53 Orang Kristen Ditangkap oleh Polisi Agama Saudi
(Berita Mingguan GITS 9 Maret 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini disadur dari "Saudi Arabia," AsiaNews.it, 20 Feb. 2013: "Saudi Arabia telah menangkap 53 orang Kristen Etiopia – 46 wanita dan 6 lelaki – karena mereka mengadakan pertemuan doa di sebuah rumah pribadi. Pejabat polisi telah menyegel rumah itu dan menciduk orang-orang percaya itu, sambil menuduh tiga pemimpin rohaninya mencoba menobatkan orang-orang Muslim kepada kekristenan. Insiden ini terjadi di Dammam, ibukota Propinsi Timur di Kerajaan itu, dan bertanggal 8 Februari, tetapi barulah dilaporkan akhir-akhir ini oleh sumber-sumber yang berkaitan dengan World Evangelical Alliances' Religious Liberty Commission...Saudi Arabia tidak mengakui, atau melindungi, ekspresi religius selain Islam. Para polisi agama (muttawa) mengontrol ketat negara itu untuk menghilangkan semua Alkitab, Salib, dan pertemuan-pertemuan Kristen. Dan bahkan jika keluarga raja mengizinkan praktek agama selain Islam, jika dilakuan secara pribadi, agen-agen muttawa tidak mau tahu perbedaannya.
Seminar: Benarkah Alkitab Satu-Satunya Firman Allah dan Tidak Ada Salah?
Sabtu, 25 Mei 2013 pkl 09.00-15.00 WIB
di Graphe International Theological Seminary, Jl. Danau Agung 2 no 5-7, Sunter, Jakarta Utara
Pembicara: Suhento Liauw, Th.D
Kontak untuk registrasi: (021) 6471-4156
Seminar tentang Alkitab!
Pada tanggal 25 Mei 2013 ini, GITS kembali akan mengadakan seminar akademis yang sangat penting tentang Alkitab, Bibliologi. Benarkah Alkitab Firman Tuhan, dan benarkah tidak ada salahnya? Hari ini Alkitab menghadapi banyak sekali serangan dari pihak Kristen liberal maupun non-Kristen. Pastikan iman anda kuat dan anda bisa memberi pertanggungan jawab. Untuk informasi lebih lanjut, dan registrasi (gratis)
(Berita Mingguan GITS 9 Februari 2013, sumber: http://www.wayoflife.org)
Silinder Koresy, salah satu artefak Arkeologi yang indah yang memberikan informasi latar belakang tentang zaman-zaman yang tertulis dalam Alkitab, dijadwalkan akan ditampilkan di lima museum di AS tahun ini, yaitu di New York, Washington D.C., Houston, San Francisco, dan Los Angeles. Koresy (576-530 SM), disebut 23 kali dalam Alkitab, dan adalah seorang raja Persia yang mengalahkan Kerajaan Babel dan mengeluarkan proklamasi yang memerintahkan pembangunan kembali Bait Yahudi (Ezra 1:1-4). Koresy disebutkan dalam nubuat sebelum ia lahir (Yesaya 44:28 dan 45:1). Para skeptik pernah menyangka bahwa catatan Alkitab tentang Koresy membebaskan orang-orang Yahudi, dan bagaimana dia memberikan kebebasan beragama, adalah mitos. Tetapi Silinder Koresy mengkonfirmasi bahwa itu memang adalah kebijaksanaan dia. Silinder tersebut, yang dimiliki oleh British Museum, mengandung teks dalam bahasa Akkadian yang menyatakan bahwa Koresy memiliki kebijaksanaan merestorasi para tawanan kembali ke negeri mereka dan membantu mereka mendirikan kembali bait-bait mereka. Silinder ini ditemukan di puing-puing bait Marduk di Babel pada tahun 1879.
Silinder ini berbunyi: “Saya mengembalikan kepada kota-kota kudus ini di seberang Tigris, bait-bait yang telah menjadi puing untuk waktu yang lama, gambar-gambar yang [tadinya] tinggal di dalamnya dan menegakkan mereka sebagai bait-bait permanen. Saya [juga] mengumpulkan semua penghuni mereka [yang dulu] dan mengembalikan mereka ke tempat asal mereka.”
Editor: Sewaktu saya mengunjungi London, saya ada melihat Silinder Koresy dipajang di British Museum. Sungguh, akurasi catatan Alkitab setiap hari dipertegas oleh penemuan-penemuan Arkeologi.
Artikel asli oleh David Cloud, diperluas dan direvisi oleh Dr. Steven Liauw
Ayat-Ayat Hafalan: Amsal 3:9-10; Maleakhi 3:10; Lukas 6:38; 2 Korintus 9:6-7 Alkitab
banyak berbicara mengenai uang. Amsal banyak berbicara mengenai
penggunaan uang, dan banyak dari khotbah-khotbah Yesus menyinggung topik
ini. Ia mengajarkan bahwa hati manusia terikat kepada hartanya. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa kata Allah tentang uang dalam hidup orang percaya. Praktekkan Persepuluhan dan Memberi kepada Allah (Mal. 3:8-11) Persepuluhan,
yaitu memberikan minimal 10% dari penghasilan seseorang kepada Allah,
adalah suatu cara untuk menghormati Allah dan mendukung pekerjaanNya
yang agung di dunia yang memerlukan ini. Allah telah berjanji untuk
memberkati persepuluhan, dan banyak sekali orang percaya yang telah
menemukan bahwa mereka lebih diberkati ketika hidup dari 90% penghasilan
mereka (atau 80% atau lainnya) daripada 100%. a. Persepuluhan dipraktekkan sebelum diberikannya Hukum Musa.
Abraham adalah orang pertama yang tercatat memberikan persepuluhan
(Kejadian 14:18-20). Dia tidak memberikan persepuluhan karena diharuskan
oleh Hukum; dia memberikan persepuluhan untuk menghormati Allah melalui
perwakilan Allah, yaitu raja/imam Melkisedek. Yakub melanjutkan praktek
persepuluhan (Kejadian 28:20-22). Jadi kita lihat bahwa persepuluhan
bukanlah sesuatu yang bermula dari Hukum Musa. Persepuluhan adalah suatu
prinsip yang telah dimengerti oleh umat Allah sejak permulaan waktu.
Orang Kristen yang
percaya Alkitab mempercayai apa yang Paulus katakan dan ajarkan,
bahwa "keselamatan" adalah "oleh iman kepada Kristus Yesus"
(2 Tim. 3:15). Kebenaran ini bukan hanya satu dua kali diserukan,
tetapi berulang kali diajarkan dan ditekankan oleh penulis-penulis
yang terinspirasi. Jadi, iman adalah komponen yang sangat penting
dalam keselamatan, yaitu menjadi syarat keselamatan. Oleh karena
pentingnya iman dalam keselamatan, sangatlah penting bagi orang
percaya untuk memahami secara persis tentang iman itu sendiri.
Dalam artikel pendek
ini, isu yang dibahas adalah mengenai asal usul iman. Apakah iman
berasal dari Allah sebagai suatu pemberian, ataukah iman adalah
respons manusia, suatu tanggung jawab individu? Isu ini adalah
sesuatu yang memisahkan antara Kalvinis dan non-Kalvinis.
Kalvinisme mengusung
konsep bahwa keselamatan seseorang
sebenarnya ditentukan oleh Allah dalam kekekalan melalui dekrit
rahasia. Penentuan Allah atas keselamatan seseorang ini bersifat
tidak bersyarat (unconditional
election). Jadi, dalam Kalvinisme, seseorang yang dipilih untuk
diselamatkan, akan
dilahirbarukan (tanpa dapat ditolak, irresistible grace),
dan kemudian pasti
akan menjadi percaya, atau
dengan kata lain dibuat
menjadi percaya. Dengan
demikian, posisi Kalvinis secara alami adalah bahwa iman, atau
percayanya seseorang, itu sebenarnya tergantung kepada Allah. Kalau
Allah memilih seseorang, maka Allah akan melahirbarukannya, dan
ia akan percaya. Percaya atau
iman adalah salah satu dari mata rantai tindakan Allah pada diri
orang pilihan. Oleh karena itu, Kalvinis mengatakan bahwa iman adalah
karunia atau pemberian Allah.
Mendapat kepastian masuk Surga adalah hal terpenting dalam hidup ini. Sudahkah anda pasti diselamatkan? Apakah anda cukup mengerti tentang keselamatan untuk menjelaskannya bagi orang lain, agar mereka selamat?
Seminar "Doktrin Keselamatan Alkitabiah"
Tema-tema yang dibahas: Betulkah ada Tuhan? Kalau Tidak ada Tuhan atau ada Tuhan, Apa Urusannya dengan Saya? Apakah Manusia Boleh Memilih Masuk Surga atau Neraka? Apakah semua Tawaran Iman Akan Membawa Manusia ke Surga? Iman Bagaimanakah Yang Menyelamatkan? Apakah Semua Iman menyelamatkan? Benarkah Semua Agama Benar dan Pasti membawa ke Surga? Benarkah hanya ada SATU JALAN menuju SURGA? Bagaimana Cara Allah menghapus Dosa? Apa yang menjamin Anda yakin PASTI MASUK SURGA? Apakah Keselamatan Hanya Melalui Yesus, apakah perlu ditambah dengan Baptisan, Amal Dan Kerajinan Ibadah? Apa itu TULIP/Kalvinisme, Arminianisme, Masuk Surga karena Perbuatan Baik atau Iman, Kita selamat karena Dipilih Allah atau karena Bertobat dan Percaya kepada Tuhan Yesus?
Bayi Mati bagaimana nasibnya Masuk Surga atau Neraka? Apakah Semua Bayi yang mati, Termasuk Bayi Penjahat Akan Masuk Surga? Apakah Orang yang Sudah Mati Dapat Dimohonkan Keselamatannya? Orang Gila, Keterbelakangan Mental Matinya masuk Surga atau Neraka? Euthanasia atau Bunuh Diri apakah masuk Surga juga? Apa itu Dosa yang TAK TERAMPUNI? Bagaimana Nasib orang Kristen yang terus-menerus hidup di dalam DOSA?
Jika Iman Orang Berubah, Masihkah Ia Selamat? Dapatkah orang Kristen Murtad dan Terhilang alias Binasa? Sekali Selamat Tetap Selamat? Iman Pemberian Tuhan atau Respon manusia? Di Surga manusia bisa berbuat Dosa? Masihkah ada Kehendak Bebas di Surga nanti? Keselamatan itu Bersyarat atau Tidak Bersyarat? Bisakah orang menolak Anugerah Keselamatan? Apa Bukti Seorang Telah LAHIR BARU? dan masih banyak lagi....
Seminar Doktrin Keselamatan Alkitabiah (Soteriologi) "Jika TIDAK PASTI MASUK SORGA Maka PASTI MASUK NERAKA, Karena Tidak Ada Alternatif Tempat Ketiga" Jakarta, 26 Oktober 2012 dengan pembicara Dr. Suhento Liauw, DRE, Th.D (Rektor STT Graphe - Graphe International Theological Seminary = GITS, Gembala GBIA Graphe)
Ikuti seminar yang sudah terekam ini, dan kalau ada pertanyaan silahkan hubungi http://www.graphe-ministry.org
DVD dengan kualitas video yang bagus, dapat anda pesan melalui
website http://www.graphe-ministry.org/shop/ atau telepon ke 021-6471-4156 Fax 021- 6450-786, email: gits@graphe-ministry.org
Sembarangan menuduh orang lain sesat. Kita tidak bisa menerima perbuatan demikian. Ini adalah perbuatan yang sangat tidak terpuji. Bahkan ini adalah perbuatan seorang pengecut yang tidak intelek. Orang Kristen lahir baru seharusnya tidak melakukan perbuatan demikian. Bagaimanakah seseorang boleh menuduh orang lain sesat tanpa alasan yang jelas? Bukankah orang Kristen harus saling mengasihi, lalu mengapa ada orang yang menuduh orang lain sesama Kristen sesat? Dan bukankah ada firman Tuhan yang mengajar kita untuk tidak menghakimi orang lain?
Logika Dalam Memfitnah atau Mengajar
Orang yang berhikmat tidak akan sembarangan menuduh orang lain sesat. Bahkan menuduh orang lain sesat tanpa alasan adalah sebuah fitnah. Petugas kepolisian tidak boleh sembarangan menangkap orang, dan anggota kejaksaan tidak boleh sembarangan menuntut orang, apalagi seorang hakim, tentu ia tidak boleh sembarangan memutuskan perkara yang disidangnya. Semua itu harus dilakukan atas dasar yang kuat, berdasarkan pada bukti-bukti atau saksi-saksi.
Orang yang menyatakan bahwa dua tambah dua sama dengan lima itu salah harus sanggup membuktikan bahwa yang benar dua tambah dua adalah empat, bukan lima. Ketika ia sanggup membuktikan bahwa dua ditambah dua sama dengan empat, maka orang tersebut bukan pemfitnah melainkan seorang guru yang patut dihormati dan dihargai. Ketika orang-orang berpendapat bahwa kota Washington DC ada di Amerika Latin, lalu seseorang datang mengatakan bahwa pendapat itu salah, yang benar kota Washington DC itu di Amerika Serikat, dan ia sanggup membuktikan dengan membuka peta dunia serta menunjukkan letak kota Washington DC, maka ia bukan pemfitnah melainkan seorang guru yang patut dihormati dan dihargai.
Joseph Smith, Jr., pada tahun 1820-an, berkata bahwa dirinya mendapat penglihatan, dan dalam penglihatan itu seorang malaikat, namanya Maroni, memimpinnya kepada lempengan emas yang terkubur yang mengisahkan tentang orang Kristen Amerika di masa lampau sebelum Colombus menemukan benua Amerika. Kemudian pada tahun 1830 dia mempublikasikan yang disebutnya terjemahan dari lempengan emas ke dalam bahasa Inggris, yang kemudian disebut kitab Mormon. Anggota jemaatnya kemudian disebut Latter Day Saints (orang kudus akhir zaman), atau Mormon.
Tahun 1831, Smith dan pengikutnya pindah ke bagian Barat untuk membangun yang katanya communalistic American Zion. Mereka kemudian berkumpul di Kirtland, Ohio, dan membangun outpost di Independence, Missouri, dengan maksud menjadi pusat Zion. Sepanjang tahun 1830-an, Smith mengirim banyak missionari, mempublikasi wahyu-wahyu, dan mendirikan gedung yang megah. Kemudian seturut dengan bangkrutnya bank yang disponsori gereja Mormon dan pertempuran kecil dengan orang Missouri yang marah, mimpi Smith tentang Zion di Missouri dan Ohio gagal total.
Sabtu, 13 April 2013
Pkl. 09.00-12.30 WIB
di Graphe International Theological Seminary, Jl. Danau Agung 2 No. 5-7 Sunter Agung, Jakarta Utara
Pembicara: Dr. Suhento Liauw, DRE, Th.D (Rektor STT Graphe)
Kontak untuk registrasi: (021) 6471-4156, 0897-972-8557
Sebenarnya ada banyak orang yang menyadari bahwa Gereja Roma Katolik menyimpang dari Alkitab. John Wycliffe, William Tyndale adalah orang-orang terdahulu yang menyadari bahwa Gereja Roma Katolik (GRK) menyimpang jauh dari Alkitab. Mereka berdua telah mencoba menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Inggris namun kemudian mereka berhasil dieliminasi oleh Gereja Katolik.
Nasib Pemrotes Pendahulu
John Wycliffe berhasil menerjemahkan Alkitab ke bahasa Inggris. Karena dia adalah rektor Oxford University, maka banyak dosen maupun mahasiswa yang menyetujui pandangannya. Raja Inggris hampir memihak kepadanya. Namun karena diultimatum oleh Paus, jika tidak datang mencium kakinya maka akan dikerahkan pasukan dari Spanyol, Portugis, Jerman atau seluruh Eropa untuk menyerang Inggris, maka raja Inggris merendahkan diri untuk mencium kaki Paus.
Banyak orang bertanya, “Mengapakah di dunia ada begitu banyak denominasi gereja? Manakah yang benar-benar sesuai dengan Alkitab? Apakah ada cara untuk mengetahui gereja yang benar dan yang salah? Bolehkah seseorang menilai sebuah gereja? Apakah ketika seseorang menilai sebuah gereja, itu disebut menghakimi? Apakah yang harus dilakukan seseorang agar terhindar dari jebakan gereja yang salah? Tentu masih ada banyak pertanyaan yang bisa muncul di kepala pencari kebenaran yang serius.
Jika seseorang tidak boleh mempertanyakan doktrin yang dipegang dan diajarkan oleh sebuah gereja, bagaimanakah orang itu bisa tahu bahwa ia sedang berada di gereja yang benar atau salah? Dan jika seseorang tidak memberi perhatian pada pengajaran (doktrin), dan tidak serius merenungkan pengajaran gerejanya, bagaimanakah ia bisa menyadari bahwa ia sedang berada di gereja yang benar atau salah? Jika seseorang tidak menelusuri pengajaran gerejanya, dan segala kebijakan gerejanya, bagaimana ia tahu bahwa gerejanya salah atau benar?
Banyak orang baru akan menyadari bahwa gerejanya adalah gereja yang salah setelah ia berada di Neraka. Dan itu tentu sudah sangat terlambat. Dan ada banyak orang Kristen membela gerejanya secara membabi buta tanpa pengertian padahal gerejanya adalah gereja yang tidak sesuai dengan Alkitab. Bahkan ada kelompok gereja yang dengan sengaja merubah Alkitab dengan menerjemahkannya sesuai dengan alur penafsiran mereka.