Friday, December 02, 2011
Tema National Geographic Desember 2011: Alkitab Raja James (King James Bible)
Monday, November 28, 2011
12 Prinsip Menafsirkan Alkitab dengan Tepat dan Benar
Thursday, July 28, 2011
11 Karakteristik Ajaran SESAT
Gal. 1: 8: "Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia"; (Bacakan dari ayat 6-9).
2. Penafsiran Baru/Interpretasi yang Salah Terhadap Alkitab
Rom. 10: 1-3: "Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah".
3. Sumber Otoritas Yang Tidak Alkitabiah
Why. 22: 18-19: …: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon (seharusnya: buku) kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini".
Tuesday, March 01, 2011
19 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang 5)
19 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang 5)
1. King James Version (KJV): A very reliable Bible version, if you can understand it, 1611/1769, (* 5)
2. New King James Version (NKJV):A very readable, accurate, and reliable Bible version, 1982/1994, (* 5)
3. King James III-Literal Translation of the Holy Bible (KJ3/LITV), by Jay P. Green, An extremely reliable and accurate Bible version by Jay P. Green, 1985-2008, (* 5)
4. 21st Century King James Version (KJ21), 2002 (* 5)
5. KJV 2000, (* 5)
6. American King James Version (AKJV), 1999, (* 5)
Tuesday, February 22, 2011
Perjanjian Baru Ditulis Dalam Bahasa Yunani
Terus terang, saya juga tadinya tidak menyangka bahwa ada orang yang akan dengan beraninya berkata bahwa Perjanjian Baru bukan ditulis dalam bahasa Yunani. Dan hal ini dilakukan tanpa bukti yang jelas! Lalu saya bertemu dengan kelompok yang saya sebut “kelompok harus pakai YAHWEH.”
Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang sangat antusias untuk menyebarkan pengajaran mereka, yaitu bahwa orang Kristen harus selalu menyebut-nyebut nama YHWH dan bahwa orang Kristen tidak boleh menggunakan istilah “Allah.” Bahkan, mereka cenderung pada posisi bahwa jika tidak mengenal nama YHWH, maka seseorang tidak diselamatkan. Nama Yesus saja tidak cukup menurut mereka.
Wednesday, February 16, 2011
BOLEHKAH ALKITAB PAKAI KATA “ALLAH”?
GITS sebagai institusi akademis tentu merasa terpanggil untuk meluruskan segala kekusutan yang terjadi di seputar kata Allah agar orang Kristen Indonesia memiliki sikap yang mantap terhadap Alkitab dan penyebutan nama Sang Pencipta.
Studi Etimologi Kata Allah
Webster’s New World Dictionary, Third College Edition, 1989. memberi definisi demikian “Allah (al’a) [ al, the + ilah, god, akin to Heb. Eloah, God] The Muslim name for God.” Sudah jelas bahwa Webster Dictionary bukan buku biasa melainkan kamus bahasa yang sangat terpandang. Sedangkan The Encyclopedia Americana International Edition, 1978, menulis kata Allah “Allah is an Arabic word meaning “God” or more properly, “the God.” Encyclopedia Americana adalah sumber informasi yang sangat bergengsi dan terpercaya. McClintock, John & Strong, James. Cyclopedia of Biblical, Theological, and Ecclesiastical Literature. Grand Rapids: Baker Book House, 1981, menulis sebagai berikut; Allah (contracted from the Arabic al-ilah, “the God”, the usual name for God among the Mohammedans.
Di atas sudah kita kutip tiga sumber yang sangat credible yang menyatakan bahwa kata Allah itu berasal dari al + ilah, yang secara literal berarti the god karena al itu definit artikel seperti the, dan ilah itu god. Kata ilah bahasa Aramiknya eloah, artinya sesembahan atau yang disembah.
Friday, January 14, 2011
10 Alasan Mengapa Saya Bersyukur atas Alkitab yang Diilhamkan Tuhan
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17)
2. Alkitab membebaskan dari dosa.
Kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. (Yohanes 8:32)
3. Alkitab membebaskan dari Setan.
Seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya. (2 Timotius 2:24-26)
Friday, January 07, 2011
Peringatan 400 Tahun ALKITAB KING JAMES VERSION (KJV), dibacakan di Radio BBC
Tahun 2011 merupakan peringatan 400 tahun Alkitab King James Version (KJV). Karena itu, mulai 9 Januari, BBC Radio 4, yang merupakan stasiun radio utama milik BBC, akan mengadakan program pembacaan Alkitab dari pagi hingga malam hari.
Setiap 15 menit, radio BBC akan memperdengarkan suara-suara dari orang-orang terkenal, termasuk aktor Samuel West, Hugh Bonneville dan Emilia Fox, serta sejarahwan Simon Schama dan penulis Will Self.
Hanya siaran-siaran yang sudah populer yang akan tetap disiarkan sesuai jadual normalnya. Akibatnya, kelompok sekuler merasa terganggu dengan hal itu.
Wednesday, December 15, 2010
Wednesday, September 22, 2010
Wycliffe Bible Translators: Whither Bound?
From time to time, friends and churches have asked me about Wycliffe Bible Translators. This organization wields a very powerful influence through its sheer size, through the many translations it is producing, and through its training programs. I feel it is crucial that we put into print a concise answer to this matter.
GREAT DIVERSITY
First, we must emphasize that within Wycliffe i
Saturday, September 18, 2010
Wycliffe Bible Translators and Rome
WYCLIFFE’S HISTORY
A linguistics training school called “Camp Wycliffe” was founded in 1934 by missionaries William Cameron Townsend and L.L. Legters. It was named after John Wycliffe, the father of the English Bible, and the goal was to provide Bibles in every language of the earth. This project became the Summer Institute of Linguistics (now known as SIL International). Townsend had created an alphabet for and translated the N.T. into Cakchiquel in Guatemala and he wanted to train missionaries to repeat this process in other minority languages. This small training school grew into the Summer Institute for Linguistics (now called SIL International). It is the linguistics arm of Wycliffe Bible Translators. It describes itself as “a non-profit, faith-based, scientific organization with the main purpose to study, develop and document lesser-known languages for the purpose of expanding linguistic knowledge, promoting world literacy and aiding minority language development.”
Monday, August 23, 2010
THE DEAD SEA SCROLLS
I have been reading about the Dead Sea Scrolls for years, but my interest was piqued to a higher degree recently after visiting two sites associated with them: the caves and the museum at Qumran, and the Shrine of the Book in Jerusalem where the first seven scrolls are housed.
The scrolls were discovered between 1947 and 1956 in 11 caves near the northwest shore of the Dead Sea, 13 miles southeast of Jerusalem. The first cave contained two Isaiah scrolls, including the nearly intact Great Isaiah Scroll.
Tuesday, August 03, 2010
THE BIBLE’S PROOF
In the final analysis, a man must accept that the Bible is the Word of God by faith, for “without faith it is impossible to please him: for he that cometh to God must believe that he is, and that he is a rewarder of them that diligently seek him” (Hebrews 11:6).
At the same time, Bible faith is not a blind leap into the dark. It is confidence in a believable Record that God has given, for “faith cometh by hearing, and hearing by the word of God” (Romans 10:17). The writers of the Bible explain to us that they were not delivering cunningly devised fables but an inspired record based on “many infallible proofs” (Acts 1:3; 2 Peter 1:16).
Following are some of the objective, time-proven reasons why we can have complete confidence in the Bible:
Tuesday, July 20, 2010
Kuis Pedang Roh Edisi 64 Berhadiah BUKU TEOLOGI
1. Siapakah nama istri Yusuf di Mesir?
2. Dimanakah tempat asal Delila?
3. Siapakah nama bujang Gideon?
4. Apa kata bahasa Indonesianya Civil-Society?
5. Tepatnya Graphe berdiri tanggal, bulan & tahun?
Kirimkan jawaban anda dengan kartu pos selambat-lambatnya 20 Sept 2010.
Sekalipun tidak juara biasanya jawaban yang betul akan mendapat hadiah hiburan berupa buku-buku yang ditulis Dr. Liauw.
Kirimkan ke: Redaksi PEDANG ROH, Jl. Danau Agung 2, No. 7, Jakarta 14350
Sunday, May 30, 2010
Sale: Answering the Myths on the Bible Version Debate
Answering the Myths on the Bible Version Debate answers 30 of the most popular of these myths, including the following:
“King James Onlyism” was invented by a Seventh-day Adventist; there are no doctrinal differences between the modern versions and the KJV;
Fundamentalists did not defend the KJV before the 1970s; the KJV been updated in thousands of places;
King James I was a homosexual; the KJV translators said all versions are good; the King James Bible is too difficult to understand;
Erasmus was a Roman Catholic humanist; Erasmus’ Greek New Testament was hastily done and filled with errors;
Erasmus used a mere handful of Greek manuscripts; modern textual criticism is a legitimate science;
the difference between the Greek Received Text and the Westcott-Hort text is small and insignificant;
Westcott and Hort were theologically sound;
Erasmus promised to insert the Johannine Comma if a Greek manuscript was produced and challenged Edward Lee to find a manuscript that included this passage;
it is wrong to paint the entire field of modern textual criticism with the brush of skepticism, seeing that there are also Bible-believing men such as A.T. Robinson and B.B. Warfield in this arena;
it doesn't matter if the influential names in modern textual criticism are skeptics; the New King James Bible is merely an update of the King James;
the New American Standard Version is basically the same as the King James except for updated language;
the New International Version is a conservative evangelical translation that should be respected. 233 pages.
THIS WEEK ONLY $7.50 (Regularly $9.95)
Monday, April 12, 2010
PERBANDINGAN TERJEMAHAN KS-ILT Edisi 2, Alkitab LAI, KJV dan NIV (update)
| NO | AYAT | KS-ILT EDISI 2 | ALKITAB LAI TB Edisi 1 thn 1974 | LAI TB EDISI 2 thn 1997 untuk PB | KJV | NIV |
| 1 | Kejadian 4:7
| 4:7 Jika engkau berbuat baik, tidakkah akan menengadah? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, di depan pintu ada dosa dan keinginannya yang mengintai terhadap kamu, tetapi engkau harus berkuasa atasnya!” | 4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." | | 4:7 If thou doest well, shalt thou not be accepted? and if thou doest not well, sin lieth at the door. And unto thee shall be his desire, and thou shalt rule over him. | 4:7 If you do what is right, will you not be accepted? But if you do not do what is right, sin is crouching at your door; it desires to have you, but you must master it." |
| 2 | Kejadian 4:8 | 4:8 Dan Kain bercakap-cakap dengan Habel, adiknya..... | 4:8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang."… | | 4:8 And Cain talked with Abel his brother: and it came to pass, …. | 4:8 Now Cain said to his brother Abel, "Let's go out to the field." |
| 3 | 2 Samuel 23:8 | Yoseb-Bashebet orang Takhmoni, kepala kelompok tiga | Isybaal, orang Hakhmoni, kepala triwira; | | The Tachmonite that sat in the seat, chief among the captains; | Josheb-Basshebeth, a Tahkemonite, was chief of the Three; |
| 4 | Ayub 2:9,10 | …Berkatilah Elohim… ….wanita bodoh… | …Kutukilah Allahmu….. ….perempuan gila… | | …curse God,… ...the foolish women… | …Curse God…… ...a foolish woman… |
| 5 | Mzm 2:12 | Ciumlah Sang Putra | Ciumlah kaki-Nya (ay 11) | | Kiss the Son | Kiss the Son |
| | Mzm 119:126 | Sudah tiba saatnya bagi YAHWEH untuk bertindak; mereka telah melanggar torat-Mu. | Waktu untuk bertindak telah tiba bagi TUHAN; mereka telah merombak Taurat-Mu. | | It is time for thee, LORD, to work: for they have made void thy law. | |
| 6 | 1 Samuel 14:41 | Dan Saul berkata kepada YAHWEH, Elohim Israel, “Tunjukkanlah yang benar.” Maka didapatilah Yonatan dan Saul, dan rakyat itu terluput. | Lalu berkatalah Saul: "Ya, TUHAN, Allah | | Therefore Saul said unto the LORD God of | Then Saul prayed to the LORD, the God of |
Wednesday, January 13, 2010
Keotentikan Naskah Perjanjian Baru
Wednesday, October 21, 2009
19 Versi Terjemahan Alkitab bahasa Inggris Terbaik (Bintang *****)
- 1. King James Version (KJV): A very reliable Bible version, if you can understand it, 1611/1769, (* 5)2. New King James Version (NKJV):A very readable, accurate, and reliable Bible version, 1982/1994, (* 5)3. King James III-Literal Translation of the Holy Bible (KJ3/LITV), by Jay P. Green, An extremely reliable and accurate Bible version by Jay P. Green, 1985-2008, (* 5)4. 21st Century King James Version (KJ21), 2002 (* 5)5. KJV 2000, (* 5)6. American King James Version (AKJV), 1999, (* 5)
Monday, June 09, 2008
BINCANG-BINCANG SOAL ISU: ”ALKITAB-MU PALSU”
Perhatikan! Tidak seperti isu lain, tudingan Muslim dalam perkara “Alkitabmu palsu”, sulit dicarikan ayatnya dari Quran. Muslim hanya menuduh menurut kesan-kesan dan slogan yang telah ditanamkan dalam-dalam ke hati mereka melalui sejarah dan tradisi keagamaan yang sedemikian lama. Apa yang tertanam dalam, tentu sulit dibongkar oleh tangan-tangan luar. Oleh karena itu Anda tidak perlu membuang enegri dengan adu ”jual-beli” argumentasi. Muslim bangga akan Quran mereka yang diwahyukan langsung lewat Jibril kepada nabi yang terakhir, Muhammad. Itu adalah manifesto final dari kehendak Allah untuk menggantikan Taurat dan Injil. Dimata mereka alangkah jauhnya beda otoritas Quran terhadap Bible yang dianggap ditulis dan dikumpulkan secara gado-gado oleh orang-orang yang tidak jelas silsilahnya dari pelbagai lingkar masyarakat seperti petani, nelayan, gembala, jenderal, tabib, narapidana, dsb. Baginya itu tidak lebih daripada hadis-hadis maudhu atau da’if, palsu dan jauh dari yang shahih!
Tuesday, May 20, 2008
SERI DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH (Bagian 3-Ending)
Textum Receptum (TR) adalah naskah PB yang dipakai oleh orang-orang Kristen di seluruh dunia, dan diterjemahkan ke berbagai bahasa oleh misionaris modern yang dipelopori oleh misionaris Baptis, William Carey, ke India dan akhirnya banyak misionaris ke seluruh penjuru dunia. Selama kurang lebih 380 tahun, Iblis tidak menemukan cara untuk menghalangi tersebarnya firman Tuhan ke seluruh dunia walaupun dilakukannya juga serangan kecil-kecilan yang tidak membawa efek terhadap TR.
Karl Lachmann dari Jerman tercatat adalah orang pertama yang menerbitkan edisi PB yang sifatnya menyerang TR pada tahun 1831. Setelah dua edisi teks pengritik/Critical Texts (CT) diterbitkannya ternyata tidak ada yang menggubrisnya. Pada tahun 1857 Samuel Prideaux Tregelles di Inggris juga menerbitkan Critical Text untuk menyerang TR. Kemudian Constanstin Tischendorf seorang yang menemukan naskah Codex Sinaiticus turut menerbitkan teks PB yang bersifat menyerang keakuratan TR.
Serangan yang kelihatannya memakan banyak korban adalah yang dilakukan Iblis melalui dua orang, yaitu Brooke Foss Westcott seorang Bishop gereja Anglikan, dan Fenton John Anthony Hort seorang dosen dari Cambridge University. Untuk mempersingkat nama mereka, biasanya hanya ditulis Westcott-Hort (WH). Mereka menerbitkan Critical Text (CT) untuk menyerang Textum Receptum (TR) pada tahun 1881. Mereka mendasarkan edisi yang mereka terbitkan pada naskah yang diberi nama (aleph) yang ditemukan di Sinai yang juga disebut Sinaiticus dan naskah yang diberi nama B yang kata mereka tersimpan di perpustakaan Vatikan.
Menurut Dr. D. A. Waite, antara CT hasil WH dibandingkan dengan TR yang sudah dipakai lebih dari 300 tahun terdapat 5604 perbedaan yang terdiri dari 1952 penghilangan (35%), 467 penambahan (8%) dan 3185 perubahan 57%. Dengan perubahan yang besar-besaran ini kelihatannya serangan terhadap firman Tuhan semakin serius dan intensif. Gelombang pertama yang tumbang berjatuhan adalah teolog-teolog Liberal di Jerman. Keraguan mereka terhadap firman Tuhan mulai muncul bahkan akhirnya mereka melihat Alkitab hanya sekedar buku sejarah. Mereka tidak percaya kepada kesanggupan Allah untuk memelihara firmanNya. Padahal Tuhan Yesus sudah mengatakan bahwa, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Lukas 21:33). Kalau Tuhan berjanji bahwa perkataanNya tidak akan berlalu, maka jelas sekali bahwa Ia akan memeliharanya.
Setelah teolog Jerman tumbang, kemudian angin pukulan CT melanda Eropa sehingga muncul berbagai kritik terhadap Alkitab (buku yang telah berjasa merubah orang-orang Eropa menjadi manusia bermoral). Akhirnya angin serangan terhadap Alkitab itu sampai juga ke Amerika. Bersama dengan itu muncul berbagai Alkitab bahasa Inggris terjemahan modern yang didasarkan pada naskah PB dari teks CT. Antara lain: English Revised Version=ERV (1881), American Standard Version=ASV (1901), New American Standard Version=NASV (1960), New English Version=NEV (1961), New International Version=NIV (1969).
Bagaimana dengan Alkitab bahasa Indonesia? Dulu Alkitab bahasa Indonesia (LAI-TL) diterjemahkan dari TR. Kelihatannya Alkitab Terjemahan Baru (LAI-TB) sedikit terpengaruh oleh CT dari WH. Banyak pembaca tidak menyadari maksud dibalik banyak ayat dalam Alkitab Terjemahan Baru yang diberi tanda kurung siku, contoh [...]. Sebagian dosen STT di Indonesia yang sudah terhembus angin Liberalisme mengatakan kepada murid-murid mereka bahwa ayat itu tidak ada dalam Alkitab bahasa aslinya. Penjelasan demikian tentu akan mengundang banyak pertanyaan susulan, yaitu siapa yang menambahkan dan mengapa ditambahkan? Contoh Kisah Para Rasul 8:37, I Yohanes 5:7,8 dan lain-lain.
Ternyata Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memberi tanda kurung siku pada ayat-ayat yang ada dalam teks TR namun tidak ada dalam teks CT. Tindakan demikian masih baik daripada menghilangkan ayat itu sama sekali. Namun sebenarnya tidak perlu diberi tanda kurung siku [...] karena itu adalah firman Tuhan. Jangan kita menganaktirikan ayat-ayat tertentu, karena itu adalah firman Tuhan yang telah Tuhan janjikan akan dipelihara sehingga tidak akan lenyap sekalipun langit dan bumi telah lenyap.
Teks Mana Yang Dipelihara Tuhan?
Karena adanya dua teks Alkitab bahasa asli yang berbeda, maka wajar sekali kalau orang bertanya, teks mana yang dipelihara Tuhan? Atau teks mana yang dipakai oleh Tuhan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang? Kiranya Tuhan memberi kita hikmat untuk menilai agar hasil penilaian kita tidak menjerumuskan orang-orang yang mencintai kebenaran.
Menilai Isinya
Sesungguhnya sama sekali tidak sulit untuk mengetahui teks mana antara TR dan CT yang dipelihara Tuhan untuk menjadi standar kebenaran bagi umatNya. Kita tahu bahwa kalau Tuhan memelihara teks itu, maka tentu tidak akan ada kesalahan-kesalahan yang konyol yang justru mengisyaratkan keterlibatan Tuhan di dalam prosesnya, melainkan Iblis.
Sejak edisi ke-3 dari Stephanus tahun 1550 dan edisi ke-4 yang terbit satu tahun kemudian dengan penambahan nomor pasal dan ayat, maka TR telah sempurna sampai hari ini. Ia diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa serta menjangkau banyak jiwa yang hilang. Berbagai pihak yang tidak beriman berusaha menyerangnya, namun mereka tidak menemukan kesalahan di dalamnya.
Sebaliknya CT yang diedit oleh Westcott dan Hort, dan yang kemudian diedit oleh Nestle dan Aland itu terdapat kesalahan yang sangat fundamental dan fatal. Misalnya dalam Injil Matius 1:7, di TR tertulis ”Abia memperanakkan Asa dan Asa memperanakkan Yosafat”. Tetapi dalam CT tertulis ”Abia memperanakkan Asaf dan Asaf memperanakkan Yosafat”. Kalau dicocokkan dengan PL jelas sekali bahwa anak Abia itu Asa bukan Asaf. Dan juga jelas sekali bahwa ayah Yosafat itu bukan Asaf melainkan Asa. Asaf itu bukan seorang raja melainkan seorang pemazmur.
Ketika fakta ini dikemukakan kepada para pendukung CT, dan mengatakan kepada mereka bahwa naskah yang mereka jadikan dasar sesungguhnya adalah naskah yang telah terkontaminasi, ternyata mereka tidak mau terima. Bukan hanya tidak mau menerima kritikan, malahan mereka menyalahkan Matius, dengan argumentasi bahwa naskah mereka tidak rusak, yang bikin kesalahan itu bukan penyalin naskah, melainkan Matius yang memang salah tulis. Mereka mengatakan bahwa ketika Matius menulis silsilah itu ia tidak mencocokkannya dengan catatan yang ada di Bait Allah. Bayangkan, mereka lebih membela penyalin naskah dan menyalahkan Matius.
Di sinilah iblis beraksi dan mengambil keuntungan dengan mengatakan bahwa Matius yang salah tulis bukan naskah mereka yang terkontaminasi, mengapa? Sebab, kalau Matius salah tulis, itu sama dengan Matius tidak diilhami Roh kudus, atau dengan kata lain bahwa para penulis Alkitab sebenarnya tidk diilhami Roh Kudus. Oleh sebab itu mereka bisa melakukan kesalahan dan salah satu contohnya adalah Matius. Masihkah kita perlu baca Alkitab kalau para penulisnya tidak diilhami. Untuk apa kita membaca nasehat orang-orang kuno yang tidak tahu tentang komputer dan pesawat ulang-alik? Tidakkah lebih baik kita membaca Novel dan cerita fiksi tulisan orang-orang modern? Lihatkah anda misi yang akan dicapai oleh Iblis dengan memunculkan Alkitab Bahasa Asli versi Critical Text model Westcott dan Hort? Ia sangat-sangat licik.
Selain kesalahan itu masih ada kesalahan-kesalahan lain. Contoh lain ialah catatan Injil Lukas 23:45 dimana TR mencatat matahari menjadi gelap (kai eskotiste ho helios) sedangkan CT mencatat gerhana matahari (tou helio ekleipontes eskiste). Perhatikan, TR mencatat matahari menjadi gelap eskotiste/skoti sedangkan CT mencatat gerhana ekleip. Apa yang dicatat CT itu adalah sesuatu yang dapat ditertawakan oleh setiap orang karena pada sekitar bulan April itu tidak mungkin ada gerhana matahari di wilayah itu, dan tidak ada gerhana matahari yang berjangka waktu tiga jam, yaitu dari jam 12.00 hingga jam 15.00.
Kita tahu bahwa Yohanes 1:18 berbunyi, ”Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.”
Menurut Textum Receptum (TR):
John 1:18 qeo.n ouvdei.j e`w,raken pw,pote\ o` monogenh.j ui`o,j (Anak yang Tunggal=Monogenes Huios) o` w'n eivj to.n ko,lpon tou/ patro.j evkei/noj evxhgh,sato
Menurut Critical Text (CT):
John 1:18 qeo.n ouvdei.j e`w,raken pw,pote\ monogenh.j qeo.j (Allah yang Tunggal=Monogenes Theos) o` w'n eivj to.n ko,lpon tou/ patro.j evkei/noj evxhgh,sato
Kedua ayat dalam bahasa Yunani di atas persis sama kecuali kata ui`o,j (anak) dalam TR diganti dengan kata qeo.j (Allah) dalam CT. Jadi menurut Critical Text (CT) Yohanes 1:18 itu bunyinya, “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Allah yang Tunggal, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.” Untuk hal yang sangat sepele ini, tanpa perlu belajar sampai tingkat doktor, bahkan cukup memiliki akal sehat saja sudah bisa menyadari bahwa yang benar itu bukan yang di Critical Text, melainkan yang di Textum Receptum.
Kisah Para Rasul 8:37 itu ternyata tidak ada di dalam Critical Text, melainkan ada di dalam Textum Receptum. Jadi menurut CT bunyi Kis 8:36-38 itu demikian,
8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.
CT tanpa ayat 37
[Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah."]
ada di TR Acts 8:37
ei=pen de. o` Fi,lippoj Eiv pisteu,eij evx o[lhj th.j kardi,aj( e;xestinÅ avpokriqei.j de. ei=pen Pisteu,w to.n u`io.n tou/ Qeou/ evinai to.n VIhsou/n Cristo,nÅ
Diperkirakan ayat 37 dari manuscript (Aleph) yang ditemukan di Sinai itu sengaja dihilangkan oleh para penyalin yang mempersiapkan naskah pertemuan Nicea yang akan dipimpin oleh Konstantin. Masalahnya karena gereja Katolik dibawah pimpinan Konstantin waktu itu sedang gencar-gencarnya mempromosikan baptisan bayi. Ayat 37 dari Kisah Para Rasul ini ternyata mengajarkan dengan tegas bahwa baptisan itu harus didahului pengakuan percaya, dan hal ini sangat bertentangan dengan praktek pembaptisan bayi. Demi menyenangkan Konstantin, oknum yang memerintahkan persidangan Nicea (Philip Schaff, History of the Christian Church (Grand Rapids: WM.B.Errdmans Publishing company, 1994), Vol III. p.349.), maka mereka menghilangkan Kisah 8:37. Bayangkan betapa beraninya mereka. Pasti apa yang Tuhan ucapkan atas mereka dalam Wahyu 22:19 akan menimpa mereka. Celakanya, ternyata para editor Critical Text lebih percaya bahwa ayat itu tidak ada daripada editor TR yang percaya bahwa ayat itu, yang terdapat di banyak manuscript lain adalah orisinil. Untunglah Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) masih percaya bahwa ayat itu ada, namun sayang diberi kurung siku.
Pembaca sekalian, tentu tidak diperlukan ratusan atau puluhan kesalahan untuk menyadari bahwa teks Alkitab PB bahasa asli CT itu bukan yang dipelihara Tuhan. Sehebat apapun usaha Iblis untuk menyembunyikan kesalahannya, toh kecolongan juga. Allah membiarkan satu dua kesalahan yang nyata dan telak agar orang-orang yang mencintai kebenaran bisa menjadikannya sebagai terang yang memberi hikmat untuk mengetahui Alkitab bahasa asli yang sungguh-sungguh dipelihara dan dipimpin Tuhan proses pengeditannya. Jika seorang yang tersesat di hutan sungguh berhikmat, setitik terang saja cukup baginya untuk menemukan jalan kembali ke kota, namun bagi yang akan binasa, dicari dengan lampu sorot sekalipun ia malah memilih bersembunyi.
Para Editornya
Westcott adalah seorang Bishop gereja Anglikan, gereja yang Doktrin Gereja (ecclesiology) nya hampir sama dengan Gereja Roma Katolik. Perbedaannya hanya Gereja Roma Katolik berpusat di Roma sedangkan gereja Anglikan berpusat di London. Dan Gereja Roma Katolik dikepalai Paus sedangkan gereja Anglikan dikepalai Raja atau Ratu Inggris. Sedangkan Hort adalah seorang dosen Universitas Cambridge. Dr. D.A. Waite yang meneliti buku-buku yang ditulis mereka menyimpulkan bahwa sesungguhnya mereka bukan seorang yang telah lahir baru.
In this study, I quote from their writings extensively and show form five of their books that they are apostates, liberals, and unbelievers. (Dr. D.A. Waite, Defending the King James Bible, Collingswood: The Bible for Today Press, 1992)
Selain Westcott dan Hort, siapa lagi di balik CT yang makin hari makin dominan itu? Critical Text yang hari ini banyak dipakai di Sekolah Teologi adalah edisi ke-26 yang disebut Nestle/Aland Greek New Testament, 26th edition. Eberhard Nestle dan Kurt Aland, kedua-duanya orang Jerman yang membentuk sebuah komisi yang terdiri dari Kurt Aland sendiri, Matthew Black seorang yang imannya diragukan, Carlo M. Martini seorang Kardinal gereja Katolik, Bruce Metzger dari Princeton, universitas yang sangat liberal, dan Alan Wigren dari Chicago. Mereka inilah yang mengatakan bahwa rasul Matius salah tulis karena tidak melihat catatan di Bait Allah sehingga yang seharusnya Asa namun ditulis Asaf, demi untuk membela konsep mereka bahwa naskah kuno yang mereka pakai adalah yang terbaik, yang tidak terjamah oleh tangan-tangan jahil.
Sebaliknya orang-orang yang mengedit TR adalah orang-orang yang mengasihi Tuhan. Desiderius Erasmus, yang sering dikritik karena humanis, adalah humanis abad pertengahan yang berusaha melepaskan diri dari kungkungan universalisme gereja Roma. Ia bukan humanis masa kini yang filosofinya berpusatkan pada manusia dan mengagungkan manusia. Sedangkan Stephanus adalah orang Protestan yang sangat mengasihi Tuhan, orang yang rela mengorbankan nyawa demi membela kebenaran. Apalagi Theodore Beza, teman dekat John Calvin, adalah tokoh reformasi yang sangat terhormat dan mengasihi Tuhan. Edisi Stephanus dan Beza-lah yang secara umum diterima oleh orang-orang percaya yang baru mendapat kebangunan rohani melalui gerakan reformasi. Edisi ke-4 Stephanus tahun 1551 yang telah dilengkapi pasal dan ayat telah menjadi berkat bagi jutaan orang, terlebih setelah dijadikan dasar untuk penerjemahan ke berbagai bahasa termasuk King James Version.
Tujuan Para Editor
Baik Erasmus, Stephanus, maupun Beza, mereka berusaha mewujudkan kitab PB bahasa asli hanya agar orang-orang percaya memiliki firman Tuhan di tangan mereka yang praktis, agar mereka dapat mempelajarinya dan memberitakannya. Mereka tidak memikirkan masalah hak cipta dan lain sebagainya. Hasil karya mereka menyebabkan banyak orang melihat terang Tuhan dan orang-orang itu diselamatkan. Masyarakat Eropa berubah total setelah reformasi dan tersedianya Alkitab dalam cetakan telah memungkinkan mereka membaca dan mempelajarinya. Tingkat moral masyarakat menjadi semakin tinggi demikian juga dengan tingkat kepatuhan mereka terhadap hukum. Setiap kali orang menyebut firman Tuhan, tentu yang dimaksud adalah TR atau terjemahannya pada masing-masing bahasa.
Namun setelah Westcott dan Hort menerbitkan edisi mereka, kebingungan mulai melanda, pertama-tama di kalangan intelektual karena mereka terpaksa harus memilih teks mana yang harus mereka jadikan patokan, dan akhirnya juga melanda seluruh kekristenan. Di Indonesia hal ini tidak terasa karena kita hanya memiliki satu versi Alkitab yaitu terbitan Lembaga Alkitab Indonesia. Tetapi bagi masyarakat yang berbahasa Inggris, dengan tersedianya berbagai versi Alkitab, maka agak kerepotan juga.
Pukulan yang paling menyakitkan ialah tertawaan dari pihak luar, misalnya pihak Islam, yang mengatakan bahwa Injil asli orang Kristen sudah tidak ada, yang ada sekarang adalah yang palsu. Adanya kesalahan pada teks Westcott dan Hort biasanya mereka jadikan bukti untuk statemen mereka. Mereka dapat mengatakan, ”lihat, nama silsilah saja salah catat, tidak salah toh kalau itu adalah yang palsu?”
Kehadiran CT telah menyebabkan perdebatan yang tidak ada habis-habisnya. Iblis mencatat sukses karena ia berhasil menggoncang dasar iman orang Kristen dan meletakkan batu sandungan terhadap sebagian orang yang belum percaya. Sebagian orang yang tidak memahami masalah ini sempat tersandung karena mereka dipaksa untuk mempertanyakan aspek human error dari teks bahasa asli yang ada pada saat ini. Tentu karena mereka tidak diberi informasi bahwa usaha pengeditan yang teliti telah dilakukan oleh Erasmus, Stephanus, Beza dengan membanding-bandingkan naskah demi naskah hingga akhirnya tidak ditemukan lagi kesalahan dan orang-orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus pun secara universal telah menerimanya.
Teks Yang Manakah Yang Adalah Otoritas Final?
Pada saat Alkitab terjemahan tidak jelas terhadap suatu masalah atau terdapat perbedaan antara satu terjemahan dengan terjemahan yang lain, kemanakah kita akan mencari otoritas final untuk menjelaskannya? Mau atau tidak mau, Alkitab bahasa asli adalah otoritas final untuk menyelesaikan masalah baik yang praktis maupun yang bersifat doktrinal.
Jika dunia kekristenan hanya memiliki satu versi Alkitab bahasa asli seperti keadaan abad 16, 17, dan 18, maka dengan gampang dan dengan kebulatan hati semua orang Kristen akan mengacu kepada Alkitab bahasa asli yang hanya satu itu. Kini setidaknya tersedia dua Alkitab bahasa asli yang didalamnya terdapat + 5604 perbedaan, maka dengan terpaksa setiap orang Kristen harus menetapkan versi manakah yang akan diakuinya sebagai Alkitab bahasa asli yang benar, atau otoritas yang final (The Final Authority).
Telah diuraikan di atas bahwa teks yang diakui, Received Text atau Textum Receptum (TR) yang diedit pertama kali oleh Erasmus dan diperlengkapi oleh Stephanus dan Beza adalah yang telah diperiksa dan ternyata tidak ditemukan kesalahan serta telah membawa berkat bagi penduduk dunia lebih dari 3 abad. Sedangkan Critical Text (CT) yang diedit oleh Westcott dan Hort serta diedit ulang oleh komite yang dipimpin oleh Nestle dan Aland ternyata terdapat kesalahan yang sangat konyol, yaitu Asa ditulis dengan Asaf. Masih ada banyak kesalahan lain lagi yang mereka akui, namun pada umumnya kesalahan itu mereka lemparkan kepada sang penulis untuk membangun asumsi bahwa penulis Alkitab tidak diilhami, atau bahwa Alkitab itu bukan buku istimewa melainkan sama seperti catatan sejarah lain.
Untuk membangun doktrin yang benar kita membutuhkan dasar yang benar. Doktrin alkitabiah adalah doktrin yang didasarkan hanya pada Alkitab saja. Lalu kalau diperhadapkan dua versi naskah PB Alkitab bahasa asli, yang manakah yang anda akan pilih? Kini banyak teolog telah kemasukan angin Liberalisme, demikian juga sekolah-sekolah teologia. Masalah Alkitab bahasa asli bisa menjadi salah satu faktor untuk mengenal aliran sebuah sekolah teologia. Rata-rata sekolah teologia aliran Liberal lebih senang memakai Critical Text (CT) karena ketika dosen di sekolah tersebut belajar ke luar negeri, ia sudah terlanjur masuk ke sekolah liberal dan yang memakai CT. Namun sekolah teologia aliran Fundamental tetap bertahan pada Received Text atau Textum Receptum yang tidak ada kesalahan dan telah mendatangkan banyak manfaat bagi umat manusia. Anda di pihak mana?
Sumber: Artikel 1-3 Seluruhnya ditulis dari Bab 8 buku DOKTRIN ALKITAB ALKITABIAH, Pdt. Suhento Liauw, DRE, D.Th, GBIA GRAPHE, cetakan 2, 2001, Jakarta, halaman 109-132
Tambahan dari Saya:
Mulai Oktober tahun 2007 sudah tercetak Alkitab terbitan Yayasan Lentera Bangsa (www.yalensa.org), yang bersumber pada naskah MT (naskah sumber berbahasa Ibrani untuk PL) dan TR (naskah sumber berbahasa Yunani untuk PB) serta The Interlinear Bible (Jay P. Green) yang diberi nama Kitab Suci Indonesian Literal Translation (KS-ILT).
Baca Perbandingan Hasil Terjemahan Alkitab LAI, NIV dengan KS-ILT dan KJV di SINI. Simpan dan pelajarilah artikel ini, mungkin suatu saat anda memerlukannya. Tuhan memberkati.