Monday, November 24, 2008

TRAGEDY OF COMPROMISE (Bag 7)

7. Uban Dimana-mana
Perubahan Injili Baru Yang Tidak Disadari

Iklan televisi itu sangat memikat! Dengan sasaran jutaan orang yang rambutannya sudah beruban, mereka dengan berani menyatakan - "Secara bertahap uban akan menghilang. Rambut putih anda langsung terhapus". Dengan harga beberapa botol ramuan yang tepat, katanya orang bisa memperoleh kembali penampilan mudanya.


Nabi zaman dulu, Hosea, juga memperhatikan tentang rambut uban, namun dengan alasan yang berbeda. Dalam keluhan dengan hati yang hancur tentang bangsa yang dikasihinya, Israel, ia menulis: "Orang-orang luar memakan habis kekuatannya, tetapi ia sendiri tidak mengetahuinya; juga ia sudah banyak beruban, tetapi ia sendiri tidak mengetahuinya" (Hos. 7: 9). Uban merupakan sebuah tanda penuaan, tentang kekuatan yang menurun, dan dalam pengertian rohani yang digunakan Hosea adalah mengenai kehilangan vitalitas rohani. Catatan yang paling menyedihkan dalam keluhan ini adalah fakta bahwa bangsa itu tidak menyadari kehilangan tambatan rohaninya.



Saturday, November 22, 2008

TRAGEDY OF COMPROMISE (Bag 6)

6. Mimbar Prasmanan

Konsep "Memasarkan Yesus"

Salah satu pengalaman di restoran yang menjadi kesukaan isteri saya adalah mengelilingi salad bar (meja yang menyajikan berbagai jenis salad yang boleh dipilih sesuai selera pengunjung - penerjemah). Dari bahan makanan lezat yang ada disitu, ia bisa menjadikannya sebagai makanan utama. Semakin banyak pilihan, semakin ia menikmatinya.

Banyak gereja kontemporer kini telah menjadi spesialis yang mengelola "salad bar" rohani. Disitu tersedia apa saja yang diinginkan. Jika anda tidak suka dengan suatu tawaran, maka dengan mudah anda akan mendapatkan pilihan lain yang lebih memenuhi selera rohani anda. Pendekatan "salad bar" seperti ini menarik banyak sekali orang, namun apakah itu membangun jemaat yang kuat?

TRAGEDY OF COMPROMISE (Bag 5)

5. Menyenangkan Semua Pihak

Injili Baru yang "Baru"
Injili Baru menjadi "semakin baru" melalui berjalannya waktu. Tidak semua orang menyadari kenyataan atau signifikansi ini. Beberapa kalangan yang mengaku sekolah fundamentalis menenangkan kegelisahan para anggotanya, bahwa mereka menentang Injili Baru. Namun Injili Baru yang mereka singgung itu adalah gerakan tigapuluh tahun yang lalu atau lebih - yaitu nama yang didukung oleh Carl Henry, Harold Ockenga, dan Edward Carnell. Injili Baru telah melalui perjalanan panjang sejak dicetuskan. Banyak kalangan, sementara menolak Injili Baru yang lama, namun menganut Injili Baru yang "baru" tanpa mengetahui dengan jelas hubungan antara keduanya.

Di bawah Payung yang Lebar
Paulus memperingatkan orang-orang percaya untuk tidak "diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan" (Ef. 4: 14). Pernyataan ini jelas berbicara mengenai penyimpangan konstan yang terbukti di dalam perkembangan theologi manusia. Ia juga memperingatkan bahwa para theolog dan pengajar-pengajar agama sangat rentan terbujuk ketika mereka menjajakan karya-karya tidak alkitabiah mereka. Untuk membedakan theologi dan metodologi yang baik dengan yang buruk, dibutuhkan ketajaman rohani yang tepat, suatu kualitas yang kelihatannya sudah sangat sulit ditemukan pada masa kini. Sementara kita diperintahkan untuk membedakan "Roh kebenaran" dan "roh yang menyesatkan" (I Yoh. 4: 6), namun itu bukanlah pekerjaan yang populer.

TRAGEDY OF COMPROMISE (Bag 4)

4. Menuai Puting Beliung

Kaum Injili Muda Yang Duniawi
Mahasiswa cenderung lebih radikal daripada pengajarnya. Ini terlihat jelas dalam perkembangan Injili Baru. Sementara gerakan itu berkembang, banyak anggota yang lebih muda mengadopsi posisi theologis, etika dan moral yang telah bergeser jauh dari kaum Injili Baru yang lebih awal dan bahkan membuat mereka sendiri menjadi prihatin. Jika satu orang berkompromi, maka akan menurunkan yang lain, dan dalam waktu yang tidak lama beberapa di antaranya sudah berjalan jauh di jalan yang salah.

Pada tahun 1970-an sebuah kelompok Injili Baru yang lebih radikal mulai muncul. Perkembangannya dicatat dalam dua buku oleh Richard Quebedeaux, The Young Evangelicals dan The Worldly Evangelicals. Benih yang ditabur oleh para pemimpin Injili Baru mula-mula memang telah menghasilkan buah yang pahit. Begitu jauhnya beberapa di antara "wajah baru" tersebut melangkah, sehingga para pembimbing mereka sendiri menjadi kuatir. Filosofi Injili Baru yang orisinil telah menjadi bumerang yang menyerang balik kepada pelemparnya.

TRAGEDY OF COMPROMISE (Bag 3)

3. Melebarkan Jalan Setapak
Penginjilan Ekumenis dan Billy Graham
Kelihatannya aneh, gerakan Injili Baru mulai melambung di atas sayap penginjilan. Praktek "penginjilan ekumenis" (ecumenical evangelism), yang memanfaatkan kekuatan gereja-gereja yang berasal dari bermacam-macam keyakinan theologis, menjadi mesin pendorong populer gerakan tersebut.

Evangelikalisme (Injili) dan Evangelisme (Penginjilan)
Orang Kristen yang percaya kepada Alkitab senantiasa memegang teguh perintah Kristus untuk memberitakan Injil kepada dunia. Walaupun mengalami tekanan kultural dan theologis yang hebat, orang-orang percaya pada Abad Pertengahan tetap bersaksi demi kebenaran. Para penguasa gereja Katolik Roma memburu mereka tanpa belas-kasihan, namun mereka terus memberitakan Injil di seluruh benua Eropa. Keprihatinan atas kemurnian Injil-lah yang menyulut Reformasi, Luther menekankan bahwa keselamatan hanya karena iman saja tanpa perlu embel-embel gerejawi yang mengaburkannya. Kebangkitan misi besar yang dikirim ke negeri-negeri yang tidak mengenal Tuhan jelas merupakan bukti perhatian banyak orang terhadap keselamatan orang-orang yang terhilang.

TRAGEDY OF COMPROMISE (Bag 2)

Membangun Sikap Netral, Awal dan Perkembangan Injili Baru
Pada tahun 1920-an dan 1930-an, garis pertempuran ditarik dengan jelas antara fundamentalisme dan modernisme. Kontroversi yang hebat meletus di dalam berbagai denominasi. Perjuangan itu berat dan kadang-kadang terasa pahit. Masa depan gereja, sekolah theologi, seminari, dan badan-badan misi dipertaruhkan. Orang-orang yang meyakini Alkitab mencurahkan hidup dan sumber-daya mereka ke dalam entitas-entitas tersebut dan tidak rela mereka jatuh ke tangan musuh-musuh kebenaran

Namun sementara pertempuran berlangsung, beberapa kalangan jatuh keletihan. Tidak semuanya senang menjadi 'fundamentalis yang bertempur,' dan kontroversi terasa terlalu panjang bagi beberapa pihak. Mereka berpikir, sudah saatnya untuk mengubah pendekatan. Dari pemikiran ini, lahirlah gerakan yang kita rujuk sebagai "Injili Baru" ("The New Evangelicalism").

TRAGEDY OF COMPROMISE (Bag 1)

Serigala Berbulu Domba

Kontroversi Fundamentalis - Modernis
Tuhan sendiri yang memperingatkan, "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas" (Mat. 7: 15). Hal yang sama juga Paulus peringatkan mengenai 'serigala-serigala yang ganas' yang akan muncul ditengah-tengah kawanan untuk menerkam domba yang tak berdaya (Kis. 20: 29). Inti dari kedua perikop itu adalah bahwa serigala bisa tampak seperti domba. Hal ini merupakan cara Setan yang penuh tipu-daya. Agen-agennya telah "menyelusup" (sebuah frase di dalam Yudas 4 yang mengindikasikan kelicikan dan perbuatan yang dilakukan secara diam-diam). Bukanlah sesuatu yang mengagetkan jika iblis mempunyai keinginan untuk menyusup ke dalam jemaat, yang merupakan tubuh Kristus. Dengan melakukan hal tersebut, kekuasaan tertinggi iblis bisa menghalangi perkembangan Injil yang luar biasa.

TRAGEDY COMPROMISE (Pendahuluan)

Penerjemah Hasan Karman, MM (sekarang Walikota Singkawang)

Dikatakan bahwa politik adalah "seni kompromi yang tinggi." Mungkin ini benar dalam hal politik pragmatis, tetapi jelas tidak mungkin diterapkan di dalam theologi Kristen. Dahulu sejarah The National Association of Evangelicals (NAE/Persatuan Injili Nasional) menyandang semboyan, Kerjasama Tanpa Kompromi. Walau tidak banyak yang akan membantah ketepatan kata pertama yang digunakan untuk menggambarkan NAE, namun banyak pertanyaan serius akan muncul berkenaan dua kata yang terakhir.

Ada saat-saat kompromi merupakan hal yang bijak dan baik. Dalam pergaulan hidup sehari-hari, ada saat-saat ketika individu-individu atau kelompok-kelompok harus keluar dari sikap yang lebih ekstrim ke sikap yang lebih moderat. Suami dan isteri kadang-kadang harus saling mengalah. Komisi-komisi yang berusaha memecahkan masalah dan menentukan tujuan harus menerima persyaratan bersama. Orang-orang yang beritikad baik harus belajar untuk mengenyampingkan kepentingan pribadi demi mencapai pemecahan yang dapat diterima bersama. Kompromi seperti ini adalah benar dan baik dan memperluas hubungan yang lebih harmonis antara sesama manusia. Dengan kata lain, tidak semua kompromi itu jahat.

Tuesday, November 18, 2008

Happiness Is The Lord

Happiness is to know the Saviour,
Living a life within His favour,
Having a change in my behaviour,
Happiness is the Lord.

Happiness is a new creation,
Jesus and me in close relation,
Having a part in His salvation,
Happiness is the Lord.

Real joy is mine, no matter if teardrops start,
I’ve found the secret — It’s Jesus in my heart.

Happiness is to be forgiven,
Living a life that’s worth the living,
Taking a trip that leads to heaven,
Happiness is the Lord.


(from: Book Recipes for Living a Happy Life, DR. Timothy Tow)

APAKAH PETRUS PAUS YANG PERTAMA?

Perkataan Yesus kepada Petrus, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku” telah menyebabkan badai perdebatan yang belum mereda selama berabad-abad. Gereja Katolik Roma menyatakan bahwa kata-kata ini membuktikan Petrus telah dijadikan lebih unggul daripada rasul-rasul lainnya dan penghormatan ini telah dialihkan kepada paus-paus Gereja Katolik Roma. Dan kesimpulannya, ketika berbicara tentang takhta Petrus, yaitu ex cathedra, maka ia tidak mungkin bersalah.

Kewenangan Paus tidak lagi diterima secara serius oleh umat Katolik seperti dulu. Ketika ia berbicara mengenai keburukan Keluarga Berencana atau dosa perceraian, perkataannya sering kali tidak dihiraukan oleh banyak orang Katolik, khususnya di Amerika Serikat. Dewasa ini banyak orang yang menganggap dirinya orang-orang Katolik yang baik tidak sependapat dengan paus mengenai peran wanita di dalam gereja dan bahkan mengenai aborsi. Namun ajaran resmi Katolik Roma yang menyangkut kewenangan gereja dalam persoalan-persoalan seperti itu masih tetap berlaku.

Monday, November 17, 2008

BAPTISAN MENYELAMATKAN?

Apakah Baptisan menyelamatkan? Tidak cukupkah hanya karena Iman saja (Sola Fide)? Apakah Keselamatan perlu ditambah dengan syarat baptisan, ordonansi/peraturan yang diperintahkan Tuhan atau istilah yg terlanjur salah kaprah “Sakramen”.

Bila sepintas membaca bagian Alkitab, seakan-akan ada ayat-ayat yang mengajarkan bahwa Baptisan dapat menyelamatkan. 4 Ayat utama semacam itu ialah, “

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.”(Mrk 16:16); 
"Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia, yaitu Roh Kudus.” (Kis 2:38); “