Saturday, January 04, 2014

4 Alasan Kenapa Kita Seharusnya Tidak Pelit

Jawaban.com - Hidup manusia seharusnya tidak dikuasai oleh uang. Tuhan memberikan kemampuan kepada kita untuk bekerja dan menghasilkan uang agar uang tersebut digunakan untuk menggenapi misi-Nya dan memuliakan Kerajaan Allah.

Bagaimana dengan membelanjakan uang? Apakah itu selalu berarti pemborosan dan sikap berfoya-foya? Tidak selalu—bergantung dari tujuan dan alasan yang mendasari pembelanjaan tersebut.

Alkitab memberikan beberapa ayat kunci sebelum kita mengupas 4 (empat) alasan mengapa kita tidak seharusnya pelit.
“Janganlah engkau membungakan kepada saudaramu, baik uang maupun bahan makanan atau apa pun yang dapat dibungakan.” –Ulangan 23:19

“Orang yang memperbanyak hartanya dengan riba dan bunga uang, mengumpulkan itu untuk orang-orang yang mempunyai belas kasihan kepada orang-orang lemah.”-Amsal 28:8

“Demikian kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: … Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas…siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita… Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan… Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang… jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum… Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (potongan ayat dari Roma 12:6-21)

“Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu, semunya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.” -Imamat 23:22

“Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” -2 Tesalonika 3:10

Dari beberapa ayat di atas kita dapat menarik kesimpulan:

1. Membelanjakan uang adalah cara membantu pengangguran

Kita sering mendengar bahwa pengangguran sebaiknya tidak diberi uang, tetapi diberikan lapangan pekerjaan atau kursus keahlian supaya kelak mereka bisa bekerja dan hidup mandiri. Mengapa demikian? Kita tentu tidak ingin uang kita dipakai begitu saja oleh orang yang malas. Bukan berarti semua pengangguran adalah orang yang malas, tetapi memberikan uang begitu saja kepada mereka berpotensi membahayakan ketimbang membantu. Sebaliknya, jika kita membelanjakan uang untuk membeli barang dan layanan, maka secara tidak langsung kita sedang memperkuat ekonomi dan menyediakan lapangan kerja bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin berkarya.

2. Membelanjakan uang adalah cara membantu pemerintah

Bagaimanapun kecewa kita pada pemerintah, mereka adalah pihak yang telah menyediakan berbagai layanan untuk kaum miskin, pengangguran, pekerja, dan orang kaya. Seperti apapun pemerintahan kita, Alkitab memerintahkan agar kita ‘memberikan Kaisar apa yang menjadi haknya’. Orang Kristen yang tidak membayar pajak telah menjadi warganegara yang tidak baik, dan itu menghambat kita untuk ‘hidup damai dengan semua orang’.

3. Membelanjakan uang adalah cara mengungkapkan kasih kepada sesama

Dengan membeli produk atau layanan di area sekitar, kita sedang membantu orang-orang dan menunjukkan kasih kepada mereka. Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan sesama Anda dengan menghargai produk atau jasa yang mereka tawarkan.

4. Membelanjakan uang akan membuat kantong Anda terisi uang

Apakah kita seringkali khawatir kalau-kalau mengeluarkan uang akan membuat kekurangan? Menurut prinsip Alkitabiah, hal itu tidaklah tepat. Tuhan ingin kita tidak pelit dan enggan berbagi dengan sesama hanya karena takut kekurangan. Karena “siapa yang memberi minum, dia sendiri akan diberi minum.”

Tuhan tidak membiarkan anak-anak-Nya sengsara dalam kekurangan uang. Kecuali jika gaya hidup kita boros dan sekedar memenuhi keinginan—bukan kebutuhan, maka kita bisa dengan murah hati memberi dan membelanjakan uang kita, dengan tujuan yang bijaksana tentunya!

No comments: