Friday, July 10, 2009

Tren Mencari Yesus di Dunia Maya

Sekitar dua juta orang mencari Tuhan setiap hari ”tapi bukan di gereja, melainkan di sebuah mesin pencari dot com.

Dan jumlahnya sangat mengejutkan! ujar Mark Weimer, yang menyebut dirinya sebagai penginjil teknologi lantaran menggunakan medium internet sebagai sarana pelayanan.

Weimer sendiri adalah CEO dari Global Media Outreach ”layanan internet dari Campus Crusade for Christ International (CCCI)” yang telah memfasilitasi 91 situs dalam 11 bahasa untuk memberitakan Kabar Baik.

Weimer, yang sebelumnya bergelut di industri IT Silicon Valley-nya, bersikeras bahwa pihaknya tidak berupaya menjebak para penghuni dunia maya ”untuk masuk ke ranah Kristen” melalui pelbagai situs tersebut.

Kami selalu berterus terang bahwa kami menyampaikan pesan Kristus!” tegas Weimer sebagaimana diberitakan ABC News. “Kami tidak ingin menipu siapa pun,” tukasnya seraya menambahkan bahwa diperkirakan 1 dari 1000 pengguna internet mencari informasi mengenai Tuhan. Tahun lalu, situs Global Outreach telah disambangi sekitar 3 juta pengunjung.

Sehari-hari, situs Kristen seperti Jesus2020 didatangi oleh 150.000 pengunjung, dan sekitar 25.000 di antaranya telah menekan tombol yang menandakan bahwa mereka ingin mempelajari kekristenan lebih lanjut.

Menurut Weimer, para pengunjung dunia maya ini rata-rata mengajukan pertanyaan yang kerap mengejutkan seperti : “Kini setelah aku menerima Yesus Kristus, apa yang harus kulakukan selanjutnya? Apakah aku harus menjadi sempurna sekarang? Bagaimana aku harus berdoa?”

Michelle Diedrich, communication director dari Global Media, mengatakan bahwa medium internet membuat pengguna merasa nyaman membagikan apa saja yang mungkin tidak akan dilakukan di dunia nyata. Fenomena ini disebut sebagai “kedekatan di antara mereka yang tidak saling mengenal.”

Menurut hasil penelitan Pew Internet and American Life Project, kini semakin banyak peselancar religius yang menggunakan medium internet”di antaranya guru sekolah Minggu dan pengkotbah.

“Ini menghemat waktu,”aku Manuela Castro, 20 tahun, seorang mahasiswi dari University of Florida, yang meski dibesarkan dari keluarga Katolik namun tidak pernah ke gereja selama bertahun-tahun”sebagai gantinya, ia pun lebih sering mengunjungi dunia maya.

“Anda bisa menggunakan mesin pencari Google untuk mencari Tuhan, dan tetap menggunakan baju tidur Anda,” selorohnya.

Tak dipungkiri, bagi mereka yang haus akan kebenaran sejati, berselancar di dunia maya setidaknya dapat memuaskan dahaga sekaligus melindungi mereka dari pesan para pengkotbah yang terkadang bersikap menghakimi atau “menyimpang.”

Sedangkan bagi mereka yang membutuhkan nasihat atau layanan doa, internet dapat menyediakan jawaban sehingga mereka tidak perlu bertatap muka dengan para pelayan Tuhan yang terkadang membuat mereka “merasa canggung,” ujar Michael Kress, redaktur pelaksana dari situs Belief, yang menyediakan pelbagai informasi religius dan dikunjungi sekitar 3 juta peselancar setiap bulannya.

Lalu, bagaimana para penginjil dunia maya ini menyediakan berbagai informasi religius tersebut? “Kami selalu meriset buku-buku, majalah, dan semua sarana media untuk mencari makna dan memperdalam iman Kristen,”papar Kress. “Dan sebuah buku yang selalu menjadi sumber utama informasi kami adalah Alkitab.”

Sejatinya, situs-situs rohani tersebut tidak menyediakan informasi rohani melainkan juga layanan doa, bible studies, dan lain-lain.

Pada 2008, Global Media mengarsip 649.000 permohonan doa, pertanyaan seputar Alkitab, dan lain-lain. Namun, dengan hanya memiliki 2.900 penginjil online, Global Media cukup kesulitan melayani para permintaan pengunjung. Itulah mengapa Global Media bekerja sama dengan sebuah gereja besar di Florida, AS, tengah melatih 5.000 penginjil online yang resmi mengudara pada 2010.

Kebanyakan para penginjil online itu adalah pensiunan yang tidak lagi memiliki minat menjelajah dunia untuk melakukan pekerjaan misi.

Teknologi internet memang “memudahkan” pemberitaan Injil, tapi bukan berarti dapat menggantikan peran gereja sebagai sarana ibadah dan persekutuan orang-orang percaya. Itulah mengapa situs-situs tersebut wajib mendorong pengunjungnya untuk menghadiri persekutuan di dunia nyata, di mana mereka dapat saling menguatkan seperti yang tertulis di Kisah Para Rasul 2: 46-47: Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah.

Sumber: Glministry.com

Thursday, July 09, 2009

Jangan Tangisi Michael Jackson

Isak haru ratusan ribu orang diseluruh dunia tidaklah sebanding dengan isak tangis Jacko (Michael Jackson) di neraka. Penyanyi itu yang namanya berkibar dimana-mana merupakan manusia yang dicintai Tuhan Yesus namun ia salah memilih jalan. Dibesarkan di keluarga Saksi Jehovah (Saksi Yehuwa), tidak membuat Jacko bertemu dengan Yesus. Apalagi setelah dia masuk Islam pada November 2008.

Para pengikut agama lain selain pengikut Yesus di hadapan Allah haruslah membayar dengan perbuatan baik semua dosanya sebelum bisa masuk surga. Dan kita tahu tidak ada seorang pun yang sanggup melakukannya, dosa tidak bisa diampuni meski dia beramal jutaan dolar. JIka seseorang bisa 100% murni dan tidak berdosa dalam hidupnya maka dia bisa tidur senang di surga tapi jika tidak ia akan menderita kekal di neraka.

Kita tahu tidak ada satu agamapun yang bisa menjamin seseorang masuk surga. Semuanya hanya mudah-mudahan, Insya Allah, hanya Yesus yang berkata Akulah pintu ke surga dan Akulah jalan kebenaran dan hidup kekal. Hanya Yesus yang sanggup menolong Jacko namun ia tidak menghabisi hari-hari terakhirnya dengan doa dan pertobatan malahan dengan obat terlarang. sungguh malang.

Hanya Yesuslah yang dapat membawa anda dan saya ke surga bukan agama. Termasuk agama Kristen Kristen sekalipun tidak akan membawa anda ke surga. Agama tidak menyelamatkan Yesus yang menyelamatkan anda ke surga. Maka penyerahan diri ke Yesus, dan menjadikanNya Tuhan serta mengakui dosa dan minta pengampunanNya akan membawa anda ke surga. Hanya anugerahNya saja kita masuk surga, perbuatan baik tidak sama sekali berguna.

Dari track record Jacko mulai dari penggunaan obat terlarang hingga seks dengan anak-anak sangatlah memungkinkan ia tidak dapat membayar semua perbuatan jahat itu dengan perbuatan baik. Meskipun ia mengasuh banyak anak dan mendidik mereka serta membuang uangnya untuk perbuatan-perbuatan amal itu pun tidak akan membuat dia masuk surga. Karena jika ditimbang perbuatan jahatnya masih terlalu banyak. Ini belum termasuk menghina Tuhan yang telah memberikannya kulit hitam tapi ia telah menggantinya dengan kullit putih tiruan.

Kiranya kematian Jacko tidak ditangisi oleh semua orang yang percaya Yesus sebagai Tuhan. Kiranya kematiannya membuka mata kita dan anak-anak kita untuk lebih taat dan mengasihi Yesus. Jangan pernah bilang selamat jalan Jacko, tidurlah dengan nyenyak. Jangan berkata begitu karena itu bukanlah demikian yang ia alami. Sebab dia sedang di siksa di neraka dan tidak bisa tidur selamanya.

Kiranya kita diberi hati untuk selalu mau bertobat dan mengasihi Yesus lebih dari apapun. Sehingga kita mewarisi rumah di surga yanga telah disediakanNya bagi kita. Dan kiranya anda yang membaca artikel ini mau membuka hati untuk Yesus dan menjadikanNya Tuhan dan Juruselamat anda.


Tuhan memberkati. (Hendra Kasenda-terangdunia.com)

Tuesday, July 07, 2009

Apakah Advent-Jemaat Hari Ketujuh itu Injili?

MENGHADAPI BIDAT-BIDAT (Confronting the Cults)
Oleh: Gordon J. Lewis
OMF Publishers 1361 Romualdez St., Paco, Manila
(Diterjemahkan oleh: Ev.David Lusikooy)


Bab 5
Alkitab, Kristen & Advent-Jemaat Hari Ketujuh atau
Apakah Advent-Jemaat Hari Ketujuh itu Injili?


Di gereja Baptis yang baik, sesaat sebelum kebaktian Minggu pagi, dengan nyaring seorang diaken menyatakan berita yang ia baru saja dengar pada siaran radio yang disebut "Suara Nubuatan". Saat mengetahui bahwaitu adalah Advent-Jemaat Hari Ketujuh, ia jengkel. Orang Injili yang tidak curiga, mungkin sama terkesannya dengan program TV orang Advent Iman untuk Hari ini, atau salinan pribadi dari Review and Herald Publishing Association' s Bible Readings for the Home Circle. [Pembacaan Alkitab bagi Lingkungan Rumah].

Orang Injili juga dapat termasuk di antara orang-orang yang gemar membaca dari beberapa majalah Advent yang sungguh indah: Life and Health [Kehidupan dan Kesehatan],suatu surat kabar nasional, Signs of the Times [Tanda-tanda Zaman], suatu profetik bulanan, These Times [Waktu-waktu ini], yang didedikasikan untuk menguatkan kehidupan moral, fisik dan rohani dari pembaca individu, danLiberty [Kebebasan], suatu majalah kebebasan beragama.

Semua sumber informmasi ini memiliki banyak kebenaran di dalamnya. Mereka memiliki lebih banyak kebenaran dari propaganda dari bidat-bidat lain. Nyatanya, mereka memiliki begitu banyak kebenaran yang orang Kristen awam mungkin tidak mau untuk bertanya apakah orang Advent itu pada akhirnya bukan Injili. Dan orang awam mempunyai teman-teman dari beberapa pemimpin pelayanan dalam menantang kebiasaan menyebut Advent-Jemaat Hari ketujuh sebagai bidat.

Untuk mendapatkan fakta-fakta tentang hal ini, Pdt. Walter R. Martin dan almarhum Donald Grey Barnhouse selama dua tahun mengecek juru bicara utama Adventisme. Dalam bulan September, 1956, suatu editorial di majalah Eternity menyatakan stopnya tradisi konklusi Dr. Barnhouse. Dia menyatakan bahwa Advent-Jemaat Hari Ketujuh tidak lagi diklasifikasi sebagai bidat dan para penganutnya disebut bukan non-Kristen. Orang Advent adalah saudara-saudara yang ditebus dan anggota dari tubuh Kristus. [Donald Grey Barn House, Are Seventh-day Adventists Christians Eternity, VII (September, 1956), p. 45] Dan Walter Martin, yang telah sungguh-sungguh menolak Christian Science dan Jehovah's Witness [Saksi Yehova] sebagai bidat, kini mendebat dengan bersemangat bahwa Advent-Hari Ketujuh adalah Injili. Meskipun beberapa perbedaan kecil dari ajaran Kristen ortodoks, Martin berkata, orang-orang Ad­vent sebagai mayoritas, selalu berpegang pada dasar ajaran utama yang penting tentang iman Kristen yang adalah penting bagi keselamatan, dan bertumbuh dalam kasih-karunia [anugerah] yang semua bercirikan orang Kristen sejati. [Walter R. Martin, What Seventh-day Adventists Really Believe, Eternity, VII (November 1956), p. 43]

Respons orang Advent kepada Martin muncul dalam suatu buku berhalaman 700 yang disebut Questions on Doctrine [Pertanyaan pada Doktrin]. Disiapkan oleh Grup para Pemimpin, Pengajar Alkitab, dan Penyunting, yaitu Wakil Advent Jemaat-Hari Ketujuh, buku itu diterbitkan tahun 1957 oleh Washington, D. C., Review and Herald Publishing Association. Meskipun bukan pengakuan resmi oleh sesi 4 tahunanRapat Umum, buku ini dapat dipandang sesunggugnya sebagai wakil dari iman dan kepercayaan Gereja Advent-Jemaat Hari Ketujuh. [Questions on Doctrine (Washington D. C.: Review and Herald Publishing Association, 1957), p. 9]

Tiga tahun kemudian dan banyak kontroversi, Zondervan Publishing House mencetak analisa lengkap Martin, The Truth About Seventh-day Adventism [Kebenaran tentang Advent-Jemaat Hari Ketujuh]. Kata Pengantar oleh Dr. Barnhouse membatasi tesis sebelumnya bahwa mayoritas dari orang Advent selalu memegang suatu posisi Injili. Ia menulis, "Biarlah dimengerti bahwa kami hanya membuat satu klaim yakni, bahwa orang-orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh itu yang mengikut Tuhan dengan cara yang sama seperti para pemimpin mereka yang telah menafsirkan ajaran posisi gereja mereka, dianggap anggota yang sejati dari tubuh Kristus." [Walter R. Martin, The Truth About Seventh-dayAdventis m(Grand Rapids: The Zondervan Publishing House, 1960) p.7] Dalam menopang tesis ini, Martin dengan tegas mengasumsikan: (1) bahwa para pemimpin Ad­vent adalah jujur dan (2) bahwa Questions on Doctrine adalah sang sumber utama yang padanya mendasari evalua­si tentang teologi orang Advent. [Ibid., p. 10] Pada dasar ini Martin menyimpulkan kepemimpinan adalah Injili, dan seperti yang akan kita lihat, sistem teologi Injili dengan Arminian yang menolak keselamatan kekal.

Tetapi tidak semua orang Injili rela untuk mengakui asumsi-asumsi ini atau, jika mereka akui, tidak semua setuju pada kesimpulan Martin. Kesimpulan itu ditantang oleh Profesor Harold Lindsell, yang pada saat itu Dekan dari Fuller Theological Seminary, dalam Christianity Today, 31Maret1958. Dr. Lindsell setuju bahwa Advent-Jemaat Hari Ketujuh adalah bukan bidat seperti Christian Science atau Saksi Yehova, karena Advent tidak menolak keilahian mutlak Kristus juga tidak menolak korban penebusan-Nya di Kalvary. Tetapi, Lindsell mengesankan, Advent-JemaatHari Ketujuh bukan oleh sebab itu adalah Injili. Seperti Roma Katholik, untuk keselamatan manusia, Advent menolak cukup dengan kematian Kristus. Mencampurkan perbuatan baik dengan anugerah, Adventisme berbuat salah dengan legalisme yang Paulus debatkan dalam Surat Galatia. Anugerah memudahkan kehendak manusia, supaya bahwa melalui perbuatan baik ia dapat memperoleh hidup kekal. Perbuatan baik, tetap merupakan dasar dari harapan manusia. [Harold Lindsell, "What of Seventh-day Adventism?" Christian Today, April 14, 1958, pp 13, 15] Ini berbeda dari Arminianisme, yang menjadikan iman berbeda dari perbuatan baik, kondisi tunggal dari keselamatan.

Herbert S. Bird, yang pulang dari pelayanan misi satu dekade, mengakui bahwa orang Injili harus banyak belajar dari Adventisme tetapi menyimpulkan suatu pendekatan "menganggap itu hanya sebagai denominasi Injili lainnya, tidak bisa apa-apa tetapi mengakibatkan lebih besar kebingungan dalam dunia Kristen daripada yang sudah ada." [Herbert S. Bird, "Another Look at Adventism," Christian Today, April 28, 1958, p. 16] Alasan untuk penilaian ini diberikan lebih lengkap dalam buku Bird yang berjudul, Theology of Seventh-day Adventism[Teologi Adventisme-Hari Ketujuh] yang diterbitkan oleh Eerdmans pada tahun 1961. Yang paling kuat dari hal-hal ini adalah legalismenya Adventisme,

Di sini bahkan tidak perlu 99% tingkat lolosnya. Dalam semua kemungkinan orang Galatia penganut agama Yahudi, yang pada suratnya, rasul Paulus setuju hampir semua hal kecuali satu isu tentang pentingnya penyunatan dan perayaan berbagai praktek upacara untuk keselamatan, yang sangat ditentang olehnya. Mengapa kemudian, Paulus menolak mengakui pengajaran mereka sebagai dasar ajaran Kristen dan berpindah ke dalam kelompok dari mereka yang adalah saudara-saudara Kristus? . . . Alasannya adalah bahwa untuk Paulus, masalahnya bukannya bahwa jumlah doktrin yang padanya orang setuju dengan Kekristenan Alkitabiah, tetapi tentangdetail- detail yang padanya mereka tidak setuju, apakah detail-detail ini sedikit atau banyak, ada dalam batas-batas kebenaran yang begitu vital bahwa penolakan mereka menumbangkan berita injil tentang Anugerah Tuhan. [Bird,Theology of Seventh-dayAdventis m, (Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing Company, 1961), p. 129]

Dalam mengevaluasi buku Martin, The Truth about Seventh-day Adventism, Dr. Merrill Tenney, Profesor Perjanjian Baru pada Wheaton College, menaikkan sebuah pertanyaan tentang asumsi kedua Martin. "Apakah pijakan dontrin Adventisme-Hari Ketujuh ditetapkan oleh apa yang sedikit dari yang didefinisikan oleh para ilmuan mereka, atau oleh apa yang mayoritas pengikutnya percaya dan praktekkan?" Tenney rupanya merasa bahwa meskipun Martin tidak kompromi pada level dari ajaran para pemimpinnya, dia gagal memberikan cukup pertimbangan kepada kebijakan dan praktek gerakan ini, dan pada isi dari ajarannya. [Merrill C. Tenney, "Review of the Truth About Seventh-day Adventism," Eternity, May 1960, p. 40]

Norman F. Douty, dalam sebuah buku berjudul Another Look at Seventh-day Adventism (Baker Book House, 1962) [Pandangan lain pada Adventisme Hari Ketujuh], tidak membatasi dirinya pada Questions on Doctrine, mendapati bahwa gerakan itu menolak ajaran-ajaran yang gereja sudah selalu menyatakannya, dan doktrin-doktrin yang gereja sebagai suatu kesatuan selalu telah menolaknya. Kendatipun ada perbedaan-perbedaan ia berkata, "Adalah tugas kita ontuk memani-festasikan kasih dan kemurahan hati terhadap mereka yang ada dalam Adventisme." [Norman F. Douty, Another Lookat Seventh-day Adventism(Grand Rapids: Baker Book House, 1962), p. 189] Tetapi Douty menyimpulkan, "Mereka yang mauloyal kepada Tuhan, lebih baik dariada diyakinkan oleh emosi, harus menghindari tiap persekutuan dengan sistem orang Advent. Tidak ada jalan lain yang terbuka bagi mereka." [Ibid, p. 188]


Dan pada tahun 1963 Anthony A. Hoekema, Profesor Asosiasi dari Theologia Sistematik di Seminari Teologia Calvin, menerbitkan sebuah buku yang mengkatagorikan Adventisme Hari Ketujuh sebagai satu dari The Four Major Cults [Empat Bidat Utama]. Kelompok apa saja yang dalamnya lima kriteria khusus memainkan peranan utama, ia mengklasifikasikan sebagai bidat. Dalam tiap poin Hoekema temui Adventisme-Hari Ketujuh bersalah, walaupun dengan tidak konsekwen dan dua perasaan yang bertentangan. Lima test itu: Sumber tambahan lain Alkitab dari otoritas, penolakan dari pembenaran hanya oleh anugerah, turunnya nilai Kristus, kelompok sebagai komunitas eksklusif dari yang diselamatkan, dan peranan sentral keompok dalam eskatologi [ajaran akhir zaman]. [Anthony A. Hoekema, The Four Major Cults (Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans Publishing Company, 1963) pp. 377-388] Karena kesimpulan Hoekema dinyatakan secara hati-hati dan mengungkapkan beberapa masalah spesifik yang dicari dalam mempelajari Adventisme, mereka patut menerima perhatian kami yang teliti.

Orang-orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh memiliki suatu sumber Alkitab tambahan dari otoritas dalam tulisan-tulisan Ellen G. White, yang diterima oleh mereka sebagai petunjuk dari Tuhan. [Ibid., p. 389]

Meskipun orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh mengklaim mengajar pembenaran hanya oleh anugerah, doktrin mereka tentang penghakiman yang bersifat analitis, dan pandanganmereka tentang perintah hari Sabat, tidak konsisten dengan klaim itu. [Ibid., p. 394]

Saat menghargai pengakuan orang Advent tentang Kristus sebagai sepenuhnya ilahi, namun, kita harus dengan berat hati mengamati bahwa ada aspek-aspek pengajaran dari Adventisme-Hari Ketujuh yang mengurangi keagungan dari keilahian Kristus dannyatanya menjadikan nilai Kristus berkurang. [Ibid.]

Meskipun secara teori, mengakui bahwa orang yang di luar komunitas mereka dapat diselamatkan, Orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh sebetulnya melemahkan kelonggaran itu oleh pengajarannya tentang gereja sisa. Karena klaim mereka pada gereja yang tersisa berbeda dari semua badan Kristen lainnya, mereka jelas dianggap berciri bidat, walaupun dalam suatu cara yang agaknya bertentangan. [Ibid., p. 400]

Bagi orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh ... ajaran akhir zaman [eschatology] adalah arena yang di dalamnya pemujaan dari gerakan mereka sendiri melengkapkan, dan yang di dalamnya mereka semuanya akan lebih dipertahankan melawan musuh-musuh mereka. Karena hari Sabat akan menjadi ujian yang besar dari loyalitas pada hari-hari terakhir, kami melihat bahwa perlawanan langsung antara Tuhan dan Setan pada akhirnya menjadi perlawanan langsung antara Adventisme-Hari Ketujuh dan mereka yang menolak untuk mengikuti ajaran khususnya. Kami menyimpulkan bahwa karena orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh melukiskan diri mereka sebagai memainkan peranan sentral dalam eskatologi sifat khusus dari bidat ini adalah juga jelas dapat dipakai pada aliran [gerakan] mereka. [Ibid.,p. 403]

Sketsa singkat ini dari usaha revolusioner untuk menganggap Adventisme-Hari Ketujuh adalah Injili dan tentang sangkalan-sangkalan nya mengungkapkan beberapa isu-isu yang sekarang harus dihadapi dalam tiap studi tentang aliran ini. Jawaban kami bagi isu-isu ini akan menentukan pendekatan kami terhadap kawan-kawan Adventis. Bila mereka masih dianggap bidat non-Kristen kita harus berusaha memenangkan mereka bagi Tuhan. Jika mereka diklasi-fikasikan dengan Roma Katholik dalam legalisme mereka, kita harusmendekati mereka seperti Paulus lakukan pada orang di Galatia. Apabila mereka adalah Injili kita boleh bersekutu dan bekerja sama dalam hal-hal penginjilan selama berkaitan dalam perdebatan dalam gedung pada isu-isu yang tidak mempengaruhi keselamatan. Atau mungkin bahwa tidak boleh disamaratakan tentang aliran ini sebagai seluruhnya, dan kita harus berurusan dengan tiap individu berdasarkan kepercayaan yang dinyatakannya sendiri.

Pendekatan Confronting the Cults mengusulkan tujuh pertanyaan yang digunakan dalam diskusi dengan orang-orang untuk membantu membedakan bidat dari organisasi Kristen dan memimpin orang kepada Kristus. Orang Injili dapat menggunakan pertanyaan-pertanya n ini untuk memandu diskusi yang mungkin ada dengan orang Advent.

1. OTORITAS

Apakah yang harus dilakukan orang untuk selamat? Jawaban kami bagi pertanyaan itu adalah ditentukan oleh dasar dan sumbernya. Untuk membantu orang Advent lihatlah dimana keyakinan kontroversial mereka yang mungkin timbul, kita harus bertanya: "Apakah Anda mendasarkan ajaran Anda pada pewahyuan atau tulisan sakral yang lain daripada Alkitab?"
Dalam menjawab, orang Advent biasanya memberikan satu dari "Dasar Keyakinan" mereka. Ajaran denominasi resmi dari grup ini menyatakan "bahwa ayat-ayat suci dari Perjanjian Lama [PL] dan Baru diberikan oleh Tuhan, berisi satu wahyu yang semua cukup darikehendak- Nya kepada manusia, dan adalah satu-satunya persturan yang tidak salah dari iman dan perbuatan (2 Tim. 3:15-16)." [Question on Doctrine, p. 11] Diantara doktrin-doktrin yang dibagikan dengan Kristen konservatif, penulis Questions on Doctrine memasukkan ini, "Bahwa Ayat-ayat suci adalah wahyu yang diilhamkan Tuhan kepada manusia; dan bahwa Alkitab adalah hukum tunggal tentang iman dan perbuatan." [Ibid., p. 22]. Untuk lebih tegas lagi mereka tambahkan, "Kami percaya bahwa semuasecara teologis harus diukur oleh Firman yang hidup, dinilai oleh kebenarannya, dan apapun yang tidak dapat melewati ujian [test] ini, atau didapati di luar dari keselarasan dengan beritanya, akan ditolak. [Ibid., p. 28]

Meskipun penegasan-penegasan yang kuat dari supremasi dan kecukupan Ayat-suci, kemenduaan [ketidakjelasan] tetap ada bertalian dengan status dari tulisan-tulisan Ellen G. White. Karena orang Advent percaya Ny. White memiliki karunia nubuat (Ef. 4:11), dia disebut sorang nabiah. Dia memberikan "kesaksian-kesaksia n" seperti yang dilakukan oleh para nabiah di seluruh Perjanjian Lama (Why. 10: 10), [Bible Reading for the home Circle (Washington, D. C.: Review and Herald Publishing Association, 1931), pp 189-194] dan satu dari karyanya diberi nama, Testi­monies [ Kesaksian] . Di sebuah buklet populer, Your Friends the Adventists, Arthur S. Maxwell berkata tentang "otoritas" hasil karya Ny. White dan menambahkan, "Banyak yang percaya bahwa Ny. White berbicara dengan hikmat yang melebihi manusia. Bacalah sendiri satu dari buku-bukunya dan lihat apa yang Anda pikir." [ArthurS. Maxwell,Your Friends the Adventists (Mountain View, California: Pacific Press Publishing Association, 1960), p. 87] Penulis dari Questions on Doctrine berpegang pada tulisan-tulisannya dalam penghargaan yang sangat tinggi" karena "Roh Kudus membuka ke pikirannya kejadian-kejadian penting dan memanggil dia untuk memberikan perintah-perintah tertentu untuk hari-hari terakhir ini." Jadi, "kita sebagai sebuah denominasi menerima itu sebagai nasehat yang diilhami Tuhan. Namun kita tidak boleh menyamakannya dengan Alkitab. [Questions on Doctrine, p. 93]

Jika tulisan Ny. White tidak sebanding dengan Ayat-suci mengapa keduanya berkata"diilhami" ? Walter R. Martin secara simpatik menjelaskan "inspirasi" itu dalam kaitan dengan karya Ny. White "memilikisuatu arti yang lebih berbeda dari inspirasi Alkitab." Namun, bahkan Martin menyimpulkan bahwa "orang Advent sedang membela suatu keadaan yang adalah pada paling paradoks dan terkadang contradiksi. " [Walter R. Martin, The Truth About Seventh-day Adventism, pp. 96-97] Sampai kekacauan ini dijelaskan dalam penjelasan mereka tentang inspirasi [ilham], maka adalah sukar untuk mengerti klaim orang Advent tanpa batas "bahwa kita tidak menganggap tulisan-tulisan EllenG. White sebagai tambahan pada peraturan [canon]
yang sakral dari Alkitab... dalam pengertian yang sama pada Kitab Suci." [Questions on Doctrine, p. 93]

Untuk membantu orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh agar lebih jelas membedakan Ny. White dari nabi-nabi Alkitabiah dan dengan demikian menghindari ajaran bidat, kita dapat menanyakan satu pertanyaan yang disarankan oleh Dr. Harold Lindsell. "Apakah Ny. White salah, pada tiap hal secara teologis atau etis dan kehidupan pribadi, atau apakah dia bebas dari kesalahan dalam semua ajarannya, pernyataan dan etika?" [Harold Lindsell, "What of Seventh-dayAdventis m?" Christian Today, March31, 1958, p. 7] Bila orang Advent terus membela semua kata-kata dan aksinya maka mereka meletakan dia pada pemujaan perempuan malah lebih tinggi daripada orangChristian Science yang menaruh Mary Baker Eddy atau orang Suci Zaman Akhir [Mormon] menaruh Joseph Smith. Menganggap Ny. White atau tiap orang yang demikian sebagai jurubicara tunggal Tuhan untuk zaman akhir, adalah mengganti otoritas tertinggi Kitab-suci. Jika seseorang bertentangan dengan Ny. White apakah ia perlu bertentangan dengan Tuhan?

Bukti tidaklah mendukung ketidaksalahan Ny. White. Orang Advent, tidak dapat menganggap "bahwa tulisan Ny. White bebas dari kesalahan teologis dan exegese," Walter Martin menunjuk pada "for they are not" ("karena memang tidak") [Walter R. Martin, TheTruth About Seventh-day Adventism, p. 113] Tuduhan ini didokumentasi, untuk satu hal, oleh indikasi adanya plagiat. Dalam kolom yang sama Martin membuat daftar isi buku dari Ny. White dan dari Conybeare dan Howson 'The Life and Epistles of the Apostle Paul, J. A. Wylie's History of the Waldenses dan D'Aubigne History of the Reformation. [Ibid., pp. 100-104] Kemudian, pada otoritas Ny. White sendiri hal itu dapat diperlihatkan bahwa ia salah, bahkan dalam Testimonies- nya yang "terilham". Dia mengakui, "Pada situasi-situasi ini saya menyerahkan penilaian saya kepada orang lain dan menulis apa yang muncul di Bilangan Sebelas dalam kaitan pada Bidang Kesehatan, dimana saya tidak dapat memberikan semua yang telah saya lihat, In this I did wrong." [Ellen G. White, Testimonies I, 563, cited by Martin,p. 107] Siapakah dapat berkata bahwa Ny. White tidak menyerah pada tekanan dari situasi atau pendapatpada kesempatan lain untuk mengadakan "karunia nubuat"-nya?

Semoga Tuhan menolong tiap orang Advent yang belum berbuat demikian untuk mengakui terus-terang seperti Ny. White mengakui kekeliruannya. Maka mereka tidak dapat mendirikan doktrin pada otoritasnya, tetapi harus selalu menemukan doktrin dalam Kitab-suci dan menguji karya-karyanya oleh ayat Alkitab. Tiap orang Advent yang mengakui hal ini dan membuang teks bukti dari Ny. White, menunjukkan bahwa ia berpegang pada Alkitab saja yang sempurna dan cukup untuk semua hal tentang iman dan perbuatan. Sepanjamg yang menyangkut butir ini, orang Advent yang demikian disambut pada kemah orang Injili. Tetapi orang Advent yang terus berdalih pada tidak adanya kesalahan pada Ny. White dengan demikian mengeluarkan dirinya dari penerimaan yang tidak memenuhi syarat diantara orang-orang Injili. Doa kami ialah bahwa setiap orang Advent nyatanya akan berpegang bahwa tidak tidak ada yang lain kecuali satu peraturan yang sempurna tentang iman dan perbuatan, yaitu Alkitab, dan selanjutnya isu ini adalah Injili.

2. PRIORITAS INJIL

Sebuah pertanyaan lain harus ditanyakan pada orang Advent, "Apakah urusan utama Anda ialah mengabarkan Injil?" Banyak orang Injili akan berharap sebuah jawaban jujur dari orang Advent yang berkata urusan utama mereka ialah mengabarkan Taurat. Beberapa telah berpikir apakah radio orang Advent dan pelayanan televisi adalah benar wakil dari kepercayaan mereka. Pemimpin Adventis menghadapi pertanyaan blak-blakan ini:

Apakah bukan isi dan penekanan Injili dari program radio "Suara Nubuatan" Anda dan pertunjukan TV "Faith for Today " [Iman untuk Masa Kini] suatu jeritan yang agak jauh dari inti doktrin dan sah dari Adventisme? Apakah mereka bukan agaknya suatu penawaran untuk kebaikan dan usaha yang lihai untuk menaraik mereka yang mendaftar dalam kursus-kursus AlkitabAnda yang diajukan untuk secara bertahap menerima doktrin pokok dan sah dari Adventisme?

Untuk pertanyaan yang jujur ini, orang Advent menjawab:

Tidak ada usaha yang licik atau upaya untuk menipu. Pokok dari berita Advent adalah Kristus dan Dia yang tersalib . . . Kami percaya bahwa Kekris­tenan adalah suatu pengalaman nyata dengan Kristus. Kekristenan adalah, suatu hubungan kepada satu Oknum – Tuhan yang agung dan Juruselamat kami Yesus Kristus... Kami juga percaya bahwa suatu berita khusus ialah saatnya dunia sekarang, dan bahwa kamidipanggil kedalamnya untuk mengambil bagian dalam memproklamasikannya . Namun kembali, bahwa berita itu adalah sederhana Injil kekal pada penetapan [setting] dari waktu penghakiman Tuhan, kedatangan kedua kali dari Tuhan kita yang segera terjadi, dan persiapan manusia untuk bertemu Tuhan.. Kami ulangi, penekanan ini bukanlah sesuatu yang licik, seperti usul dalam pertanyaan itu. Itu bukanlah sebuah pikatan, atau muslihat, atau umpan. Malahan, itu adalah suatu usaha serius untuk meletakkan hal-hal utama pasti duluan dalam presentasi public kami, dan membiarkan dunia melihat dan tahu bahwa beban pokok dari Adventisme ialah Kristus dan penyelamatan-Nya. [Questions on Doctrine, pp. 101-102]

Dengan terus terang, para penulis dari Questions on Doctrine bermaksud bahwa urusan utama orang Adven ialah bukan mengabarkan Taurat, tetapi Injil. Kesimpulan yang sama diperlukan oleh skripsi Arthur S. Maxwell berjudul, "Siapakah itu seorang Advent-Jemaat Hari Ketujuh?" Pada seri tentang agama-agama yang berbeda di sebuah majalah populer, Maxwell menulis:

Seorang Advent-Jemaat Hari Ketujuh adalah seseorang yang telah menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi, berjalan dalam kepatuhan yang sederhana bagi kehendak Tuhan sepeerti yang diungkapkan di Kitab Suci. Seorang Kristen pencinta Alkitab, ia mencari untuk mempolakan hidupnya sesuai pada ajaran dari kitab ini, sementara mencari kedatangan kembali Tuhannya yang segera tiba. Ia hidup dibawah suatu pengertian tentang takdir, percaya itu adalah tugasnya untuk memperingatkan umat manusia bahwa akhir dari dunia ini sedang datang. [Arthur S. Maxwell, "What is a Seventh-day Adventist?" A Guide to the Religions of America,ed. Leo Rosten (New York: Simon and Schuster, 1955), p. 133]

Kecuali kalau seseorang dengan jelek menganggap untuk menghakimi motivasi dari para pemimpin ini, menyimpulkan bahwa seperti yang mereka lihat, urusan utama mereka ialah mengabarkan Injil. Bila memelihara dietnya Hari-Ketujuh atau Perjanjian Lama [PL] nampaknya akan menjadi ciri yang menyolok, kita mungkin telah salah menilai. Atau mungkin ada perbedaan dalam aliran itu sendiri. Pada penegasan para pemimpinnya sendiri tentang prioritas Injil, kita harusmenyimpulkan bahwa apa yang mereka gambarkan menunjukkan posisi Injili. Mungkin arif untuk tidak mengeluarkan pendapat akhir, namun, sampai kita telah menganalisa lebih lengkap posisi mereka pada unsur-unsur berita Injil..

3. KRISTUS

Satu unsur dasar Injil pada Perjanjian Baru membedakan Kekristenan sejati dari yang palsu mengenai sifat dasar Yesus Kristus. Marilah kita tanya orang Advent, dengan pertanyaan ini: "Apakah Anda percaya bahwa Yesus adalah Mesias, sang Kristus, Firman kekal yang sudah dating di dalam daging?" Jawaban apakah yang Anda harapkan?

Diantara "Keyakinan Dasar" orang Advent ada ikhtisar yang baik dari ajaran Alkitabiah ini:

Yesus Kristus adalah sesungguhnya Eloah [Allah], adalah bersifat dasar dan intisari yang sama seperti Bapa yang Kekal. Sementara memakai sifat keilahian-Nya, Dia memakai pada diri-Nya sendiri sifat dasar darikeluarga manusia, hidup di bumi sebagai seorang manusia, membuat teladan dalam hidup-Nya sebagai contoh prinsip kebenaran kita, memperlihatkan hubungan-Nya dengan Elohimoleh banyak mujizat yang hebat, mati di kayu salib bagi dosa-dosa kita, telah bangkit dari kematian, dan terangkat kepada Bapa, dimana Dia sesungguhnya hidup melakukan doa safaat bagi kita. [Questions on Doctrine, pp.11-12]

Mengenai keilahian Kristus dan fakta inkarnasi-Nya, orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh berada sama dengan orang Kristen Injili. Orang Advent menegaskan bahwa doktrin Alkitabiah dibuat jelas sasaran iman untuk keselamatan dalam Kitab Suci. Oleh test Kitab Suci yang dipakai dalam studi ini, maka orang Advent dalam pandangan mereka tentang Pribadi Kristus adalah Injili.

Bagaimanapun juga, beberapa kritik tentang Adventisme, dalam mengevaluasi aliran ini meng-gunakan lebih banyak pernyataan doktrinal yang rinci dan lengkap. Dengan norma-norma ini pengertian orang Advent tentang sifat manusia Kristus, ditantang. Orang Advent berbeda dari sejarah gereja Kristen dalam pandangan mereka tentang sifat dasar manusia dan maka dari itu dalam doktrin mereka pandangan tentang sifat dasar manusia Kristus pun berbeda. Manusia bukanlah suatu kesatuan dua bagian, tubuh dan jiwa. Mereka mengajar bahwa “jiwa dari manusia mewakili manusia itu seutuhnya, dan bukan suatu bagian khusus yang bebas dari bagian-bagian komponen lain dari sifat manusia; selanjutnya bahwa jiwa tidak akan ada, terpisah dari tubuh, karena manusia adalah suatu kesatuan. [Ibid.,p. 515] SaatKristus menjadi manusia, Dia mengambil pada diri-Nya daging manusia dan sifat manusia, tetapi bukan jiwa manusia sebagai suatu substansi yang jelas tidak penting. Pada penilaian akhir dari Norman F. Douty, maka doktrin orang Advent adalah seperti Apollinaris, yang pandangannya dinyatakan sesat [bidat] oleh gereja. [Norman C. Douty,op. cit., pp. 48-50] Bagi orang Kristen mula-mula ajaran ini mengurangi kemanusiaan Kristus yang lengkap. Doktrin ortodoks berpegang bahwa Kristus mengambil pada diri-Nya bukan saja tubuh insani, tetapi juga jiwa atau roh manusia.

Aspek kedua dari ajaran Advent tentang Kristus telah dikritik. Sementara orang Kristen ortodoks telah berpegang bahwa sifat insani-Nya adalah seperti Adam sebelum jatuh dalam dosa, orang Advent telah berpegang bahwa seperti Adam dan turunannya setelah kejatuhan. Orang Advent berkeras bahwa adalah perlu bagi Kristus untuk mengambil sifat kejatuhan manusia, supaya dicobai dalam semua bidang seperti kita juga. Banyak kutipan dalam tulisan-tulisan standar Adventis disebut oleh Bird dan Douty padqa akibat bahwa Kristus memiliki sifat dosa. [Ibid., 52-64; Herbert S. Bird, Theology of Seventh-day Adventism, pp.64-71]

Tentu saja Alkitab mengajar Kristus tidak mempunyai dosa. Anak yang lahir dari Maria tidak berdosa tetapi kudus (Luk. l:35). Yesus berkata Setan tidak mempunyai sesuatu dalam diri-Nya. (Yoh. 14:30). Petrus menyebut-Nya anak domba "tanpa noda dan tanpa caca" (I Pet. 1:19) dan menyatakan Ia tidak berbuat dosa, "juga tipu tidak ada dalam mulut-Nya" (I Pet. 2:22). Dan Yohanes yang begitu mengenal Dia dapat menulis, "Didalam Dia tidak ada dosa" (I Yoh.3:5).

Para penulis Advent-Jemaat Hari Ketujuh bersatu dalam menegaskan bahwa Kristus tidak pernah berbuat dosa namun mereka bisa bertentangan satu dengan lainnya pada isu tentang kebejatan sifat manusia alamiah-Nya. Penulis Questions on Doctrine, bagaimanapunjuga, meng-ambil posisi ortodoks dan ngotot bahwa Kristus mengambil sifat manusia tanpa dosa. [Questions on Doctrine, pp.650-652] Dalam menyinggung pada sifat insani penuh dosa dari Kristus orang Advent lainnya menolak parttisipasi yang sangat kecil dalam dosa, namun menganggap Kristus menderita tanggung-jawab warisan dalam sifat alamiah manusia. Kristus betul-betul telah dicobai dalam segala segi sebagaimana manusia dicobai, dan mengidentifikasikan diri-Nya dengan para pendosa yang kepada mereka Dia datang untuk menyelamatkan. [Ibid., pp. 653-658]

Dalam pandangan mereka tentang Kristus, maka, apakah orang Advent Injili? Jika untuk menjadi Injili seseorang harus menegaskan doktrin ortodoks seutuhnya, maka pada satu segi mereka gagal. Mereka tidak menyatakan bahwa Kristus mengambil roh manusia atau jiwa sebagai suatu substansi yang tidak relevan berbeda dari tubuh manusia dalam inkarnasi-Nya. Para pemimpin yang menulis Questions on Doctrine dengan tegas menolak bawa sifat alamiah-Nya berdosa. Karena hal-hal yang mereka wakili, satu isu yang tinggal, dari dirinyasendiri hampir tidak dapat keluar dari orang-orang Injili yang menegaskan keilahian Kristus yang absolut, ajaran Trinitas dan inkarnasi secara harfiah.

Secara historis, telah ada orang-orang yang dapat dipercaya yang berpegang pada pandangan yang sama tentang jiwa, dan kini ada beberapa yang berpegang demikian. Secara Alkitabiah, orang Advent menerima Firman yang adalah Eloah dan menjadi daging (Yoh. 1:1, 12, 14). Jadi siapakah jika berpikir akan pandangan mereka tentang Kristus, dapat berkata bahwa mereka tidak memiliki kuasa untuk disebut anak-anak Elohim [Allah]? Mereka menegaskan bahwa Yesus telah datang didalam daging (1 Yoh. 4:1-3). Jadi siapakah akan berkata bahwa mereka itu antikristus? Mereka percaya bahwa Yesus adalah sang Kristus (Yoh. 20:31). Maka siapakah akan berani untuk bertanya apakah mereka memiliki hidup melalui nama-Nya? Pada isu ini nampaknya bahwa Bird dan Douty meningkatkan standar penginjilan terlalu rinci, atau telah meninggalkan isu menyangkut penginjilannya orang Advent. Bila orang Advent yang diwakilkan oleh Questions on Doctrine bukan bagian dari tubuh Kristus, adalah bukan karena pandangan mereka tentang Pribadi Kristus. Orang Kristen tidak akan mulai menolong orang Advent dengan mendebatkan isu-isu yang rinci ini tentang sifat dasar Kristus. Sebaliknya, orang Kristen seyogianya bersuka-cita pada kesaksian dari keyakinan seorang Advent dalam keilahian dan inkarnasi Kristus, dan beralih ke isu-isu yang lain.

4. PENEBUSAN

Injil memasukkan suatu penegasan bukan hanya tentang pribadi Kristus, tetapi juga mengenai karya-Nya. Orang Kristen berminat untuk menolong orang Advent akan bertanya: Apakah Anda percaya bahwa curahan darah Kristus adalah satu-satunya dasar untuk pengampunan dosa-dosamu?

Sebuah pertanyaan yang sama datang kepada para pemimpin: "Orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh sering kali telah dituduh dengan ajaran bahwa penebusan di kayu salib belum lenkap Apakah tuduhan ini benar?" [Ibid., pp. 653-658] Jawabannya sepertinya berterusterang. "Mungkin kami menyatakan dengan amat bersungguh-sunguh dan tegas bahwa orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh tidak percaya bahwa Kristussudah melakukan tetapi sebagian atau korban penebusan yang tidak lengkap di kayu salib." [Ibid., pp. 349] Apa yang mereka titik-beratkan, ialah perbedaan antara karya Kristusyang lengkap dan penerapannya bagi para individu.

Sangat pasti korban penebusan yang cukup untuk segalanya dari Yesus Tuhan kita telah dipersembahkan dan selesai [lengkap] pada kayu salib di Kalvary. Ini telah dilakukan untuk semua umat manusia. (II Yoh. 2:2). Tetapi karya pengorbanan ini akan benar-benar berguna bagi hati manusia hanya jika kita menyerahkan hidup kita kepada Elohim dan mengalami mujizat hidup-baru. Di dalam pengalaman ini, Yesus Imam Besar kita mempergunakan bagi kita manfaat-manfaat dari korban penebusasn-Nya. Dosa-dosa kita diampuni, kita menjadi anak-anak Tuhan oleh iman dalam Kristus Jesus, dan damai dari Elohim tinggal dalam hati kita. [Ibid., p. 350]

Jelas ini adalah posisi Injili seperti yang dinyatakan. Bagaimanapun juga, jika, penggunaan manfaat penebusan yang menyelamatkan bergantung pada beberapa karya tambahan Kristus, seperti apa yang disebut penyucian tempat kudus sorgawi pada tahun 1844, itu menimbulkan isu tentang selesainya Karya Kristus di Kalvary. Lebih jauh lagi, jika akhirnya semua dosa harus diletakkan pada Setan sebagai kambing hitam [kambing jantan penghapus dosa (Imamat 16:9) - tambahan penerjemah], nampaknyapenebusan di kayu salib belum lengkap.

Bagaimanakah ide penghakiman investigasi [penghakiman berdasarkan investigasi kesalahan] pada tempat kudus sorgawi dan kambing penghapus dosa [Azazel] ini berasal? Orang Advent menginterpretasi hari pendamaian [penebusan] Perjanjian Lama secara typology [analisa berdasarkan jenis]. Pada hari itu para peserta dihakimi (Imamat 23:29-30) dan sang kambing dihalau keluar ke padang gurun (Imamat 16:20-28). Interpretasi secara typology dari peristiwa ini (lebih dikehendaki daripada ajaran Alkitab yang jelas) telah menjadi dasar dari doktrin. [Ibid., pp. 362-364]Bagaimana hal ini berkembang adalah ceritanya sendiri.

Pada tahun1844, karena prediksi William Miller tentang berakhirnya dunia, suatu luapan kegembiraan berakhir pada kekecewaan yang besar. Miller telah menemukan dasar untuk memprediksi kembalinya Kristus dalam Daniel 8:14. Jumlah 2300 hari sampai penyucian tempat kudus dihitung menjadi 2300 tahun. Dimulai pada tahun 457 S.M., ketika Artaxerxes menyatakan orang-orang Israel dapat membangun kembali ibukota mereka yang rusak, jangka waktunya berakhir pada tahun 1844. Tetapi Yesus tidak kembali ke Yerusalem.

Pada tanggal 23 Oktober 1844, sehari setelah hari yang ditentukan kembalinya Kristus, seorang pengikut Miller bernama Hiram Edson berjalan sendirian melalui ladang jagung, ketika, tiba-tiba timbul dalam pikirannya gagasan bahwa ada dua fase pelayanan Kristus di tingkap-tingkap sorgawi, sama seperti pada tempat kudus dulu... Dia (Kristus) untuk pertama kali masuk pada hari itu ke kediaman ke dua dari tempat kudus (sorgawi] untuk melakukan pelayanan dalam ruang Maha Suci sebelum datang ke bumi. [Leroy E. Froom,The Prophetic Faith of Our Fathers (Washington, D. C.: Review and Herald Publishing Association, 1954), IV, 661]

Tetapi apakah di tempat kudus sorgawi perlu disucikan? Untuk menerangkan ini, Ny. White menulis, "Dosa belum dibatalkan oleh darah dari korban. Jadi suatu cara disiapkan yang olehnya itu dipindahkan ketempat kudus. Oleh persembahan darah, pendosa belum sama sekali terlepas dari penghukuman hukum taurat. [Ellen G. White,The Great Controversy( Washington, D. C.: Review and Herald Publishing Association, 1911),p. 420] Karena catatan perbuatan baik dan jahat masih ada di sorga, para penulis Questions on Doctrine mengakui,"Penerimaa n akan Kristus pada pertobatan tidak memeteraikan nasib seseorang." [Questions on Doctrine, pp. 420]
Pengampunan dari semua dosa sebagai manfaat dari penebusan Kristus, menurut orang Advent, tidak diterima saat! Pembenaran di hadapan diri Elohim dalam ruang maha kudus menanti suatu karya lain dari Kristus, investigasi penghakiman- Nya. Bahkan disana orang percaya bisa kehilangan keselamatannya. "Bila seseorang memiliki dosa tersisa pada buku catatan, belum bertobat dari padanya dan tidak diampuni, nama-nama mereka akan disapu keluar dari buku kehidupan, dan catatan tentang perbuatan baiknya akan dihapus dari buku ingatan Elohim." [Ellen G. White,op. cit.,p. 483]

Pada dasar apakah manusia berdiri atau jatuh dalam penghakiman investigasi? Bukan perpaduannya dengan Kristus oleh iman, bukan kelahiran baru mereka oleh Roh Kudus, bukan perdamaian mereka oleh darah Kristus, kata orang-orang Advent. "Taurat Tuhan adalah standar yang olehnya karakter dan kehidupan manusia akan diuji dalam penghakiman. [Ibid.,p. 482] Memperbaiki ini, orang Advent menegaskan bahwa Kristus sang imam besar agung menjadi pengacara orang percaya, dan dalam pengadilan sorgawi Dia tidak pernah kehilangan satu perkara. Tetapi kententraman ini direngut keluar saat mereka menambahi "Bagi kami, Nampak jelas bahwa kami harus teruskan kesetiaan kami sepanjang hidup bila kami harapkan Kristus mewakili kami dalam penghakiman. " [Questions onDoctrine, p. 442] Sungguh bertentangan, alkitab menyatakan bahwa oleh sebab tidak sorang pendosa pun dapat memelihara taurat bahwa kita perlu seorang pengacara apabila berdosa. "Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil." (I Yoh.2:1).

Begitu lama bila hasil dari penghakiman investigasi ditentukan bukan oleh iman, tetapi oleh memelihara hukum taurat, adalah sukar untuk menyimpulkan bahwa secara konsisten orang Advent menganggap darah Kristus satu-satunya dasar untuk keselamatan. Orang Injili harus menghadapi orang Advent, jangan lebih banyak dengan kesalahan mereka pada waktunya penghakiman ilahi atau konsep harfiah mereka tentang tempat kudus sorgawi atau praktek ketidakbijaksanaan mereka untuk mendasarkan suatu jenis ajaran pokok pada Perjanjian lama saja, tetapi dengan akibat ajaran Alkitab mereka pada pembenaran oleh iman yang bertentangan. Itu termasuk pengampunan yang lengkap dari semua dosa dan penuduhan yang salah tentang kebenaran yang sempurna dari Kristus. Jadi seorang percaya di dalam Kristus, telah tersalib dan bangkit, sama sekali tidak perlu takut akan penghakiman atau penghukuman (Roma 8:1; Yoh. 3:18). "Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa. Dan di dalam Dialah setiap orang yang percaya memperoleh pembebasan dari segala dosa, yang tidak dapat kamu peroleh dari hukum Musa." Dalam konteks Kisah Rasul 13:38-39 "hukum Musa" adalaha tidak terpisah dari, akan tetapi termasuk Sepuluh Perintah Tuhan. Biarlah Orang Advent mendengar lagi Roma 3:28, "Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat." (Bandingkan Rom. 4:6; 11:6; Ef. 2:2-9; Gal; 2:16; Tit. 3:5.) Apapun Daniel 8:14 boleh berarti, itu tidak dapat merobohkan ajaran dasar keseluruhan Kitab-suci bahwa orang benar akan hidup oleh iman dalam karya lengkap penebusan Kristus, bukan dalam kemampuan mereka memelihara hukum (taurat). Orang percaya memiliki penebusan “melalui darah-Nya, pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya" (Ef. 1:7).

Jadi dari manakah "kambing-hitam" masuk? Nama kambing-hitam yang dilepaskan ke padang gurun oleh imam besar pada hari penebusan [pendamaian - Imamat 23:27 - penerjemah] adalah Azazel. Para penafsir Advent, dan juga ortodoks, think Azazel menunjukkan Setan. [Samuel Zwemer, E. W. Hengstenberg, and J. Russell Howden inSunday School Times (Jan. 15, 1927), cited in Walter Martin, TheTruth about Seventh-day Adventism, pp 184-188] Arti nama itu bukan isu yang penting sekali. Apakah orang Advent berpegang bahwa Setan pada satu atau lain cara menyiapkan penebusan bagi dosa yang tidak diselesaikan oleh Kristus?

Orang Advent modern seperti yang diwakili oleh para penulis Questions on Doctrine secara total menyangkal bahwa Setan dalam cara apapun penyelesaikan penebusan itu. Tetapi mereka berkata, Setan bukan tidak berkaitan dengan dosa kita. Mereka mengajar, dalam semua dosa, ada suatu tanggungjawab ganda: "pertama tanggungjawab saya sebagai sang pelaku, agen, atau media; dan kedua, tanggungjawab Setan sebagai sang penghasut, atau penggoda, yang dalam hatinya dosa pertama kali dikandung." [Questions on Doctrine, pp. 397-398] Jadi bila Setan disebut menghapus dosa-dosa kita, mereka maksudkan membayar untuk menghasut mereka, bukan bahwa dia sedang menyiapkan suatu penebusan bagi mereka. “Setan tidak melakukan penebusan untuk dosa-dosa kita. Tetapi Setan akhirnya harus menanggung ganti rugi hukuman untuk tanggungjawabnya pada dosa-dosa semua manusia, baik orang yang benar maupun yang jahat. [Ibid., p. 400]

Orang Advent menyanggah, ada dua alasan Setan tidak dapat menjadi penanggung dosa orang lain:
(1) transaksi dengan kambing-hitam terjadi setelah penebusan telahselesai dikerjakan, dan (2) kambing itu tidak dibantai - dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan (Ibr. 9:22). Oleh sebab itu orang Advent Jemaat Hari Ketujuh menolak secara total apapun idenya, sugesti, atau implikasi [maksud] dalam sifat atau kadar apapun, bahwa Setan adalah penanggung dosa kita. Pemikiran itu menjijikkan bagi kami, dan sangat menghina." [Ibid., pp. 399-400]

Maka pada berdasarkan ini, Orang Kristen Injili boleh memilih tidak mengikuti interprestasi orang Advent tentang kambing-hitam, tetapi mereka tidak dapat menghakimi mereka yang menerimanya dengan keselamatan yang dipengaruhi bidat. Seseorang hanya dapat menghendaki posisinya pada putusan analitis yang secara sungguh-sungguh bersatu dengan ajaran Alkitab tentang penebusan Kristus. Pada pokok ini denominasi itu belum juga konsis­ten menyatakan posisi itu Injili. Legalisme-nya selanjutnya dipertimbangkan dalam pertanyaan tujuh.

5. KEBANGKITAN KRISTUS
Iman adalah aspek lain dari Injil, kemenangan Kristus atas kuburan, adalah suatu kondisi tegas dari keselamatan (Roma 10:9). Sebagai perhatian kita pada seorang Advent, maka bertanyalah, "Apakah Anda percaya bahwa Yesus Kristus bangkit dari kematian?"
Setuju dengan Kristen ortodoks, orang Advent berpegang "bahwa Yesus Kristus secara harfiah dan tubuh bangkit dari kubur." [Ibid., p. 22] Untuk menghindari kemungkinan salah pengertian selanjutnya mereka menerangkan, "Kebangkitan Kristus bukanlah untuk dipahami dalam pengertian rohani. Dia benar-benar bangkit dari kematian. Dia yang datang dari lubang kubur adalah Yesus yang sama yang hidup di sini di dalam daging." [Ibid., p. 66] Dalam menyokong kebangkitan, orang Advent menghimpun bukti-bukti yang sama seperti orang Injili, dan mereka mengambil posisi yang serupa pada arti ajarannya. Perlawanan yang paling kuat dari Adventisme jangan menanyakan keyakinan orang Advent tentang kebangkitan Kristus. Jadi orang Injili akan bersukacita bahwa iman mereka dalam kemenangan Kristus atas kematian dibagi oleh orang-orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh.

6. KEPERCAYAAN PRIBADI
Orang-orang Kristen yang prihatin untuk memenangkan bukan saja argumen tetapi juga orangnya, boleh juga bertanya orang Advent, "Apakah Anda pribadi mempercayai Yesus penebusdan Tuhan Anda?"
Seperti orang Injili, kebanyakan orang Advent berulang-ulang menekankan kebutuhan yang mutlah akan iman. [BibleReading for the Home Circle, 551; 83] Pada diskusi-diskusi itu Ibrani 11:6 seringkali terjadi, "Tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Elohim [Allah]." Lebih lanjut mereka membedakan antara suatu kepercayaan intelektual dan komitmen total. Ny. White menerangkan bahwa ada satu jenis keyakinan yang seluruhnya berbeda dari iman. Eksistensi dan kuasa Elohim [Allah], kebenaran Firman-Nya, adalah fakta-fakta yang bahkan Setan dan pasukannya pada dasarnya tidak dapat menolak. Alkitab berkata bahwa "para iblis pun percaya dan gemetar"; tetapi ini bukanlah iman dimana tidak ada hanya suatu keyakinan dalam Firman Tuhan, tetapi suatu kepatuhan dari kehendak kepada-Nya; dimana hati menyerah kepada-Nya, kasih-sayang tetap kepada-Nya, itulah iman, "iman yang bekerja oleh kasih, dan menyucikan jiwa." [Ellen G. White, Steps to Christ (Mountain View, California: Pacific Press, 1908), p. 69]

Penekanan yang mirip pada kepercayaan dan iman, muncul dalam karya terkenal dari Ny. White Steps to Christ [Langkah-langkah ke Kristus]. [Ibid., p. 55]
Dan dalam Questionson Doctrine pembenaran disebutkan terjadi oleh sebuah iman yang terletak pada pegangan kuasa Roh Tuhan.

Malah sejak dahulu kala, manusia tidak dibenarkan oleh perbuatan; "mereka dibenarkan oleh iman" (Gal. 2:16; bandingkan Rom. 1:17; Gal. 3:8, 11; Fil. 3:9; Ibr. 10:38). Elohim meminta manusia menjadi benar; tetap manusia tidak benar secara natur. Bila ia dipersiapkan bagi kerajaan Elohim, dia harus dibuat benar. Inilah sesuatu yang manusia pada dan dari dirinya. Dia kotor dan tidak benar. Lebih banyak ia berbuat, dan lebih besar usahanya, maka lebih banyak ia memperlihatkan ketidak-benaran hatinya. Oleh sebab itu, bila manusia pernah menjadi benar, hal itu pastilah oleh kuasa yang seluruhnyadiluar dirinya - itu pasti oleh kuasa Elohim. [Questionon Doctrine, pp. 141-142]

Dengan pandangan Advent-Jemaat Hari Ketujuh tentang iman seperti ini, orang Injili jangan buat isu. Tetapi orang Injili tahu bahwa adalah satu hal untuk berkhotbah perlunya iman pribadi dan hal lain untuk melakukan iman itu secara pribadi. Dalam percakapan dengan orang Advent seperti dengan orang lain kita dapat menolong dengan menyaksikan tentang kepercayaan diri kita sendiri tanpa syarat di dalam Tuhan kita yang hidup.

7. HANYA IMAN

Bagi orang Advent pertanyaan akhir ini menjadi kritis, "Apakah Anda bergantung pada beberapa prestasi dari dirimu untuk menyumbang keselamatan atau hanya oleh anugerah Tuhan melalui iman?"
Banyak pernyataan orang Advent yang menghubungkan perbuatan ke iman dalam gaya ortodoks. Dalam Steps to Christ Ny. White menulis:
Ada dua kesalahan yang anak-anak Tuhan berlawanan denganny - khususnya mereka yang baru saja menjadi percaya. Anugerahnya - terutama perlu dijaga. Yang pertama-tama. .. adalah yang melihat pada perbuatan diri sendiri, penuh kepercayaan pada apa saja yang mereka dapat lakukan, untuk membawa diri mereka kepada keharminisan dengan Tuhan. Dia yang mencoba untuk menjadi kudus oleh perbuatannya sendiri dalam memelihara hukum [taurat], sedang mencoba suatu ketidakmungkinan. Semua yang manusia dapat lakukan tanpa Kristus dikotori oleh kepentingan diri sendiri dan dosa. Adalah hanya anugerah Kristus saja, melalui iman yang dapat membuat kita kudus.

Sebaliknya dan tidak kurang bahaya kesalahan adalah, keyakinan dalam Kristus membebaskan manusia dari memelihara hukum [taurat] Tuhan; yanh karena oleh iman saja kita menjadi bagian dari anugerah Kristus, perbuatan baik kita tidak ada bagiannya dengan penebusan kita.

Tetapi perhatikan disini bahwa ketaatan bukanlah suatu pemenuhan di luar belaka, akan tetapi pelayanan kasih. Hukum Tuhan adalah ekspresi dari sifat sejati-Nya . . . jika hati kita dibaharui dalam citra Elohim [Allah] tidak akankah hukum Tuhan dilaksanakan dalam hidup kita? . . . Ketaatan - pelayanan dan kesetiaan kasih - adalah tanda sejati dari pemuridan ... Daripada membebaskan manusia dari ketaatan, adalah iman dan hanya iman saja, yang menjadikan kita bagian dari anugerah Kristus yang memungkinkan kita dapat melakukan ketaatan. [Ibid., pp. 65-66]

"Iman yang membenarkan, " komentar Bible Reading for Home Circle di Galatia 5:6, "adalah iman yang bekerja." [Bible Reading for the Home Circle, p. 137] Arthur S. Maxwell menerangkan, "Penerimaan anugerah ilahi membawa manusia dibawah suatu keharusan seribu kali lebih besar untuk mematuhi Tuhan - keharusan bukan oleh paksaan tetapi oleh kasih . . . Berada dibawah anugerah bukanlah suatu alasan untuk berdosa, namun tambahan alasan untuk hidup benar." [Arthur S. Maxwell, Your Friends the Adventists, p.38] Dipertanyakan terus-terang apakah orang Advent mengajar bahwa orangharus mematuhi Sepuluh Perintah supaya diselamatkan, Maxwell menjawab,

Tidak. Keselamatan hanyalah oleh anugerah. Hanya ada satu jalan keselamatan. Itulah iman dalam kematian penebusan dari Yesus Kristus. Tak seoranpun dapat "kerjakan jalannya" kedalam kerajaan Elohim[Allah] . Bukan nilai kepatuhan, bukan perbuatan penebusan dosa, bukan jumlah uang memberi hak setiap orang bagi suatu perkenanan ilahi. Namun, "iman tanpa perbuatan adalah mati." Memelihara perintah-perintah adalah hasilnya, bukti keselamatan. Itu adalah masalah kasih bukan tugas legal. "Jika kamu mengasihi Aku," kata Yesus, "turutilah perintah-perintah- Ku" (Yoh. 14:15) [Maxwell, "What is a Seventh-day Adventist?", p. 38]

Dan para kontributor kepada Questions on Doctrine setuju:

Keselamatan tdak pernah dilakukan oleh hukum [taurat] atau perbuatan baik, sekarang maupun dahulu; keselamatan hanyalah oleh anugerah Kristus . . . Tidak satupun yang manusia dapat lakukan, atau telah lakukan, dalam cara apapun pantas memperoleh keselamatan. Sedangkan perbuatan bukanlah alat keselamatan, perbuatan baik adalah akibat yang tak terelakkan dari keselamatan. Namun,perbuatan- perbuatan baik ini adalah hanya mungkin bagi anak Tuhan yang hidupnya terpadu oleh Roh Tuhan . . . Hubungan dan urutannya penting, tetapi sering tidak dimengerti atau terbalik. [Question on Doctrine, p. 141]

Bahkan seperti baunya buah-buah iman, namun orang Advent tidak mengharapkan orang percaya memelihara semua perintah yang berbeda dari Perjanjian Lama. Hukum Upacara Musa sama berbeda dari hukum moral Tuhan dalam Sepuluh Perintah tetapi merupakan bayangan dari karya Kristus yang akan datang. Sejak penyaliban-Nya hukum upacara [seremoni] telah selesai. Itulah kedagingan dan memperbudak setiap orang yang mencoba memeliharanya. Tetapi Sepuluh Perintah tidak dihapus. Mereka rohani dan memberkati dengan kebebasan bagi dia yang memeliharanya. [Ibid., pp. 121-134] Dengan perbedaan interpretasi perintah keempat, banyak orang Kristen ortodoks akan setuju dengan perbedaan ini. Orang lain akan bersikeras bahwa bahkan hukum moral Perjanjian Lama seperti yang dinyatakan dalam Sepuluh Perintah menuliskan di batu telah selesai (II Cor. 3), tetapi Sembilan dari Sepuluh Perintah kemudian dipelihara seperti dikatakan dalam Perjanjian Baru.

Tetapi seseorang heran mengapa orang Advent, konsisten dengan pandangan mereka sendiri, menyokong peraturan-peraturan diet Perjanjian Lama. Beberapa orang Advent memberikan pernyataan kebebasan mereka dari padanya sebagai sebuah tabu yang sah, tetapi mendapati perbedaan antara binatang halal dan najis sebelum Musa dan memeliharanya sebagai program kesehatan. [Ibid., pp. 121-134] Tetapi sebuah buklet popular dikirim oleh orang Advent kepada sebuah surat pertanyaan, mengajar sesuatu yang berbeda sekali. Di Just What Do You Believe About Your Church? Fordyce Detamore menulis:

Selama Yesaya 66:15-17 ada dalam Alkitab ini, betapa beraninya saya katakan padamu itu tidak membuat suatu perbedaan apakah Anda makan daging babi dan makanan haram lainnya atau tidak?... Itu akan lebih mudah bagi saya untuk berkata, "Silahkan saja makan sesukamu; Anda tidak perlu khawatir tentang hal-hal itu lagi." Tetapi Tuhan berkata mereka yang makan barang haram saat Dia datang akan dimusnahkan. Tidak maukah Anda lebih baik saya katakan itu dengan terus terang dengan demikian Anda tidak akan ditpu dan dimusnahkan pada kedatangan Tuhan kita? [Fordyce Detamore, Just What Do You Believe About Your Church?(Nashville, Tennessee: Southern Publishing Association, n.d.), pp. 22-23]

Ancaman seperti ini sukar diharmonikan dengan jaminan bahwa keselamatan adalah oleh anugerah melalui iman dan bukan dari perbuatan. Kebingungan yang sama nampaknya ada berkenaan dengan Sepuluh Perintah. Dalam satu halaman Detamore berkata, "Kita memelihara hukum Tuhan karena kita telah selamat, bukan karena kita dapat selamatkan diri kita dengan memelihara hukum." Tetapi padahalaman lain dia menegaskan, "Dimana-mana Alkitab menekankan pentingnya ketaatan apabila seseorang akan diselamatkan. " Ia menyimpulkan satu bagian berjudul "Standard of Judgment" [Standar Penilaian]:

Ringkasan terbaik dari syarat-syarat kuntuk keselamatan terdapat dalam nasihat yang diberikan Yesus kepada bangsawan muda yang kaya (Matius 19:16-21), "Jika engkau ingin masuk ke kehidupan kekal, (1) peliharalah perintah-perintah Tuhan ...dan (2) ikutlah Aku." Tidak ada harapan lain dari keselamatan. Dengan standar hukum Tuhan yang kudus kita akan dihakimi pada hari pembalasan. [Ibid., pp. 32-34]

Untuk membantu, perhatikanlah bahwa tidak seorangpun yang pernah menuruti hukum [taurat]. Tak seorangpun yang pernah diselamatkan dengan menuruti ketentuannya. Seberarnya gunanya bukan untuk menyelamatkan tetapi untuk menunjukkan manusia betapa menyedihkannya mereka, perlu diselamatkan. Hukum berbicara "bahwa seluruh dunia jatuh menjadi bersalah dihadapan Tuhan. Sebab itu oleh perbuatan-perbuatan hukum taurat tidak seorangpun dibenarkan di hadapan-Nya: karena justru oleh hukum Taurat orangmengenal dosa." (Roma 3:19-20). Dengan mengutip perintah Tuhan, Kristus ingin menunjukkan pada pemimpin muda yang kaya kebutuhannya akan" kebenaran tanpa taurat. . . yaitu kebenaran Elohim yang adalah oleh iman dalam Yesus Kristus bagi semua dan kepada semua yang percaya" (Roma 3:20-21). Klaim orang muda itu bahwa telah melakukan semua hukum sejak kecilnya menampakkan kegagalannya untuk mengetahui asas pokok yang penting. Hal ini Yesus tampilkan dengan minta padanya untuk menjual semua yang ia miliki, dan memberikannya kepada orang miskin. Menyedihkan, ia tidak mengasihi Elohim dengan segenap hatinya atau sesamanya seperti dirinya sendiri yang pada dua perintah ini terletak seluruh hukum [taurat] (Mat. 22:37-40)

Batu ujian dari pandangan orang Advent pada taurat ialah doktrin tentang Sabat. Sejak penciptaan sampai akhir zaman perintah keempat dipegang menjadi bagian dari hukum moral Tuhan yang tidak berubah. Orang Advent mengajar bahwa otoritas kepausan Roma Katolik mengganti hari penyembahan dari hari Sabtu ke hari Minggu. Dan Protestantisme belum lengkap mereformasi dengan melanjutkan penyembahan pada hari ketujuh. Pada akhirnya sekarang pada kita, kebenaran sedang dikembalikan lagi. Mereka yang menerima terang ini dan yakin, bertanggung-jawab untuk taat kepada perintah ini. Saat krisis besar akhir masalah agama pecah pada umat manusia, kuasa kepausan akan memimpin pasukan dalam melawan Elohim, mengharuskan penyembahan hari pada pertama (Dan. 7:25; Why. 13;16, 17) sebagai tanda binatang itu. Di waktu akan datang ini hari penyembahan akan menjadi sebuah ujian loyalitas bagi Kristus atau antikristus. [Question on Doctrine, pp.149-185]

Mereka yang bukan, sekarang melihat keharusan dari perintah keempat tidak akan dihukum, tetapi nanti pada waktu krisis penyembahan pada hari Minggu akan menjadi alasan yang cukup untuk penghukuman. Kemudian semua yang melakukan perintah-perintah Elohim (Why. 12:17) akan mengikut gereja sisa dalam penyembahan di hari Sabtu... Tidak dapat disangsikan lagi keselamatan di masa yang akan datang adalah oleh iman dan penyembahan di hari Sabtu, oleh anugerah dan memelihara taurat. Sementara saat ini Elohim mengabaikan ketidaktahuan para penyembah hari Minggu, dan tidak melakukanhukuman yang pantas untuk pelanggaran perintah-Nya, para penyembah hari Minggu nyatanya telah berbuat dosa besar. Semua orang Injili masih anak-perempuan Babylon; mereka menerima tanda binatang itu. Ini diramal oleh Herbert S. Bird, "tidak akan diserukan kepada banyak orang untuk menjadi dasar yang kokoh bagi persekutuan Kristen. [Herbert S. Bird,Theology of Seventh-day Adventism, p. 17]

Dan hal itu tidak lebih kokoh untuk menyatakan tanpa kualifikasi bahwa keselamatan adalah oleh anugerah melalui iman. Kasus orang Advent untuk penyembahan hari ketujuh tidak dihalangi. Jika perintah keempat adalah prinsip moral, itu boleh dilakukan dengan menyembah pada satu dari dari tujuh hari, Minggu. Tidak dimanapun juga dalam Perjanjian Baru [PB] menguatkan lagi perintah keempat, meskipun PB mengulangi sembilan perintah yang lain. Sesungguhnya siapapun membuat hari sabat ujian dari persekutuan melanggar PB. Dan dalam konteks Alkitab sabat mingguan tidak dilarang (Kol. 2:13-17; Gal. 4:9-11; Roma 13:8-10; 14:4-6, 10, 12, 13).

Mengingat tradisi berabad-abad dalam mana orang Yahudi para penulis PB sudah jenuh, adalah mengherankan bahwa mereka begitu memberi tekanan pada hari pertama dari minggu itu. Pada hari pertama Yesus bangkit dari kematian (Yoh. 20:1). Ia menampakkan dirinya kepada sepuluh murid pada hari yang sama (Yoh. 20:19). Satu minggu kemudian, Dia menampakkan diri-Nya kepada sebelas murid (Yoh. 20:26). Janji Pentekosta datangnya Roh Kudus terjadi pada hari Minggu (Imamat 23:16). Hari Minggu yang penting itu setelah khotbah pertama memprokla-masi kematian dan kebangkitan Kristus, 3000 orang yang menerima Firman, dibaptis dan ditam-bahkan ke dalam gereja (Kis. 2). Di Troas orang Kristen berkumpul untuk menyembah pada hari pertama dari minggu itu (Kis. 20:6-7). Dan pada hari pertama dari minggu itu orang Korintus membuat kontribusi mereka. Saat hari Sabat diingat bukan saja penciptaan tetapi juga kelepasan ilahi dari Mesir (Ulangan 5:15) adalah tepat bahwa hari pertama memperingati tentang kelepasan yang hebat dari sang Pencipta tentang Kristus yang bangkit dari kubur.

Pergantian dalam hari penyembahan bukan dibuat oleh Paus sebagaimana diklaim oleh orang Advent, berabad-abad setelah masa PB. Itu sudah ada dalam Perjanjian Baru dan hal itu diakui oleh para penulisnya writers segera setelah itu. Referensi bagi penyembahan hari pertama dapat ditemukan pada tulisan-tulisan Ignatius, Penilik Jemaat Antiokhia 110 M; Justin Martyr, 100-165 M; Barnabas, 120-150 M; Irenaeus, I78 M; Bardaisan, 154 M; Tertullian, 200 M; Origen, 225 M; Cyprian, 200-258 M; Peter dari Alexandria, 300 M; dan Eusebius, 315 M (Masehi). [Walter R. Martin,The Truth About Seventh-day Adventism, pp. 153-153]

Fakta-fakta sejarah ini melemahkan seluruh interpretasi orang Advent tentang penyembahan hari pertama sebagai tanda dari Binatang itu. Jika Paus Roma adalah Binatang, tidak ada arti khusus yang dapat dihubungkan pada yang dikatakan orang perubahan hari Penyembahan. Dan penyembahan hari-pertama tidak dapat menjadi suatu "tanda" khusus dari sang Binatang. Hal itu menyusul bahwa tak ada tempat spesial yang dapat diberikan kepada yang memelihara perintah keempat dalam menafsirkannya bagi mereka yang memelihara perintah-perintah Elohim (Why. 14:12). Juga tidak perlu menghubungkan kuasa yang disebut dalam Daniel 7:25 bagi Roma.

Ujian berat dari kesetiaan kepada Tuhan diproklamasikan tersendiri oleh orang Advent bukanlah suatu ujian yang unik, jelas Alkitabiah. Itu adalah sebuah teori yang bermaksud baik, namun membuat laki-laki dan wanita menjadi salah. Tidak ada perbuatan manusia seperti itu yang harus dibuat sebagai dasar iman, mengoyak-ngoyakkan tubuh Kristus. Dan pasti tidak boleh ada teori seperti itu yang harus ditambahkan pada undangan injil yang sederhana. Keselamatan tidak pernah atau tidak akan dikondisikan atas penyembahan hari ketujuh. Dimanapun kita tidak membaca, "Percayalah pada Tuhan Yesus Kristus dan peliharalah hari ketujuh dan kamu tidak akan datang pada penghukuman. " Tetapi berulang kali kita membaca, "Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat. Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya" (Gal. 3:21-22). Biarpun suatu hukum mungkin patut dihargai, ditambahkan pada iman, itu merusak cara keselamatan dari Tuhan. Alkitab mengajar, "Tetapi jika hal ituterjadi karena anugerah, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka anugerah itu bukan lagi anugerah. Tetapi jika itu karena perbuatan, maka hal itu bukan lagi anugerah: sebab jika tidak maka perbuatan itu bukan lagi perbuatan" (Roma 11:6). Banyak seperti yang kita ingin katakan, orang Advent mendasarkan harapan mereka pada anugerah saja, beberapa dari posisi persyaratan diet Perjanjian Lama mereka dan penyembahan hari-ketujuh kelihatannya berlawanan dengannya. Elohim mau bahwa tiap orang Adventmemberi kesaksian tentang Pdt. Don Phil, yang menjadi sadar akan arti sepenuhnya dari anugerah. Dalam satu cerita Power dari perubahan imannya dari Advent-Jemaat Hari Ketujuh ia bersaksi, "Adalah menakjubkan menjadi bebas dari legalisme, dan mengetahui bahwa saya dapat melayani dan memuliakan Dia (Tuhan). [Don Phillips, "Taboo: I was a Seventh-day Adventist", Power, Vol. 22, No. 3 (August 16, 1964), p. 6]

Mengingat ternyata orang Advent tidak konsisten memegang taurat untuk keselamatan, bagaimana Walter R, Martin dapat menyatakan bahwa Adventisme adalah Injili? Penilaian Martin datang dari interprestasinya tentang posisi istilah Arminianisme. Di antara orang Injili ada satu sekolah filsafat yang disebut mengikuti nama James Arminius (1560-1609) yang berlawanan dengan penekanan Calvinisme pada pilihan ilahi dan keselamatan kekal. Pengikut Arminian sering menolah keselamatan kekal, mengajar bahwa seseorang dapat percaya, menikmati hidup yang telah selamat untuk suatu waktu, dan kemudian kehilangan keselamatan oleh ketidak-percayaan. Orang-orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh mengklasifikasikan diri mereka seperti orang Arminian. Dalam Ques­tions onDoctrine mereka mengajar, bahwa Elohim, oleh suatu dekrit kekal dan tidak dapat berubah dalam Kristus sebelum dunia ada, menentukan untuk memilih dari umat manusia yang jatuh dan berdosa kepada kehidupan yang kekal mereka yang melalui anugerah-Nya percaya dalam Yesus Kristus dan bertekun dalam iman dan ketaatan; dan, pada kebalikannya, telah memutuskan untuk menolak orang yang tidak bertobat dan tidak percaya. [Question on Doctrine, p.404]

Nampaknya ini membuat pilihan ilahi bersyarat bukan saja pada iman, tetapi dilanjutkan perbuatan. Dalam penilaian Walter Martin, posisi orang Advent, meski disedikit diwarnai dengan legalisme memiliki akarnya pada posisi dasar Arminian bahwa seseorang menerima keselamatan sebagai pemberian Elohim yang gratis, tetapi kalau ia sudah menerima pemberian ini, orang percaya bertanggung- jawab untuk pemeliharaannya dan jangka-waktu, dan arti utamanya dari menyelesaikan ini adalah "memelihara perintah" atau "taat pada semua hukum Tuhan." [Walter R. Martin,op. cit., p. 205]

Dari interpretasi ini kesimpulan Martin mengikutinya

Karena orang Advent dasarnya adalah Arminian, kita secara logika boleh menarik kesimpulan bahwa dalam suatu pengertian, keselamatan mereka terletak pada dasar legal. Tetapi faktor penyelamatan dalam dilema ialah bahwa oleh kehidupan dan oleh kesaksian seluruh dunia. Seperti orang lain yang disebut Arminian, orang Advent memberikan bukti bahwa mereka telah mengalami "lahir baru" yang adalah hanya oleh anugerah, melalui iman dalam Tuhan kita dan pengorbanan- Nya di atas kayu salib. Seseorang akan tidak berperasaan dan sungguh tak berbelas-kasihan tidak menerima pernyataan mereka tentang ketergantungan pada Kristus saja untuk penebusan, meskipun ada ketidakkonsekwenan dalam system telogia mereka. [Ibid]

Saat menyatakan orang Advent adalah Injili, sebagai penerjemah simpatik seperti Martin akui sistem mereka diwarnai dengan legalisme dan kontradiksi. Tetapi lebih dari melawan kekurangan ini dia mengatur hidup dan pelayanan mereka. Lainnya seperti Bird, Douty dan Hoekema respek kehidupan dan pelayanan tetapi merasakan deviasi doktrinal adalah jauh lebih serius daripada yang antara Calvinisme dan Arminianisme. Dalam menunjuk kesalahan orang Advent, biarpun para penulis ini tidak menganggap Questions on Doctrine wakil dari Adventisme atau gagal membatasi ciri-ciri penginjilan pada kondisi Alkitabiah yang jelas dari kehidupan kekal.

Dalam kontrasnya, studi ini telah mengevaluasi Adventisme Hari Ketujuh yang diwakili oleh Question on Doctrine dan telah menggunakan ujian-ujian yang jelas berkaitan pada penyelamatan untuk menetapkan apakah gerakan ini Injili atau bukan. Lalu bagaimana, hasil dari standar-standar ini?

Posisi orang Advent-Jemaat Hari Ketujuh adalah Injili berkaitan pada pernyataan tentang prioritas berita injil, keilahian dari inkarnasi Kristus, subsitusi penebusan-Nya, kebangkitan- Nya dari kematian dan perlunya iman pribadi di dalam Kristus.

Seseorang hampir tidak mengakui banyak kesesuaian dengan teologi Injili dan ortodoks dan pada saat yang sama menggolongkan orang Advent dengan bidat yang menolak prioritas Injil, keilahian Yesus Kristus, perlunya penebusan subsitusi, kebangkitan secara tubuh atau pentingnya iman peribadi. Dalam segala kejujuran nampaknya terlalu kasar untuk menggolongkan Adventisme-Hari Ketujuh dengan Saksi Yehova, Mormonisme, dan Christian Science.

Namun ada alasan yang tinggal untuk bertanya, apakah Adventisme Hari Ketujuh adalah Injili sehubungan dengan suatu sumber kebenaran yang mutlak lain dari pada Alkitab (tulisan-tulisan Ny. White), ajaran tentang penghakiman penyelidikan (investigative judgment) mengurangi penebusan Kristus yang sempurna,dan perlunya memelihara taurat sebagai syarat pembenaran.

Apakah perbedaan-perbedaan ini adalah khas dari yang diantara orang Calvinis dan Arminian dalam ajaran Injili? Bila seseorang menolak bahwa Adventisme adalah Injili, apakah ia meniadakan semua yang menolak keselamatan kekal dari ajaran Injili? Perbedaan-perbedaan ini, pada semua tiga kasus bukan khas Arminianisme. Orang Arminianbukan lembaga dari tulisan seperti tulisan Ny. White, orang Arminian tidak membangun suatu ajaran seperti itu tentang tempat kudus sorgawi atau pendapat yang mencurigakan kesempurnaan karya Kristus di Kal­vari. Dan orang Arminian tidak membuat suatu penggunaan legal apapun dari perintah-perintah itu sebagai satu keseluruhan atau khususnya perintah keempat. Interpretasi yang mengambil doktrin Adventisme menjadi Arminian - malah pada Questions on Doctrine - nampaknya terlalu bebas.

Jika Adventisme bukan ajaran Injili yang giat atau ajaran khas bidat maka bagaimana itu akan diklasifikasikan? Buktinya menyokong penilaian Dr. Lindsell bahwa itu mirip ajaran Roma. Seperti ajaran Roma Katolik, Adventisme telah menambah pada Alkitab satu bentuk tradisi yang nampaknya enggan dibatalkan. Seperti ajaran Roma, Adventisme menurunkan nilai karya penebusan Kristus yang lengkap dan seperti ajaran Roma, Adventisme menambah pada anugerah perlunya perbuatan manusia sebagai syarat keselamatan. Tak perlu dikatakan, Adventisme dan Romanisme keduanya kedua-duanya menyatakan keilahian Kristus, penebusan-Nya bagi orang berdosa, dan kebangkitan- Nya dari kematian. Dalam hal-hal lain sistem mereka mungkin tidak dapat disamakan kecuali dalam menegaskanbahwa Paus merubah hari penyembahan, tetapi ini adalah sangat berarti.

Kesalahan Romanisme dan Adventisme menyerupai kesalahan orangGalatia. Menambah pada wewenang kerasulan, orang Galatia yang memulai dengan anugerah diberitahukan jangan meneruskan di dalam daging (Gal. 3:3). Mereka memberi dasar kepada mereka yang akan menyelewengkan Injil (1:7). Terapi tidak ada dua Injil. Hanya satu pesan dapat dikenal dengan injil Kristus dengan yang Paulus telah sampaikan kepada mereka. Itu bukan injil seorang manusia - Paulus menerimanya bukan dari manusia tetapi dari Tuhan (1:11-12). Ketika injil itu terancam bahaya oleh orang lain yang mempercayainya tetapi menambahkan persyaratan Perjanjian Lama tentang sunat; Paulus bertanya, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara non-Yahudi untuk hidup secara Yahudi (2:14)?

Orang Advent dibawah pengaruh yang melebihi Alkitab (Ny. White) nampaknya mirip untuk menyesatkan injil dengan meminta orang non-Yahudi untuk hidup pada hari sabat seperti orang Yahudi. Paulus menekankan fakta bahwa seseorang tidaklah menjadi benar karena perbuatan hukum taurat, tetapi melalui iman dalam Kristus. Dengan melakukan hukum taurat, Paulus menekankan, tidak ada seorangpun dibenarkan (2:16). Lalu dia berdebat bila kebenaran adalah melalui taurat, Kristus maka sia-sialah kematian Kristus (2:21), dan bahwa tiap orang yang berpikir ia dapat diselamatkan oleh taurat, jika ia tidak mentaati semua hukum taurat, sudah berada di bawah kutuk (3:10). Betapa suatu tragedi bila orang Advent kini menemukan dirinya dibawah kutuk itu ketika dahulu kala Kristus telah membebaskan kita darinya dengan menjadi kutuk karena kita (3:13)! Kita bukanlah anak-anak dari perempuan budak yang melambangkan Gunung Sinai (4:24) dan duniawi tetapi kita adalah anak-anak dari perempuan merdeka dan anak-anaknya.

Walaupun mungkin ada persetujuan sebaliknya, kematian Kristus tidak berguna bagi mereka yang mengandalkan pada sunat atau memelihara Sabat (5:2). Yang sasarannya pada pembenaran dengan memelihara-taurat telah terpisah dari Kristus dan sudah di luar kasih karunia [anugerah] (5:3-4). Sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan roti. Orang-orang percaya memimpin hidup mereka bukan menurut kehendak daging, tetapi oleh Roh. Tetapi mereka yang dituntun oleh Roh tidak di bawah hukum taurat (5:18). Sebab bahkan memelihara taurat Tuhan mungkin dimotivasi oleh keinginan daging (6: 12-13). Dengan Paulus kebanggaan kita haruslah pada salib Kristus. Apa yang berarti bukanlah memelihara hari Sabtu atau Minggu, tetapi ciptaan baru (6:15).


Maka perhatian besar orang Injili, adalah untuk pribadi-pribadi di Adventisme menjadi ciptaan baru. Apapun evaluasi tentang Adventisme secara umum, orang Injili harus menghadapi individu orang Advent dengan satu-satunya injil sejati. Apabila seorang Advent akan mengakui bahwa Ny. White berbuat keliru, bahwa tidak ada catatan di sorga mungkin dapat membawa seorang percaya kedalam penghukuman, dan bahwa pekerjaan-pekerjaan hukum taurat seperti memelihara Sabat bukanlah persyaratan yang penting dari keselamatan, maka hal-hal lainnya menjadi sama, ia harus diakui seorang Injili. Di lain pihak, jika orang Advent itu tetap membela Ny. White tidak dapat berbuat salah, investigasi penghakiman dan pentingnya diet Perjanjian Lama dan pememeliharaan hari Sabat, maka ia memilih bagi dirinya sendiri bidat orang Galatia dan menempatkan dirinya di bawah kutuk hukum taurat (Gal. 3:10) dan memberitakan suatu injil lain (Gal. 1:8-9).

Saturday, July 04, 2009

Berita Mingguan 4 Juli 2009

Please Vote my Blog at SINI


Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes

Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw

Graphe International Theological Seminary

(Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.Com)



WARISAN MICHAEL JACKSON

Michael Jackson, "King of Pop," mati minggu lalu, kemungkinan karena serangan jantung yang dipicu oleh obat, pada umur 50 tahun. Seperti Elvis Presley dan banyak dewa-dewi rock lainnya, Jackson kecanduan berbagai macam obat dan narcismenya tidak memungkinkan dia merendah diri kepada otoritas manapun selain dirinya sendiri. Pengaruh Jackson amatlah besar. Video musiknya membantu membuat MTV populer di awal 1980an. Lagu hitnya di tahun 1982, "Thriller," adalah album A.S. yang pertama atau kedua paling laku sepanjang masa. Gerakan-gerakan dansanya yang aneh dan sering kotor, membantu menciptakan aliran hop-hop dan telah ditiru dalam banyak sekali dansa-dansa kontemporer. Choreografer Kenny Ortega menyebutnya "performer dunia yang paling hebat." Rekor Dunia Guinnes memberikan kepadanya sebutan "entertainer paling sukses sepanjang masa." Ketertarikan yang luar biasa besar terhadap kehidupan dan kematian Jackson merupakan indikasi kejatuhan moral kebudayaan Barat. Website-website besar seperti Facebook, MySpace, Google, dan Twitter, melambat setelah pengumuman kematiannya karena besarnya kenaikan traffic (internet). USA Today, koran harian terbesar di Amerika, mendedikasikan hampir seluruh halaman depannya untuk membahas kematian simbol pop tersebut. Media-media besar melakukan penayangan 24 jam tentang segala aspek kehidupan dan kematiannya. Amazon, Borders, Barnes & Noble, dan distributor- distributor besar lainnya kehabisan stok musik dan video Jackson satu jam setelah pengumuman kematiannya. Dalam usahanya untuk menjelaskan semua ini, Bill Carr, wakil presiden departemen musik dan video di Amazon, berkata, "Mereka mencintai dia, dia adalah seorang legenda, dan mereka sangat ingin memastikan bahwa mereka memiliki musiknya dalam koleksi mereka." Jackson adalah seorang icon (simbol) dari kultur rock & roll, dan warisannya akan membawa masyarakat modern menuju tingkat kekacauan dan kesia-siaan yang semakin tinggi. Dia adalah seorang yang berpusatkan diri sendiri, tanpa kendali diri dan batasan moral, hamba fashion, dan terpukau oleh penampilan. Ia menyia-nyiakan harta yang banyak sekali. Walaupun dia menjual 750 juta album, katanya dia mati dengan hutang 400 juta dolar, karena dia hidup di luar kesanggupannya. Hidup Jackson menormalisasi keanehan dan ketidakwajaran. Jane Fonda mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CNN tentang kehidupan Jackson, "Siapa kita untuk menghakimi?" Pemberontakan terhadap Allah dan FirmanNya semakin bertumbuh, tetapi semuanya akan sampai kepada akhir yang mengagetkan (Mazmur 2). Tanah yang dibeli oleh sang Raja Pop diberi nama Neverland; dan itu bukan hanya tempat tinggal Michael Jackson, itu adalah tempat tinggal budaya pop modern.


MICHAEL JACKSON’S LEGACY (www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org) - Michael Jackson, the “King of Pop,” died last week of a probable drug-induced heart attack at age 50. Like Elvis Presley and many other rock gods, Jackson was addicted to a variety of drugs and his narcissism would not allow him to submit to any authority outside of himself. Jackson’s influence was great. His music videos helped vault MTV into popularity in the early 1980s. His 1982 hit “Thriller” is either the first or second best-selling U.S. album of all time. His quirky and often filthy dance moves helped spawn hop-hop and have been imitated endlessly in contemporary dance. Choreographer Kenny Ortega called him “the world’s greatest performer.” Guinness World Records dubbed him “the most successful entertainer of all time.” The incredible fascination with Jackson’s life and death is indicative of the moral downfall of Western culture. Major websites such as Facebook, MySpace, Google, and Twitter, slowed following the announcement of his death because of the dramatic increase in traffic. USA Today, America’s largest daily newspaper, dedicated nearly the entire front page to the pop icon’s death. Major news media outlets ran 24-hour coverage on every aspect of the man’s life and death. Amazon, Borders, Barnes & Noble and other major distributers sold out of Jackson music CDs and videos within an hour of the announcement of his passing. In an attempt to explain this, Bill Carr, vice president for music and video at Amazon, said, “They love him, he’s a legend, and they’re anxious to make sure they have his music in their collections.” Jackson is an icon of the rock & roll culture, and his legacy was to carry modern society to a new level of debauchery and vanity. He was self-centered, lacked self-control, had no moral boundaries, was enslaved to fashion, and consumed with appearance. He squandered a fortune. Though he sold 750 million albums, he reportedly died with a debt of $400 million, because he lived so far beyond his means. Jackson’s life further normalized weirdness and perversion in modern society. As Jane Fonda said in an interview with CNN about Jackson’s life, “Who are we to judge?” The rebellion against God and His Word grows apace, but it will come to a shocking end (Psalm 2). The ranch that the King of Pop purchased in the 1980s was called Neverland; and that was not only the place where Michael Jackson lived, it is also the place where the modern pop culture dwells.

KAMU TIDAK BISA MEMPERTAHANKAN SEBUAH POSISI TANPA BERPERANG DEMINYA
Berikut ini disadur dari John Ashbrook, Axioms of Separation (Mentor, OH: Here I Stand Books, n.d.): "Tiga puluh tahun yang lalu, sebagai seorang muda, saya dipilih menjadi bagian dari Executive Committee dari Independent Fundamental Churches of America (IFCA). Seorang presiden baru juga dipilih pada waktu yang sama. Presiden baru itu, seorang yang saleh, mengaku percaya akan separasi. Ia berkata bahwa ia ingin mempertahankan kelompok tersebut bersih, tetapi bahwa selama ini masalah kesesatan dan separasi telah terlalu banyak dibicarakan. Ia mengumukan bahwa grup tersebut haruslah berdiri teguh dengan tenang, tanpa menyinggung siapa pun. Di bawah kepimpinan yang demikian, IFCA berhenti menjadi grup fundamentalis yang vokal yang berdiri di garis depan pertempuran. "Jadilah positif" adalah salah satu kata kunci dunia. Mencoba untuk berdiri teguh, sementara hanya ingin yang positif saja, adalah pertengahan jalan antara fundamentalisme dengan injili. Ini akan selalu memimpin kepada posisi yang lebih lemah, bukan yang lebih kuat. Ribuan gereja jatuh kepada filosofi injili sementara mereka berusaha menjadi fundamentalis yang "diam." Orang-orang dan grup-grup seperti Billy Graham, Christianity Today, National Association of Evangelicals, World Evangelical Fellowship, Evangelical Foreign Missions Association, Interdenominational Foreign Mission Association, Wheation College, dan Fuller Seminary, telah menampilkan pertunjukan yang hebat untuk menjual konsep Injili kepada dunia Kristen. Fundamentalisme menghadapi pertunjukan ini dengan keheningan yang besar. Ada suara yang berteriak, tetapi mayoritas fundamentalis mencoba untuk mempertahankan posisi mereka sambil berdiri diam dan tenang. Gereja-gereja yang percaya Alkitab akhirnya dicuri oleh suara vokal Injili. Kamu tidak bisa mempertahankan suatu posisi tanpa berperang deminya."

YOU CANNOT PRESERVE A POSITION WITHOUT CRUSADING FOR IT (www.wayoflife.org) - The following is excerpted from John Ashbrook, Axioms of Separation (Mentor, OH: Here I Stand Books, n.d.): “Thirty years ago, as a young man, I was elected to the Executive Committee of the Independent Fundamental Churches of America [IFCA]. A new president was elected at the same time. The new president, a godly man, professed to believe in separation. He said that he wanted to keep the group clean, but that there had been too much talk about apostasy and separation. He declared that the group should take a stand quietly, without being offensive. Under that leadership the IFCA ceased to be an outspoken fundamentalist group in the front rank of the battle. ‘Be positive’ is one of the world's watchwords. Trying to take a stand, while remaining all positive, is the halfway house between fundamentalism and new evangelicalism. It always leads to the weaker position, not the stronger one. Thousands of churches have fallen to new evangelicalism while trying to be silent fundamentalists. People and groups like Billy Graham, Christianity Today, the National Association of Evangelicals, the World Evangelical Fellowship, the Evangelical Foreign Missions Association, the Interdenominational Foreign Missions Association, Wheaton College, and Fuller Seminary have put on a massive blitz to sell the Christian world on new evangelicalism. Fundamentalism met this blitz with a great silence. Some voices were raised; but the majority of fundamentalists tried to maintain their position by standing silently. The Bible-believing church was stolen by vocal new evangelicalism. You cannot preserve a position without crusading for it.”


STRUKTUR PALING KOMPLEKS DALAM ALAM SEMESTA
Berikut ini disadur dari Creation Moments, http://www.creation moments.com/ radio/transcript .php?t=2438: "Sadar atau tidak sadar, anda beloh berbangga sebagai pemilik dari rangkaian materi yang paling kompleks dalam alam semesta. Saya sedang berbicara mengenai otak anda. Walaupun hanya seberat tiga pon, struktur otak sedemikian kompleks, sehingga semua penjelasan tidak cukup kecuali mengakui bahwa ada intelijensi yang lebih tinggi yang menciptakannya. Rata-rata otak manusia memiliki sepuluh milyar neuron dan bermilyar-milyar koneksi. Telah diperkirakan bahwa otak dapat menyimpang satu juta kali lebih banyak informasi dari yang dapat dipelajari seumur hidup seseorang. Jika ini benar, maka sepertinya manusia lebih pintar di masa lampau atau dirancang untuk hidup lebih lama. Berkat otak, anda dapat mendengar seseorang berbicara dan langsung mulai merancang jawaban anda sementara otak anda juga mengatur sejumlah proyek lain – seperti detak jantung anda, pernafasan dan reaksi-reaksi kimia dalam darah – tanpa anda sadar akan hal itu. Otak anda, melalui sistem sensorisnya yang luas, memungkinkan jari anda merasakan getaran dalam ukuran kurang dari delapan per seribu inci, dan memungkinkan anda melihat 10 juta warna yang berbeda. Otak sedemikian hebat kompleksitasnya, sehingga bahkan para ilmuwan yang menyangkal adanya jiwa dan yang percaya bahwa hanya materi yang eksis, mereka pun mengakui bahwa otak membuat mereka bertanya-tanya apakah ada sesuatu lagi yang lain dibalik realita ini."

THE MOST COMPLEX STRUCTURE IN THE UNIVERSE (www.wayoflife.org) The following is from Creation Moments, http://www.creationmoments.com/radio/transcript.php?t=2438: “Whether you know it or not, you are the proud owner of the most complex arrangement of matter in the universe. I am speaking of your brain. Even though it weighs only three pounds, the brain's structure is so complex that it defies all explanation except to admit that a higher intelligence created it. The average brain has ten billion neurons and multiple billions of connections. It has been estimated that the brain is able to hold one million times more information than anyone could possibly learn in a lifetime. If true, this suggests that man was smarter in the past or meant to live much longer. Thanks to the brain, you can listen to someone talk and begin to put your reply together for him while your brain is also directing a number of other projects--like your heart beat, breathing, and blood chemistry--without your conscious attention. Your brain, through its extended sensory system, allows your finger to feel a vibration of less than eight-one-thousandths of an inch and lets you see 10 million different colors. The brain is so marvelously complex that even scientists who deny the soul and believe that the material stuff is all that exists have admitted that the brain leads them to wonder if there is not more to reality.”

FORMER GITMO DETAINEE ACCUSED OF KILLING THREE MISSIONARIES (.www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org.) - The following is excerpted from OneNewsNow, June 23, 2009: “A best-selling author and critic of Islam says he can't understand why U.S. President Barack Obama and the United Nations are not expressing more outrage over the execution-style murder of three Christian missionaries in Yemen, apparently by al Qaeda. According to a spokesman from the Yemeni Embassy in Washington, nine foreign nationals--four German adults, three small German children, a British man, and a South Korean woman--were abducted on June 12 after they ventured outside the city of Saada without their required police escorts. Days later the bodies of German nurses Rita Stumpp and Anita Gruenwald, and Eom Young-sun of South Korea were found shot execution style in an area known to be a hotbed of Al Qaeda activity. The fate of the remaining six abducted people remains a mystery. Terrorism experts say the crimes bear the mark of Al Qaeda, and they fear they are the handiwork of the international terror organization’s number two man in the Arabian Peninsula--Said Ali al-Shihri, an Islamic terrorist who once was in American custody but who was released from the U.S. detention center in Guantanamo Bay, Cuba. Robert Spencer, director of Jihad Watch, says this illustrates the folly of Obama's plan to close GITMO and release potentially dangerous prisoners.”

OBAMA AND CREATION SCIENCE (www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org.) - The following is from Answers, a quarterly magazine published by Answers in Genesis. “With the U.S. presidential election now over, the world is closely watching Barack Obama’s new agenda for ‘change.’ One subject not likely to receive much media attention, however, is the Creator’s place in policy debates. Like so many other world leaders in politics and the media, the new president believes that science and education hold the key to a better life. Views about God may be important for individuals, but keep Him out of the science classroom and politics. Obama told an interviewer, when asked during the election campaign about teaching intelligent design: ‘I’m a Christian, and I believe in parents being able to provide children with religious instruction without interference from the state. But I also believe our sch ools are there to teach worldly knowledge and science. I believe in evolution, and I believe there’s a difference between science and faith. That doesn’t make faith any less important than science. It just means they’re two different things. And I think it’s a mistake to try to cloud the teaching of science with theories that frankly don’t hold up to scientific inquiry’ (Tom Joyce, ‘Obama Talks about York,’ York Daily Record, March 30, 2008). The newly elected vice president, Joe Biden, is even more open about his views. Asked about intelligent design, he said, ‘I refuse to believe the majority of people believe this malarkey!’ (HBO’s Real Time with Bill Maher, episode 74, April 7, 2006). During the campaign, only one candidate’s views on origins came under scrutiny. Hours after Alaska’s governor, Sarah Palin, was announced as the Republican vice presidential candidate, the media blasted her for once suggest ing that creationism be taught alongside evolution. The media and politicians may attempt to sideline the Creator by simply ignoring Him or scorning Bible-believers. But the Creator still sits on His throne and weighs every nation in the balances” (“No Room for the Creator?” Answers, January-March 2009).

THE MONNET METHOD: GLOBALISM’S WINNING TICKET (.www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org.) - The following is excerpted from the excellent book The European Union and the Supra-Religion by Robert Congdon (Congdon Ministries, 2007, http://www.internetbibleinstitute.com, robertcongdon@bellsouth.net). “No man did more to achieve the European Dream than [Jean Monnett, 1888-1979] did. With time, Monnet’s method of ongoing, relentless pressure to expand and increase supranational powers became known as the ‘Monnet method,’ engrenage (gearing up), as he called it. Engrenage was ‘a blanket word to describe all those various techniques whereby the ‘project’ could advance what was really its only underlying agenda: a steady, relentless pressure to extend the Commission’s supranational powers. It got this name because ‘each new advance it [supranationalism] made would merely be re garded as a means of gearing up for the next.’ Monnet’s method was to propose a seemingly minor treaty or agreement. Within that treaty was hidden a principal or precedent, which once made law, opened the door to a much larger application and expansion of the granted power. ‘Thus, brick by brick ... the great supranational structure [would] be assembled. Above all, it would be vital never to define too clearly what was the ‘project’s’ ultimate goal, for fear this would arouse the countervailing forces which might seek to sabotage it before it was complete. ... Monnet’s ‘gearing up’ method has been so effective that today the EU controls sovereignty over legal, economic, environmental, and policy decisions of twenty-seven nations. ... Once introduced, integration into the EU progresses along a predictable path. It begins with a proposal for an economic relationships that is established upon a free trade treaty between the EU and a non-member nation. An independent authority usually administers the treaty. Once this new governing authority has become firmly established and effectively operative, it then suggests that the treaty expand to include open borders, common passports, and a shared monetary system (the Euro). Those involved usually find that the convenience of these shared community benefits outweighs what appears to be only a slight loss of national sovereignty. ... In time the community judiciary supersedes the national judiciary through community laws, community policing, and community courts” (Robert Congdon, The European Union and the Supra-Religion, pp. 132, 133, 137).

SASSING NOT ALLOWED (.www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org.) - The following is excerpted from Training Your Children to Turn out Right, a truly excellent book by David Sorenson (Northstar Ministries, 1820 W. Morgan St., Duluth, MN 55811, 218-726-0209, www.northstarministries.com, dhs.northstar@charter.net) -- “[Another] basic rule in our house was that disrespect, defiance, sassing or any other form of overt rebellion toward us as parents absolutely was not tolerated. Nothing would bring judgment more swiftly than for me to hear our children sassing their mother. They were taught ahead of time that defiance or disrespect was not allowed, period! ... 1 Samuel 15:23 says, ‘For rebellion is as the sin of witchcraft...’ It is Satanic in its origins. And rebellion begins with a smart mouth. ... Children are born with a rebellious, sassy spirit, and the sooner it is nipped in the bud the better. ... One of our c hildren would, at times, fight the spanking. She was informed that if she fought and resisted, whatever the original punishment was, it would be doubled. Now, that may seem harsh. However, it did not take too long for it to soak in that rebellion, even during punishment, would not be allowed. ... As a result of dealing with it as soon as it raised its ugly head, it had pretty well been purged by the time the girls were of school age. ... Do not believe the foolishness that if you deal directly with rebellion, you will only cause a child to be more rebellious. Rebellion and defiance will grow like an ugly, malignant cancer. The earlier it is dealt with, the better. ... One might think that our home was a rigid, authoritarian, Spartan environment. To the contrary, it was a warm, fun, loving place; and one of the things that made it such a sweet place was that there was so little conflict” (Training Your Children to Turn Out Right, 1995, pp. 66-68).


CONCLUSION: The Friday Church News Notes is designed for use in churches and is published by Way of Life Literature’s Fundamental Baptist Information Service. Unless otherwise stated, the Notes are written by David Cloud. Of necessity we quote from a wide variety of sources, but this obviously does not imply an endorsement. We trust that our readers will not be discouraged. It is God’s will that we know the times (1 Ch. 12:32; Mat. 16:3) and that we be as wise as serpents and harmless as doves. The News Notes remind us that the hour is very late, and we need to be ready for the Lord’s coming. Are you sure that you are born again? Are you living for Christ? “And that, knowing the time, that now it is high time to awake out of sleep: for now is our salvation nearer than when we believed. The night is far spent, the day is at hand: let us therefore cast off the works of darkness, and let us put on the armour of light. Let us walk honestly, as in the day; not in rioting and drunkenness, not in chambering and wantonness, not in strife and envying. But put ye on the Lord Jesus Christ, and make not provision for the flesh, to fulfil the lusts thereof” (Rom. 13:11-14).

Thursday, July 02, 2009

Profil Mbah Surip - Tak Gendong

Please Vote my Blog at SINI





Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak donk, mantep donk
Daripada kamu naik
pesawat kedinginan
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. Kemana
............ ..

Masyarakat Indonesia yang sering menonton televisi,dan terutama pecinta musik dan kesenian pasti akan tahu lirik ini dan mengenal sosok yang menyanyikannya yaitu Mbah Surip. Tiap hari kita melihat video klip Lagu yang berjudul "Tak Gendong" sering tampil di berbagai acara musik di Televisi. Dengan rambut gimbal penuh asseories rasta ala penyanyi Reggae, serta dengan tawanya yang lepas Ha ha ha ha telah membuat Mbah Surip dikenal luas masyarakat Indonesia . Sewaktu dengerin lagunya, lucu banget dan sederhana sekali liriknya tapi tetap memiliki arti yang dalam. Namun siapakah sebenarnya Mbah Surip ini ? Bagaimana perjalanan hidupnya sehingga dapat menjadi orang terkenal saat ini ?

Awal Kehidupan Mbah Surip

Mbah Surip dilahirkan pada tanggal 5 Mei 1949 di Mojokerto Jawa Timur. Dilahirkan dengan nama Urip Ariyanto. Saat ini Mbah Surip berstatus duda dengan empat anak dan sekaligus juga sebagai kakek dengan empat cucu. Menurut pengakuannya Mbah Surip termasuk orang yang senang sekolah, Mbah Surip memiliki ijazah SMP, ST, SMEA, STM, Drs. sama insinyur dan MBA. Selain sebagai penyanyi, Mbah SUrip pernah merasakan pengalaman bekerja di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain-lain bahkan pernah bekerja di luar negeri seperti Kanada, Texas, Yordania dan California. Namun Merasa nasibnya kurang baik, Mbah Surip mencoba peruntungan dengan pergi ke Jakarta . Di Ibukota Jakarta, ia bergabung dengan beberapa komunitas seni seperti Teguh Karya, Aquila , Bulungan, dan Taman Ismail Marzuki. Pada suatu waktu, nasib menentukan lain. Mbah Surip mendapat kesempatan untuk rekaman dan akhirnya meraih kesuksesan seperti sekarang.

Perjalanan di Dunia Musik

Dalam perjalanan musiknya Mbah Surip telah mengeluarkan beberapa album musik. Album rekamannya dimulai dari tahun 1997 diantaranya, Ijo Royo-royo (1997), Indonesia I (1998), Reformasi (1998), Tak Gendong (2003) dan barang Baru (2004). Namun ternyata lagu Tak Gendong diciptakan pada tahun 1983 saat Mbah Surip bekerja di Amerika Serikat. Menurut Mbah Surip Filosofi dari lagu ini yaitu Belajar salah itu, yang digendong ya siapa saja, entah baik, galak, nakal, atau jahat. Seperti bus, nggak peduli penumpangnya, entah itu copet, gelandangan, pekerja, ya siapa saja. Sebab, menggendong itu belajar salah.Hmm..



Mbah Surip tampil juga lewat video klip “Witing Trisno” karangan Tony Q Rastafara di MTV. Ciri khas dari setiap aksinya di panggung musik yaitu selalu ditemani "Gitar Kopong" nya, menyanyi dengan sangat relax dan nyanyi “ngalor-ngidul” dengan gaya-nya yang khas; kocak, gila, dan bebas ekspresi.

Karakter inilah yang membuat Emha Ainun Najib atau Cak Nun sering menggambarkan sosok Mbah Surip adalah gambaran “Manusia Indonesia Sejati” yang tidak pernah merasa susah, tidak pernah gelisah, tidak pernah sedih dan selalu tertawa, meskipun seringkali di ledek orang Mbah Surip tetap saja tertawa tidak pernah dendam, atau membalas ledekan tersebut. Bahkan terkadang Mbah Surip bingung untuk pulang karena kehabisan ongkos. Hasilnya Mbah Surip mengejawantahkan kesusahannya dalam sebuah lagu “minta ongkos pulang”. Dalam lagu tersebut Mbah Surip bercerita tentang pacarnya, meskipun kita ragu kalau Mbah Surip pernah berpacaran. Pada bait akhir lagunya mbah Surip meminta sesuatu kepada yayangnya (panggilan Mbah Surip kepada pacarnya dalam lagu tersebut),

Yang, boleh ga aku pegang tanganmu ?.. boleh, boleh boleh..
Yang, boleh ga aku cium kamu ?, ..boleh, boleh boleh…
Yang, boleh ga aku minta ongkos pulang ?,… boleh, boleh boleh…

Selain lagu Hit Tak Gendong lagu Mbah Surip lainnya sudah sangat dekat dan bersahabat di telinga Cak Nun dan jamah kenduri cinta, diantaranya: “Bangun Tidur, atau Turunkan harga minyak angin”. Bahkan lagu Tak Gendong sempat di tayangkan video klip nya di stasiun televisi swasta. Terkadang mbah Surip mambawakan lagu tanpa syair dan tanpa nada dengan judul “diam bersama atau saling memandang” . Namun yang terjadi bukannya penonton diam atau saling memandang malah membuat orang tertawa terbahak-bahak.
Ha ha ha ha I Love you Full !!

Lirik Lengkap Lagu "Tak Gendong"

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak donk, mantep donk
Daripada kamu naik pesawat kedinginan
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. Kemana

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak tau

Where are you going?
Ok I’m
Where are you going?
Ok my darling

Ha…Ha…

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak donk, mantep donk
Daripada kamu naik taxi kesasar
Mendingan tak gendong to
Enak to, mantep to
Ayo.. Mau kemana

Tak gendong kemana-mana
Tak gendong kemana-mana
Enak tau

Where are you going?
Ok I’m
Where are you going?
Ok my darling

Profil Mbah Surip :

Nama Lengkap : Urip Ariyanto
Nama Beken : Mbah Surip
Tempat Lahir : Mojokerto, Jawa Timur
Tanggal Lahir : 5 Mei 1949
Gelar Pendidikan : Drs, Insinyur dan MBA
Resep sehat : Jangan makan yang nggak kamu sukai dan bergaullah dengan orang yang kamu sukai.
Pekerjaan lama : Engineer di bidang pengeboran minyak, tambang berlian, emas, dan lain2
Makanan Favorit : Perkedel kentang
Minuman Favorit : Kopi hitam
Aliran Musik : Reggae
Jargon : I Love You Full

Sumber: email milist YH

Wednesday, July 01, 2009

MENGURANGI KEJENUHAN PEMILU DG MENGURANGI JUMLAH PARPOL PESERTA PEMILU

Please Vote my blog at SINI


Dalam 2 periode PEMILU mendatang yaitu 2014 dan 2019, maka hendaknya para anggota DPR yg membuat UU PEMILU lebih memikirkan efektivitas PEMILU dan juga belajar dari PEMILU2 sebelumnya yg sangat banyak partai. Hal ini jika terus terjadi, akan membuat kejenuhan dan muncul apatis masyarakat karena mumet dan bingung dalam memilih karena begitu banyaknya partai dan juga begitu banyaknya nama Caleg dalam kertas suara.


Mari berkaca pada PEMILU 1999 ada 48 Partai, 2004 menjadi 24 Partai, namun sayang 2009 kembali menjadi 44 Partai (38+6). Asumsinya pada 2014 akan ada 9 Partai langsung lolos ditambah 10 Partai Baru dg asumsi aturan semakin diperketat untuk Parpol peserta PEMILU.


Misal jumlah Parpol 2014 ada 20, maka dg aturan ET dan EP yg dinaikkan, akan tersaring kira-kira 6-8 partai saja.

Misal jumlah Parpol 2019 ada 8 Partai yg langsung lolos, aturan Parpol baru peserta PEMILU semakin dipersulit, atau tdk boleh lagi menjadi Peserta PEMILU karena 8 Partai saja yg lolos ET dan EP, maka tentunya dari 8-10 Parpol peserta PEMILU 2019, tinggal 3-5 Parpol saja.


Untuk itu semoga dalam 2 kali PEMILU lagi, maka tahun 2024, kiranya hanya akan ada 5-7 Parpol saja. Jumlah ini ideal dalam Kekuatan di Parlemen.

Agar Partai semakin menyusut maka ET partai dinaikkan menjadi 5%, misal dari 170 juta Pemilih setara dg 8,5 juta suara, EP jumlah kursi DPR 5% atau setara dg 28 kursi DPR dari total 560 kursi DPR.


Bagaimana dg jumlah Calon Presiden?

Maksimal jumlah calon Presiden sebaiknya hanya 5 calon saja, dg asumsi 2 putaran, selesai. Hitung-hitungannya adalah:

Syarat mencalonkan Capres adalah 20% suara Pemilu Legislatif, misal 170 juta maka setara 34 juta dan 15% jumlah kursi di DPR setara dg 84 kursi.

Sehingga didapat maksimal 5 calon Presiden. Idealnya tentu 2 calon saja.

Atau Peraturan sekarang sudah cukup baik 25% suara PEMILU LEGISLATIF atau 20% jumlah kursi DPR sehingga maksimal hanya ada 4 calon saja.


Mari dengungkan ke anggota DPR yg baru menjabat Oktober nanti. Persulit aturan mendirikan Partai Baru, sehingga mendirikan partai bukan asal meramaikan PEMILU dan buang2 uang serta bikin pusing rakyat karena buanyak partai, meminimalisir partai gurem dan partai jadi2an hanya karena ambisi berkuasa semata.

Belajar dari negara Demokrasi seperti USA yg sudah hampir 300 tahun, ideal 2 partai, 2 capres. Yaitu partai Demokrat dan Republik, di Inggris ditambah dg partai Buruh.

Saturday, June 27, 2009

Perda Syariah Selama Pemerintahan SBY dan Jusuf Kalla 2004-2009

Perda Syariah Selama Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla 2004-2009

Tahun 2004
Jumlah 18
Provinsi Aceh
(1) NAD Perda NAD No. 7/2004 tentang Pengelolaan
Zakat
Provinsi Sumatra Barat
(2) Padang Pariaman Peraturan daerah Kabupaten
Padang Pariaman nomor 02 Tahun 2004 Tentang
Pencegahan, Penindakan dan Pemberantasan Maksiat
(3) Padang Panjang Peraturan Daerah Padang Panjang
No.3 Tahun 2004 Tentang Pencegahan Pemberantasan
dan Penindakan Penyakit Masyarakat.
(4) Bukittinggi Perda Kab. Bukit Tinggi No. 29/2004
tentang Pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqoh
(5) Pesisir Selatan Perda Kab. Pesisir Selartan No. 8/2004 tentang Pandai Baca Tilis Al-Qur’an Provinsi Bengkulu
(6) Bengkulu Instruksi Walikota Bengkulu No. 3/2004 tentang Program Kegiatan Peningkatan Keimanan

Provinsi Lampung
(7) Lampung selatan Peraturan Daerah Kabupaten
Lampung Selatan No. 4 Tahun 2004 Tentang
Larangan Pebuatan Prostitusi, Tuna Susila, dan
Perjudian sertra pencegahan perbuatan masksiat dalam
Wilayah Kabupaten Lampung Selatan

Provinsi Banten
(8) Banten Perda No. 4/2004 tentang Pengelolaan Zakat
(9) Pandeglang SK Bupati Kab Pandeglang No. 09 Tahun
2004 tentang seragam sekolah SD,SMP, SMU

Provinsi Jawa barat
(10) Sukabumi Instruksi Bupati Sukabumi Nomor 4 Tahun 2004 tentang pemakaian Busana Muslim bagi Siswa dan Mahasiswa di Kabupaten Sukabumi.
(11) Cirebon Perda Kab. Cirebon No. 77/2004 tentang
Pendidikan Madrasah Diniyah Awaliyah

Provinsi Kalimantan Selatan
(12) Banjarmasin Perda Kota Banjarmasin No. 31/2004
tentang Pengelolaan Zakat
(13) Banjarmasin Perda Kab. Banjar No. 5/2004 tentang
Ramadhan (Perubahan Perda Ramadhan No. 10 tahun
2001)
(14) Banjarmasin Surat Edaran Bupati Kabupaten
Banjarmasin No. 065.2/00023/ORG Tentang
pemakaian Jilbab bagi PNS Perempuan di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Banjarmasin Tertanggal 12
Januari 2004
(15) Banjarmasin Perda Kab. Banjar No. 4/2004 tentang
Khatam Al-Qur’an bagi Peserta Didik pada
Pendidikan Dasar dan Menengah

Provinsi NTB
(16) Dompu SK. Bupati Dompu No
Kd.19.05./HM.00/1330/2004, Tentang Pengembangan
Perda No. 1 Tahun 2002. Isinya nebyebutkan tentang :
(1) Kewajiban membaca Alquran (ngaji) bagi PNS
yang akan mengambil SK/Kenaikan pangkat, Calon
pengantin, Calon siswa SMP dan SMU, dan bagi
siswa yang akan mengambil ijazah ; (2) Kewajiban
memakai busana Muslim (Jilbab); (3) Kewajiban
mengembangkan budaya Islam (MTQ, qosidah dll)
(17) Dompu SK BUpati Dompu Kd.19./HM.00/527/2004,
tanggal 8 Mei 2004 tentang Kewajiban Membaca Al-
Qur’an oleh seluruh PNS dan Tamu yang menemui
Bupati.
(18) Dompu Perda Kab. Dompu No. 11/2004 tentang Tata
Cara Pemilihan Kades (materi muatannya mengatur
keharusan calon dan keluarganuya bisa membaca Al-
Qur’an yang dibuktikan dengan rekomendasi KUA).


Tahun 2005:
Jumlah 25

Provinsi Sumatra Barat
(1) Pesisir Selatan Perda Kabupaten Pesisir Selatan No. 4
/2005 tentang berpakaian Muslim dan Muslimah
(2) Agam Perda Kabupaten Agam nomor 6 Tahun 2005 Tentang
berpakaian Muslim
(3) Agam Perda Kab. Agam No. 5/2005 tentang Pandai
baca Tulis Al-Qur’an
(4) Provinsi Sumbar Perda Prov. Sumatra barat No. 7/2005
tentang Pandai baca Tulis Al-Quran
(5) Provinsi Sumbar Surat Himbauan Gubernur Sumatera
Berat Nomor 260/421/X/PPr-05 Perihal-perihal :
Menghimbau Bersikap dan Memakai Busana Muslimah
Kepada Kepala Dinas/Badan/Kantor/Biro/Instansi/Walikota sumatera Barat
(6) Padang Instruksi walikota Padang nomor 451.422/Binsos-
III/2005 Tentang pelaksanaan Wirid Remaja didikan subuh
dan Anti Togel / Narkoba serta Berpakaian Muslim /
Muslimah bagi Murid/Siswa SD/MI, SLTP/MTS dan
SLTA/SMK/SMA di Kota Padang
(7) Padang Instruksi walikota padangpada tanggal 7
Maret 2005 tentang pemakaian busana Muslimah

Provinsi Banten
(8) Tanggerang Perda Tenggerang No. 7/2005 tentang
menjual, mengecer, dan menyimpan minutan keras,
mabuk-mabukan.
(9) Tanggerang Peraturan Daerah Kota Tenggerang
nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran

Provinsi Jawa barat
(10) Bandung Perda Kab. Bandung No. 9/2005 tentang
Zakat, Infaq, dan Shadaqoh.
(11) Sukabumi Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi
No. 11/2005 tentang Penertiban Minuman Beralkohol
(12) Sukabumi Peraturan Daerah Kabupaten sukabumi No.
12/2005 tentang Pengelolaan Zakat

Provinsi Jawa timur
(13) Probolinggo Perda No. 5 Tahun 2005 Tentang
Pemberantasan Pelacuran di Kabupaten Probolinggo
(14) Malang Peraturan Daerah Kota Malang No. 8 Tahun 2005
Tentang Larangan Tempat Pelacuran dan perbuatan Cabul
(15) Sidoarjo Perda. Kab. Sidoarjo No. 4/2005 tentang
Pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqoh

Provinsi Kalimantan Selatan
(16) Banjarmasin Perda Kab. Banjar No. 8/2005
tentang Jum’at Khusyu’
(17) HSU Perda Kab. Hulu Sungai Utara No. 19/2005
tentang Zakat, Infaq, dan Shadaqoh
(18) Banjarmasin Perda No. 4/2005 tentang Perubahan
Atas Peraturan Daerah Kota Banjarmasin No. 13/2003
tentang Larangan Kegiatan Pada Bulan Ramadhan

Provinsi Sulawesi Selatan
(19) Maros Perda Kabupaten Maros No. 16 / 2005 tentang
berpakaian muslim dan muslimah
(20) Maros Perda Kab. Maros No.15/2005 tentang
Gerakan Buta Aksara dan pandai Baca Al-Qur’an
dalam Wilayah Kabupaten Maros

(21) Maros Perda Kab. Maros No. 17/2005 tentang
Pengelolaan Zakat
(22) Enrekang Perda Kabupaten Enrekang No. 6 /2005
Tentang Busana Muslim

Provinsi Gorontalo
(23) Gorontalo Perda Prov. Gorontalo No. 22/2005 tentang
Wajib Baca Tulis Al-Quran bagi siswa yang beragama
Islam

Provinsi Sulawesi Tenggara
(24) Kendari Perda Kota Kendari No. 17/2005 tentang
Bebas Buta Aksara Al-Qur’an pada Usia Sekolah dan
Bagi masyarakat Islam di Kota Kendari

Provinsi NTB
(25) Dompu SK Bupati Dompu No. 140/2005 tanggal 25 Juni 2005 tentang Kewajiban Membaca Al-Qur’an bagi PNS Muslim

Tahun 2006 : Jumlah 13
Provinsi Sumatra Barat
(1) Sawahlunto Peraturan Daerah Kabupaten
Sawahlunto/Sijunjung nomor 19 Tahun 2006 Tentang
Pencegahan Dan Penanggulangan Maksiat

Provinsi Riau
(2) Kampar Perda Kab. Kampar No. 2/2006 tentang
Pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqoh
Provinsi Bangka Belitung
(3) Bangka Perda Kab. Bangka No. 4/2006 tentang pengelolaan
Zakat, Infaq, dan Shadaqoh

Provinsi Banten
(4) Serang Perda Kota Serawng No.1/2006 tentang Madrasah
diniyah Awwaliyah

Provinsi Jawa barat
(5). Cianjur Perda Bupati Cianjur No. 15/2006 Tentang
Pemakaian Dinas Harian Pegawai di Lingkungan
Pemerintahan Kabupaten Cianjur.

Provinsi Jawa timur
(6) Pasuruan Perda Kab. Pasuruan No. 4/2006 tentang
Pengaturan Membuka Rumah Makan, Rombong dan
sejenisnya pada Bulan Ramadhan

Provinsi Kalimantan Selatan
(7) Banjarmasin Perda Kab. Banjar No. 5/2006 tentang
Penulisan Identitas dengan Huruf Arab Melayu (LD
Nomor 5 tahun 2006 Seri E Nomor 3)
(8). Banjarbaru Perda Kab. Banjarbaru No. 5/2006
tentang Larangan Minuman Beralkohol

Provinsi Sulawesi Selatan
(9) Makassar Perda Kota Makassar No. 5/2006 tentang Zakat
(10) Pangkep Perda Kab. (Pangkajene dan Kepulauan)
Pangkep No. 11/2006 tentang Larangan Pengedaran
Minuman Beralkohol
(11). Polewali Mandar Perda Kab. Polewali Mandar no.
14/2006 tentang Gerakan Masyarakat Islam Baca Al-
Qur’an
(12) Provinsi Sulawesi Selatan Perda Prov. Sulawesi
Selatan No. 4/2006 tentang Pendidikan Al-Qur’an
(13) Desa Peraturan Desa Muslim Padang Kecamatan
Gantarang Kabupaten Bulukumba No. 05 Tahun 2006
Tentang Pelaksanaan Hukuman Cambuk

Tahun 2007: Jumlah 3

Provinsi Jogjakarta
(1) Bantul Peraturan Daerah Kabupaten Bantul No. 5
tahun 2007 tentang larangan Pelacuran di Kabupaten
Bantul

Provinsi Jawa timur
(2) Lamongan Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan
No.5 Tahun 2007 tentang pemberantasan Pelacuran di
Kabupaten Lamongan.

Provinsi Kalimantan Selatan
(3) Banjarmasin Perda kabupaten Bankar No. 10 /
2007 tentang keteriban sosial.

Tahun 2008 : Jumlah 5
Provinsi Sumatra Barat
(1) Padang Panjang Perda Kab. Padang Panjang no.
7/2008 tentang Zakat

Provinsi Riau
(2) Riau SK Gubernur Riau No. 003.1/UM/08.1
tentang penggunaan nama Arab Melayu

Provinsi Banten
(3) Tanggerang Surat Edaran Walikota Tanggerang
(Agustus 2008) tentang Penutupan Sementara
Usaha Jasa Hiburan selama Bulan Suci
Ramadhan dan Idul Fitri 1429 H

Provinsi Jawa Tengah
(4) Semarang Surat Edaran Walikota Semarang
No.435/4687 tertanggal 27 Agustus 2008 (yang
Memuat materi tempat hiburan seperti bar, pub,
mandi uap, biliar, karaoke, diskotik, panti pijat, klub
malam, kafe, dan sejenisnya harus membatasi jam
pengelolaannya)

Provinsi Sulawesi Selatan
(5) Bone Surat Edaran No. 44/1857/VIII, Humas Infokom Bone
tertanggal 22 Agustus 2008 tentang Larangan di Bulan
Ramadhan (antara lain meminta rumayh makan, restoran,
cafe, dan warung tidak beroperasi selama Bulan Ramadhan
dan menghimbau hotel-hotel dan tempat penginapan agar
tidak menerima tamu berpasangan yang bukan muhrim)

Tahun 2009 : Jumlah 1
Provinsi Jawa barat
(7) Majalengka Perda Kabupaten tentang Prostitusi
(14 Maret 2009)

Perda Injil
Jumlah 1
Provinsi Papua Barat
(1) Manokwari Penerapan hukum berdasarkan Injil, yang secara spesifik menjelaskan mengenai pelarangan minuman beralkohol dan kegiatan prostitusi, peraturan
mengenai busana dan persekutuan, termasuk pelarangan penggunaan dan pemakaian simbol-simbol agama, dan pelarangan pembangunan rumah-rumah ibadat agama lain didekat Gereja. (2007)


Rekapitulasi Perda Syariah selama Pemerintahan SBY-JK 2004-2009

No Tahun Jumlah Provinsi Jumlah Perda
1. 2004 8 18
2. 2005 9 25
3. 2006 8 13
4. 2007 3 + 1 3 + 1
5. 2008 5 5
6. 2009 1 1
Jumlah 35 66

Nb : + 1 = Di tahun 2007 ditambah dengan 1 Perda Injil di Manokwari.......

Oh Dunia.....???? (kata Budi Anduk)
Semoga NKRI tetap Jaya sampai Akhir Zaman.......MERDEKA!

Wednesday, June 24, 2009

THE PRE-TRIBULATION RAPTURE

Please Vote my Blog as much as u can, at SINI and SINI, I join Christian Blog Competition, I need your Votes, Thank u so much:).


FBIS News Service, 23 Juni 2009

Updated June 24, 2009 (first published May 2, 2003) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org; for instructions about subscribing and unsubscribing or changing addresses, see the information paragraph at the end of the article) –

The following is enlarged from the Way of Life Advanced Bible Studies Course UNDERSTANDING BIBLE PROPHECY (third edition, March 2009). This thorough and practical course enables the student to understand and enjoy Bible prophecy. It deals with the interpretation of prophecy, dispensationalism, the covenants, the kingdom of God, the nations in prophecy, and Messianic prophecy. A large section is devoted to “a prophetic overview of the future,” detailing the Bible’s prophecies that have not yet been fulfilled. Other sections deal with the prophecies of Ezekiel, Daniel, and Revelation. 219 pages, $9.95


_____________________________

The word “rapture” does not appear in the Bible, but it is a term used to describe the catching away of the saints of 1 Thessalonians 4:13-18. The term “caught up” in 1 Th. 4:17 is also translated “pluck” (Jn. 10:28), “take by force” (Acts 23:10), and “pulling [out of the fire]” (Jude 23). It refers to a forceful seizing and a snatching away. It is used of the Spirit of God snatching away Philip after the conversion of the Ethiopian eunuch (Acts 8:39). This is exactly what Christ will do to the New Testament believers before the onslaught of the Great Tribulation.

Notes on 1 Thessalonians 4:13-18:

1. The Rapture is (1) a resurrection of the dead in Christ (v. 14-16), (2) a catching up and translation of the living New Testament saints (v. 17).
2. The dead in Christ are with Him in heaven (v. 14).
3. The Rapture is the believer’s hope (v. 13). It is what we are looking forward to.
4. The Rapture is certain. (a) It is as sure as Christ’s resurrection (v. 14). (b) It is the word of the Lord (v. 15).
5. The Rapture is a comfort (v. 18). If this translation did not occur until the end of the torments of the Great Tribulation, it certainly would not produce solace for the Christian standing on this side of the Tribulation.
6. The Rapture is before the day of the Lord’s wrath (5:1-5, 9).

This event is also described in 1 Corinthians 15:51-58.

1. The Rapture is a mystery that was not revealed in the Old Testament (v. 51). The Old Testament prophets taught about the resurrection, but they did not teach that some would be caught up without dying. The translation of the New Testament saints will involve an instantaneous change from morality to immortality. Those believers living at that hour will never see death.

2. The translation of the church-age saints is said to be a source of comfort and encouragement (1 Co. 15:58). Again, if this translation did not occur until the end of the torments of the Great Tribulation, it would not be a comfort.

Among those who believe in a literal Rapture of church-age saints, there are three general positions. All of these pertain to the timing of the Rapture in relation to the Great Tribulation. The three views are (1) Pre-tribulational, meaning the church-age saints will be raptured before the Great Tribulation. (2) Mid-tribulational (also called Pre-wrath Rapture), meaning the church-age saints will go through the first half of the Tribulation. (3) Post-tribulational, meaning the church-age saints will go through the entire Tribulation period.

THE EVIDENCE FOR THE PRE-TRIBULATION RAPTURE

For the following reasons we are convinced the Bible teaches a Pre-tribulational Rapture. In the following study, we are using the term “church” in a general, institutional sense:

1. CHURCH-AGE BELIEVERS ARE PROMISED SALVATION FROM WRATH (1 Th. 1:9-10; 5:1-9; Rom. 5:9; Rev. 3:10).

The Great Tribulation is expressly called the day of God’s wrath. Today the Lord is withholding His anger; He is seated upon a throne of grace, but the day approaches when He will take the seat of judgment. Then “the day of his wrath” will be upon all the world (Ps. 110:5; Isa. 13:6-13; Rev. 6:16-17). It is true that in every century, Bible-believing churches have been subjected to persecution, but this is quite different from the Great Tribulation. The general persecutions of the saints are caused by the wrath of wicked men and the devil, whereas the seven-year Tribulation is a period especially pertaining to God’s wrath (Rev. 6:16-17; 14:10). Some feel that the church will not be saved out of the time of wrath, but will be saved through it. This cannot be true, since the Bible clearly reveals that those who are on earth during the Great Tribulation will not be delivered from wrath but will be overcome (Rev. 13:7). The Scriptures that promise church-a ge believers deliverance from wrath must refer to salvation out from the very presence of the wrath. Concerning the Great Tribulation, we are told that “as a snare shall it come on all them that dwell on the face of the whole earth” (Lk. 21:35). Therefore, church-age believers must either be physically removed from the earth, or they will be involved in the day of wrath. God promises removal. “... I also will keep thee from the hour of temptation, which shall come upon all the world, to try them that dwell upon the earth” (Rev. 3:10). This verse does not say that God will keep the church age saints through the temptation but from it.

2. THE HOLY SPIRIT IS TO BE REMOVED BEFORE THE TRIBULATION (2 Th. 2:1-8).

In other passages of the Bible, the Holy Spirit is said to be the restrainer of sin (Ge. 6:3; Is. 59:19). The Holy Spirit came into the world in His present dispensation at Pentecost (Acts 2), when He came to empower the church for the Great Commission (Acts 1:8). He will remove the church-age believers before the time of God’s great wrath. This does not mean the Holy Spirit will not be present in the world at that time. He is God and is omnipresent. It means that He will not be present in the same sense that He is in this age.

3. CHURCH-AGE BELIEVERS ARE PROMISED MANSIONS IN HEAVEN (Jn. 14:1-3).

When the Lord Jesus returns to the earth at the end of the Tribulation, He sets up His Messianic kingdom. If the Rapture occurred at the end of the Tribulation, the promise to church-age believers pertaining to Heaven would not be fulfilled. Church-age believers are a heavenly people with a heavenly hope (Eph. 1; Ph. 3:20; Col. 3:1-3). Some dispensationalists teach that the church-age saints will live in heaven during the millennium. I believe they will live both in heaven and in earth. Jesus promised the apostles that they would reign with Him over Israel (Matt. 19:28).

4. THE TRANSLATION OF CHURCH-AGE SAINTS IS SAID TO BE IMMINENT (it could happen any time) whereas the Second Coming is said to be preceded by specific signs.

Christ taught this (Matthew 24:42, 44; 25:13; Mark 13:33). Paul taught it (Phil. 4:5; Titus 2:12-13). James taught it (Jam. 5:8-9). And Peter taught it (1 Pet. 4:7). The early Christians were living in expectation of Christ’s return (1 Th. 1:9-10). The apostle Paul instructed the church at Thessalonica that they did not need to heed signs and times, because the New Testament believer has been promised redemption from the “day of darkness” that shall overcome the whole world (1 Th. 5:1-9). The church is not waiting for the appearing of the Antichrist, but for the redemption of the Son of God.

5. THE CHURCH IS A MYSTERY UNREVEALED IN THE Old TESTAMENT (Eph. 3:1-11).

The New Testament church has no part in the chronology of events foretold by the Old Testament prophets. They clearly foretold the first coming of Christ, His miraculous birth, life, death, resurrection, and ascension. The same prophets described Christ’s Second Coming in glory, preceded by a time of unprecedented worldwide tribulation, and followed by the establishment of the glorious Messianic kingdom centered in Jerusalem. But these prophets did not see the present church age--“which in other ages was not made known unto the sons of men, as it is now revealed unto his holy apostles and prophets by the Spirit” (Eph. 3:5).

Between the first and second coming, there is a time gap that was not seen by the Old Testament prophets. This gap is the church age. The prophets did not see that Israel would be set aside temporarily while God called out from among all nations a special body of people. After He has accomplished this purpose and the fullness of the Gentiles is come in, God will restart Israel’s prophetic clock and will fulfill all Old Testament prophecies in relation to His ancient chosen nation. “... blindness in part is happened to Israel, until the fulness of the Gentiles be come in” (Rom. 11:25).

The Great Tribulation deals with Israel, not with church-age believers. This present mystery period will end with the removal of the church-age believers from the earth; and the Lord will then take up His plan for the nation Israel as He fulfills the Old Testament prophecies of the time of Jacob’s trouble, the coming of Messiah in glory, the regathering of the remnant, and the establishment of the Messianic kingdom.

6. THERE ARE EVENTS INTERVENING BETWEEN THE TRANSLATION AND RESURRECTION OF THE CHURCH AND THE SECOND ADVENT.

According to 1 Cor. 15:51, EVERY saved person will be translated at the Rapture. Yet Mat. 25:31-46 shows that when Jesus returns to the earth at the Second Advent He will find many true believers in their natural bodies. There must, then, be a period of time between the Rapture of the church-age saints and the Second Coming to allow for these folk to be saved. It is reasonable to believe that this period is the seven years of the Great Tribulation.

7. THE BOOK OF REVELATION SHOWS THAT THE CHURCH IS NOT ON EARTH DURING THE TRIBULATION.

(a) The church is not seen on earth in chapters 4-18.

(b) The witness for God in the earth during the Tribulation is Israel, not the church (Rev. 7).

(c) The prayers of the saints in Revelation 8 are prayers for judgment. Only Israel prayed such prayers. The church-age saints are instructed to pray for her enemies, not against them (Lk. 9:51-56). These prayers of Revelation are those of the Psalms and are based on God’s promise to Abraham to curse those that cursed Israel (Gen. 12:1-3).

(d) The scorpion-like creatures of Revelation 9 are given freedom to hurt all earth-dwellers except those Jews who were sealed by the angel of Revelation 7; if church-age believers were on earth, they would be subject to this horrible judgment of God.

(e) Revelation 10 identifies the events of Revelation 4-18 with those foretold by Old Testament prophets--the days of the Great Tribulation, the “day of the Lord.” The church age was never in the view of these Old Testament prophecies; it was an unrevealed mystery. The church has a different purpose and program than national Israel. It is Israel that is in view in Old Testament prophecy and in Revelation 4-18.

(f) The ministry of the two witnesses of Revelation 11 identifies them with national Israel and with Old Testament prophecies of the “day of the Lord.” The two witnesses minister from Jerusalem, Israel’s capital. The churches have no such capital, her hope being heavenly, not earthly (Col. 3:1-4; Phil. 3:17-21). The two witnesses are clothed in sackcloth, typical of Old Testament Israel, not New Testament believers. Nowhere are the churches seen in sackcloth. They are told, rather, to “rejoice in the Lord alway: and again I say, Rejoice” (Phil. 4:4). The church-age believer’s judgment is forever past, and he is to keep his mind centered in the heavenlies where, in position, he is seated eternally victorious with Christ (Eph. 2:5-10). Revelation 11:4 identifies the two witnesses with Old Testament prophecy. Zech. 4:3, 11, 14 is a prophecy of Israel, not the church. Further, the two witnesses call down judgment upon their enemies in Rev. 10:5 -6. Jesus rebuked his disciples for desiring to do just this and instructed the church-age believer to pray for the well-being of his enemies, not for their destruction (Lk. 9:54-56; Rom. 12:14, 17-21).

(g) The devil persecutes Israel, not the church, during the Tribulation (Rev. 12). There can be no doubt that the woman in this chapter is identified as national Israel. Verse 5 shows the woman bringing forth Christ; it is obvious that Jesus was brought forth by Israel, not by the churches (Isa. 9:6-7; Rom. 9:5). Also, the symbols of Rev. 12:1-2 recall familiar Old Testament typology of Israel. She is referred to as a woman (Isa. 54:5-7). The sun and moon and the 12 stars of verse 2 remind us of Joseph’s dream regarding Israel (Gen. 37:9). The words of Rev. 12:2 are almost an exact quote from Micah 5:3, again referencing Israel’s delivery of the Messiah. These symbols are not used in the New Testament of the churches.

THE ATTACK ON THE PRE-TRIBULATIONAL RAPTURE

The doctrine of the pre-tribulational rapture is under severe attack today. Consider some examples from the emerging church:

Brian McLaren mocks the “fundamentalist expectations” of a literal second coming of Christ with its attendant judgments on the world and assumes that the world will go on like it is for hundreds of thousands of years (A Generous Orthodoxy, p. 305). He calls the literal, imminent return of Christ “pop-Evangelical eschatology” (Generous Orthodoxy, p. 267) and the “eschatology of abandonment” (interview with Planet Preterist, Jan. 30, 2005, http://planetpreterist.com/news-2774.html). McLaren says that the book of Revelation is not a “book about the distant future” but is “a way of talking about the challenges of the immediate present” (The Secret Message of Jesus, 2007, p. 176). He says that phrases such as “the moon will turn to blood” “are no more to be taken literally than phrases we might read in the paper today” (The Secret Message, p. 178).

Jonny Baker of Grace in London, England, rejects dispensationalism as “escapology theology” and “advocates that Christians need to invest themselves in the current culture, not live on hold until time runs out” (Emerging Churches, pp. 78, 79).

Tony Jones says that the emergent church, in contrast to the dispensational viewpoint, is characterized by “an eschatology of hope” (An Emergent Manifesto of Hope, p. 130). He says: “What I mean is that the folks who hang around the emerging church tend to see goodness and light in God’s future, not darkness and gnashing of teeth. While that may seem obvious to some followers of God, pop theology today is facing the other way. ... Those novelists and the theologians who provide them their material take the view that we’re in a downward spiral, and when things ‘down here’ become bad enough, Jesus will return in glory. But those of us represented in this book take the contrary view. God’s promised future is good, and it awaits us, beckoning us forward” (p. 130).

N.T. Wright, who has a great influence on the emerging church, warns that the doctrine of an imminent rapture is dangerous because it interferes with kingdom building and environmental activities. “If there’s going to be an Armageddon, and we’ll all be in heaven already or raptured up just in time, it really doesn’t matter if you have acid rain or greenhouse gases prior to that. Or, for that matter, whether you bombed civilians in Iraq. All that really matters is saving souls for that disembodied heaven” (“Christians Wrong about Heaven, Says Bishop,” Time, Feb. 7, 2008).

Tony Campolo says: “I mean all of this stuff [about the imminent coming of Christ and a literal Tribulation] comes out of not only fundamentalism. It comes out of dispensationalism, which is a weird little form of fundamentalism that started like a hundred fifty years ago. ... I think that we need to challenge the government to do the work of the Kingdom of God, to do what is right in the eyes of the Lord. That whole sense of the rapture, which may occur at any moment, is used as a device to oppose engagement with the principalities, the powers, the political and economic structures of our age” (“Opposition to women preachers evidence of demonic influence,” Baptist Press, June 27, 2003).

Mark Driscoll refers to the pre-tribulational rapture as “pessimistic dispensationalism” (Listening to the Beliefs of Emerging Churches, p. 146). He has said that “eschatology-minded Christians” are not welcome in his church.

THE IMPORTANCE OF THE PRE-TRIBULATIONAL RAPTURE

The doctrine of the pre-tribulational rapture is not a peripheral one. As we have seen, Christ, Paul, James, and Peter taught that the return of Christ was imminent and was to be expected at any time (Mat. 24:44; Phil. 4:5; Jam. 5:8-9; 1 Pet. 4:7). The early Christians lived in expectation of Christ’s return the literal fulfillment of the prophecies. “For they themselves shew of us what manner of entering in we had unto you, and how ye turned to God from idols to serve the living and true God; And to wait for his Son from heaven, whom he raised from the dead, even Jesus, which delivered us from the wrath to come” (1 Thessalonians 1:9-10).

The doctrine of a pre-tribulational Rapture is a great motivator for purifying one’s personal Christian life.

1. It encourages the believer in trials and persecutions. “Then we which are alive and remain shall be caught up together with them in the clouds, to meet the Lord in the air: and so shall we ever be with the Lord. Wherefore comfort one another with these words” (1 Thessalonians 4:17-18).

2. It keeps the church’s focus on the Great Commission (Mat. 28:18-20; Mk 16:15; Lk. 24:44-48; Acts 1:8). It teaches us that preaching the gospel, winning people to Christ, and establishing churches as the pillar and ground of the truth is the most urgent matter. D.L. Moody had it right when he said: “I look upon this world as a wrecked vessel. God has given me a lifeboat and said to me, ‘Moody, save all you can.’”

3. It motivates us to be busy in the Lord’s work (1 Cor. 15:58).

4. It motivates us to live obedient lives (1 Jn. 3:1-3; 1 Th. 5:4-7).

5. It motivates us to separate from evil (Tit. 2:13-14).

6. It keeps believers on the outlook for heresy and apostasy (2 Timothy 4:3-4; 1 John 2:24-28).

Saturday, June 20, 2009

Berita Mingguan 20 Juni 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin- subscribe@ yahoogroups. com

PELAJARAN SEKOLAH MINGGU STAR TREK
Pentakosta "Star Trek" adalah judul sebuah seri pesan-pesan audio "di mana Kapten Kirk, Spock, Bones dan Scotty berangkat dengan berani dalam suatu perjalanan pencarian akan Roh Allah." Diproduksi oleh GFR Christian Radio, pesan-pesan yang disampaikan dimaksudkan untuk memberi "materi-materi yang menggugah pikiran" bagi kelas-kelas sekolah minggu. Adalah kekonyolan yang menyesatkan untuk masuk ke dalam dunia mitologis Star Trek guna mencoba menemukan kebenaran rohani! Gereja-gereja kontemporer, seperti para Yahudi yang sesat di zaman dulu, telah menukarkan Allah dalam Alkitab dengan berhala modern (mis., allah yang cool dan tidak menghakimi seperti dalam buku The Shack) dan telah menukarkan Firman Allah yang murni dengan doktrin-doktrin yang kotor. "Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air" (Yer. 2:13).

FATIMA: MARIA ANTAR-AGAMA MILIK ROMA DEMI SEBUAH GEREJA DUNIA
Berikut ini disadur dari buku yang bagus sekali, The European Union and the Supra-Religion by Robert Congdon (Congdon Ministries, 2007, http://www.internet bibleinstitute. com, robertcongdon@ bellsouth. net). "Sebagian dari penampakan-penampak an Maria yang paling terkenal terjadi di Fatima. Desa Fatima diberi nama sesuai dengan putri Muhammad, pendiri Islam. Nama Arabnya memiliki arti `yang bersinar.' .....Pada bulan Mei 2004, Dalai Lama mengunjungi dan berdoa di kuil Fatima. Setelah seorang imam Hindu, Sha Tri, berdoa di altar tersebut, Rektor dari kuil itu mengatakan bahwa pertemuan-pertemuan demikian memberi mereka kesempatan untuk `mengingatkan kita semua bahwa kita hidup dalam komunitas.' Imam Hindu itu menaruh sebuah syal khas imam Hindu, yang bertuliskan kutipan-kutipan dari Bagavad Gita, `pada pundak perwakilan tertinggi Gereja di Fatima.....Vatikan, bersatu dengan PBB, mensponsori sebuah kongres antar-agama di kuil Fatima pada tanggal 10-12 Oktober 2003, yang berjudul `Masa Kini Manusia - Masa Depan Allah.'..... Pemilihan desa Fatima berdasarkan fakta bahwa kuil Fatima telah dengan cepat menjadi pusat penyembahan banyak agama-agama dunia. Lebih dari 4,5 juta orang mengunjungi Fatima setiap tahunnya. Kongres yang terakhir ini melibatkan Hindu, Muslim, Yahudi, Ortodoks Timur, Buddha, dan perwakilan orang-orang kafir Afrika. Di Kongres tersebut, rektor dari kuil berkata, `Masa depan Fatima, atau penyembahan terhadap Allah dan ibuNya di Kuil suci ini, harus melalui suatu penciptaan sebuah kuil di mana agama-agama yang berbeda dapat bercampur... .'" (Robert Congdon, The European Union and the Supra-Religion, hal. 219, 221, 222; untuk dokumentasi, lihat kutipan-kutipan di buku ini).

BERHENTILAH MAKAN DOMBA DAN SELAMATKAN DUNIA
Para penasihat pemerintah di Inggris telah memberi peringatan bahwa mengkonsumsi domba adalah ancaman yang serius bagi lingkungan, karena mereka "menghasilkan sedemikian banyak gas metan" ("Burping of the Lambs," The Sunday Times, 24 Mei 2009). David Kennedy, chief executive dari Komite Perubahan Iklim, mengatakan bahwa "merubah gaya hidup kita, termasuk apa yang kita makan, akan menjadi salah satu elemen penting dalam pengurangan emisi karbon." Untuk menghasilkan 1 kg domba, katanya akan membebaskan gas metan yang sama denagn 37 pon karbon dioksida ke atmosfir. Untuk memproduksi jumlah daging sapi yang sama akan membebaskan 35 pon CO2. Saat ini, para agensi pemerintah sedang "menyarankan, " tetapi waktunya akan tiba mereka mengatur apa yang boleh orang tanam, jual, dan makan, atau minimal mereka akan menetapkan pajak yang sangat berat terhadap produk-produk yang kata mereka membahayakan lingkungan. Mitos tentang global-warming yang terjadi karena manusia bukanlah bertujuan untuk menyelamatkan planet; ini semua bertujuan untuk meningkatkan kekuasaan pemerintah.

MENGELUS SERIGALA
Berikut ini disadur dari John Ashbrook, Axioms of Separation (Mentor, OH: Here I Stand Books, n.d.): "Bertahun-tahun yang lalu, saya makan malam bersama dengan seorang muda yang lulus dari Fuller Seminary. Tamu saya itu berkata, "saya menganggap diri sebagai seorang fundamentalis; tetapi saya harus mengaku bahwa fundamentalis sering tidak penuh kasih dalam pendekatan mereka kepada para liberal. Mereka menolak untuk berdialog dengan mereka dan telah gagal menunjukkan kasih Kristiani kepada mereka." Orang ini rupanya telah menyerap filosofi Fuller. Sekarang saya tanya kepada anda, di manakah dalam Kitab Suci ada pengajaran bahwa kita harus berbaik-baikan dengan para pengajar palsu dan rasul-rasul sesat? Ini adalah kebalikan dari pengajaran di 2 Yohanes: "Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat" (2 Yoh. 1:10-11). Kitab Suci menyebut orang-orang yang menyebarkan doktrin-doktrin sesat ini sebagai "serigala-serigala yang ganas" (Kis. 20:29). Para gembala yang setia sepanjang sejarah tidak berdialog dengan serigala-serigala ganas."

SEORANG ANAK PEREMPUAN YANG MENGUJI DISIPLIN ORANG TUANYA
Berikut ini disadur dari Training Your Children to Turn out Right, sebuah buku yang sangat bagus oleh David Sorenson(Northstar Ministries, 1820 W. Morgan St., Duluth, MN 55811, 218-726-0209, www.northstarminist ries.com, dhs.northstar@ charter.net) -- "Anak-anak kami perlu belajar bahwa setiap kali mereka melanggar sebuah aturan rumah tangga, maka akan ada pengalaman yang sudah dapat diprediksi dan yang tidak menyenangkan. Anak-anak sepertinya berpikir bahwa jika mereka mengikis orang tua mereka untuk waktu yang cukup lama, maka orang tua akan kecapekan dan akhirnya mengalah. Pertahankan aturan-aturan anda secara konsisten. Ketika salah satu anak perempuan kami masih kecil, dia memutuskan suatu malam bahwa dia tidak mau tinggal di tempat tidurnya. Dia telah dimasukkan ke dalam tempat tidur, tetapi dia memutuskan dia mau bangun. Dia memanjat keluar dari tempat tidurnya dan keluar ke ruang tamu. Dia diceramahi mengenai fakta bahwa ini sudah jam tidurnya dan bahwa jika dia keluar dari tempat tidurnya lagi, dia akan dipukul pantatnya (spanked). Dia dimasukkan ke dalam tempat tidurnya. Beberapa menit kemudia, dia keluar lagi. Sepertinya telah dijanjikan, dia dipukul dan dimasukkkan kembali ke tempat tidurnya di tengah tangisan yang cukup memberontak. Lalu dia mulai marah-marah. Setelah beberapa lama dia mulai lagi keluar dari tempat tidur dan masuk ke ruang tamu. Sejauh yang dapat kami periksa, tidak ada alasan yang sah bagi dia untuk bangun. Dia hanya tidak mau berada di tempat tidur. Sekali lagi dia dipukul. Ini berlanjut sekitar setengah jam, tetapi akhirnya dia mengerti pesannya; jika dia dengan terbuka menantang Mama dan Papa, dia akan dipukul. Ini terjadi secara konsisten. Ini terjadi setiap kali....Malam itu, sebuah pertarungan yang besar telah dimenangkan. Kehendaknya yang kecil dan pemberontak telah dipatahkan. Dia telah mencoba sekeras-kerasnya untuk menantang otoritas orang tua, dan dia telah kalah....Apakah kami sebagai orang tua merasa senang memukul anak perempuan kami? Kami sangat membenci setiap detik dari pemukulan itu. Dia adalah kebanggaan dan sukacita kami. Tidak ada yang dapat memberi kami kenyamanan yang lebih dari saat-saat dia duduk-duduk berpelukan dengan kami di ruang tamu. Tetapi kami tahu bahwa dia memerlukan pengembangan disiplin dalam hidupnya" (Training Your Children to Turn Out Right, 1995, hal. 71, 72).

MATA YANG SANGAT SENSITIF
Berikut ini dari Creation Moments, http://www.creation moments.com/ radio/transcript .php?t=2295: "Mata manusia sedemikian sensitifnya, sehingga ia dapat mendeteksi satu partikel cahaya – sebuah foton. Faktanya, mata manusia sedemikian sensitifnya, sehingga kalau bukan karena fitur-fitur spesial di dalam mata yang memproses milyaran informasi yang masuk setiap sepersekian detik, kita pastilah terbanjiri oleh cahaya. Walaupun mata dapat mendeteksi satu foton cahaya, ia tidak akan meneruskan suatu gambar kepada otakmu kecuali ada minimal enam foton yang mengenai bagian mata yagn sama. Jika tidak demikian, maka pada malam hari yang gelap kita tidak akan dapat melihat apa-apa selain statis, karena terang yang kurang dari enam foton tidak dapat difokuskan menjadi suatu gambar dan yang telihat hanyalah statis. Hal-hal seperti ini membuat kita bertanya-tanya apakah mata didesain oleh seorang Pencipta yang mahabijak? Karena bagaimana mungkin kebetulan-kebetulan yang tidak disengaja dan mutasi dapat mengetahui hukum-hukum dasar fisika yang mengendalikan perilaku cahaya? Rentang sensitifitas mata juga jutaan kali lebih besar dibandingkan dengan film-film fotograifk modern kita, dan memberikan kepada kita rentang dinamis antara 10 milyar hinga satu. Sementara sensitifitas yang terbesar diperlukan pada malam yang gelap, ada kontrol internal dalam mata yang menurunkan sensitifitas itu untuk situasi hari yang terang benderang. Ilmu pengetahuan sama sekali tidak menyingkirkan Allah! Pengetahuan kita tentang cara kerja mata menuntut kesimpulan bahwa kita adalah ciptaan dari seorang Allah bijak dan kuasa.

Diterjemahkan dari

FRIDAY CHURCH NEWS NOTES
June 19, 2009, Volume 10, Issue 25

The Friday Church News Notes is designed for use in churches and is published by Way of Life Literature’s Fundamental Baptist Information Service. Unless otherwise stated, the Notes are written by David Cloud. Of necessity we quote from a wide variety of sources, but this does not imply an endorsement. For instructions on how to unsubscribe to this list or to change mailing addresses, please consult the information paragraph at the end.

ROBERT SCHULLER APPOINTS DAUGHTER TO LEAD THE CRYSTAL CATHEDRAL (Friday Church News Notes, June 19, 2009, www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org, 866-295-4143) - Robert Schuller has announced that his daughter is the new leader of Crystal Cathedral Ministries. Sheila Schuller Coleman steps into the shoes that were previously worn by Schuller’s son, Robert Anthony, who resigned last year under mysterious circumstances. When the son’s removal as the host of the Hour of Power television program was announced last October, the elder Schuller simply said that they had “different ideas as to the direction and the vision for this ministry.” Those differences were never spelled out. The son has subsequently partnered with his son-in-law Chris Wyatt, founder of GodTube, to acquire AmericanLife TV, which they plan to use to broadcast “family-friendly” programs (“Schuller’s Daughter to Lead Crystal Cathedral,” Orange County Register, J une 10, 2009). On June 7, the elder Schuller told his congregation that from now on Scheila is “the leader of leaders.” Robert Schuller has had a vast influence on modern Christianity. He has been one of the most popular religion television personalities in America for decades. His books sell by the millions. Schuller reinterprets the Bible to conform to his heretical self-esteem philosophy. To Schuller, sin is the lack of self-esteem. His christ is a psycho-savior who is “self-esteem incarnate.” His gospel is to replace negative self-concepts with positive ones. Schuller believes that all men are the children of God. Robert Schuller wants to create a new kind of Christianity: one that accepts the Fatherhood of God, that is positive and non-judgmental, that worships a self-esteem Christ, that denies the necessity of Christ’s blood atonement. (For documentation of Schuller’s heresies see “Robert Schuller and Evangelicals” at the Way of L ife web site.)

PETER MASTERS WARNS ABOUT WORLDLY EMERGING CHURCH CALVINISTS (Friday Church News Notes, June 19, 2009, www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org, 866-295-4143) - Dr. Peter Masters, pastor of the Metropolitan Tabernacle in London, England, has sounded a warning against the worldliness of American pop-Calvinists such as Mark Driscoll and John Piper. Driscoll calls himself “theologically conservative and culturally liberal” and his Mars Hills Church in Seattle has rock & roll champagne parties, watches R-rated movies, learns how to brew beer, and hosts secular rock concerts. In an article in The Sword and Trowel, 2009 No. 1, entitled “The Merger of Calvinism with Worldliness,” Dr. Masters says: “The new Calvinists constantly extol the Puritans, but they do not want to worship or live as they did. One of the vaunted new conferences is called Resolved, after Jonathan Edwards’ famous youthful Resolutions (seventy searching undertakings). But the c ulture of this conference would unquestionably have met with the outright condemnation of that great theologian. Resolved is the brainchild of a member of Dr John MacArthur’s pastoral staff, gathering thousands of young people annually, and featuring the usual mix of Calvinism and extreme charismatic-style worship. Young people are encouraged to feel the very same sensational nervous impact of loud rhythmic music on the body that they would experience in a large, worldly pop concert, complete with replicated lighting and atmosphere. At the same time they reflect on predestination and election. Worldly culture provides the bodily, emotional feelings, into which Christian thoughts are infused and floated. Biblical sentiments are harnessed to carnal entertainment. In times of disobedience the Jews of old syncretised by going to the Temple or the synagogue on the sabbath, and to idol temples on weekdays, but the new Calvinism has found a way of uniting spiritually incompatible thi ngs at the same time, in the same meeting. ... Truly proclaimed, the sovereignty of God must include consecration, reverence, sincere obedience to his will, and separation from the world.” CONCLUDING NOTE FROM BRO. CLOUD: While we do not agree with Dr. Masters’ sovereign election theology, we could not agree more with his reproof of worldliness and we are thankful for the stand he has taken against the contemporary program. The Bible’s call to not be conformed to the world, to not love the world, and to come out from among them and be separate refutes the ridiculous philosophy of “cultural liberalism” (Romans 12:2; 2 Corinthians 6:17; Ephesians 5:11; James 4:4; 1 John 2:15-17).

STAR TREK SUNDAY SCHOOL LESSONS (Friday Church News Notes, June 19, 2009, www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org, 866-295-4143) - “Star Trek Pentecost” is the title of a series of audio messages “where Captain Kirk, Spock, Bones and Scotty go boldly on a voyage of discovery in search of the Spirit of God.” Produced by GFR Christian Radio, the messages are intended to provide “thought-provoking material” for Sunday School classes. It is heretical folly to delve into the mythical world of Star Trek in an attempt to find true spiritual insight! Contemporary churches, like the apostate Jews of old, have exchanged the God of the Bible for a modern idol (e.g., the cool and non-judgmental god of The Shack) and have exchanged the pure Word of God for adulterated doctrine. “For my people have committed two evils; they have forsaken me the fountain of living waters, and hewed them out cisterns, broken cisterns, that can hold no water” (Jere miah 2:13).

POLL SHOWS THAT AMERICANS ARE OPEN TO NEW “WAYS OF EXPERIENCING GOD” (Friday Church News Notes, June 19, 2009, www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org, 866-295-4143) - According to a new Barna poll, a large percentage of Americans are open to new ways of experiencing God apart from traditional church structures. 75% said they sense that God is motivating people to connect with Him “in different ways and through different types of experiences than in the past.” 71% say that they want to develop their own religious beliefs “rather than to accept an entire set of beliefs that a particular church teachers.” 64% said they are open to pursuing their faith in an environment “that differs from that of a typical church.” This is the product of the rock & roll pop culture that has captured American minds and hearts with its message of individuality and resistance to authority. The pop culture wields far more influence on the average prof essing Christian than the Bible does. The contemporary philosophy of doctrinal tolerance and the multiplicity of modern versions have helped create an appetite for a spiritual smorgasbord.

FATIMA: ROME’S INTERFAITH MARY FOR A ONE-WORLD CHURCH (Friday Church News Notes, June 19, 2009, www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org, 866-295-4143) - The following is excerpted from the excellent book The European Union and the Supra-Religion by Robert Congdon (Congdon Ministries, 2007, http://www.internetbibleinstitute.com, robertcongdon@bellsouth.net). “[S]ome of the Mary’s most famous apparitions have occurred at Fatima. The village of Fatima was named after the daughter of Mohammed, founder of Islam. Her Arabic name means ‘shining one.’ ... In May 2004, the Dali Lama visited and prayed at the Fatima shrine. After a Hindu priest, Sha Tri, prayed at the altar, the Rector of the shrine said such meetings gave them the opportunity to ‘remind ourselves that we live in community.’ The Hindu priest placed a Hindu priestly shawl, engraved with inscriptions from the Bagavad Gita, ‘on the shoulders of the highest representative of the Church in Fatima. ... The Vatican, uniting with the United Nations, sponsored an interfaith congress at Fatima’s shrine on October 10-12, 2003, entitled ‘The Present of Man-The Future of God.’ ... The choice of Fatima reflected the fact that the Fatima shrine is rapidly becoming the center of worship for many of the world’s religions. Over 4.5 million people visit Fatima each year. This latest congress included Hindu, Muslim, Jewish, Eastern Orthodox, Buddhist, and African Pagan representatives. At the congress, the shrine's rector said, ‘The future of Fatima, or the adoration of God and His mother at this holy Shrine, must pass through the creation of a shrine where different religions can mingle...’” (Robert Congdon, The European Union and the Supra-Religion, pp. 219, 221, 222; for documentation of the quoted statements see the book).

STOP EATING LAMB AND SAVE THE WORLD (Friday Church News Notes, June 19, 2009, www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org, 866-295-4143) - Government advisers in England have warned that eating sheep is a serious threat to the environment, because they “burp so much methane” (“Burping of the Lambs,” The Sunday Times, May 24, 2009). David Kennedy, chief executive of the Committee on Climate Change, says that “changing our lifestyles, including our diets, is going to be one of the crucial elements in cutting carbon emissions.” To produce 2.2 pounds of lamb allegedly releases the methane equivalent of 37 pounds of carbon dioxide into the atmosphere. To produce the same amount of beef release 35 pounds of CO2. Right now, government agencies are “suggesting,” but the time will probably come when they will legislate what people can grow, sell, and eat, or at least they will impose heavy taxes on products that are alleged to be a danger to th e environment. The man-made global warming myth is not about saving the planet; it is about increasing the power of government.

PATTING WOLVES (Friday Church News Notes, June 19, 2009, www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org, 866-295-4143) - The following is excerpted from John Ashbrook, Axioms of Separation (Mentor, OH: Here I Stand Books, n.d.): “Years ago I sat at our dinner table with a young man trained in Fuller Seminary. Our guest said, "I think of myself as a fundamentalist; but I have to confess that fundamentalists have been very uncharitable in their approach to the liberals. They have refused to dialogue with them and have failed to demonstrate Christian love toward them." He had absorbed the Fuller philosophy. Let me ask you, where in Scripture do you find the teaching that we are to treat false teachers with charity and the apostles of apostasy with Christian love? That is exactly the opposite of the teaching of 2 John. “If there come any unto you, and bring not this doctrine, receive him not into your house, neither bid him God speed: For he that biddeth him God speed is partaker of his evil deeds.” Scripture terms the purveyors of false doctrines as "grievous wolves.’ The faithful shepherds of history have not dialogued with grievous wolves.”

A LITTLE GIRL WHO TESTED HER PARENTS’ DISCIPLINE (Friday Church News Notes, June 19, 2009, www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org, 866-295-4143) - The following is excerpted from Training Your Children to Turn out Right, an excellent book by David Sorenson (Northstar Ministries, 1820 W. Morgan St., Duluth, MN 55811, 218-726-0209, www.northstarministries.com, dhs.northstar@charter.net) -- “Our children need to learn that every single time they violate a household rule, there will be a predictable and unpleasant experience. Children seem to think that if they whittle away at their parents long enough, the parents will wear down and then give in. Consistently enforce your rules. When one of our girls was small, she decided one evening that she did not want to stay in her bed. She had been put to bed, but she decided she wanted to get up. She climbed out of her bed and came out into the living room. She was lectured about the fact that it was her bed time and that if sh e got out of bed again she would be spanked. She was placed back in her bed. A few minutes later, she came out again. As promised, she was paddled and placed back into her bed. ... A few minutes later, she came out again. She again was paddled and placed back into her bed amidst rather rebellious crying. She was throwing a tantrum. After a while she proceeded to get out of bed and come out again into the living room. As far as we could tell, there was no legitimate reason for her to get up. She just did not want to stay in bed. Again she was spanked. This went on for about a half an hour, but she finally got the message; if she openly defied Mom and Dad, she would be spanked. It was consistent. It happened every single time. ... That night a major battle was won. Her rebellious little will was broken. She had tried her hardest to challenge parental authority, and she had lost. ... Did we as parents enjoy spanking our little girl? We hated every moment of it. She was our pride and j oy. Nothing would have pleased us more than for her to cuddle up to us out in the living room, but we knew how she needed to have discipline developed in her life” (Training Your Children to Turn Out Right, 1995, pp. 71, 72).

THE INCREDIBLY SENSITIVE EYE (Friday Church News Notes, June 19, 2009, www.wayoflife.org fbns@wayoflife.org, 866-295-4143) - The following is from Creation Moments, http://www.creationmoments.com/radio/transcript.php?t=2295: The human eye is so incredibly sensitive that it can actually detect a single particle of light--a photon. The truth is, the human eye is so sensitive that were it not for special features inside the eye that process the billions of pieces of information coming into the eye every spilt second, we would be overwhelmed. While the eye can detect even one photon of light, it will not pass an image on to your brain until at least six photons strike in the same area of the eye. If this weren't the case, on a dark night we would see nothing but static, since less than six photons could not be focused into an image and would appear to us as just static. This special provision makes one wonder if the eye was not designed by an all wise Creator. After all, h ow could mindless chance and mutations know about the basic laws of physics that control light's behavior? The range of the eye's sensitivity is also a million times greater than our modern photographic films, providing us with a dynamic range of 10 billion to one. While the greatest sensitivity is needed on dark nights, an internal control in the eye reduces that sensitivity for bright daylight. Science doesnot rule out God at all! Our knowledge of the eye's working demands the conclusion that we are the creation of a wise and powerful God!

Tuesday, June 16, 2009

The Antichrist’s One World Economy

translated by Mrs. Krista Ang


The Cause of Crisis in US

The world was shocked when several US financing companies went bankrupt since this would impact other financing companies, even the banking sector. The first impact was the crash of stock prices in Dow Jones Index. Henry Paulson, US Finance Minister, immediately devised a US$700 billion bailout plan. When the first proposal was rejected by the Congress, the fall of stock prices was even worse. So Paulson, who was back up by George W. Bush, stated that if US Congress was not willing to accept this proposal, not only US but also the whole world would experience a severe economic crisis. Finally, the Congress had no option but to approve this bailout plan.


Indonesian financial analyst, Christianto Wibisono, stated in 13 October 2008 Suara Pembaruan Newspaper that US financial crisis was not caused by George W. Bush, but by the lifestyle of Americans who tend to spend much more than what they actually earn. Many people are still unaware that although the world is temporarily saved by the US$700 billion bailout, the credit card crisis is still looming ahead. It is estimated that US credit card debt reached US$1 trillion. We in Indonesia are also being encouraged to use credit card and make credit card debt as part of our lifestyle.


So why could this US financial crisis happen? The answer is because the world relied heavily on US democracy system and free market economy. All people wanted to deposit their money in US. Even the third world countries’ corruptors put their money in US banks! This made US banks experienced what was called over-liquidity (too much money), so they offered low interest rates. Due to excess of funds, they offer loans easily to housing financing companies. Because the easiness of getting funds out of banks, many financing companies made unwise decisions in order to achieve their target of loan granted. So, without proper customer feasibility study, they granted housing loans to people who actually could not afford it. On the other hand, the customers who were used to live on loans, without due consideration, greedily grabbed this opportunity to buy big and expensive houses. Finally, the amount of non performing loans increased so much that many financing companies went bankrupt. This problem created a severe impact to the banks that loaned money to these companies. If the amount involved was small, its influence would be limited. But because the amount reached billions of dollars, it became not only national but also an international problem.


Lucifer’s Heroin

Credit card debt became a common thing not only in US but in the whole world. People with credit card tend to purchase anything without further thought since “buy now, pay later” becomes their motto. Older generations used to advise their children to save money. But today, people are used to owe money, sometimes even until several levels. Banks that issue credit cards wish that the credit card holders spend as much as they can and only pay the minimum amount because they cannot afford to pay in full, since this will generate high interest income for the banks.


People living at the end of the age are so pampered with technology. Technology itself is not evil or wrong. Using hand phones is of course more convenient than using monolog phones that must be connected through wire. Other technological inventions also add more to our comfort. But this comfort is not for free. It has a price and it is not cheap. To buy it, people need much money so they must work hard to afford it. Those who are not patient enough to wait can use credit card to buy it even if they don’t enough money yet.


So, through technological advancement and “buy now, pay later” principle, people can fill their houses with all the technological gimmicks through debt. This kind of lifestyle has spread to most, if not all, people of this age. People no longer give second or third thought when buying things. With credit cards, they still have one month lag time and also the minimum payment facility.


Every country with free market economy encourages its citizens to be economic human beings. They work so hard day and night to get money in order to buy material things that they scarcely have enough time for their family or their church. They go to work so early in the morning and go home so late at night. This financial chaos in US is only Lucifer’s test case to see how panic people would be when facing financial problems. He will hold this power to cause all people to worship him. This chaos in the end will lead to the unitization of world economy under one monetary policy. Nancy Pelosi urged George W. Bush to invite all G8 countries to sit down together to discuss joint actions to solve this economic problem. This crisis will ultimately lead the world to one single economic policy.


The US presidential election could be a test to Americans. Would they prefer economy to Christian virtues? Apparently Americans will choose the candidate who is able to lead them to economic welfare rather than family values based on Christian virtues. Americans cannot afford to face an economic hardship after enjoying economic welfare for so long. They don’t really know how to save money or to survive an economic crisis. After all, finding jobs has never been difficult before. Why do they need to save money?


So, the moral of the US president candidate is no longer important. The most important thing is whether he can lead US to economic improvement. Therefore, it is not surprising if one day Lucifer comes in the open and state his position against biblical Christians, people will still choose him. Lucifer will be fully back up by the homosexuals, people from all religions, untruthful Christians, Hollywood movie stars who practice free sex, and other communities. Lucifer has been successful in offering “heroin” in the form of leisure living and freedom to borrow money. He knows for sure that most people will die without him.


No One Can Sell and Buy

In Revelation 13:16-17, it is written that “And he causeth all, both small and great, rich and poor, free and bond, to receive a mark in their right hand, or in their foreheads: and that no man might buy and sell, save he that had the mark, or the name of the beast, or the number of his name.” In your opinion, what are the factors that will enable Lucifer to control the world economy, to the point where no one can buy or sell without his permission? There must have been a monetary unitization so the monetary authority for the whole world is held by one ruler.


Lucifer will be successful in unitizing the world politics so that one world government is established. It is possible to have one federation country with 200 states. US will become one state, and so will Indonesia and China. The world president must be a very prominent person and will be elected by all people in the whole world. Don’t you know that we have already had a World Parliament? And do you know that in October 2008 Indonesia has proposed Agung Laksono as a candidate for the chairman of the world parliament?


We are heading toward one world economy and one world monetary policy. We have already had World Bank and International Monetary Fund (IMF) which help many countries to solve their financial problems. Can you now see that a global anti-Christ government which was revealed by God in Nebuchadnezzar’s dream as a great image whose feet were made of iron and clay is now being formed?


Revelation chapter 13 which was quoted above told us that anti-Christ would rule the world and control the economy so that no one can sell and buy without his permission. Many people reading Revelation chapter 13 were shocked by the number of the anti-Christ, 666, while unaware that they themselves were in the program.


The Kingdom of Iron and Clay

Nebuchadnezzar dreamed dreams, and it was recorded in Daniel chapter 2. There was almost a slaughter in the Babylonian Kingdom because no one was able to interpret the dreams of the great king. However, since those dreams came from God, only God could reveal the meaning, and this was done through Daniel. We were told that the head of the image made of gold represented the Babylonian Kingdom at that time. It was also said that after this kingdom, four more kingdoms would emerge before another kingdom symbolized by a rock rolling down from a mountain destroyed them. Because after 2,600 years have passed after Daniel got this revelation, it is very easy for us today to understand that the breast and arms made of silver were actually the Median-Persian Kingdom that came after Babylonia, the belly and thighs made of bronze were actually the Greek Kingdom with its “Alexander the unGreat” and the legs made of iron were actually the Roman Empire (European Union) that crucified Jesus Christ.


So what does the kingdom of iron and clay actually mean? It is surely not Singosari or Sriwijaya (Indonesian local kingdoms before Indonesia became an independent country), or England. Since the Roman Empire collapsed, there has been no other kingdom or government as global as it was. Because this fifth kingdom was described as made of iron and clay, then the iron must be Europe, which was the identity of the fourth kingdom. Now the question is, what is represented by the clay?


It appears that the financial crisis happening today is the process of the forming of the “clay.” Christianto Wibisono and other economists view that through this crisis, US will be more “damaged” and China will be more “triumphant.” Don’t forget that the Arabian countries (Islamic countries) are not affected by this crisis. Media Indonesia Newspaper on its 13 October 2008 issue stated that Saudi Arabia planned to construct a building complex which height was more than 1 Km and cost about US$26.7 billion.


Can it be that what was meant by the “clay” was actually China which is very famous for its ceramic? Or could it be that the clay was actually the Arabian countries (Islamic countries) or the combination of both? If the “iron” represented the Western world (Europe), can it mean that the “clay” was the Eastern World (the combination of China, Arab, etc.)? So will the whole world unite like iron mixed with clay? Let us wait for the final event. It can be that you will experience it.


He Will Infiltrate the Church

Chapter 13 of Revelation is being fulfilled and the antichrist with the 666 sign is forming itself. The fifth kingdom that is the iron and clay mix which was described in the image of Nebuchadnezzar’s dream, is revealing itself. The real antichrist is actually a person who claims himself to be Christ. The word “anti”is a Greek preposition which means against someone by impersonating the person against whom he is fighting. So antichrist is against Christ by claiming himself as Christ or in other words, antichrist is a phony Christ. Christ in Greek has the same meaning with Messiah in Hebrew. So, the antichrist will come not from the leaders of other religions, but from Christians.


He will preach about Christ according to his version, and he will call himself as the Anointed One, which is the meaning of the word “Christ.” He calls himself or his office as the replacement of Christ. Before the main antichrist comes, he will send his spies pretending as Christians to all churches. He will tell everyone not to talk about doctrines, because in the absence of the teaching of true doctrines will make his covers more secured. He will lead the churches to lower the moral standards and introduce pop music as Christian songs. He will concoct a doctrine, in which everyone who will go to heaven has been chosen before the world was made, so eliminates the need to spread the Gospel. He will lead all churches to one institution. In his book, All Roads Lead to Rome, Michael de Semlyen declared the Roman Catholic Church as the final station of antichrist.


He will unite the world under one power, and all economic policies will also under his. But those are not the ends but mere tools, since the deepest desire of Lucifer is to be worshiped not only by human beings, but also by God, his Creator (Matthew 4:9). He will unite the churches in his clutch and proclaim himself as Christ. This will happen after he gives a quasi power to his disciples to perform miracles in the name of “Christ” (which is himself), and at the same time he will destroy pure Christian doctrines, moral, and motivation (the three measures of flour) with yeast.


Advice for Christians

Beware, be wise, and pay attention to the doctrines because doctrines were the differentiating factors between one religion and another. If you don’t like to learn about doctrine, then you will not be able to differentiate one church with another, and slowly but sure, you will not be able to differentiate one religion with another. Examine the teachings of each church, and differentiate one teaching with another. Learn carefully to make sure that you accept only the most biblical and logical teachings. Don’t be amazed only with one doctrine, but each doctrine of one church must be harmonious with others of the same church. Don’t forget to compare the teachings of GRAPHE with those of other churches’. Should you have any questions, feel free to email us at church@grapheministry.org or gits@grapheministry.org. The true teachings will allow all who hear them to examine them. Delicious food can only be offered but not forced to be eaten. Make sure that you join a biblical church while we are waiting the second coming of our Lord, because the Lord once said sardonically, “. . . when the Son of man cometh, shall he find faith on the earth?” He is pessimistic to find true faith when he comes again. It must be that true faith is being eroded by churches with false doctrines.


Does it mean that you can still use credit to buy a car or a house? Of course you can, but you have to make sure that the amount of the installment is within your affordable range. Can you still use Credit Card? Of course! But control your spending. Try to be content with what you have, and save as much money as you can to anticipate troubled days. We have to help other Christians who are proved to be faithful, not just pretending to be, as a proof that we are brothers in Christ.

Monday, June 08, 2009

NATAL BULAN JUNI

Jika ada yang bertanya, mengapa merayakan Natal di bulan Juni, artikel berikut dapat memberikan jawabnya.


Natal Tanpa Salju, Tetapi Ada Domba di Padang dan Para Gembala

Sebelum Constantine berhasil menjadi kaisar Roma, orang Kristen sangat dianiaya. Kaisar-kaisar Roma sebelumnya tidak puas sekedar dihormati sebagai kaisar. Mereka menuntut dihormati sebagai Tuhan. Tentu orang Kristen tidak bisa memberi penghormatan kepada manusia sebagai Tuhan. Maka timbullah iri hati di dalam para kaisar sehingga mereka membenci orang Kristen.

Kaisar Nero adalah yang paling gila dan paling membenci orang Kristen. Saking gilanya, ia ingin menikmati api unggun sambil menggubah syair. Timbul ide untuk membakar kota Roma sebagai api unggun raksasa sambil menggubah syair dan lagu. Ketika pembakaran terjadi, rakyat yang kehilangan rumah menjadi marah, dan mereka menuju istana untuk melawan kaisar. Namun dengan penuh percaya diri, ia tampil dan memfitnah bahwa orang Kristenlah yang membakar kota Roma.

Tuduhan ini betul-betul dimakan oleh penduduk Roma yang tidak pakai otak. Dan sejak saat itu (+ AD 65) orang Kristen dianiaya secara intensif di seluruh Roma. Rumah dan tanah mereka direbut, demikian juga dengan harta bergerak mereka. Orang Kristen yang statusnya diketahui tetangga harus segera menyembunyikan diri. Sedangkan yang belum diketahui statusnya harus pintar berkamuflase.

Selanjutnya satu demi satu kaisar bertindak serupa sampai Constantine menang dan naik tahta. Malam sebelum peperangan dahsyat untuk memperebutkan tahta ia melihat suatu penglihatan. Kalau ia benar melihat penglihatan, tentu bukan dari Tuhan karena proses pewahyuan telah berhenti. Setelah kemenangannya ia mengumumkan bahwa ia menjadi orang Kristen. Sangat mungkin ia menyadari bahwa orang Kristen telah menjadi mayoritas sehingga demi politik, daripada memusuhi orang Kristen lebih baik memanfaatkan mereka.
Ketika iblis menghantam kekristenan dari luar, kekristenan semakin berkembang, dan kemurnian motivasi, kebenaran doktrin, serta keagungan moral kekristenan bersinar bagaikan lampu sorot jutaan watt. Orang Kristen semakin bertambah sekalipun tanpa gedung untuk kebaktian. Tentu mereka tidak berkumpul untuk berdoa seperti orang Kristen di Jakarta berkumpul untuk berdoa di Senayan, apalagi bercita-cita untuk mendirikan gedung gereja besar (menara Babel).

Ketika Constantine menjadi kaisar, sepertinya iblis ubah taktik, dari menyerang dari luar, menjadi menyerang dari dalam. Edict of Milan diumumkan Constantine pada tahun 313, yaitu sepuluh tahun setelah ia naik tahta (303). Isinya adalah harta orang Kristen yang pernah dirampas harus dikembalikan. Kaisar mengumumkan bahwa dirinya menjadi Kristen sekalipun ia tidak mau dibaptis sampai saat mendekati ajalnya.

Karena kaisar menjadi Kristen, maka semua penjilat ikut-ikutan menjadi Kristen. Bahkan para pelayan kuil pun tanpa bertobat segera menjadi Kristen. Tentu kebe-basan berjemaat dan berbakti yang diberikan sangat disyukuri orang Kristen yang telah menderita berabad-abad. Namun penyimpangan doktrinal tidak bisa dihindarkan. Mulai saat itu dibangunlah gedung-gedung gereja yang megah, lagi pula dibuatlah patung-patung tokoh-tokoh Alkitab. Ditetapkan juga hari-hari raya kekristenan.

Tanggal 25 Desember adalah hari raya penyembahan dewa matahari. Karena pada tanggal itu posisi matahari berada tepat di garis lintang selatan, dan Eropa pada puncak musim dingin, sehingga mereka sangat mengharapkan musim panas. Tanggal 25 Desember dirayakan sebagai hari tanda setia dewa matahari untuk menggeser posisi matahari kembali ke Eropa, sehingga musim semi akan segera tiba. (Silakan membacanya di berbagai Encyclopedia).
Sejak saat itu perayaan untuk dewa matahari, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Desember digeser menjadi perayaan untuk misa Yesus. Termasuk ditetapkannya hari penyaliban yang sebenarnya hari Rabu bukan hari Jumat.

Lalu Kapan Kristus Lahir?

Sumber yang tak terbantahkan ialah Alkitab. Dalam Injil Lukas 1:10 memberitahukan kepada kita bahwa pada saat Zakaria, ayah Yohanes Pembaptis, mendapat undian bertugas sebagai imam untuk masuk ke Bait Suci, di luar seluruh umat berkumpul. Dalam hukum Taurat ditetapkan hanya tiga hari raya dimana orang Israel berkumpul semua di Yerusalem. Yang paling menonjol tentunya adalah hari Paskah yang jatuh pada sekitar bulan Maret-April (bulan pertama Yahudi). Di Lukas 1:26, dikatakan bahwa Gabriel mendatangi Maria pada bulan keenam. Bulan keenam disini bisa mengacu pada bulan keenam orang Yahudi, atau bulan keenamnya kehamilan Elizabeth. Atau bisa saja kedua hal di atas kebetulan sama, yaitu jika Zakaria memang bertugas pada bulan pertama orang Yahudi. Sepertinya hal itulah yang terjadi.

Jika Yohanes Pembaptis dikandung pada sekitar bulan Maret-April, dimana Luk 1:26 berkata pada bulan ke-enam malaikat datang kepada Maria di Nazaret, berarti Yesus Kristus mulai dikandung pada sekitar bulan September-Oktober. Selanjutnya sebagaimana biasa (alamiah) Maria mengandung Yesus Kristus selama sembilan bulan sehingga perkiraan yang lebih alkitabiah adalah Yesus Kristus dilahirkan pada sekitar bulan Juni-Juli.
Jadi, inilah keterangan Alkitab yang kita peroleh untuk menjejaki saat kelahiran Yesus Kristus. Orang Kristen alkitabiah harus lebih percaya pada keterangan Alkitab daripada tradisi dan segala informasi lain yang terkontaminasi serta bias.

Secara Akal Sehat

Alkitab juga memberi keterangan kepada kita bahwa pada saat menjelang kelahiran Kristus Kaisar Agustus memerintahkan sensus. Tentu Tuhanlah yang menggerakkannya untuk mengeluarkan perintah itu karena Nabi Mikha telah menulis bahwa Mesias akan lahir di kota Betlehem (Mik. 5:1). Tanpa perintah sensus mungkin Kristus akan dilahirkan di kota Nazaret. Dan hal ini akan menjadi masalah besar.

Sistem sensus zaman kuno tersebut mengharuskan setiap orang kembali ke kota atau kampung kelahirannya. Perintah ini akan menyebabkan pergerakan manusia dalam jumlah besar. Dan ternyata tidak bisa diwakilkan atau hanya kepala rumah tangga saja yang datang. Maria dalam keadaan hamil tua ternyata harus mengikuti sensus.
Masuk akalkah Tuhan menggerakkan kaisar Agustus memerintahkan sensus pada musim dingin (Desember)? Betapa sulitnya orang zaman itu melakukan perjalanan di musim dingin. Bahkan beberapa kali rasul Paulus menghentikan perjalanannya karena terhalang musim dingin.

Sekalipun katakanlah bahwa kaisar Agustus itu sinting, mungkinkah ia rela menanggung resiko dibenci oleh rakyat seluruh kekaisarannya karena memerintahkan orang untuk kembali ke kota kelahirannya pada musim dingin? Secara akal sehat rasanya sulit untuk percaya bahwa sensus itu dilakukan pada bulan Desember. Dan sangatlah masuk akal kalau sensus itu dilaksanakan pada musim panas atau menjelang musim panas yaitu sekitar bulan Juni atau Juli.

Keterangan lain dari Alkitab ialah adanya penggembalaan domba di padang rumput pada saat Kristus dilahirkan. Seharusnya mereka yang di wilayah empat musim tahu persis bahwa pada bulan Desember itu musim dingin dan tidak ada padang rumput yang menghijau, melainkan layu bahkan tempat tertentu tertutup salju. Ketika penulis berada di Virginia, USA, sungguh telah menyaksikan bahwa pada tanggal 25 Desember tidak ada padang rumput, bahkan tidak ada orang yang berjalan di luar rumah. Kalau kita lihat peta, posisi Israel hampir sama dengan posisi Virginia. Memang, di kota Betlehem secara geografis tidak sering terjadi salju. Tetapi, tetap saja kenyataannya, sangat tipis kemungkinan ada domba yang bermalam di padang terbuka pada musim dingin.

Kapankah mulai ada aktivitas penggembalaan? Tentu setelah musim semi, saat itu rumput tumbuh dengan subur. Terlebih setelah memasuki musim panas setelah matahari menyinari rumput-rumput. Bagi gembala saat itu tidak terlalu dingin untuk berada di padang rumput. Itulah sebabnya dari keterangan Alkitab tentang keberadaan para gembla dapat dipastikan itu di bulan Juni-Juli.

Mengenai Orang Majus

Siapakah orang Majus yang dari Timur itu? Saking ingin diperhitungkan nenek moyangnya terlibat, ada pendeta Tionghoa yang menafsirkan orang Majus itu dari Tiongkok. Waw, jauh sekali. Padahal pada zaman itu belum tentu saling tahu menahu keberadaan masing-masing antara orang di Tiongkok orang di Timur Tengah.

Mereka melihat bintang. Mengapa mereka tahu bahwa bintang itu sebuah tanda kelahiran raja Yahudi? Dari pada menafsir secara liar, apakah ada bagian Alkitab yang bisa menjelaskan hal ini?

Dalam kitab Bilangan tercatat seorang nabi yang bernama Bileam. Apakah ia nabi dari Allah yang benar? Kelihatannya begitu, karena ia takut akan Allah dan memang ada komunikasi antara Bileam dengan Allah.

Ingat, pada zaman sebelum Taurat diturunkan, adalah zaman keimamatan ayah. Pada zaman itu tiap-tiap ayah adalah imam bagi keluarganya. Ada banyak ayah yang keimamatannya tidak berfungsi dengan baik dan ada ayah yang aktivitas keimamatannya melampaui keluarga-nya sehingga menjadi imam komunitas seperti ayah mertua Musa, Yitro. Ayub diperkirakan hidup pada zaman itu, dan ia berfungsi baik sebagai imam bagi keluarganya.
Bileam termasuk dalam kategori Yitro dan Ayub, demikian juga mertua Yusuf yang di Mesir. Mereka adalah orang-orang yang masih percaya pada Allah yang benar namun dengan pengertian yang sangat minim karena belum diturunkannya wahyu tertulis yang bisa menjadi patokan kebenaran yang sifatnya definit dan permanen.

Dalam kitab Bilangan pasal 24:17, Tuhan memelintir mulut Bileam sehingga ia mengucapkan firman yang bukan kutuk melainkan nubuatan tentang kedatangan Sang Mesias. Katanya, "Aku melihat dia (Mesias) tetapi bukan sekarang; Aku memandang dia tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab dan menghancurkan semua anak Set.

Ingat, Bileam adalah seorang yang dihinggapi Roh Allah. Kata-katanya diterima sebagai kebenaran terlebih oleh orang Moab. Pastilah apa yang telah terjadi antara Balak dan Bileam menjadi buah bibir turun-temurun. Sangatlah gampang untuk menafsirkan nubuatan Bileam bahwa nanti akan datang seorang pemimpim bangsa Yahudi yang memiliki kemampuan membinasakan semua anak Set. Nubuatan Bileam mengenai seorang yang akan datang, "aku melihatnya tetapi bukan sekarang," Seorang pemimpin yang kelahirannya ditandai dengan bintang.

Sangatlah masuk akal untuk menafsirkan bahwa orang Majus dari Timur itu adalah orang Moab yang telah sangat terkesan dengan nubuatan Bileam, orang yang semua perkataannya sangat mereka hormati. Lagi pula Bileam sendiri tentu lebih terkesan lagi karena ia rasakan sendiri bagaimana ia terkendali secara illahi dalam mengucapkan nubuatan tersebut.

Ia pasti akan mengulanginya dan menegaskannya kepada masyarakat bahwa jika mereka melihat bintang yang ajaib maka itu sebuah pertanda kelahiran seorang raja Yahudi yang akan menguasai seluruh dunia. Terhadap dia lebih baik kita mengantar upeti daripada mencari gara-gara.

Orang Majus dari Timur sesungguhnya adalah orang Moab yang jarak perjalanannya tidak sampai berbulan-bulan, apalagi bertahun-tahun. Kelihatannya perjalanan mereka hanya dalam hitungan hari atau paling-paling hitungan minggu. BERARTI PERJALANAN MEREKA ITU DI SAAT MUSIM PANAS.

Tentu beberapa hari sesudah melahirkan, Maria sudah pindah dari kandang ke rumah. Karena sesudah mendaftarkan diri, banyak orang telah pulang ke kota masing-masing lagi sehingga sudah ada tempat. Dan ketika orang majus datang Yusuf dan Maria sudah tinggal di rumah bukan di kandang lagi.

Tidak masuk akal untuk berlama-lama di Betlehem karena rumah mereka ada di Nazaret. Jadi tidak mungkin orang Majus datang terlalu lama setelah kelahiran Yesus. Mereka paling-paling menunggu keadaan Maria pulih dari melahirkan. Gembala yang telah mendapat kabar dari malaikat tentu sudah bercerita kemana-mana. Namun mungkin reputasi mereka hanyalah gembala sehingga masyarakat tidak percaya sepenuhnya.

Ketika orang Majus datang secara rombongan dan waktunya sore-sore karena perjalanan dari Yerusalem, agak menyita perhatian masyarakat, sehingga mereka mulai percaya pada keajaiban kelahiran putra Maria. Namun tentu sulit bagi sanak famili mereka untuk menerima bahwa bayi itu adalah Mesias. Dan kini datang rombongan orang asing menyembah dan memberi hadiah.

Tanpa mereka sempat bertanya-tanya atau mewawancarai Yusuf dan Maria, malamnya malaikat perin-tahkan agar mereka segera berangkat ke Mesir. Besoknya mereka tidak melihat pasangan itu lagi, dan celakanya datang pasukan Herodes untuk membunuh bayi mereka dari dua tahun kebawah.

Diambilnya patokan dua tahun kebawah tentu hanya karena Herodes tidak mau kecolongan lagi. Bisa juga karena ia tidak percaya keterangan orang Majus yang telah membohonginya. Semua fakta ini menunjukkan bahwa Yesus Kristus tidak dilahirkan pada bulan Desember melainkan sekitar Juni-Juli. Tidak ada salju, melainkan para gembala dan domba. Memang, ada penafsiran lain yang memungkinkan tentang waktu kelahiran Yesus, karena Alkitab tidak mengatakan secara persis sekali, tetapi yang jelas Yesus tidak dilahirkan pada bulan Desember.

Saturday, June 06, 2009

Asal Usul Malaikat & Roh Jahat Menurut Agustinus

Telah dimuat dalam Jurnal Stulos, STT Bandung, Vol. 4, No. 1, Juni 2006, halaman 67-76. ISSN 1858-4683

Hali Daniel Lie, M.Th.

Pendahuluan

Di dalam ranah dunia roh paling sedikit terdapat dua jenis makhluk, yaitu yang baik dan yang jahat. Yang baik dinamakan makhluk terang atau putih atau seringkali dikenal sebagai malaikat. Yang jahat dinamakan makhluk kegelapan atau hitam atau yang umumnya dikenal sebagai roh jahat. Yang pertama, malaikat dan yang terakhir, roh jahat. Kenyataan ini merupakan kebenaran doktrinal yang diyakini oleh banyak agama dan kepercayaan. Namun demikian, persoalan mengenai kedua jenis makhluk roh ini disoroti secara berbeda oleh agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan dari segi asal-usul mereka.

Bagaimanakah pandangan iman Kristen tentang asal-usul malaikat dan roh jahat? Uraian mengenai asal muasal malaikat dan roh jahat masih sedikit sekali dibahas di dalam buku-buku biblika dan sistematika. Bapak gereja Agustinus merupakan salah seorang teolog yang banyak memberikan pandangan mengenal asal usul kedua makhluk roh tersebut. Setelah rasul Paulus, beliau disebut-sebut sebagai teolog Kristen terbesar sepanjang sejarah kekristenan.[1] Melalui hidup dan karyanya kita mendapatkan warisan yang meliputi hampir seluruh uraian sistematika dan biblika.

Pembahasan seputar makhluk roh mendapatkan cukup banyak perhatian dari Agustinus. Ada tiga bagian utama yang terpenting di antara tulisan-tulisannya di mana beliau menguraikan hal ihwal makhluk roh.[2] Pertama, melalui Civitate Dei (City of God) bab 11 & 12 dia mengupas penciptaan makhluk roh. Kedua, lewat De Genesi ad litteram bab 4 (On Genesis in literar) dia menyinggung pengetahuan makhluk roh. Dan ketiga, di dalam De Trinitate 2 & 3 (On Trinity) dia membahas peran makhluk roh di dalam peristiwa teophany khususnya pada masa Perjanjian Lama.

Di antara ketiga karyanya tersebut tampak dengan jelas bahwa bagian yang paling relevan dengan topik kita ini terletak pada City of God bab 11 & 12. Marilah kita meninjau lebih jauh bagaimana pandangan Agustinus mengenai kemunculan makhluk roh di dalam dunia ini! Melalui tulisan ini kita berharap bisa mengungkapkan kontribusi-kontribusi Sang Teolog mengenai asal-usul malaikat dan roh jahat.

I. Makhluk Roh Diciptakan: Malaikat

Bagi Agustinus, segala sesuatu di dalam alam semesta merupakan karya cipta Allah. Segala sesuatu lainnya tiada yang kekal, hanya Allah Trinitas kekal adanya. Artinya, kecuali Allah Tritunggal saja, hal-hal lain baik yang di langit dan di bumi maupun di dunia atau planet atau tatasurya mana pun adalah termasuk ciptaan Allah. Bahkan waktu pun tidak kekal. Dia menegaskan bahwa dunia tidak diciptakan “di dalam waktu melainkan bersama[-an dengan] waktu.”[3]Beginilah Agustinus berargumentasi:

An event in time happens after one time and before another, after the past and before the future. But at the time of creation there could have been past, because there was nothing created to provide the change and movement which is the condition of time.[4]

Secara tegas, mengenai penciptaan dunia dan waktu dia menyatakan: “The World was in fact made with time.”[5] Jadi, waktu juga termasuk salah satu di antara sekian banyak ciptaan Allah lainnya.

Lantas bagaimanakah dengan firman Tuhan yang tercatat di dalam Injil Yoh 8:44? Bukanlah di situ secara eksplisit dikatakan Iblis “adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran?” Tidakkah itu berarti sejak semula dia telah diciptakan dalam keadaan jahat sehingga naturnya memang sudah jahat dari sono-nya? Agustinus menjelaskan ayat ini dalam Civitate Dei XI:15. Menurut Agustinus, beginilah kebenaran Yoh 8:44 seharusnya ditafsirkan!

‘The Devil sins from the beginning’ will then mean, not that we are to think that he sinned from the first moment of his creation, but the from first beginning of sin, because sin first came into existance as a result of the Devil’s pride.[6]

Jadi, menurut Agustinus, Yoh 8:44 sama sekali tidak boleh ditafsirkan bahwa Iblis diciptakan jahat sejak awalnya. Maksud Yohanes sebenarnya ialah sejak pertama kali Iblis berbuat dosa, dia terus berdosa. Sejak pertama kali roh-roh jahat berbuat dosa, mereka terus berdosa. Lagipula, dosa menjadi eksis pertama kali di dalam dunia ini sebagai hasil atau akibat dari malaikat-malaikat yang memberontak kepada Allah di dalam kesombongan atau arogansi mereka.

Di dalam Buku tafsiran Injil Yohanes, Agustinus juga membahas Yoh 8:44. Ayat ini dikomentari oleh Agustinus sebagai berikut:

For the devil, in his ill-will to man, assuming the guise of a serpent, spoke to the woman, and from the woman instilled his poison into the man. They died by listening to the devil, whom they would not have listened to had they but listened to the Lord; for man, having his place between Him who created and him who was fallen, ought to have obeyed the Creator, not the deceiver.[7]

Ayat ini harus dipahami dalam konteks mengingat kembali kisah kejatuhan manusia ke dalam dosa sebagaimana yang dicatat pada Kejadian 3. Melalui pemahaman itu Agustinus sampai pada kesimpulan bahwa paling sedikit Iblis di dalam diri sang ular adalah pembunuh manusia pertama.[8] Itulah sebabnya kita tidak perlu bingung apabila dikatakan “Ia adalah pembunuh manusia sejak semula.”

Ayat di dalam Yoh 8:44 harus dibaca dengan seksama. Pada klausa Iblis “tidak hidup dalam kebenaran,” perlu mendapatkan perhatian kita. Terjemahan LAI ini sebenarnya sudah cukup jelas. Namun, guna lebih memperjelas dan mempertegas, marilah kita membandingkannya dengan beberapa terjemahan ke dalam bahasa Inggris! Tiga versi Alkitab utama dalam terjemahan bahasa Inggris yang dinilai paling akademis, yaitu NASB, NKJV dan NRSV, sama-sama membuat terjemahan “. . . does not stand in the truth.”[9] Secara literal LITV menerjemahkannya dengan akurat, yakni “he has not stood in the truth.”[10]

Uraian Agustinus mengenai asal-usul dan kejatuhan malaikat ini tercantum di dalam bagian pembahasannya mengenai asal-usul dua kota: kota surgawi dan kota duniawi. Beginilah dia berkata: “And first I shall explain how the beginnings of those two cities arose from the difference between two classes of angels.”[11] Setelah kejatuhan sebagian malaikat maka para malaikat terbagi atas dua kelas. Yang masih setia kepada Allah tetap disebut malaikat sedangkan yang memberontak menjadi roh jahat. Kedua kelas atau kelompok malaikat ini merupakan cikal bakal terbentuknya dua kota.

Itulah sebab musababnya hingga sekarang kita mengenal dua macam makhluk roh atau dua macam malaikat. Macam pertama, makhluk roh yang baik atau tetap disebut malaikat. Macam kedua, makhluk roh yang jahat atau disebut roh jahat, yang merupakan hasil “permutasian” dari para malaikat yang jatuh ke dalam dosa.

Penutup

Berdasarkan landasan firman Tuhan yang kokoh, Agustinus memberitahukan kepada kita tentang asal-usul dan kejatuhan para malaikat. Pada mulanya Allah menciptakan makhluk roh atau dengan istilah teknisnya, malaikat. Para makhluk roh atau malaikat itu diberi-Nya kemuliaan yang tinggi untuk melayani di hadapan Allah.

Akan tetapi, sampai pada suatu waktu, sebagian dari malaikat itu memberontak terhadap Penciptanya. Kelompok malaikat yang memberontak itu jatuh ke dalam dosa, kemudian lazimnya mereka disebut sebagai roh jahat. Sedangkan sisa malaikat yang masih setia kepada Allah tetap disebut malaikat. Itulah sebabnya sampai sekarang kita mengenal dan membedakan adanya dua jenis makhluk roh, yakni malaikat dan roh jahat. Demikianlah asal-muasal keberadaan malaikat dan roh jahat di dunia ini.

*** Hali Daniel Lie berasal dari GKPJ Jambi, menyelesaikan S.Th. & M.A. dari STT Bandung (1993-1998), M.Th. di SAAT Malang (2000-2002), menempuh studi bahasa Mandarin dua tahun di Shaanxi Normal University, Xian, China, telah mempublikasikan tujuh buku: Keteladanan Kehidupan Daniel (bersama Harianto G.P.) (Bandung: Agiamedia, 1997); Yin-Yang, Hongsui & Alkitab (bersama Harianto G.P.) (Cet. 2, Bandung: Agiamedia, 2001); Mujizat Versus Rasio? (Bandung: Agiamedia, 1999); Mujizat Versus Rasio? (Bandung: Agiamedia, 1999); Agama Versus Sains: Studi atas Hidup & Pemikiran Agustinus (Bandung:Agiamedia, 2005); Intisari Agama-Agama Sedunia (Bandung: Agiamedia, 2005); Kitab Suci Agama-Agama Sedunia (Bandung: Mitra Pustaka, 2006). Kini mengajar di almamaternya STT Bandung dan pemerhati bidang literatur umum maupun literatur Kristen.



[1] Tony Lane, Runtut Pijar: Sejarah Pemikiran Kristiani (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1996) 39.

[2] Frederick Van Fleteren, “Angels” Augustine through the Ages: An Encyclopedia (Grand Rapids: Eerdmans, 1999) 20.

[3] Lihat dalam XI.vi.2, Henry Bettenson, Penerj., City of God; by Augustine (London: Penguin, 1984) 436.

[4] Ibid.

[5] Lihat dalam XI.vi.3, ibid., 436.

[6] Ibid., 447.

[7] Lihat di dalam Homilies on the Gospel of John XLII.11, John Gibb & James Innes, penerj., Nicene and Post-Nicene Father of Christian Church, Vol. VII; by Augustine, Philip Schaff, ed. ( Grand Rapids: Eerdmans, 1888) 238.

[8] Ibid.

[9] BibleWorks 5, 2001.

[10] Rick Meyers, E-Sword, 2005.

[11] Henry Bettenson, Penerj., City of God; by Augustine (London: Penguin, 1984) 430.

Berita Mingguan 06 Juni 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

BAGAIMANA BUDAYA POP TELAH MEMBODOHKAN MASYARAKAT
Budaya pop rock & roll telah memperbodoh masyarakat sejak kelahirannya tahun 1950an. Gambaran budaya pop tentang "cool" adalah seseorang yang jago dalam kebodohan, orang-orang seperti Elvis Presley, James Deans, John Lennon, para playboy rock & roll, para bintang Hollywood. Film-film budaya pop yang berpengaruh, seperti "Blackboard Jungle," "Rebel without a Cause," dan "The Wild One" menekankan hidup tanpa tanggung jawab, insubordinasi, free sex, dan kemalasan belajar. "The Blackboard Jungle" menggunakan soundtrack dari Bill Haley untuk mengajak orang-orang muda melupakan pelajaran mereka dan "rock sepanjang hari." Dalam "Rebel without a Cause," James Dean menampilkan gaya yang adalah esensi dari "cool"-nya pop: sensualitas unisex, narsisme, dan pemberontakan terhadap otoritas. "The Wild One," yang dimainkan oleh Marlon Brando yang sangat "cool," mempermuliakan hidup berpusatkan diri sendiri dan menelantarkan pendidikan. Hitnya Chuck Berry, "School Days" mengajar orang-orang muda untuk menukarkan pelajaran mereka yang membosankan dengan keasyikan pesta pora rock & roll: "Hail, hail rock and roll/ Deliver me from the days of old/ Long live rock and roll/ The beat of the drums, loud and bold/ Rock, rock, rock and roll/ The feelin' is there, body and soul." Sampai dengan tahun 1960an, budaya remaja modern telah tercipta, yaitu dengan sikap "saya duluan," filosofi Dionisiannya, fashion-fashionnya yang sering sangat konyol (yaitu apa saja yang penting berbeda dengan orang-orang tua), dan terlebih lagi musiknya sendiri. Remaja modern telah selalu didorong oleh musik pop. Para bintang rocklah yang menentukan arah. Pendidikan yang serius diperkecil nilainya demi bersenang-senang (having fun). Saya juga dulu secara dramatis dipengaruhi oleh budaya pop semenjak saya masuk SMP pada tahun 1962. Walaupun saya memiliki kepintaran yang Allah berikan dan juga suka membaca, saya segera menyadari bahwa menjadi seorang murid yang rajin sama sekali tidak cool. Saya lalu terlalu sibuk berusaha menjadi seorang remaja budaya pop yang sejati untuk secara serius memperhatikan pelajaran-pelajaran saya dan sebagai hasilnya, saya adalah murid yang biasa atau bahkan payah. Tidak ada satu halpun yang berubah sejak tahun-tahun itu. Istilah "kutu buku" (nerd), muncul dari iklim "cool"nya para remaja. Kata ini mendefinisikan seorang muda yang serius tentang ilmu dan mungkin tidak begitu masuk dengan khalayak ramai yang konyol tetapi oh-begitu-cool. Saya diingatkan akan semua ini oleh sebuah laporan baru-baru ini dari Associated Press yang berjudul "I Love Nerds" tentang para kontestan Pertandingan Mengeja Nasional 2009. Telah diobservasi, bahwa para murid yang cemerlang, "terkesan agak bodoh pergaulan di tempat asal mereka." Jose Cabal dari Miami berkata," Sepertinya di tempat asal saya dianggap kutu buku (nerd). Di sini, semuanya adalah kutu buku." Para pengeja yang serius ini telah menghafalkan puluhan ribu kata dan telah mempertajam intelektual mereka dan menyempurnakan pemakaian bahasa Inggris mereka, tetapi mereka tidak cool. Seluruh konsep tentang "nerd" (kutu buku atau orang yang dianggap pintar tapi aneh), menyingkapkan kesia-siaan dan kebodohan budaya pop. Adalah para "nerd" (kutu buku) yang menggunakan hidup mereka dengan benar, sementara gerombolan cool itu berdedikasi kepada kesia-siaan. Budaya pop remaja biasanya membuat seorang muda bodoh dan terluka oleh dosa. Tetapi kuasa cool remaja sungguh besar dan rata-rata orang muda tidak cukup bijak untuk menolaknya. Banyak laporan yang telah ditulis mengenai penuruan pendidikan di Amerika. Tahun 1994, editor dari majalah Harpen menggambarkan hasil tes nasional sebagai "laporan otopsi.....[ yang] menunjukkan kebodohan yang mematikan." Tetapi kebanyakan penelitian tentang pendidikan di Amerika modern, tidak memperhatikan salah satu pengaruh yang paling kuat, yaitu budaya pop. Ketika grup Hermit-nya Herman menyanyi di tahun 1965: "Don't know much about history/ Don't know much biology/ Don't know much about a science book," mereka sedang menyatakan filosofi cool-nya para remaja.

PENGEBOMAN MEMBUNUH DUA ORANG DI GEREJA DI NEPAL
Sebuah organisasi Hindu mengaku bertanggungjawab atas sebuah pengeboman pada tanggal 23 Mei yang membunuh dua orang dan melukai 15 lainnya di sebuah misa Katolik di Kathmandu, Nepal. Seorang wanita yang tidak teridentifikasi memasuki gereja persis sebelum misa mulai dan meninggalkan bom tersebut dibalik sebuah tas. Bom yang kedua dijinakkan oleh polisi. Kelompok yang bernama Nepal Defense Army mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Kelompok ini adalah sebuah grup Hindu radikal dan kemungkinan berkaitan dengan para Hindu ekstrimis di India yang telah menganiaya orang Kristen dengan sangat kejam. Kelompok ini dibentuk tahun 2007 dengan tujuan membangun kembali sebuah negara Hindu di Nepal (hindujagruti. org, 13 Sept. 2007). Nepal Defense Army telah memaksa agar semua orang Kristen meninggalkan Nepal dan menyatakan maksud mereka untuk "berperang melawan penyerbu-penyerbu beragama asing" (telegraphnepal. com 30 Mei 2009). NDA telah membunuh seorang imam pada bulan Juli 2008. Mereka juga telah mengebom sebuah mesjid dan sebuah gereja lainnya. Polisi telah diam-diam mengunjungi gereja-gereja di Kathmandu dan memperingatkan mereka untuk berhati-hati terhadap paket-paket yang mencurigakan.

GEREJA SKOTLANDIA MENYETUJUI PENAHBISAN SEORANG GEMBALA SIDANG HOMOSEKSUAL
Tanggal 23 Mei 2009, Pertemuan Umum Gereja Skotlandia menyetujui penunjukan seorang gembala sidang homoseksual. Hasil votingnya adalah 326 yang setuju dan 267 yang menentang. Sang gembala sidang homoseksual, Scott Rennie, ditahbiskan menjadi gembala dari Gereja Queen's Cross di Aberdeen tahun 2008, tetapi penunjukannya diprotes dan diajukan ke hadapan dewan pengambil keputusan denominasi tersebut. Seperti Vickie Gene Robinson, yang juga ditahbiskan menjadi seorang uskup di gereja Episkopal di Amerika pada tahun 2003, Rennie menceraikan istrinya untuk hidup secara kedagingan dengan seorang laki-laki. Ini adalah dosa ganda. Pertama adalah dosa melanggar janji-janji pernikahannya yang diucapkan secara serius di hadapa Allah Mahakuasa. Kedua, ada dosa sodomi. Namun orang-orang ini sedemikian buta secara rohani sehingga mereka mengklaim bahwa mereka justru secara moral di posisi yang lebih tinggi! Setelah voting itu dilakukan, Desmond Tutu, Uskup Emeritus Anglikan dari Cape Town, Afrika Selatan, menyuarakan persetujuannya dengan mengatakan bahwa gereja tidak seharusnya mendiskusikan "siapa yang naik ranjang dengan siapa" ("Desmond Tutu Endorses Homosexual Ministers," LifeSiteNews. com, 29 Mei 2009). Komisi Kesamaan dan Hak Asasi Manusia Skotlandia, berkomentar bahwa Gereja Skotlandia telah membuktikan dirinya "sebuah gereja yang modern bagi Skotlandia yang modern" (OneNewsNow.com, 24 Mei 2009). Memang benar demikian, dan gereja itu juga telah membuktikan dirinya sebagai pelacur rohani sesat yang mencintai dunia yang sekarang ini lebih daripada Yesus Kristus.

MUSIK PENYEMBAHAN KONTEMPORER MEMPERLEMAH POSISI FUNDAMENTALIS SEBUAH GEREJA
Ketika Musik Penyembahan Kontemporer masuk ke sebuah gereja fundamentalis, ia akan memperlemah pendirian gereja itu dan menghasilkan penurunan standar moral dan doktrin yang gradual. Almarhum Gordon Sears, yang selama bertahun-tahun melayani di bidang musik bersama dengan Rudy Atwood, merasa sedih sebelum kematiannya karena perubahan drastis yang sedang terjadi di banyak gereja-gereja Baptis fundamental. Ia memperingatkan: "Ketika standar musik diturunukan, maka standar berpakaian juga diturunkan. Ketika standar berpakaian diturunkan, maka standar perilaku juga diturunkan. Ketika standar perilaku diturunkan, maka penghargaan akan kebenaran Allah juga akan diturunkan" (Sears, Songfest newsletter, April 2001). Dr. Franck Garlock dari Majesty Music memperingatkan, "Jika sebuah gereja mulai menggunakan CCM, ia pada akhirnya akan kehilangan semua standar lainnya" (Bob Jones University, chapel, 12 Maret 2001). Almarhum pemimpin fundamentalis, Dr. Ernest Pickering, juga memberikan peringatan yang serupa: "Barangkali tidak ada hal yang memicu kemerosotan menuju posisi Injili lebih dari memasukkan Contemporary Christian Music. Hal ini tidak dapat dihindari akan memimpin kepada kemerosotan secara gradual dalam area-area lain hingga seluruh gereja terinfiltrasi oleh ide-ide dan program-program yang asing bagi posisi awal gereja tersebut" (The Tragedy of Compromise: The Origin and Impact of the New Evangelicalism, Bob Jones University Press, 1994). Victor Sears menyebut CCW sebagai kuda troya dari gerakan ekumene. "Orang-orang Baptis fundamental dan lainnya yang menolak pengajaran kharismatik tentang bahasa lidah, tanda-tanda, mujizat-mujizat, dan seterusnya, kini malah menyanyikan musik mereka di gereja-gereja kita dan mempersiapkan umat kita bagi dunia, kedagingan dan Iblis. Ini adalah gerakan kuda Troya yang baru....untuk mengebalkan gereja-gereja kita terhadap kebenaran rohani" (Victor Sears, Baptist Bible Tribune, 1981). Ita dapat melihat hal ini terjadi di mana-mana hari ini, dan alasannya adalah karena begitu banyak gembala sidang dan pengatur musik gereja yang tidak memiliki pengenalan dan hikmat rohani dan rela untuk memberikan kepada umat apa yang merea ingini, bukan apa yang mereka butuhkan.

KELAHIRAN DI LUAR NIKAH MENCAPAI TINGKATAN REKOR DI AMERIKA
Pada tahun 2007, persentase kelahiran yang terjadi di luar nikah di Amerika mencapai 40%. Ini adalah dua kali lipat dibandingkan dengan 1980 dan delapan kali lipat dari 1950. Ini adalah cerminan penghancuran institusi pernikahan oleh sosialisme, hukum perceraian yang longgar, dan "moralitas baru" yang diusung oleh budaya pop. Amerika kini sudah mendekati teladan kacaunya Eropa. Di Islandia, 66% kelahiran terjadi pada wanita yang belum menikah; di Swedia, 55%; di Norwegia 54%; di Denmark 46%. Firman Allah memperingatkan: "Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa" (Amsal 14:34).

Berita Mingguan 30 Mei 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin- subscribe@ yahoogroups. com

SATU LAGI PEMENANG AMERICAN IDOL YANG KRISTEN: DUNIA SEKALIGUS KRISTUS
Pemenang baru dari acara televisi yang sangat duniawi, American Idol, adalah Kris Allen, seorang "Kristen yang saleh" yang juga adalah worship leader di Gereja New Life di Conway, Arkansas, dan telah terlibat dalam pekerjaan misi di berbagai tempat. Sementara mengejar predikat sebagai American Idol, Allen menyanyikan lagu-lagu yang ditulis oleh para rockers kotor seperti Freddie Mercury yang homoseksual ("We Are the Champions"), Michael Jackson yang pernah dituntut pelecehan seksual terhadap anak-anak dan adalah seorang monster uniseks ("Man in the Mirror"), Marvin Gaye yang adalah seorang pecandu obat, prostitusi dan pornografi ("What's Going On?") dan rapper Kayne West ("Heartless" ), yang muncul dengan gaya yang sangat menghujat di sampul depan majalah Rolling menggambarkan Yesus memakai mahkota duri. Menurut Business Insider, adalah "fans-fans remaja putri" Allen yang mempertahankan dia dalam kompetisi itu ("Idol Finalist Kris Allen," 13 Mei 2009). Allen memberitahu gembala sidangnya bahwa "merasakan hangatnya lampu panggung dan melihat hadirin yang dengan semangat memandangi dia, mengingatkannya akan satu hal saja: yaitu pergi ke gereja." Tetapi hal ini hanya mungkin karena gereja-gereja kontemporer meniru dunia, tipe musik yang sama format band rock yang sama, gaya pertunjukan rock yang sama, pakaian yang sama, kecanduan yang sama terhadap back beat yang berat, dan filosofi "jangan menghakimi" yang sama. Pemenang-pemenang dan finalis-finalis lain dari kompetisi American Idol yang mengaku Kristen adalah Kelly Clarkson, Clay Aiken, Ruben Studdard, R.J. Helton, Chris Daughtry, Carry Underwood, Jordin Sparks, dan David Cook. Aiken dan Helton telah mengakui bahwa mereka adalah homoseksual. Pada tanggal 20 Oktober 2006, sebuah edisi majalah People mengutip Helton mengatakan, "Hanya karena saya gay bukan berarti saya tidak dapat mengasihi Allah. Saya sangat bangga dengan siapa saya." (Helton's Christian music albom Real Life sold 20,000 copies.) Aiken menjadi fitur dari sampul depan majalah People pada edisi 24 September 2008 dengan kata-kata, "Ya, saya gay." American Idol memang sudah memiliki nama yang tepat [`idol' adalah berhala dalam bahasa Indonesia], karena ia mewakili kultur pop modern dalam segala narsismenya, sensualitas kedagingannya, ketidaksopanannya, uniseksualitasnya, kesia-siaannya, dan kerelatifan moralnya. Para produsen dan juri-jurinya sama sekali tidak berpura-pura bahwa acara itu adalah acara yang saleh. Bahkan, acara ini adalah penggenapan yang sempurna akan dunia yang digambarkan dalam 1 Yohanes 2:16, dunia yang tidak boleh dikasihi oleh orang percaya, "Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia" (1 Yoh. 2:16). Tidaklah mungkin untuk mengasihi dunia dan Kristus sekaligus. Firman Allah mengatakan "Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah" (Yak. 4:4). Kekristenan yang diwakili oleh para kontestan American Idol bukanlah kekristenan yang Alkitabiah; itu adalah kekristenan sesat yang telah diprediksikan dalam nubuatan Alkitab, kekristenan yang "hidup menurut hawa nafsu sendiri." "Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya" (2 Tim. 4:3).
Editor: Hal yang menyedihkan yang sama adalah bahwa begitu banyak orang Indonesia yang kecanduan dengan Indonesian Idol.

BART EHRMAN: SEORANG TIDAK PERCAYA YANG BERMASALAH DENGAN ALLAH
Bart Ehrman adalah penulis dari buku "God's Problem: How the Bible Fails to Answer Our Most Important Question – Why We Suffer." Ehrman adalah seorang "ahli Alkitab" yang lalu menolak akar-akar fundamentalisnya untuk berpaling kepada padang gurun agnostikisme yang mematikan. Hari ini dia terutama bergerak dalam mengkritik iman Perjanjian Baru Kristen sambil berpura-pura menghormatinya. Karena ketidakpercayaannya , dia telah menjadi semacam anak kesayangan dari media umum. Ia telah diwawancarai di History Channel, Discovery Channel, National Public Radio, National Geographic, BBC, Washington Post, CNN, dan lain-lainnya. Ehrman mengklaim bahwa salah satu titik balik dalam perjalanannya menuju ketidakberimanan adalah ketidakmampuannya menjawab mengapa Allah yang mahakuasa membiarkan penderitaan di dunia ini. Alkitab menjawab pertanyaan ini, tetapi Ehrman tidak suka jawabannya, jadi dia berpura-pura bahwa jawabannya tidak bagus. Jawabannya adalah bahwa Allah menciptakan manusia sempurna dan menaruhnya di sebuah taman firdaus yang indah, tetapi manusia juga diciptakan dengan kehendak yang dapat memberontak melawan hukum Allah. Pada saat yang sama, Allah bukan hanya maha penyayang, Ia adalah Allah yang kudus dan adil dan Dia menghukum pelanggaran terhadap hukumNya. Jika ini tidak benar, maka dasar moral dalam alam semesta ini hancur dan anarki akan berkuasa (sebagaimana memang terjadi di dunia yang tanpa Allah ini). Upah dosa ialah maut (Rom. 6:23), dan Allah telah menghukum dunia karena dosanya. Pada saat yang sama, Allah telah menyediakan jalan keselamatan dengan harga yang mahal bagi diriNya sendiri. Ia mengutus AnakNya yang kekal ke dalam dunia, lahir dari seorang perawan, untuk menjadi daging sebagai seorang manusia yang tidak berdosa dan untuk mati suatu kematian yang mengerikan di atas salib untuk membayar hukuman yang seharusnya diterima oleh orang berdosa. Ia bangkit dari maut dan memerintahkan agar Injil (kabar baik) diberitakan kepada semua orang, menawarkan keselamatan kekal bagi mereka yang bertobat and percaya. Allah telah memberikan manusia terang (Yoh. 1:9), tetapi sebagian besar menolaknya. Itu bukan salah Allah. Tidak ada yang tidak benar tentang Allah dalam Alkitab, tetapi Dia adalah Allah dan Dia tidak perlu memberi pertanggungan jawab kepada manusia. Allah dibenarkan oleh mereka yang percaya. Bukan Allah yang memiliki masalah. Adalah Bart Ehrman-Bart Ehrman dalam dunia ini yang bermasalah, dan ini bukan masalah yang bisa selesai setelah masuk kubur.

ROBERT DICK WILSON: SEORANG TERPELAJAR YANG HEBAT YANG PERCAYA ALKITAB
Dalam buku-buku, ceramah-ceramah, dan wawancara-wawancara nya, Bart Ehrman dan teman-teman modernisnya ingin membuat semua orang percaya bahwa tidak ada ahli Alkitab yang sejati yang menerima bahwa akurasi sejarah Alkitab dapat dipertahankan. Tetapi ini adalah nonsense! Banyak sekali ahli dan orang-orang terpelajar yang mempertahankan Alkitab sebagai kitab yang diilhamkan secara ilahi. ROBERT DICK WILSON telah disebut "barangkali otoritas yang paling menonjol dalam bidang bahasa-bahasa kuno Timur Tengah." Ketika dia tamat dari Princeton pada usia 20 tahun, ia dapat membaca Perjanjian Baru dalam 9 bahasa. Sampai akhirnya ia telah mempelajari 45 bahasa, termasuk semua bahasa yang ada terjemahan Alkitabnya sebelum tahun 600 M. Pada usia 25 tahun, Wilson memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya guna menyelidiki kebenaran sejarah Alkitab untuk melihat apakah dapat dipertahankan melawan serangan theologi modernisme. Berdasarkan umur panjang para pendahulunya, ia memperkirakan bahwa ia mungkin memiliki 45 tahun lagi untuk proyek tersebut. Membagi masa kerja ini menjadi tiga bagian, ia mengkhususkan 15 tahun pertama untuk menguasai semua bahasa yang ada hubungannya dengan teks Perjanjian Lama, dan 15 tahun berikutnya untuk mempelajari Perjanjian Lama itu sendiri, dan 15 tahun terakhir untuk menuliskan hasil risetnya tersebut. Bahasa-bahasa yang dia pelajari antara lain adalah Babilonia, Etiopia, Fenisia, Aram, Mesir, Koptik, Persia, Armenia, Arab, dan Siria. Pusat Sejarah Gereja Presbyterian di Amerika mendaftarkan lebih dari 100 tulisan Wilson yang telah dipublikasikan. Ketika ditanya mengenai apa yang ia coba berikan kepada kurang lebih 2000 murid yang duduk di bawah pelayanannya, Wilson menjawab, "saya mencoba untuk memberikan mereka iman yang sedemikian intelijen terhadap Kitab Suci Perjanjian Lama, sehingga mereka tidak akan lagi meragukannya seumur hidup mereka. Saya mencoba untuk memberikan mereka bukti. Saya mencoba untuk menunjukkan kepada mereka bahwa ada dasar yang masuk akal untuk mempercayai sejarah Perjanjian Lama. Saya pernah mengalami hari-hari saat saya gemetar untuk memulai suatu penyelidikan baru, tetapi saya sudah melampaui tahap itu. Saya telah menjadi yakin sekali, bahwa tida ada satu orang pun yang tahu cukup banyak untuk menyerang kebenaran Perjanjian Lama. Dalam situasi apapun di mana ada cukup bukti dokumenter untuk melakukan penyelidikan, pernyataan-pernyata an Alkitab, dalam teks-teks aslinya, telah melalui segala ujian" (Robert Dick Wilson, Is the Higher Criticism Scholarly? kata depan oleh Philip Howard, 1922). Mengapakah Robert Dick Wilson mempercayai Alkitab dan mengajar murid-muridnya untuk mempercayainya dan percaya pada Allah, sementara Bart Ehrman tidak mempercayai Alkitab dan menyuruh murid-muridnya untuk menjadi skeptis? Ini bukanlah masalah Ehrman lebih terpelajar. Ini masalah iman. Seperti yang dikatakan Yesus, hati yang tidak percaya tidak akan diyakinkan walaupun para saksi muncul dari antara orang mati (Lukas 16:31).

MENGAPAKAH KETIDAKBERIMANAN BERKUASA DI KALANGAN TERTINGGI "AHLI-AHLI" ALKITAB?
Fakta bahwa ketidakberimanan mendominasi para pelajar dan "ahli" Alkitab hari ini adalah penggenapan nubuat Alkitab dan adalah bukti lebih lanjut bahwa Alkitab tiada salah. Sekitar 2000 tahun yang lalu, rasul Paulus mengintip lorong waktu dan membuat prediksi berikut mengenai hari-hari terakhir: " Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.....Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!........ yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal kebenaran... ....sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.. ......Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng" (2 Tim. 3:1, 5, 7, 13, 4:3-4). Paulus menubuatkan bahwa jalannya zaman gereja akan diwarnai oleh kesesatan yang semakin hebat, oleh serangan guru-guru palsu yang akan menyangkali iman, dan itulah persis yang kita lihat hari ini. Nubuat-nubuat lain menggambarkan kedatangan dan penghakiman atas guru-guru Alkitab yang menyangkali Kristus sebagai Tuhan, yaitu persisi yang dilakukan oleh Bart Ehrman dan teman-teman liberalnya (mis. 2 Petrus 2; Yudas). Jika Perjanjian Baru adalah suatu kumpulan mitos dan kebohongan sebagaimana diklaim oleh orang-orang seperti Bart Ehrman, mengapakah ia mengandung nubuatan yang sedemikian tepat?

Berita Mingguan 23 Mei 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

KATEDRAL ANGLIKAN MENYIARKAN LAGU LENNON YANG ATHEISTIK
Lonceng-lonceng Katedral Anglikan di Liverpool, menyiarkan lagu John Lennon yang atheistik berjudul "Imagine" tiga kali tanggal 16 Mei lalu. Seorang jurubicara katedral tersebut mengatakan, "Kami merasa bahwa lagu ini telah menginspirasikan banyak orang untuk memikirkan tentang hubungan mereka dengan Allah dalam hidup mereka" ("Imagine That," The Daily Mail, 17 Mei 2009). Sungguh, banyak anggota Gereja Anglikan tentunya tidak bermasalah sedikitpun untuk membayangkan, bersama Lennon, bahwa tidak ada surga atau neraka. Pada tahun 1994, dilaporkan oleh Sunday Times (31 Juli), bahwa sedikitnya 100 imam Anglikan adalah atheis yang tidak percaya pada "Allah yang eksternal dan supranatural. " Tahun 1996, komisi doktrinal dari Gereja Inggris mengatakan bahwa neraka bukanlah tempat yang ada api dan penyiksaan kekal, dan Uskup Episkopal, John Spong, menulis dalam papernya bahwa gambaran Allah sebagaimana dalam Alkitab "tidak berlaku lagi" (ENI, 6 Des. 1996). Pada bulan September 2008, Gereja Inggris secara resmi meminta maaf kepada Charles Darwin karena telah menolak teori evolusinya ("Church Makes `Ludicrous' Apology," The Daily Mail, 13 Sept. 2008). John Lennon adalah seorang anti-Kristus. Bukunya yang berjudul A Spaniard in the Works, menggambarkan Yesus sebagai El Pifico, "seorang Spanyol Katolik, fasis yang gendut, pemakan bawang putih, bau, kecil dan kuning, dan yang ******* (makian)." Dalam bukunya yang jahat itu, Lennon terus menghujati Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Dalam bukunya "I Found Out," Lennon menyanyi, "Tidak ada Yesus yang akan datang dari langit," dan dalam lagunya "God," ia mengatakan, "Saya tidak percaya Alkitab. Saya tidak percaya Yesus. Saya hanya percaya saya sendiri." Dalam sebuah wawancara dengan sebuah koran di Inggris, Lennon mendefinisikan Allah dengan kata-kata di bawah ini: "Semua energi adalah Allah. Energimu sendiri dan energi mereka, entahkan sedang melakukan hal-hal yang ilahi atau hal-hal yang tidak ilahi" (The Daily Sketch, 9 Okt. 1967). Lennon dan Yoko Ono terlibat occultisme secara mendalam. Buku-buku seperti "Hellhounds on their Trail" yang ditulis oleh Robert Rosen, dan juga buku "Lennon in America" oleh Geoffrey Giuliano, menggambarkan bagaimana Lennon membeli seluruh bagian tentang occult di berbagai toko buku, berkonsultasi dengan kartu tarot, ahli astrologi, dan orang-orang psikis, belajar mengucapkan mantra, mengejar kekuatan magis dari artifak-artifak Mesir, dan percaya dalam reinkarnasi.
Editor: Mengherankan bahwa banyak orang "Kristen" yang suka lagu-lagu oleh Lennon dan juga tokoh-tokoh Rock `n Roll lainnya. Hidup mereka bertentangan penuh dengan Kristus, dan itu tercermin juga dalam lagu-lagu mereka.

JIMMY CARTER MENGATAKAH BAHWA KETIDAKHARMONISAN ANTARA ORANG-ORANG KRISTEN ADALAH "SEPERTI KANKER"
Berbicara di sebuah pertemuan regional New Baptist Covenant pada bulan April, mantan presiden U.S.A. itu menyamakan ketidakharmonisan antara orang-orang Kristen dengan "sebuah kanker yang menjalar dalam tubuh Kristus." Ia mengatakan bahwa cukuplah untuk percaya keselamatan "oleh kasih karunia melalui iman dalam Yesus Kristus," dan bahwa isu-isu lain harus "dikesampingkan" ("Jimmy Carter," The Christian Post, 27 April 2009). Ini membuat kita bertanya-tanya, mengapa Tuhan memberikan pada kita Alkitab yang demikian besar, jika sebagian besar isinya tidak atau sedikit berpengaruh! Pertemuan itu, yang diadakan pada tanggal 25-26 April di Wake Forest University di Winston-Salem, North Carolina adalah salah satu dari serangkaian konferensi regional yang muncul dari New Baptist Covenant Celebration pada Januari 2008 di Atlanta, yang mengumpulkan bersama 15.000 orang Baptis dari 30 lebih denominasi dan organisasi. Jimmy Carter adalah seseorang yang sangat salah dan yang tidak mempercayai kata-kata Alkitab. Satu-satunya hal yang diibaratkan kanker dalam Perjanjian Baru adalah pengajaran sesat. Rasul Paulus memberikan peringatan berikut " Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker. Di antara mereka termasuk Himeneus dan Filetus, yang telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa kebangkitan kita telah berlangsung dan dengan demikian merusak iman sebagian orang" (2 Tim. 2:6-8). Faktanya, sang Rasul bisa saja mengacu kepada orang-orang seperti Jimmy Carter, yang telah merohanikan kedatangan kembali Kristus melalui penafsiran allegoris terhadap nubuat-nubuat Alkitab.

PEMIMPIN GERAKAN EMERGING CHURCH INGIN AGAR ORANG-ORANG KRISTEN YANG PERCAYA AKHIR ZAMAN "DI KONFRONTASI DENGAN KERAS"
Berikut ini disadur dari Lighthouse Trails, 4 Mei 2009: "Jika kamu adalah seorang Kristen yang percaya Alkitab adalah Firman Allah yang diinspirasikan dan percaya bahwa Yesus Kristus akan datang kembali, kamu sedang dimarginalisasikan. Dan mungkin kamu tidak sadar akan hal itu. Mungkin mengejutkan untuk tahu dari mana proses marginalisasi ini berlangsung. Kita bukan berbicara mengenai dunia hari ini....kita sedang berbicara mengenai orang-orang yang mengaku Kristen dan yang kebetulan sangat berpengaruh. Bahkan, salah satu dari mereka, Rick Warren, baru saja dinamakan oleh majalah Time sebagai anggota 100 orang paling berpengaruh di seluruh dunia. Dalam sebuah artikel bulan April 2009, di majalah Sojourner, pemimpin gerakan emerging church, Brian McLaren, dengan jelas menargetkan orang-orang Kristen yang percaya Yesus Kristus sedang datang kembali, mensinyalir bahwa tipe Kristen seperti inilah yang menyebabkan tidak ada damai di Timur Tengah.

Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh orang-orang Kristen yang percaya akhir zaman ini adalah "buruk sekali," "mematikan," dan "terdistorsi. " McLaren mengatakan bahwa dia tumbuh besar dengan pandangan dispensasional (kepercayaan bahwa Yesus Kristus akan datang dan mendirikan kerajaanNya di bumi) tetapi lalu sadar bahwa pandangan ini "secara moral dan etika berbahaya." Ia menyamakan sistem kepercayaan ini dengan rasisme pada tahun 50an dan 60an.....Banyak yang lain telah bergabung dengan McLaren dalam usaha untuk memarginalisasi dan mendiamkan orang-orang Kristen Alkitabiah. Pembela utama Rick Warren (dan menurut informasi juga adalah seorang staf di Saddleback), baru-baru ini menayangkan sebuah artikel di Internet yang mengatakan bahwa pelayanan-pelayanan yang mempertahankan iman (ia memberi contoh Lighthouse Trails) adalah seperti bidat-bidat yang tidak stabil mentalnya, `yang bukanlah orang-orang normal, tukang komplain rata-rata, tukang kritik dan pengomel biasa yang tidak senang dengan hidup ini.....mereka mematikan.' Tony Campolo, dalam bukunya Speaking My Mind, mengatakan bahwa "orang-orang Kristen kaku yang percaya bahwa Yesus bisa saja datang segera," adalah "masalah sebenarnya bagi seluruh dunia."....Dalam bukunya Vintage Jesus, Mark Driscoll mengejek-ejek orang-orang Kristen yang percaya akan ada Armageddon dan pengangkatan (hal. 44, 157)."

MENYAMPAIKAN FIRMAN TANPA PEDULI RESPONSNYA
"Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya.... " (2 Tim. 4:2). Kita harus menyampaikan Firman Allah tanpa peduli bagaimana umat meresponinya, dan nabi-nabi yang dahulu adalah teladan yang hebat dalam hal ini. Allah memberitahu Yesaya, Yehezkiel, Yeremia, dan yang lainnya bahwa Israel tidak akan mendengarkan mereka, tetapi mereka tetap berkhotbah. Seringkali dalam zaman jemaat juga, umat Allah memberitakan Injil dengan hasil yang sedikit. Adoniram Judson menginjil di Burma selama 6 tahun sebelum ia mendapatkan petobat Burmanya yang pertama, dan setelah 12 tahun hanya memiliki 18 petobat. William Carey memberitakan Injil selama tujuh tahun di India, Robert Morrison selama tujuh tahun di Cina, dan Henry Richard selama tujuh tahun di Congo sebelum mereka mendapatkan petobat mereka yang pertama. Robert Moffatt bekerja selama delapan tahun di Kuruman (di ujung utara Afrika Selatan) sebelum ia mendapatkan petobatnya yang pertama. Para misionari American Congregational yang pertama, berkhotbah di Thailand sejak 1831 hingga 1849 tanpa seorang petobat pun, dan para Presbiterian Amerika berjuang di negara yang sama selama 18 tahun lagi sebelum mereka mendapatkan petobat mereka yang pertama. "Sampaikanlah perkataan-perkataan -Ku kepada mereka, baik mereka mau mendengarkan atau tidak, sebab mereka adalah pemberontak. Dan engkau, anak manusia, dengarlah apa yang Kufirmankan kepadamu; janganlah memberontak seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu" (Yeh. 2:7-8).

HATI-HATI TERHADAP GURU PALSU HENRY WRIGHT DENGAN PROGRAM KESEHATAN TOTALNYA
Henry Wright, gembala sidang dari Pleasent Valley Church, Thomaston, Georgia, dan juga pemimpin dari sebuah pelayanan yang bernama Be in Health, mengklaim bahwa semua sakit penyakit memiliki akar rohani. Jadi, hal-hal seperti aneurisma (penggelembungan pembuluh darah), stroke, wasir, dan pembengkakan pembuluh darah, misalnya, menurut dia disebabkan oleh ketakukan dan kekhawatiran. Ia menyalahgunakan baik Kitab Suci maupun ilmu kedokteran untuk "membuktikan" hal-hal yang dia katakan. Website dia berkata, "Kami berdedikasi untuk menghilangkan dan mencegah semua penyakit rohani, psikologis, dan biologis," dan "kehendak Allah yang sempurna adalah bahwa kamu tidak sakit." Sebaliknya, Rasul Paulus sendiri menderita suatu penyakit yang Allah tidak mau hilangkan (2 Kor. 12:7-10). Rasul yang bijak itu menyimpulkan, "Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus.

Sebab jika aku lemah, maka aku kuat" (2 Kor. 12:10). Kata "kelemahan" dalam bahasa Yunaninya adalah "astheneia," yang di bagian lain diterjemahkan "sakit" (Kis. 28:9) dan "penyakit" (Yoh. 11:4). Pengkhotbah yang setia itu, Timotius, secara fisik lemah dan sering sakit, dan Paulus tidak menawarkan padanya suatu program kesehatan yang sempurna (1 Tim. 5:23). Paulus juga terpaksa meninggalkan teman sekerjanya Trofimus di Miletus karena dia sakit dan Allah tidak menyembuhkannya (2 Tim. 4:20). Seorang istri yang terganggu menulis kepada Rick Miesel dari Biblical Discernment Ministries pada bulan November 2002, dan menjelaskan bahwa suaminya telah menghadiri seminar Wright, dan pulang ke rumah "sambil berkata bahwa dosa adalah setan, kanker adalah kepahitan, kebanyakan penyakit memiliki akar rohani, dan bahwa segala sesuatu di planet ini yang kurang dari 70 tahun umurnya adalah kutuk, dll." Wright mengatakan di seminar tersebut, "Hati-hati ketika kamu pulang ke rumah, karena Setan akan mencoba dan menggunakan orang yang terdekat denganmu untuk membuatmu meragukan apa yang telah kami ajarkan padamu." Sama sekali tidak ada peringatan dalam seminar tersebut untuk menguji segala sesuatu dengan Firman Allah (1 Tes. 5:21) dan memegang yang baik (Kis. 17:21). Sebaliknya, orang tersebut diajarkan untuk menerima pengajaran tanpa kritik. Ketika istrinya memanggil dia dan bertanya apakah dia menggunakan pengujian yang alkitabiah, ia memberikan jawaban yang bodoh dan berbahaya, "Saya tidak akan memfitnah orang-orang ini dengan cara tidak setuju dengan mereka."

Wednesday, June 03, 2009

YESUS MATI BUKAN HARI JUMAT tapi RABU SORE!

K


ebanyakan dari kita menganggap bahwa Yesus mati pada "Jumat Agung" dan bangkit dari antara orang mati pada "Easter" (Paskah) Minggu pagi. Oleh karena Yesus berkata Ia akan bangkit pada "hari ketiga," ada yang menghitung bagian dari hari Jumat sebagai satu hari, hari Sabtu sebagai hari kedua, dan sebagian hari Minggu sebagai yang ketiga. Itu menunjukkan bahwa terkadang sebuah ekspresi seperti "hari ketiga" dapat termasuk hanya bagian dari hari itu, yaitu sebagian dari satu hari yang termasuk dihitung sebagai sehari penuh. Ensiklopedia Yahudi berkata, bahwa hari saat pemakaman, meskipun pemakaman itu mungkin terjadi pada akhir petang, dihitung sebagai hari pertama dari tujuh hari masa perkabungan.[1] Contoh lain dari bagian dari hari yang dihitung untuk sehari penuh, sebagaimana adanya, terdapat pula di dalam Alkitab, seperti pernyataan berikut ini oleh Yesus: ……"Lihatlah Aku mengusir iblis dan menyembuhkan orang hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Namun Aku harus berjalan hari ini dan besok dan hari berikutnya; sebab tidak semestinya seorang nabi mati diluar kota Yerusalem" (Luk 13:32-33). Dalam kasus ini, "hari ketiga" akan berarti sama seperti "hari yang berikutnya (setelah besok)"—tiga hari, walaupun hanya bagian dari hari-hari itu yang terlibat. Banyak orang merasa bahwa ini menerangkan elemen waktu antara pemakaman dan kebangkitan Kristus.

Bagaimanapun juga, ada orang-orang Kristen lain, yang sama-sekali tidak puas dengan penjelasan ini. Yesus sering berkata Ia akan bangkit pada "hari yang ketiga" (Mat 16:21; Mrk 10:34). Tetapi Ia juga berkata, dari jangka waktu dan memberikan tanda spesifik dari kemesiasan-Nya sebagai tiga hari dan tiga malam. "Sebagaimana Yunus berada tiga hari dan tiga malam dalam perut ikan paus", Ia berkata, "demikian juga Anak Manusia akan TIGA HARI DAN TIGA MALAM dalam perut bumi" (Mat 12:38-40).

Bahwa ekspresi "hari yang ketiga" secara alkitabiah bisa termasuk tiga hari dan tiga malam, dapat dilihat dalam Kejadian 1:4-13: "Elohim (Allah) memisahkan terang dari gelap. Dan Elohim menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Dan malam (gelap) dan pagi (terang) adalah HARI PERTAMA…dan malam (gelap) dan pagi (terang) adalah HARI KEDUA …dan malam (sekarang tiga periode malam) dan pagi (sekarang tiga periode terang) adalah HARI KETIGA." Ini memberikan satu contoh tentang bagaimana istilah "hari ketiga" dapat dihitung dan ditunjukkan agar termasuk dalam tiga hari dan tiga malam.

Kendatipun kami telah lama menyokong pandangan yang akan kami ketengahkan di sini—yang dimasukkan ke dalam perhitungan tiga hari dan tiga malam penuh—kami akan bersegera menyatakan bahwa sebagai orang Kristen, fakta yang kita percaya, bahwa Yesus pernah hidup, mati dan bangkit kembali, adalah sangat lebih penting daripada sedikit keterangan kita yang bisa tawarkan tentang elemen waktu dari pemakaman-Nya.

Karena ada duabelas jam dalam satu siang dan duabelas jam dalam satu malam (Yoh 11:9-10), bila kita hitung "tiga hari tiga malam" penuh, ini akan sama dengan 72 jam. Tetapi apakah unsur waktu tepat 72 jam? Yesus seharusnya ada di dalam kubur selama "tiga hari dan tiga malam" dan bangkit "setelah tiga hari" (Mrk 8:31). Kami tidak punya alasan untuk menghitung ini sebagai sedikit kurang dari satu masa kurang dari 72 jam. Di lain pihak, apabila Ia akan dibangkitkan dari antara orang mati "dalam tiga hari" (Yoh 2:19), ini tidak akan sedikit lebih dari 72 jam. Untuk memadukan pernyataan-pernyataan yang bervariasi ini, hal itu tidak kelihatan tak masuk akal untuk menganggap bahwa jangka waktu itu adalah tepat 72 jam. Betapapun juga, Elohim (Allah) adalah Elohim dari KETEPATAN. Dia membuat segala sesuatu tepat pada agenda waktu. Tidak ada yang kebetulan dengan Dia.

Adalah "ketika kegenapan waktunya tiba"—bukan satu tahun terlalu cepat atau satu tahun terlalu lambat—"Elohim (Allah) mengutus Anak-Nya" (Gal 4:4). Waktu untuk pengurapan-Nya sudah ditentukan sebelumnya dan dikatakan oleh Daniel, demikian juga saat ketika Dia akan "dipotong" untuk dosa manusia. Mereka yang mencoba membunuh-Nya sebelum ini gagal, sebab "waktu"-Nya belum juga tiba (Yoh 7:8). Dan bukan saja tahun dan waktu kematian-Nya, tetapi jamnya itu sendiri adalah suatu bagian dari rencana ilahi. "Bapa", Yesus berdoa, "jamnya telah datang…" (Yoh 17:1).

Karena telah ada waktu yang tepat bagi-Nya untuk dilahirkan, suatu waktu yang tepat bagi pengurapan-Nya, suatu waktu yang tepat bagi pelayanan-Nya dimulai, suatu waktu yang tepat bagi kematian-Nya, kita tidak mempunyai masalah untuk percaya bahwa ada juga suatu jangka waktu yang tepat di antara pemakaman dan kebangkitan-Nya—tepat sekali 72 jam. Jika ini benar, maka kebangkitan itu terjadi pada jam yang sama dari hari yang Yesus dikuburkan—hanya saja tiga hari kemudian. Jam berapa dari hari itu?

Yesus mati segera setelah "jam kesembilan" atau jam tiga siang (Mat 27:46-50). "Maka datanglah orang Yahudi menghadap Pilatus, karena itu adalah hari persiapan, bahwa tubuh-tubuh itu tidak boleh tinggal di salib pada hari sabat, (sebab hari sabat adalah hari penting,) supaya kaki-kaki mereka dapat dipatahkan dan agar mayat mereka dapat dibawa pergi…tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus…Ia telah mati" (Yoh 19:31-33). Sampai saai ini, "malam telah datang" (Mrk 15:42), pada saat itu akhir petang. Hukum Taurat berkata: "Mayatnya tidak boleh tinggal sepanjang malam pada [tiang] pohon itu, tetapi haruslah kamu menguburkan dia pada hari itu juga" (Ul 21:23). Dalam sisa waktu pada hari itu sebelum matahari terbenam, sebelum hari besar sabat mulai, Yusuf dari Arimatea memperoleh izin untuk memindahkan tubuh itu. Ia dan Nikodemus menyiapkan izin untuk memindahkan tubuh itu untuk pemakaman dengan kain linen dan rempah-rempah, dan meletakkannya dalam kubur yang dekat disitu (Yoh 19:38-42)—semuanya ini selesai sebelum matahari terbenam.

Apabila kebangkitan berlangsung pada saat yang sama dari hari itu seperti saat Yesus dikuburkan—hanya tiga hari kemudian—maka ini akan menempatkan kebangkitan dekat pada saat matahari terbenam bukan matahari terbit, seperti yang umumnya dianggap. Suatu kebangkitan matahari terbit akan memerlukan satu malam ekstra—tiga hari dan empat malam. Ini tentu saja bukanlah kasusnya. Mereka yang datang ke kubur pada saat matahari terbit, ketimbang menyaksikan kebangkitan persis pada waktunya, mendapati bahwa kubur itu sudah kosong (Mrk 16:2). Kisah Yohanes mengatakan kepada kita bahwa Maria Magdalena datang ke kubur ketika "hari masih GELAP" pada hari pertama minggu itu dan Yesus TIDAK ADA di sana (Yoh 20:1-2).

Para penulis injil menceritakan beberapa kunjungan ke kubur itu yang dilakukan oleh murid-murid pada hari pertama dari minggu itu. Dalam setiap kejadian, mereka mendapati kubur itu KOSONG! Seorang malaikat berkata "Ia tidak ada disini; sebab Ia telah bangkit, seperti yang dikatakan-Nya" (Mat 28:6). Hari pertama dari minggu itu adalah ketika murid-murid itu mendapati bahwa Ia telah bangkit (Lukas 24:1-2; dsb), tetapi tidak dimanapun juga Alkitab benar-benar berkata ini adalah saat kebangkitan.

Satu-satunya ayat yang sepertinya mengajar suatu kebangkitan Minggu pagi adalah Markus 16:9. "Sekarang ketika Yesus telah bangkit pagi-pagi sekali pada hari pertama dari minggu itu, Ia menampakkan diri mula-mula kepada Maria Magdalena…" Tetapi ayat ini tidak berkata bahwa pagi-pagi sekali pada hari pertama minggu itu Yesus "sedang bangkit" ["rising"] atau Ia bangkit ["did rise"] pada saat itu. Dikatakan bahwa ketika hari pertama dari minggu itu tiba, Ia TELAH BANGKIT ["was risen"]—kalimat waktu lampau telah terjadi [past perfect tense]. Oleh sebab tidak ada tanda baca dalam manuskrip Yunani yang darinya Perjanjian Baru kita diterjemahkan, maka ungkapan "pagi-pagi hari pertama dari minggu itu" dapat saja dengan benar—ada orang berfikir lebih tepat—berkaitan dengan saat Yesus menampakkan diri kepada Maria. Dengan hanya menempatkan koma setelah kata "bangkit" ["risen"], maka kata ini akan dibaca: "Sekarang ketika Yesus telah bangkit, pagi-pagi sekali pada hari pertama dari minggu itu Ia menampakkan diri mula-mula kepada Maria Magdalena." Ini rupanya menjadi arti yang awalnya dimaksudkan, karena ayat yang mengikutinya menunjukkan bahwa Markus sedang mencatat macam-macam penampakan diri yang Yesus buat, tidak menerangkan pada hari yang mana kebangkitan terjadi.

Ketika Minggu pagi tiba, Yesus sudah selesai bangkit, kebangkitan itu sendiri telah berlangsung tepat sebelum matahari terbenam dari hari sebelumnya. Hitung ke belakang tiga hari akan membawa kita ke hari Rabu. Akankah ini membuat tiga siang dan tiga malam antara pemakaman dan kebangkitan Kristus? Ya. Rabu malam, Kamis malam, dan Jumat malam—tiga malam; juga hari Kamis, Jumat dan Sabtu—tiga siang. Ini akan membuat suatu jumlah yang tepat tiga hari dan tiga malam atau 72 jam. Satu hari setelah Rabu adalah Kamis, dua hari setelah Rabu adalah Jumat, dan "hari yang ketiga" setelah Rabu pasti adalah Sabtu. Kata-kata dari dua murid dalam perjalanan ke Emmaus sedikit lebih sulit. "Tetapi kami percaya bahwa Dialah seharusnya telah membebaskan Israel", mereka berkata, "dan disamping semuanya ini, hari ini adalah hari ketiga sejak hal-hal ini terjadi" (Luk 24:21). Karena Yesus menampakkan diri kepada murid-murid ini pada hari pretama dari minggu itu (ayat 13), dan ini adalah "hari ketiga sejak hal-hal ini terjadi", akankah ini tidak menunjukkan bahwa Yesus mati pada hari Jumat? Ini akan bergantung pada bagaimana kita menghitung. Jika bagian dari satu hari dihitung sebagai satu hari penuh, maka hari Jumat mungkin dimaksudkan. Di pihak lain, satu hari "sejak" Jumat pastilah Sabtu, hari yang kedua "sejak" Jumat pastilah Minggu, dan hari ketiga "sejak" Jumat pastilah Senin! Cara menghitung ini tidak akan menunjukkan hari Jumat.

Dalam mencari untuk menawarkan suatu penjelasan, saya mengajukan berikut ini: Mereka telah berbicara tentang "segala hal-hal ini yang telah terjadi" (ayat 14)—lebih dari hanya satu kejadian. Jika "hal-hal ini" sudah temasuk penangkapan, penyaliban, pemakaman, dan pemasangan meterai dan menjaga kubur, semua hal-hal ini tidak terlaksana sampai hari Kamis. Kita sudah tahu, Yesus disalibkan pada hari "persiapan" (Rabu). Hari berikutnya (Kamis), yang menyusul hari persiapan, para imam kepala dan orang-orang Farisi pergi bersama-sama menghadap Pilatus, dan berkata, Tuan kami ingat bahwa penyesat itu, ketika Ia masih hidup berkata, "Setelah tiga hari Aku akan bangkit lagi. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari ketiga, jika tidak, murid-muridNya datang pada malam hari dan mencuri Dia" (Mat 27:62-66). Untuk alasan ini, kubur itu disegel dan dijaga. "Hal-hal ini" belum sepenuhnya selesai—belum "terlaksana"—sampai kubur itu disegel dan dijaga. Ini terjadi, seperti yang sudah kita lihat, pada hari Kamis dari minggu itu, hari penting. Jadi hari Minggu akan menjadi "hari ketiga sejak hal-hal ini terjadi", tetapi bukan hari ketiga sejak penyaliban.

Karena Yesus telah disalib pada hari sebelum hari sabat, kami dapat mengerti mengapa ada orang telah berfikir mengenai hari Jumat sebagai hari penyaliban. Tetapi hari sabat yang menyusul kematian-Nya bukanlah sabat mingguan, tetapi suatu hari sabat tahunan—"karena sabat adalah hari yang penting [hari besar] (Yoh 19:14, 31). Sabat ini dapat jatuh pada hari apa saja dari minggu itu dan tahun itu rupanya jatuh pada hari Kamis. Ia disalib pada hari persiapan (Rabu), dan hari berikutnya adalah hari penting sabat (Kamis), kemudian hari Jumat dan diikuti oleh sabat mingguan (Sabtu). Memahami bahwa ada dua sabat pada minggu itu, menjelaskan bagaimana Kristus bisa disalib pada hari sebelum sabat tiba—namun memenuhi tanda-Nya dari tiga hari dan tiga malam.

Suatu perbandingan yang saksama dari Markus 16:1 dan Lukas 23:56 memberikan bukti-bukti lebih lanjut ada dua hari sabat di minggu itu—dengan satu hari kerja di antara keduanya. Markus 16:1 berkata: "Dan ketika telah lewat hari sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, dan Salome, membeli [bought]* rempah-rempah yang harum agar mereka dapat datang dan mengurapi-Nya." Ayat ini menyatakan bahwa saat itu setelah hari sabat ketika wanita-wanita ini membeli rempah-rempah mereka. Namun, Lukas 23:56 menyatakan bahwa mereka siapkan rempah-rempah itu dan setelah menyiapkannya mereka beristirahat pada hari sabat: "Dan mereka pulang, dan menyediakan rempah-rempah dan minyak urapan dan beristirahat pada hari sabat sesuai dengan perintah Tuhan." Ayat yang satu berkata adalah setelah hari sabat perempuan-perempuan itu membeli rempah-rempah; ayat yang lain berkata mereka menyiapkan rempah-rempah sebelum hari sabat. Karena mereka tidak bisa menyiapkan rempah-rempah itu sampai mereka membelinya dahulu, maka bukti untuk dua sabat yang berbeda dalam minggu itu meyakinkan.

Dalam majalah Eternity, editornya, Donald Grey Barnhouse, berkata: "Saya pribadi telah selalu bertahan bahwa ada dua hari Sabat dalam minggu terakhir Tuhan kita— Sabat hari Sabtu dan Sabat Paskah, yang terakhir adalah pada hari Kamis. Mereka bersegera menurunkan tubuh-Nya setelah penyaliban pada hari Rabu dan Dia berada tiga hati tiga malam (sekurang-kurangnya 72 jam) dalam kubur." Ia mengutip bukti dari Gulungan Laut Mati yang akan menempatkan Perjamuan Malam Terakhir pada hari Selasa. Tidak semua tradisi menyokong penyaliban hari Jumat. Ia mengutip dari sebuah jurnal Roma Katholik yang diterbitkan di Perancis bahwa "suatu tradisi Kristen purba, dibuktikan oleh Didascalia Apostolorum demikian juga oleh Epiphanius dan Vitorinus dari Petau (wafat tahun 304) memberikan Selasa malam sebagai tanggal dari Perjamuan Malam Terakhir dan menentukan suatu puasa untuk hari Rabu untuk memperingati penangkapan Kristus."[2]

Walaupun teguh berpegang pada penyaliban hari Jumat, Enskilopedia Katholik berkata bahwa tidak semua sarjana Alkitab telah mempercayai cara ini. Epiphanius, Lactantius, Wescott, Cassiodorus dan Gregory dari Tours disebut-sebut yang menolak hari Jumat sebagai hari penyaliban.[3]

Dalam bukunya "Bible Questions Answered" [Pertanyaan Alkitab Dijawab], W. L. Pettingill, memberikan pertanyaan dan jawaban: Pada hari apa dalam minggu itu Tuhan kita disalib? Bagi kita tidak pelak lagi bahwa penyaliban adalah pada hari Rabu."[4] The Companion Bible [Alkitab Sahabat] diterbitkan oleh Oxford University Press, dalam Appendix [tambahan]nya no. 156 menjelaskan bahwa Kristus disalibkan pada hari Rabu.

Dalam Alkitabnya Dake's Annotated Reference Bible, Finis Dake telah berkata dalam catatannya atas Matius 12:40: "Kristus sudah mati selama tiga hari penuh dan tiga malam penuh. Dia telah diletakkan di dalam kuburan pada hari Rabu sesaat sebelum matahari terbenam dan telah bangkit pada akhir dari hari Sabtu pada saat matahari terbenam. …Tidak ada pernyataan yang berkata bahwa Dia dikuburkan pada hari Jumat saat matahari terbenam. Ini akan membuat Dia berada dalam kubur hanya satu siang dan satu malam, dan membuktikan ucapan-Nya sendiri tidak benar."[5]

Kutipan-kutipan yang diberikan disini dari berbagai pelayan Tuhan adalah spesial penting sebab keyakinan ini adalah bukan posisi umum yang diterima dari berbagai organisasi gereja yang dengannya mereka tergabung. Dalam kasus demikian, manusia berbicara dari pendirian, bukan saja hati nurani. Seperti itu adalah kasus dari R.A. Torrey, penginjil yang terkemuka dan Dekan Institut Alkitab, yang kata-katanya (ditulis tahun 1907) menyimpulkan dengan baik posisi dasar yang kami telah sampaikan disini. "…Menurut tradisi dari gereja yang secara umum diakui, Yesus disalibkan pada hari Jumat…dan bangkit dari kematian pada amat pagi sekali dari hari Minggu berikutnya. Banyak pembaca Alkitab kebingungan untuk mengetahui bagaimana jangka waktu antara akhir petang hari Jumat dan awal pagi hari Minggu dapat dihitung menjadi tiga hari dan tiga malam. Nampaknya itu agaknya menjadi dua malam, satu hari dan satu bagian yang sangat kecil dari hari lainnya.

"Solusi dari ini rupanya sukar disarankan oleh banyak komentator adalah 'satu hari dan satu malam' ialah cara sederhana lain untuk mengatakan 'satu hari', dan bahwa orang Yahudi kuno menghitung sebuah bagian dari satu hari sebagai sehari penuh…Ada banyak orang yang tidak benar-benar puas dengan solusi ini, dan penulis bebas untuk mengakui bahwa itu tidak samasekali memuaskan dia. Nampaknya bagi saya menjadi suatu yang sementara…

"Alkitab tidak dimanapun juga berkata atau secara tidak langsung menyatakan bahwa Yesus disalibkan dan mati pada hari Jumat. Alkitab berkata bahwa Yesus disalibkan pada "hari sebelum Sabat"…Sekarang Alkitab tidak biarkan kita berspekulasi dalam hal sabat yang mana yang dimaksudkan dalam kejadian ini…adalah bukan hari sebelum sabat mingguan, (yaitu hari Jumat), tetapi itu adalah hari sebelum sabat Paskah, yang datang tahun itu pada hari Kamis—itulah yang dikatakan, hari dimana Yesus Kristus disalib ialah hari Rabu. Yohanes menjadikan ini sejelas siang hari.

"Yesus dikubur pada hari Rabu sesaat sebelum matahari terbenam. Tujuh puluh dua jam kemudian…Ia bangkit dari kuburan. Ketika para wanita mengunjungi lobang kubur itu sesaat sebelum fajar di pagi hari itu, mereka mendapati kuburan itu sudah kosong.

"Secara absolut tidak ada yang pro penyaliban hari Jumat, tetapi segala sesuatu dalam ayat-ayat Alkitab diharmoniskan dengan sempurna oleh penyaliban hari Rabu. Adalah menakjubkan sekali betapa banyak ayat-ayat nubuatan dan khas dari Perjanjian Lama sudah terpenuhi, dan betapa banyak cerita-cerita yang seolah-olah berbeda dalam injil diluruskan apabila tiba saatnya kita mengerti bahwa Yesus mati pada hari Rabu, dan bukan pada hari Jumat.

Diterjemahkan oleh: Ev. David Lusikooy, Juni 2001

dari: Babylon Mystery Religion (Bab 18)

Karya: Ralph Woodrow

P.O. Box 124

Riverside, California 92502

Catatan: Semua ayat diterjemahkan sesuai dengan King James Version (bukan LAI)



[1] The Jewish Encyclopedia, jilid 4, halaman 475, artikel "Day" [Hari]

* Alkitab versi King James (KJV) adalah satu-satunya terjemahan (dari banyak yang kami telah cek) yang menggunakan kata indefinite [yang tidak pasti] "had bought" [telah membeli]. Semua yang lainnya telah dengan tepat menterjemahkan ini sebagai "bought" [membeli]. Tidaklah lazim untuk ayat ini kalau dibaca seolah-olah perempuan-perempuan itu membawa ["brought"] rempah-rempah, tetapi kata itu ialah "bought," satu huruf membuat perbedaan itu!

[2] Eternity, Juni 1958.

[3] The Catholic Encyclopedia, jilid 8, halaman 378, artikel "Jesus Christ."

[4] W. L. Pettingill, Bible Questions Answered, halaman 182.

[5] Dake's Annotated Reference Bible, halaman 13.

Monday, June 01, 2009

TOKO BUKU ONLINE

Dijual INFORMASI PDF TEOLOGI BERMUTU

DIJUAL INFORMASI BERHARGA dalam 2 CD yang berisi BUKU2 PDF TEOLOGI
BERMUTU SEPANJANG MASA, KARYA PARA TEOLOG DAN RISET PENTING
TEOLOG2. (90% PDF bhs Inggris, dan 10% bhs Indonesia),

Mulai Dari DAVE HUNT, CHARLES C RYRIE, LOUIS BERKHOF, GRESHAM MACHEN, CHARLES HODGE, JOHN CALVIN, JAMES ARMINIUS, MARTIN LUTHER, JOHN WESLEY, Alm. TIMOTHY TOW, HENRY WACE, WAYNE, JOHN F. WALVOORD, TIM LAHAYE, Walter Elwell, Derickson, Josh Mc Dowell, EW. Bullinger, Loraine Boettner, R.A.Torrey, AH STRONG, AW. PINK, Andrey Murray, Timothy Lin, W. Combs, David M Doran, EDWARD M BOUNDS, J.C. RYLE, WA. CRISWELL, JEFFREY KHOO, JOHN BUNYAN, ELMER L TOWN, TRENCH, CH SPURGEON, DAVID K BERNARD, JAY E SMITH, ARCHIBALD ALEXANDER, JOHN OWEN, BLAISE PASCAL, RICK WARREN, JONATHAN EDWARDS, T. WATSON, Charles G Finney, dan Doktor dan Profesor Teologi lainnya, dll

mulai dari Isu-isu Teologi Terbaru, Apologetika, Belajar Kitab per Kitab, Calvinisme, Jurnal dan Buletin Teologi, Teologi Sistematika, Doktrin-doktrin, Keluarga & Pelayanan, Doktrin Alkitab, karya Masterpiece para Teolog, Bidat dan Sekte, Kamus Alkitab, Islamologi, Konseling Kristen, Kristen Fundamental, Belajar Yunani-Ibrani, Pdf Teologi 2009, buku2 Kristen terbaik yg perlu dibaca, Daftar Guru2 Palsu beserta ajaran yg sesat/salah, Kisah Hidup Para Teolog dan kontribusinya dalam dunia Teologi, Kisah Bapa2 Gereja di masa Gereja Awal, Hermeneutika, Sejarah Gereja, Devosional/Doa, Muda-Mudi, Pelayanan Anak, Guru SM, Dasar2 Iman Kristen, dll

total ada 600 PDF

Buku dan PDF RISET/PENELITIAN Para Teolog), umumnya yg 40 halaman ke atas adalah
PDF buku, sedang dibawah 40 halaman bisa berupa Pdf Riset, Ringkasan/Review Buku, PA,Beberapa Pasal dari buku, artikel2 dll. Total 600 PDF.

Buku2 PDF ini sangat cocok bagi Setiap orang Kristen yg mau Belajar Alkitab, baik Kaum
Awam, Pengajar Alkitab, Para Pendeta, Pengkhotbah, Penginjil, Guru Sekolah Minggu, dll.

@ 200 pdf seharga 100ribu (sudah termasuk ongkos kirim)

Daftar isi PDF bisa dilihat di SINI
PDF ini saya kumpulkan dan saya koleksi Pribadi. Dijamin, anda akan banyak mendapat pengetahuan dan informasi berharga.

Sebagai Kristen Awam dan Teolog, anda pasti mendapat Informasi Sangat Berharga dari 500 pdf ini. Dan bisa dibaca kapan saja diperlukan.


KUMPULAN PDF BUKU2 DEDE WIJAYA

Dapatkan seharga 100ribu (sudah termasuk ongkos kirim), daftar ISI bisa dilihat di SINI

Pesona Alkitab 1 (cetakan ke-3)

Pesona Alkitab 2

Profil 101 Gereja Lokal dan Sinode di Indonesia (Lengkap dg Gambar, Bagan, Pendiri dan tgl berdiri, Ketua Sinode, dll)

Pengakuan Iman Kristen Fundamental

Gereja Top Ten Indonesia

Pengkhotbah Top Ten Indonesia

Menjawab 111 Kontradiksi Alkitab PL

Menjawab 175 Kontradiksi Alkitab PB

Menjawab Buku Kasus Besar yg keliru (Frans Donald)

68 Artikel Pilihan Blog Terbaik

3000 situs Rohani Kristen (Menemui Tuhan di dunia cyber)

Bonus: 100 PDF2 Teologi Pilihan


Kumpulan MP3 Khotbah Bermutu

Berbagai tema, berbagai Pembicara, dalam 1 Cd

Juga MP3 Ravi Zakharia dalam 1 cd.

@ 1 cd 60 ribu (sudah termasuk ongkos kirim)

Kumpulan DVD Video Teologi

tt Akhir Zaman dan segala macam tanda2nya, Calvinisme, Trinitas, King James, Debat Islam-Kristen, Katolik, Teologi Sistematika,Gerakan Zaman Baru,Teologi Dispensational, Norman L.Geisler, Ryrie, Ravi Zakharias, (lebih dari 120 judul)

ada 2 DVD @ 1 DVD seharga 130 ribu (sudah termasuk ongkos kirim),

DVD SOFTWARE BIBLE

Dapatkan DVD berisi 6 Software Bible + 2 MasterPiece seharga 130rb (Sudah Termasuk Ongkos Kirim).
Software bible berisi puluhan hingga ratusan Versi Terjemahan Bible dalam berbagai bhs di dunia, juga lengkap dengan Puluhan Commentary dari Teolog2 dan puluhan Kamus/Dictionary:

PC STUDY BIBLE 3, BIBLEWORKS 6, E-SWORD PC, E-SWORD POCKET PC, EBC (EXPOSITOR BIBLE COMMENTARY), MASTER BIBLE LIBRARY, JOHN OWEN MASTERPIECE, AW. PINK MASTERPIECE

BONUS:
Ratusan PDF Belajar ALKITAB/TEOLOGI,dll
EasyWorShip.2007.Build.1.4.Incl.Serial
3 Software Gratis LAI / SABDA:
ALKITAB ELEKTRONIK 2.0.0
SABDA 3.0
SABDA 2.73

Daily Bible And Prayer

Mobi reader

SwordSearcher 5.0

update E-Sword 806, 906, dan update Bible2nya.

Net Bible Fisrt Edition 2009

Dijamin, anda tidak akan merasa rugi.

sms kan pesanan anda, serta nama dan alamat lengkap ke: Dede Wijaya (0898.5116.980), silahkan Transfer uang ke Rek.BCA a.n. Dede Wijaya No Rek .037.229.3738, lalu infokan segera via email ke dedewijaya@gmail.com

Tuesday, May 26, 2009

NAMA TUHAN YG DIPERDEBATKAN

YAHWEH vs ALLAH vs QANNA,dkk

Perdebatan Nama Pribadi atau Nama Diri (Proper Name) Tuhan semakin hari semakin terlihat, tidak terlepas dari blog SabdaSpace juga, diantaranya dari artikel singkat GERAKAN NAMA SUCI yg ditulis Hiskia22. Bagi saya artikel beliau hanya mempersingkat artikel dari Ir. Herlianto dalam websitenya www.yabina.org.

Saya pikir hampir semua orang Kristen sudah mengetahui mengenai YHWH-JHVH-YAHWEH-JEHOVAH atau simplenya mengenai 4 huruf Tetragramatton yg bisa dibaca di wikipedia, theopedia, dll. Hanya sedikit orang Kristen yang mengetahui bahwa Nama Diri Tuhannya (selain YESUS-Nama Tuhan ketika berinkarnasi jadi manusia) adalah YAHWEH. Mengapa? Karena hampir seluruh penerjemahan Alkitab masa kini telah menerjemahkan Nama Diri Tuhan yang otentik Alkitabiah itu menjadi KURIOS (Yunani), DOMINI (Latin), LORD (Inggris), SEIGNEUR (Prancis), HERR (Jerman), SENOR (Spanyol), SENHOR (Portugis), HEER (Belanda), dan dalam bhs Indonesia: “TUHAN” dan “ALLAH” (semua huruf besar).

Nama YHWH sudah mulai dibicarakan sejak tahun 70an oleh orang per orang, lalu 80-an, namun baru menjadi hangat sejak munculnya Kitab Suci2 lain selain Alkitab LAI TL (Terjemahan Lama) dan Alkitab LAI TB (Terjemahan Baru) serta Alkitab PB edisi terbaru edisi ke2, mulai menghangat lagi di tahun 90-an terutama dari beberapa hamba Tuhan yg sudah sejak lama ingin agar LAI menerbitkan juga Alkitab LAI dengan mencantumkan nama YHWH (dibaca YAHWEH) menggantikan semua kata "TUHAN" (semua huruf besar) di Alkitab LAI dan juga ALLAH (karena kalo Tuhan TUHAN), LAI pikir akan membingungkan pembaca jadi terjemahkan dg Tuhan ALLAH (ALLAH= "TUHAN"= YHWH).

Namun permintaan dari pihak Gerakan Nama Suci waktu itu tdk digubris Pihak LAI. Maka mereka mengganti kata TUHAN di Alkitab LAI dengan YAHWE, atau YAHWEH. Meski melanggar Hak Cipta LAI, kelompok yg satu (KS-UPT) ini nekad, karena permintaan mereka tdk digubris LAI.

Muncul beberapa Kitab Suci, dan yang paling terakhir adalah Kitab Suci Indonesian Literal Translation (KS-ILT). KS-ILT mendapat getahnya, alias semprotan/kritikan yg tdk baik dari pihak2 yg ingin mempertahankan Alkitab LAI dan melihat track record yg buruk dari Kitab Suci sebelumnya yg Tidak menghargai Hak Cipta LAI.

Namun, saya bersyukur, Kitab Suci ILT sudah belajar dari kejadian2 sebelumnya. Pihak Penerjemah ILT membuat terjemahan sendiri dan mendasarinya pada The Interlinier Bible Jay P. Green, Sr. (ada 2 sumber lagi dari Hasil Karya J.P. Green, Sr. karena ingin agar hasil terjemahan ILT akurat, yaitu A Literal Translation of the Bible dan KJ3-Literal Translation Bible, turut dicantumkan sbg naskah acuan pada hasil terjemahan KS-ILT), selengkapnya sejarah KS-ILT bisa dibaca diwww.yalensa.org atau di kata Pengantar edisi 1 dan 2 di Kitab Suci ILT. Terbitlah Kitab Suci ILT tahun Okt 2007 dan Edisi 2 Nov 2008. Edisi 1 tercetak 20rb, edisi 2 tercetak 50 rb exp dengan menggandeng Abiyah Pratama sebagai Pencetak dan Distributor. KS ILT sudah bisa ditemukan di Gramedia, tersedia juga dalam bentuk software PDA, Mobile Phone, dll.

KS ILT menggunakan kata YAHWEH (semua huruf besar) sbg Nama Pribadi/Diri Tuhan untuk setiap kata TUHAN yg bisa kita temukan di Alkitab LAI, dan menggunakan kata Elohim untuk General Appelation/sebutan umum dari Tuan/Kurios/sebutan Tuhan.

Dalam keseluruhan Kitab Suci Perjanjian Lama orang Kristen yg berbahasa asli Ibrani, Nama YAHWEH tertulis sebanyak 6831 kali (hampir 7000 kali). Berbeda dg sebutan-sebutan lainnya untuk menyapa Tuhan seperti: Elohim dan Adonai. Statistik menyebutkan rata-rata jumlahnya tdk mencapai sebanyak itu. Contoh: sebutan Elohim (dan semua turunan katanya, yg dalam TB-LAI diterjemahkan menjadi “Allah”) hanya tertulis 4118 kali; sebutan Adonai (dan semua turunan katanya, yg dalam TB-LAI diterjemahkan menjadi “Tuhan”) tertulis hampir 1400 kali.

BUKTI-BUKTI KUAT bahwa YAHWEH adalah NAMA DIRI (PROPER NAME).

Bukti pertama adalah bukti Alkitabiah berupa pernyataan/perkataan Tuhan sendiri dalam Keluaran 3:15 yang berbunyi: “YAHWEH... itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. Juga dalam Yesaya 42:8 yg mengatakan, “Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yg lain atau kemashyuran-Ku kepada patung.”

Bukti kedua, bukti empiris yang secara kasatmata dapat dilihat melalui penulisan kata YAHWEH dan terjemahannya di dalam setiap versi Terjemahan Alkitab-khususnya yg berhuruf latin-yg selalu menggunakan CAPITAL LETTERS (huruf besar semuanya), contoh TUHAN, ALLAH, HEER, LORD, YHWH, JHVH, dll.

Bukti terakhir yg dapat diungkapkan adalah hasil Analisa Para Ahli,yang antara lain dikemukakan oleh Merril F. Unger dalam UNGER’S BIBLE DICTIONARY, oleh THE WYCLIFFE BIBLE ENCYCLOPEDIA, oleh THE INTERPRETER’S DICTIONARY OF THE BIBLE, oleh THE NEW BIBLE DICTIONARY (Ensiklopedi Alkitab Masa Kini), jika kita membuka berbagai literatur seperti: Ensiklopedi Alkitab baik Ensiklopedi Alkitab Masa Kini hal 38, ISBE: International Standard Bible Encyclopedia, Kamus Alkitab, Tafsir Alkitab, dan buku-buku teologi lainnya, hampir semua literatur tersebut menyatakan bahwa YAHWEH adalah Nama Diri (proper name) Tuhan semesta alam, yg berbeda dg Elohim atau Adonai, yg keduanya hanya merupakan sebutan umum (common/general appellation) belaka. Jika anda punya Software Alkitab Bible Works, kata YAHWEH adalah Noun Proper (n.p.), sedangkan kata Elohim atau Adonai adalah Noun Common (n.c.). Hal ini sangat jelas membuktikan, bahwa YAHWEH benar-benar proper name (Nama Diri), sedangkan Elohim atau Adonai adalah sebutan umum (common/general appellation).

Nah kembali ke topik di atas. Sejak kapan nama YHWH (dibaca YAHWEH) mulai disebutkan? Siapakah nama Pribadi Tuhan sebelum dunia diciptakan?

Jika kita mau menggali Alkitab, kata YHWH (dibaca YAHWEH) mulai muncul pertama kali di Kejadian 2:4 yaitu.....Ketika TUHAN Allah (YAHWEH Elohim) menjadikan bumi dan langit,

dan Hawa menyebut nama YAHWEH di Kejadian 4:1 Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN (YAHWEH).

Dr. Suhento Liauw menyatakan lebih tepat terjemahannya, Aku telah mendapat seorang anak laki-laki yang adalah YAHWEH. Dalam blog saya, saya pernah mengutip terjemahan beliau tt ayat ini. Ini hal yg lain lagi.

oke kita lanjut lagi, Kejadian 4:26 menyebutkan sejak zaman Enos nama Pribadi Tuhan ini diSEBUT.

Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN (YAHWEH).

Ir. Herlianto menafsirkan bahwa nama YHWH baru diperkenalkan kepada manusia yaitu Musa oleh YHWH sendiri sejak Keluaran 6:1-2.


Keluaran 3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?" 3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." 7 3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah (YAHWEH, Elohim) nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

Terlepas dari benar tidaknya sejak kapan YHWH memperkenalkan nama Diri/Pribadi-Nya yaitu YHWH, apakah sebelum Musa sudah pernah YHWH perkenalkan nama Diri-Nya itu. Masih butuh perhatian lebih dalam tt hal ini. Hal ini tampaknya jelas tidak benar.

Saya berasumsi bahwa YAHWEH menggunakan bahasa Ibrani kepada Adam dan Hawa dan memperkenalkan nama DiriNya ini yaitu YHWH (YAHWEH), sehingga Zaman Enos orang sudah memanggil/menyebut Tuhan dg nama Pribadi/Diri Tuhan yaitu YHWH.

Nama Bapa yg kekal selama2nya ini yaitu YHWH. Oh ya, Musa nanya Tuhan “kalo orang Israel nanya, Musa lu itu siapa yg utus, Tuhan mana yg utus lu?” Maklum asumsinya waktu itu banyak dewa-dewa/berhala-berhala/sesembahan. Tuhan tahu Musa tuch cuma cari2 alasan untuk melarikan diri dari panggilan Tuhan, makanya pake tawar-menawar lama pula ada 6 pertanyaan yg diajukan Musa untuk mencari-cari alasan untuk menolak Perintah YHWH, baru akhirnya Musa mau.

Tuhan menunjukkan eksistensinya, dan sekaligus juga menyebutkan nama Pribadi-Nya yaitu YHWH, sambil mengingatkan mereka, YHWH itulah Elohim/Tuhan yg disembah oleh Abraham, Ishak, dan Yakub, nenek moyang mereka. Dengan nama YHWH (YAHWEH), Tuhan mengikat perjanjian kepada para Patriakh (Bapa leluhur bangsa Israel).

Kembali lagi, hampir semua Teolog dan sebagian besar orang Kristen tahu bahwa YHWH inilah NAMA DIRI/NAMA PRIBADI Tuhan yg begitu ditakuti dan disegani oleh Bangsa Israel dan bangsa2 lain yg tahu tt Tuhannya orang Israel, adalah Tuhan yg Hidup dan satu2nya.

Mengenai kata ALLAH, saya tdk mempelajari khusus tt sejarah munculnya nama ini. Banyak spekulasi2 di sana sini, dan banyaklah sumber yg diajukan, mulai dari Ensiklopedia sampai pada salinan2 kuno.

Saya dengan rendah hati harus mengakui, saya tidak begitu tertarik tt asal usul kata ini, dan saya belum mempelajari sejarah kata ini.

Ada yg bilang itu nama salah satu dewa/berhala di Arab, yang kemudian hari diadopsi Muhammad sebagai nama Pribadi Tuhannya.

Ada juga yg bilang, sebelum Muslim menggunakan kata ALLAH, kata ini sudah digunakan bangsa2 disekitar Timur Tengah, juga bangsa Arab Kristen sebelum Agama Islam/ Muslim ada.

Yg pasti, hari ini kita ketahui bahwa bagi Umat ISLAM, kata ALLAH (yg bagi kita orang Kristen Indonesia mengartikan sebagai nama sebutan/panggilan untuk Tuhan yg kita sembah, kita tdk menganggap kata ALLAH sbg Nama Pribadi/Diri dari Tuhan yg orang Kristen sembah,) sudah menjadi NAMA PRIBADI/DIRI Tuhannya orang Muslim.

Kontroversi Penggunaan kata “Allah” dalam Keseharian

Dalam Sumpah Jabatan Kenegaraan/Pemerintahan, Sura Kabar Suara Pembaruan Sabtu, 31 Mei 2003, Demi Allah (Tuhan) saya bersumpah/berjanji, .....

Setiap yg beragama Islam akan menyebutkan sumpahnya, “Demi Allah...dst” sedangkan Non Islam, “Demi Tuhan...dst”. Hal ini bukan lagi menjadi rahasia umum. Coba anda ketika disumpah mengucapkan “Demi Allah...” (berani????). Dalam Literatur Hindu/Budha, kita tdk akan menemukan kata “Allah” di dalamnya. Jadi jelas bahwa khazanah menulis dan bertutur dari berbagai Agama yg ada di Indonesia, kata “Allah” hanya digunakan oleh umat Islam sendiri dalam konotasi Nama Diri sesembahan mereka, atau oleh umat Kristen dalam konotasi Sebutan Umum Ilahinya. Penyebab dari semua hal itu tidak lain adalah karena kata “Allah” menurut pemeluk Agama-agama non Islam dan Kristen, bukanlah kata untuk Sebutan Umum (General Appellation) yang dapat dikenakan kepada Sesembahan Agama-agama tersebut. Mereka menganggap bahwa kata “Allah” adalah khas Islami dan merupakan nama Diri dari Tuhannya orang Islam, sehingga tidak mungkin diterjemahkan ke dalam bahasa apapun.

Ketika membaca Pembukaan UUD 1945 “Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa....dst”, beranikah anda yg nonkristen mengucapkan dengan lafal biasa “Allah” dan bukan “Aulloh” ketika anda atau anak anda ditunjuk sebagai pembaca UUD 1945 di Sekolah-sekolah Negeri/Pemerintah. Dilema bagi anda sekalian bukan?:) hehehe, tampaknya hanya saya yg berani mengganti pembukaan UUD 1945, setiap kali baca Pembukaan UUD 1945 di Sekolah Negeri dari SD-SMU, saya mengganti kata “Allah” di situ dengan kata “Tuhan”.

Contoh kasus lain, Klaim Umat Islam di Malaysia sudah melarang orang Kristen memakai kata "Allah", dalam koran BERITA HARIAN edisi 12 April 2003 bertajuk, “Buku agama bukan Islam guna ’Allah’ akan dirampas”, yg lagi hangat berita tt kasus Agnes Monika yg nyanyi lagu ALLAH PEDULI di Selangor), juga Pengadilan Malaysia dulu ribut bahas kata “Allah” di Alkitab Malaysia, dll.

Dalam Tata Bahasa Arab dan dalam keyakinan Islam, kata “Allah” tidak bisa ditulis dalam bentuk plural (allah-allah) dan tdk bisa pula digandeng dg kata ganti kepunyaan (Allahku, Allahmu, Allahnya, Allah kita, Allah mereka).

yg pasti sebagian besar orang Kristen Indonesia (sebagian gereja-gereja Indonesia) yg masih memakai dan mempertahankan kata “Allah”, mengerti kata ini bukan sbg Nama Pribadi Tuhan, namun mempunyai anggapan hanya nama Panggilan/Sebutan umum (General Appellation). (Walaupun dalam kasus tertentu Kekristenan ternyata menggeser maknanya menjadi Nama Diri bagi Sesembahan orang Kristen, contohnya dalam ungkapan “Tuhan ALLAH”).

Dasar pemahaman umat Muslim di Malaysia ialah, bahwa “Allah” itu adalah Nama Diri Yang Maha Kuasa, bukannya Sebutan Umum seperti: gelar, jabatan, julukan, atau panggilan statusnya.

Jika demikian halnya, manakah yg benar? Pendapat umat Muslim yg menganggap bahwa Allah adalah Nama Diri (Proper Name) semata. Ataukah pandangan orang Kristen pada umumnya, yg menganggap bahwa “Allah” adalah Sebutan Umum (General Appellation)? Para Ahli Bahasa dan Ahli Agama di Indonesia patut menyelesaikan PR ini.

Saya tdk pusingkan soal kata “ALLAH”, saya sedikit demi sedikit mencoba meninggalkan kata "ALLAH" dan menyebut "Tuhan"

Pihak Gerakan Nama Suci, menyimpulkan kata ALLAH ini berbau BERHALA/DEWA2/kepercayaan mistik kuno dan juga Nama Pribadinya Tuhan Muslim. Tampaknya jelas, dengan alasan ini tidak lagi menggunakan kata ALLAH, Allah dalam Terjemahan Kitab Suci termasuk juga KS-ILT.

Dalam blog SS ini, hanya Hai2 yg tidak terima YHWH itu nama Pribadi Tuhan, beliau menganggap YHWH itu nama Marga, dan kata berikutnya yg ada ayatnya, TUHAN yg Nama-Nya Cemburuan, dll..... itulah nama YHWH yaitu Cemburuan=QANNA, dll yg bisa dia kutip penuh dari Alkitab LAI. Sayangnya beliau tdk mau mengakui bahwa QANNA, JIREH, Tsidkenu, dll itu Keterangan dari YHWH, atau saya sebut attribut atau sifat atau karya, tergantung kata dibelakang YHWH.

Jadi kira-kira begini

YHWH yg NAMANYA CEMBURUAN, Tuhan yg Pencemburu

YHWH ha shem QANNA, El-Qanna bisa kita artikan sebagai YHWH yg namaNya Cemburuan/Pencemburu, atau YHWH yg Pencemburu

seperti orang Muslim bilang ALLAH HU AKBAR : ALLAH yg Maha Akbar, dll

Kesimpulan:

Nama Pribadi Tuhan adalah YHWH (YAHWEH) bukan QANNA, ALLAH, TUHAN, dll

Soal nama Pribadi Tuhan yaitu YHWH apakah boleh diterjemahkan sebagai Kurios dalam PB, kita tahu memang nama YHWH itu diterjemahkan dengan kata Kurios oleh Penulis PB yg umumnya kita semua sepakat ditulis dalam Bahasa Yunani.

Patut diperhatikan ketika, Yesus baca Kitab Yesaya, ada kata TUHAN (YAHWEH), tentunya Yesus membaca dengan YAHWEH pada waktu beliau ada di Bait Suci

Yesaya 61:1

Roh Tuhan ALLAH (Ruach Adonay YAHWEH) ada padaku, oleh karena TUHAN (YAHWEH) telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara.

Para murid yg menulis Injil Lukas 4:18, menulis dalam bhs Yunani, kata YHWH dalam Ibrani diganti diterjemahkan bhs Yunani Kurios.

Luk 4:18 "Roh Tuhan (pneuma Kurios) ada pada-Ku, oleh sebab Ia (Krio) telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku (ILT menerjemahkan pneuma Kurios dengan “Roh YAHWEH” karena mengutip PB dalam bhs Ibrani, juga karena ayat Lukas mengutip ayat dari Kitab Yesaya PL)

Luk 4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Bagaimana dg Nama YESUS, Ibraninya YAH-Shua atau YAHweh Shua=YAH-weh yg menyelamatkan. Halelu-YAH, saya singgung dalam komentar2 saya di blog Hiskia, Halelu-YAH=Terpujilah YAH, nama pendek YHWH=YAHWEH.

mengenai vokal e, muncul dari mana, saya pernah baca dari kata "E"LOHIM atau HALLEL, ini perlu dicek lagi, maybe saya baca dari artikel pro YAHWEH.

Jadi Nama Pribadi Tuhan kita YAHWEH=YHWH, cara baca semoga tdk terlalu dipusingkan, ikut saja bangsa Yahudi yg tahu nama Pribadi Tuhannya itu YAHWEH. Coba tanya ke orang Yahudi via internet/email, nama Tuhanmu itu YAHWEH ya cara bacanya. Maybe para rabi itu tersinggung, “lu berani2nya sebut nama Pribadi Tuhan gue dg sembarangan, kami saja setiap ketemu kata YHWH ganti sebut dg ADONAY karena takut terkutuk kalo sebut sembarangan dg tdk hormat, jadi lebih baik tdk usah sebut sekalian.”

Imam Besar sekali setahun memberkati Bangsa Israel dengan berkat Bilangan 6:24-26

Ucapan berkat imam

TUHAN (YAHWEH) berfirman kepada Musa:

"Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:

TUHAN (YAHWEH) memberkati engkau dan melindungi engkau;

TUHAN (YAHWEH) menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;

TUHAN (YAHWEH) menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.

Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."

Tentulah Imam Besar dan Orang2 Lewi dan para imam, tahu cara pengucapannya yg kita ikuti hari ini dengan mengucap nama itu menjadi YAHWEH.

Martin Luther, orang Jerman, sulit melafalkan kata “YAHWEH”, dia mengucapkan JEHOVAH. Ini Info saya lupa baca dimana.

Alkitab Inggris King James Version menulis “JEHOVAH”, ada Alkitab lain tetap JHVH, Alkitab Indonesia daerah macam2 Transliterasi (Adopsi dengan ubah dikit), misal JAHOBA, JAHOWA, YAHOVA, YEHUWA, YHWH dibaca YEHEHUA (Alkitab Mandarin), dll. Bedakan kata "Transliterasi" ini dengan "Translasi"/terjemahan.

Gereja yg Konsisten menggunakan nama “YAHWEH” dan meninggalkan kata “Allah”

Setahu saya, ada sekitar 200 gereja di Indonesia yang sudah mulai meninggalkan kata ALLAH dan konsisten pake YAHWEH sbg Nama Pribadi/Diri Tuhan, ada berbagai denominasi di dalamnya mulai dari Gereja Methodis Indonesia-GMI tionghoa di Sumut, Medan maybe, GBI, GAIN=Gereja Alkitab Injili Nusantara, GKAI=Gereja Kristen Alkitab Indonesia, GBT=Gereja Bethel Tabernakel, GPR=Gereja Pimpinan Rohulkudus, Gekindo Jogja, GKA=Gereja Kemah Abraham, GKH=Gereja Kristen Holistik, gereja2 baru, dll dan Jaringan Gereja-Gereja Pengagung Nama YAHWEH.

Seorang Dosen SAAT Timotius Fu, diundang khotbah di Gereja Methodis Tionghoa di Sumut, gereja ini pake Nama Pribadi Tuhan “YAHWEH” dan tdk pake lagi kata “ALLAH”. Pak Fu, "ngancam" kalo ndak boleh khotbah pake kata "Allah" dia tdk mau khotbah di situ. Saya mengusulkan beliau “sudahlah Pak, ganti saja dengan kata “Tuhan”. ” Gitu z kok repot:) kira2 begitu nasihatku kepada Beliau. Tapi pastinya apa tetap pake “Allah” atau “Tuhan”, tanya beliau langsung.

Beberapa tokoh yang konsisten memakai Nama Pribadi Tuhan yaitu “YAHWEH” dan tidak lagi memakai kata “ALLAH” diantaranya Pdt. Daniel Alexander, Pdt. Jusufroni, Pdt. Teguh Hindarto, M.Th dulu GAIN=Gereja Alkitab Injili Nusantara "Nafiri YAH-shua", sekarang bergabung di GKA=Gereja Kemah Abraham, (Pdt. Jahja Iskandar, M.Th yang juga Pembina YALENSA=Yayasan Lentera Bangsa dan Editor Kitab Suci ILT, Pdt. Horas Manalu,S.Th, Pdt. Amos Nababan, S.PAK, Pdt. Roy Efendi Butar-Butar, S.Th, Pdt. Dave Michael, S.PAK, Pdt. Paul Risman Ngii, S.Th, dari GBT Tuberta Jakarta), Pdt. Lukas Sutrisno GBI Alfa Omega Megalang sekarang di GAIN Alga Omega, Pdt. Devon Reynaldi dari GKAI,Kakak beradik Pdt. Daniel Nur Aziz Antono dan Pdt. Sabbath Aenul Abiyah dari Gereja Isa Alamasih (GIA) Muja-Muju Jogja, Pdt. Cornelius Sianturi, M.Div dari Gekindo Jogja, Pdt. Leo dan Yvoune Setzepfand dari GBI Cibunar (sekarang Gereja Kristen Alkitab Indonesia=GKAI), Pdt. Abidel Halim dari GBI Cibunar, Jakarta, Pdt. Benyamin Obad-Yah dari GBI Bintaro Jaksel, Pdt. Deny Pantouw dari GKRI Bekasi, Ev. dr. Suradi dari PLP Nehemia, Pdt. Yakub Sulistyo, M.Th dari Gereja Pimpinan Rohulkudus, Gmb alias Gembala Remidi Panggabean dari Gereja Penyebaran Injil Indonesia sekarang di GPR HaleluYAH Depok, Gmb. Amelia Getruida dari GPR El-Roi Cibinong, Gmb. Nikson Saraminang dari GPR Jubah Kemenangan, Jaksel, Gmb. Hardijan Rusli dari GPR City of YAHWEH Elohim, Cengkareng, Gmb. Harry Sanoza dari GBI Joyfull Ministry, Pdt. Imanuel Neno dari GBI Tanah Abang, Pdt. Pariangan Manurung dari GEKARI Sola Gracia, Bpk. Gersom dari PD Kasih Karunia Jakpus, Bpk. Wirasmono dari PD. Keluarga Berdoa, Ibu Chyntia Maramis dari Sekinah Kavod Mispakha, Jakpus, Alm Pdt. Yesaya Heri dari GAIN, Pdt. Paulus Miskan dari GAIN, Pdt. Carlos Coesoy dari GBT Banyuwangi, Pdt. Johan Mawati, Pdt. Nico Sumolang dari GPR Manado, Pdt. Benyamin Noya dari GBI Menara Iman, Pdt. Paulus Djie & Pdt. Steven Djie dg gereja barunya Gereja Kristen Holistik di Jakut, Pdt.David Chia dari GKAI SION, Pdt. Roy Rombot dari GpdI Qinamon Jaktim, Pdt. Dr. Romeo Ricardo Sahertian dari GBI Api Menara Doa, Jakut, Pdt. Abraham Hosada dari PD. Kelapa Gading, Pdt. Yusnita Tanjung dari GpdI Cibinong, Pdt. Yuda D. Mailool dari Yehuda Gospel Ministry/YGM, Pdt. Samuel Rahmat dg gereja barunya di Surabaya, Bernis-JKT, Yoshua Paulus Bambang Susetyo-Jogja, Eleazar Lioe Herry Budianto, S.Kom, di Jogja, Paulus Birama dan Iman Sudibyo, serta GKMin.Net alias Petrus Wijayanto, di Salatiga, Gideon G. Ruhukail-Jakarta, Bpk. Iskandar A. Napitupulu dari Yadid Adonai Ministry,dll .

Dalam buku-buku nyanyian untuk Kebaktian, semua kata “Allah” diganti Tuhan, ada juga yg memakai YAHWEH di lagu-lagu pujian, tergantung konteks kata “Allah” dilagu itu cocoknya diganti “Tuhan” atau “YAHWEH” (misal lagu Doxologi: Puji Allah (Tuhan) Bapa putera, puji Allah (Tuhan) Rohulkudus, KetigaNya yang Esa, pohon slamat sumber berkat, AMIN.)

Usulan: Dalam membaca Alkitab LAI, setiap menemukan kata “Allah”, anda bisa membacanya dengan “Tuhan” dengan demikian, anda bisa lambat laun meninggalkan kata “Allah” dan setiap menemukan kata “TUHAN” atau “ALLAH” bisa dibaca dengan kata ”YAHWEH.”

Kesimpulan:

YAHWEH adalah Nama Diri (Proper Name) dari Tuhannya orang Yahudi dan Kristen.

YESUS juga adalah Nama Diri (Proper Name) dari Tuhannya orang Kristen, Tuhan yg berinkarnasi jadi Manusia diberi nama YESUS.

YAHWEH adalah Nama Tuhan sebelum berinkarnasi, YESUS adalah Nama Tuhan ketika berinkarnasi menjadi manusia.

Nama YESUS berasal dari kata YAH-SHUA yg berarti: YAHWEH Juruselamat atau YAHWEH yg menyelamatkan. Jadi, Nama YESUS berasal dari nama YAHWEH ditambah attribut/gelar SHUA, yg artinya Juruselamat. Dengan demikian YAHWEH dan YESUS adalah Tuhan yg Esa.

Nama YAHWEH diberikan kepada YESUS, kapan diberikan? Baca Yoh 17:11, Mat 1:21, Mat 21:9

Nama YAHWEH kemungkinan adalah Nama Diri Tuhan TRINITAS/TRITUNGGAL. Namun kemungkinan pula Nama itu adalah khusus Nama dari Bapa Surgawi.

Jika YAHWEH adalah Nama TRINITAS maka diperkirakan padanan Nama Diri masing2 Pribadi dalam TRINITAS itu adalah: YAHWEH ABBA, YAHWEH SHUA, dan YAHWEH RUAKH.

Jika YAHWEH adalah Khusus Nama Bapa Surgawi maka padanan bagi Nama Putra adalah YESUS, sedangkan padanan bagi Nama Pribadi ketiga dalam TRINITAS adalah ROH KUDUS. (KS ILT percaya hal ini).

YAHWEH memunyai berbagai Sebutan/Panggilan Umum (General Appellation), baik berupa Status (contoh: El, Elohim, Eloah, Adonai, Bapa, dll), berupa Jabatan (contoh: Eli Maleki, Elohe Tishuathi, YAHWEH Rophe, dll), berupa Gelar (contoh: El-Shadday, El-Elyon, YAHWEH Tsebaoth, dll), maupun berupa julukan (contoh: El-Bethel, El-Mauzi, YAHWEH Shammah, YAHWEH Kerenyishi, dll.)

YESUS pun memiliki berbagai Sebutan/Panggilan Umum baik yg berupa Status (contoh: Kyrios/Kurios, Theos, Anak/Putera, dll), berupa jabatan (contoh: Juruselamat, Gembala yg Baik, dll), berupa Gelar (contoh: Gembala Agung, Imam Besar Agung, dll), berupa Julukan (contoh: Anak Domba, Anak Manusia, Anak Daud, dll).

Nama YAHWEH sungguh unik, oleh karena YAHWEH hanya disebut dan diagungkan oleh umat YAHWEH. Namun KURIOS, LORD, atau TUHAN, dapat disebut dan diagungkan oleh umat manapun. Sebutan-sebutan itu umum sifatnya. Berbeda dengan YAHWEH yg benar-benar unik dan khas Ibrani.

Dalam Alkitab Berbahasa Arab, satu hal yg pasti adalah, bahwa kata YAHWEH tidak pernah diterjemahkan dengan kata ALLAH melainkan dengan kata RABB.

Dalam perbendaharaan kata bahasa Indonesia sehari-hari, kata “Allah” memunyai 2 makna/pengertian, yakni:

Berdasarkan konotasi Kristiani: Allah adalah Sebutan/Panggilan Umum bagi Tuhan yg Mahakuasa, Pencipta alam semesta, atau bagi Sesembahan manusia pada umumnya. Dengan pengertian tersebut, maka kata “Allah” dalam konotasi Kristiani dapat diterjemahkan (contoh: Allah menjadi God), dapat diberi awalan dan atau akhiran (contoh: Keallahan Kristus), dapat digandeng dengan kata ganti kepunyaan (contoh: Allahku, Allah-Ku), atau dapat juga tampil dalam bentuk jamak (contoh: allah-allah mereka adalah berhala).

Berdasarkan konotasi Islami: Allah adalah Nama Diri Tuhan yg Mahakuasa, Pencipta alam semesta, Nama Diri Tuhannya orang Muslim. Dengan pengertian tersebut, maka kata “Allah” dalam konotasi Islami tidak dapat diterjemahkan, tidak dapat diberi awalan atau akhiran, tidak dapat digandeng dengan kata ganti kepunyaan, juga tidak dapat tampil dalam bentuk jamak.

Kiranya apa yg saya tulis ini menjadi berkat bagi kita semua. Shalom Aleihim, YAHWEH Namanya adalah SATU-SATUNYA.

Baca: Yoel 2:32a, Kis 2:21, Rm 10:13, Rm 10:9, Kis 4:12 dan Yoh 17:11-12, Yes 43:7, Mzm 96:7-13, Rm 1:19-21, 1 Taw 16:8, Yeh 36:21-23, Kel 23:13, Hak 6:10, Yer 23:25-27, Za 14:6-9, Hos 11:7, Mikha 4:5, Mzm 16:4, Yesaya 42:8

Aku ini YAHWEH, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

GBU all, Oh Dunia... akhirnya selesai sudah artikel ini. Lebih kurang bisa didiskusikan lagi. Maybe ada infoku kurang akurat, mohon dikoreksi.

Sumber tambahan dan Saran Bacaan Lebih lanjut:

YAHWEH: Nama Tuhan yg Harus Diingat Kembali, Jahja Iskandar, M.Th, YALENSA

NAMA YAHWEH dalam Wacana Akademik (Jawaban atas buku, Siapakah Nama Sang Pencipta? By Pdt. Samin Sitohang, M.Th), by Pdt. Teguh Hindarto, M.Th, Nov 2003.

Tema Kitab Pengkhotbah: Kefanaan! (Bukan Kesia-sian) dan Banyak Lagi Pernak-pernik Penerjemahan KS-ILT, Pdt. Jahja Iskandar, M.Th, 2009, penerbit Abiyah Pratama.

Mengapa Nama YAHWEH Semakin Populer (Judul semula: Mengapa Nama YAHWEH Kurang Populer?), Pdt. Jahja Iskandar, M.Th, 2003.

REKONSTRUKSI_KRISTEN_dan_KRISTEN_REKONSTRUKSIONIS, by Pdt. Teguh Hindarto, M.Th,

REDEFINISI_DAN_REKONSEPSI_NAMA_ALLAH by Pdt. Teguh Hindarto, M.Th,

Mengapa orang kristen seharusnya tidak lagi menyebut nama Allah

Nama Tuhan adalah YAHWEH, Gkmin.net

Kata “Allah” Hanya Milik Islam, Gkmin.net

SIAPA TUHAN YANG ANDA SEMBAH? Gkmin.net

Surat Terbuka kepada LAI, Madiun, 27 Okt 2004, Andreas Suprijadi Christian

Dan segala bacaan Jurnal, berbagai website Kristen di Google search, mulai dari Theopedia, Wikipedia, Ketik YAHWEH, YHWH di Om Google, dll.

Friday, May 22, 2009

Pengalaman Mengikuti CIBFEST 2008

Dunia Kristiani di Indonesia mendapatkan satu kompetisi baru dalam dunia maya yaitu Kompetisi Blog Kristen Christian Indonesian Blog Festival tahun 2008. Tepatnya april tahun lalu saya join dan mengikuti kompetisi para Blogger Kristen. Dengan mengajukan dua blog yaitu dedewijaya dan dedewijaya, saya berpikir dengan dua blog mungkin peluang saya lebih besar untuk memenangkan salah satu kategori dari 4-5 kategori yang dilombakan.
Dua minggu terakhir, posisi saya masih di Peringkat 1 dalam Kategori Vote Terbanyak. Untuk kategori yang lain blog saya tdk masuk, misal Kategori Blog Baru 2008, karena saya sudha buat blog tahun 2006/2007, dll. Banyak juga kesaksian dari para pemenang. Rata-rata pemenang mendapatkan IPOD. Satu pemenang memang sudah lama berencana ingin membeli IPOD, namun oleh orang tuanya belum terlaksana. Eh, ternyata dia dapat IPOD lewat Lomba ini. Terjawab sudah keinginannya dan doanya dikabulkan Tuhan.
Gara-gara ikut Lomba CIBFEST ini, saya dianggap Blogger Nasional papan atas:) hahahaha, benar juga setidaknya bertahan 2 Minggu diperingkat satu. Banyak teman gereja dan teman2 penulis, yang juga turut mendukung memberi Vote. Karena dari para voter pun memperebutkan hadiah IPOD juga. Jadi keduanya diuntungkan baik Blogger maupun Voter.
Saya ingat, bagaimana saya berusaha melakukan perbaikan dalam perwajahan di blog saya demi supaya enak dilihat. Saya juga mulai menaruh HIT COUNTER pada April 2008 dan Puji Tuhan sekarang sudah mencapai angka yg cukup oke dech.
Sampai di situ sajakah? Oh tidak, CIBFEST hadir kembali tahun ini dalam CIBFEST 2009. Semua peserta CIBFEST 2008 otomatis akan terdaftar di CIBFEST 2009 ini. Nah bagi anda yg belum punya Blog, jangan kuatir, segera buat Blog Kristen anda dan daftarkan diri anda di CIBFEST 2009 ini.

Siapa tahu anda juaranya lho?! Sekiranya tdk juara, tdk usah kecewa, minimal anda sudah berkarya dan blog anda menjadi dikenal oleh teman2 seantero dunia, khususnya umat Kristen Indonesia. Tunggu apa lagi, Buruan men/women, ketik: Dede spasi THE MASTER kirim ke 888. Rebut hadiah uang senilai 1 juta bagi 3 pemenang. Hehehe serius amat sich:) hahahaha.
(penulis menerima email pemberitahuan dari pihak CIBFEST, asyik:) )

PELAYANAN DUNIA INTERNET

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Salah satu cara memberitakan Firman adalah melalui dunia internet, bisa melalui website atau blog atau mungkin juga lewat Chatting. Saya lebih sering melakukannya melalui wahana Blog dan website serta lewat milist2 Kristiani yg bisa saya ikuti. Dalam kesempatan ini saya ingin membagikan sesuatu melalui website/situs Direktori Kristiani. Dulu saya dan beberapa teman IT sempat berdiskusi untuk membuat Website/situs Kristiani terutama untuk kalangan anak muda berisi berbagai artikel kekristenan seperti Doktrin/pengajaran, Humor, Berita kegiatan gereja, dll. Namun sayang tidak terealisasikan karena kesibukan masing-masing. Akhirnya saya berpikir, cara yg paling sederhana dan yg bisa saya lakukan yaitu membuat blog dan website sederhana.

Cara lain untuk memberitakan Firman Tuhan tentu banyak, bisa lewat PI secara langsung door to door seperti yg dilakukan Bidat Mormon di USA, atau Bidat Saksi Yehuwa. Dua bidat ini sangat militan dan terorganisasi dalam PI Door to Door. Sebagai orang Kristen saya merasa malu dan tentu salut dengan mereka.

Cara lain lewat media massa seperti buletin, tabloid/koran/majalah rohani, kaset khotbah, cd/vcd/dvd khotbah, diskusi dan atau debat, dll. Contohnya Buletin Pedang Roh dari GBIA Graphe yg dibagikan Cuma-Cuma ke 4000 orang/gereja yang mau, Koran Reformata, Gloria, Keluarga, Tmore, Majalah Gfresh, Getlife, BAHANA, Gaharu, majalahnya Pdt.DR. HC Erastus Sabdono, dll. Ini termasuk pelayanan media dalam skala besar dan butuh dukungan dana, entah itu dijalankan secara gratis maupun bayar.

Ketika menulis artikel entah untuk buku atau artikel blog, banyaklah bantuan yg saya dapatkan terutama dari dunia internet yang sangat kaya dalam informasi. Meski saya akui masih banyak orang Kristen dan gereja Kristen menggarap website/situs dan blog dengan asal-asalan bahkan jarang update dan akhirnya mati, juga jarang dikunjungi karena kurang publikasi. Sangat disayangkan. Namun masih banyak juga yang menggarap dengan profesional atau cukup baik, karena mempunyai Tim IT dalam gereja atau perorangan.

Mau contoh, misalnya situs www.terangdunia.com, www.glorianet.org, juga www.yabina.org, mereka mempunyai Tim IT, dan lumayan diupdate berkala, ada yg harian, mingguan, bulanan. Situs yg baik dan banyak dikunjungi tentunya yg lebih sering diupdate berkala, berbobot dalam artikel dan berita, dll.

Beberapa teman IC dan teman2 milis, sudah lumayan banyak masuk ke situs Direktori Kristen ini. Saat ini sudah sekitar 6rb Hit Counter. Saya sudah mengumpulkan berbagai alamat situs kristen sejak tahun 2001 dan sebenarnya sudah sejak tahuan 2003 mungkin sudah saya muat di Web, cuma saya publikasikan hanya kepada teman2 dekat. Tahun 2005 adalah tahun yg saya cantumkan di web ini. Dulu alamat web ini begitu panjang www.geocities.com/dd123id/BARU.html saya persingkat menjadi www.webkristiani.co.cc.

Harapan, Motivasi saya awalnya hanya hobi semata, karena perkenalan saya dg dunia internet baru dimulai pada tahun 2001. Saya mengumpulkan satu per satu, bagaikan mengumpulkan butiran pasir di tepi pantai. Mengapa saya tertarik? Salah satunya karena saya suka belajar dari berbagai website kristen yg ada, juga suka mencari dan mengetahui info2 tt seputar dunia kekristenan.

Dalam web ini, maybe sudah 3rb alamat situs yg berhasil saya kumpulkan. Semuanya saya bagi dalam beberapa kategori, diantaranya

Situs Gereja2&Lembaga Gerejawi (Gereja2 di Indonesia, Situs Paroki/gereja Katolik, Situs Gereja Indonesia di Luar Negeri dan Gereja Luar Negeri yg ada di Singapore, USA, Australia, Singapore, Eropa, dll, Situs Grace Bible Church, Situs Gereja Baptis Luar Negeri, Situs Catholic Churches, Situs Reformed Church, Situs CHURCH of CHRIST CHURCHES / COC,Situs EVANGELICAL-LUTHERAN-PRESBYTERIAN CHURCHES, Situs PENTECOSTAL CHURCH , Situs ANGLICAN-ORTHODOX-EPISCOPAL-METHODIST CHURCHES, DENOMINASI LAIN-LAIN, INTERDENOMINATIONAL CHURCHES , DAFTAR WEBSITE GEREJA sumber lain),

Situs Katolik,

SITUS PELAYANAN ANAK,

SITUS PELAYANAN WANITA,

SITUS KELUARGA,

SITUS BIRO JODOH MUDA MUDI,

SITUS TEOLOGI & BIDAT,

SITUS ARTIS & TOKOH KRISTEN ,

SITUS LEMBAGA & YAYASAN,

Situs MISI & LEMBAGA MISI,

SITUS ALKITAB & PA, APOLOGETIKA, KHOTBAH,

SITUS DOA,

SITUS CHRISTIAN DRAMA,

SITUS PENERBIT BUKU,TOKO BUKU, FILM, DVD/CD/KASET,

SITUS MUSIK ,

SITUS PELAYANAN,

SITUS MINISTRY INTERNASIONAL,

SITUS MEDIA ELEKTRONIK TV,RADIO ,

Situs BERITA,MAJALAH,JURNAL,RENUNGAN HARIAN, KORAN,

SITUS NUBUATAN & AKHIR ZAMAN,

SITUS EURO 666 ,

Situs UNIVERSITAS-SEKOLAH KRISTEN-STT di NKRI & LN,

Situs SD/SMP/SMU KRISTEN/KATOLIK ,

Situs PENDIDIKAN UMUM ,

SITUS MILIST alias Mailinglist (anda bisa join dalam beberapa milist ini)

SITUS KESAKSIAN,

SITUS FUNDAMENTAL,

BLOG TEMAN2,

Situs PERSEKUTUAN MAHASISWA & PEMUDA,

SITUS KARTU UCAPAN,

SITUS NATAL,

SITUS PASKAH,

SITUS KEPEMIMPINAN/LEADERSHIP,

SITUS GAMBAR KRISTEN,

SITUS PENYEDIA JASA DOMAIN HOSTING & BLOG ,

SITUS TOUR&TEMPAT RETREAT KRISTEN DI LUAR NEGERI dan

SITUS REVIVAL & KEBANGUNAN ROHANI

Sekitar 3000 situs/website/blog sudah dikelompokkan dalam 38 Kategori di atas. Beberapa situs mungkin belum tepat dalam pengkategorian, namun sebagian besar sudah tepat. Kiranya teman-teman bisa menyebarkan info ini ke semua orang Kristen yg membutuhkan dan para hamba Tuhan yang saya yakin akan sangat berguna dalam mencari berbagai informasi seputar masalah Hidup dan Kehidupan, Pembelajaran Alkitab, Keluarga, Gereja, Sekolah&STT, musik, gambar, video, dll

Apa yang baru diupdate dalam situs webkristiani.co.cc ini? Cukup banyak tambahan situs yg saya temukan baik dari buku, e-book, google, atau juga informasi teman-teman yg mengirim email ke saya memberitahukan adanya situs baru yg mereka buat,dll mulai dari Situs mengenai Gereja-Gereja Baptis di Luar Negeri, beberapa situs tambahan Situs Fundamental yg penting buat belajar Alkitab, situs Seminary Luar Negeri, dll.

Kira-kira 85% dari semua situs ini berbahasa Inggris, dan 14,5 % berbahasa Indonesia serta 0,5% tersedia dalam bhs Jerman, Belanda, Mandarin, Ibrani, dll. Ada kuis nech? Berapa jumlah semua situs dalam webkristiani,co.cc, situs mana saja yg sudah mati? Hahahaha, kalo ada yg bisa jawab dg tepat hebatJ soalnya saya sendiri belum pernah menghitung dg pasti. Jangan-jangan kurang dari 3rb atau malah lebih ya?:) Who Body Knows?

Harapan saya selain berguna bagi semua yg browsing, mereka tentunya dapat berpartisipasi dalam mengembangkan Update website/situs, dg cara memberitahukan kepada saya via email yg tertera di bawah web, mana situs yg sudah mati, ganti nama, situs baru, dll sesuai kategori yg sudah ada.

Pada bagian atas saya cantumkan Hit Counter. Pada Bagian Bawah saya cantumkan posisi Teologi saya sebagai seorang kristen, sehingga orang-orang Kristen bisa mengetahui posisi teologi saya. Harapan saya, mereka bisa setuju dg saya dalam posisi teologi tersebut, sejauh saya menggali Alkitab dan belajar Alkitab, sehingga teman-teman bisa menghemat waktu, dan dg cepat tahu mana yg Benar. Dalam posisi Teologi, saya suka sampai pada hal yg kecil dan mendetail, sehingga bisa membedakan ajaran gereja yg satu dg yg lain. Seperti pernah saya katakan, semakin umum pengakuan Iman/posisi teologi gereja anda/anda sendiri, sangat mungkin, semua orang bahkan bidat sekalipun bisa masuk kategori yg sama dg anda/gereja anda. Semakin khusus dan mendetail Pengakuan iman/posisi teologi anda, akan semakin terlihat perbedaan anda dg gereja/orang lain.

Banyaklah uang yg sudah saya habiskan dengan berjam2 di Warnet, sambil mengumpulkan satu per satu situs demi situs. Dulu saya pikir, “Dede, Dede lu emang kurang kerjaan banget.” Namun saya yakin dihadapan Tuhan, pelayanan kecil ini bermanfaat bagi sesama. Contohnya, ada teman yg kesulitan dalam mencari tema tertentu dari situs kristen. Mereka pernah bertanya lewat sodara saya, maupun langsung kepada saya. Lalu saya tinggal menunjukkan alamat website ini yg baru saya pakai domain ini kira-kita akhir 2008, meski Cuma berlaku satu tahun, karena daftar gratis, dan tdk membeli versi domain berbayar.

Puji Tuhan, saat ini sudah ada laptop baru yg diberikan Cuma-Cuma kepada saya dari seorang Opa. Sehingga saya bisa pergi ke area HotSpot/Wi-Fi area. Baru sekitar 4 minggu lalu saya menerima Laptop itu.

Saya berharap sampai Maranatha, situs ini bisa terus eksis. Dengan meyakini, Tuhan YESUS bisa datang kapan saja, PERHAPS TODAY!

Kiranya Tuhan YAHWEH memberkati pelayanan yg kecil ini. GBU all

Visi saya KONSISTEN MENGABARKAN INJIL VIA Blog dan Situs

Misi saya Mewarnai dan Mengubah Dunia melalui Tulisan

Saya juga berharap suatu hari semua alamat website di atas bisa dijadikan dalam sebuah buku saku yg cukup tebal, dan bisa dibawa kemana-mana.

Bersukacitalah di dalam Tuhan, tetaplah berdoa.

Bersukacitalah di dalam Tuhan, *angkat tangan Pujilah Dia,

Bersukacitalah di dalam Tuhan di dalam YESUS Penyelamatku,

Muliakan Tuhan sbab Dialah Raja, kita umat-Nya memuji Dia,

skali lagi bersukacitalah di dalam Tuhan* GBU all

Wednesday, May 20, 2009

Berita Mingguan 16 Mei 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

ORANG-ORANG KRISTEN DIPENJARAKAN DI CINA
Berikut ini disadur dari “18 orang Kristen ditangkap,” Christian Newswire, 4 Mei 2009: “Tanggal 30 April 2009, sekelompok orang Kristen yang berjemaat di rumah-rumah dan para pemimpin grup gereja rumah China Gospel Fellowship (CGF) bertemu untuk mengadakan kebaktian di sebuah rumah di kota Xinye, propinsi Henan, ketika mereka diserbu oleh selusin perwira PSB. Delapan belas orang Kristen dibawa ke Biro Keamanan Umum (PSB/Public Security Bureau) kota Xinye. Mereka masing-masing dipaksa untuk membayar denda 1000 yuan (sekitar $150). Sampai dengan berita ini diturunkan, 16 orang Kristen masih ditahan oleh PSB, termasuk 10 orang pengkhotbah dari propinsi Hubei.”

ORANG YANG MATI SETELAH “DISEMBUHKAN” DI PENCURAHAN LAKELAND
Sebuah penyelidikan oleh majalah World telah menemukan bahwa sedikitnya dua orang dari antara mereka yang “disembuhkan” selama kebaktian penyembuhan Todd Bentley di Lakeland, Florida, ternyata telah meninggal akibat penyakit mereka. Berikut ini adalah cuplikan laporannya: “Christopher Fogle, dari Cedar Rapids, Iowa, senang sekali memancing. Aktivitas itu menjadi selingan bagi karirnya yang serba cepat selama 25 tahun di restoran Perkins. Tetapi ketika Fogle menderita kanker berat, perjalanan-perjalanan memancingnya yang menenangkan, terhenti. Hal itu menjadi pukulan yang berat bagi laki-laki 45 tahun yang aktif tersebut. Tetapi bagi Todd Bentley, pengkhotbah televisi dan seseorang yang mengklaim sebagai “penyembuh,” kanker tersebut adalah suatu kesempatan untuk “menyatakan kemuliaan Allah.” …..Pada puncak apa yang banyak orang sebut kebangkitan rohani, WORLD menanyai Bentley tentang penyembuhan-penyembuhan tersebut, misalnya seperti kasus Fogle, dan meminta daftar orang-orang yang disembuhkan di kebaktian-kebaktiannya. Para pembantunya memberitahu saya bahwa Bentley sedang keluar kota dan daftar orang-orang yang disembuhkan tidak dapat ditemukan. Tetapi, satu minggu kemudian, dan setelah berpuluh-puluh kali meminta, pelayanan itu akhirnya mengirimkan sebuah daftar 13 nama. Fogle adalah nomor 12 di daftar itu, bersama dengan catatan ini: “Disembuhkan melalui Pencurahan dan kini kembali memancing.” Itu adalah tanggal 8 Agustus 2008. Hanya ada satu masalah. Dua minggu sebelumnya, tanggal 22 Juli, Christopher A. Fogle, menurut catatan kematiannya di kota Keokuk (Iowa), “meninggalkan hidup ini….setelah pertarungan yang berani melawan kanker.” Melihat ulang daftar tersebut setelah hampir satu tahun kemudian memperlihatkan bahwa Fogle bukanlah satu-satunya orang yang “disembuhkan” tetapi telah mati. Ketika saya menelpon Phyllis Mills, dari Trinity, N.C., pada tanggal 22 April, untuk mendengarkan kesaksian penyembuhannya, seorang anggota keluarganya yang sopan menjawab, “Phyllis meninggal beberapa hari yang lalu. Bahkan saat ini juga kami sedang akan menuju penguburannya.” Mills, 66 tahun saat meninggal, menderita kanker paru-paru dan sedang menjalani terapi yang agresif ketika dia, menurut daftar tersebut, “disembuhkan di kebangkitan rohani.” Mills “sedang menjalani radiasi, tetapi dikirim pulang” menurut catatan di daftarnya Bentley, “tanpa jejak kanker di tubuhnya” (”Heal or Heel,” World, 23 Mei 2009). Kebangkitan rohani Bentley berakhir dengan skandal bulan Agustus 2008 setelah Bentley mengumumkan bahwa dia berpisah dengan istrinya. Bulan November 2008, Fresh Fire ministry menyatakan bahwa Bentley bersalah atas perzinahan dengan seorang “mantan staf,” dan pada tanggal 9 Maret 2009, Rick Joyner mengumumkan bahwa Bentley telah menikah dengan staf yang sama. Sobat, Allah memberikan kita petunjuk yang jelas dalam Kitab Suci mengenai penyembuhan, dan Yakobus 5 sama sekali tidak menggambarkan sebuah “kebaktian penyembuhan” yang kacau. Kita percaya ada penyembuhan ilahi hari ini melalui doa, tetapi kita tidak percaya akan para tukang show Pantekosta yang berpura-pura memiliki karunia penyembuhan yang sebenarnya hanya dimiliki Rasul (2 Korintus 12:12).

GURU DI INGGRIS DINON-AKTIFKAN SETELAH MENOLAK SESI CUCI OTAK HOMOSEKSUAL
Berikut ini disadur dari “Teacher Bucks Homosexual Training,” OneNewsNow, 6 Mei 2009: “Seorang guru Kristen di Inggris telah dinon-aktifkan setelah dia komplain tentang pemakaian jam kelas untuk mempromosikan homoseksualitas sebagai gaya hidup yang dapat diterima. Kwabena Peat adalah satu dari antara beberapa orang guru yang melakukan walk out pada hari training dan indoktrinasi yang diwajibkan oleh sekolah, dan ia melakukan itu karena kepercayaan Kristennya. LifeSiteNews.com melaporkan bahwa Peat menulis sebuah surat kepada tiga orang anggota staf yang mengorganisir sesi tersebut di Park View Academy. Dalam surat itu, ia menyatakan ketidaksetujuannya dengan pembicara dan pendiri dari program pro-homoseksual, Schools Out, Sue Sanders, yang menyatakan dalam presentasinya yang agresif bahwa orang-orang yang percaya homoseksualitas adalah abnormal perlu membereskan “hal-hal” dalam hidup mereka. Setelah surat tersebut, Peat dinon-aktifkan, dengan gaji tetap jalan, hingga sekolah nanti menentukan nasibnya sebagai seorang pegawai. Matt Barber, direktur masalah budaya di Liberty Counsel, menyatakan bahwa insiden itu adalah contoh perwakilan gerakan aktivis homoseksual. `Mereka bukan hanya ingin dibiarkan hidup, sebagaimana dinyatakan oleh salah satu pemimpin masyarakat homoseksual yang paling berpengaruh baru-baru ini,’ katanya. `Yang mereka tuju sebenarnya adalah untuk mendiamkan semua perlawanan terhadap gaya hidup homoseksual – bahkan jika hal itu didasarkan pada kepercayaan agama yang mendalam – dan mereka rela melakukan apa saja untuk hal itu.’”

ROMA MENARUH MARIA DI TABUT PERJANJIAN
Sebuah monstrance (monstrance adalah semacam alat yang dipakai oleh Gereja Roma Katolik untuk menampilkan hosti ekaristi mereka saat acara-acara khusus, seperti Eucharistic adoration atau Benediction of the Sacred Sacrament. Dalam acara khusus ini, wafer “suci” yang menurut mereka adalah tubuh dan darah Yesus yang sebenarnya, ditaruh pada alat yang disebut monstrance itu, lalu monstrance diangkat untuk disembah oleh umat. Inilah yang disebut “Eucharistic Adoration”) yang dibuat untuk Gereja St. Stanislaus Kostka di Chicago menggambarkan Maria berada di atas Tabut Perjanjian. Tangan Maria terbuka dan dua malaikat sedang berlutut di hadapannya. Monstrance tersebut, yang diberi nama “Our Lady of the Shrine, Ark of Mercy,” didedikasikan tanggal 31 Mei 2008 (Catholic News Service, 10 Juni 2008). Ini adalah murni penghujatan. Tabut Perjanjian dulu terletak dalam ruang Mahakudus dalam Bait Perjanjian Lama, di mana hadirat Allah berada (Keluaran 25:22). Malaikat tidak menyembah makhluk ciptaan (Kis. 14:11-15; Wah. 19:10). Monstrance ini menyatakan dogma Roma bahwa Maria adalah co-redemptress (sesama penyelamat) dengan Kristus, dan bahwa dia berdoa bagi orang dari surga dan membantu keselamatan mereka. Berikut ini adalah kutipan-kutipan Konsili Vatikan Kedua: “Seperti yang dikatakan oleh St. Irenaeus, dia (Maria) karena ketaatannya, menjadi penyebab keselamatan bagi dirinya sendiri dan seluruh umat manusia. Jadi tidak sedikit Bapa-bapa awal yang dengan senang menegaskan seperti dia (Irenaeus) dalam khotbah mereka…. `kematian melalui Hawa, KEHIDUPAN MELALUI MARIA.’ Persatuan antara IBU DENGAN ANAK DALAM KARYA KESELAMATAN ini dinyatakan mulai dari pembuahan perawan Kristus hingga kematianNya” (Dogmatic Constitution on the Church, pasal 8, II, 56, hal. 380-381). “Ketika diangkat ke Surga, dia (Maria) tidak meninggalkan jabatannya penyelamatannya, tetapi DENGAN DOANYA YANG BERLIPAT GANDA TERUS MENERUS MEMBERIKAN KITA KARUNIA KESELAMATAN KEKAL…..Demikianlah sang Perawan yang diberkati disebut dengan gelar ADVOCATE, HELPER, BENEFACTRESS, dan MEDIATRIX” (Dogmatic Constitution on the Church, pasal 8, II, 62, hal. 382-383).

Skandal-Skandal Pantekosta

SKANDAL-SKANDAL YANG BELAKANGAN INI TERJADI DALAM PANTEKOSTA
Oleh David Cloud
Diterjemahkan oleh Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary

Sejak mulainya, gerakan Pantekosta telah penuh dengan skandal, sebagaimana telah kami dokumentasikan dalam buku kami, setebal 317 halaman dengan ilustrasi, The Pentecostal-Charismatic Movements. Jika gerakan ini sungguh memiliki kepenuhan urapan dan kuasa Roh Kudus sebagaimana mereka klaim, kita tentunya tidak akan menyaksikan pertunjukan kedagingan yang sedemikian rupa, namun pada kenyataannya, skandal moral dan skandal-skandal lainnya telah terus menerus melanda gerakan ini. Berikut adalah contoh-contoh yang menonjol:

Pada tahun 1977, ORAL ROBERTS mengklaim bahwa Allah menampakkan diri padanya dan menginstruksikannya untuk membangun sebuah pusat medis yang disebut CITY OF FAITH. Pada tahun 1980, ia mengklaim bahwa ia berbicara “muka dengan muka” dengan Yesus yang tingginya 300 meter, yang memberitahu dia bahwa Dia akan menyelesaikan masalah-masalah finansial City of Faith. Tujuh tahun kemudian, Roberts mengatakan bahwa Allah menampakkan diri lagi kepadanya dan memberitahunya bahwa ia akan mati jika ia tidak mengumpulkan dana $8 juta dalam waktu 12 bulan. Ternyata penglihatan-penglihatan yang mengagetkan dan himbauan-himbauan yang tiada henti tidak dapat menyelamatkan City of Faith. Pada tahun 1989, Roberts menutup fasilitas tersebut untuk membayar hutang-hutang! Namun dunia Pantekosta secara umum tidak mencela Roberts sebagai seorang nabi palsu dan penipu. Ribuan orang terus berdatangan ke ORU (Oral Roberts University) dari gereja-gereja Pantekosta di seluruh Amerika, dan jutaan dolar terus mengalir ke pelayanan Roberts dari para pendukung yang polos.


Pada tahun 1989, JIM BAKKER, pemimpin PTL, sebuah program televisi Pantekosta yang sangat berpengaruh, masuk penjara karena menipu uang pendukungnya sejumlah $158 juta. Dia dibebaskan secara bersyarat pada tahun 1994 setelah menjalani 5 tahun dari vonis 45 tahun. Persidangannya membongkar gaya hidupnya yang mewah, termasuk enam rumah mewah miliknya dan bahkan rumah anjing yang diberi AC. Jaksa penuntut mendakwa Bakker telah menggunakan untuk kepentingannya sendiri, $3,7 juta uang yang telah diberikan kepada “pelayanannya.” Bakker juga berzinah dengan sekretaris gereja, Jessica Hahn, dan membayar lebih dari $250.000 untuk menutupi masalah itu. Istri Bakker, yang juga adalah mantan co-host klub PTL, Tammy Faye, menceraikan dia waktu dia berada di penjara, dan menikah lagi dengan Roe Messner, seorang teman lama keluarga, yang perusahaannya membantu mendirikan kompleks resor Heritage USA milik PTL. Hari ini, Tammy Faye memiliki pelayanan yang “tidak menghakimi” bagi para homoseksual. Dia muncul dalam parade-parade gay di seluruh negeri, termasuk suatu ketika di Washington D.C., saat ada kontes meniru Tammy Faye. Saat itu dia “dikelilingi oleh lelaki yang berdandan perempuan dengan make-up….” (Charisma News, November 2002). Pada bulan Januari 2000, Bakker memberitahu Larry King, “Setiap orang yang mati dalam Holocaust (penganiayaan Jerman terhadap Yahudi di Perang Dunia 2) sedang berada di surga.” Bakker mempertahankan doktrin sesat ini dalam sebuah surat kepada editor majalah Charisma bulan Juni tahun yang sama.

Satu tahun setelah skandal PTL menjadi berita utama di seluruh dunia, JIMMY SWAGGART, salah seorang pemimpin pengkhotbah Pantekosta di zaman modern ini, menciptakan skandalnya sendiri ketika dia tertangkap sedang bersama seorang pelacur. Ada waktu itu Swaggart memiliki jemaat 6000 orang di Baton Rouge, Louisiana, sebuah markas seluas 270 acre, sebuah Sekolah Alkitab, sebuah pelayanan televisi dengan pengaruh yang besar dan yang menjangkau banyak daerah di seluruh dunia (ditayangkan di 9700 stasiun dan jaringan), dan pemasukan untuk pelayanannya mencapai $142 juta setahun. Swaggart adalah sepupunya Jerry Lee Lewis dan kedua orang ini sungguh mahir menghantam piano, tetapi Jerry Lee mengejar karir dalam sebagai seorang musisirock and roll yang flamboyan sedangkan Jimmy mengejar karir sebagai penginjil yang flamboyan. Laporan dari sebuah crusade (KKR) Swaggart di Calgary, Alberta, menggambarkan tentang “volume musik gospel yang sudah seperti acid-rock” dan “pertunjukan yang bagus” di mana Swaggart “menghantam grand piano itu, sambil berkeringat dan bergaya seperti Elvis Presley” dan “mempengaruhi penonton seperti Frank Sinatra” (The Courier News, Elgin, Ill., 20 Mei 1991, hal. 5A). [Setelah kasus pelacur itu] Swaggart menolak untuk tidak naik mimbar selama setahun, sebagaimana ditetapkan oleh Sidang Jemaat Allah di Louisiana sebagai disiplin terhadap dirinya, jadi dia dikeluarkan tetapi dia tetap terus berkhotbah. Ia kehilangan tiga perempat penonton televisinya dan murid-murid sekolah Alkitabnya, dan juga sebagian besar jemaatnya; secara finansial dia ambruk. Tetapi skandal Jimmy Swaggart belum berakhir walaupun dia mengklaim bahwa dia telah bertanya kepada Allah, “Tuhan, apakah Engkau masih mau saya mengemban tugas ini?” Allah ceritanya menjawab dengan tegas, “Yaaaa! Kamu hari ini jauh lebih baik daripada sebelumnya” (”Swaggart Back in Pulpit with Tales of Nightmares and Revelation,” Religious News Service, 23 Mei 1988; dicetak ulang in Christian News, 3 Juni 1988, hal. 5). Dalam sebuah tayangan televisi pada bulan Mei 1988, Swaggart berani sekali menyombongkan diri: “Anda sedang menonton pengkhotbah yang bersih!” dan “Saya tidak berbohong!” (Don Matzat, “The Same Ol’ Jimmy,” Christian News, 16 Mei 1988). Mungkin hal ini karena Swaggart mencari konseling dari Oral Roberts dan Roberts katanya menyaksikan setan-setan berkuku panjang mencakar-cakar daging Swaggart, dan ia mengusir mereka (Huntsville Times, Huntsville, Alabama, AP report, 31 Maret 1988, dilaporkan dari Calvary Contender, 15 April 1988). Segampang itu. Pengusiran setan itu sepertinya tidak berhasil. Pada tahun 1991 Swaggart sekali lagi masuk masalah ketika polisi di Indio, California, menghentikan kendaraannya karena pelanggaran lalu lintas, dan menemukan bahwa wanita yang bersama dengan dia adalah seorang pelacur. Walaupun semua ini telah terjadi, Swaggart masih terus maju, walaupun pengikutnya tidak lagi banyak. Dalam program televisinya tanggal 12 Sept. 2004, dia berkata, “Saya belum pernah melihat seorang laki-laki pun yang saya ingin nikahi. Dan saya katakan sekarang dengan jelas dan terbuka; jika ada orang yang memandangi saya dengan cara seperti itu, saya akan membunuhnya dan saya akan bilang pada Tuhan bahwa dia sudah mati.”

Sampai dengan tahun 1980an, PETER POPOFF, seorang penginjil Pantekosta, memiliki pelayanan di 51 saluran televisi dan 40 saluran radio di banyak kota, dan pemasukan tahunan tujuh juta dolar. Ia juga mengadakan KKR penyembuhan di banyak kota, dan dalam acara-acara tersebut dia akan mempraktekkan “kata-kata pengetahuan” dengan cara menyebutkan nama, alamat, dan penyakit orang-orang asing yang hadir. Pada tahun 1986, tersiar berita bahwa “wahyu” luar biasa-nya Popoff sebenarnya diberikan padanya oleh istrinya setelah istrinya itu bercakap-cakap dengan orang-orang yang hadir. Dia [istrinya] mengirimkan informasi ini melalui sinyal radio dan Peter dapat mendengar suaranya melalui receiver kecil di telinganya. Sebuah tim skeptis menemukan penipuan ini dan merekam percakapan-percakapan pribadi tersebut dengan sebuah scanning receiver dan peralatan rekam (Los Angeles Times, 11 Mei 1986). Ketika ditanya mengenai hal ini oleh John Dart, seorang penulis rohani dari Los Angeles Times, Popoff menjawab bahwa istrinya hanya menyediakan 50% informasi dan sisanya dia dapatkan dari Tuhan! Popoff akhirnya terpaksa menyatakan bangkrut pada tahun 1987, tetapi pada tahun 1990 dia kembali lagi dengan sebuah buku baru berjudul Dreams, yang dia perkenalkan melalui sebuah iklan satu halaman penuh di majalah Charisma.

ROBERT TILTON, dipilih sebagai salah satu tokoh Pantekosta yang paling populer oleh para pembaca majalah Charisma pada tahun 1983. Dia muncul di halaman depan Charisma bulan Juli 1985, dan dia adalah pendiri dari Word of Faith Satellite Network, pembaca acara Success-N-Life, dan pendiri sekaligus gembala dari Word of Faith World Outreach Center di kota Farmers Branch, Texas. Ia mengajarkan doktrin “word of faith” (kata-kata iman)-nya Kenneth Hagin dan menjanjikan kemakmuran dan kesembuhan bagi mereka yang mendukung pelayanannya dan beriman. Ia menulis, “Kalian adalah…..makhluk jenis Allah” (Tilton, God’s Laws of Success, hal. 170-171). Pada tahun 1990 ia mengatakan: “Menjadi miskin adalah dosa, ketika Allah telah menjanjikan kemakmuran. Rumah baru? Mobil baru? Itu makanan ayam. Itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang Allah ingin lakukan bagimu” (John MacArthur, Charismatic Chaos, hal. 285). Tahun 1991, ketika pelayanannya memiliki pemasukan $80 juta, kerajaan Tilton tergoncang ketika program TV ABC PrimeTime Live, mengekspos gaya hidupnya yang berlebihan dan cara-cara pengumpulan dananya yang abu-abu. Propertinya termasuk sebuah rumah ukuran 11.000 kaki persegi dekat Dallas, sebuah condominium di Florida, sebuah yacht, dan asset-asset lain senilai $90 juta. Tayangan itu melaporkan bahwa pelayanan Tilton membuang ribuan surat permohonan doa yang belum dibaca ke tong sampah, walaupun Tilton mengklaim mendoakan mereka. Ia bahkan mengklaim: “Saya begitu sering berbaring di atas surat-surat permohonan doa itu sehingga kimia-kimia di dalamnya masuk dalam darah saya, dan…..saya mengalami dua stroke kecil di otak saya” (Robert Tilton, Success-N-Life, 22 November 1991). Walaupun Tilton memprotes bahwa dia adalah korban kebohongan dan menuntut ABC atas tuduhan fitnah, kasus itu tidak diterima oleh pengadilan. Karena skandal tersebut, Tilton kehilangan banyak penonton program televisinya dan kebanyakan anggota jemaatnya, tetapi dia masih mengudara dan masih memberitakan injil kemakmuran dan masih mengemis untuk sumbangan dan masih menjanjikan berkat Allah bagi mereka yang memberi.

Pada tahun 1991, kaset-kaset [khotbah] seorang “nabi” dari Kansas City, BOB JONES, ditarik dari katalog produk Vineyard Ministries International, setelah dia mengakui “gagal secara moral” (Lee Grady, “Wimber Plots New Course for Vineyard,” Charisma, Feb. 1993, hal. 64). Jones menggunakan otoritas rohaninya dan “pengurapan kenabiannya” untuk menipu para wanita agar melepaskan baju mereka.

Pengkhotbah Pantekosta, JAMIE BUCKINGHAM (1933-92), adalah penulis dari 40 buku yang terjual 20 juta eksemplar, editor utama dari majalah Ministries Today, seorang kolumnis majalah Charisma, dan gembala dari Tabernacle Church dengan 2000 jemaat di Melbourne, Florida. Buckingham memulai pelayanannya sebagai seorang gembala sidang denominasi Southern Baptist, tetapi setelah “dibaptis roh” di sebuah pertemuan Full Gospel Businessmen’s Fellowship, dia menjadi seorang Pantekosta. “Baptisan roh”nya Buckingham membuat dia menjadi seorang ekumenis radikal yang berseru untuk persatuan antara Katolik, Protestan, Baptis, dan Pantekosta. Dalam sebuah artikel yang berjudul “Bridge Builders” (Charisma, Maret 1992, hal 90), ia mengatakan bahwa tidak ada panggilan yang lebih tinggi dari pada membangun jembatan ekumenis dan ia menyanjung David Duplessis karena telah membangun jembatan antara Pantekosta dengan Roma Katolik, dan juga rabbi Yahudi, Yechiel Eckstein, karena membangun jembatan antara Yahudi dan Kristen. Buckingham mengajarkan bahwa Allah telah menjanjikan kesembuhan melalui penebusan Kristus, dan bahwa ketika dia terdiagnosa kanker pada tahun 1990, banyak tokoh Pantekosta, termasuk Oral Roberts, menubuatkan kesembuhannya Buckingham mengatakan bahwa Allah secara pribadi memberitahu dia bahwa dia akan hidup sampai dengan “minimal usia 100 tahun dalam kondisi sehat dan pikiran yang jernih.” Majalah Charisma edisi April 1991, mengupas kesaksian ini dalam artikel “My Summer of Miracles.” Perhatikan kutipan berikut dari artikel tersebut:

“Suatu hari istri saya…..tiba-tiba berbicara dengan keras [dan] berkata, `Penyembuhanmu telah dibeli pada salib.’ ….. Ini yang saya temukan. ANDA MENDAPATKAN APA YANG ANDA KATAKAN. Jika anda mau merubah sesuatu, anda harus cukup mempercayainya hingga mau mengatakannya…..Jika anda bicara tentang kemiskinan, kamu akan mendapatkannya. Jika kamu katakan bahwa kamu sakit, kamu akan (dan tetap) sakit…..apapun juga yang dokter katakan, saya menolak untuk mengatakan “Kanker saya.” Karena bukan milik saya. Dia milik Iblis. Saya tidak punya kanker. Saya punya Yesus. Kanker sedang mencoba memiliki saya, tetapi FIRMAN ALLAH MENGATAKAN BAHWA SAYA DISEMBUHKAN MELALUI APA YANG YESUS LAKUKAN DI KALVARI……Saya memasukkan sebuah rekaman video ke mesin video saya dan berbaring di sofa……Rekaman itu adalah khotbahnya Oral Roberts…..Saya langsung bangkit dari sofa dan berseru, `SAYA SUDAH SEMBUH!’ Istri saya melompat dari kursinya dan berseru, `Haleluya!’ Dan 30 menit berikutnya, kami hanya berjalan sekeliling rumah sambil menyerukan syukur kepada Allah dan menyatakan penyembuhan saya” (Jamie Buckingham, “My Summer of Miracles,” Charisma, April 1991).

Sepuluh bulan setelah terbitnya artikel tersebut, pada 17 Februari 1992, Jamie Buckingham mati oleh kanker sekitar 40 tahun lebih cepat dari ulang tahun ke-100nya. Bukan saja Jamie Buckingham memimpin orang lain menjadi sesat dengan pengajaran palsunya, tapi dia juga menipu dirinya sendiri.

Gereja Cathedral di Chapel Hill dekat Atlanta, Georgia, yang didirikan oleh EARL PAULK, telah banyak didera oleh skandal moral dan pengajaran palsu yang radikal. Pada puncak kekuasaannya, Paulk sangatlah berpengaruh. Dia menulis banyak buku, memiliki pelayanan televisi yang besar, pendiri dari International Charismatic Bible Ministries, dan juga adalah seorang “nabi” di organisasi Christian International Charismatic Bible Ministries milik Bill Hamon. Paulk menggabungkan doktrin Word-Faith dengan theologi Rekonstruksionisme atau theologi Dominion dan mempromosikannya secara gencar di kalangan Pantekosta. Mengenai doktrin Word-Faith, Paulk menggemakan pengajaran Kenneth Hagin, Kenneth Copeland dan yang lainnya ketika menulis: “Sama seperti anjing memiliki anak-anak anjing kecil dan kucing memiliki anak-anak kucing kecil, maka Allah memiliki illah-illah kecil. Sebelum kita menyadari bahwa kita adalah allah, dan sebelum kita mulai berlaku seperti allah, kita tidak bisa menampakkan kerajaan Allah” (Paulk, Satan Unmasked, hal. 96, 97). Paulk menggabungkan theologi Kingdom Now Word-Faith (bahwa orang-orang Kristen adalah allah-allah kecil dengan otoritas Kristus di bumi) dengan doktrin dominion (kekuasaan) bahwa gereja-gereja akan bergabung untuk mengambil alih dunia dari Setan dan memerintah atas dunia hingga Kristus kembali. Dia mengajarkan hal ini dalam buku-buku seperti Satan Unmasked (1984), Held in Heavens Until (1985), dan Ultimate Kingdon (1986). Paulk menulis dalam bukunya The Wounded Body of Christ, “Kita tidak perlu bertanya-tanya apakah Ia [Yesus] akan kembali; Ia TIDAK BISA. Kristus hanya bisa kembali ketika umat Allah telah mencapai kesatuan di mana Roh dan Mempelai berkata, `Mari datang’” (hal. 73). Hingga tahun 1992, Gereja Chapel Hill Harvester telah memiliki 12.000 anggota dan adalah salah satu gereja termakmur di Amerika, tetapi pada tahun itu DON PAULK, yang mengambil alih sebagai gembala sidang utama dari saudaranya Earl, mengaku telah menjalin hubungan yang “tidak pantas” dengan seorang staf wanita. Ia mengundurkan diri tetapi segera dilantik kembali oleh dewan gereja. Berbagai tuduhan dilayangkan oleh sekelompok wanita tentang hubungan seks dengan Paulk bersaudara, dan pada tahun 2001 seorang anggota gereja wanita lainnya menuntut di pengadilan bahwa Paulk melecehkan dia secara seksual waktu dia masih kecil dan juga pada tahun-tahun remajanya, tetapi tuduhan-tuduhan itu disangkali dan bagaikan disapu hilang. Pada bulan Agustus 2005, anggota gereja yang sudah lama dan juga seorang solois, Mona Brewer dan suaminya Bobby, yang adalah pendukung besar finansial gereja, mengajukan tuntutan terhadap Earl Paulk, dan mengatakan bahwa dia dimanipulasi untuk menjadi kekasihnya selama 14 tahun. Brewer mengatakan bahwa para anggota jemaat dikondisikan untuk taat tanpa syarat kepada sang gembala, yang menyebut dirinya “Uskup Agung Paulk,” dan dia [Paulk] mengajarkannya [Brewer] bahwa mereka yang memiliki kerohanian tinggi dapat menjalin hubungan seksual dan itu bukanlah zinah. Dia menyebutnya “hubungan kerajaan.” Brewer mengatakan bahwa Paulk bahkan membuat dia melayani anggota keluarga Paulk yang lain dan juga pengkhotbah-pengkhotbah tamu Kharismatik. Kasus ini difiturkan dalam program Paula Zahn Now di CNN, tanggal 19 Jan. 2006, tetapi sampai dengan Maret 2006, program televisi Paulk masih disiarkan di Trinity Broadcasting Network.

Pada tahun 2000, CLARENCE MCCLENDON, gembala sidang Pentecostal Church of the Harvest International di Los Angeles, dan juga seorang “uskup” terkenal di International Communion of Charismatic Churches, menceraikan istrinya, dan beberapa minggu kemudian menikahi wanita lain. Istri pertamanya, yang menuduhnya telah menjadi ayah seorang anak di luar nikah, membawa tiga orang anak mereka dan pindah ke Hawaii, tetapi Clarence meneruskan segala sesuatu seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan dia mendapatkan segala dukungan yang dia perlukan. Majalah Charisma mengobservasi bahwa “dalam hanya beberapa bulan, anggota-anggota jemaatnya yang baru sudah berdansa-dansa di lorong-lorong fasilitas gedung baru mereka, dan pengkhotbah muda yang berbakat ini telah kembali di sirkuit konferensi, tanpa ditanya-tanya…..McClendon sangat suka masuk televisi Kristen, dan dia sering berbagi mimbar dengan pemimpin-pemimpin top dalam gerakan kita” (Lee Grady, “Sin in the Camp,” Charisma, Feb. 2002).

Pada tahun 2002, ROBERTS LIARDON, gembala sidang dari Embassy Christian Center di Irvine, California dan juga seorang penulis Pantekosta yang berpengaruh, mengakui bahwa dia terlibat dalam “hubungan homoseksual” (Charisma News, 31 Jan. 2002), walaupun dia sudah kembali lagi ke pelayanan dalam hitungan minggu sejak pengakuannya.

Pada tanggal 12 September 2004, Los Angeles Times melaporkan bahwa PAUL CROUCH dari TRINITY BROADCASTING NETWORK, pada tahun 1998 membayar $425.000 kepada Enoch Lonnie Ford, seorang pegawai di TBN, agar tidak membuat publik tuduhan-tuduhannya bahwa mereka melakukan hubungan homoseksual. Setelah Ford mengancam akan menuntut, barulah Crouch membayar hampir setengah juta dolar untuk mendiamkan masalah ini. TBN juga membayar hutang ribuan dolar kepada Ford. Crouch menyangkali tuduhan-tuduhan ini dan mencoba untuk menghitamkan karakter para penuduhnya, yang memang tidak sulit untuk dilakukan. Ford adalah seseorang yang sudah pernah dihukum karena pelanggaran seks dan obat-obatan, tetapi sangat aneh bahwa Crouch mau saja membayar jumlah yang besar itu jika tuduhan-tuduhan orang tersebut tidak benar. Ford menuliskan kesaksiannya tentang masalah ini, tetapi disegel oleh pengadilan setelah Crouch menuntut agar masalah ini dihapuskan.

Pada Oktober 2004, PAUL CAIN, nabi Pantekosta yang paling menonjol, terekspos sebagai seorang homoseksual dan seorang pecandu alkohol oleh Rick Joyner, Mike Bickle, dan Jack Deere, yang mengatakan bahwa Cain menolak untuk didisiplinkan (”Paul Cain, “Latter Rain Prophet of Renown Is Now Discredited,” The Plumbline, Desember 2004). Pada akhirnya, Cain mengakui dosanya dan berkata, “Saya telah bergumul dalam dua hal, homoseksualitas dan alkoholisme, untuk jangka waktu yang panjang. Saya meminta maaf telah menyangkali hal-hal kebenaran ini, dan bukannya mengakui mereka dengan terus terang” (”A Letter of Confession,” Februari 2005, http://web.archive.org/web/20050225053035/http://www.paulcain.org/news.html).

Pada November 2006, TED HAGGARD mengundurkan diri dari posisi gembala sidang senior dari Gereja New-Life di Colorado Spring yang beranggotakan 14.000 orang, dan juga dari posisi pimpinan National Association of Evangelicals karena terbongkarnya tindakan-tindakan dia terhadap seorang pelacur homoseksual bernama Mike Jones. Walaupun Haggard awalnya menyangkali tuduhan ini, ia pada akhirnya mengakui `sisi gelap’nya.” Sebuah surat dari Haggard dibacakan di Gereja New Life pada tanggal 5 November, dan di situ gembala sidang dan pendiri jemaat itu mengakui bahwa dia “bersalah akan dosa immoralitas seksual” dan adalah “seorang penipu dan pembohong.” Ia mengatakan, “Ada bagian dalam hidup saya yang begitu menjijikkan dan gelap dan saya telah berperang melawannya sepanjang hidup dewasa saya.” Haggard adalah seorang Kharismatik, seorang Injili, dan seorang ekumenis radikal. Pada Oktober 2005, Haggard mengatakan, “New Life tidak mencoba untuk menobatkan Katolik” dan “gereja ini tidak akan menghalangi anggotanya untuk menjadi Katolik atau untuk ikut misa Katolik” (Berean Call, Jan. 2006). Pada bulan Januari 2009, Brady Boyd, yang menggantikan Haggard sebagai gembala sidang senior di Gereja New Life, mengungkapkan bahwa Haggard juga terlibat dalam hubungan homoseksual dengan seorang anggota jemaat itu, dan “berlangsung untuk jangka waktu yang lama” (”Disgraced Pastor Faces More Gay Sex Allegations,” AP, 24 Jan. 2009).

Tahun 2007, tuntutan pengadilan terhadap Oral Roberts, mengenai pemecatan yang tidak benar, diajukan oleh beberapa mantan dosen [di Oral Roberts University], yang mengklaim bahwa anak sang pendiri, yaitu RICHARD ROBERTS, dan istrinya LINDSAY menyalahgunakan dana sekolah dan terlibat penyalahgunaan lainnya. Menurut tuntutan tersebut, mereka menghabiskan ratusan ribu dolar untuk membiayai gaya hidup mereka yang mewah, termasuk untuk sebuah kandang kuda untuk anak-anak putri mereka, sebuah perjalanan senilai $29.400 ke Orlando dan kepulauan Bahama naik pesawat jet milik universitas untuk seorang putri mereka beserta teman-temannya, dan juga belanja $39.000 di sebuah toko pakaian untuk Lindsay (”Healing ORU,” Christianity Today, September 2008). Tuntutan tersebut menyatakan bahwa rumahnya Roberts telah diremodel sebanyak 11 kali dalam 14 tahun terakhir, bahwa Lindsay sering melewatkan malam hari di rumah tamu ORU (Oral Roberts University) dengan seorang laki-laki 16 tahun, dan bahwa dia sering mendapat tagihan telpon lebih dari $800 per bulan, dengan “ratusan pesan teks yang dikirim antara jam 1 pagi hingga jam 3 pagi, kepada lelaki-lelaki bawah umur yang telah diberikan fasilitas telepon dengan pembiayaan universitas” (”Oral Roberts University Faces the Blue Screen of Death,” http://shakespearessister.blogspot.com/2007/10/oral-roberts-university-faces-blue.html). Para mantan dosen tersebut dipecat karena mencoba untuk mengekspos “kegagalan-kegagalan moral dari pimpinan dan juga kejanggalan-kejanggalan finansial.” Pada tanggal 13 November 2007, dewan dosen ORU mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap Richard, dan dia mengundurkan diri dari posisi Presiden pada tanggal 23 November 2007. Lindsay adalah istri keduanya. Dia bercerai dengan Patti, istri pertamanya pada tahun 1979.

Pada Agustus 2007, televangelis (pengkhotbah TV) JUANITA BYNUM, menuduh suaminya, THOMAS WEEKS III, gembala dari Gereja Global Destiny di Atlanta, telah mendorong, memukuli, mencekik, dan menginjakkan dia ke tanah di halaman parkir sebuah hotel. Pasangan tersebut akhirnya bercerai (ini adalah pernikahan kedua bagi keduanya), dan pada November 2008, seorang deputi sherif mengantarkan kepada Weeks sebuah surat perintah pengusiran dari tanah gereja karena biaya sewa yang belum dibayar telah membengkak menjadi setengah juta dolar (”Prosperity Gospel on Skid Row,” Christianity Today, 15 Jan. 2009).

Pada tanggal 23 Agustus 2007, RANDY dan PAULA WHITE, keduanya gembala sidang dari WITHOUT WALLS INTERNATIONAL, sebuah gereja raksasa kharismatik dengan basis di Tampa, Florida, mengumumkan bahwa mereka akan bercerai setelah 17 tahun pernikahan. Randy mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab atas perpisahan ini, tetapi pasangan tersebut pada akhirnya mempersalahkan bahwa hidup mereka bergerak ke dua arah yang berbeda (”Interruption during Megapastors’ Divorce Announcement,” Tampa Tribune, 23 Agus. 2007). Ini bukanlah alasan yang Alkitabiah untuk cerai. Kristus hanya memberikan satu alasan yang sah, yaitu adanya perzinahan, namun kedua orang ini mengatakan “perpisahan ini tidak melibatkan pihak ketiga.” Jika mereka berdua bergerak ke arah yang berbeda, maka itu adalah dosa bagi mereka berdua. Allah menyatakan bahwa istri adalah penolong dari suami dan bahwa dia harusnya menjadi pengurus rumah tangga (1 Pet. 3:7). Randy telah menghabiskan berbulan-bulan pulang pergi ke Malibu, California, di mana dia memiliki rumah di tepi pantai. Paula, seorang pengkhotbah dan motivational speaker, membuat banyak perjalanan sebagai pembicara ke San Antonio, di mana dia baru-baru ini membeli sebuah rumah dan adalah “gembala pembimbing” dari Family Praise Center. Dia juga sering melakukan perjalanan ke New York City, di mana dia memiliki sebuah condominium di Trump Tower dan memimpin kebaktian bulanan di New Life by Design Empowerment Center. Ini adalah ketidaktaatan yang nyata terhadap Firman Allah, yang melarang dia untuk menjadi seorang pengkhotbah atau gembala (1 Tim. 2:12). Dan ini bukanlah perceraian pertama bagi kedua pengkhotbah kharismatik ini. Mereka memiliki empat orang anak dari pernikahan mereka masing-masing sebelumnya. Dalam realitanya, mereka sedang berdosa melawan Firman Allah sambil berpura-pura menjalani “masa percobaan” dan menjadikan diri korban dari situasi, dan sungguh menyedihkan, hal ini sangat biasa dalam kalangan kharismatik hari ini. Ketika Paula muncul dalam acaranya Carman di Trinity Broadcasting Network pada tanggal 12 dan 13 September 2007, dia disambut dengan tepuk tangan yang meriah. Dia memberitahu orang ramai yang menonton, “Perkembangan-perkembangan yang terbesar yang dialami oleh para lelaki maupun wanita milik Allah…..adalah yang terjadi dalam kondisi sulit, yang sedang menghadapi lawan…..Anda bisa memantapkan diri dan menaruh tangan di alat bajak dan berkata, `Oke, Tuhan, saya tidak mengerti hal ini; saya bahkan tidak suka hal ini. Tetapi apakah yang mau Engkau katakan padaku? Saya tidak akan bergeser.’” Yusuf dan Ayub bisa saja mengatakan hal demikian dan dengan sederhana percaya pada Allah dalam situasi sulit yang tidak pantas untuk mereka, tetapi ketika anda menderita karena dosa dan pemberontakanmu sendiri terhadap Firman Tuhan, maka itu cerita lain lagi! “Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah” (1 Pet. 2:20). Sebuah artikel di Tampa Tribune, bulan Mei 2007, mengandung pernyataan oleh mantan staf Without Walls yang bersaksi bahwa kini pasangan White telah menggeser fokus mereka kepada uang dan popularitas. Mereka mengkhotbahkan pesan kemakmuran kharismatik dan hidup secara mewah. Rumah mereka di Tampa ditaksir senilai $2,22 juta dan condominium di New Yord senilai $3,5 juta. Pada bulan November 2008, Evangelical Christian Credit Union memulai prosedur penutupan, menuntut pembayaran $12 juta hutang atas properti-properti gereja.

Dalam bulan Agustus 2008, “Pencurahan di Lakeland” yang berlangsung empat bulan dan dipimpin oleh TODD BENTLEY berakhir dengan skandal. Ada yang menubuatkan bahwa kebaktian-kebaktian penyembuhan di Lakeland, Florida, tersebut adalah awal dari kebangkitan rohani secara nasional dan bahwa ada kota-kota yang seluruhnya akan “berhenti.” Faktanya, adalah Pencurahan Lakeland yang berhenti setelah Bentley mengumumkan dia sedang berpisah dengan istrinya (”Todd Bentley, Wife Separating,” Charisme, 12 Agus. 2008). Satu minggu kemudian, diumumkan lebih lanjut bahwa Bentley mundur dari posisinya sebagai pemimpin Fresh Fire Ministries, setelah organisasi tersebut mengungkapkan bahwa ia terlibat dalam “hubungan tidak sehat” dengan seorang staf wanita (”Bentley Stepping Down,” OneNewsNow, 19 Agus. 2008). Kebaktian-kebaktian Lakeland tersebut mulai tanggal 2 April 2008, di Gereja Ignite, dan terus berlangsung setiap malam di berbagai tempat untuk lebih dari tiga bulan, dengan Bentley terus menerus berpraktek dengan cara memukul dahi orang, menjorokkan mereka, melemparkan Roh Kudus, berteriak “Blah, blah, blah, blah,” sambil berseru “Ayo, datang terima lagi,” dan berjalan keliling seperti orang mabuk. Ia pernah menendang seorang wanita tua di muka, memukulkan kaki seorang wanita pincang ke mimbar, mendengkuli seseorang lain di perut, dan memukul seorang lelaki sedemikian kuat, sehingga giginya copot. Teman, Allah telah memberikan instruksi yang jelas dalam FirmanNya tentang penyembuhan, dan Yakobus pasal 5 tidak menggambarkan suatu “kebaktian penyembuhan” yang gila. Kita percaya ada penyembuhan ilahi hari ini, tetapi kita tidak percaya bahwa kuasa itu diberikan kepada individu. Kita juga tidak percaya akan para tukang mujizat Pantekosta.

Juga pada Agustus 2008, MICHAEL GUGLIELMUCCI dari Sidang Jemaat Allah di Australia, mengakui bahwa selama ini dia telah berbohong mengenai dirinya menderita kanker stadium lanjut. Selama dua tahun terakhir, Guglielmucci, seorang worship leader populer dan mantan gembala sidang, mengklaim menderita kanker stadium akhir. Ia bahkan merekam sebuah lagu berjudul “The Healer” yang menjadi hit besar dan masuk dalam album Hillsong yang terbaru. Selama dua tahun, dia bahkan menipu istrinya dan orang tuanya dan teman-teman terdekatnya sehingga semua berpikir bahwa ia menderita kanker. Ia mengirimi surat kepada istrinya dari dokter-dokter palsu, mencukur rambutnya, berjalan dengan tongkat, dan ke mana-mana membawa tabung oksigen. Dalam salah satu penampilan dia di gereja yang mendapatkan sepertiga hit di You Tube, ia bernyanyi dengan selang oksigen di hidungnya! Dia mengklaim bahwa Allah memberikan kepadanya lagu tersebut setelah dia tahu bahwa dia menderita “sejenis kanker yang agresif.” Guglielmucci kini mengklaim bahwa dia telah memalsukan kanker tersebut untuk menutupi kecanduannya sejak lama akan pornografi. Dia adalah mantan gembala dari salah satu gereja pemuda terbesar di Australia, yang disebut Planetshakers. Baru-baru ini dia adalah worship leader di Edge Church International, sebuah gereja Sidang Jemaat Allah yang digembalakan oleh ayahnya, Danny. Hillsong adalah pelayanan dari Gereja Hillsong di Sydney, gereja terbesar di Australia dan sangat menonjol dalam bidang contemporary worship. Brian Houston, yang menggembalakan gereja itu dengan istrinya, adalah pemimpin AOG di Australia (yang kini dinamakan ulang menjadi Australian Christian Churches).

Berita Mingguan 02 Mei 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di atas)
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

BUNGA YANG LEBIH MENYUKAI BUMBLEBEE (LEBAH BESAR)
Berikut ini disadur dari Creation Moments, http://www.creationmoments.com/radio/transcript.php?t=2346:
“Bunga Virginia Meadow Beauty menyediakan beberapa trik langka bagi mereka yang hendak menyerbukinya. Seekor lebah madu bisa seharian berkutat di bunga itu dan tidak mendapat serbuk sari sedikitpun. Faktanya, riset mengindikasikan bahwa lebah madu tidak tahu harus melakukan apa dengan bunga itu. Namun, bunga Virginia Meadow Beauty ini diserbuki oleh bumblebee (lebah besar), bukan lebah madu. Serbuk sari bunga ini hanya tahan selama satu hari saja, walau bunganya tetap mekar selama beberapa hari. Ia memberi sinyal pada bumblebee bahwa serbuk sarinya sudah `kadaluarsa’ dengan mengubah warnanya, dan berfungsi untuk menarik lebih banyak bumblebee untuk datang (barangkali supaya bunga lain yang belum kadaluarsa segera dihinggapi). Lalu kenapa bumblebee bisa namun lebah madu tidak? Rupanya si bumblebee cukup berdengung saja, dan bunga itu menembakkan serbuk sarinya dengan kekuatan 30x lipat gravitasi – lebih dari gaya yang harus ditahan oleh astronot! Bukan karena ukuran bumblebee yang lebih besar, namun frekuensi dengungannya yang pas. Allah telah menyediakan bagi bunga Meadow Beauty dengan ajaib. Dan Ia juga telah menyediakan pengampunan dan keselamatan dalam PutraNya, Yesus Kristus.”

SEKOLAH TINGGI CALVIN MASUK ALIRAN EMERGING
Di bulan April, Calvin College di Grand Rapids, Michigan, mengadakan Festival Iman dan Musik yang merayakan filosofi gereja yang sekarang merekah. Beberapa ratus “artis, musikus, kritikus, filsuf, dan pendengar,” berkumpul untuk “mendiskusikan dan membedakan bagaimana cara-cara kasih karunia, cinta, belas kasihan, dan iman Kristen diekspresikan dalam dunia musik” (”Figuring It Out,” Christianity Today, April 21, 2009). Calvin College mungkin dapat mengakui bahwa mereka “konservatif secara theologis, namun liberal secara budaya.” Sekolah ini menganut theologi Reform Kalvinis, namun telah membuang perintah Alkitab untuk memisahkan diri dari dunia. Mereka telah mengadopsi filosofi yang ingin memenangkan masyarakat dengan cara menenggelamkan diri dalam budayanya, dengan cara menjadi misionari kepada budaya. Ken Heffner, Direktur Kegiatan Mahasiswa di sekolah tersebut, berkata bahwa orang Kristen seharusnya “tampil di panggung umum dan menampilkan seni populer dan juga bekerja sama dengan orang lain yang juga menampilkan seni populer.” Kita bertanya-tanya, budaya pop mana yang dia maksud, karena semua budaya pop di Amerika Utara adalah kotor secara moral dan bersifat relativistik dan terang-terangan membangkang terhadap perintah Allah yang kudus, dan itu jelas-jelas BURUK! Lupe Fiasco adalah seorang bintang tamu di festival tersebut, walaupun “latar belakang imannya dulu adalah Islam berat,” dan “kerohaniannya campur aduk,” dan ia memakai kata-kata sumpah serapah. Tidak heran, salah satu tema konferensi tersebut adalah menyerang fundamentalisme yang alkitabiah. Heffner mengolok-olok orang-orang Kristen yang “memiliki reputasi menentang budaya pop” dan “memisahkan diri mereka dari detak jantung kreatif masyarakat” dan “mencoba untuk mendikte apa yang berasal dari Allah dan apa yang bukan.” Sungguh ini adalah festival yang kacau dan membingungkan mereka sendiri! Alkitab memberitahu kita secara persis apa yang dari Allah dan apa yang bukan, dan umat Allah bertanggung jawab untuk membedakan antara yang kudus dan yang najis. “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu” (Ef. 5:11). Tugas kita bukanlah berdialog dengan budaya melainkan memberitakan Firman Tuhan (2 Tim. 4:2). Tuhan Yesus Kristus adalah sahabat orang berdosa, tetapi Ia selalu kudus di segala waktu, tidak pernah ikut serta dalam apapun yang berdosa, mengkhotbahkan pertobatan dan memperingatkan tentang neraka, dan hal-hal ini pasti akan merusak suasana pesta budaya pop manapun! Rasul Paulus menjadi segala-galanya bagi semua orang (1 Kor. 9:22; 10:33), tetapi ia juga menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan, tidak mau menjadi serupa dengan dunia ataupun menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang yang tidak percaya (1 Tes. 5:22; Rom. 12:1; 2 Kor. 6:14-17). Tuhan Yesus dan para Rasul bukanlah orang-orang yang akan senang dengan pesta rock & roll! Yakobus memperingatkan, “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yak. 4:4). Apakah menurutmu Yakobus dan cara berkhotbahnya yang negatif akan disambut di Festival Musik STT Calvin!?

Berita Mingguan 25 April 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
(Didistribusikan dengan gratis, dengan mencantumkan informasi sumber di
atas)
Untuk berlangganan, kirim email ke:
gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

PBB MEMBERIKAN FORUM BAGI OCEHAN ANTI-ISRAEL
PBB telah sekali lagi menyediakan suatu forum untuk ocehan anti-Israel,
anti-Amerika yang pedas. Kali ini kesempatannya adalah Konferensi
Rasisme di Jenewa. Pembicara utama adalah Mahmoud Ahmadinejad yang
anti-Semit (Anti Yahudi). Kali ini, si anti-Semit diperhadapkan dengan
para pemrotes yang mengejek dia sambil memakai rambut palsu, dan
melemparkan mainan hidung badut yang merah padanya. Para pemrotes
mengangkat papan dengan tulisan “Ini adalah sirkus. Seorang yang
rasis tidak dapat melawan rasisme.” Protes tersebut dipimpin oleh
sebuah grup pelajar Yahudi dari Perancis, yang mengatakan bahwa hidung
badut itu “melambangkan kepalsuan yang dilambangkan oleh konferensi
ini” (”Iran’s Leader Sparks Western Walkout,” USA Today,
20 April 2009). Kami sangat setuju. Tambahan lagi, sekitar 40 orang
diplomat dari Inggris, Perancis, dan negara-negara Eropa lainnya
melakukan walk-out dari pertemuan itu. Amerika Serikat dan delapan
negara lainnya memboikot acara itu dari awalnya. Sekertaris Jenderal
PBB, Ban Ki Moon, mengatakan bahwa dia telah menasihatkan pemimpin Iran
tersebut untuk “menghindari memecah belah konferensi,” tetapi
meminta Ahmadinejad untuk menghindari ocehan-ocehan anti-Israel
mengingatkan saya akan kura-kura yang dibujuk untuk menyeberangkan
kalajengking ke seberang danau. Ketika kalajengking meminta dia untuk
mengantarkannya, kura-kura ragu-ragu, dan berkata, “Tetapi Pak
Kalajengking, kamu akan menyengat saya.” Kalajengking meyakinkandia
bahwa dia tidak akan, karena dia mau sampai ke seberang, jadi kura-kura
setuju. Setengah jalan ke seberang danau, kalajengking itu menyengat
sang kura-kura. Sambil kura-kura itu tenggelam, ia berserug, “Tetapi
Pak Kalajengking, kamu sudah berjanji!” Dan kalajengking itu
tersenyum puas menjawab, “Tetapi kamu sudah tahu bahwa saya seekor
kalajengking.”

MENCABUT LALANG ATAU MENANAM BENIH
Baru-baru ini saya mendengar sebuah khotbah oleh seorang gembala sidang
Baptis Independen yang berpengaruh, yang berbicara dengan nada sangat
negatif tentang pelayanan-pelayanan yang “kritis.” Dia
mengatakan, “Saya mendengar cerita tentang seorang petani tua yang
memutuskan bahwa dia tidak ingin ada satu ilalang pun di pertaniannya.
Ia menyewa tenaga tambahan supaya dapat mencapai tujuannya ini, yaitu
tidak ada satupun ilalang di tanah pertaniannya. Masalahnya adalah, dia
jadinya tidak menanam satu macam tanaman pun. Dan para pemimpin yang
paling memecah-belah dan berorientasikan isu, hidup dengan cara demikian
hari ini dan membahayakan pelayanan mereka sendiri.” Jika ada
waktunya untuk menyuarakan peringatan-peringatan yang saleh, maka hari
inilah waktu tersebut. Namun demikian, ada semacam perlawanan yang
semakin meningkat terhadap peringatan-peringatan seperti itu dalam tubuh
gerakan Baptis Independen. Ada semacam ketidakpedulian terhadap
peringatan yang jelas tentang berbagai isu. Ada yang mengatakan bahwa OK
untuk memperingatkan tentang liberalisme dan kharismatikisme dan
ekumenisme, yaitu hal-hal yang sudah “jauh menyimpang,” tetapi
mereka mengatakan bahwa tidak baik untuk mengkritik sesama Baptis
Independen. Tetapi di manakah dalam Alkitab dikatakan bahwa pengkhotbah
Baptis boleh lepas dari teguran? Banyak orang yang ingin menempatkan
hal-hal seperti musik dan standar berpakaian dan isu versi Alkitab, ke
dalam kategori “hal-hal sampingan” yang tidak perlu dikritik.
Dalam gerakan Baptis Independen sendiri ada banyak campuran
kesalahan-kesalahan dalam isu-isu tersebut. Dalam gerakan ini ada
Kalvinisme, Ruckmanisme, kritik tekstual modern, filosofi Purpose
Driven, Christian rock, Quick Prayerism, dan banyak kesalahan lain.
Faktanya adalah, kita perlu untuk mencabuti ilalang sekaligus menanamkan
benih, bukan salah satunya saja, melainkan keduanya, dan itulah yang
kita lakukan.
Dr. Steven E. Liauw: Gerakan Baptis Independen bukanlah gerakan sinode
yang diatur oleh denominasi pusat. Tiap gereja bertanggung jawab kepada
Tuhan. GBIA Graphe sebagai sebuah gereja Baptis Independen, setuju bahwa
kita perlu mencabut ilalang dan menanam benih. Mencabut ilalang
dilakukan dengan cara menyatakan dan memperingatkan kesalahan-kesalahan
yang banyak dilakukan orang-orang Kristen dan gereja-gereja hari ini.
Menanam benih dilakukan dengan usaha-usaha penginjilan, pendirian
jemaat, PA, pendidikan Alkitab di Sekolah Theologi, dan lain-lain lagi.

ATHEIS MEMENANGKAN HAK UNTUK MEMBATALKAN BAPTISAN BAYINYA
Seorang atheis Inggris telah memenangkan hak untuk membatalkan baptisan
bayinya. John Hunt, seorang perawat, mendapatkan sebuah sertifikat
“pembatalan baptisan” dari National Secular Society yang
menerakan: ” Saya menolak semua pengakuan imannya dan tahyul-tahyul
lain yang serupa, terutama kepercayaan yang berbahaya bahwa bayi perlu
dibersihkan dari dosa asal” (”Atheist Wins Right,” London
Telegraph, 9 April 2009). Catatan tentang pembaptisannya pada tahun 1953
juga diubah oleh Gereja Inggris. Memang benar bahwa baptisan (apakah
baptisan bayi maupun orang dewasa) sama sekali tidak membersihkan dosa,
tetapi Hunt salah total dalam pemikiran bahwa tidak ada Allah, tidak ada
“dosa asal,” dan tidak ada keperluan untuk keselamatan. Alkitab
berkata, “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia
oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah
menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa”
(Roma 5:12). Keselamatan bukanlah melalui baptisan, tetapi melalui
pertobatan dan iman dalam Yesus Kristus. Adalah bijak untuk menolak
kekristenan yang palsu, tetapi adalah bodoh untuk menolak kekristenan
yang Alkitabiah.

KEBANYAKAN ORANG YANG MENGAKU KRISTEN DI AS TIDAK PERCAYA SETAN ITU ADA
Menurut jajak pendapat Barna yang baru, mayoritas tinggi orang-orang
yang mengaku Kristen di Amerika tidak percaya bahwa Setan dan Roh Kudus
adalah pribadi-pribadi yang riil. Hanya 35% yang percaya bahwa Setan
adalah “makhluk hidup” dan hanya 25% yang percaya bahwa Roh
Kudus adalah “kuasa yang hidup.” Sisanya percaya bahwa Setan
adalah “simbol kejahatan” dan Roh Kudus adalah “simbol kuasa
atau hadirat Allah” (ChristianityToday.com, 14 April 2009). Akar
permasalahan dari tumpukan penyakit moral dan sosial di Amerika adalah
kesesatan dan kompromi dari gereja-gerejanya. “Sebab itu beginilah
firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: “Sesungguhnya, Aku
akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi
Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri” (Yer. 23:15).

ORANG-ORANG BUDHA MENYERANG GEREJA-GEREJA DI SRI LANKA

Berikut ini disadur dari Compass Direct, 17 April 2009: “Gerombolan
Budha menyerang beberapa gereja di Sri Lanka minggu yang lalu, mengancam
untuk membunuh seorang gembala sidang di propinsi selatan Hambanthota
dan menyerbu sebuah gedung gereja Methodis yang sudah berumur 150 tahun
di ibu kota……Insiden-insiden Paskah ini adalah rangkaian terakhir
dari serangan-serangan terhadap gereja dan individu-individu Kristen
beberapa tahun belakangan, banyak di antaranya dipicu oleh biksu-biksu
Budha yang memprotes pertumbuhan kekristenan di negara itu.
Anggota-anggota Parlemen Sri Lanka bisa jadi akan segera mengesahkan
undang-undang anti-penobatan yang didesain untuk membatasi perpindahan
agama. Organisasi-organisasi hak asasi manusia dan grup-grup Kristen
telah mengkritik bahasa undang-undang itu yang tidak jelas, bahwa jika
disalah tafsirkan, dapat digunakan untuk melawan berbagai aktivitas
rohani…..Menurut sensus pemerintah yang terakhir, Kristen Protestan
berjumlah kurang dari 1 persen total populasi di Sri Lanka, tetapi
mereka tetap saja menjadi target utama kekerasan dan intimidasi yang
berlatarkan agama.”

GEREJA LUTHERAN DI MINNEAPOLIS MENAHBISKAN HOMOSEKSUAL

Gereja Calvary Lutheran di Minneapolis, Minnesota, menahbiskan seorang
homoseksual sebagai gembala pada tanggal 12 April (”At One Lutheran
Church,” Fox News, 11 April 2009). Gembala sidang baru itu, Brad
Froslee, telah tinggal bersama dengan partner laki-lakinya selama lebih
dari lima tahun. Sebelum ini, gereja tersebut digembalakan oleh suatu
tim pasangan suami-istri. ELCA (denominasi dari gereja tersebut) secara
resmi melarang “gembala sidang gay yang tidak selibet,” tetapi
mereka tidak selalu mengharuskan hal ini. Di bulan Agustus, denominasi
liberal tersebut akan melakukan voting mengenai apakah mereka akan
mengubah kebijaksanaan tersebut atau tidak. Sama salahnya menahbiskan
seorang wanita menjadi gembala sidang dengan menahbiskan seorang
homoseksual. Keduanya adalah pelanggaran terhadap standar Allah bagi
seorang gembala di 1 Timotius 3 dan Titus 1.
Dr. Steven E. Liauw: Sungguh disayangkan banyak sekali orang yang hari
ini ingin melayani Tuhan, tetapi pada saat yang sama melanggar Firman
Tuhan. Alkitab menegaskan banyak standar, contohnya bahwa posisi gembala
sidang adalah posisi bagi seorang laki-laki. Banyak wanita yang punya
keinginan baik untuk melayani Tuhan, tetapi pada saat yang sama
melanggar Firman Tuhan. Mereka tidak akan dipuji oleh Tuhan pada hari
penghakiman, tetapi akan melihat pekerjaan mereka terbakar oleh api,
karena terdiri dari kayu, rumput kering, dan jerami. Banyak gereja ikut
mendukung pelanggaran terhadap Firman Tuhan ini.

Monday, April 20, 2009

KEDAULATAN ALLAH DAN KEBEBASAN MANUSIA YANG ALKITABIAH (Bag 5-Ending)

B. Ayat-Ayat Alkitab yang Disalahgunakan Kalvinis

Dalam usaha mereka untuk membuktikan bahwa Allah menentukan segala sesuatu, Kalvinis mencoba untuk memakai berbagai ayat Alkitab. Kita akan melihat, apakah ayat-ayat yang mereka pakai sungguh mengajarkan premis dasar Kalvinisme.

1. Keluaran 21:13. “Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan tangannya ditentukan Allah melakukan itu, maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari.” Dari ayat ini, Kalvinis mengatakan bahwa suatu hal yang tidak disengaja (pembunuhan), ditentukan oleh Allah. Mereka mengambil frase “tangannya ditentukan Allah,” untuk membuktikan bahwa segala tindakan manusia ditentukan oleh Allah.

Jawab: Kesalahan Kalvinis adalah tidak memperhatikan konteks dan juga mengambil kesimpulan yang terlalu cepat. Jika Allah menentukan tangan orang dalam suatu kasus pembunuhan tidak disengaja, apakah berarti Allah menentukan segala sesuatu? Sama sekali tidak. Kalau memperhatikan konteks, justru perikop ini membuktikan sebaliknya! Jika membaca dari ayat 12-13, ada dua jenis pembunuhan yang Tuhan diskusikan. Di ayat 12, Tuhan mengatur tentang pembunuhan yang disengaja: “Siapa yang memukul seseorang, sehingga mati, pastilah ia dihukum mati.” Barulah di ayat 13, ada aturan tentang pembunuhan yang tidak disengaja.

Coba dipikir dengan baik-baik, dan baca ayat 12 dan 13 dalam satu konteks. Orang yang tidak sengaja membunuh sesamanya, artinya tangannya ditentukan Tuhan. Sebagai contoh, dalam Ulangan 19:4-5, seseorang yang sedang menebang pohon dengan kapak, tiba-tiba mata kapak terlepas dan mengenai temannya. Lepasnya mata kapak, trayektori mata kapak, dan hal-hal lain yang mendukung sehingga mata kapak mengenai orang, semua itu ditentukan Allah. Ini tidak ada masalah, karena yang Allah tentukan bukanlah suatu keputusan manusia. Pembaca bisa melihat lagi dalam bagian pembahasan tentang bagaimana Allah mengendalikan sejarah. Undi ada di tangan Tuhan, jatuhnya mata kapak juga di tangan Tuhan! Hal-hal yang tidak sengaja itu ditentukan oleh Tuhan! Amin!

Apakah ini membuktikan Allah menetapkan segala sesuatu? Sama sekali tidak! Ayat 12 dan 13 sedang menjelaskan perbedaan dua kasus. Pembunuh di ayat 12, harus dihukum mati, karena membunuh dengan sengaja. Pembunuh di ayat 13, tidak dihukum mati karena tangannya ditentukan Allah. Kesimpulan apa yang dapat ditarik? Bahwa pembunuh di ayat 12 justru tangannya tidak ditentukan oleh Allah. Jadi, Kel. 21:12-13, justru membuktikan bahwa hal-hal yang dilakukan oleh manusia secara sengaja (atas kehendak sendiri), tidak ditentukan oleh Allah. Ayat ini tidak mendukung premis Kalvinis, sebaliknya membuktikan bahwa Allah tidak menentukan hal-hal yang manusia lakukan dengan sengaja!

2. Daniel 11:36 “Raja itu akan berbuat sekehendak hati; ia akan meninggikan dan membesarkan dirinya terhadap setiap allah. Juga terhadap Allah yang mengatasi segala allah ia akan mengucapkan kata-kata yang tak senonoh sama sekali, dan ia akan beruntung sampai akhir murka itu; sebab apa yang telah ditetapkan akan terjadi.” Ada Kalvinis yang ingin memakai ayat ini untuk membuktikan bahwa Allah menetapkan dosa. Raja dalam Daniel 11:36 ini (antikristus), jelas melakukan dosa. Kalvinis lalu mengambilfrase “apa yang telah ditetapkan akanterjadi,” untuk membuktikan bahwa dosa itu telah Allah tetapkan.

Jawab: Kalvinis melihat ayat ini dari kacamata bias doktrinnya sendiri. Padahal, jika dibaca secara normal, justru ayat ini mengajarkan bahwa perbuatan si raja jahat ini tidak ditentukan. Bagian awal ayat ini berkata, “raja itu akan berbuat sekehendak hati.” Apakah ini kurang jelas? Perbuatannya berasal dari kehendak dia sendiri, bukan ditentukan oleh Tuhan. Lalu apakah yang telah ditetapkan itu? Walaupun kehendak jahat raja itu berasal dari dirinya sendiri, dia tentu tidak akan berhasil kalau Allah tidak mengizinkan. Allah menetapkan bahwa kehendak jahat raja ini bisa dia laksanakan, salah satu caranya adalah dengan memberikan hidup yang cukup panjang kepada dia. Itulah sebabnya dikatakan bahwa “ia akan beruntung sampai akhir murka itu.” Tetapi, sampai titik tertentu, Allah tidak lagi mengizinkan maksud jahatnya untuk berhasil, dan saat itulah dia akan mati. Jadi, Allah sama sekali tidak menetapkan kejahatan yang ia perbuat. Allah mengontrol, sampai seberapa jauh kejahatannya dapat berlangsung.

3. Kisah Para Rasul 4:27-28 “Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dansuku-suku bangsa Israelmelawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.” Ini adalah perwakilan dari beberapa ayat lain, tentang kematian dan penyaliban Yesus, yang Kalvinis pakai. Argumen mereka cukup jelas, yaitu bahwa penyaliban Yesus telah Allah tentukan. Ini, bagi Kalvinis, membuktikan bahwa Allah menetapkan terjadinya dosa.

Jawab: Sekali lagi, Kalvinis membaca ayat ini dengan presuposisi doktrin mereka. Oleh karena itu mereka mendapatkan Allah menetapkan dosa disini. Padahal Allah yang mahakudus benci kepada dosa, masakan merencanakan dan mengharuskan dosa? Kalau ayat ini dibaca dengan netral, sama sekali tidak mengajarkan Kalvinisme. Ayat ini berbunyi: “telah berkumpul....bangsa-bangsa..... untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula.” Ayat ini TIDAK berbunyi: “Engkau menentukan mereka untuk menyalibkan Yesus (melakukan dosa).” Ada perbedaan antara dua kalimat tersebut.

Kehendak untuk menyalibkan Yesus berasal dari manusia itu sendiri, tidak pernah ditetapkan oleh Allah. Mereka punya pilihan untuk menerima Yesus, tetapi mereka memilih untuk menyalibkanNya. Allah yang mahatahu, memasukkan kehendak manusia-manusia jahat ini dalam rencana penyelamatanNya, sehingga Ia menentukan bahwa Yesus memang akan mereka salibkan. Jadi, Allah tidak menetapkan mereka harus menyalibkan Yesus. Allah tahu mereka mau menyalibkanNya (darikehendak mereka sendiri), dan Allah memutuskan, dalam kuasa dan kehendakNya, agar kemauan mereka tercapai, dan Yesus disalibkan.

Sebuah ilustrasi dapat membantu memberikan contoh dalam kehidupan nyata. Kepolisian Jakarta telah lama berusaha membongkar jaringan perampok toko emas. Suatu ketika, mereka mendapatkan info akurat (foreknowledge), bahwa para perampok akan beraksi di toko tertentu. Karena ingin menangkap para penjahat secara basah, para polisi memutuskan untuk tidak menghalangi niat para perampok, melainkan memasang jebakan. Akhirnya para perampok beraksi, dan di tengah perampokan mereka, mereka ditangkap oleh polisi. Tindakan perampokan itu berasal dari kehendak para perampok, sama sekali tidak ditentukan atau ditetapkan oleh para polisi. Para polisi pun punya kemampuan untuk membatalkan perampokan, misalnya dengan menempatkan banyak penjaga ekstra ditoko itu. Namun, untuk tujuan tertentu (menangkap basah para perampok), para polisi sengaja membiarkan para perampok untuk melakukan kejahatan mereka. Bisa dikatakan, bahwa tindakan para perampok persis sesuai dengan rencana para polisi, dan bahwa para perampok melakukan apa yang polisi rancangkan/tetapkan. Tetapi, jelas bukan polisi yang menetapkan mereka untuk merampok. Demikianlah, Allah mempergunakan kejahatan manusia, untuk tujuanNya sendiri. Pembaca silakan melihat lagi bagian pembahasan bagaimana Allah mengendalikan sejarah tanpa menentukan tindakan manusia.

4. Matius 10:29-30 “Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya.” Menurut Kalvinis, ayat ini mendukung konsep bahwa Allah menentukan segala sesuatu. Jawab: Dalam pembahasan sebelumnya, sudah dijelaskan, bahwa non-Kalvinis percaya Allah menentukan banyak sekali hal. Tetapi ini berbeda dengan menentukan segala hal. Banyak ayat yang Kalvinis kutip hanya menyatakan bahwa Allah menetapkan hal ini dan hal itu, tetapi tidak ada satupun yang menyatakan bahwa Allah menetapkan segala sesuatu.

Bahwa jumlah rambut di kepala kita diketahui oleh Tuhan, sama sekali tidak membuktikan bahwa Allah menetapkan segala tindakan kita. Diperlukan lompatan logika yang luar biasa untuk bisa menyimpulkan hal seperti itu dari ayat ini. Hidup matinya pipit berada di tangan Tuhan. Saya sungguh mengaminkan hal ini! Jangankan pipit, hidup matinya manusia pun ada di tangan Tuhan. Tetapi ini sama sekali tidak membuktikan bahwa Allah menentukan segala pikiran, tindakan, dan keputusan manusia.

5. Yeremia 4:28 “Karena hal ini bumi akan berkabung, dan langit di atas akan menjadi gelap, sebab Aku telah mengatakannya, Aku telah merancangnya, Aku tidak akan menyesalinya dan tidak akan mundur dari pada itu.” Saya akan mengutip argumen Asali dari ayat ini:

Ayat ini baru mengatakan 'Aku telah mengatakannya' dan lalu langsung menyambungnya dengan 'Aku telah merancangnya'. Ini jelas menunjukkan bahwa Tuhan mengatakan sesuatu kepada nabi-nabi (yang lalu dinubuatkan oleh para nabi itu), karena Tuhan telah merancang / merencanakannya.42

Jadi, Asali mengatakan bahwa ayat ini membuktikan pengetahuan Tuhan berasal dari penentuanNya. Asali juga menyatakan bahwa jika Tuhan bernubuat tentang sesuatu hal, berarti hal itu sudah Ia tentukan lebih dahulu.

Jawab: Ayat ini sama sekali tidak membuktikan bahwa semua pengetahuan Tuhan berasal dari penentuanNya. Kalau seorang dosen berkata, “Seluruh kelas akan berkabung karena ujian yang akan saya berikan, sebab aku telah mengatakannya, aku telah merancangnya, aku tidak akan menyesalinya dan tidak akan mundur dari pada itu.” Apakah ini membuktikan bahwa semua pengetahuan dosen itu berasal dari penentuannya? Tentu tidak!

Tentu ada banyak hal yang Allah tentukan, dan Allah tahu akan hal-hal itu. Ada banyak nubuat yang memang berasal dari ketentuan Tuhan. Tetapi tidak kurang juga nubuat yang tidak berasal dari ketentuan Tuhan, melainkan Tuhan memberitahu apa yang akan dilakukan oleh manusia. Contohnya, dalam 1 Samuel 23:12, Allah menubuatkan apa yang akan orang-orang Kehila lakukan jika Daud tinggal di Kehila. Pada kenyataannya, Daud tidak tinggal di Kehila, jadi itu bukanlah penentuan Tuhan. Nubuat (pengetahuan) ini bukanlah sesuatu yang Allah tentukan dulu!

6. Efesus 1:11 “Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.” Bahwa Allah di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakNya, diartikan oleh Kalvinis untuk mendukung premis mereka bahwa Allah menentukan segala sesuatu.

Jawab: Ayat inisama sekalitidak mengatakanbahwa Allahmenentukansegala sesuatu. Jikalau dikatakan bahwa “Allah bekerja di dalam segala sesuatu,” maka non-Kalvinis sama sekali tidak akan protes, karena itulah bunyi ayat ini. Allah memang bekerja dalam segala sesuatu. Segala tindakan dan keputusan manusia, haruslah melalui izin Allah, apakah