Showing posts with label MUSIK. Show all posts
Showing posts with label MUSIK. Show all posts

Saturday, July 13, 2013

Berita Bulan MEI 2013

KATAK YANG LUAR BIASA(Berita Mingguan GITS 4 Mei 2013, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini dari Creation Moments, 18 April 2013: "Satu jenis katak air Australia yang langka memiliki salah satu sistem yang paling luar biasa untuk membesarkan anak-anaknya di dunia binatang. Jika makhluk lain mencoba metode yang sama, pastilah anak-anaknya akan mati. Katak ini adalah suatu jenis katak Australia yang begitu langka, sehingga ia hanya memiliki nama Latin. Begitu telur-telur katak ini keluar dan dibuahi, katak betina akan menelan telur-telur itu. Kadang-kadang ia akan menunggu hingga telur-telur itu mulai berkembang. Namun, begitu anak-anaknya itu berada di perutnya, ia tidak akan makan lagi hingga delapan minggu. Setelah delapan minggu, anak-anaknya yang kecil akan keluar dari mulutnya. Mengapakah katak-katak muda itu tidak tercerna di dalam perut ibu mereka?

Begitu anak-anaknya berada di perutnya, mereka mulai mengeluarkan jaringan halus zat-zat kimia dari mulut mereka. Di antara zat-zat kimia yang dikeluarkan ini, salah satunya akan membuat perut sang ibu berhenti memproduksi asam. Dengan kata lain, katak-katak muda itu mengubah perut ibu mereka, dari suatu organ untuk mencerna makanan, menjadi suatu tempat bayi yang nyaman dan terlindungi. Para ilmuwan sangat kagum akan sistem katak ini karena tidak ada makhluk lain di alam yang mampu melakukan ini."

Thursday, January 26, 2012

Revolusi Ibadah dan Musik Gereja

Hazrat Inayat Khan dalam bukunya, "Dimensi Mistik Musik dan Bunyi" mengangkat pandangan para pemikir Timur, bahwa ada empat perkara yang memabukkan. Pertama, mabuk kecantikan, masa muda dan kekuatan. Kedua, mabuk kekayaan. Ketiga, mabuk kekuasaan, kewenangan, dan perintah. Dan yang keempat, mabuk pengetahuan, belajar mengejar ilmu setinggi mungkin. Tetapi, keempat hal yang memabukkan ini musnah seperti bintang di hadapan matahari karena adanya mabuk musik. Alasannya, karena musik menyentuh bagian terdalam dari diri manusia. 

Untuk membuktikan hal itu, diangkatnya kisah syair Hafiz dari Persia, bahwa, ketika Tuhan menciptakan tubuh, lalu roh diminta untuk masuk ke dalam tubuhnya, tetapi roh orang itu menolak. Maka Tuhan memerintahkan para malaikat menyanyi, dan ketika mendengarkan para malaikat menyanyi, roh masuk ke dalam tubuh yang ia takutkan menjadi sebuah penjara. Hal ini menunjukkan, roh manusia gampang diperdaya oleh musik. Sama halnya dengan Confusius (551-479 BC) menghubungkan musik dengan hati manusia dan dunia kekal. Demikian juga Plato (427-347 BC) menekankan pentingnya pendidikan melalui musik, karena "Irama dan harmoni meresapi jiwa manusia secara kuat." 

Konon hal ini bukan rahasia lagi, para ahli kebatinan dari berbagai aliran dan zaman paling menyukai musik, sebab musik dianggap sebagai suatu kekuatan dan bahkan menjadi pusat kultus atau upacara ritual mereka. Karena itulah para Sufi menganggap musik sebagai sumber meditasi. Kaitan musik dengan dunia rohani bukanlah suatu hal yang baru, juga bukan hanya dimonopoli oleh orang Kristen. Jika demikian, dimana letak perbedaan musik gereja, musik dunia dan musik kepercayaan-kepercayaan agama lainnya? 

Saturday, February 05, 2011

DARLENE ZSCHECH AND CONTEMPORARY PRAISE MUSIC

Darlene Zschech (pronounced check) is a prominent voice in the contemporary praise movement. For 25 years she was “worship pastor” at Hills Christian Life Centre, Sydney, Australia, and has published many popular worship albums under the Hillsong Music label. She is also associated with Integrity Music and the Hosanna label. In 2010, Darlene and her husband became senior pastors of Church Unlimited, another Pentecostal church near Sydney, but she continues to be involved in music projects with Hillsong.

The co-pastors of Hills Christian Life Centre are Brian Houston and his wife, Bobbie. The church features a 12-piece rock band with five back-up singers and a positive prosperity message. In 2002, the church took in $10 million in tithes alone, not to speak of the sale of music and materials. Brian Houston’s book “You Need More Money” teaches the way to prosperity through giving and “kingdom living.” Houston says, “If you believe in Jesus, He will reward you here as well [as in Heaven]” (“The Lord's Profits,” Sydney Morning Herald, January 30, 2003). His wife and co-pastor Bobbie has a tape set titled “Kingdom Women Love Sex,” which doubtless is a top seller. (When I inquired about it at the Hills Christian Life Centre bookstore in October 2004, I learned that the name has been changed to “Kingdom Women Love & Value Their Sexuality.”

Wednesday, October 13, 2010

CONTEMPORARY MUSIC BRINGS GREAT CHANGES TO CHURCHES

Enlarged September 30, 2010 (first published August 11, 2003) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org)

Contemporary Christian Worship music is spreading across all denominational lines, and when it enters a church it brings more than a change in music. It brings a worldly philosophy of Christianity and a gradual lowering of all standards of morality and doctrine.

The late Gordon Sears, who had an evangelistic music ministry for many years and ministered with Rudy Atwood, was saddened before his death by the dramatic change that was occurring in many fundamental Baptist churches. He warned: “When the standard of music is lowered, then the standard of dress is also lowered. When the standard of dress is lowered, then the standard of conduct is also lowered. When the standard of conduct is lowered, then the sense of value in God’s truth is lowered.”


Sunday, May 30, 2010

The Character and Philosophy of Rock Music

When I was converted in 1973 from a life of foolish rebellion, one of the first things the Lord dealt with me about was my music. I began listening to rock in 1959 and had lived and breathed it for many years. I started on 50s rock and country rock-a-billy and journeyed through 60s rock and part way through 70s rock before I was saved. When the Beatles appeared on the Ed Sullivan Show, I was in the 9th grade. The year I graduated from high school was “the summer of love.” When I was drafted into the Army two years later, the Woodstock movie was sweeping the land. During the year and a half I spent in Vietnam, I was stationed at Tan Son Nhut Airbase outside of Saigon. I was a clerk in a military police unit attached to MACV headquarters, the control center for the entire South Vietnam U.S. military operation. We lived at the R&R out-processing center, and the unit’s job was to keep drugs from leaving the country on soldiers bound for R&R and in personnel containers being shipped to the States.

Wednesday, February 17, 2010

MUSIK: SALAH SATU JENIS RAGI DI TANGAN IBLIS

Musik Duniawi Dalam Gereja Rohani

Banyak orang tidak sadar bahwa Iblis sedang berusaha keras menyusupkan hal-hal duniawi ke dalam gereja, agar gereja menjadi duniawi. Lebih banyak lagi yang tidak sadar bahwa Iblis berupaya memasukkan musik duniawi ke dalam gereja. Dan ternyata ia sangat sukses, karena orang Kristen tidak peduli tentang hal ini. Ketika Iblis berhasil memasukkan musik yang duniawi ke dalam gereja, ia akan perlahan-lahan mengubah gereja itu menjadi gereja duniawi.

Salah satu alasan iblis begitu sukses menyusup masuk ke dalam gereja ialah perangkapnya yang sangat hebat, dan banyak orang Kristen yang masuk dalam perangkap itu. Iblis sengaja menghembuskan paham bahwa “musik adalah netral/amoral.”

Artinya musik itu tidak baik dan juga tidak buruk, atau dengan kata lain “tidak punya nilai moral.” Yang membuatnya baik atau buruk ialah pemakainya. Kata mereka bahwa itu hanya pada kata-katanya, isi hati penyanyinya, dsb. Ini adalah kebohongan yang ditelan bulat-bulat oleh kebanyakan orang Kristen.

Banyak orang suka pada konsep ini, karena dengan demikian ia dapat mendengarkan musik apapun yang ia sukai, tanpa perlu takut apakah musik yang ia sukai baik atau buruk secara moral. Dengan meluasnya konsep ini, musik-musik yang bersifat duniawi masuk dengan leluasa ke dalam gereja, dibawah samaran kata-kata yang rohani. Gereja menerima begitu saja lagu-lagu yang kata-katanya penuh dengan “Yesus”, “Haleluya”, “Bapa”, dll., namun bentuk alunan musiknya bersifat kedagingan.

Musik Jahat Vs. Baik

Musik tidaklah netral! Penganut paham “musik adalah netral” mengatakan bahwa nada dan not, seperti do re mi, tidak baik ataupun jahat secara moral. Memang demikian, tetapi seperti huruf “b” dan “o” adalah netral, tetapi ketika dirangkai dengan huruf lain menjadi kata “b-o-d-o-h”, tiba-tiba rangkaian huruf itu mempunyai makna dan konotasi. Musik juga demikian. Do re mi adalah not-not, balok-balok bangunan, yang ketika dirangkai menjadi melodi, kemudian diberi irama menjadi musik yang mempunyai makna dan konotasi.

Sunday, January 31, 2010

Southern Gospel Music

Updated January 28, 2009 (first published December 10, 1998) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org)

Southern gospel is not a single style of music, but is a classification for a broad range of harmonizing, country-tinged Christian music that originated in the southeastern part of the United States. Some Southern gospel is lovely and spiritual and seeks not to entertain the flesh but to edify the spirit. (There are also quartets that are not Southern gospel in style; an example is the Old Fashioned Revival Hour Quartet that was featured on Charles Fuller’s radio program.) We praise the Lord for all Christian music, Southern or otherwise, which doesn’t sound like the world, which has scriptural lyrics, which seeks solely to glorify Jesus Christ and edify the saints, and which is produced by faithful Christians. Sadly, though, much of the Southern gospel incorporates worldly pop, country, ragtime, jazz, boogie-woogie, and rock rhythms, and is oriented toward entertainment. It is the latter that is closely akin to Contemporary Christian Music. As a matter of fact, commercial Southern gospel today is one of the branches of the larger CCM world.

I grew up with Southern gospel. The Southern Baptist churches my mom and dad attended in Florida would have all-day sings on some Sundays. Following the morning service, we would have a glorious “dinner on the ground,” featuring tables piled high with the tastiest dishes the church ladies could concoct. The kids would romp around as the tables were prepared, then the pastor would pray and everyone would gorge himself on whichever foods suited their fancy. The variety was incredible. When the meal was finished and the tables cleared, everyone gathered back in the church auditorium for the sing. There would be some congregational singing and then the quartets would start up. Usually these were local groups, but sometimes a professional group would be available. I always liked the congregational singing best.

HISTORY OF SOUTHERN GOSPEL

As we will see, Southern gospel brought four significant changes to Christian music in North America in the 1920s, ‘30s, ‘40s and ‘50s. (1) They commercialized it. (2) They took it out of the churches and put it into hands of publishers and promoters. (3) They jazzed it up with worldly styles. (4) They turned it into entertainment. Gospel music publisher Harper and Associates advertised their Southern gospel music as “Family entertainment with a message, entertainment that a Fair or civic organization can sponsor and not feel like they’re getting too churchy.” This sounds exactly like the Contemporary Christian Music approach. The Stamps Quartet of the 1930s “not only sang the most popular gospel songs of the day, but gave an all-around entertainment program” (Bob Terrell, The Music Men, p. 39).


Monday, November 09, 2009

GEREJA ALKITABIAH DAN MUSIKNYA

Pembahasan hari ini tentang mendengarkan musik yang sehat. Dan topik ini akan dibagi menjadi 2 bagian. Pada edisi ini kita akan membahas musik yang sehat dan yang tidak sehat. Apakah efeknya terhadap kita? Bagaimana kita mengidentifikasi musik yang tidak sehat itu? Dan juga bagaimana mengidentifikasi musik yang sehat? Kita akan melihat manakah musik yang sehat dan yang tidak sehat.

Mari kita memulainya dari pertanyaan: Memangnya ada musik yang sehat dan yang tidak sehat? Bukankah semua musik itu sebenarnya sama saja? Bukankah musik itu netral? Mungkin banyak orang berpikir bahwa musik itu netral. Bahwa nada C di musik yang satu itu sama sehatnya dengan nada C di musik yang lain. Bahwa musik itu sehat atau tidak sehat sangat tergantung apakah orang yang mendengarkannya suka atau tidak suka lagu itu. Kalau dia tidak suka dengan lagu itu,musik itu tidak baik, tetapi sebaliknya jika dia suka dengan musik itu dia akan merasa bahwa musik itu sehat. Tetapi benarkah demikian? Sebenarnya musik adalah suatu bahasa non-verbal, bahasa emosi, suatu bahasa yang menyampaikan dan mempengaruhi emosi dan bukan hanya mempengaruhi emosi, bahkan juga dapat mempengaruhi kita secara fisik.