Tuesday, May 06, 2008

KEUNIKAN GELAR YESUS SEBAGAI ANAK ALLAH dan ANAK MANUSIA

Yesus adalah Anak Allah (HUIOS THEOS) atau PUTRA ELOHIM
Anak Allah dalam Perjanjian Lama dipakai untuk bangsa Israel, pemimpin Israel (keturunan Daud), para Malaikat, dan orang-orang yang setia. Dalam Perjanjian Baru, “Anak Allah” ialah kedudukanNya dalam Allah Tritunggal, sebagai “Anak Allah Bapa” (tunggal atau monogenes), yang menyatakan ke-Mesias-an Yesus, kesupranaturalan Yesus yang dilahirkan dengan benih Ilahi (kandungan dari Roh Kudus). Sebutan “Anak” bagi Tuhan Yesus, berarti Anak Allah adalah: melaksanakan rencana Bapa dengan penuh ketaatan Anak kepada Bapa, sehingga mempersembahkan hidupNya sebagai Korban. Anak Allah merefleksikan kehidupan Ilahi atau sempurna, sehingga manusia mengenal Allah melalui Tuhan Yesus, sebagai Anak Allah yang sejati. Gelar “Anak Allah” bagi Yesus berimplikasi kepada orang percaya yang disebut “anak-anak Allah” (Yohanes 1:12)

Gelar “Anak Allah” bagi Yesus sangat kuat oleh karena bukti internal dari Alkitab sendiri sangat banyak, diantaranya:
1. Laporan Alkitab, khususnya Injil Yohanes yang menyatakan mengenai kesatuan Anak dan Bapa (Yoh 5:19, 4:34, 6:38, 7:28, 8:42), sebagai kesatuan yang menjelaskan ke-Allahan Yesus Kristus.
2. Injil Yohanes juga menyatakan mengenai gelar “Anak Allah” dalam hubungan misi Anak adalah Misi Bapa. Misi keselamatan Yesus adalah meliputi kematian-Nya (Yohanes 12:23-24). Tuhan Yesus sendiri menyadari sepenuhnya mengenai tujuan misiNya, yaitu kematianNya (Yoh 2:4, 12:23, 27, 13:1, 17:1). Gembala yang baik menyerahkan nyawanya bagi dombaNya (10:11,15). Anak itu telah diutus oleh Bapa, Ia menaati perintah-perintah Bapa (15:10), Ia tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri (Yoh 5:19-20), perkataanNya adalah perkataan Bapa (Yohanes 14:10; 17:8).
3. Adanya bukti peristiwa dan penyataan Allah sendiri (Heavenly saying): ”Inilah Anak yang Kukasihi, kepadaNya Aku berkenan” (Mrk 11:11, 9:7); Penyataan Allah melalui penyataan Petrus (Mat 16:16).
4. Pengakuan orang: Yohanes Pembaptis (Yoh 1:34), Natanael (Yoh 1:49), Marta (Yoh 11:27), semuanya mengaku bahwa Yesus adalah Anak Allah.
5. Pengakuan orang kafir (Mrk 15:39), orang Yahudi menuduh Yesus yang mengklaim diri sebagai Anak Allah (19:7, bdg 5:17) bahkan ucapan roh jahat (Mrk 5:7).
6. Perbuatan Tuhan Yesus menerangkan mengenai diriNya sebagai Anak (10:37, bdg 11:4) dan Yesus sendiri menerima gelar “Anak Allah” tersebut bagi diriNya (10:36) dengan kesadaranNya yang penuh bahwa Ia adalah Allah.
7. Anak memiliki kuasa yang sama dengan Bapa, yaitu memberikan hidup (5:21). Bapa memiliki hidup dari diriNya sendiri, demikian juga Ia telah memberikan kepada Anak untuk memiliki hidup di dalam diriNya sendiri (5:26). Itulah sebabnya Yesus memberikan hidup yang kekal (3:35, 6:40,47, 10:10, 17:2); Ia pun berkata “Akulah kebangkitan dan hidup” (11:25).

Keunikan Yesus sebagai Anak Allah dijelaskan oleh Yohanes dengan ungkapan “Anak yang tunggal atau monogenes” (Yoh 1:14, 18, 3:16,18). Hal ini merupakan keunikan mengenai gelar Anak bagi Yesus. Dia secara hakiki adalah Anak yang lebih dari seorang yang kuasanya diberikan untuk menjadi Anak Allah (Yoh 1:12, 12:36). Gelar Anak Allah bukanlah gelar yang diberikan, atau bukan karena adopsi tetapi menghakikat dalam diriNya. Gelar ini menyatakan ke-Allah-anNya yang mutlak.

Anak Allah
Kamus Alkitab TB- Israel disebut anak Allah atau anak sulung Allah (Kej 4:22-23; Hos 11:1). Demikian juga raja Israel, keturunan Daud (2 Sam 7:14; Mzm 2:7). Tetapi kemudian terutama gelar untuk Yesus Kristus yang menyatakan bahwa Ia berasal dari Allah dan melakukan kehendak Bapa-Nya, sehingga Ia adalah orang kesayangan Allah.

BIS- Dahulu kala seluruh bangsa Israel digelar "Anak Allah" (Kel 4:22), begitu juga raja Israel keturunan Daud (2 Sam 7:14; Mzm 2:7), karena ia memerintah sebagai wakil Allah. Tetapi kemudian gelar ini diberikan terutama sekali kepada Raja yang dijanjikan oleh Allah; Ialah raja yang diharapkan datang pada akhir zaman. Dalam kitab Roma 1:3-4 yang dimaksud dengan Anak Allah ialah Yesus, karena Yesus hidup kembali dari kematian dan karena sejak Paskah, Yesus memerintah bersama-sama dengan Allah. Dalam Markus 1:9-11, pada waktu Yesus dibaptis, Ia diakui sebagai Anak Allah, ketika suara dari surga mengatakan kepada-Nya, "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi." Kata-kata itu sesuai dengan kata-kata dalam Mazmur 2:7. Matius 1:18 dan Lukas 1:35 menyatakan bahwa Yesus berada dalam kandungan Maria, seorang perawan, karena kuasa Roh Allah.

Anak ...; Gelar untuk Yesus
KS.- [PB]
a. Manusia, (Mat 8:20; 9:6; 10:23; 11:19; 12:8,32,40; 13:37,41; Mat 16:13,27,28; 17:9,12,22; 19:28; 20:18,28; 24:27,30,37,39,44; Mat 25:31; 26:2,24,45,64; Luk 18:8; Yoh 1:51; 3:13-14; 5:27; Yoh 6:27,53,62; 8:28; 9:35; 12:23,34; 13:31; Kis 7:56)
b. Allah, (Mat 3:17; 4:3,6; 14:33; 16:16; 17:5; 26:63; 27:40,43; Mr 1:1; 15:39; Luk 1:32; Yoh 1:34,49; 5:19-26; 10:36; 11:4,27; Kis 9:20; 13:33; Rom 1:3,4,9; 5:10; 8:3; 1Kor 1:9; Gal 2:20; 4:4,6; Ef 4:13; 1Tes 1:10; Ibr 1:2,5,8; 4:14; 5:5,8; 10:29; 1Yoh 2:22-24; 3:8; 4:9,10,14,15; 5:9-13)
c. Daud, (Mat 1:1; 9:27; 12:23; 15:22; 20:30-31; 21:9,15; 22:42,45)

Yesus adalah Anak Manusia (HUIOS ANTHROPOS)
Gelar “Anak Allah” khususnya dalam tulisan Yohanes adalah dipakai secara bersinonim dengan sebutan Anak Manusia (1:49-51, 3:15, 5:26, 6:40,53). Gelar tersebut berlatarbelakang PL, dimana istilah “be adam” (Ibrani), atau “bar ‘nasha” berarti manusia (Mzm 2:4, Yeh 2:1, 3:1). Itu bisa berarti sebagai manusia yang diutus sebagai seorang utusan Allah setelah mendapat visi dari Allah. Paralel yang paling dekat dalam pemakaian PB ialah dari Daniel 7:13-14 yang menggambarkan mengenai “seperti seorang anak manusia” datang dengan awan-awan dari langit. Dia adalah figur surgawi dan wakil Allah. Dan abad pertama, istilah Anak Manusia digunakan sebagai satu gelar bagi Mesias (En 37-71; 4 Ez 13, Yoh 12:32,34).

Dalam Injil Sinoptik, gelar “Anak Manusia” adalah satu ucapan yang hanya dipakai oleh Yesus sendiri. Para murid tidak pernah memakai gelar ini untuk menyebut Tuhan Yesus. Sebutan Anak Manusia oleh Yesus sendiri berbeda dengan sebutan-sebutan lain yang diberikan oleh murid-muridNya kepadaNya setelah kebangkitan. Istilah “Anak Manusia” dipakai oleh Tuhan Yesus untuk menghindarkan persepsi yang keliru tentang istilah Anak Allah yang lebih banyak muatan MesianisNya. Karena, Yesus sendiri mengerti diriNya sendiri sebagai Allah. Maka itu, penolakanNya terhadap penggunaan Mesias bagi diriNya ialah bukan berarti Ia tidak menyadari bahwa diriNya adalah Mesias. Yesus lebih interes dengan menggunakan gelar “Anak Manusia” daripada Mesias, karena gelar Mesias telah dimengerti secara politis, telah didistorsikan dengan pengharapan mesianis Yahudi yang kental dengan muatan politis.

Dalam Injil Sinoptik, gelar Anak Manusia terbagi dalam 3 kelompok yaitu: Anak manusia dalam pelayanan di dunia, Anak manusia dalam kehinaan dan kematian, Anak manusia datang dalam kemuliaan apokaliptis untuk menghakimi manusia dan mentahbiskan Kerajaan Allah. Inilah keunikan Yesus karena gelar “Anak Manusia” dikaitkan dengan tugas prerogatif Allah, yaitu mengampuni dosa (Mrk 2:10), Anak Manusia yang menderita (Mrk 14:16), Anak Manusia mempunyai kuasa untuk menghakimi (Yoh 5:27).

Yohanes mencatat bahwa ada 13 kali Yesus menyebut diriNya “Anak Manusia” Yohanes berbicara tentang Yesus yg ditinggikan dari dunia dan di dalamnya melihat kemuliaan Yesus. Sebagaimana ular ditinggikan… demikian juga Anak Manusia (3:14-15, 8:28). Namun peninggian atau pemuliaan Anak Manusia adalah dengan jalan kematianNya (kontras dengan pikiran orang Yahudi). Peninggian dalam kematianNya itu berarti menarik semua orang datang kepadaNya (12:32). Peninggian ini juga adalah pemuliaanNya (12:23, 13:31). Anak Manusia menurut Yohanes adalah Anak manusia yang memiliki otoritas ilahi, karena Allah telah menyerahkan kepadaNya semua kuasa untuk menjalankan hukuman (Yoh 5:27). Dia adalah Hakim di Akhir Zaman. Anak Manusia turun dari Surga dan yang naik ke Surga (Yoh 3:13), engkau akan melihat langit terbuka dan malaika-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia (Yoh 1:51). Ungkapan ini mengingatkan akan penglihatan Yakub (kej 29:10-15), dan dalam konteks pemikiran Yohanes bahwa Yesus sebagai Anak Manusia yang telah datang untuk mengembangkan komunikasi antara surga dan bumi. Jadi Anak Manusia adalah gerbang surga. Dialah yang membawa hal-hal surgawi kepada manusia di dunia. Dan Dialah satu-satunya yang naik ke Surga (Yoh 3:13)

Jadi tidaklah benar, apabila gelar “Anak Manusia” hanya menyatakan kemanusiaanNya, namun juga menyatakan keilahianNya. Pendapat ini dikemukakan oleh Kim Syoon dalam bukunya yang berjudul “The Son of Man as the Son of God”

Sumber:
Teologia Abu-Abu, Pluralisme Agama, Tantangan dan Ancaman Racun Pluralisme dalam Teologi Kristen Masa Kini, Pdt. DR. Stevri Indra Lumintang, Malang: Gandum Mas, 2004.
Kamus Alkitab LAI dalam Software Alkitab.

. If you are cheerful, you feel good; if you are sad, you hurt all over
. Happiness makes you smile; sorrow can crush you

1 comment:

Anonymous said...
This comment has been removed by a blog administrator.