Showing posts with label homoseksual. Show all posts
Showing posts with label homoseksual. Show all posts

Friday, September 18, 2015

Hukuman Ilahi Terhadap Kejahatan Sodom dan Gomora

Alkitab  menceritakan  akhir  tragis kota-kota di Lembah Yordan (Ul 29:23),  yang  terkenal  di antaranya adalah  Sodom  dan  Gomora. Allah menurunkah  hujan  belerang dan api dan menghanguskan Lembah Yordan. Abraham  yang melihat dari kejauhan menggambarkannya  sebagai asap  dari dapur   peleburan (Kej. 19: 28). Ini adalah malapetaka yang dari dulu dan sampai  sekarang hanya  terjadi  sekali waktu itu  saja.  Sedemikian  mengerikan penghakiman  Tuhan,  hingga  orang pasti bertanya-tanya, apa dosa yang mengakibatkannya? Mengapa Tuhan sampai membumihanguskan  seluruh daerah  itu?

Allah berkata bahwa dosa Sodom dan Gomora sangat banyak dan berat (Kej. 18:20).  Salah  satu dosa  mereka adalah  homoseksualitas.  Seluruh  lelaki kota itu hendak  memperkosa  dua malaikat (bergender  maskulin; enosh) yang Tuhan utus ke Sodom. Dan tidak ada  satu  lelakipun yang  tidak turut dalam  kebejatan  itu,  dari  yang  muda hingga yang tua (Kej. 19:4). Mereka berencana  untuk memperkosa dua laki-laki  pendatang  dan  mengancam Lot dengan kekerasan, adalah bukti kebejatan kota  Sodom  dan  sekitarnya.

Tuesday, September 08, 2015

Berita Bulan OKTOBER 2014

BERPENDARLAH, GURITA KECIL
(Berita Mingguan GITS 4 Oktober 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari www.creationmoments.com, 4 September 2014: “Kedalaman samudera yang gelap seringkali penuh dengan berbagai makhluk yang dapat berpendar atau memancarkan cahaya. Tetapi di kalangan gurita, hanya ada dua atau tiga spesies, yang memiliki betina yang mempunyai cincin berpendar di sekitar mulut mereka. Tetapi semuanya berubah dengan adanya serangkaian penemuan luar biasa tentang suatu spesies gurita yang sudah dikenal sebelumnya. Gurita merah, Stauroteuthis syrtensis, tinggal di perairan dalam, lepas pantai timur Amerika Serikat. Pada tahun 1997, seekor spesimen berukuran sepertiga meter dipelajari. Ketika para ilmuwan mematikan lampu laboratorium, mereka terkejut melihat penyedot sang gurita menyala berpendar. Pendaran biru hijau tersebut, mereka menemukan, berpendar paling terang pada panjang gelombang 470 nanometer, yaitu frekuensi yang bisa menjalar jauh di dalam air. Para ilmuwan mengatakan bahwa pendaran ini bisa menjelaskan bagaimana sang gurita mencari makan. Ia tidak makan seperti kebanyakan oktopod lainnya. Sebaliknya, ia makan udang-udangan kecil yang biasanya tertarik kepada cahaya. Jika udang-udangan di air dalam juga tertarik kepada cahaya, maka gurita kecil yang pintar ini hanya perlu menyalakan lampu depannya untuk mencari makanan. Frekuensi cahaya dan diet tidak lazim dari gurita ini memberikan bukti tentang desain Allah yang penuh hikmat. Jika fitur-fitur spesial ini harus terjadi secara kebetulan semua, sudah pasti tidak akan ada gurita ini.

Saturday, August 22, 2015

Berita Bulan JULI 2014

LAPORAN LIFEWAY TENTANG KREMASI
(Berita Mingguan GITS 12 Juli 2014, sumber: www.wayoflife.org)
Menurut sebuah survei tahun 2014 oleh badan riset Southern Baptist Convention, yaitu LifeWay Research, hanya 14% orang Amerika yang percaya bahwa kremasi adalah salah. Mengomentari survei tersebut, Scott McConnell, wakil presiden dari LifeWay Research, sama sekali tidak menentang praktek tersebut, hanya mencatat bahwa “tabu sosial tentang kremasi semakin memudar” (“Few Americans Have Qualms about Cremation,” LifeWayResearch.com, 27 Maret 2014). Jumlah kremasi di Amerika Utara telah meningkat dramati selama kurun waktu 40 tahun terakhir. Pada tahun 1975, hanya 6% dari orang yang mati dikremasi. Sampai dengan tahun 1996, angka masih berkisar di 20%, tetapi pada tahun 2010, sudah menjadi dua kali lipat, yaitu 40%, dan diperkirakan bahwa hingga tahun 2025, 56% orang mati di Amerika akan dikremasi. Di negara-negara bagian tertentu, persentasenya sudah jauh lebih tinggi: Nevada, 72%; Washington, 71%; Oregon and Hawaii, 69%; Montana, 65%; Maine, 64%; Colorado, 63%; Arizona, 62%; New Hampshire dan Alaska, 61%. Negara-negara bagian dengan tingkat persentase kremasi yang paling rendah adalah di daerah yang disebut “Bible Belt” – Mississippi, 14%; Alabama, 17%; Kentucky, 21%; Louisiana, 21%; West Virginia, 23%.
Menurut artikel di halaman depan USA Today, edisi 5 Desember 1995, meningkatnya penerimaan terhadap praktek kremasi berjalan seiring dengan menurunnya “rintangan agamawi terhadap kremasi.” Sangat menarik bahwa sebuah koran sekuler bisa melihat ada koneksi antara agama dan kremasi. Secara historis, penguburan Kristen telah menjadi kesaksian tentang iman akan kebangkitan tubuh, sementara kremasi telah dipraktekkan di kalangan Hindu dan lainnya yang menyangkali kebangkitan badani melainkan percaya reinkarnasi. Secara historis, ke mana pun Injil Kristus masuk dan diterima, praktek-praktek pagan (kafir) seperti kremasi telah ditolak. Ketika paganisme semakin masuk ke dalam masyarakat Amerika dan Kanada, dan sambil kompromi dan kesesatan rohani menghancurkan kuasa dari jemaat-jemaat, kremasi menjadi semakin populer.

Saturday, July 13, 2013

Berita Bulan MEI 2013

KATAK YANG LUAR BIASA(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 18 April 2013: "Satu jenis katak air Australia yang langka memiliki salah satu sistem yang paling luar biasa untuk membesarkan anak-anaknya di dunia binatang. Jika makhluk lain mencoba metode yang sama, pastilah anak-anaknya akan mati. Katak ini adalah suatu jenis katak Australia yang begitu langka, sehingga ia hanya memiliki nama Latin. Begitu telur-telur katak ini keluar dan dibuahi, katak betina akan menelan telur-telur itu. Kadang-kadang ia akan menunggu hingga telur-telur itu mulai berkembang. Namun, begitu anak-anaknya itu berada di perutnya, ia tidak akan makan lagi hingga delapan minggu. Setelah delapan minggu, anak-anaknya yang kecil akan keluar dari mulutnya. Mengapakah katak-katak muda itu tidak tercerna di dalam perut ibu mereka?

Begitu anak-anaknya berada di perutnya, mereka mulai mengeluarkan jaringan halus zat-zat kimia dari mulut mereka. Di antara zat-zat kimia yang dikeluarkan ini, salah satunya akan membuat perut sang ibu berhenti memproduksi asam. Dengan kata lain, katak-katak muda itu mengubah perut ibu mereka, dari suatu organ untuk mencerna makanan, menjadi suatu tempat bayi yang nyaman dan terlindungi. Para ilmuwan sangat kagum akan sistem katak ini karena tidak ada makhluk lain di alam yang mampu melakukan ini."