Showing posts with label doktrin alkitab. Show all posts
Showing posts with label doktrin alkitab. Show all posts

Friday, December 02, 2011

Tema National Geographic Desember 2011: Alkitab Raja James (King James Bible)

Alkitab yang dicetak 400 tahun lalu ini ikut membentuk bahasa Inggris dan mengangkat posisi “para penguasa”. Namun, alkitab ini juga menghormati kebebasan perseorangan. Di dunia barat, tak ada buku lain yang lebih berpengaruh daripada alkitab ini.
Foto oleh Jim Richardson
Rome Wager berdiri di depan arena rodeo di sebuah pe­ter­nakan kecil yang berlokasi tidak jauh dari Suaka Navajo di New Mexico. Dia di­kelilingi sekelompok koboi muda. Dengan gesper besar warna perak di pinggang dan kumis panjang terpilin ke bawah di kedua ujung mulutnya, Wager mengangkat tinggi-tinggi Alkitab dengan tangan kirinya. Sementara para koboi muda melepaskan topi dan meletakkannya di lutut mereka.
“Cerita-cerita saya selalu dimulai dengan awal yang agak berbeda,” ujar Brother Rome tatkala mereka berjongkok di halaman yang penuh debu. “Tetapi, Tuhan selalu membantu saya menyampaikannya dengan jelas.”

Monday, November 28, 2011

12 Prinsip Menafsirkan Alkitab dengan Tepat dan Benar


Ada berbagai metolodologi dalam menafsirkan alkitab, berikut ini adalah ringkasan 12 poin utama dari buku Cara menafsir Alkitab dengan Tepat dan Benar (Hermeneutika) yang ditulis Dr. Suhento Liauw.

1. Memperhatikan Kesatuan Alkitab,

2. Wahyu Progresif (Progresive Revelation), 
Siapapun yang gagal melihat Progresivitas (perkembangan) Wahyu Tuhan dalam Alkitab akan gagal menafsirkan topik utama Alkitab (doktrin Keselamatan). Ia juga akan gagal melihat perkembangan tata ibadah dari ibadah simbolik ke ibadah hakekat (dalam Roh dan Kebenaran), akibat selanjutnya ialah, akan tersisa bentuk-bentuk ibadah simbolik dan ritual dalam gerejanya. Camkanlah!

3. Perbedaan Aprroach / pendekatan dalam Dispensasi Zaman,
Ada Masa / Dispensasi Tidak Bersalah (The Dispensation of Innocency), Dispensasi Suara Hati (The Dispensation of Conscience), Dispensasi Kepemimpinan Manusia (The Dispensation of Civil Government), Dispensasi janji / Kepemimpinan Para Bapa leluhur (The Dispensation of Promise, or Patriarchal Rule) / Masa Keimamatan Ayah, Dispensasi Hukum Musa (The Dispensation of Mosaic Law) / Masa Hukum Taurat, Dispensasi Kasih Karunia (The Dispensation of Grace) / Masa Gereja, Dispensasi Kerajaan Seribu Tahun (The Dispensation of the Millenium). Umumnya para Teolog Dispensasi menerima 7 dispensasi dengan istilah yg kurang lebih sama.

Thursday, July 28, 2011

11 Karakteristik Ajaran SESAT

(Josh McDowell & Don Stewart, Handbook of Today's Religions, June 1992, hal. 20-25)
 
1. Mengajarkan 'Kebenaran' Baru
Gal. 1: 8: "Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia"; (Bacakan dari ayat 6-9).

2. Penafsiran Baru/Interpretasi yang Salah Terhadap Alkitab
Rom. 10: 1-3: "Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah".

3. Sumber Otoritas Yang Tidak Alkitabiah
Why. 22: 18-19: …: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon (seharusnya: buku) kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini".

Tuesday, March 01, 2011

19 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang 5)

Download Tabel Perbandingan Alkitab LAI dengan KS ILT dan KJV dengan NIV (update Maret 2011)
19 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang 5)

1. King James Version (KJV): A very reliable Bible version, if you can understand it, 1611/1769, (* 5)

2. New King James Version (NKJV):A very readable, accurate, and reliable Bible version, 1982/1994, (* 5)

3. King James III-Literal Translation of the Holy Bible (KJ3/LITV), by Jay P. Green, An extremely reliable and accurate Bible version by Jay P. Green, 1985-2008, (* 5)

4. 21st Century King James Version (KJ21), 2002 (* 5)

5. KJV 2000, (* 5)

6. American King James Version (AKJV), 1999, (* 5)

Tuesday, February 22, 2011

Perjanjian Baru Ditulis Dalam Bahasa Yunani

Menulis artikel ini membuat saya merasa sedang beating the dead horse. yang artinya, melakukan sesuatu yang tidak perlu dilakukan lagi.” Toh, semua orang yang pernah belajar theologi sudah tahu bahwa Perjanjian Baru kita ditulis dalam bahasa Yunani, bukan? Mengapa perlu ada artikel khusus di Pedang Roh mengenai hal ini?

Terus terang, saya juga tadinya tidak menyangka bahwa ada orang yang akan dengan beraninya berkata bahwa Perjanjian Baru bukan ditulis dalam bahasa Yunani. Dan hal ini dilakukan tanpa bukti yang jelas! Lalu saya bertemu dengan kelompok yang saya sebut “kelompok harus pakai YAHWEH.”

Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang sangat antusias untuk menyebarkan pengajaran mereka, yaitu bahwa orang Kristen harus selalu menyebut-nyebut nama YHWH dan bahwa orang Kristen tidak boleh menggunakan istilah “Allah.” Bahkan, mereka cenderung pada posisi bahwa jika tidak mengenal nama YHWH, maka seseorang tidak diselamatkan. Nama Yesus saja tidak cukup menurut mereka.

Wednesday, February 16, 2011

BOLEHKAH ALKITAB PAKAI KATA “ALLAH”?

Pada tahun 2008 ada berita bahwa kaum ulama di Malaysia melarang orang Kristen memakai kata Allah. Di Indonesia sendiri juga muncul kelompok yang menyerukan kepada orang Kristen untuk tidak memakai kata Allah, bahkan ada yang mencoba menuntut Lembaga Alkitab Indonesia ke pengadilan. Ada banyak keanehan dan kesimpang-siuran di seputar kata Allah.

GITS sebagai institusi akademis tentu merasa terpanggil untuk meluruskan segala kekusutan yang terjadi di seputar kata Allah agar orang Kristen Indonesia memiliki sikap yang mantap terhadap Alkitab dan penyebutan nama Sang Pencipta.

Studi Etimologi Kata Allah
Webster’s New World Dictionary, Third College Edition, 1989. memberi definisi demikian “Allah (al’a) [ al, the + ilah, god, akin to Heb. Eloah, God] The Muslim name for God.” Sudah jelas bahwa Webster Dictionary bukan buku biasa melainkan kamus bahasa yang sangat terpandang. Sedangkan The Encyclopedia Americana International Edition, 1978, menulis kata Allah “Allah is an Arabic word meaning “God” or more properly, “the God.” Encyclopedia Americana adalah sumber informasi yang sangat bergengsi dan terpercaya. McClintock, John & Strong, James. Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature. Grand Rapids: Baker Book House, 1981, menulis sebagai berikut; Allah (contracted from the Arabic al-ilah, “the God”, the usual name for God among the Mohammedans.

Di atas sudah kita kutip tiga sumber yang sangat credible yang menyatakan bahwa kata Allah itu berasal dari al + ilah, yang secara literal berarti the god karena al itu definit artikel seperti the, dan ilah itu god. Kata ilah bahasa Aramiknya eloah, artinya sesembahan atau yang disembah.

Friday, January 14, 2011

10 Alasan Mengapa Saya Bersyukur atas Alkitab yang Diilhamkan Tuhan

1. Alkitab membangkitkan iman, sumber segala ketaatan.

Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17)

2. Alkitab membebaskan dari dosa.

Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. (Yohanes 8:32)

3. Alkitab membebaskan dari Setan.

Seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya. (2 Timotius 2:24-26)

Friday, January 07, 2011

Peringatan 400 Tahun ALKITAB KING JAMES VERSION (KJV), dibacakan di Radio BBC

Perisai.net - KELOMPOK sekuler di Inggris memprotes stasiun radio BBC atas rencana stasiun radio tersebut untuk meniadakan sejumlah program rutin pada bulan Januari karena akan digantikan sementara dengan pembacaan Alkitab.

Tahun 2011 merupakan peringatan 400 tahun Alkitab King James Version (KJV). Karena itu, mulai 9 Januari, BBC Radio 4, yang merupakan stasiun radio utama milik BBC, akan mengadakan program pembacaan Alkitab dari pagi hingga malam hari.

Setiap 15 menit, radio BBC akan memperdengarkan suara-suara dari orang-orang terkenal, termasuk aktor Samuel West, Hugh Bonneville dan Emilia Fox, serta sejarahwan Simon Schama dan penulis Will Self.

Hanya siaran-siaran yang sudah populer yang akan tetap disiarkan sesuai jadual normalnya. Akibatnya, kelompok sekuler merasa terganggu dengan hal itu.


Wednesday, September 22, 2010

Wycliffe Bible Translators: Whither Bound?

Republished July 28, 2010 (first published in O Timothy magazine, volume 5, issue 9-10, 1988) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, fbns@wayoflife.org) -

From time to time, friends and churches have asked me about Wycliffe Bible Translators. This organization wields a very powerful influence through its sheer size, through the many translations it is producing, and through its training programs. I feel it is crucial that we put into print a concise answer to this matter.

GREAT DIVERSITY
First, we must emphasize that within Wycliffe is considerable diversity of thought and practice. When you are dealing with a group as massive as this--roughly 5,000 workers from 70 denominations--it is impossible that every individual within that group fit an exact mold. Let us make it clear, therefore, that we are not speaking of so much of individuals within Wycliffe; we are speaking of the organization as a whole. Not every Wycliffe person is a charismatic, for example. But many are. Not every Wycliffe person supports ecumenical relations with Rome. But a great many do.

Saturday, September 18, 2010

Wycliffe Bible Translators and Rome


WYCLIFFE’S HISTORY
A linguistics training school called “Camp Wycliffe” was founded in 1934 by missionaries William Cameron Townsend and L.L. Legters. It was named after John Wycliffe, the father of the English Bible, and the goal was to provide Bibles in every language of the earth. This project became the Summer Institute of Linguistics (now known as SIL International). Townsend had created an alphabet for and translated the N.T. into Cakchiquel in Guatemala and he wanted to train missionaries to repeat this process in other minority languages. This small training school grew into the Summer Institute for Linguistics (now called SIL International). It is the linguistics arm of Wycliffe Bible Translators. It describes itself as “a non-profit, faith-based, scientific organization with the main purpose to study, develop and document lesser-known languages for the purpose of expanding linguistic knowledge, promoting world literacy and aiding minority language development.”

Monday, August 23, 2010

THE DEAD SEA SCROLLS

June 8, 2010 (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org)

I have been reading about the Dead Sea Scrolls for years, but my interest was piqued to a higher degree recently after visiting two sites associated with them: the caves and the museum at Qumran, and the Shrine of the Book in Jerusalem where the first seven scrolls are housed.

The scrolls were discovered between 1947 and 1956 in 11 caves near the northwest shore of the Dead Sea, 13 miles southeast of Jerusalem. The first cave contained two Isaiah scrolls, including the nearly intact Great Isaiah Scroll.


Tuesday, August 03, 2010

THE BIBLE’S PROOF

Updated July 27, 2010 (first published April 10, 2002) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org)

In the final analysis, a man must accept that the Bible is the Word of God by faith, for “without faith it is impossible to please him: for he that cometh to God must believe that he is, and that he is a rewarder of them that diligently seek him” (Hebrews 11:6).

At the same time, Bible faith is not a blind leap into the dark. It is confidence in a believable Record that God has given, for “faith cometh by hearing, and hearing by the word of God” (Romans 10:17). The writers of the Bible explain to us that they were not delivering cunningly devised fables but an inspired record based on “many infallible proofs” (Acts 1:3; 2 Peter 1:16).

Following are some of the objective, time-proven reasons why we can have complete confidence in the Bible:

Tuesday, July 20, 2010

Kuis Pedang Roh Edisi 64 Berhadiah BUKU TEOLOGI

Pertanyaan Pertanyaan Kuis Pedang Roh Edisi 64
1. Siapakah nama istri Yusuf di Mesir?
2. Dimanakah tempat asal Delila?
3. Siapakah nama bujang Gideon?
4. Apa kata bahasa Indonesianya Civil-Society?
5. Tepatnya Graphe berdiri tanggal, bulan & tahun?

Kirimkan jawaban anda dengan kartu pos selambat-lambatnya 20 Sept 2010.
Sekalipun tidak juara biasanya jawaban yang betul akan mendapat hadiah hiburan berupa buku-buku yang ditulis Dr. Liauw.

Kirimkan ke: Redaksi PEDANG ROH, Jl. Danau Agung 2, No. 7, Jakarta 14350

Sunday, May 30, 2010

Sale: Answering the Myths on the Bible Version Debate

There are numerous myths in the Bible version debate, and detractors use these myths to overthrow the faith of the weak or unsteady. Good literature can strengthen and aid the believer to be ready to withstand the wiles of the devil as he wars against God's holy book.

Answering the Myths on the Bible Version Debate answers 30 of the most popular of these myths, including the following:

“King James Onlyism” was invented by a Seventh-day Adventist; there are no doctrinal differences between the modern versions and the KJV;

Fundamentalists did not defend the KJV before the 1970s; the KJV been updated in thousands of places;

King James I was a homosexual; the KJV translators said all versions are good; the King James Bible is too difficult to understand;

Erasmus was a Roman Catholic humanist; Erasmus’ Greek New Testament was hastily done and filled with errors;

Erasmus used a mere handful of Greek manuscripts; modern textual criticism is a legitimate science;

the difference between the Greek Received Text and the Westcott-Hort text is small and insignificant;

Westcott and Hort were theologically sound;

Erasmus promised to insert the Johannine Comma if a Greek manuscript was produced and challenged Edward Lee to find a manuscript that included this passage;

it is wrong to paint the entire field of modern textual criticism with the brush of skepticism, seeing that there are also Bible-believing men such as A.T. Robinson and B.B. Warfield in this arena;

it doesn't matter if the influential names in modern textual criticism are skeptics; the New King James Bible is merely an update of the King James;

the New American Standard Version is basically the same as the King James except for updated language;

the New International Version is a conservative evangelical translation that should be respected. 233 pages.

THIS WEEK ONLY $7.50 (Regularly $9.95)

Monday, April 12, 2010

PERBANDINGAN TERJEMAHAN KS-ILT Edisi 2, Alkitab LAI, KJV dan NIV (update)

NO

AYAT

KS-ILT EDISI 2

ALKITAB LAI TB Edisi 1 thn 1974

LAI TB EDISI 2 thn 1997 untuk PB

KJV

NIV

1

Kejadian 4:7

4:7 Jika engkau berbuat baik, tidakkah akan menengadah? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, di depan pintu ada dosa dan keinginannya yang mengintai terhadap kamu, tetapi engkau harus berkuasa atasnya!”

4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."


4:7 If thou doest well, shalt thou not be accepted? and if thou doest not well, sin lieth at the door. And unto thee shall be his desire, and thou shalt rule over him.

4:7 If you do what is right, will you not be accepted? But if you do not do what is right, sin is crouching at your door; it desires to have you, but you must master it."

2

Kejadian 4:8

4:8 Dan Kain bercakap-cakap dengan Habel, adiknya.....

4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang."…


4:8 And Cain talked with Abel his brother: and it came to pass, ….

4:8 Now Cain said to his brother Abel, "Let's go out to the field."

3

2 Samuel 23:8

Yoseb-Bashebet orang Takhmoni, kepala kelompok tiga

Isybaal, orang Hakhmoni, kepala triwira;


The Tachmonite that sat in the seat, chief among the captains;

Josheb-Basshebeth, a Tahkemonite, was chief of the Three;

4

Ayub 2:9,10

…Berkatilah Elohim…

….wanita bodoh…

…Kutukilah Allahmu…..

….perempuan gila…


…curse God,…

...the foolish women…

…Curse God……

...a foolish woman…

5

Mzm 2:12

Ciumlah Sang Putra

Ciumlah kaki-Nya (ay 11)


Kiss the Son

Kiss the Son


Mzm 119:126

Sudah tiba saatnya bagi YAHWEH untuk bertindak; mereka telah melanggar torat-Mu.

Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN; mereka telah merombak Taurat-Mu.


It is time for thee, LORD, to work: for they have made void thy law.


6

1 Samuel 14:41

Dan Saul berkata kepada YAHWEH, Elohim Israel, “Tunjukkanlah yang benar.” Maka didapatilah Yonatan dan Saul, dan rakyat itu terluput.

Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah Israel, mengapa Engkau tidak menjawab hamba-Mu pada hari ini? Jika kesalahan itu ada padaku atau pada anakku Yonatan, ya TUHAN, Allah Israel, tunjukkanlah kiranya Urim; tetapi jika kesalahan itu ada pada umat-Mu Israel, tunjukkanlah Tumim." Lalu didapati Yonatan dan Saul, tetapi rakyat itu terluput.


Therefore Saul said unto the LORD God of Israel, Give a perfect lot. And Saul and Jonathan were taken: but the people escaped.

Then Saul prayed to the LORD, the God of Israel, "Give me the right answer." And Jonathan and Saul were taken by lot, and the men were cleared.


Wednesday, January 13, 2010

Keotentikan Naskah Perjanjian Baru

PRAKATA :
Orang sering bilang bahwa Injil sudah dipalsukan, sudah tidak asli lagi, tapi orang tersebut tidak bisa menunjukkan Aslinya, hanya bisanya "Ngomong Doang".
Pembuktian suatu BB (Barang Bukti) apakah BB tersebut palsu atau otentik maka persyaratan nya adalah mutlak harus ada bahan pembanding, tidak bisa tanpa bahan pembanding, lalu ujuk-ujuk dibilang PALSU!
Mungkinkah ada orang yang munafik dengan cara menunjukkan kepunyaan orang lain tidak asli guna menutupi ketidakasliannya sendiri alias Kamuflase, ini perlu dianalisis lebih jauh!

Keotentikan Naskah Perjanjian Baru

Pengantar
Kritikus Alkitab mempertanyakan keotentikan/ keabsahan Perjanjian Baru. Ada yang bilang cerita Perjanjian Baru adalah rekayasa pribadi yang tidak historis. Ada yang bilang Injil hanya mitos atau legenda. Atau ada juga yang bilang Yesus memang ada, tetapi tidak pernah disalib maupun bangkit.
Apakah Perjanjian Baru itu otentik, berasal dari sumber yang sah? Mungkinkah ada distorsi sejarah yang mengubah peristiwa asli?

Ada 3 hal yang menentukan otoritas keotentikan naskah Perjanjian Baru :
1. Penyelidikan manuskrip-manuskrip (naskah-naskah salinan kuno) Perjanjian Baru.
2. Perbandingan manuskrip-manuskrip Perjanjian Baru dengan manuskrip-manuskrip kuno yang lain.
3. Penanggalan naskah asli Perjanjian Baru.

Penyelidikan manuskrip-manuskrip yang berhubungan dengan Perjanjian Baru

Ada banyak manuskrip yang berlimpah dan akurat untuk Perjanjian Baru dibandingkan dengan naskah-naskah kuno lainnya. Ada banyak manuskrip yang disalin dengan keakuratan lebih tinggi dan penanggalan yang lebih awal daripada manuskrip naskah-naskah kuno lainnya.

Wednesday, October 21, 2009

19 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang *****)


Ada bagian-bagian ayat yang tidak penulis kutip dengan lengkap, jadi mohon perhatikan dalam Alkitab/software Alkitab saudara untuk ayat selengkapnya. Beberapa perbedaan di atas adalah masalah perbedaan terjemahan kata.

Pada tabel di atas, penulis lebih menitikberatkan pada perbedaan di Perjanjian Baru karena Terjemahan Alkitab untuk Perjanjian Baru ada yang bersumber pada Naskah Textus Receptus=TR (misal KJV, KS-ILT edisi 2) dan ada yang bersumber pada Naskah Critical Text=CT. Jadi Banyak perbedaan di atas disebabkan karena masalah sumber naskah salinan acuan yang dipakai berbeda. KS-ILT & KJV bersumber dari Naskah Salinan MT (untuk PL) dan TR=Textus Receptus (untuk PB),
sedangkan Alkitab LAI & NIV bersumber dan banyak dipengaruhi naskah Critical Text=CT untuk Perjanjian Baru, meski LAI juga kadang-kadang mengacu pada Naskah TR.

Untuk Perbedaan terjemahan di Perjanjian Lama atau kesalahan terjemahan, hanya sedikit disinggung dalam Tabel di atas.

Semua ayat yang diberi Kurung Siku […] dalam Alkitab LAI,  tidak perlu kurung siku dalam KS-ILT karena memang ayat-ayat itu ada di Naskah TR (untuk PB Yunani). Jadi LAI tidak 100% menggunakan naskah acuan CT (untuk PB Yunani) meski sebagian besar dipengaruhi CT.

Terjemahan KS-ILT dalam banyak bagian lebih bagus dari Alkitab LAI, karena cukup banyak ayat dan kata yang ada di TR & KS-ILT & KJV, namun tidak ada di CT & Alkitab LAI & NIV. Kristen Fundamental dan sebagian besar Kaum Injili percaya Naskah Salinan (apographa) MT=Masoretix Text dan TR=Textus Receptus adalah Naskah PL dan PB yang DIPELIHARA oleh Tuhan TANPA SALAH SEDIKITPUN sampai pada TITIK KOMANYA (alias hal sekecil2nya).

Naskah CT=Critical Text, mengalami banyak korup (corrupt) dan adalah hasil Kritik Teks (Hasil Edit) karya dari Weshcott dan Hort. Kristen Fundamental MENOLAK TEGAS naskah CT (Critical Text dari Weshcott-Hort) dijadikan sebagai sumber acuan untuk terjemahan PB.

Ada baiknya, selaku penyampai Firman Tuhan (pengkhotbah), kita semua memperhatikan bagian-bagian ini ketika menjelaskan kepada Jemaat.

Perhatikan KJV dan KS-ILT untuk bagian-bagian tertentu yang jelas tidak ada di Alkitab LAI. Untuk Soal terjemahan kata yang kurang akurat, bisa merujuk kepada Naskah MT (Ibrani) dan TR (Yunani) atau jika tidak mengerti Bahasa Asli Alkitab, lihatlah terjemahan KJV atau Jay P. Green Literal Translation (JGLT) atau versi Literal karya JP Green lainnya seperti Modern KJV (MKJV), Literal Translation of the Bible Version (LITV), dan KJ3-Literal Translation Bible, Analytical-Literal Translation of the New Testament: Third Edition (ALT3) by Gary F. Zeolla&Reese Currie, juga versi KJV 2000, 21st Century King James Version (KJ21), Young's Literal Translation (of the Bible), New KJV (NKJV), KS-ILT Edisi 2, dll.

Dalam bahasa Indonesia, penulis menganggap KS-ILT Edisi 2 masih jauh lebih bagus dari Alkitab LAI Terjemahan Baru (TB 1 PL dan PB  serta TB 2 untuk PBnya), meski KS-ILT Edisi 2 masih kurang enak dibaca. Sebagian besar Alkitab di atas ada di Software E-Sword 7/8/9, SwordSearcher 4/5, dan BibleWorks 6/7.

Semoga Terjemahan Alkitab LAI Edisi ke-2 untuk PL dan PB serta Kitab Suci ILT Edisi ke-3 akan jauh lebih akurat lagi.
Salam: dedewijaya.wordpress.com, www.kristenfundamental.co.cc, dedewijaya.blogspot.com, www.webkristiani.co.cc,


19 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang 5)

  1. 1. King James Version (KJV): A very reliable Bible version, if you can understand it, 1611/1769, (* 5)

    2. New King James Version (NKJV):A very readable, accurate, and reliable Bible version, 1982/1994, (* 5)

    3. King James III-Literal Translation of the Holy Bible (KJ3/LITV), by Jay P. Green, An extremely reliable and accurate Bible version by Jay P. Green, 1985-2008, (* 5)

    4. 21st Century King James Version (KJ21), 2002 (* 5)

    5. KJV 2000, (* 5)

    6. American King James Version (AKJV), 1999, (* 5)

Monday, June 09, 2008

BINCANG-BINCANG SOAL ISU: ”ALKITAB-MU PALSU”

“Taurat, Zabur dan Injil asli telah hilang, dan Bible kalian yang sekarang adalah kitab yang telah dikorup, dipalsu oleh manusia. Itu sebabnya Quran diturunkan kemudian oleh Allah secara langsung demi menegakkan kebenaran yang asali.”

Perhatikan! Tidak seperti isu lain, tudingan Muslim dalam perkara “Alkitabmu palsu”, sulit dicarikan ayatnya dari Quran. Muslim hanya menuduh menurut kesan-kesan dan slogan yang telah ditanamkan dalam-dalam ke hati mereka melalui sejarah dan tradisi keagamaan yang sedemikian lama. Apa yang tertanam dalam, tentu sulit dibongkar oleh tangan-tangan luar. Oleh karena itu Anda tidak perlu membuang enegri dengan adu ”jual-beli” argumentasi. Muslim bangga akan Quran mereka yang diwahyukan langsung lewat Jibril kepada nabi yang terakhir, Muhammad. Itu adalah manifesto final dari kehendak Allah untuk menggantikan Taurat dan Injil. Dimata mereka alangkah jauhnya beda otoritas Quran terhadap Bible yang dianggap ditulis dan dikumpulkan secara gado-gado oleh orang-orang yang tidak jelas silsilahnya dari pelbagai lingkar masyarakat seperti petani, nelayan, gembala, jenderal, tabib, narapidana, dsb. Baginya itu tidak lebih daripada hadis-hadis maudhu atau da’if, palsu dan jauh dari yang shahih!

Tuesday, May 20, 2008

SERI DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH (Bagian 3-Ending)

Serangan Iblis
Textum Receptum (TR) adalah naskah PB yang dipakai oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia, dan diterjemahkan ke berbagai bahasa oleh misionaris modern yang dipelopori oleh misionaris Baptis, William Carey, ke India dan akhirnya banyak misionaris ke seluruh penjuru dunia. Selama kurang lebih 380 tahun, Iblis tidak menemukan cara untuk menghalangi tersebarnya firman Tuhan ke seluruh dunia walaupun dilakukannya juga serangan kecil-kecilan yang tidak membawa efek terhadap TR.

Karl Lachmann dari Jerman tercatat adalah orang pertama yang menerbitkan edisi PB yang sifatnya menyerang TR pada tahun 1831. Setelah dua edisi teks pengritik/Critical Texts (CT) diterbitkannya ternyata tidak ada yang menggubrisnya. Pada tahun 1857 Samuel Prideaux Tregelles di Inggris juga menerbitkan Critical Text untuk menyerang TR. Kemudian Constanstin Tischendorf seorang yang menemukan naskah Codex Sinaiticus turut menerbitkan teks PB yang bersifat menyerang keakuratan TR.

Serangan yang kelihatannya memakan banyak korban adalah yang dilakukan Iblis melalui dua orang, yaitu Brooke Foss Westcott seorang Bishop gereja Anglikan, dan Fenton John Anthony Hort seorang dosen dari Cambridge University. Untuk mempersingkat nama mereka, biasanya hanya ditulis Westcott-Hort (WH). Mereka menerbitkan Critical Text (CT) untuk menyerang Textum Receptum (TR) pada tahun 1881. Mereka mendasarkan edisi yang mereka terbitkan pada naskah yang diberi nama (aleph) yang ditemukan di Sinai yang juga disebut Sinaiticus dan naskah yang diberi nama B yang kata mereka tersimpan di perpustakaan Vatikan.

Menurut Dr. D. A. Waite, antara CT hasil WH dibandingkan dengan TR yang sudah dipakai lebih dari 300 tahun terdapat 5604 perbedaan yang terdiri dari 1952 penghilangan (35%), 467 penambahan (8%) dan 3185 perubahan 57%. Dengan perubahan yang besar-besaran ini kelihatannya serangan terhadap firman Tuhan semakin serius dan intensif. Gelombang pertama yang tumbang berjatuhan adalah teolog-teolog Liberal di Jerman. Keraguan mereka terhadap firman Tuhan mulai muncul bahkan akhirnya mereka melihat Alkitab hanya sekedar buku sejarah. Mereka tidak percaya kepada kesanggupan Allah untuk memelihara firmanNya. Padahal Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Lukas 21:33). Kalau Tuhan berjanji bahwa perkataanNya tidak akan berlalu, maka jelas sekali bahwa Ia akan memeliharanya.

Setelah teolog Jerman tumbang, kemudian angin pukulan CT melanda Eropa sehingga muncul berbagai kritik terhadap Alkitab (buku yang telah berjasa merubah orang-orang Eropa menjadi manusia bermoral). Akhirnya angin serangan terhadap Alkitab itu sampai juga ke Amerika. Bersama dengan itu muncul berbagai Alkitab bahasa Inggris terjemahan modern yang didasarkan pada naskah PB dari teks CT. Antara lain: English Revised Version=ERV (1881), American Standard Version=ASV (1901), New American Standard Version=NASV (1960), New English Version=NEV (1961), New International Version=NIV (1969).

Bagaimana dengan Alkitab bahasa Indonesia? Dulu Alkitab bahasa Indonesia (LAI-TL) diterjemahkan dari TR. Kelihatannya Alkitab Terjemahan Baru (LAI-TB) sedikit terpengaruh oleh CT dari WH. Banyak pembaca tidak menyadari maksud dibalik banyak ayat dalam Alkitab Terjemahan Baru yang diberi tanda kurung siku, contoh [...]. Sebagian dosen STT di Indonesia yang sudah terhembus angin Liberalisme mengatakan kepada murid-murid mereka bahwa ayat itu tidak ada dalam Alkitab bahasa aslinya. Penjelasan demikian tentu akan mengundang banyak pertanyaan susulan, yaitu siapa yang menambahkan dan mengapa ditambahkan? Contoh Kisah Para Rasul 8:37, I Yohanes 5:7,8 dan lain-lain.

Ternyata Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memberi tanda kurung siku pada ayat-ayat yang ada dalam teks TR namun tidak ada dalam teks CT. Tindakan demikian masih baik daripada menghilangkan ayat itu sama sekali. Namun sebenarnya tidak perlu diberi tanda kurung siku [...] karena itu adalah firman Tuhan. Jangan kita menganaktirikan ayat-ayat tertentu, karena itu adalah firman Tuhan yang telah Tuhan janjikan akan dipelihara sehingga tidak akan lenyap sekalipun langit dan bumi telah lenyap.

Teks Mana Yang Dipelihara Tuhan?
Karena adanya dua teks Alkitab bahasa asli yang berbeda, maka wajar sekali kalau orang bertanya, teks mana yang dipelihara Tuhan? Atau teks mana yang dipakai oleh Tuhan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang? Kiranya Tuhan memberi kita hikmat untuk menilai agar hasil penilaian kita tidak menjerumuskan orang-orang yang mencintai kebenaran.

Menilai Isinya
Sesungguhnya sama sekali tidak sulit untuk mengetahui teks mana antara TR dan CT yang dipelihara Tuhan untuk menjadi standar kebenaran bagi umatNya. Kita tahu bahwa kalau Tuhan memelihara teks itu, maka tentu tidak akan ada kesalahan-kesalahan yang konyol yang justru mengisyaratkan keterlibatan Tuhan di dalam prosesnya, melainkan Iblis.

Sejak edisi ke-3 dari Stephanus tahun 1550 dan edisi ke-4 yang terbit satu tahun kemudian dengan penambahan nomor pasal dan ayat, maka TR telah sempurna sampai hari ini. Ia diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa serta menjangkau banyak jiwa yang hilang. Berbagai pihak yang tidak beriman berusaha menyerangnya, namun mereka tidak menemukan kesalahan di dalamnya.

Sebaliknya CT yang diedit oleh Westcott dan Hort, dan yang kemudian diedit oleh Nestle dan Aland itu terdapat kesalahan yang sangat fundamental dan fatal. Misalnya dalam Injil Matius 1:7, di TR tertulis ”Abia memperanakkan Asa dan Asa memperanakkan Yosafat”. Tetapi dalam CT tertulis ”Abia memperanakkan Asaf dan Asaf memperanakkan Yosafat”. Kalau dicocokkan dengan PL jelas sekali bahwa anak Abia itu Asa bukan Asaf. Dan juga jelas sekali bahwa ayah Yosafat itu bukan Asaf melainkan Asa. Asaf itu bukan seorang raja melainkan seorang pemazmur.

Ketika fakta ini dikemukakan kepada para pendukung CT, dan mengatakan kepada mereka bahwa naskah yang mereka jadikan dasar sesungguhnya adalah naskah yang telah terkontaminasi, ternyata mereka tidak mau terima. Bukan hanya tidak mau menerima kritikan, malahan mereka menyalahkan Matius, dengan argumentasi bahwa naskah mereka tidak rusak, yang bikin kesalahan itu bukan penyalin naskah, melainkan Matius yang memang salah tulis. Mereka mengatakan bahwa ketika Matius menulis silsilah itu ia tidak mencocokkannya dengan catatan yang ada di Bait Allah. Bayangkan, mereka lebih membela penyalin naskah dan menyalahkan Matius.

Di sinilah iblis beraksi dan mengambil keuntungan dengan mengatakan bahwa Matius yang salah tulis bukan naskah mereka yang terkontaminasi, mengapa? Sebab, kalau Matius salah tulis, itu sama dengan Matius tidak diilhami Roh kudus, atau dengan kata lain bahwa para penulis Alkitab sebenarnya tidk diilhami Roh Kudus. Oleh sebab itu mereka bisa melakukan kesalahan dan salah satu contohnya adalah Matius. Masihkah kita perlu baca Alkitab kalau para penulisnya tidak diilhami. Untuk apa kita membaca nasehat orang-orang kuno yang tidak tahu tentang komputer dan pesawat ulang-alik? Tidakkah lebih baik kita membaca Novel dan cerita fiksi tulisan orang-orang modern? Lihatkah anda misi yang akan dicapai oleh Iblis dengan memunculkan Alkitab Bahasa Asli versi Critical Text model Westcott dan Hort? Ia sangat-sangat licik.

Selain kesalahan itu masih ada kesalahan-kesalahan lain. Contoh lain ialah catatan Injil Lukas 23:45 dimana TR mencatat matahari menjadi gelap (kai eskotiste ho helios) sedangkan CT mencatat gerhana matahari (tou helio ekleipontes eskiste). Perhatikan, TR mencatat matahari menjadi gelap eskotiste/skoti sedangkan CT mencatat gerhana ekleip. Apa yang dicatat CT itu adalah sesuatu yang dapat ditertawakan oleh setiap orang karena pada sekitar bulan April itu tidak mungkin ada gerhana matahari di wilayah itu, dan tidak ada gerhana matahari yang berjangka waktu tiga jam, yaitu dari jam 12.00 hingga jam 15.00.
Kita tahu bahwa Yohanes 1:18 berbunyi, ”Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.”

Menurut Textum Receptum (TR):
John 1:18 qeo.n ouvdei.j e`w,raken pw,pote\ o` monogenh.j ui`o,j (Anak yang Tunggal=Monogenes Huios) o` w'n eivj to.n ko,lpon tou/ patro.j evkei/noj evxhgh,sato

Menurut Critical Text (CT):
John 1:18 qeo.n ouvdei.j e`w,raken pw,pote\ monogenh.j qeo.j (Allah yang Tunggal=Monogenes Theos) o` w'n eivj to.n ko,lpon tou/ patro.j evkei/noj evxhgh,sato

Kedua ayat dalam bahasa Yunani di atas persis sama kecuali kata ui`o,j (anak) dalam TR diganti dengan kata qeo.j (Allah) dalam CT. Jadi menurut Critical Text (CT) Yohanes 1:18 itu bunyinya, “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Allah yang Tunggal, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.” Untuk hal yang sangat sepele ini, tanpa perlu belajar sampai tingkat doktor, bahkan cukup memiliki akal sehat saja sudah bisa menyadari bahwa yang benar itu bukan yang di Critical Text, melainkan yang di Textum Receptum.

Kisah Para Rasul 8:37 itu ternyata tidak ada di dalam Critical Text, melainkan ada di dalam Textum Receptum. Jadi menurut CT bunyi Kis 8:36-38 itu demikian,

8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.

CT tanpa ayat 37
[Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."]

ada di TR Acts 8:37
ei=pen de. o` Fi,lippoj Eiv pisteu,eij evx o[lhj th.j kardi,aj( e;xestinÅ avpokriqei.j de. ei=pen Pisteu,w to.n u`io.n tou/ Qeou/ evinai to.n VIhsou/n Cristo,nÅ

Diperkirakan ayat 37 dari manuscript (Aleph) yang ditemukan di Sinai itu sengaja dihilangkan oleh para penyalin yang mempersiapkan naskah pertemuan Nicea yang akan dipimpin oleh Konstantin. Masalahnya karena gereja Katolik dibawah pimpinan Konstantin waktu itu sedang gencar-gencarnya mempromosikan baptisan bayi. Ayat 37 dari Kisah Para Rasul ini ternyata mengajarkan dengan tegas bahwa baptisan itu harus didahului pengakuan percaya, dan hal ini sangat bertentangan dengan praktek pembaptisan bayi. Demi menyenangkan Konstantin, oknum yang memerintahkan persidangan Nicea (Philip Schaff, History of the Christian Church (Grand Rapids: WM.B.Errdmans Publishing company, 1994), Vol III. p.349.), maka mereka menghilangkan Kisah 8:37. Bayangkan betapa beraninya mereka. Pasti apa yang Tuhan ucapkan atas mereka dalam Wahyu 22:19 akan menimpa mereka. Celakanya, ternyata para editor Critical Text lebih percaya bahwa ayat itu tidak ada daripada editor TR yang percaya bahwa ayat itu, yang terdapat di banyak manuscript lain adalah orisinil. Untunglah Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) masih percaya bahwa ayat itu ada, namun sayang diberi kurung siku.
Pembaca sekalian, tentu tidak diperlukan ratusan atau puluhan kesalahan untuk menyadari bahwa teks Alkitab PB bahasa asli CT itu bukan yang dipelihara Tuhan. Sehebat apapun usaha Iblis untuk menyembunyikan kesalahannya, toh kecolongan juga. Allah membiarkan satu dua kesalahan yang nyata dan telak agar orang-orang yang mencintai kebenaran bisa menjadikannya sebagai terang yang memberi hikmat untuk mengetahui Alkitab bahasa asli yang sungguh-sungguh dipelihara dan dipimpin Tuhan proses pengeditannya. Jika seorang yang tersesat di hutan sungguh berhikmat, setitik terang saja cukup baginya untuk menemukan jalan kembali ke kota, namun bagi yang akan binasa, dicari dengan lampu sorot sekalipun ia malah memilih bersembunyi.


Para Editornya
Westcott adalah seorang Bishop gereja Anglikan, gereja yang Doktrin Gereja (ecclesiology) nya hampir sama dengan Gereja Roma Katolik. Perbedaannya hanya Gereja Roma Katolik berpusat di Roma sedangkan gereja Anglikan berpusat di London. Dan Gereja Roma Katolik dikepalai Paus sedangkan gereja Anglikan dikepalai Raja atau Ratu Inggris. Sedangkan Hort adalah seorang dosen Universitas Cambridge. Dr. D.A. Waite yang meneliti buku-buku yang ditulis mereka menyimpulkan bahwa sesungguhnya mereka bukan seorang yang telah lahir baru.
In this study, I quote from their writings extensively and show form five of their books that they are apostates, liberals, and unbelievers. (Dr. D.A. Waite, Defending the King James Bible, Collingswood: The Bible for Today Press, 1992)

Selain Westcott dan Hort, siapa lagi di balik CT yang makin hari makin dominan itu? Critical Text yang hari ini banyak dipakai di Sekolah Teologi adalah edisi ke-26 yang disebut Nestle/Aland Greek New Testament, 26th edition. Eberhard Nestle dan Kurt Aland, kedua-duanya orang Jerman yang membentuk sebuah komisi yang terdiri dari Kurt Aland sendiri, Matthew Black seorang yang imannya diragukan, Carlo M. Martini seorang Kardinal gereja Katolik, Bruce Metzger dari Princeton, universitas yang sangat liberal, dan Alan Wigren dari Chicago. Mereka inilah yang mengatakan bahwa rasul Matius salah tulis karena tidak melihat catatan di Bait Allah sehingga yang seharusnya Asa namun ditulis Asaf, demi untuk membela konsep mereka bahwa naskah kuno yang mereka pakai adalah yang terbaik, yang tidak terjamah oleh tangan-tangan jahil.

Sebaliknya orang-orang yang mengedit TR adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan. Desiderius Erasmus, yang sering dikritik karena humanis, adalah humanis abad pertengahan yang berusaha melepaskan diri dari kungkungan universalisme gereja Roma. Ia bukan humanis masa kini yang filosofinya berpusatkan pada manusia dan mengagungkan manusia. Sedangkan Stephanus adalah orang Protestan yang sangat mengasihi Tuhan, orang yang rela mengorbankan nyawa demi membela kebenaran. Apalagi Theodore Beza, teman dekat John Calvin, adalah tokoh reformasi yang sangat terhormat dan mengasihi Tuhan. Edisi Stephanus dan Beza-lah yang secara umum diterima oleh orang-orang percaya yang baru mendapat kebangunan rohani melalui gerakan reformasi. Edisi ke-4 Stephanus tahun 1551 yang telah dilengkapi pasal dan ayat telah menjadi berkat bagi jutaan orang, terlebih setelah dijadikan dasar untuk penerjemahan ke berbagai bahasa termasuk King James Version.

Tujuan Para Editor
Baik Erasmus, Stephanus, maupun Beza, mereka berusaha mewujudkan kitab PB bahasa asli hanya agar orang-orang percaya memiliki firman Tuhan di tangan mereka yang praktis, agar mereka dapat mempelajarinya dan memberitakannya. Mereka tidak memikirkan masalah hak cipta dan lain sebagainya. Hasil karya mereka menyebabkan banyak orang melihat terang Tuhan dan orang-orang itu diselamatkan. Masyarakat Eropa berubah total setelah reformasi dan tersedianya Alkitab dalam cetakan telah memungkinkan mereka membaca dan mempelajarinya. Tingkat moral masyarakat menjadi semakin tinggi demikian juga dengan tingkat kepatuhan mereka terhadap hukum. Setiap kali orang menyebut firman Tuhan, tentu yang dimaksud adalah TR atau terjemahannya pada masing-masing bahasa.

Namun setelah Westcott dan Hort menerbitkan edisi mereka, kebingungan mulai melanda, pertama-tama di kalangan intelektual karena mereka terpaksa harus memilih teks mana yang harus mereka jadikan patokan, dan akhirnya juga melanda seluruh kekristenan. Di Indonesia hal ini tidak terasa karena kita hanya memiliki satu versi Alkitab yaitu terbitan Lembaga Alkitab Indonesia. Tetapi bagi masyarakat yang berbahasa Inggris, dengan tersedianya berbagai versi Alkitab, maka agak kerepotan juga.

Pukulan yang paling menyakitkan ialah tertawaan dari pihak luar, misalnya pihak Islam, yang mengatakan bahwa Injil asli orang Kristen sudah tidak ada, yang ada sekarang adalah yang palsu. Adanya kesalahan pada teks Westcott dan Hort biasanya mereka jadikan bukti untuk statemen mereka. Mereka dapat mengatakan, ”lihat, nama silsilah saja salah catat, tidak salah toh kalau itu adalah yang palsu?”
Kehadiran CT telah menyebabkan perdebatan yang tidak ada habis-habisnya. Iblis mencatat sukses karena ia berhasil menggoncang dasar iman orang Kristen dan meletakkan batu sandungan terhadap sebagian orang yang belum percaya. Sebagian orang yang tidak memahami masalah ini sempat tersandung karena mereka dipaksa untuk mempertanyakan aspek human error dari teks bahasa asli yang ada pada saat ini. Tentu karena mereka tidak diberi informasi bahwa usaha pengeditan yang teliti telah dilakukan oleh Erasmus, Stephanus, Beza dengan membanding-bandingkan naskah demi naskah hingga akhirnya tidak ditemukan lagi kesalahan dan orang-orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus pun secara universal telah menerimanya.

Teks Yang Manakah Yang Adalah Otoritas Final?
Pada saat Alkitab terjemahan tidak jelas terhadap suatu masalah atau terdapat perbedaan antara satu terjemahan dengan terjemahan yang lain, kemanakah kita akan mencari otoritas final untuk menjelaskannya? Mau atau tidak mau, Alkitab bahasa asli adalah otoritas final untuk menyelesaikan masalah baik yang praktis maupun yang bersifat doktrinal.

Jika dunia kekristenan hanya memiliki satu versi Alkitab bahasa asli seperti keadaan abad 16, 17, dan 18, maka dengan gampang dan dengan kebulatan hati semua orang Kristen akan mengacu kepada Alkitab bahasa asli yang hanya satu itu. Kini setidaknya tersedia dua Alkitab bahasa asli yang didalamnya terdapat + 5604 perbedaan, maka dengan terpaksa setiap orang Kristen harus menetapkan versi manakah yang akan diakuinya sebagai Alkitab bahasa asli yang benar, atau otoritas yang final (The Final Authority).

Telah diuraikan di atas bahwa teks yang diakui, Received Text atau Textum Receptum (TR) yang diedit pertama kali oleh Erasmus dan diperlengkapi oleh Stephanus dan Beza adalah yang telah diperiksa dan ternyata tidak ditemukan kesalahan serta telah membawa berkat bagi penduduk dunia lebih dari 3 abad. Sedangkan Critical Text (CT) yang diedit oleh Westcott dan Hort serta diedit ulang oleh komite yang dipimpin oleh Nestle dan Aland ternyata terdapat kesalahan yang sangat konyol, yaitu Asa ditulis dengan Asaf. Masih ada banyak kesalahan lain lagi yang mereka akui, namun pada umumnya kesalahan itu mereka lemparkan kepada sang penulis untuk membangun asumsi bahwa penulis Alkitab tidak diilhami, atau bahwa Alkitab itu bukan buku istimewa melainkan sama seperti catatan sejarah lain.

Untuk membangun doktrin yang benar kita membutuhkan dasar yang benar. Doktrin alkitabiah adalah doktrin yang didasarkan hanya pada Alkitab saja. Lalu kalau diperhadapkan dua versi naskah PB Alkitab bahasa asli, yang manakah yang anda akan pilih? Kini banyak teolog telah kemasukan angin Liberalisme, demikian juga sekolah-sekolah teologia. Masalah Alkitab bahasa asli bisa menjadi salah satu faktor untuk mengenal aliran sebuah sekolah teologia. Rata-rata sekolah teologia aliran Liberal lebih senang memakai Critical Text (CT) karena ketika dosen di sekolah tersebut belajar ke luar negeri, ia sudah terlanjur masuk ke sekolah liberal dan yang memakai CT. Namun sekolah teologia aliran Fundamental tetap bertahan pada Received Text atau Textum Receptum yang tidak ada kesalahan dan telah mendatangkan banyak manfaat bagi umat manusia. Anda di pihak mana?

Sumber: Artikel 1-3 Seluruhnya ditulis dari Bab 8 buku DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH, Pdt. Suhento Liauw, DRE, D.Th, GBIA GRAPHE, cetakan 2, 2001, Jakarta, halaman 109-132

Tambahan dari Saya:
Mulai Oktober tahun 2007 sudah tercetak Alkitab terbitan Yayasan Lentera Bangsa (www.yalensa.org), yang bersumber pada naskah MT (naskah sumber berbahasa Ibrani untuk PL) dan TR (naskah sumber berbahasa Yunani untuk PB) serta The Interlinear Bible (Jay P. Green) yang diberi nama Kitab Suci Indonesian Literal Translation (KS-ILT).

Baca Perbandingan Hasil Terjemahan Alkitab LAI, NIV dengan KS-ILT dan KJV di SINI. Simpan dan pelajarilah artikel ini, mungkin suatu saat anda memerlukannya. Tuhan memberkati.