Showing posts with label atheis. Show all posts
Showing posts with label atheis. Show all posts

Tuesday, May 08, 2012

Berita Bulan JANUARI 2012

ATHEIS SEMENTARA YANG KASIHAN
(Berita Mingguan GITS 07 Januari 2012, sumber: www.wayoflife.org)
Berikut ini ditulis oleh Gembala Buddy Smith, Malenda, Queensland, Australia – “Christopher Hitchens, salah satu atheis yang paling militan di generasi kita baru-baru ini meninggal. Satu orang lagi atheis sementara yang kasihan. Perlu ada orang yang memberitahu kepada kalangan orang-orang tidak percaya modern bahwa tidak ada atheis di dalam pekuburan. Mengapa? Karena apapun pandanganmu, atheis akan hilang setelah mereka mati. Perhatikan pandangan Kristen tentang kematian seorang atheis. Menurut Alkitab, atheis akan pergi ke neraka setelah mereka meninggal, disiksa dalam penghakiman sambil menunggu pengadilan Aras Putih dan Lautan Api. Di neraka, sang atheis sudah mengetahui bahwa Allah Alkitab adalah nyata dan dia bertanggung jawab kepadaNya atas penolakannya terhadap Kristus. Seseorang yang mengetahui bahwa Allah telah menaruh dia di neraka karena dosa-dosanya, bukan lagi seorang atheis. Bisa jadi dia masih membenci Allah dan mengumpatNya, tetapi dia tidak bisa lagi menolak eksistensi Allah! Tidak ada atheis di neraka. Orang-orang Universalis (percaya semua orang diselamatkan), Unitarian (tidak percaya Tritunggal), dan modernis yang berpikiran kacau, mau agar kita percaya bahwa atheis masuk Surga, seperti semua orang lain (menurut mereka), tetapi tidak ada atheis di Surga. Tidak ada yang dapat datang kepada Bapa kalau tidak melalui Kristus, jadi tidak ada atheis di Surga. Tidak percaya Alkitab? Perhatikan pandangan atheis tentang kematiannya sendiri, dan kamu akan melihat bahwa atheisme adalah sesuatu yang sementara. Si atheis percaya bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian. Dia percaya bahwa dia akan menjadi tidak eksis pada saat dia mati. Jadi, jika dia tidak eksis lagi saat kematian, maka atheisme-nya juga berakhir pada saat kesadaran dirinya hilang. Dari pengakuan dirinya sendiri, kematian membuatnya menjadi atheis yang tidak eksis lagi, dan atheis yang tidak eksis bukanlah atheis! Adalah fakta bahwa tidak ada atheis dalam kekekalan.

Friday, April 27, 2012

MEMBANTAH KOMPROMI

Rasul  Paulus  menasihati  Timotius untuk menghindari “omongan yang kosong  dan  yang  tidak  suci  dan pertentangan-pertentangan  yang  berasal dari apa yang disebut pengetahuan” (1 Tim. 6:20).  Frase  “apa  yang  disebut  pengetahuan”  berasal  dari  bahasa  Yunani pseudonumos gnosis (ψευδώνυμος γνῶσις), atau  bisa  juga  kita  sebut  pseudo-science, “science  falsely  so  called”  (KJV),  sesuatu yang seolah-olah adalah  ilmu pengetahuan sejati,  tetapi yang  sebenarnya bukan.

Alkitab  mengklaim  dirinya  sebagai kitab yang diinspirasikan oleh Allah sendiri (2 Tim. 3:16), melalui kerja Roh Kudus di dalam  para  penulis manusia  (2 Pet.  1:21). Jadi,  walaupun  manusia  yang  menjadi penulis perantaranya, Allah  adalah penulis sejatinya. Oleh  sebab  itulah Alkitab maha benar,  karena  Allah  sebagai  penulisnya adalah  maha  benar.  Semua  pengajaran Alkitab  selalu benar,  seratus persen,  tanpa kesalahan sedikitpun. “Semua firman Allah adalah murni” (Ams. 30:5), termasuk di dalam hal ilmu pengetahuan. Alkitab memang bukan  buku  yang  ditulis  khusus  untuk berbicara  mengenai  ilmu  pengetahuan, tetapi semua referensi di dalam Alkitab yang berkaitan dengan sains adalah benar. Allah yang menciptakan hukum-hukum  alam  itu sendiri  tidak  akan  berbuat  kesalahan mengenai hukum-hukum  tersebut.

Sunday, July 26, 2009

Berita Mingguan 25 Juli 2009

ATHEIS TERKENAL MENGATAKAN BAHWA DUNIA MUNGKIN SAJA DIDESAIN OLEH ALIEN
Dalam sebuah wawancara dengan Ben Stein di film dokumenter berjudul Expelled: No Intelligence Allowed, Richard Dawkins sang atheis mengakui bahwa mungkin saja ada "desain intelijen." Dawkins, penulis dari buku The God of Delusion, adalah seorang atheis yang mencoba dengan sangat konyol memerangi sang Mahakuasa. Ia menyebut Allah dalam Alkitab sebagai "karakter yang paling tidak menyenangkan dalam semua fiksi" dan seorang "tukang pukul yang jahat dan tidak dapat ditebak." Ben Stein menanyakan Dawkins, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi? Bagaimana semuanya terjadi?" Dawkins menjawab, "Tidak seorangpun tahu bagaimana ini semua terjadi. Kita tahu kejadian apa yang pastinya memulai kehidupan. Yaitu permulaan molekul pertama yang dapat menggandakan diri." Stein bertanya, "Menurutmu berapa kemungkinannya bahwa desain intelijen ternyata adalah jawaban atas beberapa isu dalam bidang genetika?" Terhadap pertanyaan ini, Dawkins memberikan jawaban berikut yang mencengangkan: "Bisa saja di suatu waktu sebelumnya, di suatu tempat di alam semesta ini, suatu kebudayaan berevolusi, mungkin menurut metode-metode Darwin,kepada suatu tingkat teknologi yang sangat-sangat tinggi, dan mereka mendesain bentuk kehidupan yang lalu mereka tanamkan di planet ini. Ini adalah suatu kemungkinan dan kemungkinan yang menarik, dan saya rasa anda mungkin saja menemukan bukti untuk itu jika anda melihat detil- detil biokimia dan biologi molekuler, anda mungkin menemukan tanda-tanda seorang desainer. Dan desainer itu bisa saja adalah intelijen yang lebih tinggi yang berasal dari tempat lain di alam semesta. Intelijen yang lebih tinggi itu tentunya harus muncul dari suatu proses yang pada akhirnya tidak dapat kita jelaskan. Tidak mungkin itu muncul menjadi eksis dengan spontan begitu saja."Jadi, Richard Dawkins mengakui bahwa kehidupan tidak mungkin muncul menjadi eksis dengan begitu saja, bahwa ada bukti akan seorang desainer yang intelijen, tetapi karena ia telah menolak Tuhan Alkitab, ia masuk ke area abu-abu dan tidak jelas mengenai "alien."Dan ini adalah orang yang sama yang mengolok-olok orang-orang yang percaya Tuhan. Tidak ada orang yang lebih buta daripada orang yang menolak untuk melihat. "Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya" (2 Petrus 3:3).