pengajaran berlebihan tentang Arti dan Fungsi Minyak Urapan dapat mengarah kepada Sekte/Bidat baru.

58

Percaya bahwa istilah yang benar adalah Peneguhan Nikah, bukan pemberkatan nikah. Istilah “Pemberkatan Nikah” dipakai Gereja Roma Katolik karena mereka menempatkan pernikahan sebagai salah satu sakramen (upacara kudus) gereja. Gereja Alkitabiah hanya mengenal dua ordinansi (Upacara yg diperintahkan) yaitu Baptisan Selam dan Perjamuan Tuhan. Dalam Gereja Alkitabiah tidak ada jabatan imam yg berwenang memberkati, itulah sebabnya tidak dibenarkan memakai istilah Pemberkatan Nikah. Upacara yg dilakukan gereja alkitabiah dalam hal pernikahan ialah mengukuhkan atau meneguhkan pernikahan 2 anggota jemaatnya di hadapan Tuhan dan di hadapan sidang jemaatNya serta berdoa memohonkan kasih karunia Tuhan untuk kehidupan rumah tangga mereka. Berkat Tuhan bagi mereka selanjutnya tentu bergantung pada sikap hati mereka kepada Tuhan, bukan pada penumpangan tangan dari imam atau pendeta yang melakukan praktek keimamatan.

59

Percaya Kelahiran Yesus bukanlah tanggal 25 Desember adalah ALKITABIAH.

60

Percaya bahwa Yesus disalibkan dan mati hari Rabu Petang dan Bangkit Hari Sabtu Petang/Minggu, sesuai dengan 3 Hari 3 Malam, 3 x 24 jam=72 jam, adalah ALKITABIAH. Yesus disalibkan dan mati hari Jumat adalah TIDAK ALKITABIAH dan hanya menurut Tradisi secara umum.

61

Penginjilan kepada orang yang sudah mati (Penginjilan Alam Roh) adalah MENYESATKAN dan Tidak ALKITABIAH.

62

Percaya bahwa Alkitab adalah Otoritas Satu-satunya (Sole Authority) bagi Iman dan Praktek hidup orang Kristen. (II Tim 3:14-17, Mzm 119:105)

63

Percaya PRINSIP DELAPAN/OKTA SOLA yaitu

-SOLA GRATIA (Hanya karena Anugerah/Kasih Karunia saja kita diselamatkan, Ef 2:8-10),

-SOLA FIDE (Hanya karena IMAN saja kita diselamatkan, 1 Petrus 1:9, Ef 28-9, Yud 1:3, Ibrani 3:14, II Tim 4:7, 2 Tim 3:15),

-SOLA SCRIPTURA (Hanya karena Kitab Suci/Alkitab saja 2 Tim 3:15),

-SOLA AUTOGRAPHA (Hanya karena Naskah Asli Alkitab saja-yg sudah musnah-TANPA SALAH sedikitpun),

-SOLA APOGRAPHA (Hanya Naskah Salinan MT-Masoretic Text untuk PL bahasa Ibrani dan TR-Textus Receptus untuk PB bahasa Yunani-Tanpa SALAH SEDIKITPUN),

-SOLA SIDO (Hanya Pujian/Musik yang Terindah bagi Tuhan), Rm 15:9, Mrk 14:26, Ef 5:19, Kol 3:16.

-SOLA/Solus CHRISTOS (Hanya lewat Tuhan Yesus Kristus kita diselamatkan) Kis 4:12, yang semuanya bermuara pada

-Solideo Gloria (Segala Kemuliaan HANYA bagi Tuhan). Rm 11:36, Mat 6:13

Keterangan:

** Tetapi hingga saat konsili di Nicea (tahun 325 AD) belum muncul pengakuan iman tertentu yang berlaku secara universal, yang tepat dengan kata-kata yang sama, dan diperintahkan oleh otoritas universal yang sama.

But until the time of the Council of Nicen there does not appear to have been any one particular creed which prevailed universally, in exactly the same words, and commended by the same universal authority (Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature, John McClintock & James Strong, Grand rapids: Baker book House, 1981, Vol II, p 559)

Kutipan tersebut membuktikan bahwa Pengakuan Iman ”Rasuli” (PIR) yang digembar-gemborkan oleh Gereja Roma Katolik dan dipungut Gereja Protestan, serta di-beo-kan oleh Gereja-gereja Injili sesungguhnya bukanlah Pengakuan Iman yang disampaikan oleh Para Rasul. Jelas sekali bahwa pada zaman Para Rasul belum dikenal istilah THE HOLY CATHOLIC CHURCH atau Gereja Yang Kudus dan Am (KATOLIK), yang terdapat dipengakuan iman tersebut. Bahkan pernyataan gereja Yang Kudus dan Am itu sangat mustahil karena gereja tidak mungkin Kudus jika ia bersifat KATOLIK. Gereja akan Kudus kalau bersifat OTONOM dan LOKAL serta Menerapkan Disiplin Gereja dengan Ketat.

------------------------------0000---------------------------------------------

Suatu Gereja bisa disebut Gereja yang Alkitabiah meski ada satu atau beberapa point yang berbeda, misal 43, karena tidak terlalu esensi.

Beberapa poin yang lain penulis masukkan untuk mencounter beberapa pengajaran gereja yang tidak Alkitabiah alias menyimpang.

File :: Dede Wijaya

AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

berbagai sumber:

www.graphe-ministry.org Pengakuan Iman GBIA Graphe

buku Pdt.Daniel Arianto, M.Th, Sbg Hamba Tuhan saya sudah memberitahu Anda.

49 Kritik thd Gembala dan Gereja, Dede Wijaya

www.webkristiani.co.cc (memuat 4000 Situs Kristiani),Hit Counter:13800

http://dedewijaya.blogspot.com (memuat 320 Artikel) Hit Counter: 60500

http://dedewijaya83.blogspot.com (memuat 320 Artikel) Hit Counter: 60500

http://www.in-christ.net/blog/dedewijaya (memuat 130 Artikel) Diskusi/Debat/Tanya Jawab

Milist: diskusi-alkitab@googlegroups.com (Forum Diskusi tentang ALKITAB)

KATA-KATA BIJAK DARI CEO KELAS DUNIA

Takut akan kegagalan seharusnya tidak menjadi alasan untuk tidak mencoba sesuatu.

Kepemimpinan adalah Anda sendiri dan apa yang Anda lakukan.

Frederick Smith,
Pendiri Federal Express
************ ********* *****

Kejujuran adalah batu penjuru dari segala kesuksesan, Pengakuan adalah motivasi terkuat.

Bahkan kritik dapat membangun rasa percaya diri saat "disisipkan" diantara pujian.

May Kay Ash,
Pendiri Kosmetik Mary Kay
************ ********* *****

Jika Anda dapat memimpikannya, Anda dapat melakukannnya.

Ingatlah, semua ini diawali dengan seekor tikus, Tanpa inspirasi... . kita akan binasa.

Walt Disney,
Pendiri Walt Disney Corporation
************ ********* *****

Uang merupakan hamba yang sangat baik, tetapi tuan yang sangat buruk.
P.T. Barnum,
Anggota Pendiri Sirkus Barnum & Bailey
************ ********* *****

Sumber kekuatan baru bukanlah uang yang berada dalam genggaman tangan beberapa orang, namun informasi di tangan orang banyak.

John Naisbitt,
Pemimpin Umum Naisbitt Group
************ ********* *****

Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat.
Tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras.
Keberuntungan adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.

Thomas A. Edison,
Penemu dan Pediri Edison Electric Light Company
************ ********* *****

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka;
namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu
tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak
melihat pintu lain yang telah terbuka.

Alexander Graham Bell,
Penemu dan Mantan Presiden National Geographic Society
************ *