Friday, May 30, 2008

BINCANG-BINCANG SOAL ISU: “YESUS ITU TUHAN”

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya Allah ialah Almasih putera Maryam’ ” (QS 5:17)

“Barangsiapa diantara kalian mentuhankan Isa, maka kafirlah ia yang sejauh-jauhnya”.

Itulah pendirian besi dari teman Islam terhadap Anda yang menyembah Yesus sebagai Tuhan. Hanya sayang tidak dijabarkan apa pasalnya dan apa buktinya bahwa Yesus itu tidak mungkin Tuhan!? Oke, Quran memang mengkafiri siapa saja yang menolak wahyunya di atas. Tetapi untuk membuktikan bahwa sosok Isa itu hanya nabi dan rasul manusiawi saja tidak bisa lebih itu adalah sebuah pekerjaan raksasa, kalau bukan mustahil! Muhammad mencoba menampilkan bukti-insani bahwa ’Almasih itu adalah putera Maryam, keduanya ini adalah manusia yang sama-sama memakan makanan’ (QS 5:75). Ya, jadi secara implikatif mana bisa Tuhan itu perlu makan-minum karena lapar dan haus. Mana mungkin Tuhan bisa lapar dan haus atas barang yang diciptakanNya. Mana ada Tuhan yang makan minum selama 30-an tahun di dunia? Yang ada, Anda pasti mengada-ada dan tersesat sejauh-jauhnya!

Thursday, May 29, 2008

Berita Mingguan Way of Life

MENGUNJUNGI MARKAS PBB
Pada tanggal 7 Mei, saya mengunjungi markas PBB sementara saya kebetulan singgah sebentar di kota New York dalam perjalanan dari Istanbul ke Buffalo, New York. (Saya baru saja menghabiskan satu minggu di Turki mengunjungi tempat-tempat Ketujuh Jemaat atau gereja dalam kitab Wahyu, lalu satu setengah hari di Athena, dan menuju ke beberapa konferensi Alkitab di Amerika Serikat). PBB didirikan pada tahun 1945 untuk mendatangkan perdamaian di dunia. Sebuah patung di taman PBB yang menghadap Sungai Timur menggambarkan seorang laki-laki yang sedang mengubah pedang menjadi bajak. Hal ini diambil dari Yesaya 2:4 dan Mikha 4:3, tetapi hal ini tidak akan terjadi sebelum Yesus Kristus, Sang Raja Damai, datang kembali untuk mendirikan Kerajaan-Nya. Ada patung lain dekat pintu masuk PBB yang menggambarkan sebuah pistol dengan larasnya terikat menjadi simpul, yang menandakan bahwa tujuan PBB adalah menghapuskan kekerasan. Alkitab mengatakan bahwa tidak ada damai bagi orang yang jahat (Yesaya 48:22-57:21), dan PBB tidak memiliki kuasa untuk menyelesaikan masalah inti kekacauan dunia saat ini, yang adalah kondisi hati manusia yang berdosa.

Tak mengejutkan, PBB dipenuhi dengan filosofi New Age. Perhatikan Ruangan Meditasi di PBB. Awalnya, ruangan ini adalah suatu kapel doa non-denominasi dan diadakan atas dukungan dan usulan J.C. Penney, pemilik Department Store yang milyuner. Pada tahun 1956-1957, kapel tersebut digantikan oleh sebuah ruangan meditasi New Age. Ruangan ini dibangun dengan bentuk sebuah piramid terpotong, dan blok besi seberat enam setengah ton ditaruh ditengah-tengah ruangan itu, dan bagian atasnya diterangi oleh satu sinar yag berasal dari langit-langit. Sinar itu menggambarkan "hikmat ilahi," dan blok besi menggambarkan mezbah yang kosong mewakili "Allah yang disembah dalam berbagai bentuk" (http://www.aquaac.org/ un/sprtatun.html). Hammarskjold, mantan Sekjen PBB pernah mengatakan, "In adalah mezbah kepada Allah atas segala" ("A Room of Quiet," http://www.un.org/depts/dhl/dag/meditati onroom.htm). Blok besi juga melambangkan logam untuk senjata dan New Age berharap bahwa melalui kuasa meditasi, perdamaian dunia dapat diraih. Hammarskjold mengatakan, "...kami berpikir kami dapat memberkati dengan pikiran kami materi yang dipakai untuk membuat senjata." Ini adalah konsep New Age tentang kuasa pikiran yang terkonsentrasi. Ia mengatakan bahwa Ruangan Meditasi adalah tempat di mana orang dapat "menyingkir ke dalam diri mereka sendiri dan merasakan kehampaan itu." Lubang di bagian belakang ruangan tersebut, yang menampilkan pola-pola geometris yang saling bersilang, diharapkan "membangkitkan perasaan persatuan secara esensi dengan Allah." Bagian itu dilukis oleh teman artis Hammarskjold, Bo Beskow. Ruangan Meditasi PBB telah menjadi fokus mistik New Age semenjak ia mulai dibuka. Guru Hindu Sri Chinmoy telah memimpin meditasi di tempat itu selama tiga dekade. Berhati-hatilah, sadar atau tidak sadar, dunia sekarang ini dilanda oleh New Age!

AKU DATANG SEGERA
Kata-kata "Aku datang segera" diulang empat kali dalam kitab Wahyu (3:11; 22:7, 11, 20). Kedatangan Tuhan dengan segera mengacu, pertama-tama sekali, pada kedatanganNya dalam perspektif Tuhan. Ini harus ditafsirkan menurut jam Allah, bukan jam kita. Lihatlah 2 Petrus 3:8. Di tempat lain dalam Perjanjian Baru, kedatangan Kristus digambarkan sebagai kedatangan yang segera (Luk. 18:8; Rom. 16:20). Bagi Allah, seribu tahun bagaikan satu hari atau bahkan kurang dari satu hari. Dalam Yesaya 54:8 Ia memberitahu Israel, "Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajah-Ku terhadap engkau SESAAT lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu." Walaupun Ia telah meninggalkan Israel untuk sedikitnya 2000 tahun, bagi Allah itu adalah waktu yang sesaat karena Ia mengukur segala sesuatu dengan standar kekekalan. Kedatangan Tuhan yang segera juga mengacu pada kedatangan-Nya yang dapat terjadi kapan saja, artinya bahwa kedatangan-Nya tidak perlu didahului oleh tanda-tanda spesifik dan dapat terjadi setiap waktu (Mat. 24:42, 44; 25:13; Yak. 5:8-9). Kedatangan-Nya akan dimulai dengan Pengangkatan orang-orang Kudus di zaman gereja (1 Tes. 4:3-18), dan sejak saat itu hingga kedatangan kembali Kristus untuk mendirikan kerajaan-Nya seperti yang digambarkan dalam Wah. 19-20, hanya tujuh tahun akan berlalu. Jika seorang ayah meninggalkan seorang anak remaja untuk menjaga adik-adiknya yang kecil dan mengurus rumah tangga, dan memberitahu dia, "Saya akan pergi untuk urusan bisnis, tetapi saya akan datang kembali segera," apa yang akan dilakukan anak remaja itu jika ia bijaksana? Ia akan siap sedia setiap waktu untuk kedatangan kembali ayahnya! Orang-orang percaya zaman gereja bukan sedang menantikan AntiKristus, tetapi menantikan Kristus sendiri. Peristiwa-peristiwa yang digambarkan dalam Wahyu 6-18 adalah "hari Tuhan," dan akan datang "seperti pencuri pada waktu malam" (1 Tes. 5:2-3), tetapi orang-orang percaya PB "tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri" (1 Tes. 5:4) Allah tidak menentukan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan melalui Tuhan kita Yesus Kristus (1 Tes. 5:9).

HIDUP KRISTIANI YANG KONSISTEN ADALAH KUNCI PENDIDIKAN ANAK-ANAK
Berikut ini disadur dari Training Your Children to Turn Out Right, sebuah buku yang bagus oleh David Sorenson – "Dua puluh tahun lalu, saya memiliki kesempatan untuk bekerja di kalangan orang-orang muda gereja. Belakangan saya bekerja melayani pasangan-pasangan muda. Pada saat yang sama, saya dan istri saya bekerja melayani sebuah program besar untuk anak-anak gereja. Kemudian kami memulai sekolah Kristen. Sekali lagi, saya bekerja di antara keluarga-keluarga dan anak-anak mereka. Ini semua adalah pengalaman yang unik. Saya menjadi kenal degan anak-anak kecil di Sekolah Minggu. Saya juga kenal dengan para remaja, karena telah menjadi gembala muda selama beberapa tahun. Sambil bekerja melayani di antara para pasangan muda di gereja, saya menjadi kenal dengan orang tua dari anak-anak ini. Kerohanian dan karakter dalam anak-anak dan remaja berhubungan erat dengan kedewasaan rohani dan karakter yang nampak pada orang tua mereka. Saya jadi belajar bahwa ketika Alkitab berbicara mengenai menuai apa yang kita tabur dalam Galatia 6, ini juga berlaku untuk anak-anak kita....Bagaimana kita sebagai orang tua hidup secara rohani, akan mempengaruhi anak-anak kita secara mendalam.... Anak-anak dan remaja sangat jeli terhadap ketidakkonsistenan dan kemunafikan. Barangkali, karena mereka diharuskan berada di bawah otoritas, mereka secara bawah sadar memperhatikan dengan sungguh-sungguh orang-orang yang berkuasa atas mereka....Ibu dan Bapak, kita memang akan menuai apa yang kita tabur, dan tuaian biasanya datang melalui anak-anak kita....Penaburan dalam daging akan membawa tuaian kehancuran, dan anak-anak akan cenderung meniru pihak yang secara rohani paling rendah di rumah tangga mereka" (Training Your Children to Turn Out Right, 1995, hal. 137, 138, 146, 147).

Buletin GITS by: DR. Steven Einstain Liauw

Tuesday, May 27, 2008

BINCANG-BINCANG SOAL ISU: “TUHAN TRITUNGGAL” (Bagian 2-End)

Bapa
Sebutan Bapa adalah sebutan yang dikenakan kepada Tuhan yang Hidup, sumber segala kehidupan dan keberadaan. Dia dalam ”Zat-Nya” yang roh tak pernah tampak bagi manusia. Ia transenden tak ada yang serupa atau menyamaiNya. Dia ada bersama-sama dengan RohNya (Roh Kudus yang Hidup), dan KalimatNya (yang ber-Firman). Bila tidak demikian, Dia tidaklah hidup dan tidak berfirman Dialah Tuhan Maha Kasih yang merancang dan menjadikan apa yang ada, sekaligus merancang penyelamatan kembali umat manusia yang jatuh dalam kebinasaan. Maka Ia adalah Bapa Surgawi kita yang mengada dan yang memelihara. Ia Bapa yang personal, tidak jauh dari perbuatan tanganNya. Ia ada, melihat dan mendengar, dan tahu akan kita disegala waktu, kepada siapa kita dapat menyapa dan memohon—langsung tanpa ikatan waktu, tempat/kiblat, dan bahasa!

BINCANG-BINCANG SOAL ISU YESUS ANAK ALLAH

* Qs 4:171 Maha Suci Allah dari mempunyai anak,
* Qs 9:30 orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putra Allah".

Sebagai pengikut Kristus, Anda sampai kapanpun akan berkata "Yesus Kristus itu Anak Allah", dan teman Muslim Anda sampai kapanpun akan selalu menyanggah Anda: "Yesus itu bukan Anak Allah" .

Masih mending Anda belum dimasukkannya dalam laknat Tuhan-nya seperti pada ayat di atas. Bintang-bincang Anda dengan teman Muslim ini tidak akan selesai, karena Anda dan teman Muslim tersebut masing-masing meyakini 2 hal yang berseberangan secara diametral dan tidak terjembatani.

Sunday, May 25, 2008

BINCANG-BINCANG SOAL ISU: “TUHAN TRITUNGGAL” (Bagian 1)

”Hai Ahli Kitab... Janganlah kamu mengatakan ’Tuhan itu tiga’... Maha Suci Allah dari mempunyai anak“ (Qs 4:171)

”Kalian orang Kristen kok menyembah tiga Tuhan. Tidakkah itu mengada-ada, lalu menyebutkan sebagai Tuhan Tritunggal?
Padahal itu tidak pernah ada tertulis di Bible kalian. Bukankah itu penyesatan diri sendiri, dan bahkan memalsukan Tuhan?”

Demikian teguran yang umum dilontarkan oleh teman muslim terhadap Anda. Maksudnya mungkin baik, tetapi Anda merasa terganggu bahkan mungkin tersinggung, bukan karena kepercayaan Anda dirusuhi, melainkan justru karena kepercayaan Anda itu lain dari pada apa yang ditimpakan kepada Anda! Sungguh Anda tidak merasa menyembah Tuhan seperti yang dituduhkan. Maka Anda ingin cepat-cepat membalas, ”Anda ngawur! Kami tidak menyembah 3 Tuhan. Kalianlah yang mengada-ada. Sebab kami hanya mempunyai Tuhan yang esa, yaitu Dia satu-satunya yang menciptakan bumi dan alam semesta.”

Tuesday, May 20, 2008

SERI DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH (Bagian 3-Ending)

Serangan Iblis
Textum Receptum (TR) adalah naskah PB yang dipakai oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia, dan diterjemahkan ke berbagai bahasa oleh misionaris modern yang dipelopori oleh misionaris Baptis, William Carey, ke India dan akhirnya banyak misionaris ke seluruh penjuru dunia. Selama kurang lebih 380 tahun, Iblis tidak menemukan cara untuk menghalangi tersebarnya firman Tuhan ke seluruh dunia walaupun dilakukannya juga serangan kecil-kecilan yang tidak membawa efek terhadap TR.

Karl Lachmann dari Jerman tercatat adalah orang pertama yang menerbitkan edisi PB yang sifatnya menyerang TR pada tahun 1831. Setelah dua edisi teks pengritik/Critical Texts (CT) diterbitkannya ternyata tidak ada yang menggubrisnya. Pada tahun 1857 Samuel Prideaux Tregelles di Inggris juga menerbitkan Critical Text untuk menyerang TR. Kemudian Constanstin Tischendorf seorang yang menemukan naskah Codex Sinaiticus turut menerbitkan teks PB yang bersifat menyerang keakuratan TR.

Serangan yang kelihatannya memakan banyak korban adalah yang dilakukan Iblis melalui dua orang, yaitu Brooke Foss Westcott seorang Bishop gereja Anglikan, dan Fenton John Anthony Hort seorang dosen dari Cambridge University. Untuk mempersingkat nama mereka, biasanya hanya ditulis Westcott-Hort (WH). Mereka menerbitkan Critical Text (CT) untuk menyerang Textum Receptum (TR) pada tahun 1881. Mereka mendasarkan edisi yang mereka terbitkan pada naskah yang diberi nama (aleph) yang ditemukan di Sinai yang juga disebut Sinaiticus dan naskah yang diberi nama B yang kata mereka tersimpan di perpustakaan Vatikan.

Menurut Dr. D. A. Waite, antara CT hasil WH dibandingkan dengan TR yang sudah dipakai lebih dari 300 tahun terdapat 5604 perbedaan yang terdiri dari 1952 penghilangan (35%), 467 penambahan (8%) dan 3185 perubahan 57%. Dengan perubahan yang besar-besaran ini kelihatannya serangan terhadap firman Tuhan semakin serius dan intensif. Gelombang pertama yang tumbang berjatuhan adalah teolog-teolog Liberal di Jerman. Keraguan mereka terhadap firman Tuhan mulai muncul bahkan akhirnya mereka melihat Alkitab hanya sekedar buku sejarah. Mereka tidak percaya kepada kesanggupan Allah untuk memelihara firmanNya. Padahal Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Lukas 21:33). Kalau Tuhan berjanji bahwa perkataanNya tidak akan berlalu, maka jelas sekali bahwa Ia akan memeliharanya.

Setelah teolog Jerman tumbang, kemudian angin pukulan CT melanda Eropa sehingga muncul berbagai kritik terhadap Alkitab (buku yang telah berjasa merubah orang-orang Eropa menjadi manusia bermoral). Akhirnya angin serangan terhadap Alkitab itu sampai juga ke Amerika. Bersama dengan itu muncul berbagai Alkitab bahasa Inggris terjemahan modern yang didasarkan pada naskah PB dari teks CT. Antara lain: English Revised Version=ERV (1881), American Standard Version=ASV (1901), New American Standard Version=NASV (1960), New English Version=NEV (1961), New International Version=NIV (1969).

Bagaimana dengan Alkitab bahasa Indonesia? Dulu Alkitab bahasa Indonesia (LAI-TL) diterjemahkan dari TR. Kelihatannya Alkitab Terjemahan Baru (LAI-TB) sedikit terpengaruh oleh CT dari WH. Banyak pembaca tidak menyadari maksud dibalik banyak ayat dalam Alkitab Terjemahan Baru yang diberi tanda kurung siku, contoh [...]. Sebagian dosen STT di Indonesia yang sudah terhembus angin Liberalisme mengatakan kepada murid-murid mereka bahwa ayat itu tidak ada dalam Alkitab bahasa aslinya. Penjelasan demikian tentu akan mengundang banyak pertanyaan susulan, yaitu siapa yang menambahkan dan mengapa ditambahkan? Contoh Kisah Para Rasul 8:37, I Yohanes 5:7,8 dan lain-lain.

Ternyata Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memberi tanda kurung siku pada ayat-ayat yang ada dalam teks TR namun tidak ada dalam teks CT. Tindakan demikian masih baik daripada menghilangkan ayat itu sama sekali. Namun sebenarnya tidak perlu diberi tanda kurung siku [...] karena itu adalah firman Tuhan. Jangan kita menganaktirikan ayat-ayat tertentu, karena itu adalah firman Tuhan yang telah Tuhan janjikan akan dipelihara sehingga tidak akan lenyap sekalipun langit dan bumi telah lenyap.

Teks Mana Yang Dipelihara Tuhan?
Karena adanya dua teks Alkitab bahasa asli yang berbeda, maka wajar sekali kalau orang bertanya, teks mana yang dipelihara Tuhan? Atau teks mana yang dipakai oleh Tuhan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang? Kiranya Tuhan memberi kita hikmat untuk menilai agar hasil penilaian kita tidak menjerumuskan orang-orang yang mencintai kebenaran.

Menilai Isinya
Sesungguhnya sama sekali tidak sulit untuk mengetahui teks mana antara TR dan CT yang dipelihara Tuhan untuk menjadi standar kebenaran bagi umatNya. Kita tahu bahwa kalau Tuhan memelihara teks itu, maka tentu tidak akan ada kesalahan-kesalahan yang konyol yang justru mengisyaratkan keterlibatan Tuhan di dalam prosesnya, melainkan Iblis.

Sejak edisi ke-3 dari Stephanus tahun 1550 dan edisi ke-4 yang terbit satu tahun kemudian dengan penambahan nomor pasal dan ayat, maka TR telah sempurna sampai hari ini. Ia diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa serta menjangkau banyak jiwa yang hilang. Berbagai pihak yang tidak beriman berusaha menyerangnya, namun mereka tidak menemukan kesalahan di dalamnya.

Sebaliknya CT yang diedit oleh Westcott dan Hort, dan yang kemudian diedit oleh Nestle dan Aland itu terdapat kesalahan yang sangat fundamental dan fatal. Misalnya dalam Injil Matius 1:7, di TR tertulis ”Abia memperanakkan Asa dan Asa memperanakkan Yosafat”. Tetapi dalam CT tertulis ”Abia memperanakkan Asaf dan Asaf memperanakkan Yosafat”. Kalau dicocokkan dengan PL jelas sekali bahwa anak Abia itu Asa bukan Asaf. Dan juga jelas sekali bahwa ayah Yosafat itu bukan Asaf melainkan Asa. Asaf itu bukan seorang raja melainkan seorang pemazmur.

Ketika fakta ini dikemukakan kepada para pendukung CT, dan mengatakan kepada mereka bahwa naskah yang mereka jadikan dasar sesungguhnya adalah naskah yang telah terkontaminasi, ternyata mereka tidak mau terima. Bukan hanya tidak mau menerima kritikan, malahan mereka menyalahkan Matius, dengan argumentasi bahwa naskah mereka tidak rusak, yang bikin kesalahan itu bukan penyalin naskah, melainkan Matius yang memang salah tulis. Mereka mengatakan bahwa ketika Matius menulis silsilah itu ia tidak mencocokkannya dengan catatan yang ada di Bait Allah. Bayangkan, mereka lebih membela penyalin naskah dan menyalahkan Matius.

Di sinilah iblis beraksi dan mengambil keuntungan dengan mengatakan bahwa Matius yang salah tulis bukan naskah mereka yang terkontaminasi, mengapa? Sebab, kalau Matius salah tulis, itu sama dengan Matius tidak diilhami Roh kudus, atau dengan kata lain bahwa para penulis Alkitab sebenarnya tidk diilhami Roh Kudus. Oleh sebab itu mereka bisa melakukan kesalahan dan salah satu contohnya adalah Matius. Masihkah kita perlu baca Alkitab kalau para penulisnya tidak diilhami. Untuk apa kita membaca nasehat orang-orang kuno yang tidak tahu tentang komputer dan pesawat ulang-alik? Tidakkah lebih baik kita membaca Novel dan cerita fiksi tulisan orang-orang modern? Lihatkah anda misi yang akan dicapai oleh Iblis dengan memunculkan Alkitab Bahasa Asli versi Critical Text model Westcott dan Hort? Ia sangat-sangat licik.

Selain kesalahan itu masih ada kesalahan-kesalahan lain. Contoh lain ialah catatan Injil Lukas 23:45 dimana TR mencatat matahari menjadi gelap (kai eskotiste ho helios) sedangkan CT mencatat gerhana matahari (tou helio ekleipontes eskiste). Perhatikan, TR mencatat matahari menjadi gelap eskotiste/skoti sedangkan CT mencatat gerhana ekleip. Apa yang dicatat CT itu adalah sesuatu yang dapat ditertawakan oleh setiap orang karena pada sekitar bulan April itu tidak mungkin ada gerhana matahari di wilayah itu, dan tidak ada gerhana matahari yang berjangka waktu tiga jam, yaitu dari jam 12.00 hingga jam 15.00.
Kita tahu bahwa Yohanes 1:18 berbunyi, ”Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.”

Menurut Textum Receptum (TR):
John 1:18 qeo.n ouvdei.j e`w,raken pw,pote\ o` monogenh.j ui`o,j (Anak yang Tunggal=Monogenes Huios) o` w'n eivj to.n ko,lpon tou/ patro.j evkei/noj evxhgh,sato

Menurut Critical Text (CT):
John 1:18 qeo.n ouvdei.j e`w,raken pw,pote\ monogenh.j qeo.j (Allah yang Tunggal=Monogenes Theos) o` w'n eivj to.n ko,lpon tou/ patro.j evkei/noj evxhgh,sato

Kedua ayat dalam bahasa Yunani di atas persis sama kecuali kata ui`o,j (anak) dalam TR diganti dengan kata qeo.j (Allah) dalam CT. Jadi menurut Critical Text (CT) Yohanes 1:18 itu bunyinya, “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Allah yang Tunggal, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.” Untuk hal yang sangat sepele ini, tanpa perlu belajar sampai tingkat doktor, bahkan cukup memiliki akal sehat saja sudah bisa menyadari bahwa yang benar itu bukan yang di Critical Text, melainkan yang di Textum Receptum.

Kisah Para Rasul 8:37 itu ternyata tidak ada di dalam Critical Text, melainkan ada di dalam Textum Receptum. Jadi menurut CT bunyi Kis 8:36-38 itu demikian,

8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

CT tanpa ayat 37
[Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."]

ada di TR Acts 8:37
ei=pen de. o` Fi,lippoj Eiv pisteu,eij evx o[lhj th.j kardi,aj( e;xestinÅ avpokriqei.j de. ei=pen Pisteu,w to.n u`io.n tou/ Qeou/ evinai to.n VIhsou/n Cristo,nÅ

Diperkirakan ayat 37 dari manuscript (Aleph) yang ditemukan di Sinai itu sengaja dihilangkan oleh para penyalin yang mempersiapkan naskah pertemuan Nicea yang akan dipimpin oleh Konstantin. Masalahnya karena gereja Katolik dibawah pimpinan Konstantin waktu itu sedang gencar-gencarnya mempromosikan baptisan bayi. Ayat 37 dari Kisah Para Rasul ini ternyata mengajarkan dengan tegas bahwa baptisan itu harus didahului pengakuan percaya, dan hal ini sangat bertentangan dengan praktek pembaptisan bayi. Demi menyenangkan Konstantin, oknum yang memerintahkan persidangan Nicea (Philip Schaff, History of the Christian Church (Grand Rapids: WM.B.Errdmans Publishing company, 1994), Vol III. p.349.), maka mereka menghilangkan Kisah 8:37. Bayangkan betapa beraninya mereka. Pasti apa yang Tuhan ucapkan atas mereka dalam Wahyu 22:19 akan menimpa mereka. Celakanya, ternyata para editor Critical Text lebih percaya bahwa ayat itu tidak ada daripada editor TR yang percaya bahwa ayat itu, yang terdapat di banyak manuscript lain adalah orisinil. Untunglah Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) masih percaya bahwa ayat itu ada, namun sayang diberi kurung siku.
Pembaca sekalian, tentu tidak diperlukan ratusan atau puluhan kesalahan untuk menyadari bahwa teks Alkitab PB bahasa asli CT itu bukan yang dipelihara Tuhan. Sehebat apapun usaha Iblis untuk menyembunyikan kesalahannya, toh kecolongan juga. Allah membiarkan satu dua kesalahan yang nyata dan telak agar orang-orang yang mencintai kebenaran bisa menjadikannya sebagai terang yang memberi hikmat untuk mengetahui Alkitab bahasa asli yang sungguh-sungguh dipelihara dan dipimpin Tuhan proses pengeditannya. Jika seorang yang tersesat di hutan sungguh berhikmat, setitik terang saja cukup baginya untuk menemukan jalan kembali ke kota, namun bagi yang akan binasa, dicari dengan lampu sorot sekalipun ia malah memilih bersembunyi.


Para Editornya
Westcott adalah seorang Bishop gereja Anglikan, gereja yang Doktrin Gereja (ecclesiology) nya hampir sama dengan Gereja Roma Katolik. Perbedaannya hanya Gereja Roma Katolik berpusat di Roma sedangkan gereja Anglikan berpusat di London. Dan Gereja Roma Katolik dikepalai Paus sedangkan gereja Anglikan dikepalai Raja atau Ratu Inggris. Sedangkan Hort adalah seorang dosen Universitas Cambridge. Dr. D.A. Waite yang meneliti buku-buku yang ditulis mereka menyimpulkan bahwa sesungguhnya mereka bukan seorang yang telah lahir baru.
In this study, I quote from their writings extensively and show form five of their books that they are apostates, liberals, and unbelievers. (Dr. D.A. Waite, Defending the King James Bible, Collingswood: The Bible for Today Press, 1992)

Selain Westcott dan Hort, siapa lagi di balik CT yang makin hari makin dominan itu? Critical Text yang hari ini banyak dipakai di Sekolah Teologi adalah edisi ke-26 yang disebut Nestle/Aland Greek New Testament, 26th edition. Eberhard Nestle dan Kurt Aland, kedua-duanya orang Jerman yang membentuk sebuah komisi yang terdiri dari Kurt Aland sendiri, Matthew Black seorang yang imannya diragukan, Carlo M. Martini seorang Kardinal gereja Katolik, Bruce Metzger dari Princeton, universitas yang sangat liberal, dan Alan Wigren dari Chicago. Mereka inilah yang mengatakan bahwa rasul Matius salah tulis karena tidak melihat catatan di Bait Allah sehingga yang seharusnya Asa namun ditulis Asaf, demi untuk membela konsep mereka bahwa naskah kuno yang mereka pakai adalah yang terbaik, yang tidak terjamah oleh tangan-tangan jahil.

Sebaliknya orang-orang yang mengedit TR adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan. Desiderius Erasmus, yang sering dikritik karena humanis, adalah humanis abad pertengahan yang berusaha melepaskan diri dari kungkungan universalisme gereja Roma. Ia bukan humanis masa kini yang filosofinya berpusatkan pada manusia dan mengagungkan manusia. Sedangkan Stephanus adalah orang Protestan yang sangat mengasihi Tuhan, orang yang rela mengorbankan nyawa demi membela kebenaran. Apalagi Theodore Beza, teman dekat John Calvin, adalah tokoh reformasi yang sangat terhormat dan mengasihi Tuhan. Edisi Stephanus dan Beza-lah yang secara umum diterima oleh orang-orang percaya yang baru mendapat kebangunan rohani melalui gerakan reformasi. Edisi ke-4 Stephanus tahun 1551 yang telah dilengkapi pasal dan ayat telah menjadi berkat bagi jutaan orang, terlebih setelah dijadikan dasar untuk penerjemahan ke berbagai bahasa termasuk King James Version.

Tujuan Para Editor
Baik Erasmus, Stephanus, maupun Beza, mereka berusaha mewujudkan kitab PB bahasa asli hanya agar orang-orang percaya memiliki firman Tuhan di tangan mereka yang praktis, agar mereka dapat mempelajarinya dan memberitakannya. Mereka tidak memikirkan masalah hak cipta dan lain sebagainya. Hasil karya mereka menyebabkan banyak orang melihat terang Tuhan dan orang-orang itu diselamatkan. Masyarakat Eropa berubah total setelah reformasi dan tersedianya Alkitab dalam cetakan telah memungkinkan mereka membaca dan mempelajarinya. Tingkat moral masyarakat menjadi semakin tinggi demikian juga dengan tingkat kepatuhan mereka terhadap hukum. Setiap kali orang menyebut firman Tuhan, tentu yang dimaksud adalah TR atau terjemahannya pada masing-masing bahasa.

Namun setelah Westcott dan Hort menerbitkan edisi mereka, kebingungan mulai melanda, pertama-tama di kalangan intelektual karena mereka terpaksa harus memilih teks mana yang harus mereka jadikan patokan, dan akhirnya juga melanda seluruh kekristenan. Di Indonesia hal ini tidak terasa karena kita hanya memiliki satu versi Alkitab yaitu terbitan Lembaga Alkitab Indonesia. Tetapi bagi masyarakat yang berbahasa Inggris, dengan tersedianya berbagai versi Alkitab, maka agak kerepotan juga.

Pukulan yang paling menyakitkan ialah tertawaan dari pihak luar, misalnya pihak Islam, yang mengatakan bahwa Injil asli orang Kristen sudah tidak ada, yang ada sekarang adalah yang palsu. Adanya kesalahan pada teks Westcott dan Hort biasanya mereka jadikan bukti untuk statemen mereka. Mereka dapat mengatakan, ”lihat, nama silsilah saja salah catat, tidak salah toh kalau itu adalah yang palsu?”
Kehadiran CT telah menyebabkan perdebatan yang tidak ada habis-habisnya. Iblis mencatat sukses karena ia berhasil menggoncang dasar iman orang Kristen dan meletakkan batu sandungan terhadap sebagian orang yang belum percaya. Sebagian orang yang tidak memahami masalah ini sempat tersandung karena mereka dipaksa untuk mempertanyakan aspek human error dari teks bahasa asli yang ada pada saat ini. Tentu karena mereka tidak diberi informasi bahwa usaha pengeditan yang teliti telah dilakukan oleh Erasmus, Stephanus, Beza dengan membanding-bandingkan naskah demi naskah hingga akhirnya tidak ditemukan lagi kesalahan dan orang-orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus pun secara universal telah menerimanya.

Teks Yang Manakah Yang Adalah Otoritas Final?
Pada saat Alkitab terjemahan tidak jelas terhadap suatu masalah atau terdapat perbedaan antara satu terjemahan dengan terjemahan yang lain, kemanakah kita akan mencari otoritas final untuk menjelaskannya? Mau atau tidak mau, Alkitab bahasa asli adalah otoritas final untuk menyelesaikan masalah baik yang praktis maupun yang bersifat doktrinal.

Jika dunia kekristenan hanya memiliki satu versi Alkitab bahasa asli seperti keadaan abad 16, 17, dan 18, maka dengan gampang dan dengan kebulatan hati semua orang Kristen akan mengacu kepada Alkitab bahasa asli yang hanya satu itu. Kini setidaknya tersedia dua Alkitab bahasa asli yang didalamnya terdapat + 5604 perbedaan, maka dengan terpaksa setiap orang Kristen harus menetapkan versi manakah yang akan diakuinya sebagai Alkitab bahasa asli yang benar, atau otoritas yang final (The Final Authority).

Telah diuraikan di atas bahwa teks yang diakui, Received Text atau Textum Receptum (TR) yang diedit pertama kali oleh Erasmus dan diperlengkapi oleh Stephanus dan Beza adalah yang telah diperiksa dan ternyata tidak ditemukan kesalahan serta telah membawa berkat bagi penduduk dunia lebih dari 3 abad. Sedangkan Critical Text (CT) yang diedit oleh Westcott dan Hort serta diedit ulang oleh komite yang dipimpin oleh Nestle dan Aland ternyata terdapat kesalahan yang sangat konyol, yaitu Asa ditulis dengan Asaf. Masih ada banyak kesalahan lain lagi yang mereka akui, namun pada umumnya kesalahan itu mereka lemparkan kepada sang penulis untuk membangun asumsi bahwa penulis Alkitab tidak diilhami, atau bahwa Alkitab itu bukan buku istimewa melainkan sama seperti catatan sejarah lain.

Untuk membangun doktrin yang benar kita membutuhkan dasar yang benar. Doktrin alkitabiah adalah doktrin yang didasarkan hanya pada Alkitab saja. Lalu kalau diperhadapkan dua versi naskah PB Alkitab bahasa asli, yang manakah yang anda akan pilih? Kini banyak teolog telah kemasukan angin Liberalisme, demikian juga sekolah-sekolah teologia. Masalah Alkitab bahasa asli bisa menjadi salah satu faktor untuk mengenal aliran sebuah sekolah teologia. Rata-rata sekolah teologia aliran Liberal lebih senang memakai Critical Text (CT) karena ketika dosen di sekolah tersebut belajar ke luar negeri, ia sudah terlanjur masuk ke sekolah liberal dan yang memakai CT. Namun sekolah teologia aliran Fundamental tetap bertahan pada Received Text atau Textum Receptum yang tidak ada kesalahan dan telah mendatangkan banyak manfaat bagi umat manusia. Anda di pihak mana?

Sumber: Artikel 1-3 Seluruhnya ditulis dari Bab 8 buku DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH, Pdt. Suhento Liauw, DRE, D.Th, GBIA GRAPHE, cetakan 2, 2001, Jakarta, halaman 109-132

Tambahan dari Saya:
Mulai Oktober tahun 2007 sudah tercetak Alkitab terbitan Yayasan Lentera Bangsa (www.yalensa.org), yang bersumber pada naskah MT (naskah sumber berbahasa Ibrani untuk PL) dan TR (naskah sumber berbahasa Yunani untuk PB) serta The Interlinear Bible (Jay P. Green) yang diberi nama Kitab Suci Indonesian Literal Translation (KS-ILT).

Baca Perbandingan Hasil Terjemahan Alkitab LAI, NIV dengan KS-ILT dan KJV di SINI. Simpan dan pelajarilah artikel ini, mungkin suatu saat anda memerlukannya. Tuhan memberkati.

Sunday, May 18, 2008

Berita Mingguan Way of Life

ISRAEL BERUMUR ENAM PULUH TAHUN
Minggu ini, negara Israel modern merayakan kemerdekaannya yang keenam pulu. Pada pukul 12:00 AM tengah malam, 14 Mei, 1948, negara yang lemah itu mengumumkan kenegaraannya dengan deklarasi berikut: "Panggilan kami tertuju kepada semua umat Yahudi di seluruh dunia untuk bangkit ke sisi kami.....dan untuk berdiri bersama kami dalam perjuangan besar pemenuhan impian generasi-generasi akan penyelamatan Israel." Sebelas menit kemudian, Presiden AS, Harry Truman mengumumkan bahwa ia mengakui negara Israel. Orang-orang Yahudi bersukacita di seluruh dunia. Di Roma, mereka berparade di bawah bangunan Arch of Titus yang kuno tersebut, yang dibangun hampir 2000 tahun yang lalu untuk merayakan penaklukan Yerusalem oleh tentara Roma pada tahun 70 M, dan yang mengandung gambar-gambar tawanan Yahudi dan benda-benda dari Bait Yahudi. Setelah melewati dua milenium penganiayaan, orang Yahudi kembali lagi dan mereka masih berbicara dalam bahasa kuno mereka! Ini adalah salah satu hal yang paling menakjubkan dalam sejarah, dan membuktikan bahwa Alkitab diilhami secara ilahi, karena telah memprediksikan semua ini 4000 tahun yang lalu. Seluruh sejarah Israel telah dinubuatkan oleh Musa dan dicatat dalam kitab Ulangan. Allah memperingatkan bahwa jika Israel melanggar hukumNya, ia akan "dicabut dari tanah" dan diserakkan "ke antara segala bangsa dari ujung bumi ke ujung bumi" (Ul. 28:63-64). Di sanalah orang Yahudi "tidak akan mendapat ketenteraman di antara bangsa-bangsa itu dan tidak akan ada tempat berjejak bagi telapak kakimu; TUHAN akan memberikan di sana kepadamu hati yang gelisah, mata yang penuh rindu dan jiwa yang merana. Hidupmu akan terkatung-katung, siang dan malam engkau akan terkejut dan kuatir akan hidupmu" (Ul. 28:65-66). Ini adalah deskripsi yang akurat mengenai sejarah Israel selama dua milenium. Yerusalem dihancurkan pada tahun 70 M oleh tentara Roma di bawah Jendral Titus, dan pada tahun 135 M, Yerusalem dibajak habis oleh perintah Kaisar Hadrian karena pemberontakan orang Yahudi yang dipimpin oleh Bar Kochbar. Orang-orang Yahudi lalu terserak-serak ke ujung bumi dan tidak menemukan peristirahatan. Mereka dibenci oleh orang Muslim, dan dikerja dan dianiaya oleh Gereja Yunani Ortodoks dan Roma Katolik selama seribu tahun. Hitler mencoba untuk melenyapkan mereka. Lebih mementingkan bangsa Arab, Inggris berusaha menghalangi mereka kembali ke tanah mereka setelah Perang Dunia II. Mayoritas duni ini masih bersikap berlawanan terhadap Israel dan berita-berita tentang krisis Timur Tengah secara umum dibuat untuk memojokkan Israel. Tetapi, nubuat Alkitab telah memberitahu lebih dahulu bahwa Israel akan dikembalikan ke tanahnya dan dia akan tetap sebagai suatu negara bahkan setelah mengalami semua ini, dan itulah yang terjadi pada tahun 1948. Tidak pernah dalam sejarah dunia suatu suku bangsa berserak-serak ke seluruh dunia dan dianiaya selama 2000 tahun dan masih bisa kembali lagi sebagai suatu bangsa. Nubuatan Alkitab menggambarkan pemulihan Israel dalam dua bagian. Pertama, dia akan kembali lagi ke tanah mereka dalam kondisi tidak percaya. Kemudian, dia akan bertobat. Nubuatan yang menakjubkan dalam Yehezkiel 37:1-14 menggambarkan kedua tahap ini. Israel digambarkan sebagai lembah yang penuh tulang, tetapi lalu dibangkitkan. Pertama-tama, tulang-tulang itu diberikan urat dan daging dan mereka berdiri tetapi tidak memiliki nafas, dan selanjutnya Allah memberikan nafas kepada tulang-tulang mati tersebut, dan mereka menjadi hidup. Bagian pertama dari nubuatan ini sudah digenapi. Israel sudah kembali ke tanah mereka sebagai suatu bangsa, tetapi mereka masih dalam ketidakpercayaan. Mereka terus menolak Mesias mereka, Yesus Kristus. Mereka tidak memiliki Bait ataupun tatanan keimamatan, dan tidak memiliki penyembahan yang hakiki. Semasa Kesesakan Besar, Allah akan membuat Israel bertobat dan akan menghembuskan nafas kehidupan rohani kepada mereka dan mereka akan hidup. Eksistensi Israel yang terjaga hingga hari ini adalah suatu mujizat yang besar dan adalah bukti yang tidak terbantahkan bahwa Alkitab diilhami secara ilahi, dan mengingatkan kita bahwa kita semua perlu bersiap-siap akan kedatangan Kristus.

AKTIVIS HOMOSEKSUAL MENARGETKAN GEREJA-GEREJA
Soulforce, sebuah grup aktivis homoseksual, terus berupaya memasukkan agenda mereka ke dalam gereja-gereja, sekolah-sekolah, dan organisasi-organisa si Kristen. Programnya saat ini, yaitu The American Family Outing, menargetkan enam gereja mega, termasuk gereja The Potter's House (T.D. Jakes), Willow Creek Community Church (Bill Hybels), dan Lakewood Church (Joel Osteen). Salah satu anggota Soulforce yang high-profile adalah Jay Bakker, putra dari Jim dan Tammy Faye Bakker. Sebelem kematiannya tahun 2007, Tammy Faye menjadi seorang aktivis hak-hak homoseksual. Soulforce sedang menekan gereja-gereja agar menerima homoseksual dengan cara yang tidak menghakimi. Jay Bakker mengatakan, "Mari kita menyingkirkan perbedaan-perbedaan kita dan berbagai kasih dan pengharapan Kristus" ("Gay Group Reaches Out to Lakewood," Houston Chronicle, 8 Mei, 2008). Membagi kasih Kristus adalah satu hal, tetapi tidak berani menghakimi dosa adalah hal lain lagi. Gereja-gereja seharusnya menerima orang berdosa manapun agar ia dapat mendengar Injil, tetapi keanggotaan dalam jemaat hanyalah bagi mereka yang telah dilahirbarukan melalui pertobatan kepada Allah dalam iman kepada Yesus Kristus (Kis. 20:21), dan kelahiran kembali akan mengubah pandangan seseorang terhadap dosa. Di antara anggota-anggota jemaat di Korintus, ada yang sebelumnya pernah terlibat dalam homoseksualitas, tetapi mereka telah bertobat dan berubah (1 Kor. 6:9-11). Tammy Faye Bakker tampil dalam suatu acara "gay-pride" nasional, termasuk dalam kontes meniru Tammy Faye, di mana dia "dikelilingi oleh lelaki dalam kostum wanita" (Charisme News, November 2002). Tammy memberitahu para hadiri bahwa "ada Allah yang mengasihi mereka dan memelihara mereka," tetapi dia tidak memberitahu mereka bahwa homoseksualitas adalah dosa dan bahwa Allah menuntut pertobatan. Setelah suami pertama Tammy Faye, Jim Bakker, masuk penjara karena menipu para pengikutnya sebanyak $158 juta, dia menceraikannya dan menikah kembali dengan Roe Messner, seorang teman keluarga. Tentang para pengritiknya yang menyerukan agar dia lebih jelas lagi melawan homoseksualitas, Tammy Faye berkata, "Saya pikir gereja haruslah menjadi rumah sakit, dan bukan pengadilan." Pada kenyataannya, gereja adalah kedua-duanya, rumah sakit sekaligus pengadilan. Gereja Perjanjian Baru mengundang "barangsiapa yang mau" untuk menerima tawaran keselamatan yang cuma-cuma dari Kristus dan dilahirkan kembali, etapi gereja juga menghakimi orang-orang yang mengaku percaya, tetapi yang berjalan dalam kebenaran (1 Kor. 5).

ORANG TUA, DIDIK ANAK-ANAKMU UNTUK MEMBACA ALKITAB
Berikut ini disadur dari Training Your Children to Turn Out Right, sebuah buku yang sangat bagus oleh David Sorenson – "Hai para orang tua terkasih, kebiasaan yang paling penting yang anda bisa tanamkan dalam anak-anakmu adalah kebiasaan untuk datang kepada Firman Allah pagi dan malam. Perhatikan bahwa saya menggunakan istilah "kebiasaan." Ini memang disengaja. Masalah membaca Firman Tuhan adalah sesuatu yang harus dijadikan kebiasaan. Kebiasaan dibangun melalui tindakan yang berulang kali, tetapi agar anak-anak membangun kebiasaan membaca Alkitab setiap hari, maka anda sebagai orang tua, harus melakukan langkah-langkah agar tindakan ini masuk dalam kehidupan mereka. Anda tidak bisa hanya memberitahu mereka untuk melakukannya, lalu berharap bahwa mereka akan melakukannya. Anda harus membuat suatu program, sebuah jadwal, dan memberikan insentif untuk membantu memotivasi mereka masuk ke dalam Alkitab..... .Selama bertahun-tahun, saya kadang mendapatkan orang yang berkata, "Ya, menurut saya kita harus membaca Alkitab karena kita ingin, bukan karena kita harus." Diserang oleh dunia, kedagingan kita, dan juga Iblis, akan ada jauh lebih banyak hari saat kita tidak merasa ingin membaca Alkitab dari pada hari-hari kita merasa ingin. Jika kita melakukan segala sesuatu hanya karena saat itu kita merasa ingin untuk melakukannya, maka kita sedang menjalani kehidupan rohani yang sangat dangkal. Sebaliknya, kita harus membaca Firman Tuhan karena itu kewajiban kita, karena itu hal yang benar dilakukan, dan karena itu adalah kehendak Allah. Bagaimana perasaan kita pada hari yang bersangkutan, itu tidak relevan..... Kita juga perlu menanamkan sikap dan filosofi yang demikian ke dalam anak-anak kita.....Ketika kami memulai putri-putri kami dalam program pembacaan Alkitab tiap hari mereka, kami menaruh pembatas buku di 1 Yohanes. Ketika mereka baru pertama kali mulai, kami menargetkan mereka membaca satu ayat di pagi hari, lalu satu ayat di sore hari. Pada awalnya, kami ikut membaca bersama mereka dan membantu mereka membaca....Sambil mereka semakin maju dalam kemampuan membaca mereka, kami meningkatkan target menjadi tiga ayat sehari saat mereka kelas 1 SD....Saat mereka sekitar kelas 3 atau 4 SD, mereka mulai membaca satu pasal sehari. Ketika mereka mecapai kelas 6 SD, mereka diharuskan membaca dua pasal sehari, satu di pagi hari, satu di malam hari. Ketika mereka masuk SMP, mereka membaca empat pasal sehari. Program seperti ini akan membuat seseorang membaca Alkitab seluruhnya dalam satu tahun. Program ini berlanjut hingga masa-masa SMA mereka.....Beban agar kebiasaan ini dapat terbentuk dalam anak-anak sepenuhnya ada pada pundak kita sebagai orang tua. Sebagai orang tua, kita harus memeriksa hal ini secara rutin" (Training Your Children to Turn out Right, 1995, hal. 15-19).

Friday, May 16, 2008

BANGKITLAH BANGSAKU



Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

Bertempat di Lapangan Sepakbola Kridosono, sebanyak kurang lebih 2000 orang Percaya berkumpul untuk menaikkan Doa Syafaat dalam acara GERAKAN DOA ORANG PERCAYA (GDOP) pada hari Senin, 12 Mei 2008 pukul 18.00-20.30 WIB. Acara outbound dengan tema BANGKITLAH BANGSAKU bagi Tranformasi Indonesia dan Bangsa-Bangsa, dapat terselenggara berkat kerjasama dari gereja-gereja sejogja dan Jaringan Doa Nasional (JDN) dengan melibatkan PMK-PMK dan Persekutuan-persekutuan Doa dan Joy Fellowship di Jogjakarta. Menurut keterangan Panitia, Gerakan Doa ini serentak diadakan di 223 kota di Indonesia dan juga lebih kurang 213 Negara-negara di dunia. Dimulai dengan puji-pujian, sebanyak 2000 jiwa memuji dan menyembah Tuhan dengan penuh sukacita. Meski hanya duduk di atas rumput dengan beralas kertas Koran, tidak mengurangi minat dan antusias para hadirin yang datang. Dengan semangat 45, Worship Leader dan semua backing vocal dan singer berpadu dengan iringan Tim Musik yang rata-rata terdiri dari anak-anak muda yang bersemangat mampu mengajak hadirin yang mengikuti untuk bersorak-sorai dan meneriakkan HALELUYA! AMIN!. Turut melayani, Paduan Suara Mandarin Jogjakarta yang beranggotakan bapak-bapak dan ibu-ibu yang merupakan gabungan aktivis-aktivis dari gereja-gereja se-Jogja, Paduan Suara ini sudah dikenal lewat Album dan Konser mereka di Gedung Societit, Taman Budaya. Mereka menaikkan lagu-lagu rohani familiar dalam bahasa Mandarin sehingga mampu membuat para hadirin ikut bernyanyi pula. Didukung juga oleh Tim Dancer dari berbagai PMK dan JOY Fellowship yang berjumlah lebih kurang 70 orang. Tampak yang hadir dari berbagai macam suku bangsa dan provinsi yang ada di seluruh Indonesia, hal ini terlihat dari plakat-plakat Provinsi yang disusun menurut barisan asal daerah.

Memasuki sesi Firman Tuhan, Pdt Petrus menyampaikan bahwa perlu adanya kesatuan di kalangan gereja-gereja di Jogjakarta untuk bersama-sama bergandengan tangan berdoa bagi pemulihan dan transformasi Jogjakarta dan Indonesia. Permasalahan bangsa ini terus menggunung dan begitu banyak. Untuk itu sangat perlu bagi Orang Percaya untuk mulai berdoa dengan Kegairahan Tuhan dan Doa orang Percaya haruslah Doa yang mendeklarasikan Firman Tuhan dan Doa mengimani Janji-Janji Allah dalam Alkitab. Acara Doa Bersama ini memang rutin diadakan setiap tahun mulai dari tahun 2005 di Jogjakarta.

Ikut hadir perwakilan dari Gubernur Sri Sultan Hamengkubowono X, yang membacakan kata sambutan dari Sri Sultan. Juga tampak Pdt. Petrus Maridjo yang asli Jogja selaku Penbimas Kristen yang baru, menggantikan Pdt. Ardjita, yang turut mendukung sepenuhnya dan memberi kata sambutan. Hadir juga Pak Daud, Pdt. James Tanda, Pdt. C Sirait, hamba-hamba Tuhan dari berbagai gereja di Jogjakarta dan Direktur Andi Offset yang juga tokoh penting di Jogjakarta, yaitu Bapak J.H. Gondowidjojo yang memang dikenal sebagai Pendoa Syafaat yang mendirikan Bukit Doa di Kaliurang dan menulis buku-buku tentang Pendoa, Hati Bapa, Lawatan Roh Allah, dan Sekolah Doa. Dipimpin oleh para pendeta dan pendoa syafaat, mulailah acara Doa Syafaat digelar, mulai dari Pendoa dari Gereja Bala Keselamatan, GBI, GPdI, dll.

Setelah ditayangkan slide Video tentang Kegerakan Doa di Jogjakarta mulai dari Video tahun 2005 sampai 2007, Pdt Jimmy Pieter menjelaskan pentingnya Menara Doa Kota (MDK) yang berdoa tanpa putus-putusnya 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, dan 365 hari dalam setahun, dengan mengacu pada Yeremia 27:7 dan II Tawarikh 7:14, serta Doa Tuhan Yesus dalam Yohanes 17 bagi Kesatuan Tubuh Kristus, dampak MDK bagi Kesatuan Gereja-gereja yang dapat menghasilkan pertobatan jiwa, Kehidupan Kristiani yang berdampak bagi masyarakat, Gereja yang menjadi berkat bagi Bangsa dan Negara, diawali dengan kegerakan Doa. Sekretariat Menara Doa Kota (MDK) Jogja beralamat di Jl. Bumijo 24A, dengan telepon 563387. Pdt Jimmy mengajak semua yang hadir untuk mau menyediakan waktu 2 jam dalam seminggu, untuk dapat datang ke MDK dan berdoa bersama-sama dengan tidak terputus selama 24 jam sehari.

Rony Sofian, salah seorang hamba Tuhan dari GKKK Jogjakarta, yang menghadiri acara ini memberikan komentarnya sebagai berikut: “Puji Tuhan.. GDOP kembali bisa diadakan di kota Jogja dalam rangka Global Day Of Prayer International, serentak dengan gereja-gereja di seluruh dunia. Melihat pelaksanaannya pada hari Senin 12 Mei yg lalu & jumlah peserta dari berbagai gereja di kota Jogja yang hadir, patut bersyukur kepada Tuhan untuk para panitia yang telah mempersiapkan dan menyelenggakannya dengan baik. Semoga tahun depan ada lebih banyak lagi gereja yang dilibatkan/terlibat sehingga lebih banyak lagi yang hadir dan mendukung acara ini. Mengingat nama acaranya (GDOP Int'l) alangkah baiknya jika pokok-pokok doa yang dipanjatkan tidak hanya tentang Kekristenan di Indonesia dan pemulihan bangsa Indonesia saja namun juga meliputi pokok-pokok doa yang lebih luas, misalnya kekristenan di negara2 lain, pelayanan misi di berbagai belahan dunia dan peranan orang Kristen dalam merawat dan menjaga kelestarian bumi ciptaan Tuhan ini. Mari terus berdoa, Tuhan memberkati..

Akhirnya sesudah Doa Berkat dan pengutusan, maka semua orang percaya kembali ke komunitasnya masing-masing dan dihimbau lebih berapi-api dalam menjadi berkat.

Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Thursday, May 15, 2008

Mana yg benar “Tujuh Tahun atau Seven Years” atau “Tiga Tahun”

pada ayat 2 Samuel 24:13 dengan I Tawarikh 21:12?

I Tawarikh 21:12 (Alkitab LAI)
21:12 tiga tahun kelaparan atau tiga bulan lamanya melarikan diri dari hadapan lawanmu, sedang pedang musuhmu menyusul engkau, atau tiga hari pedang TUHAN, yakni penyakit sampar, ada di negeri ini, dan malaikat TUHAN mendatangkan kemusnahan di seluruh daerah orang Israel. Maka sekarang, timbanglah jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku."

I Tawarikh 21:12 (KJV)
21:12 Either three years' famine; or three months to be destroyed before thy foes, while that the sword of thine enemies overtaketh thee; or else three days the sword of the LORD, even the pestilence, in the land, and the angel of the LORD destroying throughout all the coasts of Israel. Now therefore advise thyself what word I shall bring again to him that sent me.

2 Sam 24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku." (Alkitab terbitan LAI-TB)

2 Samuel 24:13 menurut Alkitab Indonesia (Indonesian Literal Translation):
Dan Gad datang kepada Daud, dan memberitahukannya, dan berkata kepadanya, “Akan datang tujuh tahun kelaparan kepadamu di negerimu. Atau engkau akan melarikan diri dari hadapan musuh-musuhmu selama tiga bulan, dan mereka itu mengejarmu. Atau tiga hari tulah akan melanda negerimu. Sekarang pertimbangkanlah, dan lihatlah apa yang harus aku kembalikan kepada Dia yang mengirimkan perkataan kepadaku.””

2 Samuel 24:13 (KJV)
So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine come unto thee in thy land? or wilt thou flee three months before thine enemies, while they pursue thee? or that there be three days' pestilence in thy land? now advise, and see what answer I shall return to him that sent me.

Bobby, jika kita membandingkan Alkitab LAI dengan Alkitab KJV, NIV, dll. Untuk ayat I Tawarikh 21:12, kata “tiga tahun” disemua terjemahan Alkitab Indonesia dan Inggris sama semua, menulis “tiga tahun”

Yang berbeda adalah ketika di ayat 2 Samuel 24:13, dalam Alkitab King James Version (KJV), NASB (New American Standard Bible), NKJV (New King James Version), ASV (American Standard Version), CEV (Contemporary English Version) 1995, ERV, American KJV, DRB, Darby Bible Translation, Webster Bible Translation, World English Bible, Young's Literal Translation, GOD'S WORLD TRANSLATION, Jewish Publication Society Tanakh, Alkitab LAI Terjemahan Lama, Naskah asli MT (Naskah Asli Bhs Ibrani: Masoretik Teks), Alkitab Indonesia ILT (Indonesian Literal Translation), Alkitab Indonesia (IMTV=Indonesian Majority Text Version), semuanya menulis “Tujuh tahun” berbeda dengan Alkitab NIV, dll menulis “Tiga tahun”. Mana yang benar?

Jadi KJV, NKJV, ASV, NASB, dll dan Alkitab ILT (Indonesian Literal Translation), Alkitab Indonesia IMTV, Alkitab LAI BIS menulis “seven years” atau “tujuh tahun”

Alkitab LAI terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) tahun 1985 menulis:
2 Samuel 24:13 Gad datang menghadap dan memberitahukan kepadanya perintah TUHAN itu, katanya, "Mana yang Baginda pilih: Negeri ini ditimpa bencana kelaparan selama tiga *Beberapa terjemahan kuno: tiga; Ibrani: tujuh.* tahun, atau Baginda lari dikejar-kejar musuh selama tiga bulan, atau negeri ini diserang wabah penyakit selama tiga hari? Putuskanlah sekarang apa yang harus kusampaikan kepada TUHAN."

Disini LAI bijaksana dengan memberitahu bahwa dalam naskah Ibrani Majority Text (Kebanyakan Teks/naskah salinan/naskah Byzantine/Received Text) menulis “Tujuh Tahun”, meski LAI berdasarkan naskah salinan lain (Alexandrian/Minority/WH Text) menulis “tiga tahun” Jadi bagaimana?

Mengacu pada Text Byzantine/Majority/Received Text/Masoretic Text/MT yang diterima luas oleh semua kalangan Bapa Gereja zaman Reformasi dan semua kalangan Fundamentalis serta yg mengimani Alkitab tanpa salah sedikitpun dan dipelihara TUHAN, maka yang benar untuk ayat 2 Samuel 24:13 adalah “Tujuh tahun” sedangkan I Tawarikh 21:12 “Tiga tahun”. Apa yg tertulis dalam naskah Teks Kebanyakan yg diterima/teks yg dipelihara Allah, maka tetap seperti yg tertulis.

Lalu bagaimana, kan jadi berbeda? Satu menulis 7 tahun, ayat lain menulis 3 tahun? Mari kita bahas beberapa kemungkinan jawaban untuk hal ini.

Di situs di bawah ini mencoba memberi penjelasan itu: www.kjv-only.com
2 Samuel 24:13 and 1 Chronicles 21:12 "Could You Repeat The Choices?"

There are two accounts in the Old Testament of the same story of David taking a census of the Israelites, one in 2 Samuel 24 and the other in 1 Chronicles 21. God is displeased with David's actions and offers him three choices as punishment. There is an interesting "problem" that arises when studying these passages, for the three choices of punishment do not match in each account in the KJV:
2 Samuel 24:13 (KJV) "So Gad came to David, and told him, and said unto him, Shall seven years of famine come unto thee in thy land? or wilt thou flee three months before thine enemies, while they pursue thee? or that there be three days' pestilence in thy land? now advise, and see what answer I shall return to him that sent me."
1 Chronicles 21:12 (KJV) "Either three years' famine; or three months to be destroyed before thy foes, while that the sword of thine enemies overtaketh thee; or else three days the sword of the LORD, even the pestilence, in the land, and the angel of the LORD destroying throughout all the coasts of Israel. Now therefore advise thyself what word I shall bring again to him that sent me."
What makes this "contradiction" interesting is that it is not a translational issue, but perhaps a copyist issue - the "contradiction" appears in the Hebrew that the KJV was translated from as well. However, the "contradiction" does not appear in the LXX (the ancient Greek translation of the Old Testament). This article is not an attempt to prove one or the other as correct, but to explain what's going on here.
Here's how the comparison looks in 3 popular versions, including the KJV:
Verse
KJV
NIV
NASB
2 Samuel 24:13
seven
three
seven
1 Chronicles 21:12
three
three
three

As you can see, the NIV does not contain the "contradiction", as each verse has "three". However, a footnote in the NIV shows us that this is because the translators of the NIV have chosen in this instance to follow the LXX instead of the available Hebrew manuscripts so as to eliminate the "contradiction", noting that the LXX has "three" while the Hebrew has "seven". I'm not sure whether they were correct or not, but as the KJV translators said, "doth not a margin do well to admonish the Reader to seek further, and not to conclude or dogmatize upon this or that peremptorily?"
Although we cannot be 100% certain, "three years" in 2 Samuel 24:13 may be correct for the following combination of reasons:
- it matches the 1 Chronicles 21:12 account.
- it fits the pattern of choices better: 3 years, 3 months, 3 days.
- it matches the LXX, which is older than the available Hebrew.
- the Hebrew letter Zayin, used for "seven", may have been mistaken for the Hebrew letter Giymel, used for "three", by a copyist somewhere down the line.
Of course, the last reason could be easily reversed (ie. perhaps Giymel is mistaken for Zayin). However, because of the first three reasons given, translating it "three" has more support.

Why then does the LXX have "three" while the Hebrew has "seven"? A few reasons are possible, although we can't know for sure because we don't have the Hebrew manuscripts used to produce the LXX:
- perhaps because the Hebrew originally had "three", which was later unintentionally changed (after the LXX was produced) because of the Giymel/Zayin similarities.
- perhaps the Hebrew originally had "seven", but the LXX translators thought they would "correct" the "contradiction".
- perhaps the LXX translators accidentally mistook the Zayin as a Giymel, thus translating "seven" as "three".
So, the issue is somewhat unresolved, due to our lack of the originals for comparison. Although there is a possibility that "seven" is the correct number, it seems the original most likely had "three".
A thought-provoking side note...
A simple comparison of these two verses provides a good example of the same event and message given by someone, but by using different words. If one was to get really sticky over the issue of "inerrancy", one would have to examine which words of the message were really the ones spoken by Gad:
Differences in what was spoken by Gad
2 Samuel 24:13 (KJV)
1 Chronicles 21:12 (KJV)
"famine come unto thee in thy land?"
"famine"
"before thine enemies"
"destroyed before thy foes"
"while they pursue thee"
"while that the sword of thine enemies overtaketh thee"
"three days' pestilence"
"three days the sword of the LORD, even the pestilence"
[not preset]
"and the angel of the LORD destroying throughout all the coasts of Israel"
"now advise, and see"
"Now therefore advise thyself"
"what answer I shall return"
"what word I shall bring again"
Choices worded as questions
Choices worded as a list (not questions)
In other words, for 100% accuracy and inerrancy, did Gad say "they" or "sword of thine enemies"? Did he mention "destroy" in the second choice or not? Did he say "pestilence" or "sword of the LORD, even the pestilence"? Did he mention the "angel of the LORD destroying" in the third choice or not? Where the choices given as questions or not?
Did Gad say "pursue" or "overtake"? There is a big difference in meaning between those two words - one can be overtaken without being pursued, and one can be pursued without being overtaken.
If the KJV-only position is about the exact "words" of God, which "words" were really spoken by Gad in this event? I guess I'm pointing this out to make you think: what really is "inerrancy"? I realize this is "straining at (out?) a gnat", but it at least shows that differing words can be used and still be considered "true". Why can the KJV and Hebrew use differing words to tell of an event but another version is considered "in error" when it does the same thing?

www.kjv-only.com/2sam24_13.html

Kesimpulan:
2 Samuel 24:13 tetap “Tujuh Tahun” dan memang berbeda dengan I Tawarikh 21:12 tertulis ”Tiga Tahun”.

Saya dan semua orang Kristen yg memegang Naskah MT (Masoretik Teks untuk PL, bahasa Ibrani) dan TR (Textus Receptus untuk PB, bahasa Yunani) sebagai Naskah yg dipelihara Allah tanpa salah, maka mengacu yg benar tetap ”Tujuh tahun” pada ayat 2 Samuel 24:13 sesuai dengan Naskah asli MT (Naskah Asli Bhs Ibrani: Masoretik Teks), Alkitab King James Version (KJV), NASB (New American Standard Bible), NKJV (New King James Version), ASV (American Standard Version), CEV (Contemporary English Version) 1995, ERV, American KJV, DRB, Darby Bible Translation, Webster Bible Translation, World English Bible, Young's Literal Translation, GOD'S WORLD TRANSLATION, Jewish Publication Society Tanakh, Alkitab LAI Terjemahan Lama (LAI-TL), Alkitab Indonesia ILT (Indonesian Literal Translation), Alkitab Indonesia (IMTV=Indonesian Majority Text Version), dan ”tiga tahun” pada 1 Tawarikh 21:12

Ada yang menjawab seperti ini:
The Hebrew text of 2 Samuel 24:13 reads “seven years of famine,” but the Greek translation of this text (the Septuagint) and the parallel text in 1 Chronicles 21:12 reads “three years of famine.” I am inclined to accept the “three year” option, especially since there seems to be some emphasis on the number three here: three years of famine; three months of defeat at the hand of their enemies; three days of pestilence at the hand of God.

Naskah asli Ibrani untuk ayat 2 Samuel 24:13 menulis, ”Tujuh tahun kelaparan” tetapi terjemahan Yunani dari Teks PL Ibrani (disebut Septuaginta) dan paralel dengan teks 1 Tawarikh 21:12 menulis ”Tiga tahun kelaparan.” Saya memutuskan untuk menerima pilihan ”Tiga Tahun,” khusunya sejak kelihatan disana ada beberapa penekanan angka pada angka tiga di sini: tiga tahun kelaparan, tiga bulan melarikan diri dari musuh, tiga hari penyakit sampar dari Tuhan.

Untuk jawaban ini, perlu kita diketahui Septuaginta adalah teks terjemahan dari Naskah asli Ibrani PL, Jadi Septuaginta bukanlah teks superior dari Naskah Ibrani. Jadi kita tetap berpedoman pada Naskah asli Ibrani PL (Masoretik Teks), yang menulis “Tujuh tahun kelaparan”

Jadi, kami dan banyak sarjana Alkitab memilih jawaban di bawah ini:

Answering The Atheist

October 7, 2001 / Volume 1, Issue 31
THE ATHEIST'S COMPLAINT:
How many years of famine were threatened? In 2 Samuel 24:13, we read, "So God came to David and told him, and said unto him, shall seven years of famine come unto thee in thy land? or will thou flee three months before thine enemies, while they pursue thee?..." However, 1 Chronicles 21:11 reads, "So God came to David, and said unto him, Thus saith the LORD, choose thee, either three years of famine or three months to be destroyed before thy foes, while that the sword of thine enemies overtaketh thee..."
Is there a contradiction?
RESPONSE:
Certainly, with a hurried look, 2 Samuel 24:13 and 1 Chronicles 21:11 seem to be contradictory. However, I would suggest that the questioner slow down and read the Scriptures more carefully (and in context), for these texts are in full agreement.
David's choices of punishment for his sin before the Lord were:
- 1 - three years of famine;
- 2 - three months to be destroyed before his enemies;
- 3 - three days of pestilence in the land.
In the 1 Chronicles 21 account, these three choices are given to David. Notice, that the latter two choices are parallel in the 2 Samuel 24 account, but the first choice is different, both in the number of years mentioned and in the way the punishment is worded. The Lord there does not invite David to chose 3 years of famine, but rather asks, "...shall seven years of famine come unto thee in thy land?"

Dalam I Taw 21:11, ada tiga pilihan diberikan kepada Daud. Perlu diperhatikan, bahwa 2 pilihan terakhir sama dengan ayat 2 Samuel 24, namun pilihan pertama berbeda, baik dalam jumlah tahun yang disebutkan dan juga cara hukuman di tulis. Tuhan disini tidak mengundang Daud untuk memilih 3 tahun kelaparan, namun malah bertanya, “…akan datang tujuh tahun kelaparan kepadamu di negerimu?”

In 2 Samuel 21:1, it is written, "...there was a famine in the days of David three years, year after year; and David enquired of the LORD. And the LORD answered, It is for Saul, and for his bloody house, because he slew the Gibeonites." Three years of famine had already occurred. Add to this the current year (the time which passed from 2 Samuel 21:1 to 2 Samuel 24:13), and then the three years of famine as recorded in 1 Chronicles 21:11, and you have seven years of famine.

Dalam 2 Samuel 21:1, tertulis, “Semasa Daud memerintah, terjadilah bala kelaparan hebat yang berlangsung selama tiga tahun penuh. Lalu Daud meminta petunjuk TUHAN mengenai hal itu, dan TUHAN berkata, "Bala kelaparan itu ialah karena kesalahan Saul dan keluarganya, mereka telah membunuh orang-orang Gibeon."

Tiga tahun kelaparan sudah terjadi. Tambahkan tahun berjalan (waktu dari 2 Samuel 21:1 sampai 2 Samuel 24:13), dan kemudian tiga tahun kelaparan yang tercatat di I Tawarikh 21:11, dan akan kita dapatkan tujuh tahun kelaparan.

There is no contradiction.
Jadi, Tidak ada kontradiksi.

Sumber dari: http://www.lookinguntojesus.net/ata20011007.htm

Demikian jawaban dan klarifikasi atas pertanyaan.


http://dedewijaya.blogspot.com

Jika anda diberkati dengan artikel2 tersebut, jadikanlah blog diatas link di web atau blogger anda. Terimakasih. GBU

If you are cheerful, you feel good; if you are sad, you hurt all over
Happiness makes you smile; sorrow can crush you

Mari bergabung bersama milist : diskusi-alkitab@googlegroups.com

Wednesday, May 14, 2008

Doktrin Alkitab Alkitabiah (Bag 2)

Gulungan di Laut Mati (Dead Sea Scroll) Bag 2

Pada tahun 1947 dunia kekristenan dikejutkan dengan ditemukannya Dead Sea Scroll (DSS). Seorang bocah Baduin yang berusaha mencari dombanya yang hilang tanpa sengaja memasuki gua di Wadi Qumran, sebelah Barat Daya laut Mati. Di dalam gua yang gelap, ia tersandung pada gulungan benda yang panjangnya 2 kaki dan tebalnya 10 inci. Para gembala itu menjualnya ke toko antik di Bethlehem yang membeli beberapa gulung, dan seorang Archbishop dari gereja Orthodox Syria membeli sisanya. Beberapa orang ahli menelitinya dan menyimpulkan bahwa itu tidak ada nilainya. Tetapi E.L Sukenik, dari Hebrew University di Yerusalem, mengenal keunikan gulungan itu dan membeli tiga gulungan. Gulungan lain dibawa ke American School of Oriental Research, diteliti oleh J.C Trever dan W.F. Albright, seorang arkeolog Alkitab, akhirnya pada tahun 1948 menyadari bahwa itu adalah gulungan kitab-kitab PL.

Pada akhit tahun 1951 kembali di sekitar gua-gua laut Mati, yaitu di gua Wadi Murabba’at ditemukan lagi gulungan-gulungan lain diantaranya juga terdapat gulungan Teks masoretik. Pada tahun 1952 dilakukan eksplorasi yang lebih intensif dan di gua yang terletak di sebelah Barat Khirbet Qumran ditemukan hampir keseluruhan kitab PL kecuali kitab Ester.

Adapun isi dari manuscripts (MSS) yang ditemukan di Qumran itu ada sebagian yang berbeda dari Teks masoretik namun sama dengan Septuaginta (LXX). Tetapi lebih banyak kesamaannya dengan Teks Masoretik daripada LXX. Kelihatannya MSS yang ditemukan di Qumran itu adalah teks yang dipergunakan oleh pribadi, bukan yang dipergunakan di Sinagoge, karena ada banyak catatan pinggir, dan naskah tua yang diperkirakan sebelum Kristus, ternyata ada tambahan huruf hidup (vokal). Kita tahu bahwa naskah bahasa Ibrani sebelum para Baly ha-Masoret memasangkan huruf hidup (vokal) naskah resmi yang dipakai di Bait Allah dan sinagoge itu hanya terdiri dari huruf mati (konsonan) saja. Jadi kalau ada naskah sebelumnya yang terdapat selipan huruf hidup adalah naskah pribadi yang dipakai di keluarga. Biasanya karena anak-anak mereka belum terbiasa membaca tanpa huruf hidup, maka orang tua mereka membantu dengan menambahi huruf hidup bagi mereka.

Kalangan Liberal menjadi kalang kabut dengan ditemukannya Dead Sea Scroll (DSS), namun sebagian mereka menjadikannya dasar untuk membangun Critical Texts (Teks Pengritik) untuk mendiskreditkan Teks Masoretik. Tetapi kalangan Fundamental tetap yakin bahwa Teks Masoretik (MT) adalah teks terpercaya karena bukan hanya telah dikerjakan dengan sangat hati-hati, bahkan sumber landasannya adalah naskah resmi yang dipakai di sinagoge-sinagoge, bukan naskah pribadi yang telah banyak penambahan dan pengurangan. Kita bisa memahami kalau sesuatu itu milik pribadi maka bisa ditambah dan dikurangi seperti yang kita lakukan terhadap Alkitab kita hari ini, dimana kita membuat catatan di pinggir dan menandainya dan lain sebagainya.

Alkitab Bahasa Asli PB

Di dunia ini tidak ada tulisan yang lebih terpelihara daripada naskah-naskah kitab PB. Allah memelihara naskah-naskah itu melalui orang-orang percaya yang menyayangi naskah itu sehingga mereka berusaha memilikinya dengan memperbanyaknya. Dengan cara diperbanyak, maka Iblis tidak dapat memusnahkannya, dan sekaligus untuk menjaga keotentikannya karena di kemudian hari kita dapat membanding-bandingkannya.

Kini telah tersimpan kurang lebih 3 ribu copy naskah PB tulisan tangan dalam bahasa Yunani dalam bentuk fragment dan 2 ribu copy dalam bentuk penjelasan (telah ditambahkan berbagai penjelasan) untuk kebutuhan pembacaan tiap hari, 8 ribu manuscript dalam bahasa Latin, dan sekitar 2 ribu terjemahan versi kuno. Tersedianya naskah-naskah kuno itu telah menjamin sehingga pekerjaan mengedit sebuah kitab PB ke dalam bentuk buku setelah kertas dan alat cetak ditemukan itu dapat dilakukan. Allah telah memeliharanya dengan cara memperbanyak dan menyimpannya hingga manusia dapat menjilidnya menjadi sebuah kitab pada saat manusia telah menemukan alat cetak dan kertas.

Sesungguhnya naskah-naskah PB dalam bahasa Yunani telah tersebar kemana-mana. Sesudah abad ketiga kelihatannya bahasa Latin menjadi bahasa yang cukup penting, terutama disebabkan karena pemerintahan Roma telah berlangsung cukup lama. Pada saat itu menurut Agustinus, hampir setiap orang yang tahu 2 bahasa, yaitu Yunani dan Latin, berusaha menerjemahkan kitab-kitab PB walaupun tidak lengkap. Itulah sebabnya kini terdapat sekitar 8 ribu naskah kuno kitab PB dalam bahasa Latin. Secara resmi pada tahun 382, Paus Damasus menunjuk Jerome untuk menerjemahkan atau sebenarnya mengedit terjemahan-terjemahan tidak resmi terhadap 4 Injil. Hasil revisi yang dikerjakan oleh Jerome itu kemudian dikenal dengan Vulgate yang dalam bahasa Latin itu berarti ‘umum,’ mungkin maksudnya dipakai untuk umum. Versi Vulgate dipakai secara resmi oleh Gereja Katolik ratusan bahkan ribuan tahun.

Buku tertua dalam cetakan ialah buku dalam tulisan Tionghoa Diamond Sutra, yang dicetak pada tahun 868 dengan alat cetak kayu. Pada abad ke-11 orang Tionghoa meningkatkan penciptaan alat cetak bergerak dengan tanah liat. Namun apa yang telah dicapai di China tidak ada hubungannya dengan penemuan alat cetak di Eropa. Johannes Gutenberg adalah orang pertama yang menemukan alat cetak pada tahun 1440 di benua Eropa.

Buku pertama yang dicetak oleh percetakan Gutenberg ialah Alkitab versi Vulgate yang cakap dalam ukuran folio, yang selesai pada tahun 1456, yang terkenal dengan sebutan Gutenberg Bible.

Pada tahun 1502, persiapan pencetakan Alkitab bahasa Yunani dimulai dibawah pimpinan Kardinal Ximenes dari Spanyol. Kitab PB dicetak paralel 3 bahasa, yaitu Latin, Ibrani, dan Yunani LXX. Proyek ini dilakukan di kota Alcala yang dalam bahasa Latin disebut Complutum sehingga Alkitab itu disebut Complutensian Polyglot. PB selesai pada tahun 1514 dan PL selesai 1517, namun belum pernah beredar karena pada tahun 1520 baru diterima oleh Paus dan pada tahun 1522 baru dipublikasikan.

Sementara itu pada tahun 1515 seorang ahli bahasa yang bernama Desiderius Erasmus berusaha mengedit kitab PB dalam bahasa Yunani dengan mendasarkannya pada lima manuscript tradisional yang tersimpan di Basel dan menerbitkannya pada bulan Maret tahun 1516. Dengan demikian maka kitab PB bahasa Yunani yang pertama dicetak adalah Complutension Polyglots sedangkan yang pertama terbit dan beredar di masyarakat adalah edisi Desiderius Erasmus. Tidak dapat dipungkiri bahwa kitab PB ini telah memungkinkan Martin Luther menyadari kesalahan Gereja Katolik, demikian juga dengan Bapak-bapak Reformasi yang lain.

Sangat disayangkan karena naskah yang dimiliki oleh Erasmus itu ternyata 6 ayat terakhir dari kitab Wahyu telah hilang sehingga ia menerjemahkannya sendiri dari Vulgate ke bahasa Yunani. Namun kemudian setelah ia mendapatkan naskah yang memiliki 6 ayat terakhir kitab Wahyu masih utuh, ia memperbaikinya pada edisi ke-2. Kemudian setelah melihat Manuscript Codex 61 Erasmus memasukkan 1 Yoh 5:7,8 yang dikalangan teolog disebut Johannen Coma. Dan Luther menerjemahkan edisi ke-2 yang terbit 1519 dan yang telah disempurnakan ini ke dalam bahasa Jerman. Penyempurnaan demi penyempurnaan dilakukan setelah melihat naskah-naskah kuno dan membanding-bandingkannya dengan Polyglot sehingga keseluruhannya Erasmus menerbitkan 5 edisi. Ingat, dalam tiap perbaikan itu tidak ada penambahan atau pengurangan firman Tuhan, melainkan memeriksa hasil karyanya dan membandingkannya dengan naskah-naskah yang jumlahnya sekitar 3 ribu naskah kuno.

Rupanya menurut Robert Estienne (yang lebih dikenal dengan Stephanus), hasil kerja Erasmus masih perlu diperbagus lagi. Ia menerbitkan 4 edisi berturut-turut tahun 1546, 1549, 1550, 1551, yang tiap edisinya terdapat perbaikan-perbaikan yang tidak terlalu berarti, seperti penambahan judul perikop dan lain-lain. Edisi ke-3 (1550) dari Stephanus ini dikenal dengan sebutan Royal Edition (Edition Regia). Edisi ke-4 terbit tahun 1551 dengan dilengkapi pasal dan ayat sebagaimana kita pakai hari ini. Kita patut berterima kasih kepada Stephanus yang telah menolong kita agar lebih gampang mencari bagian firman Tuhan yang kita inginkan. Bayangkan kalau tidak ada pasal dan ayat, pasti kita akan mengalami banyak kesulitan.

Theodore Beza, seorang yang tersohor di kalangan Prostestan, juga menerbitkan kitab PB bahasa asli dalam ukuran folio dengan memakai teks Stephanus sebagai dasar. Ketenaran Theodore Beza turut mempopulerkan teks Erasmus dan Stephanus yang dipakainya sebagai dasar sehingga kalangan reformasi memakai teks mereka sedangkan kalangan Katolik memakai Polyglot.

Keluarga Elzevir, pemilik penerbit berbagai buku klasik, ikut juga meramaikan penerbitan kitab PB bahasa asli yang sangat digemari masyarakat yang baru mengalami reformasi itu. Pada edisi ke-2 terbitannya tercantum tulisan ”Kini anda memiliki teks yang telah diterima oleh semua kalangan, yang didalamnya tidak ada penambahan maupun kesalahan.”

Akhirnya ungkapan Received Text atau Textum Receptum yang biasa disingkat TR, menjadi nama dari teks yang pertama diedit oleh Desiderius Erasmus, diperlengkapi dan diperindah oleh Stephanus, dipromosikan Theodore Beza dan keluarga Elzevir, diberikan kepada teks yang diterima dan dipakai di kalangan orang-orang percaya yang telah dilahirbarukan di dalam Tuhan. Teks ini kemudian diterjemahkan ke berbagai bahasa termasuk ke dalam bahasa Inggris, King James Version (KJV), yang diterjemahkan pada tahun 1611 atas perintah raja Inggris yang bernama James dan dikerjakan oleh lebih dari 50 ahli bahasa. Teks yang mereka pakai sebagai dasar ialah Teks Stephanus edisi 3 dan 4 dan edisi Beza terbitan 1598.

Masyarakat, terutama orang-orang yang telah lahir baru, sangat bersukcaita atas tersedianya kitab suci dalam bentuk cetakan bahkan dalam bahasa mereka yang dapat mereka miliki secara pribadi dengan harga yang relatif lebih murah dari sebelumnya. Sebelumnya harga sebuah Alkitab tulisan tangan yang rapi itu sama dengan harga sebuah gedung berlantai dua di dekat London Bridge. Terkutuklah orang yang tidak menghargai firman Tuhan yang ada ditangannya hari ini.

SERI DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH (Bag 1)

ALKITAB BAHASA ASLI (bag 1)

Tiap-tiap orang Kristen pasti mempunyai rasa ingin tahu (curiosity) tentang Alkitab bahasa asli. Terlebih ketika Alkitab terjemahan tidak menyelesaikan persoalan, maka timbul pikiran untuk melihat Alkitab dalam bahasa aslinya. Alkitab bahasa asli adalah otoritas puncak (final Authority) untuk menyelesaikan segala macam perdebatan teologia maupun percekcokan doctrinal. Semua Alkitab terjemahan hanya memuat kebenaran secara konsep (conceptual) bukan kebenaran secara arti kata dan tata bahasa (literal and grammatical). Oleh sebab itu jika melakukan pembahasan Alkitab secara etimologi, maka harus kembali ke Alkitab bahas asli karena peralihan bahasa menyebabkan perubahan bentuk kata dan juga susunan kalimat.

Patut disadari bahwa ada perbedaan antara satu bahasa dengan yang lain. Ada bahasa yang banyak vocabularynya dan ada bahasa yang sedikit. Kita tidak mengatakan bahwa Alkitab hasil terjemahan akan salah atau kurang bermutu, tetapi hanya ada kekurangan dalam menyampaikan semua ide penulis. Misalnya (agape) dan (fileo) dalam bahasa Indonesia kedua-duanya tetap diterjemahkan dengan kata “kasih” saja.

Karena Allah mengilhamkan kebenaranNya dengan bahasa manusia, maka pemakaian tiap-tiap kata dalam wahyu tertulisNya pasti adalah yang dipilihNya secara khusus. Bahkan tata-bahasa yang dipergunakanNya juga pasti yang sesuai dengan aturan tata-bahasa manusia pemakai bahasa itu agar tidak menyebabkan kebingungan bagi penerima wahyu. Selanjutnya karena Allah memakai bahasa Ibrani untuk penulisan kitab PL (Perjanjian Lama) dan bahasa Yunani untuk penulisan kitab PB, maka kitab PL yang bahasa Ibrani serta kitab PB yang bahasa Yunani itu sangat penting setidaknya untuk dikenal oleh setiap orang Kristen, apalagi seorang penyampai firman Tuhan.

Alkitab Bahasa Asli PL
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa kitab PL orang Kristen itu berasal dari kitab suci orang Yahudi. Dalam bab mengenai kanon telah kita bahas tentang jumlah kitab dan alasan kitab-kitab itu dimasukkan ke dalam kanon. Jumlah kitab PL bertambah sesuai dengan berjalannya waktu sampai nabi Maleakhi menuliskan pasal 4 ayat 6 yang jatuh pada kira-kira 400 tahun sebelum kedatangan Kristus.

Pada waktu kejatuhan Yerusalem ke tangan Babilon, kelihatannya kitab-kitab PL yang sudah ada pada saat itu diselamatkan oleh nabi Yeremia. Nabi Yeremia yang tahu persis apa yang akan terjadi menyadari bahwa kitab suci jauh lebih berharga dari apapun. Nebukadnezar yang tahu bahwa Yeremia menubuatkan kejatuhan Yerusalem sangat menghormati Yeremia. Bahkan ia membiarkan Yeremia memilih apakah ia mau tinggal di Yerusalem atau mau ikut ke Babel, dan akhirnya Yeremia memilih tinggal di Yerusalem (Yer 39:11-14, 40:4-5).

Sekembali dari pembuangan, orang Yahudi mengalami kebangunan rohani. Mereka bukan hanya pergi ke Yerusalem 3x setahun, bahkan mendirikan sinagoge di seluruh Israel. Keberadaan sinagoge itu bukan hanya untuk kegiatan keagamaan, bahkan bermanfaat sebagai sekolahan membaca bagi anak-anak. Keadaan ini menyebabkan dibutuhkannya kitab-kitab PL karena itu adalah bahan bacaan satu-satunya. Keadaan ini juga sekaligus melestarikan kanon kitab PL karena jumlahnya menjadi semakin banyak sehingga kalau yang satu rusak, masih ada yang lain. Kini terkumpul sekitar 200 ribu naskah kuno dalam bentuk fragment dalam bahasa Ibrani dan Aramik. Dengan cara demikian Allah memelihara firmanNya, yaitu agar orang-orang di kemudian hari dapat memperbandingkannya. Ada yang bertanya, “apakah kitab PL yang ada di tangan kita masih asli?” Jawabannya, “tentu, karena ada kurang lebih 200 ribu fragment yang terkumpul dan dibanding-bandingkan.

Ketika Alexander Agung mengalahkan dunia pada abad ketiga sebelum kedatangan Kristus, bahasa Yunani menjadi bahasa internasional. Satu abad kemudian, yaitu abad kedua sebelum kedatangan Kristus, generasi muda Yahudi perantauan menjadi lebih fasih berbahasa Yunani sehingga penerjemahan kitab PL ke dalam bahasa Yunani dirasakan sangat diperlukan. Kemudian sebuah kitab terjemahan dihasilkan oleh 72 orang penerjemah, dan disebut Septuaginta yang artinya 70, yaitu angka genap (dibulatkan) dari jumlah penerjemahnya.

Akhirnya pada masa kehadiran Tuhan Yesus, kitab PL yang beredar ada 2 macam, yaitu yang berbahasa Ibrani dan berbahasa Yunani (Septuaginta). Selain terdiri dari 2 macam bahasa, juga ada versi yang dipakai di sinagoge dan versi yang dipakai oleh pribadi di rumah. Versi sinagoge disalin ulang dengan sangat teliti. Jika ditemukan 4 kesalahan, maka dinggap rusak dan segera dimusnahkan. Mereka tidak menghendaki kehadiran salinan yang ada kesalahan agar jangn sampai makin hari makin banyak salinan yang salah.

Kemudian pada tahun A.D. 70 Sesudah Masehi, terjadi penghancuran kota Yerusalem beserta Bait Allah. Orang Israel terkocar-kacir dan tersebar ke mana-mana. Mereka kehilangan identitas sebagai bangsa. Setelah melalui sebuah periode waktu yang agak panjang sebagian orang Israel menyadari bahwa mereka perlu berbuat sesuatu agar identitas bangsa mereka tidak terhilang sama sekali. Mereka menyadari bahwa kitab PL yang terus-menerus dibacakan di sinagoge dan dalam keluarga masing-masing, maka keyahudian mereka pasti tidak akan hilang.

Pada periode AD 70-900, sekelompok orang Yahudi yang disebut Baly ha-masoret (master of tradition atau guru adapt-istiadat) berusaha mengumpulkan salinan-salinan untuk memantapkan eksistensi kitab PL. Perlu diketahui bahwa yang terbakar adalah yang ada di kota Yerusalem, tetapi masih ada banyak salinan yang tersimpan di sinagoge-sinagoge yang bisa dijadikan patokan. Alasan yang mendorong mereka melakukan pekerjaan itu ialah karena salinan yang ada hanya tertulis dengan huruf mati sedangkan generasi muda Yahudi yang sudah tersebar mengalami kesulitan untuk membaca tanpa huruf hidup. Bagi yang lancar berbahasa Ibrani, ia tidak membutuhkan huruf hidup, melainkan cukup dengan huruf mati (konsonan) saja sudah bisa membaca dan mengerti artinya. Jadi kalau kalimatnya, “Musa turun dari gunung Sinai” itu hanya ditulis “Ms trn dr gnng sn”

Jadi Baly ha Masoret itu berusaha mengumpulkan salinan-salinan dan berusaha membubuhkan huruf hidup (vokal) agar generasi yang kurang fasih berbahasa Ibrani bisa belajar membaca. Hasilnya bukan saja iman Yudaisme mereka tetap terpelihara, bahkan bahasa Ibrani tetap lestari sementara bahasa Mesir, Persia dan lain-lain musnah terkikis waktu. Dengan demikian jati diri mereka sebagai orang Yahudi tetap terpelihara sekalipun mereka tersebar ke segala penjuru dunia.

Dalam melaksanakan tugas yang sangat berat itu para Baly ha masiret dibantu oleh ahli tata-bahasa (grammar) yang dalam bahasa Ibrani disebut nag danim. Karena kita PL asli yang ditulis Musa, Daud, Samuel, dll tidak memakai huruf hidup (vokal) dan juga tanpa tanda baca, maka sulit dimengerti oleh generasi muda Yahudi maupun bangsa lain yang mempelajari bahasa asli kitab PL. Para Baly ha masoret dan nag danim, orang-orang Yahudi yang masih sangat fasih bahkan ahli dalam bahasa Ibrani itu, menolong memasang huruf hidup dan tanda baca ke dalam teks yang tadinya hanya terdiri dari huruf mati dan tanpa tanda baca.

Kesederhanaan teks yang ditulis jauh sebelum Masehi itu tentu bukanlah suatu kesalahan karena perkembangan pengetahuan bahasa pada saat itu Cuma hanya sampai pada tahap itu. Penambahan huruf hidup dan tana baca itu sama sekali bukan menambahi firman Tuhan, melainkan hanya menjadikan bunyi yang sudah ada ke dalam tanda baca. Misalnya, makan kalau dulu ditulis mkn saja, maka sekarang ditambahkan dua huruf ’a’ sehingga menjadi makan. Bahkan bahasa Indonesia pernah mengalami beberapa kali penyempurnaan. Dulu Soekarno sekarang menjadi Sukarno. Dulu djangan sekarang menjadi jangan, dan dulu tjepat sekarang menjadi cepat.

Para Baly ha Masoret dan nag danim yang hidup sesduah AD 70 yang mengkuatirkan keimanan anak cucu bangsa Israel telah dipakai Allah untuk memelihara kitab PL yang sangat dibutuhkan jemaat Perjanjian Baru. Hasil karya mereka disebut Masoretic Text (Teks Masoretik) dipakai oleh baik kaum Yahudi maupun orang-orang Kristen.

Doktrin Alkitab Alkitabiah (Bag 2)
DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH (Bagian 3-Ending)

Sunday, May 11, 2008

MENGAPA HARUS YESUS?

Beberapa ayat Kitab Suci yang sangat Eksklusif menyatakan Yesus adalah satu-satunya Jalan menuju Bapa (Allah) diantaranya yaitu:

Yohanes 14:6 Kata Yesus kepadanya, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku [YESUS].”

Kisah Para Rasul 4:12 Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia [YESUS], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Demikian 2 ayat dari beberapa ayat yg jelas2 eksklusif dari Kitab Suci yang menyatakan bahwa tidak ada keselamatan kecuali hanya lewat Yesus saja. Ayat Yohanes 14:6 adalah perkataan/ucapan langsung Yesus sedangkan ayat Kisah Rasul 4:12 diucapkan oleh Simon Petrus, pemimpin para murid/rasul Yesus.

STANLEY DAN LIVINGSTONE

Misionari dan penjelajah Kristen yang terkenal, David Livingstone telah menghilang tanpa jejak dalam suatu perjalanan ke daerah-daerah pedalaman Afrika Tengah. Berita terakhir yang dapat dipercaya mengenai ekspedisinya mengabarkan bahwa Livingstone menderita sakit, tidak mempunyai persediaan bahan-bahan keperluan sehari-hari, dan telah ditinggalkan oleh para penunjuk jalannya. Setelah lebih dari satu tahun berlalu tanpa kabar dari Afrika, banyak orang Eropa beranggapan bahwa ia telah hilang selamanya. Akan tetapi, satu kelompok kecil pendukungnya di London merasa yakin bahwa mereka patut mengirim suatu misi penolong untuk menyelamatkan putra Skotlandia terbaik itu. Grup ini menyediakan perlengkapan bagi Henry M. Stanley, seorang penjelajah yang ulung, untuk mengadakan suatu ekspedisi untuk mencari dan menemukan Livingstone.

Saturday, May 10, 2008

Berita Mingguan Way Of Life

PEMIMPIN IRAN MENGKLAIM BAHWA IMAM MAHDI SEDANG MEMIMPIN DIRINYA
Dalam sebuah pidato bulan lalu, presiden Iran mengatakan bahwa Imam Keduabelas yang mistik, atau dikenal sebagai Imam Mahdi, sedang memimpin dia mengarahkan negaranya. Dalam sebuah pidato kepada murid-murid theologi, Mahmoud Ahmadinejad berkata: "Imam Mahdi berkuasa atas dunia dan kita melihat tangannya memimpin semua permasalahan negara ini. Kita harus menyelesaikan masalah-masalah internal Iran secepat mungkin. Waktu sangat kurang. Suatu gerakan telah dimulai agar kita dapat melaksanakan tanggung jawab global kita, dan itu terjadi dengan kecepatan tinggi" ("Iran Clerics Rebuke Ahmadinejad, " Breitbart.com, 7 Mei, 2008). Imam Mahdi dinantikan untuk kembali ke bumi dan mendirikan kerajaan Allah, dan diperkirakan [oleh orang Islam] bahwa Yesus akan kembali bersamanya. Imam Mahdi, yang oleh kaum Syia dipercaya menghilang sebagai seorang anak kecil tahun 941 M, katanya akan datang kembali dan memerintah di bumi selama 7 tahun sebelum mengantarkan penghakiman terakhir dan juga kiamat duna ("Jesus, Mahdi Both Coming, Says Iran's Ahmadinejad, " WorldNetDaily, 19 Des., 2006). Pada tahun 2007, Ahmadinejad mengatakan bahwa Imam Mahdi akan membawa kedamaian dan keadilan dan mendirikan "satu pemerintahan global yang sempurna." ("Plice Storm Home," WorldNetDaily, 23 Juni, 2007). Menurut Alkitab, peristiwa berikutnya dalam kalender Allah adalah pengangkatan orang-orang kudus zaman gereja (1 Tes. 3:13-5:5), diikuti oleh munculnya Antikristus sebagai manusia damai dan seorang nabi yang akan mengiringi dia (2 Tes. 2:3-23; Wah. 13). Tak diragukan lagi, salah satu dari kedua orang ini akan diterima oleh orang Yahudi sebagai Mesias mereka, dan oleh Kekristenan yang sesat sebagai Mesias mereka, dan juga oleh orang Muslim sebagai Mesias mereka. Manusia akan bersukacita karena masalah Timur Tengah telah diselesaikan dan manusia masuk kepada "zaman Aquarius," tetapi pesta kedamaian akan sebentar saja dan Antikristus akan menunjukkan sifat aslinya, meninggikan dirinya di Bait Israel sebagai Allah dan menuntut agar dunia menyembahnya dengan ancaman maut.

SATU LAGI "KEBANGKITAN ROHANI" PALSU KHARISMATIK
Sebagian kalangan kharismatik kini menyebut kekacauan yang sedang terjadi di Ignite Church di Lakeland, Florida, sebagai "kebangkitan rohani" yang mirip dengan "Toronto Blessing" dan "Pensacola Outpouring." Pertemuan-pertemuan tersebut, yang dipimpin oleh Todd Bentley, telah berlangsung tiap malam sejak tanggal 2 April. Gereja Ignite bertemu di sebuah bangunan toko supply yang direnovasi, dan digembalakan oleh Steve Strader, putra dari Karl Strader, bekas gembala sidang dari Carpenter's Home Church di Lakeland yang kini sudah tutup. Di gereja Carpenter's Home inilah pada tahun 1993, "kebangkitan rohani" yang lainnya terjadi di bawah pelayanan Rodney Howard-Browne, yang menyebut dirinya sendiri "Bartender Roh Kudus." Orang-orang tertawa secara histeris dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk dan orang-orang Kharismatik datang dari jauh untuk ikut serta dalam kekacauan tesebut. Gereja itu tumbuh secara mengejutkan untuk beberapa waktu pertama, tetapi kemudia akhirnya tutup. Anak Strader lainnya, Daniel, terbukti bersalah menipu uang investor, termasuk para anggota gereja. Daniel masuk penjara, dan tahun 2005 gereja Carpenter's Home menjual properti mereka. Todd Bentley memakai anting logam di telinga dan alisnya, dan badannya penuh dengan tato. Ia menumpangkan tangan atas kepala orang dan berteriak "Bam!" dan mereka sering kali jatuh. Setelah seorang wanita yang agak tua terjatuh dalam sebuah pertemuan Lakeland, Todd memberitahu yang hadir, "Dia [wanita itu] tidak tahu mengapa dia jatuh," tetapi wanita itu tertawa dan berkata, "Karena kamu mendorong saya!" Setelah Todd mendoakan wanita itu lagi tiga kali, ia berkata bahwa ia dapat mendengar "lebih baik" (Charisma Online, 23 April 2008). Ini sama sekali bukanlah penyembuhan mujizat yang kita baca dalam pelayanan Yesus Kristus dan para Rasul. Nabi-nabi kharismatik menubuatkan bahwa ini adalah permulaan suatu kebangkitan rohani nasional dan bahwa banyak kota bahkan akan "berhenti total." Gerakan Pantekosta-Kharisma tik telah berputar dari satu hal yang tidak alkitabiah ke hal lainnya selama lebih dari 100 tahun.Suatu tonggak sejarah terjadi pada tahun 1960an ketika pengalaman-pengalam an Pantekosta menyebar ke berbagai denominasi dan orang-orang Katolik diterima sebagai saudara seiman yang kepenuhan Roh padahal mereka masih berdoa kepada Maria, mencintai Misa, dan meninggikan Paus. Dengan berlalunya setiap dekade, gerakan ini telah menjadi semakin tidak Alkitabiah dan semakin tidak peduli dengan kebenaran Alkitab. Hati-hatilah!

BUKANKAH ALLAH MENCIPTAKAN SEMUA MUSIK?
Rick Warren, dari SaddleBack Church di Kalifornia mengatakan: "Allah menyukai segala jenis musik karena Dialah yang menciptakan semuanya – yang cepat dan yang lambat, keras atau lembut, lama dan baru. Kamu mungkin tidak suka semua jenis musik, tetapi Allah suka!" (Warren, The Purpose Driven Life, hal. 65). JAWABAN: Allah memang menciptakan musik, dan Dia menciptakan manusia dengan kemampuan untuk menciptakan dan menikmati musik itu juga, tetapi dunia tidak lagi dalam kondisi rohani yang baik sebagaimana pada saat Allah pertama kali ciptakan. Manusia telah berdosa melawan Allah dan telah menciptakan suatu dunia pemberontakan melawan Dia dan hukum-hukumNya. Iblis disebut "ilah zaman ini" (2 Kor. 4:4) dan juga "penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka" (Ef. 2:2). Musik adalah salah satu pengaruh yang sangat kuat dalam masyarakat modern, dan tidak dapat diragukan bahwa ilah zaman ini sangat erat terlibat membantu orang-orang yang jahat menciptakan musik untuk memenuhi hawa nafsu mereka yang tidak benar. Rasul Yohanes mengajarkan, "Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat" (1 Yoh. 5:19). Jika seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat, bagaimana dengan musik dunia ini? Jelas bahwa kejahatan manusia telah merusakkan bidang musik, sebagaimana semua hal lainnya juga.

Disadur dari Way of Life Ministry, Dr. Steven E. Liauw

Friday, May 09, 2008

TRY TO WATCH IT!! DONT MISS IT!!!

Saudara/i ykk,

Bagi mereka yang senang dengan pertunjukkan Oprah Winfrey Show, ada baiknya membuka tayangan video 'You Tube' berikut:

SINI
SINI
SINI
SINI
SINI

Salam kasih dari Sekertari www.yabina.org

If you are cheerful, you feel good; if you are sad, you hurt all over
Happiness makes you smile; sorrow can crush you

FORMULA BAPTISAN

Yang dimaksud dengan 'formula baptisan' adalah kata-kata yang diucapkan oleh pendeta pada waktu membaptis.

Dalam Kitab Suci formula baptisan ini hanya ada di satu tempat yaitu Mat 28:19 - 'dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus'. Karena itu pada waktu pendeta membaptis, ia berkata: 'Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin'.

Ada banyak orang yang berdasarkan ayat-ayat seperti Kis 2:38 Kis 8:16 Kis 10:48 Kis 19:5 ('dibaptis dalam nama Yesus Kristus / dalam nama Tuhan Yesus') lalu mengubah formula baptisan, sehingga pada waktu membaptis mereka mengucapkan kata-kata: 'Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Amin'.

Ini salah karena:

a) Kis 2:38 Kis 8:16 Kis 10:48 Kis 19:5 itu bukanlah formula baptisan.

Betul-betul tak masuk akal, kalau Yesus sudah memberikan formula baptisan dalam Mat 28:19, lalu rasul-rasul berani mengubahnya.

Kata-kata 'dibaptis dalam nama Tuhan Yesus / Yesus Kristus' hanya berarti:

· dibaptis berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan Yesus.

· dibaptis atas otoritas Tuhan Yesus.

b) 'Bapa, Anak dan Roh Kudus' tidak sama dengan 'Tuhan Yesus Kristus'!


Tanggapan saya:

Dibaptis paling gampang ikut perkataan langsung Tuhan Yesus yg ditulis dengan jelas oleh Matius/Lewi dalam Matius 28:19 dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.
Pengakuan Iman GBI, dan Pantekosta, biasanya membaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Terhadap hal ini saya juga tidak keberatan. Kedua-duanya sah, dibaptis dalam "nama Yesus (banyak macamnya bisa dibaptis dalam nama TUHAN YESUS atau YESUS KRISTUS, atau TUHAN YESUS KRISTUS, TUHAN YESUS, KRISTUS YESUS, sama saja)", atau
dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, atau juga sesuai dg Pengakuam Iman GBI dan Pantekosta:
membaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus yaitu dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Jadi orang-orang Kristen tidak perlu bingung,ikuti saja yang paling sederhana yaitu ikuti FORMULA BAPTISAN dalam Matius 28:19, dalam nama BAPA, ANAK dan ROH KUDUS. ini Jelas sesuai dengan perkataan Yesus, karena kutipan langsung kata-kata Yesus. sedangkan dalam Kisah Rasul, itu tidak ada yg kutipan langsung perkataan Rasul (atau artinya

Kata-kata 'dibaptis dalam nama Tuhan Yesus / Yesus Kristus' hanya berarti:

· dibaptis berdasarkan kepercayaan kepada Tuhan Yesus.

· dibaptis atas otoritas Tuhan Yesus)

Demikian, jadi jangan bingung mana yg sah, dalan nama siapa. Kasihan kalo orang Kristen dari zaman Para rasul sampai hari ini dibingungkan dengan Formula Baptisan. Ada yang menggunakan ketiga macam cara penyebutan nama dibaptis dalam nama Yesus yaitu Aliran Jesus Only. Aliran Jesus only pasti bingung, mau pake nama YESUS saja, TUHAN YESUS saja, atau TUHAN YESUS KRISTUS saja, atau KRISTUS YESUS saja, dll, Sebaliknya orang Kristen tidak perlu ragu dan bingung, pakai saja ayat Matius 28:19.