Showing posts with label akhir zaman. Show all posts
Showing posts with label akhir zaman. Show all posts

Tuesday, November 10, 2015

PERAN IBLIS DI AKHIR ZAMAN

Malaikat di Sorga bersorak-sorai ketika seorang berdosa bertobat (Luk. 15:10). Sebaliknya tentu Iblis mengucapkan sumpah serapahnya karena merasa kehilangan seorang pengikut yang akan menemani mereka di neraka. Pada masa Perjanjian Lama Iblis berusaha untuk menyesatkan manusia dengan mengacaukan konsep keselamatan yang sudah Tuhan ajarkan kepada manusia, yaitu dengan memerintahkan ibadah pengorbanan domba, Allah berusaha menutup kemungkinan munculnya konsep penyelesaian dosa yang akan dimunculkan Iblis. Iblis menawarkan konsep penyelesaian dosa tanpa pencurahan darah, misalnya dengan berbuat amal, sesajian yang berupa berbagai makanan (hasil tanaman seperti yang dilakukan Kain).

Beberapa kalangan masyarakat primitif ditemukan dalam bentuk-bentuk penyembahan tersembunyi dalam mengorbankan manusia. Iblis sengaja mengacaukan konsep penggantian (substitution) juruselamat simbolik dengan domba (binatang bersih) melalui penggantian manusia langsung atau edngan hasil tanaman. Penolakan akal sehat terhadap upacara pengorbanan manusia akan mengacaukan program Allah yang sedang merencanakan penghukuman atas dosa seisi dunia pada diri Kristus.

Tuesday, April 02, 2013

GEREJA ANDA TERMASUK KELOMPOK MANA?

Banyak orang bertanya, “Mengapakah di dunia ada begitu banyak denominasi gereja? Manakah yang benar-benar sesuai dengan Alkitab? Apakah ada cara untuk mengetahui gereja yang benar dan yang salah? Bolehkah seseorang menilai sebuah gereja? Apakah ketika seseorang menilai sebuah gereja, itu disebut menghakimi? Apakah yang harus dilakukan seseorang agar terhindar dari jebakan gereja yang salah? Tentu masih ada banyak pertanyaan yang bisa muncul di kepala pencari kebenaran yang serius.

Jika seseorang tidak boleh mempertanyakan doktrin yang dipegang dan diajarkan oleh sebuah gereja, bagaimanakah orang itu bisa tahu bahwa ia sedang berada di gereja yang benar atau salah? Dan jika seseorang tidak memberi perhatian pada pengajaran (doktrin), dan tidak serius merenungkan pengajaran gerejanya, bagaimanakah ia bisa menyadari bahwa ia sedang berada di gereja yang benar atau salah? Jika seseorang tidak menelusuri pengajaran gerejanya, dan segala kebijakan gerejanya, bagaimana ia tahu bahwa gerejanya salah atau benar?

Banyak orang baru akan menyadari bahwa gerejanya adalah gereja yang salah setelah ia berada di Neraka. Dan itu tentu sudah sangat terlambat. Dan ada banyak orang Kristen membela gerejanya secara membabi buta tanpa pengertian padahal gerejanya adalah gereja yang tidak sesuai  dengan Alkitab. Bahkan ada kelompok gereja yang dengan sengaja merubah Alkitab dengan menerjemahkannya sesuai dengan alur penafsiran mereka.

Saturday, December 29, 2012

Berita Bulan Desember 2012


SEBUAH BATERE BERUSIA 2.300 TAHUN
(Berita Mingguan GITS 29 Desember 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 9 April 2012, www.creationmoments.com: "Kejadian 4:22, 'Zila juga melahirkan anak, yakni Tubal-Kain, bapa semua tukang tembaga dan tukang besi...' Sementara para sejarahwan evolusionis mengacu kepada zaman-zaman sebelum kelahiran Kristus dengan istilah-istilah seperti zaman Batu, Tembaga, dan Besi, sepertinya teknologi logam yang dimiliki manusia jauh lebih canggih dari yang tergambarkan melalui istilah-istilah ini. Dan hal ini cocok dengan apa yang disampaikan oleh Kejadian 4 tentang sejarah manusia. Sebuah contoh akan hal ini dilaporkan dalam Science Digest edisi April 1957. Pada tahun 1930an, para arkeolog sedang menggali di sebuah reruntuhan kecil di pinggir Baghad, ketika mereka menemukan sesuatu yang kelihatan sangat mirip sebuah batere sel kering modern.

Objek itu dianalisa, dan sebuah model dibuat oleh seorang insinyur di Laboratorium Tegangan Tinggi milik General Electric. Alat itu ternyata adalah sebuah batere sel basah yang memiliki cukup tenaga untuk menyaput perhiasan dengan emas – ini adalah penggunaan listrik yang pertama tercatat dalam sejarah. Batere tersebut dibuat dan dipakai oleh para tukang perak Baghdad dari tahun 250 hingga 224 SM. Ukurannya kira-kira sebesar dua batere senter modern, dan terbuat dari bahan yang mirip dengan yang dipakai hari ini dan yang banyak terdapat di dunia kuno, termasuk tembaga dan solder timah campuran 60 / 40. Penemuan-penemuan ini membuat hampir tidak mungkin untuk mengesampingkan pasal-pasal awal Kejadian sebagai mitos. Gambaran yang disampaikan tentang umat manusia yang kreatif dan pintar terasa benar. Dan pesan Alkitab tentang bagaimana umat manusia memerlukan keselamatan di dalam Yesus Kristus, juga terdengar benar."

Wednesday, September 26, 2012

Siapakah ”Dua Saksi” dalam kitab Wahyu?

Wahyu 11:3-4 menjelaskan tentang dua saksi: “Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, 1260 hari lamanya. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam.”
Beberapa penafsir Alkitab mengidentifikasikan kedua saksi itu adalah Henokh (karena tidak mati, Kej 5:24) dan Elia (juga tidak maengalami kematian, 2 Raj 2:11-12) atau Musa. Tetapi, untuk hal ini ada 3 alasan penting yang mengindikasikan mereka adalah Musa dan Elia. 

Musa dan Elia adalah 2 orang yang berpengaruh dalam sejarah bangsa Yahudi. Musa memperkenalkan Hukum Tuhan yang tertulis kepada Israel. Elia figur pemimpin profetik. Ketika orang Yahudi menyebut “Musa dan Elia”, itu berarti “Hukum dan Para Nabi”. Musa dan Elia bersama Yesus dan ketiga murid di atas gunung ketika Yesus berubah rupa di depan mereka (Mat 17).

Wednesday, May 16, 2012

Seminar Akhir Zaman 1 Juni 2012 di PETRA SQUARE Surabaya


Seminar AKHIR ZAMAN di Surabaya, Pembicara: Dr. Suhento Liauw, Th.D (Rektor GITS)
Jumat, 1 Juni 2012, Pkl 14.00-20.00 WIB, (Tempat di PETRA SQUARE APARTMENT & ARCADE - Jl. SIWALANKERTO 146-148)

GRATIS, Daftarkan nama anda segera ke: 0818.46.1116 (Estefan Junaydi) dan 0821.241.987.97 (Dance S Suat), Tempat Terbatas!!! Kapasitas hanya buat 100 orang.

Hadiri dan Ikutilah........ Free (disediakan Snack dan Makan Malam, Sertifikat/Piagam bagi yang butuh, Doorprize)

Thursday, April 26, 2012

Pertanyaan dan Jawaban SEMINAR AKHIR ZAMAN, 22 MEI 2005 di GKKK Jogja

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis dalam SEMINAR ESKATOLOGI, 22 MEI 2005 di GKKK Jogjakarta

Tinta merah adalah pertanyaan
Tinta hitam adalah jawaban

Tanda-tanda apa saja yang bisa dilihat menjelang akhir zaman? Apa saja yang belum tergenapi?
Beberapa diantaranya ialah :
Tanda-tanda yang disebutkan Yesus : Mat 7 : 15-23,24:3-44 ; Luk 17:20-37, 21:7-19, 25-33
Yang disebutkan Paulus : II Tes 2:3-10;I Tim 4:1-3 ; II Tim 3:1-9
Yang disebut Petrus : II Pet 3:3, 5-7,10
Yang disebut Yohanes : Kitab Wahyu (Banyak Sekali)
Lain-lain : Kis 2:16-21, Yoel 2:28-32, Dan 9-12, Yudas 18, dll.

Masih banyak tanda yang Alkitab catatkan bagi kita, semuanya jelas tertulis asalkan kita mau mempelajarinya, semakin kita mempelajarinya kita akan semakin mengerti tanda mana saja yang sudah digenapi, dan mana yang belum. STT GRAPHE menyediakan pelajaran Eschatology untuk membahas tanda tanda pada akhir zaman.

Bagaimana pendapat anda tentang pengajaran A-Millenialisme? Anda setuju atau tidak?
Tidak, Dalam Kis 1: 6 dst, Tuhan menegaskan bahwa akan ada masa Kerajaan Seribu Tahun itu. Paham a-millenialisme ini muncul karna gagalnya teologi post-milenial setelah Perang dunia II.
Manusia akhirnya sadar bahwa tidak mungkin dapat mewujudkan Kerajaan seribu tahun yang damai dibawah pemerintahan manusia. Agar dapat sedikit menyelamatkan muka, Para teolog yang menganut post-milenial akhirnya menyatakan bahwa kerajaan itu hanyalah sebuah alegori, dan tidak riil, Lahirlah teologi A-millenialisme. Doktrin ini lahir oleh sistem penafsiran alegorikal. Jelas sistem ini bukanlah sistem penafsiran yang baik. Seharusnya kata-kata yang masih bisa ditafsirkan secara literal tidak boleh ditafsirkan secara alegorikal. Kecuali secara akal sehat tidak dapat ditafsirkan secara literal, misalnya kata Tuhan, “biarkanlah orang mati menguburkan orang mati,” jelas kata mati pertama adalah alegorikal karena tidak bisa diterima akal sehat jika ditafsirkan secara literal.

Friday, April 13, 2012

Thursday, November 17, 2011

Kitab Kehidupan dan Dampaknya pada Doktrin Keselamatan

Dr. Steven E. Liauw, Graphe International Theological Seminary

Kitab Kehidupan adalah salah satu misteri di dalam Alkitab. Tuhan memberitahu manusia melalui FirmanNya tentang eksistensi sebuah kitab yang disebut “book of life” atau “Kitab Kehidupan.” Nama dari kitab ini saja sudah cukup untuk membangkitkan rasa ingin tahu kita, apalagi ketika perikop-perikop Firman Tuhan menyingkapkan bahwa apa yang tertulis dalam Kitab Kehidupan ini akan membawa dampak yang sangat besar bagi setiap individu.


Ada banyak teori mengenai Kitab Kehidupan ini. Sama seperti banyak topik menarik lainnya dalam Alkitab (misalnya Melkisedek), kita seringkali berharap seandainya Tuhan memberikan lebih banyak informasi lagi. Bagaimana bentuk kitab ini? Seberapa panjangkah ia? Kapankah persisnya nama seseorang muncul dalam Kitab ini? Masih banyak informasi yang orang percaya rindukan tentang topik ini. Namun, Tuhan memberitahukan orang percaya, apa yang perlu untuk kita ketahui, dan semua yang tercatat dalam Firman Tuhan berguna bagi kita (2 Tim. 3:15-17). Hal-hal yang Tuhan tidak singkapkan berarti adalah hal-hal yang tidak penting bagi kehidupan kita sebagai orang percaya. Kita tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk berspekulasi dalam hal-hal tersebut. Sebaliknya, kita harus berfokus pada apa yang Tuhan singkapkan, menerimanya dengan iman, dan menerapkannya dalam doktrin dan praktek kita, apapun resikonya. 

Monday, January 17, 2011

Renungan Singkat Akhir Zaman

Dalam kitab Daniel pasal 9:27 dinubuatkan bahwa bangsa Yahudi akan mengalami masa kesusahan selama 7 tahun. Kini mereka tidak mengakui Yesus sebagai Mesias dan sedang menantikan Mesias menurut versi mereka. Tetapi di ujung tahun yang ketujuh mereka akan bertobat dan mengakui Yesus sebagai Mesias mereka, yaitu pada saat mereka dipojokkan oleh tentara multinational dan tidak ada jalan keluar. Yesus datang menolong Yahudi yang bertobat (revelation).

Dalam I Tes.4:13-18 Rasul Paulus memberitahu kita bahwa di akhir masa jemaat, akan terjadi pengangkatan (rapture). Berarti sesudah rapture akan terjadi sentimen anti-semit, ada kesusahan selama 7 tahun, yang puncaknya adalah terkumpulnya tentara multi-national untuk menyerang Israel. Kalau anda jeli mengikuti perkembangan dunia, maka anda pasti dapat melihat di TV dan membaca di koran tentang semakin meningkatnya sentimen anti-semit di seluruh dunia. Di Perancis, tiap-tiap hari sikap anti Yahudi semakin meningkat sampai Ariel Sharon berkata bahwa orang Yahudi yang tidak segera tinggalkan Perancis itu bodoh.

Pembaca yang bijak, jika suasana menuju ke ujung masa kesusahan sudah jelas dan semakin hari semakin meningkat, maka bukankah saat rapture lebih dekat lagi? Di Eropa sentimen anti-Yahudi tiap-tiap hari meningkat, bahkan di America dimana terdapat orang Yahudi dalam jumlah lebih banyak dari di Israel, sikap membela Yahudi semakin meluntur. Kalau saat REVELATION sudah dekat, apalagi saat RAPTURE.

GRAPHE berusaha menyampaikan kebenaran yang alkitabiah, dengan tegas tanpa kompromi sedikitpun. Kalau GRAPHE salah silakan membenci GRAPHE dan Tuhan akan menghitung itu sebagai kebajikan. Tetapi jika GRAPHE benar maka celakalah orang yang bersikap negatif terhadapnya.

Sumber: PEDANG ROH Edisi 51 April-Juni 2007

Sunday, December 12, 2010

Tujuh Pokok Jemaat Harus Mengerti tentang Akhir Zaman

1. Akhir Zaman bukan Kiamat

Akhir Zaman bukanlah kiamat bagi kita. Tetapi akhir dari tatanan sistem duniawi. Banyak orang mengatakan itu sebagai berakhirnya dunia, itu benar dalam arti segala sesuatu yang duniawi akan segera berakhir. Tetapi bukan berarti bumi ini akan hancur seluruhnya.

2. Tujuh Tahun Yang Menentukan

Ada banyak hal akan terjadi pada tujuh tahun terakhir. Banyak perubahan-perubahan besar dan bencana-bencana akan terjadi di bumi ini, Kefasikan dan kejahatan manusia akan mencapai titik puncaknya (2Tim3:1-9). Orang jahat akan semakin jahat, orang yang cemar akan semakin cemar. Tetapi orang benar akan semakin benar, orang kudus akan semakin menguduskan diri mereka (Wah 22:11).


Wednesday, September 01, 2010

TEMPLE DENIAL VS ARCHAEOLOGY

The following is excerpted from The Fight for Jerusalem: Radical Islam, the West, and the Future of the Holy City by Dore Gold (Washington, D.C.: Regnery Publishing, 2007):

“[T]he Palestinians’ battle for Jerusalem incorporates more than just the frontal, military assault of the intifada. Its first stages entailed a campaign by Arafat to completely delegitimize the Israeli claim to the city. This began on the ninth day of the Camp David summit [in the year 2000], when Arafat subjected Clinton to a lecture of staggering historical revisionism. His central argument was that the biblical temple never existed on the Temple Mount or even in Jerusalem. Arafat baldly asserted that ‘There is nothing there [i.e., no trace of a temple on the Temple Mount],’ further insisting that ‘Solomon’s Temple was not in Jerusalem, but Nablus.’ ...

[This] doctrine of ‘Temple Denial’ quickly became a new Palestinian dogma that was even repeated, with the firmest conviction, by Western-educated Palestinian officials who are assiduously courted by the international media. ...

Monday, May 17, 2010

Ramalan Dede Wijaya tentang Kematian Mama Laurentz Terbukti

Ketika mama Laurentz berkata bahwa dia tidak bisa menerawang alias meramal apa yg akan terjadi tahun 2012 nanti, saya bergumam dan meramal bahwa Mama Laurentz akan mati sebelum tahun 2012. Waktu itu saya pikir, kita lihat siapa yang duluan, Ramalan 2012 atau Matinya Mama Laurentz sebelum 2012.

Dan ternyata terjadilah kisah nyatanya.
Baca di SINI
http://hiburan.kompasiana.com/group/gosip/2010/04/16/misteri-2012-dan-mama-laurents/

Baca Penggenapannya di SINI

Semoga anak cucu anda tidak terjun dalam dunia ramal-meramal, Baca saja Nubuatan Alkitab dan kita nantikan penggenapannya. Nonton Film THE APOCALYPSE of St. John.

APOCALYPSE Bag 1
APOCALYPSE Bag 2
APOCALYPSE Bag 3
APOCALYPSE Bag 4
APOCALYPSE Bag 5
APOCALYPSE Bag 6
APOCALYPSE Bag 7
APOCALYPSE Bag 8
APOCALYPSE Bag 9
APOCALYPSE Bag 10
APOCALYPSE Bag 11
APOCALYPSE Bag 12

Wednesday, June 24, 2009

THE PRE-TRIBULATION RAPTURE

Please Vote my Blog as much as u can, at SINI and SINI, I join Christian Blog Competition, I need your Votes, Thank u so much:).


FBIS News Service, 23 Juni 2009

Updated June 24, 2009 (first published May 2, 2003) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org; for instructions about subscribing and unsubscribing or changing addresses, see the information paragraph at the end of the article) –

The following is enlarged from the Way of Life Advanced Bible Studies Course UNDERSTANDING BIBLE PROPHECY (third edition, March 2009). This thorough and practical course enables the student to understand and enjoy Bible prophecy. It deals with the interpretation of prophecy, dispensationalism, the covenants, the kingdom of God, the nations in prophecy, and Messianic prophecy. A large section is devoted to “a prophetic overview of the future,” detailing the Bible’s prophecies that have not yet been fulfilled. Other sections deal with the prophecies of Ezekiel, Daniel, and Revelation. 219 pages, $9.95


_____________________________

The word “rapture” does not appear in the Bible, but it is a term used to describe the catching away of the saints of 1 Thessalonians 4:13-18. The term “caught up” in 1 Th. 4:17 is also translated “pluck” (Jn. 10:28), “take by force” (Acts 23:10), and “pulling [out of the fire]” (Jude 23). It refers to a forceful seizing and a snatching away. It is used of the Spirit of God snatching away Philip after the conversion of the Ethiopian eunuch (Acts 8:39). This is exactly what Christ will do to the New Testament believers before the onslaught of the Great Tribulation.

Notes on 1 Thessalonians 4:13-18:

1. The Rapture is (1) a resurrection of the dead in Christ (v. 14-16), (2) a catching up and translation of the living New Testament saints (v. 17).
2. The dead in Christ are with Him in heaven (v. 14).
3. The Rapture is the believer’s hope (v. 13). It is what we are looking forward to.
4. The Rapture is certain. (a) It is as sure as Christ’s resurrection (v. 14). (b) It is the word of the Lord (v. 15).
5. The Rapture is a comfort (v. 18). If this translation did not occur until the end of the torments of the Great Tribulation, it certainly would not produce solace for the Christian standing on this side of the Tribulation.
6. The Rapture is before the day of the Lord’s wrath (5:1-5, 9).

This event is also described in 1 Corinthians 15:51-58.

1. The Rapture is a mystery that was not revealed in the Old Testament (v. 51). The Old Testament prophets taught about the resurrection, but they did not teach that some would be caught up without dying. The translation of the New Testament saints will involve an instantaneous change from morality to immortality. Those believers living at that hour will never see death.

2. The translation of the church-age saints is said to be a source of comfort and encouragement (1 Co. 15:58). Again, if this translation did not occur until the end of the torments of the Great Tribulation, it would not be a comfort.

Among those who believe in a literal Rapture of church-age saints, there are three general positions. All of these pertain to the timing of the Rapture in relation to the Great Tribulation. The three views are (1) Pre-tribulational, meaning the church-age saints will be raptured before the Great Tribulation. (2) Mid-tribulational (also called Pre-wrath Rapture), meaning the church-age saints will go through the first half of the Tribulation. (3) Post-tribulational, meaning the church-age saints will go through the entire Tribulation period.

THE EVIDENCE FOR THE PRE-TRIBULATION RAPTURE

For the following reasons we are convinced the Bible teaches a Pre-tribulational Rapture. In the following study, we are using the term “church” in a general, institutional sense:

1. CHURCH-AGE BELIEVERS ARE PROMISED SALVATION FROM WRATH (1 Th. 1:9-10; 5:1-9; Rom. 5:9; Rev. 3:10).

The Great Tribulation is expressly called the day of God’s wrath. Today the Lord is withholding His anger; He is seated upon a throne of grace, but the day approaches when He will take the seat of judgment. Then “the day of his wrath” will be upon all the world (Ps. 110:5; Isa. 13:6-13; Rev. 6:16-17). It is true that in every century, Bible-believing churches have been subjected to persecution, but this is quite different from the Great Tribulation. The general persecutions of the saints are caused by the wrath of wicked men and the devil, whereas the seven-year Tribulation is a period especially pertaining to God’s wrath (Rev. 6:16-17; 14:10). Some feel that the church will not be saved out of the time of wrath, but will be saved through it. This cannot be true, since the Bible clearly reveals that those who are on earth during the Great Tribulation will not be delivered from wrath but will be overcome (Rev. 13:7). The Scriptures that promise church-a ge believers deliverance from wrath must refer to salvation out from the very presence of the wrath. Concerning the Great Tribulation, we are told that “as a snare shall it come on all them that dwell on the face of the whole earth” (Lk. 21:35). Therefore, church-age believers must either be physically removed from the earth, or they will be involved in the day of wrath. God promises removal. “... I also will keep thee from the hour of temptation, which shall come upon all the world, to try them that dwell upon the earth” (Rev. 3:10). This verse does not say that God will keep the church age saints through the temptation but from it.

2. THE HOLY SPIRIT IS TO BE REMOVED BEFORE THE TRIBULATION (2 Th. 2:1-8).

In other passages of the Bible, the Holy Spirit is said to be the restrainer of sin (Ge. 6:3; Is. 59:19). The Holy Spirit came into the world in His present dispensation at Pentecost (Acts 2), when He came to empower the church for the Great Commission (Acts 1:8). He will remove the church-age believers before the time of God’s great wrath. This does not mean the Holy Spirit will not be present in the world at that time. He is God and is omnipresent. It means that He will not be present in the same sense that He is in this age.

3. CHURCH-AGE BELIEVERS ARE PROMISED MANSIONS IN HEAVEN (Jn. 14:1-3).

When the Lord Jesus returns to the earth at the end of the Tribulation, He sets up His Messianic kingdom. If the Rapture occurred at the end of the Tribulation, the promise to church-age believers pertaining to Heaven would not be fulfilled. Church-age believers are a heavenly people with a heavenly hope (Eph. 1; Ph. 3:20; Col. 3:1-3). Some dispensationalists teach that the church-age saints will live in heaven during the millennium. I believe they will live both in heaven and in earth. Jesus promised the apostles that they would reign with Him over Israel (Matt. 19:28).

4. THE TRANSLATION OF CHURCH-AGE SAINTS IS SAID TO BE IMMINENT (it could happen any time) whereas the Second Coming is said to be preceded by specific signs.

Christ taught this (Matthew 24:42, 44; 25:13; Mark 13:33). Paul taught it (Phil. 4:5; Titus 2:12-13). James taught it (Jam. 5:8-9). And Peter taught it (1 Pet. 4:7). The early Christians were living in expectation of Christ’s return (1 Th. 1:9-10). The apostle Paul instructed the church at Thessalonica that they did not need to heed signs and times, because the New Testament believer has been promised redemption from the “day of darkness” that shall overcome the whole world (1 Th. 5:1-9). The church is not waiting for the appearing of the Antichrist, but for the redemption of the Son of God.

5. THE CHURCH IS A MYSTERY UNREVEALED IN THE Old TESTAMENT (Eph. 3:1-11).

The New Testament church has no part in the chronology of events foretold by the Old Testament prophets. They clearly foretold the first coming of Christ, His miraculous birth, life, death, resurrection, and ascension. The same prophets described Christ’s Second Coming in glory, preceded by a time of unprecedented worldwide tribulation, and followed by the establishment of the glorious Messianic kingdom centered in Jerusalem. But these prophets did not see the present church age--“which in other ages was not made known unto the sons of men, as it is now revealed unto his holy apostles and prophets by the Spirit” (Eph. 3:5).

Between the first and second coming, there is a time gap that was not seen by the Old Testament prophets. This gap is the church age. The prophets did not see that Israel would be set aside temporarily while God called out from among all nations a special body of people. After He has accomplished this purpose and the fullness of the Gentiles is come in, God will restart Israel’s prophetic clock and will fulfill all Old Testament prophecies in relation to His ancient chosen nation. “... blindness in part is happened to Israel, until the fulness of the Gentiles be come in” (Rom. 11:25).

The Great Tribulation deals with Israel, not with church-age believers. This present mystery period will end with the removal of the church-age believers from the earth; and the Lord will then take up His plan for the nation Israel as He fulfills the Old Testament prophecies of the time of Jacob’s trouble, the coming of Messiah in glory, the regathering of the remnant, and the establishment of the Messianic kingdom.

6. THERE ARE EVENTS INTERVENING BETWEEN THE TRANSLATION AND RESURRECTION OF THE CHURCH AND THE SECOND ADVENT.

According to 1 Cor. 15:51, EVERY saved person will be translated at the Rapture. Yet Mat. 25:31-46 shows that when Jesus returns to the earth at the Second Advent He will find many true believers in their natural bodies. There must, then, be a period of time between the Rapture of the church-age saints and the Second Coming to allow for these folk to be saved. It is reasonable to believe that this period is the seven years of the Great Tribulation.

7. THE BOOK OF REVELATION SHOWS THAT THE CHURCH IS NOT ON EARTH DURING THE TRIBULATION.

(a) The church is not seen on earth in chapters 4-18.

(b) The witness for God in the earth during the Tribulation is Israel, not the church (Rev. 7).

(c) The prayers of the saints in Revelation 8 are prayers for judgment. Only Israel prayed such prayers. The church-age saints are instructed to pray for her enemies, not against them (Lk. 9:51-56). These prayers of Revelation are those of the Psalms and are based on God’s promise to Abraham to curse those that cursed Israel (Gen. 12:1-3).

(d) The scorpion-like creatures of Revelation 9 are given freedom to hurt all earth-dwellers except those Jews who were sealed by the angel of Revelation 7; if church-age believers were on earth, they would be subject to this horrible judgment of God.

(e) Revelation 10 identifies the events of Revelation 4-18 with those foretold by Old Testament prophets--the days of the Great Tribulation, the “day of the Lord.” The church age was never in the view of these Old Testament prophecies; it was an unrevealed mystery. The church has a different purpose and program than national Israel. It is Israel that is in view in Old Testament prophecy and in Revelation 4-18.

(f) The ministry of the two witnesses of Revelation 11 identifies them with national Israel and with Old Testament prophecies of the “day of the Lord.” The two witnesses minister from Jerusalem, Israel’s capital. The churches have no such capital, her hope being heavenly, not earthly (Col. 3:1-4; Phil. 3:17-21). The two witnesses are clothed in sackcloth, typical of Old Testament Israel, not New Testament believers. Nowhere are the churches seen in sackcloth. They are told, rather, to “rejoice in the Lord alway: and again I say, Rejoice” (Phil. 4:4). The church-age believer’s judgment is forever past, and he is to keep his mind centered in the heavenlies where, in position, he is seated eternally victorious with Christ (Eph. 2:5-10). Revelation 11:4 identifies the two witnesses with Old Testament prophecy. Zech. 4:3, 11, 14 is a prophecy of Israel, not the church. Further, the two witnesses call down judgment upon their enemies in Rev. 10:5 -6. Jesus rebuked his disciples for desiring to do just this and instructed the church-age believer to pray for the well-being of his enemies, not for their destruction (Lk. 9:54-56; Rom. 12:14, 17-21).

(g) The devil persecutes Israel, not the church, during the Tribulation (Rev. 12). There can be no doubt that the woman in this chapter is identified as national Israel. Verse 5 shows the woman bringing forth Christ; it is obvious that Jesus was brought forth by Israel, not by the churches (Isa. 9:6-7; Rom. 9:5). Also, the symbols of Rev. 12:1-2 recall familiar Old Testament typology of Israel. She is referred to as a woman (Isa. 54:5-7). The sun and moon and the 12 stars of verse 2 remind us of Joseph’s dream regarding Israel (Gen. 37:9). The words of Rev. 12:2 are almost an exact quote from Micah 5:3, again referencing Israel’s delivery of the Messiah. These symbols are not used in the New Testament of the churches.

THE ATTACK ON THE PRE-TRIBULATIONAL RAPTURE

The doctrine of the pre-tribulational rapture is under severe attack today. Consider some examples from the emerging church:

Brian McLaren mocks the “fundamentalist expectations” of a literal second coming of Christ with its attendant judgments on the world and assumes that the world will go on like it is for hundreds of thousands of years (A Generous Orthodoxy, p. 305). He calls the literal, imminent return of Christ “pop-Evangelical eschatology” (Generous Orthodoxy, p. 267) and the “eschatology of abandonment” (interview with Planet Preterist, Jan. 30, 2005, http://planetpreterist.com/news-2774.html). McLaren says that the book of Revelation is not a “book about the distant future” but is “a way of talking about the challenges of the immediate present” (The Secret Message of Jesus, 2007, p. 176). He says that phrases such as “the moon will turn to blood” “are no more to be taken literally than phrases we might read in the paper today” (The Secret Message, p. 178).

Jonny Baker of Grace in London, England, rejects dispensationalism as “escapology theology” and “advocates that Christians need to invest themselves in the current culture, not live on hold until time runs out” (Emerging Churches, pp. 78, 79).

Tony Jones says that the emergent church, in contrast to the dispensational viewpoint, is characterized by “an eschatology of hope” (An Emergent Manifesto of Hope, p. 130). He says: “What I mean is that the folks who hang around the emerging church tend to see goodness and light in God’s future, not darkness and gnashing of teeth. While that may seem obvious to some followers of God, pop theology today is facing the other way. ... Those novelists and the theologians who provide them their material take the view that we’re in a downward spiral, and when things ‘down here’ become bad enough, Jesus will return in glory. But those of us represented in this book take the contrary view. God’s promised future is good, and it awaits us, beckoning us forward” (p. 130).

N.T. Wright, who has a great influence on the emerging church, warns that the doctrine of an imminent rapture is dangerous because it interferes with kingdom building and environmental activities. “If there’s going to be an Armageddon, and we’ll all be in heaven already or raptured up just in time, it really doesn’t matter if you have acid rain or greenhouse gases prior to that. Or, for that matter, whether you bombed civilians in Iraq. All that really matters is saving souls for that disembodied heaven” (“Christians Wrong about Heaven, Says Bishop,” Time, Feb. 7, 2008).

Tony Campolo says: “I mean all of this stuff [about the imminent coming of Christ and a literal Tribulation] comes out of not only fundamentalism. It comes out of dispensationalism, which is a weird little form of fundamentalism that started like a hundred fifty years ago. ... I think that we need to challenge the government to do the work of the Kingdom of God, to do what is right in the eyes of the Lord. That whole sense of the rapture, which may occur at any moment, is used as a device to oppose engagement with the principalities, the powers, the political and economic structures of our age” (“Opposition to women preachers evidence of demonic influence,” Baptist Press, June 27, 2003).

Mark Driscoll refers to the pre-tribulational rapture as “pessimistic dispensationalism” (Listening to the Beliefs of Emerging Churches, p. 146). He has said that “eschatology-minded Christians” are not welcome in his church.

THE IMPORTANCE OF THE PRE-TRIBULATIONAL RAPTURE

The doctrine of the pre-tribulational rapture is not a peripheral one. As we have seen, Christ, Paul, James, and Peter taught that the return of Christ was imminent and was to be expected at any time (Mat. 24:44; Phil. 4:5; Jam. 5:8-9; 1 Pet. 4:7). The early Christians lived in expectation of Christ’s return the literal fulfillment of the prophecies. “For they themselves shew of us what manner of entering in we had unto you, and how ye turned to God from idols to serve the living and true God; And to wait for his Son from heaven, whom he raised from the dead, even Jesus, which delivered us from the wrath to come” (1 Thessalonians 1:9-10).

The doctrine of a pre-tribulational Rapture is a great motivator for purifying one’s personal Christian life.

1. It encourages the believer in trials and persecutions. “Then we which are alive and remain shall be caught up together with them in the clouds, to meet the Lord in the air: and so shall we ever be with the Lord. Wherefore comfort one another with these words” (1 Thessalonians 4:17-18).

2. It keeps the church’s focus on the Great Commission (Mat. 28:18-20; Mk 16:15; Lk. 24:44-48; Acts 1:8). It teaches us that preaching the gospel, winning people to Christ, and establishing churches as the pillar and ground of the truth is the most urgent matter. D.L. Moody had it right when he said: “I look upon this world as a wrecked vessel. God has given me a lifeboat and said to me, ‘Moody, save all you can.’”

3. It motivates us to be busy in the Lord’s work (1 Cor. 15:58).

4. It motivates us to live obedient lives (1 Jn. 3:1-3; 1 Th. 5:4-7).

5. It motivates us to separate from evil (Tit. 2:13-14).

6. It keeps believers on the outlook for heresy and apostasy (2 Timothy 4:3-4; 1 John 2:24-28).

Tuesday, June 16, 2009

The Antichrist’s One World Economy

The Cause of Crisis in US

The world was shocked when several US financing companies went bankrupt since this would impact other financing companies, even the banking sector. The first impact was the crash of stock prices in Dow Jones Index. Henry Paulson, US Finance Minister, immediately devised a US$700 billion bailout plan. When the first proposal was rejected by the Congress, the fall of stock prices was even worse. So Paulson, who was back up by George W. Bush, stated that if US Congress was not willing to accept this proposal, not only US but also the whole world would experience a severe economic crisis. Finally, the Congress had no option but to approve this bailout plan.

Indonesian financial analyst, Christianto Wibisono, stated in 13 October 2008 Suara Pembaruan Newspaper that US financial crisis was not caused by George W. Bush, but by the lifestyle of Americans who tend to spend much more than what they actually earn. Many people are still unaware that although the world is temporarily saved by the US$700 billion bailout, the credit card crisis is still looming ahead. It is estimated that US credit card debt reached US$1 trillion. We in Indonesia are also being encouraged to use credit card and make credit card debt as part of our lifestyle.


Thursday, March 12, 2009

KERAJAAN SERIBU TAHUN (THE MILLENNIAL KINGDOM)

“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Matius 6:9-10).

Sudah hampir dua ribu tahun orang-orang Kristen telah berdoa “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Kami memanjatkan “Doa yang diajarkan Tuhan” ini di akhir renungan bersama keluarga di rumah kami setiap malam. Banyak orang mungkin memanjatkan doa ini hanya dalam kebaktian, namun bagi saya secara pribadi ini adalah doa yang nyata dan saya merenungkan setiap kata dari doa ini. Nenek saya, ibu dari ibu saya, mamanjatkan “Doa yang diajarkan Tuhan” bersama dengan saya setiap malam ketika saya masih kanak-kanak, dan saya terus melakukannya di sepanjang hidup saya, setiap malam sebelum pergi tidur.

Dr. J. Vernon McGee berkata, “Datanglah kerajaan-Mu” adalah kerajaan yang tentangnya Matius sedang bicarakan, kerajaan yang akan didirikan oleh Kristus di muka bumi ini. Ini adalah permohonan yang layak bagi kita semua panjatkan dalam doa (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983 edition, volume IV, hal. 37; catatan untuk Matius 6:10).

Ketika saya memanjatkan doa itu, saya sedang mendoakan tentang Kerajaan Seribu Tahun datang dalam kepenuhannya ketika Kristus datang kembali. Kata “millennium” berarti seribu. Kata Yunani “chilia” (seribu) digunakan enam kali dalam Wahyu 20:2-7. Orang-orang Kristen abad pertama dan kedua percaya ini adalah 1,000 tahun pemerintahan Kristus di muka bumi ini secara literal. Mereka adalah para penganut premillennial. Itu berarti semua orang Kristen abad mula-mula mengharapkan Kristus kembali ke dunia ini untuk mendirikan Kerajaan. Kata “pre” dalam “premillennialisme” berarti bahwa Kristus akan datang kembali sebelum Kerajaan Seribu Tahun. Papias (yang meninggal tahun 165 M) berkata, “Akan ada millennium setelah kebangkitan orang mati, ketika pemerintahan Kristus secara pribadi akan didirikan di muka bumi ini.” Polycarp (70-156 M) berbicara tentang [orang-orang Kristen] yang akan memerintah bersama dengan Kristus dan fakta bahwa orang-orang Kudus akan menghakimi dunia (lihat Henry C. Thiessen, Ph.D., Introductory Lectures in Systematic Theology, Eerdmans Publishing Company, edisi 1949, hal. 470, sudah diterjemahkan oleh Gandum Mas dengan judul Teologi Sistematika).

Namun bertahun-tahun kemudian orang-orang Kristen mulai mengajarkan bahwa Kerajaan itu lebih bersifat alegoris dari pada literal. Mereka mulai mengajarkan pandangan amillennialisme, mulai dengan Clement dari Alexandria (155-220 M) dan khususnya Origen dari Alexandria (185-254 M). Pengajaran mereka, yang mengalegorikan dan mengrohanikan Kerajaan 1000 tahun mulai disebarkan, dan Konsili Roma di bawah Paus Damasus secara resmi mengutuk pandangan premillennial, yang mereka sebut “Chiliasm,” pada tahun 373 M. Jadi, Gereja Katolik menjadi amillennial, yaitu, mereka mengajarkan bahwa tidak akan ada kedatangan Kristus untuk mendirikan Kerajaan-Nya di muka bumi ini, dan bahwa Gereja Roma Katolik sendiri secara perlahan-lahan akan mempertobatkan dunia, dan janji tentang Kerajaan itu akan dipenuhi melalui kemenangan Katolikisme. Pandangan ini dikenal sebagai “amillennialisme.” Huruf “a” di depan kata “millennium” berarti bahwa tidak akan ada Kerajaan seribu tahun di bumi. “Amillennialisme” berarti “tidak ada Kerajaan seribu tahun.”


Daniel Whitby (1638-1726 M) adalah seorang Unitarian yang mengingkari keilahian Kristus. Whitby merestorasi metode tafsir alegoris Origen, dan menyebutnya “hipotesis baru.” Daniel Whitby, seorang bidat Unitarian, “mengajarkan bahwa semua janji tentang Kerajaan itu akan digenapi dalam pengertian rohani dan alegoris… Ia sering disebut sebagai bapak dari post-millennialisme modern” (Thiessen, hal. 471). Postmillennialisme mengajarkan bahwa Kristus akan datang setelah millennium – setelah gereja berhasil mempertobatkan seluruh dunia. Postmillennialisme, pada kenyataannya, hanyalah bentuk modern dari amillennialisme. Seperti amillennialisme, mereka mempertahankan bahwa tidak akan ada pemuliahan Israel, bahwa “gereja” telah menggantikan Israel, bahwa Kristus tidak akan datang kembali dalam penampakan untuk mendirikan Kerajaan-Nya di bumi, dan bahwa “gereja” akan mempertobatkan dunia, dan membawa ke zaman keemasan.

Mal Couch berkata, Perang Dunia I, dan akhirnya disusul dengan Perang Dunia II, sebenarnya telah mengakhiri pengharapan kaum postmillennial. Kejahatan umat manusia adalah bukti bahwa tidak ada yang menjadi lebih baik, seperti yang [mereka] ajarkan (Mal Couch, Ph.D., Tim LaHaye Prophecy Study Bible, AMG Publishers, 2000, hal. 1398).

Dengan cara yang aneh, pandangan alegoris, pandangan pengrohanian ini nampak muncul lagi, dengan “teologi penggantian” (“replacement theology”) [“gereja” menggantikan Israel dalam rencana Allah] mengklaim bahwa “gereja” dapat “menaklukkan masyarakat dan memulihkan kebenaran” dan mendirikan Kerajaan itu (Couch, ibid). Ini sesungguhnya merupakan kebangkitan kembali pandangan Roma Katolik tentang “triumphalisme” Kristen dan “penggantian” (“replacement”) bangsa Yahudi oleh “gereja” dalam rencana Allah. Ini bukanlah apa yang diajarkan oleh Alkitab.

Saya pernah kuliah di Golden Gate Baptist Theological Seminary (Southern Baptist) ketika itu jauh lebih liberal dari pada hari ini. Saya ingat salah satu professor yang mengajar amillennialisme dan postmillennialisme seolah-olah pandangan-pandangan itu adalah kebenaran. Kemudian ia merendahkan dan mengejek premillennialisme, menyebutnya sebagai “chiliasme,” dan bidat, dan mencemoohnya sebagai doktrin sesat yang diajarkan dalam Scofield Study Bible, yang tidak dipercayai oleh para “sarjana.” Ia sering sekali menyerang Scofield Study Bible tentang subyek ini, sehingga kemudian saya pergi dan membeli Scofield Study Bible tersebut untuk pertama kalinya – dan mulai menggunakannya sejak saat itu! Malam ini juga saya sedang berkhotbah dari Alkitab Scofield, seperti yang saya lakukan setiap hari Minggu, karena saya percaya pandangan premillennial tentang kedatangan Kristus seperti yang diajarkan dalam Scofield Study Bible. Saya percaya bahwa Alkitab tidak mengajarkan pandangan amillennialisme atau pun postmillennialisme.

Minggu malam yang lalu kita telah melihat tiga kebenaran agung di dalam Zakharia 14:4-5, 9. Pertama, Kristus akan datang kembali secara tiba-tiba di Bukit Zaitun, “Pada waktu itu kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun yang terletak di depan Yerusalem di sebelah timur…” (Zakharia 14:4).

Kristus akan turun lagi dari Sorga, turun ke Bukit Zaitun yang sama di mana Ia naik. Para malaikat itu berkata, “‘Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.’ Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem” (Kisah Rasul 1:11-12).

“Kaki-Nya akan berjejak di bukit Zaitun” (Zakharia 14:4). Kaki yang saya yang pernah dipakukan di kayu Salib akan turun di bukit yang sama di mana Kristus pernah naik kembali ke Sorga (Kisah Rasul 1:9-12). Kedua, Kristus akan datang kembali dengan semua orang kudus-Nya.

“Lalu TUHAN, Allahku, akan datang, dan semua orang kudus bersama-sama Dia” (Zakharia 14:5).

Ini artinya bahwa semua orang-orang Kristen yang pernah diangkat sebelumnya akan turun dari angkasa, mengikuti Kristus. Peristiwa ini pertama kali dinubuatkan oleh Henokh sebelum Air Bah.

“Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya” (Yudas 14).

Dan Rasul Yohanes berbicara tentang ini dalam Wahyu 19:14, “Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia,” ketika Ia turun dari Sorga untuk membinasakan pasukan Antikristus dan mendirikan Kerajaan Seribu Tahun di muka bumi ini. Ketiga, Zakharia 14:9 mengatakan bahwa Kristus akan mendirikan Kerajaan-Nya di bumi ini,

“Maka TUHAN akan menjadi Raja atas seluruh bumi; pada waktu itu TUHAN adalah satu-satunya dan nama-Nya satu-satunya” (Zakharia 14:9).

Akhirnya doa yang dipanjatkan selama dua ribu tahun ini akan terkabulkan,

“Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga” (Matius 6:10).

Akhirnya, kita melihat Wahyu 20, dan saya ingin kita kembali ke sana malam ini. Mari kita melihat Wahyu 20, mulai dengan ayat satu. Di sini kita belajar dua kebenaran penting tentang Kerajaan yang akan datang.

I. Pertama, Setan akan diikat selama 1,000 tahun.

“Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya” (Wahyu 20:1-3).

Anda harus memperhatikan bahwa “seribu tahun” ditekankan dua kali di ayat satu sampai tiga. “Seribu tahun” ditekankan sebanyak enam kali dalam Wahyu pasal dua puluh ini.

Dr. McGee berkata, Ini benar bahwa Millennium ditekankan hanya dalam satu pasal, namun Allah menekankannya enam kali [dalam pasal itu]. Berapa banyak kali Ia telah mengatakan sesuatu sebelum itu benar-benar terjadi? Ia menekankan banyak hal lainnya yang orang-orang tekankan dan pikir juga penting karena semua itu disebutkan sekali atau dua kali dalam Kitab Suci. Enam kali kata seribu tahun ditekankan, dan di sini adalah dalam hubungannya dengan Setan (McGee, ibid., volume 5, hal. 1055; catatan untuk Wahyu 20:1-3).

Tidak adanya Setan di muka bumi sepanjang masa Kerajaan Seribu Tahun akan mengubah kondisi dari gelap menjadi terang. Selama Setan beroperasi di dunia ini tidak akan pernah ada Kerajaan yang sempurna. Kehendak Allah tidak akan dapat terjadi “di bumi seperti di sorga” (Matius 6:10) selama Setan belum disingkirkan dari bumi ini. Seorang malaikat akan turun dengan rantai besar dan akan mengikat Setan selama periode Kerajaan Seribu Tahun Kristus.

“Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya” (Wahyu 20:1-3).

Setan akan dilemparkan “ke dalam jurang maut, dan [malaikat akan] menutup jurang maut itu…” (Wahyu 20:3) sepanjang Kerajaan Seribu Tahun Kristus. Setan akan dipenjarakan dalam “jurang maut,” secara literal “abyss” (“jurang yang tanpa dasar”). Ini bukan Lautan Api. Setan akan dilemparkan ke dalam Lautan Api setelah Kerajaan itu berakhir, di akhir Kerajaan seribu tahun itu. Betapa indahnya dunia ini ketika Kristus mendirikan Kerajaan-Nya di bumi ini. Setan tidak akan ada lagi di sini untuk mencobai dan menyakiti kita lagi di Kerajaan Allah kita dan Kristus-Nya! Seperti yang dituangkan dalam lagu pujian ini,

Kuasa Setan akan segera dikalahkan,

Oh, itu adalah hari ini!

Kesedihan dan kesakitan tidak akan ada lagi,

Oh, itu adalah hari ini!

Glori, glori! Betapa sukacitanya hatiku.

Glori. Glori! Ketika Allah memahkotai-Nya menjadi Raja.

Glori. Glori! Segeralah siap menyambutnya

Glori. Glori! Yesus akan datang segera

(“What If It Were Today?” by Lelia N. Morris, 1862-1929;

diubah oleh Pendeta).

Setan akan diikat di dalam jurang maut selama masa Kerajaan itu! Betapa indahnya janji itu!

II. Kedua, Kerajaan Kristus akan didirikan di bumi selama seribu tahun.

Mari ikuti saya dengan membuka Alkitab Anda ketika saya membaca Wahyu 20:4-6.

“Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama. Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:4-6).

Tim LaHaye Prophecy Study Bible berkata bahwa ayat empat dan lima berbicara tentang orang-orang yang akan dieksekusi mati oleh Antikristus pada masa Kesusahan Besar karena menolak untuk menerima tandanya pada tangan dan dahi mereka. Mereka akan dibangkitnya secara jasmani sehingga mereka dapat memerintah bersama dengan Kristus sepanjang masa Kerajaan Seribu Tahun-Nya di bumi ini (see Tim LaHaye Prophecy Study Bible, AMG Publishers, 2000 edition, hal. 1399; catatan untuk Wahyu 20:4-5). Ayat enam berkata,

“Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:6).

Tim LaHaye Prophecy Study Bible berkata tentang ayat ini,

“Kebangkitan pertama” adalah untuk orang-orang percaya dan terjadi dalam tiga tahapan:

(1) Kristus sebagai buah sulung (I Kor. 15:20);

(2) pengangkatan… (I Kor. 15:23; I Tes. 4:13-18);

(3) orang-orang kudus pada masa Kesusahan Besar dibangkitkan sebelum Kerajaan itu bersama dengan orang-orang kudus Perjanjian Lama (Maz. 50:1-6). Kebangkitan ini termasuk semua [orang yang telah bertobat] yang mati sampai kedatangan Kristus (ibid., hal. 1400; catatan untuk Wahyu 20:6).

Ayat enam menunjukkan bahwa orang-orang yang telah dibangkitkan pada “kebangkitan pertama” itu, “akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20:6).

Betapa ini akan menjadi hal yang terindah memerintah bersama Kristus dalam Kerajaan-Nya! Namun kita harus menjadi para pemenang untuk dapat mengalaminya. Kita membaca dalam Wahyu 3:21, “Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya” (Wahyu 3:21).

Untuk menjadi layak memerintah bersama dengan Kristus dalam Kerajaan-Nya di bumi, Anda harus menjadi pemenang. Namun untuk menjadi pemenang, yang pertama Anda harus bertobat. Yesus mengatakan itu sangat jelas bahwa langkah pertama untuk masuk dan memerintah dalam Kerajaan itu adalah pertobatan sejati. Yesus berkata,

“sesungguhnya jika kamu tidak bertobat… kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Anda harus mengalami pertobatan sejati atau Anda tidak akan masuk ke dalam “kerajaan sorga,” dan jika Anda tidak masuk ke dalam “kerajaan sorga” sudah pasti Anda tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Seribu Tahun Kristus di bumi! Oleh sebab itu, Anda harus menemukan pertobatan sejati di dalam Kristus lebih dari segalanya dalam hidup ini!

Pertobatan sejati biasanya pertama melibatkan keinsafan akan dosa, kemudian perjuangan untuk membebaskan diri Anda sendiri dari dosa sampai Anda menyadari bahwa Anda tidak dapat melakukannya. Akhirnya, pertobatan datang ketika Anda menyerahkan diri Anda sendiri, menyadari bahwa Anda telah rusak total, dan kemudian datang kepada Kristus agar dosa Anda disucikan oleh Darah-Nya. Ketika Anda datang kepada Kristus dosa Anda ditebus oleh kematian-Nya di kayu Salib, dan berserahlah kepada Dia melalui iman di dalam Dia saja, dan Anda akan mengalami pertobatan sejati dan mulai menjadi seorang pemenang, yang layak memerintah bersama Kristus dalam Kerajaan Seribu Tahun-Nya di bumi. Namun langkah pertama Anda harus mengalami pertobatan sejati di dalam Kristus Yesus. Kiranya Tuhan segera memberikan kepada Anda pengalaman pertobatan di dalam Yesus Kristus.
Amin.

(AKHIR KHOTBAH)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Malam, 14 Desember 2008

di Baptist Tabernacle of Los Angeles

Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet

di www.realconversion. com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Wahyu 20:1-7.

Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:

“What If It Were Today?” (by Lelia N. Morris, 1862-1929).

http://www.rlhymers.com/Online_ Sermons_Indonesi an/2008/121408PM _MillennialKingdom.html

AMSAL 23:23 Belilah kebenaran dan jangan menjualnya; demikian juga dengan hikmat, didikan dan pengertian.

Monday, February 23, 2009

MANUSIA AKHIR ZAMAN

Kotbah Dr. Suhento Liauw
Minggu, 6 Juli 2003
Kebaktian Pagi
Nats: II Timotius 3:1-5

Saudara yang terkasih dalam Tuhan, Paulus menuliskan kepada Timotius mengenai ciri-ciri manusia akhir zaman. Mengapakah ada daftar yang sedemikian buruk mengenai manusia akhir zaman? Jikalau kita membaca perikop ini, saya dapat meraba apa yang Paulus maksudkan. Apakah penyebab utama sehingga manusia sedemikian rusaknya? Sebenarnya ada dua penyebab utama yang mengakibatkan mereka demikian. Penyebab yang paling dasar sekali adalah mereka tidak peduli pada hal-hal rohani. Mereka lebih memperhatikan dan menghargai hal-hal jasmani karena bagi mereka itu adalah segala-galanya.

Memang uang memegang peranan penting, tetapi jikalau kita menempatkan uang di atas hal rohani, maka kita sudah melakukan suatu kesalahan di hadapan Allah. Siapakah di muka bumi ini yang tidak memerlukan uang? Tidak ada seorang pun yang dapat lepas darinya. Siapakah orang di muka bumi ini yang berani berkata bahwa dia tidak memerlukan materi? Kita semua memerlukan pakaian, sepatu, dan berbagai materi lainnya. Tidak ada seorangpun di muka bumi ini yang tidak memerlukan materi. Tetapi persoalannya adalah ketika dua hal di hadapkan pada kita, pilihan kita akan mencerminkan isi hati kita.

Di akhir ayat kedua dikatakan bahwa manusia akhir zaman tidak mempedulikan masalah agama. Mereka tidak peduli mati masuk surga atau neraka. Padahal tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang tidak pernah tidak mendengar ada orang yang meninggal atau tidak menyadari bahwa meninggal adalah sesuatu yang pasti. Kita satu kali pasti mati hanya kita tidak tahu kapan waktunya kita mati. Sementara itu Paulus kataka bahwa manusia akhir zaman tidak peduli sama sekali akan hal itu. Karena tidak peduli akan hal itu segala macam kejahatan mereka lakukan. Anggota jemaat kita, Saudara Fendi, ditabrak mobil, namun mobil tersebut pergi begitu saja. Fendi kemudian mengejarnya dengan tangan yang berlumuran darah. Namun apa yang terjadi? Ternyata yang di dalam mobil itu ada dua orang Kopasus. Yang aneh adalah bukannya mereka meminta maaf tetapi mereka meminta ganti rugi karena Fendi adalah Chinese. Sungguh bejat sekali. Tetapi Fendi mempunyai falsafah kekristenan yang baik sekali, ia berkata, “Tidak apa-apa karena uang itu akan mereka bawa masuk ke neraka.”

Manusia di muka bumi ini, jikalau ia tidak merenungkan masalah surga dan neraka, mereka bisa berpikir apa saja serta melakukan apapun. Seorang paman berusia 27 tahun membunuh keponakannya karena ibunya lebih memperhatikan keponakannya yang masih kecil itu dari pada dirinya. Itulah gambaran kehidupan mereka yang menyepelekan masalah rohani. Mereka mempunyai prinsip hidup buatlah apa yang disukai dan akibatnya tidak perlu dipikirkan. Merampok, memperkosa, mencuri lakukan saja. Paman yang membunuh keponakannya tidak menyesal dan berkata bahwa dia paling akan dihukum tujuh tahun penjara saja. Dari jawabannya dia mempunyai pemahaman bahwa membunuh keponakannya bukanlah sebuah kerugian besar karena hanya dihukum tujuh tahun saja.

Tersangka yang membunuh Teo Eloway, dituntut oleh jaksa tiga setengah tahun. Mungkin hakim bisa saja memutuskan dua tahunan saja dengan pertimbangan belum pernah dihukum dan punya anak istri dan lain sebagainya. Jikalau manusia itu tahu resikonya ringan dia berani berbuat apa saja. Tetapi mengapakah ada orang yang tidak berbuat kejahatan sedikitpun, sekalipun tidak mendapat ancaman di muka bumi ini? Karena dia tahu kebenaran firman Tuhan. Dia tahu jika dia berbuat jahat akan menghadap penghakiman. Saudaraku, kadang-kadang kita melihat kejahatan di kanan kiri kita, tetapi satu hal yang menghiburkan adalah karena Tuhan menyiapkan suatu penghakiman yang adil untuk kita. Karena dia adalah hakim yang adil.

Mengapakah orang Kristen dilarang untuk membalas kejahatan? Karena sikap kita yang tidak membalas kejahatan adalah sikap kita yang percaya kepada Tuhan. Mengapa rakyat Indonesia jika diperlakukan jahat langsung membalasnya tanpa melapor kepada polisi? Hal itu terjadi karena rakyat Indonesia tidak percaya dengan kinerja pemerintah mengadili dengan adil. Sama halnya prinsip itu diterapkan dalam kehidupan kita. Sehingga setiap perbuatan jahat maupun ketidakadilan yang menimpa kita, kita dapat berkata bahwa hal itu tidak mungkin akan luput dari penghakiman Tuhan. sebab walaupun pemerintah tutup mata, pendilan bisu dan tuli, pemuka agama acuh tak acuh, tokoh masyarakat apatis, kita masih mempunyai Tuhan yang adil. Seberapapun kita ditindas dan dianiaya, kita tetap bersandar kepadaNya karena kita tahu bahwa ada suatu penghakiman yang adil dari Tuhan.

Sejarah mencatat bagaimana gereja Katolik sudah membunuh annabaptis tak terhitung jumlahnya. Mereka dibakar, disalibkan, dikuliti, bahkan pernah di suatu masa, ada satu kampung yang disinyalir ada orang annabaptis di dalamnya, gereja Katolik memperintahkan untuk membunuh semua orang yang ada di kampung itu termasuk yang bukan annabaptis juga dengan suatu pandangan yang dicetuskan oleh uskupnya, “Tuhan mengenal siapa kepunyaanNya!” Sehingga satu kampung dibantai semuanya. Mengapakah annabaptis tidak melawan? Mereka tidak melawan karena mereka percaya ada Allah yang adil. Mereka percaya ada pemerintahan yang kekal yang memiliki kekuatan tak terbatas yang pasti suatu hari akan menghakimi dengan seadil-adilnya. Percaya pada itu maka kita tidak melawan. Jikalau kita membalas, sebenarnya kita tidak percaya kepada Tuhan.

Jemaatku yang terkasih di dalam Tuhan, membaca list ini, manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Apakah yang dimaksud dengan orang yang beribadah secara simbolik atau lahiriah namun tidak menghayati kekuatan yang dijanjikan itu? Artinya, jikalau kita sungguh-sungguh mengerti bahwa Tuhan memberikan upah yang besar bagi yang sungguh-sungguh setia sampai mati, maka janji itu baginya tentu selalu terngian-ngiang terus. Hal ini tidak ubahnya dengan orang yang dijanjikan uang seratus juta rupiah untuk menjaga rumahnya selama satu bulan saja. Dia diperintahkan untuk mengatur dan membersihkan rumah itu serta menjaga rumah itu sebaik-baiknya. Tentu di dalam dia melakukan tugas itu, dia selalu teringat akan janji itu sehingga timbul suatu kerinduan yang sangat akan janji itu. Janji itu benar-benar dihayati olehnya maka dia akan menjaga rumah itu sebaik-baiknya. Di dalam Alkitab terdapat banyak janji, himbauan, dan dorongan dari Tuhan. Tetapi sungguhkah kita sedemikian menyakini apa yang dijanjikan Tuhan di dalam firmanNya? Ataukah kita hanya membaca sambil lalu tanpa menghayatinya. Inilah yang disebut dengan mereka yang memungkiri kekuatannya.
Contoh sederhana mengenai hal ini dapat kita temukan dalam Matius 6:25-34. Dikatakan bahwa:

Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”

Pernahkah ketika kita membaca perikop ini kita meragukan janji Allah ini? Apakah janji itu dapat dipegang erat-erat? Tuhan mengatakan di bagian lain bahwa janji Tuhan itu seperti emas yang teruji yang dileburkan dalam tujuh kali dapur peleburan di tanah. Tuhan tidak pernah lalai menepati janjiNya.
Memang benar bahwa hal-hal materi itu biasanya dicari oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tetapi yang ditekankan dalam bagian ini adalah dimanakah kita melabuhkan hati kita. Seandainya Anda disuruh untuk memilih antara masalah rohani dan jasmani dan Anda diharuskan memilih salah satu dari keduanya, apakah yang akan Anda pilih? Mungkin ketika hal ini ditanyakan di gereja semua akan menjawab bahwa mereka akan mengutamakan masalah rohani. Apalagi ketika baru selesai mendengarkan penguraian kebenaran firman Tuhan ini. Namun hal itu akan berbeda jika itu terjadi di dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada saat itu manakah yang akan kita pilih?

Mengapakah kita lebih sering menggunakan hari Minggu sebagai saat untuk pindah rumah? Mengapakah banyak orang Kristen yang merasa adalah lebih baik pindah rumah pada hari Minggu dibandingkan dengan hari-hari lain? Mereka melakukan ini karena berpikir adalah sangat sulit untuk meminta izin dari pimpinan kantornya sedangkan Tuhan itu dapat dinomorduakan. Sehingga hari Minggu tidak kebaktian karena dia pindah rumah. Seolah-olah dia menganggap Tuhan itu lebih gampang. Tuhan disepelekan sama sekali. Jujur kata sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari kita lebih mengutamakan masalah jasmani dari pada masalah rohani dalam hidup ini. Memang dalam gereja semua angkat tangan ketika ditanyakan masalah ini. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari hal itu sangat berbeda. Urusan rohani dinomorduakan dan dianggap sebagai hal “cingcay” saja.

Rasul Paulus mengatakan bahwa mereka itu beribadah namun memungkiri kekuatannya. Dalam arti kata mereka memang mempercayai Allah Mahakuasa, Allah adalah Pribadi tertinggi yang paling dihormatid dari segala-galanya, tetapi sebenarnya mereka memungkiri kekuatannya. Sesuatu yang sebenarnya sangat tidak mungkin.

Jemaatku, kadang-kadang kita perlu tenggelam dalam renungan, “Tuhan, sejak aku mengenalMu, sejak Engkau memperkenalkan kasih karuniaMu kepadaku, adakah aku makin hari makin mempercayaiMu? Adakah makin hari aku makin menghormati dan mengasihiMu? Tuhan, adakah kerohanian saya makin hari makin maju? Adakah keberanian bagiku untuk menjawab keinginanMu dalam hidupku. Adakah aku sungguh-sungguh untuk melayaniMu?”

Dulu saya mempunyai keinginan untuk menjadi orang kaya. Saya bekerja seperti orang gila saja. Anda dapat bayangkan, dari jam 7 pagi sampai jam 12 mengajar di SD Maranatha di Sintang. Setelah itu pulang ke rumah untuk makan kemudian buru-buru pergi kerja lagi di CV Pembangunan Jaya sampai jam 5 sore. Setelah itu pulang untuk makan malam dan mandi lalu pergi kerja lagi sebagai sales asuransi sampai jam 10 malam. Saat itu saya mulai berpikir bahwa Suhento pasti akan menjadi orang kaya. Saya mulai menabung supaya punya modal untuk membuka usaha sendiri. Saat itu saya sudah mempunyai modal yang lumayan besar. Saya bisa membeli Corolla DX seharga tujuh setengah juta karena saya mempunyai uang sembilan jutaan. Sampai suatu hari ada teman yang datang untuk meminjam uang dari saya dengan jaminan bunga yang cukup besar. Sebagai jaminan dia memberikan sertifikat rumahnya sebagai jaminan. Beberapa bulan kemudian ternyata dia kabur entah kemana namun itu tidak masalah karena saya memiliki serifikat rumahnya. Akhirnya kami pun pindah ke rumah tersebut. Belum lama kami tinggal di sana, tiba-tiba petugas bank datang untuk menyita rumah tersebut dan mereka juga mempunyai sertifikat atas rumah tersebut. Saat itu sangat sulit untuk menang perkara melawan bank akhirnya rumah itu pun disita oleh bank.

Hal itulah yang membuat kami duduk termenung berlinangan air mata. “Tuhan, sekarang Engkau mau kami berbuat apa?” Karena sebelumnya saya sudah sering berkotbah keliling dan akhirnya kamipun bertekad untuk menjadi hambaNya. Mulai saat itu saya mulai merenungkan hal ini. Saya mau mempercayai semua janji Tuhan. Bahwa janji Tuhan itu benar. Bukan masalah tidak perlu masalah materi, tetapi intinya mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya.

Dengan tanggungan dua orang anak saya memutuskan untuk sekolah teologi. Tanpa ada sponsor sama sekali dan tidak ada yang bisa dijadikan sandaran. Hanya bersandarkan pada janji Tuhan saja kami maju terus. Cobalah kita bertanya kepada diri kita sendiri, di dalam kita mengikut Tuhan, apakah makin hari kita makin maju. Pernahkah kita bertanya kepada Tuhan apakah yang diinginkannya di dalam kehidupan kita? Sebenarnya pengalaman saya bisa menjadi guru bagi Anda. Tidak perlu menunggu uang kita diambil orang barulah sadar. Ketika saya merenungkan hal ini, kadang-kadang saya tersenyum sendiri dan berkata, “Tuhan, kadang Engkau memimpin orang dengan membuatnya syok berat.”

Kasih karunia Tuhan begitu besar dalam hidup kita. Marilah kita semakin maju di hadapan Tuhan. Baik itu secara kerohanian kita, pemahaman kita, maupun kasih kita kepadaNya. Makin maju di dalam Tuhan ini dapat ditandai dengan makin mempercayai janji Tuhan dan memegang erat janjiNya. Semakin yakin jika kita berjalan bersama Tuhan pasti akan berjalan dengan baik. Tetapi itu bukan berarti kita lepas tangan. Paulus mengajarkan kepada kita melalui surat yang ia tuliskan kepada jemaat di Efesus, “Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.” (Efesus 4:28) Jadilah orang Kristen yang mau bekerja dan mau menolong orang lain. Terapkan apa yang Tuhan Yesus katakan, lebih bahagia memberi dari pada menerima. Amin!

Sumber: http://gbiasemarang.blogspot.com/2009/02/manusia-akhir-zaman.html

Monday, December 08, 2008

PENGANGKATAN / RAPTURE GEREJA

Oleh Dr. W. A. Criswell pada 02-19-84, Diterjemahkan Dr. Eddy Peter Purwanto

1 Thessalonians 4:15-17
Anda sedang bergabung di First Baptist Church di Dallas. Dan ini adalah gembala kami, yang akan membawakan Firman Tuhan dengan tema: Pengangkatan/ Raptur Jemaat. Ini adalah seri khotbah doktrinal tentang eskatologi yang kedua – doktrin akhir zaman, atau Kedatangan Tuhan kita yang kedua – Pengangkatan/ Rapture Jemaat.

Mari kita membaca 1 Tesalonika 4, mulai ayat 13:
“Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan – ini adalah wahyu dari Allah sendiri – kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah – parakaleo, asal kata “Paraclete,”sebutan untuk Roh Kudus – seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini” (1 Tesalonika 4:13-18)

Tuesday, December 02, 2008

THE PRE-, MID-, POST-TRIBULATIONIST

Oleh Dr. W. A. Criswell, Diadaptasi Dr. Eddy Peter Purwanto
Khotbah ini dikhotbahkan pada kebaktian Minggu Pagi, 26 Pebruari 1984 di First Baptist Church in Dallas

Ini adalah gembala kita yang akan menyampaikan khotbah pertama dari seri khotbah doKtrinal yang berhubungan dengan ekskatologi, doktrin akhir zaman, pengajaran Kitab Suci berhubungan dengan kedatangan Kristus yang kedua kali dan akhir dari dunia ini.

Judul khotbah hari ini adalah, "Penganut Pre-, Mid-, dan Post-Tribulasi." Ini adalah suatu studi dari Kitab Suci tentang kedatangan Tuhan kita bagi umat-Nya, hari pengangkatan (rapture) gereja. Pengangkatan gereja Tuhan ini disebut rapture. Apakah ini terjadi sebelum Kesusahan Besar? Atau terjadi setelah Kesusahan Besar? Atau tidak akan ada rapture sama sekali? Atau apakah sebagian dari kita akan mengalami pencobaan dan Kesusahan, dan sementara yang lain akan diangkat sebelum Kesusahan Besar itu? Inilah yang akan kita diskusikan pada pagi ini.

Allah mengasihi Anda dengan kebaikan yang riil. Anda lihat, saya telah menemukan kebenaran Allah bagi diri saya sendiri. Saya tidak tahu sampai saya belajar, dan ini adalah pembelajaran yang sangat berat. Semua tentang doktrin ini telah mendatangkan konfrontasi dan kontroversi dan konflik di gereja. Doktrin ini muncul dari konfrontasi dan konflik serta kontroversi.

Thursday, March 27, 2008

Seputar Akhir Zaman

Saya tertarik dengan fenomena tanda2 akhir zaman, misalnya:

kursi no 666 di parlemen Eropa Bersatu (EURO) kosong, ndak ada yang menduduki, sengaja dibiarkan kosong mungkin menanti datangnya AntiKristus, juga pernah mendengar bahwa PNS di Meksiko sudah diberikan chip yang akan dipasang ke anggota tubuh.

ada juga banyak pasangan di Belanda yang ingin menikah pada tanggal 6 Juni 2006 (666) bahkan ada pasangan yang ingin menikah tanggal 6 Juni 2006 jam 6 pagi
lewat 6 menit, namun ditolak kantor registrasi pernikahan disana karena terlalu pagi. sudah banyak pasangan yang akan menikah sudah mendaftar di Belanda
Bahkan Film akhir zaman "The Omen 4" akan dirilis pada 6 Juni 2006 (666), teman2 pasti tahu film Omen masih bersambung.

Sepertinya banyak orang di dunia ini baik Kristen atau bukan tertarik dengan fenomena akhir zaman termasuk angka 666 (Wahyu pasal 59m13), The Beast, angka binatang triple 6. yang adalah seorang manusia Antikristus yang akan menyamakan dirinya dengan Allah dan minta penyembahan dari manusia. (Bisnis Indonesia 6 Januari 2006)

Dari zaman Alkitab sampai pada saat ini sudah banyak antikristus-antikristus yang muncul. Namun pada masa terakhir akan muncul satu Antikristus yang akan menguasai ketiga bidang ini Politik-Ekonomi-Agama dengan kepiawaian dan keahliannya yang menjadi pemuja Lusifer.

Tentu tanda-tanda akhir zaman masih begitu banyak, bukan hanya yang satu ini, namun ini yang begitu sering disinggung dan dibicarakan. Yang pasti semua mata akan tertuju kepada Yerusalem, Israel. Karena Alkitab berkata banyak mengenai Negara Israel pada akhir zaman ini.

Satu film akhir zaman yang sangat saya sukai yaitu serial LEFT BEHIND (Left Behind, Tribulation Force, World at War) yang sampai saat ini sudah dirilis sampai seri ke-3 dari 12 jilid Novel Tim Lahaye dan Jerry B Jenkins. Film ke-4 nya belum keluar namun tahun 2009 sudah jadi. Menurut saya, Film ini sangat bagus bahkan dari segi penafsiran lebih bisa merepresentasikan hal-hal akhir zaman di banding film yang lain yang penafsiran akhir zamannya bisa diragukan dan terlalu aneh. Sangat Bagus dan layak ditonton.
Images7


Hampir semua Film Akhir Zaman dibuat dengan Doktrin Eskatologi/Akhir Zaman Pre-milennium dan Pre-tribulation.

Saya sampai saat ini menyakini kebenaran doktrin Eskatologi dalam hal kedatangan YEsus Kristus kedua kalinya yang bersifat ini (Pre-millenium dan Pre-Tribulation) meski ada banyak penafsiran didalam Premilenium sendiri mengenai waktu (kedatangan Tuhan Yesus, Rapture, kerajaan 1000 tahun, dll) juga ada Post-Millenium dan A-millenium.

Meski Doktrin Eskatologi mengenai apakah yang benar Premillenium, Amillenium or Post millenium masih dibahas terus oleh para ahli Alkitab bidang Eskatologi, kita tidak perlu terlalu mempermasalahkannya (-berbeda pendapat dimungkinkan-) karena yang Pasti Tuhan Yesus

Images87

akan datang kembali sesuai janjiNya.

(Dalam Kristen, ada Doktrin Pokok/Primer dan Doktrin Sekunder, nah menurut pengelompokan itu, Premil atau Amil atau Postmil dalam Eskatologi termasuk doktrin Sekunder dalam hal ini)

Tuhan Yesus Memberkati