Tuesday, October 18, 2011

Tuhan Punya Rencana

Gbii.org - Manusia boleh berencana, tapi pada akhirnya rencana Tuhan-lah yang terjadi. Coba ingat dan renungkan, hal itu sungguh nyata dalam hidup kita, sejak kita dilahirkan, Tuhan sudah rencanakan something special buat kita semua, bahkan sampai hal-hal yang detail sekalipun. Kebetulan itu sebenarnya nggak pernah ada, sebab semua ada dalam rencana-Nya. Albert Einstein pernah bicara “God never play dice” (Tuhan tidak pernah main dadu). Artinya Dia nggak pernah asal-asalan menciptakan dan mengatur hidup kita, supaya semua sesuai dengan kehendak-Nya.

Kalau kamu pernah lihat film berjudul “Letter to God” yang diangkat dari kisah nyata, kamu pasti mengerti banget kalau dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan. Diceritakan ada seorang anak yang mengidap penyakit kanker dan menulis surat kepada Tuhan. Akhirnya surat itu jatuh ke tangan tukang pos yang bingung mau ngasih surat itu sama siapa. Tapi akhirnya kehidupan si tukang pos yang awalnya hancur, malah bisa dipulihkan oleh surat anak kecil tadi. See? Bukan kebetulan kalau surat itu jatuh ke tangan si tukang pos yang hidupnya hancur itu.
Begitu juga dengan setiap detail peristiwa dalam hidup kita. Kalau kita percaya akan rencana-Nya yang indah, kita akan tetap bersyukur atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Yakin saja kalau tidak ada satu pun rencana Tuhan yang gagal, sebab Dia adalah Pribadi yang maha kuasa.

Sobat Muda, mulai sekarang tekunlah berdoa dan serahkan masa depan kita pada Tuhan. Tuhan sudah rencanakan hal yang terbaik untuk kehidupan kita, termasuk sekolah, pasangan hidup, pekerjaan dan hal-hal lainnya. Selanjutnya, kita tinggal minta sama Tuhan untuk bisa mengerti mana yang terbaik buat kita dan mana yang bukan. Okay !!

Friday, October 14, 2011

Uang Seribu Yang Kotor

Gbii.org- Hari itu aku sedang dalam perjalanan menuju kampus, dijalan yang biasa aku lalui ada hal yang menarik yang menjadi perhatianku, ada selembar uang seribu yang tergeletak di jalan, udah kucel, jelek, kotor dan sobek. Nggak ada satu orang pun yang mau mengambilnya, padahal itu juga uang. Mungkin karena kotor, kucel dan jelek, sesuatu yang berharga akhirnya dianggap nggak lebih dari sampah.
Pernah nggak kita sadar kalao dulunya hidup kia juga mirip sama uang seribuan yang kucel dan jelek itu ? Dahulu manusia sangat berharga, sampai akhirnya dosa masuk bikin kita suka sama hal-hal yang kotor. Hidup kita pun dipenuhi oleh hal-hal yang jahat, kebohongan dan kebencian. Debu-debu kejahatan dan bercak-bercak dendam memenuhi hati dan jiwa kita. Hidup kita jadi tidak berharga lagi karena dosa. Dan karena itu juga, mungkin kita sudah mulai tidak diperhatikan atau di jauhi oleh teman-teman kita. Tapi saat itu Tuhan sendiri datang dan mau membersihkan hidup kita. Dia tidak melihat kesalahan kita, tidak mau mengingat-ingat kejelekan dan keboborak kita. Dia cuma mau diri kita. Ya, Dia mau anak-anak-Nya yang hilang karena dosa, bisa kembali dalam pelukan-Nya.
Nabi Yesaya sudah nulis dengan jelas bahwa Allah sangat mencintai kita, bahkan diibaratkan seperti ‘bulu yang sudah terkulai tapi nggak pernah diputuskan sama Tuhan atau seperti ‘ sumbu yang sudah pudar nyalanya tetapi tidak di padamkan. Seperti itu juga perlakuan Tuhan dalam hidup kita. Dia sangat mencintai kita dan mau menerima kita apa adanya. Bahkan ketika hidup kita sudah lebih hancur dari pada uang seribu tadi. Tuhan tetap mau menerima kita. He Love us forever.
Tuhan sangat mencintai kita, jadi saat kita merasa kotor dan enggak layak, Just Come to Him, He will accept you.

Wednesday, October 12, 2011

Berita Bulan SEPTEMBER 2011

JOHN PIPER – THEOLOGI REFORMED DAN PENYEMBAHAN KHARISMATIK
(Berita Mingguan GITS 3 September 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Dalam sebuah kunjungan riset ke sebuah kebaktian di Bethlehem Baptist Church yang dipimpin oleh John Piper di Minneapolis tahun ini, saya kembali teringat akan hari-hari kharismatik saya! Khotbah yang disampaikan bertheologi Reformed, tetapi musiknya adalah mistikisme rock & roll kharismatik. Dalam beberapa tahun belakangan saya juga telah mengunjungi Saddleback Church di Willowcreek, sebuah Calvary Chapel, sebuah Vineyard Church, beberapa gereja Southern Baptist, kebaktian-kebaktian Roma Katolik, sebuah konferensi Baptis yang liberal, sebuah konferensi kharismatik, dan sebuah konferensi emerging church. Satu hal yang semua kebaktian ini miliki bersama adalah musik rock dan kebaktian yang berpusat pada pengalaman emosional. Ini adalah salah satu aspek yang paling berkuasa dalam gerakan ekumene dan dengan efektif menarik semua tipe gereja bersama. Salah satu tema besar dari penyembahan kontemporer adalah kesatuan ekumenis, "tubuh Kristus " dan "kita adalah satu." Ini adalah tema yang muncul dalam penyembahan kontemporer seperti di gereja Piper.

Saturday, October 08, 2011

Berita Bulan AGUSTUS 2011

HEAVEN IS FOR REAL: SEBUAH BUKU YANG BERBAHAYA BAGI ZAMAN YANG SESAT
(Berita Mingguan GITS 06 Agustus 2011, sumber: www.wayoflife.org)
Heaven Is For Real (Surga Itu Nyata), sebuah buku tentang seorang anak lelaki berusia empat tahun yang katanya mengunjungi Surga, telah terjual 1,5 juta eksemplar dan saat ini sedang menduduki peringkat #6 di daftar bestseller Amazon. Buku ini juga telah memecahkan rekor penjualan penerbit Thomas Nelson dan sangat populer bahkan di kalangan Baptis Independen. Seorang gembala sidang memberitahu saya bahwa buku ini "sedang beredar di banyak kelompok Baptis Independen; banyak yang merekomendasikannya." Buku ini ditenggarai sebagai kisah nyata dari Colton Burpo, putra dari seorang gembala sidang Metodis yang katanya mengunjungi Surga saat menjalani sebuah operasi darurat. Di sana dia bertemu dengan seorang saudari perempuannya yang telah meninggal dan kakek buyutnya, melihat Yesus dan Allah Bapa dan Roh Kudus dan Setan, dan mempelajari berbagai hal yang tidak dinyatakan dalam Kitab Suci. Kita tidak meragukan bahwa anak kecil itu benar-benar merasa yakin bahwa dia mengunjungi Surga, tetapi kita tidak percaya sedikitpun bahwa itu benar-benar terjadi. Pertama, buku ini bertentangan dengan kesaksian Rasul Paulus, yang mengatakan bahwa dia adalah yang terakhir untuk melihat Kristus yang telah bangkit (1 Korintus 15:8). Pengalaman Paulus ini digambarkan di Kisah Para Rasul dan tidak ada insiden lain lagi Kristus menampakkan diri kepada orang lain [Editor: Rasul Yohanes melihat Yesus dalam kitab Wahyu, tetapi rasul Yohanes sudah pernah menyaksikan kebangkitan Yesus sebelum Paulus, jadi Paulus tetap adalah orang yang terakhir menjadi saksi kebangkitan Yesus]. Paulus memberikan kesaksian ini dalam konteks sedang memberikan bukti saksi-saksi mata akan kebangkitan Kristus.

Friday, September 30, 2011

6 Masalah Jemaat/Gereja


 
(2 Kor. 11:27-28)

Pendahuluan
A.     Jemaat yang didirikan Tuhan Yesus itu kekal (Mat. 16:18; Dan. 2:44; Ibr. 12:28)—benih yang ditanam juga kekal (1Ptr. 1:23-25)
B.     Meskipun jemaat tidak akan binasa, namun jemaat dapat kehilangan identitasnya (Why. 2:5; 3:1-6)
C.     Berikut ini adalah beberapa masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan umat Allah untuk berhasil sebagai jemaat Tuhan.

I.       PERTUMBUHAN NOL
A.       Banyak orang-orang kudus yang menjadi tua dan meninggal
1.        Kita sedih saat orang-orang yang sudah dibaptiskan mundur sebelum menjadi orang percaya yang dewasa.
2.        Banyak yang mundur karena berbagai alasan.

Monday, September 26, 2011

CANDU ITU BERNAMA GEREJA


Seorang Karl Marx dulu pernah berkata, bahwa agama adalah candu bagi masyarakat. Karena agama, masyarakat tidak bisa berpikir realistis dan selalu menggantungkan harapannya kepada Tuhan yang wujudNya pun tidak pernah jelas. Kesesakan dan kenestapaan hidup yang mestinya dihadapi dengan usaha lebih keras dan pantang menyerah justru berakhir pada doa-doa asa yang tak kunjung nyata. Akibatnya masyarakat menjadi suatu komunitas pesakitan yang harus selalu diinfus dengan suatu candu yang bernama agama supaya masyarakat tersebut tidak menjadi liar dan lepas kendali. Hasil akhirnya, sebuah komunitas masyarakat yang rendah produktifitas dan senantiasa bertelut lutut ketika menghadapi lecutan kehidupan yang pahit.

Gambaran pada paragraf di atas secara historis kritis merupakan efek samping dari sebuah gejolak yang bernama Revolusi Industri. Ketika Eropa tengah berjuang untuk menjalani kehidupan yang lebih maju dan lebih baik, sebagian besar diantaranya justru tersiksa dan terinjak-injak oleh kekuasaan uang dan politik. Kaum proletar yang senantiasa merana di bawah kaki kursi empuk kaum borjuis kapitalis justru semakin tidak berdaya dan agama hanya memperburuk keadaan dengan mendekatkan dirinya kepada kekuasaan dan menjadi alat untuk menjinakkan kaum proletar supaya mereka tidak memberontak. Sampai akhirnya Karl Marx dan Marxismenya menjadi alat ampuh yang mampu membuka belenggu pemikiran kaum proletar tersebut untuk mengangkat sabit dan palunya menjadi senjata yang seharusnya menjadi alat kerjanya untuk memberontak terhadap kaum borjuis kapitalis di Eropa Timur. Dan pada pemberontakan itulah agama yang merupakan mitra kerja kaum borjuis akhirnya juga harus dipukul habis oleh kaum proletar. Candu itu akhirnya disterilkan dari urat nadi masyarakat.

Friday, September 23, 2011

Akhirnya TABUT PERJANJIAN Israel di Temukan!

Terjemahan bebas dari: www.anchorstone.com
Ron Wyatt seorang arkeolog dari Amerika mengisahkan pengalamannya ke sahabatnya.
Banyak kita mendengar buku-buku baru dan cerita tentang lokasi Tabut Perjanjian, sebagian didasarkan pada teori dan beberapa berdasarkan klaim yang sebenarnya dari penampakan. Ron Wyatt juga mengklaim bahwa ia menemukan Tabut ini pada tahun 1982 – tapi bagaimana Anda tahu siapa yang percaya? Sampai Anda dapat melihat bukti yang kuat, Anda tidak dapat mengetahui dengan pasti siapa yang menceritakan kebenaran.

CERITA DIMULAI
Pada tahun 1978, Ron dan anak-anaknya, Danny dan Ronny, membuat dua perjalanan ke Israel. Suatu hari, ia memutuskan untuk pergi jalan-jalan di daerah di sekitar hotel di dekat Gerbang Damaskus di Yerusalem. Berjalan sepanjang tambang batu kuno, dikenal beberapa sebagai “Lereng/tebing Kalvari,” dia memulai bercakap-cakap dengan otoritas lokal tentang barang antik Romawi. Pada satu titik, mereka berhenti berjalan, dan tangan kiri Ron menunjuk ke sebuah situs yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah dan ia menyatakan, “Itu Goa Yeremia dan Tabut Perjanjian ada di sana.” Meskipun kata-kata ini datang dari mulutnya sendiri dan tangannya sendiri telah menunjuk, ia tidak sadar telah melakukan atau mengatakan hal-hal ini. Bahkan, itu adalah pertama kalinya ia pernah berpikir tentang menggali Tabut Perjanjian. Pria yang bersama dia, juga bereaksi aneh. Dia berkata, “Itu bagus kami ingin anda menggali, dan kami akan memberikan anda izin, memberi Anda tempat tinggal dan bahkan memberi anda makanan!”.

Tuesday, September 20, 2011

Bersinar dalam Keterbatasan

Light
Ayat Renungan: I Samuel 17:40-58
Gbii.org - Kerap kali kita hanya menyalahkan kondisi dan situasi sehingga kita tidak bisa berprestasi maksimal. Tetapi pola pikir dan kesimpulan kamu mungkin bisa berubah setelah bertanya pada dr. John Manangsang. Dokter ini dua tahun bertugas di tempat terpencil, didaerah Papua, dengan prasarana yang minim. Tetapi, semuanya itu tidak menyurutkan semangatnya untuk membantu masyarakat di bidang kesehatan. Bahkan kadang dengan terpaksa ia memilih bertindak “nekat” untuk melakukan operasi besar. ”Karena alat medis tidak ada, sementara pasien harus ditangani segera saya pernah mengoperasi kaki seorang bapak dengan palu dan gergaji”, ujarnya mengenang. Tentu semua sudah diperhitungkan dengan baik. Terbukti pasien yang di tolong tetap sehat.

Orang muda sering pintar cari alasan dengan menyalahkan kondisi dan keadaan sekitar, padahal kalau kita mau belajar, situasi sulit justru memberi kesempatan untuk kita jadi pemenang. Kalau tidak dilatih sejak dini menghadapi situasi sulit, bagaimana kita dipercaya hal-hal besar? lihat pengalaman Daud, meskipun masih muda sudah dipakai Tuhan untuk mengalahkan Raksasa Goliat. Tengok juga Yusuf! sejak muda terbiasa di hadapkan pada masalah sukar. Ketika jadi penguasa, ia tida mengalami kesulitan karena Yusuf sudah terlatih sejak dini.

Jadi, tidak usah lagi kita mengeluh kalau hari-hari ini diperhadapkan dengan situasi sulit. Keterbatasan nggak perlu jadi kambing hitam buat kita bermalas-malasan. Justru Tuhan sengaja melatih kita sejak muda untuk terbiasa dalam keterbatasan supaya kita tidak terlena dengan fasilitas tetapi mampu berkarya di tengah keterbatasan yang ada.

Friday, September 16, 2011

11 Kewajiban Anggota Terhadap Gereja

Gbii.org - Seseorang yang telah diselamatkan, dibaptiskan, lalu bergabung sebagai jemaat dalam gereja lokal, selain memiliki hak dan kewajibannya terhadap Allah, juga memiliki hak dan kewajiban kepada gereja dimana dirinya tergabung sebagai anggota jemaat. Apa saja yang menjadi kewajiban bagi seorang anggota jemaat terhadap gereja-nya?
  1. Setelah saya bertobat kepada Allah dan beriman kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya, saya memberikan diri saya untuk dibaptiskan sesuai Alkitab (Mat.28:19-20; Rom 6:3-5; Kol.2:12).
  2. Baptisan adalah bukti pertobatan saya pribadi dan bukti saya beriman serta menyatukan diri dalam kematian, penguburan, dan kebangkitan bersama Tuhan Yesus Kristus (Rom.6:3-6).
  3. Baptisan juga suatu bukti saya meninggalkan/mati terhadap dosa dan hidup bagi Tuhan Yesus Kristus (Rom.6:3-6).
  4. Saya harus terus aktif bersekutu dengan Jemaat/Gereja, bersekutu dengan Tuhan Yesus Kristus, bersekutu dengan saudara-saudara seiman di gereja, bergabung dengan gereja yang benar-benar mengajarkan Alkitab (Ibr.10:25, I Tim.4:16).
  5. Saya harus mentaati Firman Tuhan dan menjadi pelaku Firman Tuhan (Yak.1:22)
  6. Saya harus menghormati Pendeta/Gembala saya, mendukung dan mengikuti Firman Tuhan yang diajarkannya seturut dengan Alkitab (I Tes.5:7; I Tes.5:12; Ibr.13:7).

Saturday, September 10, 2011

6 Ciri PENYEMBAHAN ALKITABIAH

Ada penekanan besar dalam jemaat-jemaat masa kini pada “pelayanan penyembahan” (worship services). Biasanya, jemaat-jemaat memakai iringan “band pemuji” dan seorang “pemimpin penyembahan” (worship leader). Himne tradisional tidak lagi dipakai dan digantikan dengan lagu-lagu rohani popular yang dapat menyentuh hati orang banyak. Undangan diberikan kepada anggota jemaat untuk mengikuti alunan musik dan membebaskan diri dalam melakukan penyembahan kepada Allah. Biasanya, ada pula penekanan untuk mengundang Roh Kudus untuk bekerja atas diri orang yang hadir. Dalam acara tersebut, biasanya terdapat konsep bahwa Roh Kudus seharusnya tidak di “put in a box,” sehingga tidaklah salah jika ada manifestasi aneh seperti bergetar dan jatuh selama penyembahan. Tidaklah aneh jika kita juga menemukan kekacauan, kebingungan, para pemimpin perempuan, dan berbagai hal yang jelas-jelas tidak alkitabiah dalam kebaktian penyembahan kontemporer.

Saturday, September 03, 2011

Seminar Akhir Zaman 16 dan 17 September oleh Suhento Liauw, Th.D



Seminar Eskatologi di Jogjakarta

Seminar AKHIR ZAMAN:
Thema: Dampak Gejolak Timur Tengah terhadap Perang Harmageddon di Depan Mata?

Hari/Tanggal: Jumat, 16 September 2011
Pukul: 18.00 – selesai, Tempat: Gedung JKI Citarum (Blakang Stadion Citarum), SEMARANG, CP: 0813.8463.3040 (Ryan)

Hari/Tanggal: Sabtu, 17 September 2011
Pukul: 15.00-21.00 WIB (ontime)
Tempat: Griya EIRENE, Jl. Jambon 2 No. 3 (Belakang SD Kalam Kudus) Jogja
Pembicara: Suhento Liauw, D.R.E., Th.D
(Rektor GITS, Gembala Gereja Baptis Independen Alkitabiah (GBIA) GRAPHE)