Wednesday, January 07, 2009

Gereja Advent dan Sabat

Bahan dasar berasal dari Avoiding the Snare of Seventh Day Adventism, DR. David Cloud (www.wayoflife.org)
Salah satu hal yang membedakan gerakan Advent dari kekristenan lainnya adalah pengajaran mereka bahwa orang Kristen harus memelihara hari Sabtu sebagai hari Sabat, sama seperti di zaman Perjanjian Lama. Hal ini perlu dinilai secara Alkitabiah, oleh karena itu, marilah kita menyelidiki apa yang diajarkan oleh gereja Advent tentang hari Sabat, lalu kita bandingkan dengan ayat-ayat Firman Tuhan. Berikut ini adalah poin demi poin pengajaran mereka yang diambil dari publikasi mereka sendiri.
ADVENT MENGAJARKAN: Bahwa hari Sabat mengikat bagi semua manusia sejak penciptaan hingga selama-lamanya. Advent mengatakan bahwa hari Sabat adalah bagi manusia secara umum dan diberikan pertama kali kepada Adam di taman Eden. Oleh karena itu, memelihara hari Sabat adalah tanda kesetiaan kepada Allah, sang Pencipta. “Allah menginstitusikan Sabat di Eden; dan selama Dia adalah Pencipta dan itu alasan kita menyembah Dia, maka demikian juga Sabat akan terus berlanjut sebagai tanda dan pengingat.... Memelihara Sabat adalah tanda kesetiaan kepada Allah” (Ellen White, The Great Controversy, hal. 386). “Sabat dipelihara oleh Adam dalam kondisinya yang tidak berdosa di Eden yang kudus; [juga dipelihara] oleh Adam yang sudah jatuh tetapi telah bertobat ketika ia diusir dari tempatnya yang senang. Ia [Sabat] dipelihara oleh semua bapa leluhur, mulai dari Habel sampai kepada Nuh yang benar, ke Abraham, ke Yakub.” (Ibid., hal. 398).


ALKITAB MENGAJARKAN:
1. Walaupun Sabat disinggung dalam Kejadian 2:2-3, peraturan Sabat tidak diberikan kepada manusia hingga diperintahkan kepada Israel di padang gurun (Neh. 9:13-14).
2. Sabat diberikan bukan kepada manusia secara umum, tetapi kepada Israel saja sebagai tanda perjanjian yang khusus antara dia dengan Allah (Kel. 31:12-17).
3. Ellen White menambahi informasi Alkitab ketika dia mengajarkan bahwa Adam dan para bapa leluhur memelihara Sabat. Alkitab sama sekali tidak menyinggung masalah ini. Bahkan, hal ini tidak mungkin benar. Jika Sabat telah dipelihara oleh manusia secara umum sejak penciptaan, maka tidak mungkin hari Sabat diberikan kepada Israel sebagai suatu tanda khusus.
ADVENT MENGAJARKAN:
Hari Sabat tetap mengikat bagi orang percaya Perjanjian Baru. “...dari sini terlihat jelas bahwa semua dari Sepuluh Hukum masih mengikat dalam dispensasi Kristen, dan bahwa Kristus tidak berpikiran mengubahnya. Salah satu perintah ini adalah pemeliharaan hari ketujuh sebagai Sabat...” (Bible Footlights, hal. 37).
ALKITAB MENGAJARKAN:
1. Perjanjian Baru adalah satu-satunya pembimbing tanpa salah mengenai bagian mana dari Hukum Musa yang masih mengikat bagi orang percaya zaman gereja. Perjanjian Baru dengan jelas mengajarkan bahwa orang percaya hari ini tidak terikat kepada hukum Sabat! “Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus” (Kol. 2:16-17).
2. Menurut surat-surat Perjanjian Baru, masalah Sabat sama sekali tidak relevan bagi gereja. Dalam semua instruksi yang Allah berikan kepada jemaat-jemaat dalam surat-surat, hanya ada satu bagian yang menyinggung tentang Sabat – yaitu Kolose 2:16 – dan satu-satunya bagian tersebut hanyalah untuk menunjukkan pada kita bahwa Sabat tidak mengikat orang percaya Perjanjian Baru. Aneh sekali bahwa Surat-Surat PB hanya menyinggung “Sabat” satu kali, dan itupun menunjukkan bahwa Sabat tidak berlaku lagi, tetapi Advent begitu menekankan pemeliharaan hari Sabat. Jelas bahwa pemahaman Advent berbeda dengan para Rasul.
3. Sabat adalah tipologi atau simbolik akan hari keselamatan. “Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya” (Ibr. 4:9-10). Dalam Ibrani 4 ini, Sabat dipresentasikan sebagai simbolik hari keselamatan. Sebagaimana Allah beristirahat pada hari ketujuh dari pekerjaan PenciptaanNya, orang percaya hari ini akan beristirahat dalam pekerjaaan Keselamatan Yesus Kristus yang sempurna. Agar masuk ke peristirahatan Allah, seseorang harus dengan tenang menerima pekerjaan Allah dan berhenti dari usahanya sendiri. Keselamatan adalah anugerah Allah.
ADVENT MENGAJARKAN:
Hukum Sabat telah diubah, dan tuntutan yang sangat menekan dalam sistem Musa tidak berlaku lagi. Namun orang Advent tidak memelihara Sabat sama seperti tertera dalam Perjanjian Lama, tetapi mereka mengklaim bahwa itu tidak perlu karena persyaratan tentang Sabat “telah diubah.” Yang dijadikan bukti akan hal ini adalah salah satu penglihatan Ellen White. “Dalam tempat yang mahakudus, dia [Ellen White] melihat tabut yang berisikan Hukum itu, dan sangat terkejut ketika memperhatikan bahwa ‘yang keempat, perintah tentang Sabat, bersinar melebihi semuanya; karena Sabat harus dikuduskan untuk penghormatan bagi nama Allah yang kudus...’ Juga ditunjukkan kepadanya perubahan Sabat, pentingnya pemeliharaan Sabat...” (Messenger to the Remnant, hal. 34).
ALKITAB MENGAJARKAN:
1. Hukum Sabat sangatlah ketat dan keras. (1) Tidak boleh ada pekerjaan, Kel. 20:10, 31:14-15; (2) tidak boleh mengangkut barang, Yer. 17:21; (3) tidak boleh menyalakan api, Kel. 35:3. Peraturan ini hanya dapat diikuti di daerah yang beriklim lumayan hangat. Hukum tentang Sabat sedemikian kerasnya sehingga Allah memerintahkan agar seseorang yang mengumpulkan kayu untuk api dilontari batu karena ia melanggar hukum Sabat (Bil. 15:32-36). Yakobus 2:10 memberitahu kita bahwa Hukum tidak bisa dipisahpisahkan. Jika orang Advent hendak memelihara Sabatnya Hukum Musa, maka mereka harus memeliharanya persis seperti yang Allah perintahkan dalam Hukum Taurat. Pada kenyataannya, Gereja Advent tidak memelihara Sabat seperti yang tertera di Perjanjian Lama. Advent kehilangan suatu kebenaran rohani, di mana perintah-perintah yang berat dalam PL justru seharusnya membuat kita sadar akan kelemahan kita, dan memacu kita kepada seorang Juruselamat, Yesus Kristus.
2. Sama sekali tidak ada otoritas Alkitab bagi Advent untuk mengubah peraturan Sabat. Tuhan Yesus tidak mengubah Hukum. Ia mencerca berbagai tradisi Farisi yang telah ditambahkan kepada Hukum Taurat. “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Mat. 5:17-18).
3. Ini adalah suatu contoh Advent bersandar pada salah satu “penglihatan” Ellen White, yang adalah praktek menambahkan “otoritas luar Alkitab,” padahal proses pewahyuan sudah Tuhan tutup sejak Alkitab selesai ditulis.
ADVENT MENGAJARKAN:
Karena Yesus dan para Rasul memelihara Sabat, orang Kristen juga harus melakukan demikian. “Teladan Yesus adalah jelas dan konsisten. KebiasaanNya adalah kebiasaan memelihara Sabat... Tetapi, walaupun demikian, kita menemukan situasi yang aneh hari ini karena walaupun ada Kristus sebagai teladan kita, dan Alkitab sebagai pembimbing kita, tetapi kita menemukan dua hari Sabat dipelihara oleh orang Kristen...” (George Vandeman, Planet in Rebellion, hal. 277).
ALKITAB MENGAJARKAN:
  1. Yesus memelihara Sabat karena Dia lahir di bawah Hukum untuk memenuhi tuntutan Hukum. “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan hari takluk kepada hukum Taurat. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak” (Gal. 4:4-5). Tuhan Yesus dengan rela menjadikan diriNya sendiri hamba, lahir di bawah Hukum Musa, agar Ia dapat menyelamatkan orang berdosa dari kutuk dan belenggu Hukum menuju kebebasan kekal seorang anak. Yesus hidup di bawah Hukum Taurat agar orang percaya tidak perlu hidup di bawah Hukum Taurat. Hukum Taurat berhenti sampai saat Yohanes tampil (Mat.11:13).
  2. Tidak dapat dibuktikan bahwa Rasul Paulus dan gereja-gereja abad pertama memelihara Sabat. Advent mengajarkan hal ini, tetapi ini hanyalah tebakan mereka. Benar bahwa Paulus sering hadir di Sinagog pada hari Sabat untuk memberitakan Injil kepada orang Yahudi yang berkumpul di sana. Tetapi ini tidak berarti Paulus memelihara Sabat. Paulus sendiri telah memberikan pendapatnya tentang Sabat dalam Kolose 2:16, bahwa Sabat tidak mengikat bagi orang percaya PB. Paulus mengunjungi sinagog pada hari Sabat karena dia ingin menginjili orang Yahudi yang berkumpul di sana. Sama seperti jika ada seorang yang masuk ke Mesjid hari Jumat untuk menginjil, tidak berarti dia menguduskan hari Jumat.
ADVENT MENGAJARKAN:
Gereja Roma mengubah hari kebaktian, dari Sabat menjadi Minggu pada abad keempat. Advent bersikukuh bahwa hukum Sabat tetap dipelihara oleh orang-orang Kristen hingga Konstantine, Kaisar Roma, mengharuskan semua orang untuk merayakan hari Minggu. Para pemimpin Advent melihat Konstantin sebagai tipologi anti-Kristus yang akan datang, yang menurut mereka telah membuat penyembahan hari Minggu suatu keharusan bagi semua orang. “Konstantin adalah Kaisar Roma. Dia adalah penyembah matahari, tetapi juga seorang politikus ulung. Dia ingin menyenangkan semua orang. Ketika masih penyembah berhala, ia memerintahkan bahwa semua institusi negara harus tutup pada hari pertama – “hari matahari.” Gereja, yang telah berdiri di Roma, dengan cepat melihat keuntungannya jika berkompromi dengan penyembahan berhala...jadi dalam beberapa tahun saja, hari Minggu telah mendapatkan dukungan, gereja Roma dalam Konsili Laodikia menyingkirkan perintah Allah yang jelas dan mendekritkan perubahan dari hari ketujuh ke hari pertama suatu minggu” (Planet in Rebellion, hal. 290).
ALKITAB MENGAJARKAN:
Ada banyak bukti dalam Alkitab maupun sumber lain bahwa orang Kristen awal, sejak zaman Rasul-rasul, bertemu dan berbakti pada pertama minggu, bukan pada hari Sabat.
Bukti Alkitab tentang hari pertama:
1. Yesus Kristus bangkit pada hari pertama (Mar. 16:9)
2. Yesus menampakkan diri kepada murid-murid pada hari pertama (Mar. 16:9; Mat. 28:8-10, Luk. 24:34; Mar. 16:12-13; Yoh. 20:19-23).
3. Pentakosta terjadi pada hari Minggu, hari pertama (Pentakosta adalah hari ke-50 sejak Sabat persembahan unjukan, lihat Im. 23:15-16, jadi Pentakosta selalu hari minggu).
4. Orang-orang Kristen berkumpul dan bertemu untuk berbakti pada hari pertama (Kis. 20:6-7; 1 Kor. 16:2). Hari Minggu disebut oleh orang Kristen sebagai “hari Tuhan” (Wah. 1:10).
Sejak itu, sebagian besar orang Kristen selalu berbakti pada hari Tuhan (Minggu), hari pertama. Mereka melakukan ini untuk menghormati kebangkitan Juruselamat mereka. Kristus berada dalam kubur pada hari Sabat, dan bangkit pada hari pertama. Sabat menggambarkan hari terakhir ciptaan yang lama. Minggu adalah hari pertama ciptaan baru.
Bukti Sejarah bahwa Orang Kristen Mula-Mula Berbakti Pada Hari Minggu:
Epistle of Barnabas (sekitar 100 AD): “Jadi kita juga memelihara hari kedelapan dengan sukacita, hari yang sama dengan kebangkitan Yesus dari orang mati.
Epistle of Ignatius (sekitar 107 AD): “Jangan tertipu dengan doktrin-doktrin aneh, ataupun dengan dongeng tua, yang tidak bermanfaat. Sebab jika kita masih hidup menurut hukum Yahudi, kita mengakui bahwa kita belum menerima kasih karunia.... Oleh karena itu, jika mereka yang dibesarkan di bawah peraturan lama itu, lalu mendapatkan pengharapan baru, tidak lagi memelihara Sabat, tetapi memelihara hari Tuhan, pada hari mana kehidupan kita bangkit oleh Dia dan kematianNya.”
Justin Martyr (sekitar 140 AD): “Dan pada hari yang disebut Minggu, semua yang tinggal di kota-kota atau di pedesaan berkumpul pada satu tempat, dan tulisan-tulisan para Rasul atau para Nabi dibacakan terlebih dahulu...Tetapi hari Minggu adalah hari di mana kita mengadakan pertemuan umum, karena itu adalah hari pertama Allah....menjadikan dunia; dan Yesus Kristus Juruselamat kita bangkit dari kematian pada hari yang sama.”
Berdesanes, Edessa (180 AD): “Pada satu hari, yang pertama dari satu minggu, kami berkumpul bersama.”
Tertullian (200 AD): “ Kami mengkhusyukkan hari setelah Sabtu, berlawanan dengan mereka semua yang menyebut hari ini sebagai Sabat mereka.” Irenaeus (155-202 AD): “Misteri kebangkitan Tuhan tidak boleh dirayakan pada hari lain selain Hari Tuhan, dan hal ini saja sudah mengharuskan kita merayakan Paskah pada hari itu.” Jelas sekali bahwa orang-orang Kristen telah berbakti pada hari Minggu jauh sebelum Konstantin atau abad keempat.
ADVENT MENGAJARKAN:
Gereja telah mengubah Sabat menjadi Minggu, tanpa otoritas Alkitab. “Orang-orang Kristen dari generasi-generasi yang lalu memelihara hari Minggu, sambil mengira bahwa dengan demikian mereka memelihara Sabat dalam Alkitab....” (Ellen White, The Great Controversy, hal. 394).
ALKITAB MENGAJARKAN:
Hari Minggu bukanlah Sabat; bahkan bukan hari suci. Orang Kristen tidaklah memelihara Sabat dengan cara kebaktian pada hari Minggu. Orang percaya Perjanjian Baru, yang telah diselamatkan dari keharusan Hukum Musa, bebas untuk memelihara atau tidak memelihara hari-hari tertentu, sebagaimana dia inginkan. (Tentu tidak ada orang Kristen yang bebas menjauhkan diri dari pertemuan kebaktian pada hari Minggu atau hari-hari lain, tetapi setiap orang Kristen bebas untuk ‘menghormati’ atau ‘tidak menghormati’ hari-hari tertentu). Roma 14:1-13 dan Kolose 2:16 menyatakan bahwa tidak ada hari tertentu yang harus dianggap suci atau kudus oleh orang Kristen. Bahkan Rasul Paulus sempat mengkhawatirkan keselamatan orang-orang Galatia, karena mereka masih memelihara hari-hari “kudus” tertentu! “Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia” (Gal. 4:10-11).
“Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat” (Kol. 2:16).
“Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri. Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting dari pada hari yang lain, tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja. Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri” (Rom. 14:4-5).
Sebagai kesimpulan, pengajaran Advent mengenai hari Sabat tidak sesuai dengan pengajaran Alkitab, dan merupakan bagian dari kesalahan total mereka yang tidak dapat melihat perubahan dari sistem penyembahan simbolik di Perjanjian Lama menjadi sistem penyembahan dalam Roh dan kebenaran dalam Perjanjian Baru atau ibadah hakekat. Yang paling berbahaya dari sistem pengajaran demikian adalah pengajaran keselamatan yang menggabungkan anugerah dengan usaha manusia melakukan Hukum Taurat untuk masuk Surga. Pembaca yang budiman kiranya anda dapat memihak kepada kebenaran Alkitab.***

Baca juga Kupasan Mendalam mengenai Apakah Advent-Jemaat Hari Ketujuh itu Injili?

41 comments:

Dave Tielung said...

saya terkesan sekali dengan tulisan anda mengenai bagaimana orang Advent memelihara sabat. Saya sepertinya cukup diyakinkan dengan keterangan sejarah gereja mula2 abad ke dua terutama dary bapa gereja Justinus Martyr.

Namun saya belum cukup diyakinkan dengan kutipan2 Alkitab, dari Perjanjian Baru tentunya. Yang disana menyatakan bahwa.
1. Umat Kristen jaman Yesus/ rasul2 sudah meniadakan sabat
2. Umat Kristen zaman Yesus/rasul2 telah memindahkan hari sabat, hari ketujuh menjadi hari pertama, artinya hari minggu telah dijadikan sabat (saya belum menemukan ayatnya)
3. Mungkin anda menerangkan kepada saya Matius 24:20. Jika buku Matius di tulis sekitar thn 70 M, itu berarti pemiliharaan Sabat masih diaadakan pada waktu itu.
4. Apakah secara definitif dalam kitab Perjanjian Baru telah dikatakan bahwa sabat telah di pindahkan ke hari minggu?

Mohon tanggapannya
Tuhan menberkati

paulus victor dermawan said...

terima kasih atas penjelasan anda mengenai orang advent dalam pemeliharaan sabath namun yang ingin saya tanyakan adalah:
1.Apakah benar kita tidak boleh melakukan
pekerjaan pada hari sabath, walaupun apapun pekerjaan itu bagaimana dengan Yesus yang menyembuhkan orang pada hari sabath? sedangakan Yesus saja mencontohkan pada hari sabath kita harus berhenti bekerja?
2.Apakah ada penggantian hari sabath menjadi hari pertama didalam alkitab? kalau bukti yang anda katakan peribadatan itu memang sudah ada ok tapi itu adalah berkumpul dan beribadah karna memang harus begitu tapi apakah ada disuruh menyucikan hari pertama?
3.Yang paling berbahaya dari sistem pengajaran demikian adalah pengajaran keselamatan yang menggabungkan anugerah dengan usaha manusia melakukan Hukum Taurat untuk masuk Surga. jadi apakah kita tidak perlu melakukan hukum taurat untuk selamat, kalau begitu mulai dari saat itu kita sudah boleh membunuh, memperkosa dan lain yang penting hakekat kita baik? atakukah kita akan balik lagi ke hukum taurat?

Dewanto AK said...

Salahkah saya?

Bila ingin mengkuduskan hari Sabat?

Salahkah saya?

Bila saya telah memindahkan Hari ibadat saya dari Minggu ke Sabtu dan tidak menggunakannya untuk bekerja.

Dosakah saya bila ingin berusaha patuh kepada hukum Tuhan?


Saya memang mengaku sebagai orang penuh salah maafkan saya bila pertanyaan saya ternyata tidak berkenan.

Unknown said...

Berdiskusi sangat berbeda dengan Berdebat, marilah kita berdiskusi hanya berdasarkan apa yang ada dalam ALKITAB sebagai SUMBER KEBENARAN dan DASAR KEYAKINAN ORANG KRISTEN, sehingga tidak terjadi PERDEBATAN yang panjang lebar tidak ada ujung pangkalnya, dan yang namanya berdiskusi tidak menurut PENDAPAT KITA TETAPI ALKITAB, tidak menurut APA YANG KITA YAKINI TETAPI MENURUT ALKITAB, sehingga ADA ACUAN dalam BERDISKUSI, sekali lagi marilah kita berdiskusi secara DEWASA, jika PENDAPAT KITA ATAU YANG KITA YAKINI SELAMA INI TIDAK SESUAI DENGAN ALKITAB maka BERBESAR HATILAH UNTUK MENERIMANYA dan MENCOBA UNTUK MEMPELAJARINYA. Karena ada banyak orang zaman sekarang ini berdiskusi hanya sebatas pengetahuan dirinya, atau hanya kata orang saja, lalu dipaksakan kehendaknya, tanpa memeriksa KEBENARANNYA dalam ALKITAB. Yohanes 17:17 Menyatakan : Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Semoga Tuhan Yesus Memberkati.

Edward Balbed said...

Berdiskusi sangat berbeda dengan Berdebat, marilah kita berdiskusi hanya berdasarkan apa yang ada dalam ALKITAB sebagai SUMBER KEBENARAN dan DASAR KEYAKINAN ORANG KRISTEN, sehingga tidak terjadi PERDEBATAN yang panjang lebar tidak ada ujung pangkalnya, dan yang namanya berdiskusi tidak menurut PENDAPAT KITA TETAPI ALKITAB, tidak menurut APA YANG KITA YAKINI TETAPI MENURUT ALKITAB, sehingga ADA ACUAN dalam BERDISKUSI, sekali lagi marilah kita berdiskusi secara DEWASA, jika PENDAPAT KITA ATAU YANG KITA YAKINI SELAMA INI TIDAK SESUAI DENGAN ALKITAB maka BERBESAR HATILAH UNTUK MENERIMANYA dan MENCOBA UNTUK MEMPELAJARINYA. Karena ada banyak orang zaman sekarang ini berdiskusi hanya sebatas pengetahuan dirinya, atau hanya kata orang saja, lalu dipaksakan kehendaknya, tanpa memeriksa KEBENARANNYA dalam ALKITAB. Yohanes 17:17 Menyatakan : Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Semoga Tuhan Yesus Memberkati

Edward Balbed said...

Saya sepertinya tidak setuju denganpernyataan saudara DEDE WIJAYA bahwa hari SABAT hanya untuk ORANG ISRAEL saja, Yesus katakan bahwa dalam Markus 2:27 Hari sabat DIADAKAN untuk MANUSIA.. Kapan? pada saat penciptaan tentunya, dimana ayatnya?
Kejadian 2:2-3.
Setelah Allah selesai menciptakan dunia ini DIA Berhenti, Memberkati, Menguduskan.
Mengapa Allah berhenti? apakah karena DIA LELAH? tentu tidak dalam Yesaya 40:28 menyatakan bahwa Allah tidak pernah LELAH, lalu untuk apa DIA BERHENTI (SABAT)??? tentu ada tujuannya. yaitu UNTUK MANUSIA YANG BARU SAJA DIA CIPTAKAN pada HARI KEENAM (MARKUS 2:27) agar MANUSIA BERHENTI dari SEGALA PEKERJAANNYA KELUARAN 20:9-11. INGAT bahwa SAAT itu BELUM ada YANG NAMANYA ORANG ISRAEL LHO..

Unknown said...

Saudara seiman di dalam Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat kita, benar sekali apabila kita percaya alkitab sebagai satu2nya sumber orang kristen saat ini dan sampai selamanya.
tapi yg menjadi pertanyaan sekarang Yesus Kristus yang mana yg kita sembah ? apakah Yesus yang berambut gondrong, apakah yg berwajah rupawan, ataukah Yesus yang mana ? menurut alkitab Yesus adalah pemelihara hari sabat bukan pemelihara hari minggu. jadi kesimpulannya Yesus yang kita sembah berbeda.

Anonymous said...

saya setuju dengan ulasan Edward Balbed, supaya m,asing2 kita bisa merendahkan diri dan belajar lagi APA YANG ALKITAB KATAKAN, bukan sekedar asumsi semata. thxs

Meilytha Aletha Rumampuk said...

Terimakasih banyak Bpk Dave atas artikelnya.. namun beberapa hal yang ingin saya tambahkan :

1. Allah kita di Sorga mempunyai tabiat yaitu KASIH... dlm Alkitab begitu jelas di tekankan pentingnya kasih yang adalah ciri2 kita sebagai umat KRISTEN yaitu pengikut KRISTUS.
Oleh karena itu sebagai orang yang punya KASIH, marilah kita tidak saling menyinggung antar agama. karena sekalipun artikel kita itu baik, tapi kita menjatuhkan antar golongan agama, maka kesannya buat saya pribadi bahwa itu tidak baik.


2. Ketika kita memberikan statement/komentar tentang sesuatu, marilah itu benar2 bersumber dari Alkitab, dan bukan hanya pendapat pribadi Dede Wijaya.

3. Hari Sabat di ciptakan sendiri oleh ALLAH pada hari penciptaan.. dalam buku Kejadian, TUHAN berhenti, memberkati dan menyucikan hari Sabat yang DIA ciptakan sendiri setelah Tuhan selesai ciptakan dunia ini.

4. Sejak penciptaan dunia, sampai masa Rasul2 Perjanjian Lama (termasuk Musa), dan juga Rasul Perjanjian Baru (Rasul Paulus) dalam buku Kisah Para Rasul, sampai jaman Yesus datang ke dunia (Yesus sendiri menguduskan Sabat, buku Lukas/PB), Sampai di Sorga (buku Yesaya 66), semuanya memelihara Hari SABAT.

5. Ingat, siapa yang menambahkan dan mengurangkan isi Alkitab, maka baginya tidak akan terbit Fajar.

Biarkan ALKITAB dan ALKITAB saja yang menjadi penuntun buat kita untuk kita bisa mengerti Kehendak Tuhan, dan biarkan Roh Kudus yang akan menuntun kita tuk tau yang benar dan salah agar kita bisa bertahan setia pd Tuhan sampai kita bertemu dalam Kerajaan Sorga. Amin.

TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA


Regards,

Meilytha Aletha Rumampuk (27 FEB 2013)

Meiny Grace said...

sebelumnya coba baca Ibrani pasal 4 mnegenai Hari Perhentian yang disediakan ALLAH.

:1 = Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya JANGAN ADA SEORANG DI ANTARA KAMU yang dianggap KETINGGALAN, sekalipun janji masuk ke dalam perhentian-Nya MASIH BERLAKU.

:3 = Sebab kita yang beriman,akan MASUK ke TEMPAT PERHENTIAN sepertia yang IA katakan : "Sehingga AKU BERSUMPAH dalam murka-Ku, mereka TAKKAN MASUK ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.

:4 = Sebab tentang HARI KETUJUH pernah di katakan di dalam suatu nas : "Dan ALLAH BERHENTI PADA HARI KETUJUH DARI SEGALA PEKERJAAN-NYA."

:6 = Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan MASUK ke tempat PERHENTIAN itu,sedngkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, TIDAK MASUK karena KETIDAKTAATAN mereka.

:9-13 = Jadi MASIH TERSEDIA suatu HARI PERHENTIAN, HARI KETUJUH bagi UMAT ALLAH. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat PERHENTIAN-NYA, ia sendiri telah BERHENTI dari segala pekerjaannya,SAMA SEPERTI ALLAH berhenti dari pekerjaan-Nya. Karena itu baiklah kita BERUSAHA untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan ada seorang pun JATUH karena contoh KETIDAKTAATAN itu juga. SEbab FIRMAN ALLAH hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup MEMBEDAKAN PERTIMBANGAN dan PIKIRAN HATI kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya sebabsegala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata DIA,yang kepada-Nya KITA HARUS MEMBERIKAN PERTANGGUNGA JAWAB.

Perikop ini sangat jelas bahwa MASIH BERLAKU PERHENTIAN (:1) bagi UMAT ALLAH (:9), yaitu HARI KETUJUH (:9). Dan contoh KETIDAKTAATANlah (:11) yang membuat orang tidak masuk ke dalam perhentian-Nya.

Saya rasa, kita sudah dapat menyimpulkan sendiri. Dan bertanya kepada diri kita. Perintah siapa yang kita ikuti? ALLAH atau manusia? Sebenarnya hal yang diminta dari kita hanya sederhana,yaitu PENURUTAN.

Pasti dia antara kita pernah berkata bahwa ALLAH mengetahui yang TERBAIK bagi kita, tapi dalam praktek kehidupan yang TERBAIK DARI ALLAH tidak kita terima karena BERLAWANAN dengan KEINGINAN kita. Hal ini juga berlaku dalam hukum Taurat..ALLAH memberikan PERINTAH untuk di TAATI karena IA tahu jika kita tidak melakukannya pasti akan banyak terjadi kekacauan dalam kehidupan kita. Yang ALLAH butuhkan bukan pertanyaan ataupun sanggahan dari kita. Yang ALLAH butuhkan hanyalah PENURUTAN kita. Tidak usah bertanya kenapa tapi lakukanlah. PENCIPTA selalu tahu mana yang TERBAIK untuk CIPTAAN-NYA.

Jika ada satu manusia yang paling berhak mengubah Hukum ALLAH, itu hanyalah YESUS karena IA merupakan Anak dan utusan ALLAH. Tapi, pada nyatanya selama praktek hidup-Nya di dunia, IA melakukan yang sesuai dengan HUKUM dan PERINTAH ALLAH,termasuk HUKUM SABAT. Smapai matipun IA tetap menguduskan SABAT dengan beristirahat di kubur dan bangkit pada hari pertama,yaitu hari Minggu layaknya seharusnya orang memulai aktivitasnya kembali setelah beristirahat.


Marilah kita memperlajari ALKITAB bukan untuk mencari PEMBENARAN tapi untuk mencari KEBENARAN FIRMAN TUHAN.


Salam dalam kasih TUHAN Yesus Kristus :)


ALLAH MEMBERKATI KITA.

Yusak said...

Apakah Sabat yg di ungkapakan di Kejadian 2:1-3 Tidak ada maksud sama sekali? Alkitab sendiri Menjawab: Keluaran 20:8-11, Kata INGAT adalah menandakan bahwa itu bukan sesuatu yang baru (tidak mungkin Tuhan firmankan u/ ingat sesuatu yg tidak pernah dikatakan sebelumnya), dituguhkan lagi ketika PB mengutip Kalimat yg sama persis di tulis dalam kejadian 2:1-3.. Dalam Ibrani 4(berbicara selain symbol itu juga berbicara tentang sabat mingguan) Dan Yesaya 66:22-24.. menunjukan bahwa SABAT itu KEKAL.. Shalom..

Davidson Rumondor said...

keterangan buat kolose 2:16

yang di maksud di sini bukanlah sabat hari ke-7. dalam alkitab sabat ada 2 jenis

1. sabat perayaan atau sabat bayangan. sabat ini di rayakan setiap tahun sekali oleh bangsa israel, sebagai lambang atau tanda dari dia yg akan datang (kristus). ini juga di sebut sebagai hari pendamaian.(imamat 16:29-31)
2. sabat hari ke 7. yg di buat setiap minggu sekali

Davidson Rumondor said...

Ellen G. white waktu melihat penglihatan tersebut, hukum yg ke4 bercahaya paling terang. SAAT ITU IA BUKANLAH PENURUT ATAU BERIBADAH PADA HARI SABAT/SABTU/HARI KE 7

Davidson Rumondor said...

dan pada hari minggu bukan berati tidak bisa sama sekali tidak bisa di pakai untuk melakukan suatu kegiatan ibadah, tapi bukan untuk di kuduskan

Anonymous said...

Hanya ingin memberi tanggapan dan pelurusan tentang Hukum Taurat bagi orang Kristen (berdasarkan surat kepada jemaat Galatia): Paulus menjelaskan bahwa sebagai orang Kristen kita tidak "terikat" lagi pada hukum taurat oleh karena darah Kristus. "Terikat" di sini maksudnya kita melakukan hukum taurat agar selamat (masuk surga), yang artinya ada sebuah keharusan/paksaan seperti yang orang Yahudi lakukan. Akan tetapi, sebagai orang Kristen kita tetap melakukan hukum Taurat karena KEMAUAN sendiri dan bukan paksaan, sebab kita sudah diselamatkan oleh darah Kristus.Jadi Inilah perbedaan antara Kristen dan Yahudi, Yahudi melakukan karena ingin selamat, Kristen melakukan karena SUDAH selamat.

Anonymous said...

(Komentator orang yang sama dengan anonymus diatas) Dan kepada penulis artikel, saya menghargai anda membuka pemahaman baru, ini sangat membantu saya. AKAN TETAPI, alangkah baiknya anda tidak menggunakan gaya penulisan seperti anda menyatakan Advent salah. Perlu diingat kembali Paulus mengingatkan bahwa tidak ada seorang manusia yang benar (Roma 3:10) oleh karena itu janganlah kita saling menghakimi (Roma 2:1-3 & Roma 14:1-13). Kalau anda tidak menguduskan hari Sabat ya anda tidak perlu menghakimi mereka yang menguduskannya. Kalau anda anda tidak percaya akan hikmat yang Anne Goud White katakan, anda jangan menghakimi mereka yang percaya. Hendaklah kita saling sadar bahwa kita semua manusia yang tidak sempurna sehingga tidak berhak menghakimi satu sama lain. Saya bukan seorang Adventist, tapi buat yang saya yang terpenting sebagai sesama umat Kristus kita saling menyadari bahwa kita adalah sebuah kesatuan sekalipun berbeda. Ingat, menjadi Kristen itu "UNITED bukan UNIFORM".

Anonymous said...

Terakhir, yang terpenting bagi kita semua bukan mempersalahkan tata cara ibadah (Ibrani 6:1-2) tapi bagaimana cara terbaik bagi kita masing-masing (tiap personalnya/individunya) berkembang di dalam Kristus sepenuhnya dan menjadi terangNya untuk dunia ini. GBU all :)

Soetiono Mulyo said...

Terima kasih atas ulasannya yang begitu fantastis dan komentar-komentar dari saudara2 saya dlm Kristus Yesus yg mempunyai kerinduan besar utk menjunjung tinggi kebenaran Alkitab.

Dalam hal ini saya tidak mau berkata-kata terlalu banyak, krn kita sbg manusia hanya bisa menyampaikan apa yg kita ketahui saja, tetapi bukan untuk mengubahkan/mencuci otak setiap org. Itu hanyalah pekerjaan Roh Kudus.

Saya hanya ingin sedikit meluruskan mengenai ajaran Advent spt yg diulas oleh saudara kami Dede Wijaya yg hanya mengambil sebgaian ayat2 dr Alkitab serta mengulasnya dgn sudut pandang yg berbeda. Saya mengajak anda untuk meninjau dan mempelajari dengan rinci apa yg menjadi kepercayaan kami dari sumber buku yg sama yaitu Alkitab, silahkan kunjungi website sbb:
http://dianweb.org/

Semoga Tuhan memberkati kita semua, amin.

Anonymous said...

Boleh saja beribadah Sabat,tapi tidak menghilangkan Minggu karena mengenang kebangkitan Yesus adalah Minggu. Dan Yesus telah menyerahkan pengajaranNya pada para Rasul.(lihat Alkitab:Yesus tidak menulis Injil).Para Rasullah penulis Injil.
Bahkan Lukas adalah teman Paulus dan murid Petrus.

Demikian juga Markus adalah murid Petrus dan pendiri pertama gereja Koptik.

Dan para rasullah yang mengajarkan kita ibadah minggu.
jangan dikutak katik lagi dengan mimpi sabat yang gak ada Faktanya di abad 1,2 masehi.

Paul Blog said...

Dear Dave Tiung, saya mencoba membatu menjawab pertanyaan anda diatas:
1. Hukum sabat/taurat berlaku hingga di genapi Yesus dikayu salib dengan kematian dan kebangkitannya, dan total tidak berlaku lagi saat pengertian sabat itu telah dipahami menyeluruh setelah Alkitab selesai di tulis (di kanonisasi) .. tahun 90 an.
dalam hal ini sabat terakhir di singgung di kitab Ibrani / Hebrew, dan disana dijelaskan mengapa harus berakhir, setelah kita itu tidak disinggung lagi.

Demikian juga dengan bahasa-bahasa asing (bahasa Roh) yang terakhir di singgung di kitab Korintus (tambahan penjelasan saja), sebenarnya di Kisah Para Rasul adalah pemahaman bahasa tersebut diatas dengan penjelasannya yang JELAS sekali jika anda memperhatikan detail penjelasannya. Jadi kalau mau belajar mengerti bhs2 asing itu .. harusnya renungkan sungguh2 kitab Kisah Para Rasul.

Note: Sebagai Manusia , selama Tuhan Yesus di dunia, dia harus melaksanakan hukum taurat hingga saat digenapiNya (Mat 5:17-18, Roma 10:4, Roma 13:8-10, Markus 14:49, Gal 5:4, -- baca Galatia 3-4-5 seluruhnya ) dll.

Tambahan
Dibawah ini saat Paulus yang Ahli taurat & pengikut taurat sejati sedang "curhat" tentang pemahaman dia ttg taurat saat sebelum dan setelah mengenal Yesus, dan tentunya kalau anda menyimak lengkap anda akan tahu bahwa Paulus kemudian sangat menentang Hukum Taurat seluruhnya !. Meskipun "sempat" disinggung di Roma 3:31 seolah meneguhkan, pdhal itu maksudnya penjelasan bukan dia sbg "pribadi" yang meniadakan hukum taurat, melainkan Yesus sendiri yang membatalkan setelah taurat itu digenapi oleh Yesus yang tidak lain adalah Allah si pembuat hukum taurat itu sendiri, ini penyataan Rasul Paulus dengan kesimpulannya yang sangat jelas:

Filipi 3:7 Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku (Keuntungan apa?:Taurat, karena Paulus adalah ahli taurat & hidup berdasarkan taurat), sekarang kuanggap rugi karena Kristus.

3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,

3:9. dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan (Iman).

Paul Blog said...

Jawaban no 2:
Dasar penetapan hari minggu, ... sebenarnya sudah disinggung dan dijelaskan diatas, tentunya memang tidak ada penjelasan ayat secara langsung seperti halnya jika kita ingin memahami istilah "Tritunggal". Tetapi intinya mau hari Sabtu , Minggu, Senin, atau hari apapun tidak masalah, dibuat saja persetujuan bersama ttg ada hari untuk berkumpul bersekutu, saling menguatkan, membahas Firman Tuhan guna meneguhkan dll. Ingat sifat dari pengertian gereja yang sesungguhnya adalah : Congregation & Ekklesia. Dan tentunya hari minggu juga tidak DIKERAMATKAN/DISAKRALKAN seperti pengertian sabat yahudi.

Jawaban no 3:
Seperti dikatakan diatas .. Alkitab saat itu belum kelar ditulis dan itu tentunya menjelaskan "akhir jaman" yang jatuh sekitar tahun 70 an dimana bait Allah diruntuhkan. Pada masa peralihan tentu banyak orang belum mendapat Alkitab secara utuh dan tentu akan masih bingung tentang taurat yang masih berlaku atau tidaknya. Ingat pengertian "akhir jaman" yang dijelaskan disana, jangan ditarik sebagai akhir jaman kiamat, kalau tidak akan menjadi Yesus berbohong: Ada yang menikam aku akan menjadi saksi saat kedatangannya, ada generasi atau angkatan ini yang menjadi saksi, waktunya akan tiba SANGAT SEGERA, sekejab, segera, sangat dekat dll .. masa 2000 tahun berlalu segera terus? Kan yang mendengar waktu itu juga sudah pada mati atau yg mendengar ratusan thn lalu pun sudah mati .. sehingga mereka seolah "dikibulin Yesus ttg kedatanganNya menurut pemahaman kebanyakan org ttg kedatangan Yesus yang kedua kali dihubungkan dengan kiamat, dan pemahaman itu pun sudah umurnya ribuan Tahun, banyak yg salah paham ttg maksud kedatangan Yesus Ke 2 kali itu!. (Yer 31:31, Gal 3:24, Ibr 10:7-9, Ibr 10:37, Mat 3:2, Matius 3:7-12, 10:23, 16:27-28, 24:34, Mark 13:30, Yoh 21:22-23, Kis 17:31 (SEGERA!), Kis 24:15, Roma 8:18, 13:11-12, 16:20, 1Kor 7:29, 7:31, 10:11, Fil 4:5, Ibr 10:25, 10:37, Yak 5:28, 1Pet 1:20, 4:7, 5:1, 2Pet 2:3, 1Yoh 2:18, Wah 1:1, 1:3, 22:6-7, 10, 22:12, 22:20, Dan 9:24, Im 25:1-7, 26:27-35, Pkh 1:4 dll .... masih sangat banyak lagi!).

Paul Blog said...

Jawaban no 4:
Sabat bukan dipindahkan , tetapi pengertian sabat yg lama (sekedar istrahat berhenti untuk fokus beribadah pada hari itu) ... diganti menjadi sabat : perhentian dalam Yesus Kristus, setelah mengenal kebenaran Yesus maka sabat dalam arti Roh yaitu: sabat dalam arti yang lebih tinggi dan mulia, misal: sabat di pikiran/kehendak cabul, mencuri, berdusta, berzinah, kesompongan, keangkuhan dll, terlalu panjang dijelaskan. Intinya kalau cuma seolah sabtu/sabat saja harus sakral/kramat maka apakah Tuhan se"picik" itu masalah hari jd masalah besar?, istilah saya cuma suruh supir datang hari sabtu, atau jumat atau rabu atau hari lainnya .. apalah sukarnya ?.
Semua hari baik dimata Tuhan. >>> Jadi pengertian Sabat bukan dipindah ke hari minggu .. melainkan sabat "taurat" yang untuk Israel itu sudah tidak harus dilakukan bagi orang yang mengaku Yesus sebagai Tuhan , dan tentunya untuk memahami harus menggunakan pemikiran rohani dengan pengenalan akan Tuhan yang sesungguhnya.

Perincian:
UNDER THE LAW

•Eye for the eye (Ex.21:23-25)
•Speak not evil (James 4: 11)
•Shall not revenge (Lev.19:18)
•Every transgression received
a…. Of rewards (Heb.2:2)
(Violation Sabbath-Num.15:32)
(Stubborn son-Deu. 21: 18- 21)
•If a man do, he shall live with
them (Lev. 18: 5; Ez.20: 11)
•If any man of you bring an
offering..of the flock (Lev.1: 2)

Under the Grace

•Love your enemies (Mat.5:44)
•Bless them (Rom.12: 14)
•If enemy hunger (Rom.12:20)
•God hath set…..through the
the forbearance (Rom.3: 25)
(Man not for Sabbath Mk.2:27)
(bring them up in.. Eph.6: 4)
•But to whom that worketh…
as righteousness (Rom.4: 4)
•Do good and ..such sacrifice
Lord is pleased (Heb.13:16)

The Grace also demands the same, But

•1. Have no other gods beside me (Mat.6: 24)
•2. Make no graven image (Acts.17: 29)
•3. Do not use the Lord’s name in vain (Mat.5: 33)
•4. Keep the Sabbath day holy (Col.2: 16)
•5. Honour thy father and mother (Eph.6: 1-2)
•6. Do not murder (Mat.19: 18)
•7. Do not commit adultery (Mat.5: 27)
•8. Do not steal (Rom.13: 9)
•9. Do not bear false witness (Mat.19: 18)
•10. Do not covet (Rom.7: 7)

All the commandments are repeated in NT to once or more to do, except – “Keep Sabbath day holy” Col.2: 16-17.

Boleh juga lihat ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vxt7DWDgMyc


GBU, Rgs Paul S.

Paul Blog said...

Selengkapnya: - 21 -- Kingdom of Heaven
Klik: https://www.youtube.com/watch?v=8YjBX1XFo5c

- 22 -- Langit & Bumi SUDAH Berlalu
Klik: https://www.youtube.com/watch?v=msM5dbMu_k4

- 23 -- Yesus SUDAH Datang
Klik: https://www.youtube.com/watch?v=p5kffvQuGa0

- 24 -- Shadow vs Substance / Bayangan vs Realita
Klik: https://www.youtube.com/watch?v=RVmJWYOG3iQ

- 25 -- Perjanjian Lama & Hukum Taurat SUDAH di HAPUS
Klik: https://www.youtube.com/watch?v=NnVxRDi2cLI

- 26 -- Perjanjian Lama DIHAPUS dan Perjanjian Baru DITEGAKKAN
Klik: https://www.youtube.com/watch?v=KnK1okG9ltA

- 27 -- Apa yang Allah nyatakan HALAL, TIDAK BOLEH engkau nyatakan HARAM
Klik: https://www.youtube.com/watch?v=24uro-9OjEw

- 28 -- Kamu LEPAS Dari Kristus Kalau Mengharapkan Kebenaran Hukum Taurat
Klik: https://www.youtube.com/watch?v=GUh4Z0KLcI4

Atau selengkapnya di:
Klik: https://www.youtube.com/watch?v=-xxPZlAYETQ&index=11&list=UU-TRQ5BQpggX9hEM8BI8Iig

RBAASS said...

Dear All, agar kita semua tidak memperoleh INFORMASI YANG SESAT, tulisan Saudara Dede Wijaya ini lebih tepat dibaca sebagai berikut:

"MENURUT DEDE WIJAYA Advent Mengajarkan:

dan

MENURUT DEDE WIJAYA Alkitab mengajarkan:"


Sehubungan dengan itu, biarlah kita masing-masing secara pribadi membaca sendiri secara langsung Alkitab.

Sehbungan dengan hal itu pula, ayat berikut ini dapat kita renungkan secara pribadi masing-masing.

Ibarni 2:1,2: Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus. Sebab kalau fiman yang dikatakan dengan perantaraan malaikt-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan emndapat balasan yang setimpal.

Salam, RBAASS

Penganggur Muda said...

"Anda boleh membaca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu dan Anda tidak akan menemukan satu pernyataanpun yang memgizinkan penyucian hari Minggu. Firman Allah menekankan pemeliharaan hari Sabtu sebagai hari perbaktian agama, suatu hari yang kami (umat Katolik) tidak pernah kududskan." (The Faith of Our Father, James Cardinal Gibbons, hal 89, James Murphy Company, New York, 1917).

~ "Gereja Katolik untuk selama lebih dari seribu tahun sebelum Protestan lahir, dengan kekuatan tugas ilahinya, telah mengubah hari itu dari hari Sabtu menjadi hari Minggu. Dunia Protestan pada waktu itu baru lahir merasa bahwa hari Sabat Kristiani masih terlalu keras untuk diterobos, karena itu mereka terima saja dulu yang artinya menerima kuasa gereja itu (Katolik-red) untuk mengubah hari itu selama tiga ratus tahun lebih. Hari Sabat Kristiani pada dewasa ini adalah turunan gereja Katolik yang diakui sebagai pasangan Roh Kudus tanpa perlawanan dari pihak dunia Protestan." (The Catholic Mirror, 23 September 1893, dikutip dari seri terakhir dari empat seri berjudul "Hari Sabat Kristiani". The Catholic Mirror adalah organ resmi dari Kardinal Gibbons, Baltimore, Maryland, USA).

~ "Adalah gereja Katolik, yang dengan kuasa Yesus Kristus, yang mengganti hari perhentian itu menjadi hari Minggu sebagai peringatan kebangkitan Tuhan kita. Jadi, pemeliharaan hari Minggu oleh gereja Protestan adalah sebagai penghormatan mereka pada kuasa gereja itu" (Plain Talk about the Protestanism of Today, Monsignor Segur, Thomas B. Noonan & Co., Boston, 1868).

~ Di bawah ini dikutip suatu tanya-jawab :
Tanya : "Apakah engkau mempunyai cara lain untuk membuktikan bahwa gereja mempunyai kuasa untuk menetapkan hari raya atau peraturan?"
Jawab : "Sekiranya ia tidak mempunyai kuasa demikian, ia tidak dapat melakukan itu dimana semua pemimpin agama modern setuju kepadanya - ia tidak dapat menggantikan pemeliharaan hari Sabtu hari ketujuh, suatu perubahan yang tidak ada wewenang dari Alkitab"
(A Doctrinal Cathechism, Stephen Keenan, hal 174, Edward Dunigan & Brothers, New York, 1851)
Tanya : " Yang manakah hari Sabat?"
Jawab : " Hari Sabtu adalah hari Sabat."
Tanya : "Mengapa kita memelihara hari Minggu dan bukan hari Sabtu?"
Jawab : "Kita memelihara hari Minggu gantinya hari Sabtu karena gereja Katolik pada konsili Laodekia (336 M) telah memindahkan kekudusan hari Sabtu ke hari Minggu."
(The Convet's Cathechism of Catolic Doctrine, Peter Geiermann, hal 50, London, 1934. Disahkan oleh Vatikan tanggal 25 Januari 1910).

Undang-undang sipil yang pertama mengenai hari Minggu, diberlakukan oleh Kaisar Constantine di Roma tanggal 7 Maret tahun 321 M, yang berbunyi : "Pada Hari Matahari yang dihormati hendaknya para pembesar dan rakyat yang bertempat tinggal di kota berhenti, dan hendaknya semua bengkel ditutup. Namun di pedesaan, orang-orang yang bertani boleh dengan bebas dan sah meneruskan pekerjaan mereka." (History of the Christisn Church, edisi tahun 1902, jilid 3, hal 380).

~ Langkah berikutnya dalam menjadikan pemeliharaan hari Minggu lengkap sebagai bagian agama Kristen, diambil oleh gereja di Roma dalam Konsili Laodekia. Konsili itu membuat undang-undang agama pertama mengenai memelihara hari Minggu. "Pada tahun 325, Sylvester, Bishop Roma ... secara resmi mengubah sebutan hari pertama, dengan menyebutnya hari Tuhan." (Historia Ecleslastica, hal 739).

~ Pada Konsili Laodekia lain, tahun 364, dibuat undang-undang berikut :
"Orang-orang Kristen bukanlah penganut agama Yahudi dan tidak boleh bermalas-malas pada hari Sabtu ..., tetapi harus bekerja pada hari itu; tetapi hari Tuhan khususnya harus mereka hormati, dan sebagai orang-orang Kristen, jika sekiranya mungkin, tidak boleh bekerja pada hari itu. Namun, jika mereka ketahuan sebagai penganut agama Yahudi ( memelihara Sabat ) , mereka akan dikeluarkan ... dari Kristus." (A History of Councils of the Church, jilid 2, hal 316).

Penganggur Muda said...

jika masih ada orang yg mngatakan perintah hari minggu itu adalah dari Yesus atau Rasul2 maka ia sngaja menyesatkan dirinya...

Penganggur Muda said...

MAJALAH KATOLIK EXTENSION
180 Wabash Ave, Chicago., Illinois
(Dengan Berkat Paus Pius XII)
Dengan hormat,
Mengenai perubahan pemeliharaan dari hari Sabat Yahudi kepada hari Minggu Kristen, saya ingin menarik perhatian Anda kepada beberapa fakta:
(1) Bahwa umat Protestan, yang mengaku menerima Alkitab sebagai satu-satunya aturan iman dan agama, seharusnya kembali kepada pemeliharaan hari Sabat.
Fakta bahwa mereka tetap memelihara hari Minggu, membuat merekat tampak bodoh di mata setiap orang yang waras.

Penganggur Muda said...

Sebuah pernyataan yang dinyatakan oleh P. J. Kennedy, seorang rohaniawan Katolik yang menarik untuk disimak ialah:

“Sering umat Protestan mengejek tradisi kekuasaan gereja Katolik dan mengaku dipimpin oleh Alkitab, tetapi sesungguhnya mereka juga telah dipimpin oleh adat-istiadat gereja purba itu. Salah satu contoh yang mengejutkan tentang hal ini ialah perintah hukum keempat dari Sepuluh hukum, yaitu perintah untuk menycikan hari Sabat. Siapa dari umat Katolik dan Protestan yang menuruti perintah ini? Sama sekali tidak. Alkitab semata-mata diakui oleh umat protestan untuk ditaati tidak memberikan otoritas untuk mengganti hari ketujuh yaitu Sabat ke hari pertama. Dalam hal ini mereka menjauhi kuasa gereja Katolik tetapi tradisinya tetap saja terus diakui.” [23]

Penganggur Muda said...

Matius 15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

protestan yg congkak turut menguduskan hari matahari ciptaan manusia katolik kepausan...

Penganggur Muda said...

1 Korintus 7:19 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.
Wahyu 12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

inilah umat yg benar2 Christian yg telah dnubuatkan ddalam Alkitab yaitu ""UMAT yg Menuruti Hukum-Hukum Allah dan memiliki Kesaksian Yesus""....
protestan+katolik mengaku mengenal Yesus ttpi pada masa yg sama ""Mereka adalah Penentang-Penentang Hukum Allah"" yg juga berarti "penentang-penentang Allah""=ANTICHRIST

Penganggur Muda said...

protestant+katolik pikir bahwa mereka sedang menentang Advent ttpi tidak!...mereka sebenarnya sedang menentang Hukum-Hukum Allah!..
..
pada suatu hari saya ditahan polisi karena saya telah melanggar aturan lalu-lintas dengan memandu terlalu laju....saya sudah selayaknya dihukum tetapi saya memohon kepada polisi itu untuk mengampuni dan membebaskan saya karena saya tidak punya uang...lalu polisi itu membebaskan saya dan hanya memberi saya peringatan...tetapi setelah saya dikasihani oleh polisi itu,APAKAH SAYA TIDAK WAJIB LAGI MENURUTI UNDANG2 JALAN RAYA SELEPAS ITU..??...
..
begitu juga dengan Hukum10,apakah kita tidak perlu lagi menurutinya setelah Tuhan mengasihani kita..???...atau apakah kita akan lebih terdorong untuk menaatinya..??..?...tujuanutama setansejak dari semulaialah untuk mengatasi,menghilangkan dan mengubah perintah2 Allah ...untuk apa??..supaya semua orang jatuh ketangannya...

Penganggur Muda said...

Bagaimana seorang pembaharu (protestan) akan menjawab tantangan ini? "Engkau akan menceritakan kepada saya bahwa hari Sabtu adalah hari Sabat Yahudi, tetapi hari Sabat orang Kristen telah ditukar kepada hari Minggu! Tetapi oleh siapa? Siapa yang mempunyai kuasa untuk mengubah hukum yang tegas dari Allah yang Mahakuasa? Ketika Allah telah berbicara dan mengatakan, Engkau harus menyucikan hari ketujuh, siapa yang akan berani mengatakan, "Tidak", engkau boleh bekerja dan melakukan segala hal pekerjaan duniawi pada hari ketujuh; tetapi engkau harus menyucikan hari pertama sebagai gantinya? Ini adalah pertanyaan yang sangat penting, yang saya tahu bagaimana engkau dapat menjawabnya.
"Engkau adalah seorang pembaharu (protestan), dan engkau mengakui berjalan dengan Alkitab dan hanya Alkitab; namun dalam hal yang begitu penting seperti pemeliharaan satu hari dalam tujuh hari sebagai hari yang suci, engkau berjalan melawan tulisan Alkitab yang nyata, dan menempatkan hari lain untuk menggantikan hari yang telah diperintahkan Alkitab. Perintah untuk menyucikan hari ketujuh adalah salah satu dari kesepuluh perintah itu; engkau percaya bahwa kesembilan yang lain tetap mengikat, siapa memberikan kuasa kepadamu untuk mengubah perintah yang keempat itu? Jika engkau berpendirian tetap kepada prinsipmu sendiri, jika engkau benar-benar mengikut Alkitab dan hanya Alkitab, engkau harus mampu untuk menunjukkan beberapa bagian dari Perjanjian Baru di mana perintah keempat ini dengan sengaja diubah." Library of Christian Doctrine: Why Don't You Keep the Sabbath Day? Halaman 3, 4. London: Burns and Oats.

Penganggur Muda said...

Selanjutnya Monsignor Segur meenulis, “Gereja Katoliklah dengan wewenang Yesus Kristus, yang telah mengalihkan hari perhentian itu kepada hari Minggu sebagai peringatan kebangkitan Tuhan kita (sesuatu wewenang yang Alkitab tidak pernah catat). Dengan demikian pemeliharaan hari Minggu oleh orang-orang Protestan adalah satu penghormatan terhadap kekuasaan Gereja (Katolik).” Monsignor Segur, Plain Talk About the Protestantism of Today, hal. 225.

Enright, seorang imam Gereja Roma Katolik, menulis dalam American Sentinel, New York, bahwa, “Alkitab berkata, ‘Ingatlah akan hari Sabat supaya kamu sucikan.’ Namun Gereja Katolik berkata, “Tidak! Dengan kekuasaan Ilahi saya sudah menghapus hari Sabat dan memerintahkan kamu untuk menguduskan hari pertama (Minggu) dalam minggu atau pekan (suatu pernyataan yang tidak bersumber dari Alkitab karena Alkitab tidak pernah mencatat bahwa Allah memberikan wewenang kepada siapa pun untuk mengganti hari Sabat kepada hari Minggu sebagai hari yang disucikan). Dan sekarang seluruh dunia yang berkebudayaan tunduk dan memberikan penghormatan serta menuruti perintah Gereja Roma Katolik yang kudus.”

Penganggur Muda said...
This comment has been removed by the author.
Penganggur Muda said...

- “Karena hari Sabtu, bukan hari Minggu, ditetapkan dalam Alkitab, tidakkah aneh rasanya melihat bahwa non-Katolik yang mengaku mengambil agama mereka langsung dari Alkitab dan bukan dari gereja Katolik juga memelihara hari Minggu dan bukan hari Sabtu ? Ya, tentu tidak konsisten; tetapi perubahan ini dibuat kira-kira lima belas abad sebelum aliran Protestan lahir. Pada waktu lahirnya Protestan kebiasaan itu sudah menyeluruh di bumi ini. Mereka melanjutkan kebiasaan itu sekalipun hanya didasarkan atas kekuasaan gereja Katolik dan bukan atas ayat Alkitab. Pemeliharaan hari Minggu itu menjadi suatu kenangan dari gereja induk dari mana berasal sekte-sekte non-Katolik ibarat seorang anak lari meninggalkan rumah tetapi masih mengantongi potret ibunya atau jepitan rambut ibunya. (The Faith of Millions, hal 543, 544, John A. O’Brein, kata pengantar oleh Kardinal Griffing. W.H. Allen, London, thn 1958).

Penganggur Muda said...
This comment has been removed by the author.
Orang Berdo(s)a said...

Saya ingin (belum) berdoa agar Sdr. Dede diterangi oleh Roh Tuhan membuka hatinya untuk kebenaran dari Tuhan. Saya membayangkan Lucifer yang keras hati dan tahu tentang hari Sabat atau Minggu di Surga namun dia pilih melawan Tuhan dan menutup hatinya.

Saya tidak akan memberikan sanggahan atau pendapat apapun terhadap tulisannya karena itu adalah luapan dari hatinya yang tertutup. Hanya Tuhan yang mampu membuka hati yang tertutup. Saya tau kalau Tuhan tidak dapat membuka hatinya maka Tuhan akan menghanguskan hati dan pemiliknya di api neraka.

Amin

Blogsomebody said...

Sebagian orang menyatakan Sabat telah dibatalkan, tapi kemudian membuat peristirahatan dan ibadah di hari minggu secara berulang-ulang sehingga sudah seperti menguduskan hari minggu...Keliatannya tidak konsisten antara konsep dimana Pengudusan Sabat sdh tidak berlaku dan keadaan dimana hari Minggu sudah seolah-olah seperti Sabat. Kalo hanya beribadah, kenapa setelah ibadah tidak kembali bekerja seperti layaknya orang Jumatan...

Dwi IntanMudakir said...

dunia lebih hari lebih sesat tinggal bagaimana kita tetap perpegang teguh pada perintah''Nya,
di dalam alkitab tidak ada Untuk berbakti pada hari minggu tapi yang ada pada hari SABAT, Tuhan tak perna menghapus hukum Allah!
Dia datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Matius 5 : 17-20
Markus 7 : 7 "Percuma Kau Beribadah KepadaKU,Sedangkan Ajaran Yang Mereka Ajarkan Ialah PERINTAH MANUSIA"
gerejalah yang mengembangkan Perbaktian pada hari minggu Bukan Tuhan!
10 hukum dan larangan'nya tak perna berubah,
Matius 22:26
Imam-imamnya memperkosa hukum Taurat-Ku dan menajiskan hal-hal yang kudus bagi-Ku,
mereka tidak membedakan antara yang kudus dan tidak kudus,
tidak mengajarkan perbedaan yang najis dengan yang tahir,
mereka menutup mata terhadap hari-hari SABAT-Ku. demikianlah Aku dinajiskan di tengah-tengah mereka..

setanis bible juga menghapus SABAT Tuhan dalam hukum mereka,dan menetang semua yang Tuhan ajarkan,kiranya kita jangan seperti mereka
gereja tidak dapat menyelamatkan kita tapi Iman kita kepada Tuhan
tapi dari gerejalah kita tau tentang KEBENARAN,jika gereja mengajarkan jauh dari apa yang Allah Firmankan maka kita menentang kebenaran. dan Yesus pun telah berfirman akan datang hari dimana akan ada NABI-NABI Palsu.

Pieter Kunu said...

Sekedar informasi... jika anda membaca buku-buku yang mengutip pandangan para pemimpin gereja-gereja Kristen di zaman Reformasi bahkan para hamba Tuhan saat ini ... anda akan menemukan pengakuan jujur mereka dalam buku-buku mereka bahwa Hari Sabat Tuhan sesuai perintah Tuhan adalah Hari Sabtu ... sedangkan Hari Minggu sejak semula dibuat penguasa manusia .... begitu juga para penulis Kristen seperti Billy Graham dan banyak lainnya yang mengatakan dengan gamblang bahwa 10 Hukum Allah bersifat kekal .. itu berarti termasuk Hukum yang Ke-4 tentang Hari Sabat Tuhan dan Hari Kerja... selanjutnya anda juga boleh menemukan fakta bahwa saat ini sudah hampir 600 gereja yang memelihara Hari Sabat Tuhan (Sabtu) selain Umat Yahudi dan Gereja Advent. Di Indonesia juga sudah banyak yang memelihara Hari Sabat Tuhan.

AJ said...

Apakah sabath=sabtu?
Tolobg berikan sumber yang jelas, jang pakai tafsiran, jangan sampai saya percaya sumber anda.
Sedangkan tokoh Ellen White itu siapa?
Kuduskan hari itu bukan soal harinya, tapi soal kontennya, kuduskan hari nabti kita tidak berbuat baik di hari sabath dong.
Kalau rujuk alkitab itu baca dari kejadian-wahyu. Jangan cari ayat yang bs anda gunakan untuk doktrin orang.