Thursday, July 30, 2009

DOKTER LO SIAW GING: TAK SUDI BERDAGANG

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Kamis, 16 Juli 2009 | 09:40 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Sonya Helen Simbolon

Ketika biaya perawatan dokter dan rumah sakit semakin membubung tinggi, tidak ada yang berubah dari sosok Lo Siaw Ging, seorang dokter di Kota Solo, Jawa Tengah. Dia tetap merawat dan mengobati pasien tanpa menetapkan tarif, bahkan sebagian besar pasiennya justru tidak pernah dimintai bayaran.

Maka, tak heran kalau pasien-pasien Lo Siaw Ging tidak hanya warga Solo, tetapi juga mereka yang berasal dari Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Klaten, Boyolali, dan Wonogiri. Usianya yang sudah menjelang 75 tahun tak membuat pria itu menghentikan kesibukannya memeriksa para pasien.

Monday, July 27, 2009

INJILI SINYAL YANG MEMBINGUNGKAN

Dr. Alberto Rivera, seorang mantan imam Jesuit Katolik mengungkapkan banyak hal tentang Katolik dan ordo Jesuit yang bisa membuat kita terperanjat dalam buku-bukunya. Ia mengungkapkan tentang berbagai agenda rahasia ordo Jesuit yang dijalankan dalam hentakan-hentakan sejarah seperti perang dunia II dengan agenda pembunuhan orang Yahudi bahkan masalah pembunuhan presiden Abraham Lincoln.

Salah satu tujuan Ordo Jesuit didirikan oleh Ignasius dari Loyola adalah membawa kembali "saudara" yang memisahkan diri, yaitu kaum Protestan. Mereka bekerja lebih dahsyat dari CIA, KGB, bahkan Mossad. Mereka bisa menyusup masuk ke berbagai denominasi kekristenan dengan agenda semua denominasi harus digiring kembali ke bawah tongkat seorang yang memakai topi runcing seperti kipas dalang pewayang itu.

Kelompok Liberal memang sudah lama dicucuk hidung dan sudah berhasil digiring sekehendak hati mereka. Karena targetnya adalah semua, tentu mereka tidak akan puas kalau baru berhasil mendapatkan sebagian. Bahkan bukan hanya denominasi kekristenan saja yang menjadi target penundukan mereka, melainkan semua agama harus berada di bawah cengkeraman mereka. Tentu bukan jalan-jalan pelesiran ketika pemakai jubah putih mengunjungi Timur Tengah bahkan mencium tanah di Mesjid Al Aqsa di gunung Moria.

Sunday, July 26, 2009

Berita Mingguan 25 Juli 2009

ATHEIS TERKENAL MENGATAKAN BAHWA DUNIA MUNGKIN SAJA DIDESAIN OLEH ALIEN
Dalam sebuah wawancara dengan Ben Stein di film dokumenter berjudul Expelled: No Intelligence Allowed, Richard Dawkins sang atheis mengakui bahwa mungkin saja ada "desain intelijen." Dawkins, penulis dari buku The God of Delusion, adalah seorang atheis yang mencoba dengan sangat konyol memerangi sang Mahakuasa. Ia menyebut Allah dalam Alkitab sebagai "karakter yang paling tidak menyenangkan dalam semua fiksi" dan seorang "tukang pukul yang jahat dan tidak dapat ditebak." Ben Stein menanyakan Dawkins, "Siapa yang menciptakan langit dan bumi? Bagaimana semuanya terjadi?" Dawkins menjawab, "Tidak seorangpun tahu bagaimana ini semua terjadi. Kita tahu kejadian apa yang pastinya memulai kehidupan. Yaitu permulaan molekul pertama yang dapat menggandakan diri." Stein bertanya, "Menurutmu berapa kemungkinannya bahwa desain intelijen ternyata adalah jawaban atas beberapa isu dalam bidang genetika?" Terhadap pertanyaan ini, Dawkins memberikan jawaban berikut yang mencengangkan: "Bisa saja di suatu waktu sebelumnya, di suatu tempat di alam semesta ini, suatu kebudayaan berevolusi, mungkin menurut metode-metode Darwin,kepada suatu tingkat teknologi yang sangat-sangat tinggi, dan mereka mendesain bentuk kehidupan yang lalu mereka tanamkan di planet ini. Ini adalah suatu kemungkinan dan kemungkinan yang menarik, dan saya rasa anda mungkin saja menemukan bukti untuk itu jika anda melihat detil- detil biokimia dan biologi molekuler, anda mungkin menemukan tanda-tanda seorang desainer. Dan desainer itu bisa saja adalah intelijen yang lebih tinggi yang berasal dari tempat lain di alam semesta. Intelijen yang lebih tinggi itu tentunya harus muncul dari suatu proses yang pada akhirnya tidak dapat kita jelaskan. Tidak mungkin itu muncul menjadi eksis dengan spontan begitu saja."Jadi, Richard Dawkins mengakui bahwa kehidupan tidak mungkin muncul menjadi eksis dengan begitu saja, bahwa ada bukti akan seorang desainer yang intelijen, tetapi karena ia telah menolak Tuhan Alkitab, ia masuk ke area abu-abu dan tidak jelas mengenai "alien."Dan ini adalah orang yang sama yang mengolok-olok orang-orang yang percaya Tuhan. Tidak ada orang yang lebih buta daripada orang yang menolak untuk melihat. "Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya" (2 Petrus 3:3).

Friday, July 24, 2009

SELAMAT SBY-BOED PEMENANG PILPRES

Pemenang PEMILU Pilpres telah kita ketahui bersama yaitu SBY-Boediono.
Berikut Jumlah suara masing2 pasangan:


Saya mengucapkan selamat atas terpilihnya SBY kembali sebagai Presiden RI yang didampingi Wapres barunya Prof. Boediono.
Tantangan bangsa ke depan tidak mudah, janji2 yg belum terpenuhi oleh SBY harus dibuktikan dan direalisasikan dalam 5 tahun ke depan. Satu yang sangat saya sayangkan adalah kacaunya DPT dan buanyaknya pelanggaran PEMILU Pilpres, tercatat Tim JK-Win berhasil mendata 160an kasus pelanggaran Pilpres.


Jadi, kemenangan SBY-Boediono sedikit ternoda akibat Pelaksanaan PEMILU dari Pileg sampai Pilpres yang memang penuh kelemahan dan kekacauan dalam soal DPT serta pelanggaran2 yg terjadi. Namun, bagaimanapun, nasi sudah menjadi bubur, mustahil kita untuk membatalkan PEMILU dan mengulangnya. Yang bisa dilakukan hanyalah berusaha agar 5 tahun ke depan, semua anggota KPU lebih profesional dan Presiden selaku otoritas tertinggi ikut mengawal dan mengawasi kinerja KPU selain adanya BAWASLU.

so LANJUTKAN perjuangan anda SBY-Boediono.
Untuk Prabowo, anda punya waktu 5 tahun mulai dari sekarang mulailah TEBAR PESONA seperti SBY yg sudah sangat sukses melakukannya dengan PENCITRAAN yg melekat sampai ke hati sanubari rakyat. Orang yg kritis biasanya hanya segelintir itupun biasanya mahasiswa, pengamat politik, dan tim sukses. Jadi, easy going saja. Anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu.

Mari katakan bersama, SAYA TIDAK TAKUT! (Terorisme gitu lho).

Saturday, July 18, 2009

Berita Mingguan 18 Juli 2009

PAUS MENYERUKAN "OTORITAS POLITIK DUNIA"
Dalam sebuah surat ensiklik yang baru, Paus Benediktus XVI menyerukan agar sebuah "otoritas politik dunia" menangani ekonomi global. Surat ensiklik tersebut, "Caritas in Veritate" ("Kasih dalam Kebenaran"), menyerukan lebih banyak lagi redistribusi kekayaan dan juga "redistribusi sumber daya tenaga." "Otoritas politik dunia" yang divisikan oleh Paus akan memiliki kuasa untuk memaksa bangsa-bangsa antara lain untuk meredistribusikan kekayaan mereka dan menurunkan konsumsi tenaga mereka. Paus berkata, "Tentu saja ia harus memiliki otoritas untuk memastikan semua anggotanya taat kepada keputusan-keputusan nya..." (Reuters, 7 Juli 2009). Faktanya, intervensi pemerintah di dalam pasar bebas memang sudah memainkan peranan yang besar dalam krisis finansial ini (misal pemerintah Amerika yang mengharuskan pinjaman pembelian rumah diberikan kepada orang-orang yang tidak memenuhi syarat). Sebuah pemerintah global bukanlah solusi untuk masalah manapun, tetapi waktunya memang sudah matang untuk dimulainya fondasi kerajaan global antikristus dan tidak ada yang dapat menghalanginya. Jika paus benar-benar peduli dengan orang miskin dan benar-benar berpikir bahwa uang dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, ia mestinya melikuidasi aset-aset Gereja Katolik yang sangat besar dan mendonasikannya.

Wednesday, July 15, 2009

SAKSI JEHOVAH: SINYAL YANG MEMBINASAKAN

Seandainya dari awal Saksi Jehovah masuk Indonesia seperti denominasi lain, tanpa dihimpit oleh pemerintah, maka mungkin mereka akan hanya memiliki beberapa beberapa gereja seperti Mormon dan Christian Science. Terlebih lagi jika gereja-gereja Protestan membekali anggota jemaat tentang poin-poin kesesatan Saksi Jehovah, maka mereka pasti tidak bisa mendapatkan banyak orang.

Namun kelompok Protestan telah salah sikap, memakai tangan pemerintah meng­hadang mereka di permukaan, sehinggamemaksa mereka bergerak di bawah. Akhirnya bukan rahasia lagi bahwa mereka berjalan dua-dua orang memasuki rumah orang Kristen, mempertanyakan komposisi iman mereka, dan mulai memasukkan pengajaran mereka. Hasilnya, jumlah mereka tak terhitung, dan jaringan mereka menggurita.

Kebiasaan menggunakan tangan pemerintah bukan hanya tidak efektif bahkan selain membuktikan yang bersangkutan tidak memiliki argumentasi, juga menciptakan tantangan bagi yang dihimpit untuk berjuang lebih keras. Sepatutnya gereja yang merasa dirinya lebih alkitabiah dari Saksi Jehovah menyelenggarakan seminar, dan menerbitkan berbagai traktat dan buklet untuk memperkuat iman jemaat dan menjelaskan poin-poin kesalahan pengajaran Saksi Jehovah.

Sejarah Singkat Saksi Jehovah

Charles Taze Russel lahir 16 Februari 1852, Pittsburgh, Pennsylvania. Sejak remaja Ia sangat menentang adanya Neraka yang menghukum orang, dan ia sangat menentang institusi agama (gereja). Pada saat umur 18, tahun 1870 ia mengumpulkan orang-orang untuk pelajaran Alkitab, dan pada tahun 1878 kelompok PA-nya mentahbiskannya sebagai Pastor.

Dari tahun 1876 hingga 1878 Russell adalah seorang asisten editor dari sebuah majalah bulanan di Rochester, New York. Kemudian ia berhenti karena kontroversi dari tulisannya tentang Penebusan Kristus. Setelah meninggalkan posisi asisten editor, Russell menerbitkan The Herald of the Morning (1879), yang hari ini berkembang menjadi The Watchtower Announcing Jehovah's Kingdom. Diawali dengan oplah 6000 examplar menjadi 20 juta dan diterjemahkan ke lebih seratus bahasa. Terbitan lain dari Watchtower yang berjudul Awake! dicetak lebih 15 juta examplar dan diterjemahkan ke lebih dari tiga puluh bahasa.

Namun C.T. Russell adalah seorang yang sangat percaya diri, sekalipun ia hanya sekolah sampai kelas-7 (SMP kelas satu), namun ia berusaha mengajar dan memimpin. Sangat tidak heran kalau pengajarannya hanya kebenaran yang parsial bukan kebenaran harmonis yang ditafsir­kan dari seluruh ayat Alkitab dan melalui per­timbangan arti kata dalam bahasa aslinya.

Pada bulan Juni 1912, Gembala Gereja Baptis James Street, Hamilton, Ontario, Rev. J. J. Ross, menerbitkan sebuah pamflet yang isinyamengupas kehidupan moral yang tidak beres dan pengetahuan theologi yang cetek dari C.T. Russell. Tentu Russell kebakaran jenggot dan menuntut Ross ke pengadilan atas tuduhan menghina seseorang. Tetapi tanpa disangka oleh Russell ternyata tuntutannya akhirnya menjadi bumerang yang mempermalukan dirinya amatsangat. Karena ternyata pengadilan memenang­kan Rev. Ross, berhubung semua yang dituliskan oleh Rev. J.J. Ross tentang Russell terbukti benar. Bahwa Russell bukan kepala keluarga yang baikkarena bercerai dengan istrinya, bahwa ia tidak pernah mengecap pendidikan tinggi yang cukup, tidak pernah sekolah theologi, dan bahwa ia tidakmengerti bahasa Ibrani maupun Yunani.

Lucunya ketika Russell ditanya, apakah ia mengerti bahasa Yunani, ia menjawab mengerti. Dan kemudian pengacara membukakan kitab bahasa Yunani dan memintanya membaca satu kata yang paling atas dan dia tidak dapat melaku­kannya. Tentu semua orang yang ada dalam ruang sidang menertawakannya. Dan akhirnya ia harus dengan wajah yang sangat malu mengaku bahwa ia tidak mengerti bahasa Yunani. [Walter Marth, The Kingdom of the Cults, Miniapholis: Bethany House Publishers, 1985, pp 42-47].

Fakta yang sangat mengherankan lagi adalah Russell tidak pernah ditahbiskan oleh organisasi apapun namun menyebut dirinya, dan disebut oleh pengikutnya "Pastor". Walter Marth berkata bahwa sebagai pengkhotbah ia memukau banyak orang, namun sebagai theolog ia tidak memukau siapapun terutama theolog yang terpelajar. Ia tidak memiliki argumentasi theologi yang memiliki dasar, melainkan hanya mengandalkan keberanian dan spekulasi serta kepintaran mengolah kata-kata, berani membuat pernyataan, bahkan berani mengajarkan hal-hal yang bertolak belakang dengan kebanyakan gereja tanpa argumentasi yang mamadai.

Dalam terbitan The Watchtower, 15 September 1910, halaman 298, Russell menyatakan bahwa orang- orang cukup membaca tulisannya, tidak perlu membaca Alkitab karena tulisannya telah menjelaskan Alkitab bahkan adalah sama dengan Alkitab. Ia berkata kepada pengikutnya bahwa mereka tidak akan sanggup memahami Alkitab dengan jelas dan Ia memahaminya dan akan menjelaskannya untuk mereka. Menurut Russell jika semua orang mengaminkan pengajarannya maka umat manusia akan segera masuk ke dalam sebuah kerajaan yang penuh damai. Jualannya laku keras karena tidak lama kemudian terjadi konflik yang memimpin ke Perang Dunia I. Jualannya lebih laku lagi setelah PD I karena banyak orang yang mengalami depresi oleh PD I.

Setelah kematian C.T. Russell pada tanggal 31 Oktober 1916, selanjutnya Komunitas Menara Pengawas (Watchtower Society) dipimpin oleh Joseph Franklin Rutherford, seorang hakim di kota Boonville, Missouri. Ia adalah seorang yang sangat hebat dalam menulis. Dalam hidupnya ia telah menulis lebih dari seratus buku. Sesungguhnya selain Russell dialah orang yang paling berjasa dalam memba­ngun ajaran sesat Saksi Jehova ini. Pada zaman Russell kumpulan mereka belum disebut Saksi Jehova (SJ). Nama ini diperkenalkan pada masa Rutherford. Kemudian ia meninggal 8 Januari 1942 di Kalifornia karena kanker.

Segera sesudah kematian Rutherford mereka memilih Nathan Homer Knorr se­bagai presiden dari kelompok ajaran sesat Saksi Jehova ini. Knorr adalah rektor dari Gilead Missionary Training School, di New York. GMTS ini tidak menitik berat pada pembahasan Alkitab secara benar melain sekedar pusat latihan (training) bagi pasukan penjual buku yang mengetuk pintu demi pintu. Mereka tidak menghasilkan theolog yang bisa berpikir melainkan hanya mengandalkan tulisan pemimpin mereka yang telah berupa traktat dan buku. Knorr meninggal bulan Juni 1977 kemudian kepemimpinan di bidat Saksi Jehovah dipegang oleh Frederick W. Franz, seorang yang sudah sangat dikenal di kalangan mereka.

Penyimpangan Pengajaran Mereka

Kita merasa sangat kasihan pada orang-orang yang menyerahkan nasib akhir mereka kepada pengajaran dari hasil penafsiran orang yang tidak pernah sekolah theologi, tidak bisa membaca tulisan bahasa asli Alkitab, yang masa kecilnya pernah mengalami tekanan sehingga tanpa alasan ia menyatakan Neraka itu tidak ada. Tentu bukan maksud saya bahwa orang yang tidak pernah sekolah theologi dan tidak bisa baca tulisan bahasa asli tidak akan bisa menafsirkan Alkitab dengan benar, tetapi jika seseorang berani membuat sebuah kesimpulan yang sangat bertentangan dengan pendapat kebanyakan orang ia harus memiliki dasar yang sangat kuat. Kesimpulannya harus pada bahasa asli Alkitab karena Alkitab terjemahan memiliki resiko perubahan arti kata sehubungan kekayaan bahasa yang berbeda antara satu bahasa dengan yang lain.

Pengajaran SJ ini jelas adalah hasil sebuah kesalahfahaman dari berbagai ayat Alkitab. Ia bagaikan faham komunisme yang diindoktrinasikan oleh pemimpin pemimpin mereka ke bawahan sedemikian intens dan sistematis sehingga terpatri ke dalam hati anggota mereka seperti orang ko munis memegang teguh faham komunisme mereka.

Pertama, dari pemilihan nama Saksi Jehova (SJ) itu sudah awal dari bukti ketidakfahaman mereka terhadap konsep kekristenan yang alkitabiah. Nama Jehova adalah nama yang dipilih oleh Sang Pencipta sebagai nama (simbol) dirinya ketika Ia memperkenalkan diri kepada manusia terutama kepada bangsa Israel. Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa maka manusia tidak bisa hidup bersama Allah yang mahakudus. Dosa harus diselesaikan, dan penyelesaian dosa hanya dengan penghukuman. Allah berjanji mengirim Juruselamat untuk dihukumkan mengganti kan manusia. Sementara Sang Juruselamat belum tiba, Allah perintahkan ibadah simbolik untuk menggambarkan-Nya. Nah, sehubungan dengan kebutuhan ibadah simbolik inilah nama Jehovah diberikan sebagai simbol yang menunjuk kepada Sang Pencipta.

Ketika janji Allah akan pengiriman Juruselamat digenapi, yaitu kedatangan Sang Juruselamat, yang adalah pribadi Allah sendiri, Ia tidak memakai nama Jehova melainkan memakai nama Yesus, yang artinya Juruselamat. Kalau mereka mengerti kebenaran seharusnya mereka menamakan perkumpulan mereka sebagai Saksi Yesus, bukan Jehova. Kalau mereka mau menjadi Saksi Jehova seharusnya mereka lahir di zaman sebelum penggenapan janji Allah.

Kedua, kesalahfahaman tentang pribadi Yesus yang adalah Allah dalam tubuh manusia. Bukan cuma satu-dua ayat melainkan sangat banyak ayat yang langsung maupun tidak langsung menyatakan bahwa Yesus Sang Juruselamat adalah pribadi Sang Pencipta atau Jehova itu sendiri.

Ketika Yohanes Pembaptis ditanya siapakah dia sesungguhnya, ia berkata bahwa ia bukan Mesias tetapi ia adalah "suara yang berseru-seru: Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN (Bahasa Ibrani dibalik kata TUHAN adalah Jehovah), luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!" (Yes.40:3). Siapakah yang dimaksudkan oleh Yesaya dengan Jehovah yang dipersiapkan jalannya oleh Yohanes Pembaptis? Yesus Kristus adalah yang memperkenalkan diri dengan nama Jehovah dalam PL, dan kemudian memperkenalkan diri dengan nama Yesus. Bedanya hanya ketika memperkenal- kan diri sebagai Jehovah dilakukan di tengah badai dan guntur sedangkan ketika memperkenalkan diri sebagai Yesus melalui kelahiran dan pertumbuhan sejak bayi. Yohanes Pembaptis menyatakan bahwa ia datang untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus dan mengutip Yesaya 40:3, dengan demikian menyatakan bahwa Yesus adalah Jehova yang datang mengenakan daging.

Kepada siapakah ayat ini dimaksud, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai."(Yes.9:6)? Siapakah yang dimaksudkan oleh nabi Yesaya dengan " Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai"?

Dan di dalam kitab PB, I Yohanes 5:20 dengan jelas menyatakan bahwa Yesus adalah Allah (theos), " . . . di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal. Bagaimanakah mungkin ada seorang yang jujur dan setia kepada ayat-ayat Alkitab yang bisa menyimpulkan bahwa Yesus Kristus bukan Allah yang menjadi manusia (Fil.2:5).

Namun itulah faham yang diciptakan oleh Russell yang katanya berdasarkan Alkitab, padahal pengajarannya hanya berdasarkan beberapa ayat Alkitab yang mengekpos kemanusiaan Kristus, untuk membangun sebuah komunitas pengikut yang kemudian oleh Rutherford disebut Saksi Jehovah. Karena"pasukan"nya selalu mendapat tantangan dari orang-orang yang mengerti Alkitab, dan mereka seringkali kehilangan kata-kata, maka belakangan baik yang di USA maupun yang di Indonesia, mereka menerbitkan Alkitab dengan mengubah kata-kata Alkitab untuk disesuaikan dengan pemahaman mereka.

Seorang pengikut SJ berkata kepada penulis bahwa dia tidak temukan organisasi kekristenanyang lebih rapi dari SJ, maka dia senang dan meyakini bahwa mereka benar. Bukankah komunisme di Rusia di bawah Stalin dan Lenin lebih rapi dan di China di bawah Moa lebih rapi, dan bukankah Katolik di bawah kepausan mereka jauh lebih rapi? Masalahnya tentu bukan pada rapinya melainkan pada kesesuaiannya dengan Alkitab, dan bukan sesuai dengan sebagian ayat Alkitab, melainkan harus sesuai dengan seluruh ayat Alkitab.

Menurut Walter Martin, dalam buku The Kingdom of the Cults, kelompok SJ telah berani sekali menyimpangkan topik-topik utama pengajaran kekristenan, mengajarkan bahwa tidak ada Neraka padahal Tuhan lebih banyak menyebut Neraka daripada Sorga di dalam Alkitab. Karena Tuhan sangat memperi ngatkan orang akan Neraka sehingga Ia berkata, "Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka"(Mat.5:29-30). Namun kelompok SJ menyangkali keberadaan neraka, kemung kinan agar orang-orang lebih berani menjadi pengikut mereka karena tidak ada resiko akan masuk Neraka.

Pembaca yang kami kasihi, penulis tahu bahwa dengan buletin setipis ini mustahil bisa mengungkap seluruh penyimpangan kelompok Saksi Jehova (SJ). Uraian singkat ini hanya sekedar merangsang pembaca untuk menyelidikilagi kelompok-kelompok yang telahmemberi sinyal yang salah, sehingga kalaudi analogikan dengan sinyal kendaraan, mereka telah dan akan menyebabkan malapetaka kecelakaan yang dahsyat. Kiranya Tuhan memberi hikmat kepada pembaca serta kemampuan untuk mema hami kebenaran dan mengidentifikasi sinyal-sinyal yang menyesatkan. *** (Jurnal Pedang Roh 60 Juli-Sept 2009)

Tuesday, July 14, 2009

SINYAL YANG SALAH

Kejatuhan Manusia
Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak bisa hidup bersama Allah yang maha kudus di Sorga yang maha kudus. Di dalam hati manusia pernah muncul keinginan jahat untuk menyamakan dirinya dengan Allah. Manusia pernah menyangsikan Allah dan mempercayai iblis. Kejahatan ini harus dihukumkan baru bisa selesai. Sifat kemahaadilan Allah tidak bisa membiarkan kesalahan tanpa mendapatkan penghukuman. Penghukuman yang telah diumumkan Allah ialah hukuman mati.

Namun karena kasih Allah yang sangat besar, Ia merencanakan untuk mengirim Juruselamat yang akan dihukumkan. Adam dan Hawa harus mengaku salah dan menyesali kesalahan (bertobat), dan percaya kepada janji Allah bahwa Ia akan kirim Juruselamat untuk menggantikan mereka dihukumkan. Mereka pernah tidak percaya kepada Allah. Selanjut­nya jika mereka mau dosa mereka terhitung ditanggungkan pada Sang Juruselamat maka mereka harus percaya. Mereka harus bertobat dan percaya kepada Juruselamat yang dijanjikan. Dan sebagai tanda percaya mereka harus melakukan ibadah simbolik yang menggambarkan penghukuman yang akan dijatuhkan kepada Sang Juruselamat dengan menyembelih seekor binatang di atas mezbah sambil mengaku salah. Ibadah ini akan selalu mengingatkan mereka pada janji Allah.

Monday, July 13, 2009

Download Buku Terbaru Kwik Kian Gie


Klik pada Gambar, buku INDONESIA MENGGUGAT Jilid 2?

Berita Mingguan 11 Juli 2009

Sumber: Way of Life Ministry, Friday Church News Notes
Penerjemah: Dr. Steven E. Liauw
Graphe International Theological Seminary
Untuk berlangganan, kirim email ke: gits_buletin-subscribe@yahoogroups.com

EKUMENITAS RICK WARREN YANG BERBAHAYA
Rick Warren, gembala sidang dari Saddleback Church di California selatan, baru-baru ini membawa agenda ekumenisnya yang radikal ke hadapan konvensi tahunan Masyarakat Islam Amerika Utara. Ia mendorong para Muslim untuk bergabung dengannya dalam “proyek-proyek antar-agama.” Walaupun Warren memberitahu gerejanya bahwa ia sedang meniru Yesus dengan cara berpidato di hadapan konvensi Muslim, pada kenyataannya dia mengkhianati Yesus. Dalam sebuah surat kepada “keluarga Saddleback,” Warren mengatakan, “Jika engkau mau memiliki pelayanan yang seperti Kristus, engkau harus mengasosiasikan diri dengan orang-orang sebagaimana Yesus lakukan – yaitu dengan orang-orang tidak percaya!” Benar bahwa Yesus berasosiasi dengan orang-orang tidak percaya, karena Ia “datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk. 19:10). Yesus makan dengan orang berdosa dan juga orang-orang Farisi, tetapi Ia tidak muncul di hadapan konferensi Farisi dan Saduki atau para penyembah berhala untuk meminta mereka bergabung denganNya dalam pelayanan bersama kegiatan sosial. Sebaliknya, Kristus menyatakan bahwa Dialah satu-satunya jalan keselamatan dan memperingatkan bahwa mereka yang mencoba untuk mendekat Allah dengan cara lain adalah pencuri dan perampok (Yoh. 14:6; 10:1-11). Ia menkhotbahkan pertobatan dan menegur orang karena tidak bertobat (Mark. 1:15; Luk. 13:1-5; 10:13; 11:32). Ia memperingatkan terus menerus akan api neraka yang kekal (mis. Mat. 5:22, 29, 30; 10:28; 11:23; 13:40-42; 23:33; 25:41; Mar. 9:43-48; Luk. 10:15; 16:23). Rick Warren bukanlah mengikuti teladan Kristus, karena ia menahan diri untuk berkhotbah seperti Kristus berkhotbah. Jika Warren mencontohi Yesus, ia tidak akan diundang berkali-kali untuk berbicara di forum-forum besar dunia. Yesus hanya populer dengan orang banyak sampai mereka mendengar pesanNya (Yoh. 6:60-66); setelah itu mereka ingin menyalibkanNya! Rick Warren sering mengeluh bahwa ia dianiaya oleh para “fundamentalis” yang menentang filosofi kontemporer, ekumenikalnya, tetapi seperti juga para pengkompromi di mana-mana, ia tidak dapat membedakan antara teguran yang saleh dengan penganiayaan. Dalam sebuah surat pastoral yang baru-baru ini dia tulis, Warren mengatakan, “Setiap kali saya berbicara kepada grup non-Kristen manapun, saya dikritik oleh orang-orang percaya yang bermaksud baik tetapi yang tidak benar-benar mengerti seberapa Yesus mengasihi orang-orang terhilang. Mereka lebih peduli pada kesan kemurnian diri mereka sendiri daripada keselamatan orang-orang yang bagi siapa Kristus telah mati.” Ini adalah fitnah. Para pengritik Warren yang Kristen konservatif mengerti seberapa besar Yesus mengasihi orang-orang terhilang, tetapi mereka juga mengerti bahwa orang-orang terhilang tidak akan diselamatkan oleh agenda sosial yang ekumenis, melainkan oleh pemberitaan Injil, dan faktanya adalah Rick Warren tidak memberitakan Injil kepada Masyarakat Islam Amerika Utara.

SEBUAH GEREJA YANG MENYAMBUT ANJING
Gereja Komunitas Kota di Austin, Texas, secara literal menyambut “semua orang dan anjing mereka” ke kebaktian. Jamis Patterson, seorang anggota gereja tersebut berkata, “Sungguh menyenangkan memiliki gereja yang mengadopsi gaya hidup anda dan hal-hal yang penting bagi anda” (”Church Opens Doors to Furry Creatures,” KXAN.com, 6 Juli 2009). Gereja-gereja kontemporer membiarkan orang menyimpang berhala-berhala modern berupa fashion, musik pop, olahraga, dan kesenangan yang tidak sehat terhadap binatang peliharaan. Ketika Tuhan Yesus Kristus memerintahkan agar Injil diberitakan kepada “semua makhluk,” Dia tidak mengacu kepada binatang. Manusia terpisah dari binatang karena ia diciptakan dalam gambar Allah dan ia sendirilah yang memiliki jiwa hidup yang akan terus eksis selama kekekalan di surga atau neraka (Kej. 1:26-27). Ketika binatang mati, mereka mati begitu saja.
Editor: Membiarkan binatang peliharaan ikut kebaktian adalah suatu tindakan yang sangat tidak berhikmat. Hal ini sama sekali tidak bermanfaat, dan sebaliknya akan menimbulkan berbagai permasalahan. Benar sekali bahwa banyak gereja sekarang lebih mementingkan menyenangkan dunia agar dunia mau mampir di gereja. Mereka tidak sadar bahwa dengan praktek demikian, mungkin sebagian dunia mau mampir, tetapi gereja tidak mengubah mereka, melainkan dunialah yang mengubah gereja.

PENGANIAYAAN YAHUDI TERHADAP ORANG KRISTEN DI ISRAEL
Berikut ini disadur dari “Watch Out, Missionaries,” The Jerusalem Post, 2 Juli, 2009: “Kata `negro’ banyak terdengar di video yang direkam oleh Eddie Beckford dan istrinya Lura, sepasang suami istri dari kelompok Messianic Christian yang tinggal di sebuah kota pada gurun, Arad. Video itu, yang mulai direkam sejak tahun 2005, memperlihatkan berbagai penganiayaan, mulai dari segelintir orang, hingga gerombolan ramai penduduk lokal yang disebut Gur Hassidim sedang menyerang mereka dan anggota Messianic lainnya di kota itu. Eddie Beckford, 61 tahun, adalah seorang Amerika kulit hitam, jadi dia di serang secara rasial juga. `Negro, kembalilah ke Harlem!’ seru seorang lelaki yang kesenangan di tengah-tengah ratusan hassidim lainnya yang sedang berteriak-teriak dan bernyanyi, sambil mengelilingi bangunan klub catur sekaligus tempat misi Kristen milik Beckford pada suatu Sabat, 17 Juni 2005…..Mereka menyumpah dalam bahasa Inggris, biasanya dengan aksen kental. Polisi menjaga agar gerombolan tetap menjaga jarak pendek dari bangunan klub itu; tetapi selebihnya mereka tidak melakukan apa-apa. Istilah “bastard” (anak haram) juga sering dilontarkan oleh para Gur Hassidim yang terlihat di video, tetapi biasanya mengacu kepada Yesus…..Sekitar dua bulan setelah video itu direkam, klub tersebut, yang terletak dekat pasar kota, terbakar habis pada tengah malam…..Anggota-anggota jemaat di Arad, yang berjumlah sekitar 50 orang, mengatakan bahwa mereka telah lusinan kali mendapatkan ban mobil mereka ditusuk pisau. Mereka dikelilingi, diancam dan disumpahi oleh Gur Hassidim di pasar, di jalanan, atau di rumah mereka selama sekitar lima tahun. Selama waktu ini, mereka hanya dapat ingat satu penangkapan seorang tersangka, dan dia pun segera dilepaskan…..[seorang Yahudi yang ikut dalam protes tersebut] mengatakan bahwa dia tidak menentang orang Kristen, hanya saja menentang misionari yang menobatkan orang-orang Yahudi, dan menekankan bahwa hal ini bertentangan dengan hukum. (Faktanya, ini tidak melawan hukum. Hukum Israel hanya melarang usaha menobatkan anak-anak kecil atau “menyogok” orang untuk bertobat dengan janji uang atau materi lainnya). `Ini bukan tanah mereka, ini tanah Yahudi,’ dia berkata. `Semua misionari ini harus diusir.’ Dari Arad? Saya bertanya. `Dari Israel,’ dia menjawab.”

CODEX SINAITICUS DIGITAL
Codex Sinaiticus, salinan Perjanjian Baru tertua yang hampir lengkap, telah dijadikan bentuk digital dan ditaruh di internet. Alkitab yang berasal dari abad keempat ini mendapat namanya dari Biara Santa Catherine di Gunung Sinai, di mana ia ditemukan pada abad ke-19 oleh Constantine Tischendorf, seorang kritik tekstual Jerman. Hari ini, halaman-halaman codex ini yang masih selamat, berada di empat lokasi, British Library (347 halaman), University Library di Leipzig, Jerman (43 halaman), National Library of Russia (enam fragmen), dan Biara Santa Catherine di Gunung Sinai (12 halaman dan 40 fragmen). Selama 150 tahun terakhir, kritik tekstual modern telah menempatkan nilai Sinaiticus, beserta temannya Codex Vaticanus dari Perpustakaan Vatican dan sejumlah kecil manuskrip lain dengan ciri yang sama, di atas nilai sekitar 5.500 manuskrip dan lectionary Yunani yang ada. Menulis pada tahun 1883, John Burgon mengobservasi, “….terutama B [Vaticanus] dan Aleph [Sinaiticus], telah selama dua puluh tahun terakhir, naik ke posisi yang sedemikian tinggi dan berkuasa dalam pikiran pada Kritik, sehingga hanya pantas disebut takhayul buta” (The Revision Revised, hal. 11). Sejumlah kecil manuskrip Mesir yang dianggap tinggi oleh para kritik tekstual modern tersebut, oleh John Owen di abad ke-17 disebut “keturunan yang palsu” dan oleh John Burgon di abad 19 “sejumlah kecil dokumen yang mencurigakan” (The Revision Revised, hal. 78) dan “sejumlah kecil dokumen-dokumen yang tidak setia” (Ibid.) dan juga “salinan-salinan yang ekstentrik tersebut” (The Traditional Text of the Gospels, hal. 31). Sejak penemuan papirus Mesir di abad 20, jumlah manuskrip Aleksandrian telah bertambah; tetapi dibandingkan dengan jumlah besar yang mendukung teks Tradisional yang diwakili oleh versi-versi Protestan kuno seperti King James dalam bahasa Inggris, mereka ini [manuskrip Aleksandrian] hanyalah minoritas yang sangat kecil dan “eksentrik,” yang bukan saja tidak sesuai dengan mayoritas, tetapi juga saling bertentangan satu sama lain. Codex Sinaiticus memasukkan dua tulisan sesat, yaitu Surat Barnabas dan juga Gembala Hermas. Surat Barnabas penuh dengan kesesatan dan alegori yang fantastis, misalnya mengklaim bahwa Abraham kenal alfabet Yunani dan bahwa baptisan air menyelematkan jiwa. Gembala Hermas adalah seorang penulis gnostik yang mengedepankan kesesatan Adoptionis bahwa Roh Kristus masuk ke dalam Yesus saat baptisanNya. Sinaiticus juga memperlihatkan pengaruh gnostik dalam perikop Yohanes 1:18, di mana “Anak Tunggal Allah” diubah menjadi “satu-satunya Allah yang dilahirkan,” dan dengan demikian melanjutkan kesesatan Arian yang kuno yang membedakan antara Anak Yesus Kristus dengan Allah sendiri dengan cara mematahkan hubungan yang jelas antara Allah di Yohanes 1:1 dengan Anak di Yohanes 1:18. Kita tahu bahwa Allah tidak dilahirkan; adalah Anak yang dilahirkan dalam kedatanganNya dalam daging.

Friday, July 10, 2009

Tren Mencari Yesus di Dunia Maya

Sekitar dua juta orang mencari Tuhan setiap hari ”tapi bukan di gereja, melainkan di sebuah mesin pencari dot com.

Dan jumlahnya sangat mengejutkan! ujar Mark Weimer, yang menyebut dirinya sebagai penginjil teknologi lantaran menggunakan medium internet sebagai sarana pelayanan.

Weimer sendiri adalah CEO dari Global Media Outreach ”layanan internet dari Campus Crusade for Christ International (CCCI)” yang telah memfasilitasi 91 situs dalam 11 bahasa untuk memberitakan Kabar Baik.

Weimer, yang sebelumnya bergelut di industri IT Silicon Valley-nya, bersikeras bahwa pihaknya tidak berupaya menjebak para penghuni dunia maya ”untuk masuk ke ranah Kristen” melalui pelbagai situs tersebut.

Kami selalu berterus terang bahwa kami menyampaikan pesan Kristus!”� tegas Weimer sebagaimana diberitakan ABC News. “Kami tidak ingin menipu siapa pun,”� tukasnya seraya menambahkan bahwa diperkirakan 1 dari 1000 pengguna internet mencari informasi mengenai Tuhan. Tahun lalu, situs Global Outreach telah disambangi sekitar 3 juta pengunjung.

Sehari-hari, situs Kristen seperti Jesus2020 didatangi oleh 150.000 pengunjung, dan sekitar 25.000 di antaranya telah menekan tombol yang menandakan bahwa mereka ingin mempelajari kekristenan lebih lanjut.

Menurut Weimer, para pengunjung dunia maya ini rata-rata mengajukan pertanyaan yang kerap mengejutkan seperti : “Kini setelah aku menerima Yesus Kristus, apa yang harus kulakukan selanjutnya? Apakah aku harus menjadi sempurna sekarang? Bagaimana aku harus berdoa?”�

Michelle Diedrich, communication director dari Global Media, mengatakan bahwa medium internet membuat pengguna merasa nyaman membagikan apa saja yang mungkin tidak akan dilakukan di dunia nyata. Fenomena ini disebut sebagai “kedekatan di antara mereka yang tidak saling mengenal.”

Menurut hasil penelitan Pew Internet and American Life Project, kini semakin banyak peselancar religius yang menggunakan medium internet”di antaranya guru sekolah Minggu dan pengkotbah.

“Ini menghemat waktu,”�aku Manuela Castro, 20 tahun, seorang mahasiswi dari University of Florida, yang meski dibesarkan dari keluarga Katolik namun tidak pernah ke gereja selama bertahun-tahun”sebagai gantinya, ia pun lebih sering mengunjungi dunia maya.

“Anda bisa menggunakan mesin pencari Google untuk mencari Tuhan, dan tetap menggunakan baju tidur Anda,” selorohnya.

Tak dipungkiri, bagi mereka yang haus akan kebenaran sejati, berselancar di dunia maya setidaknya dapat memuaskan dahaga sekaligus melindungi mereka dari pesan para pengkotbah yang terkadang bersikap menghakimi atau “menyimpang.”

Sedangkan bagi mereka yang membutuhkan nasihat atau layanan doa, internet dapat menyediakan jawaban sehingga mereka tidak perlu bertatap muka dengan para pelayan Tuhan yang terkadang membuat mereka “merasa canggung,”� ujar Michael Kress, redaktur pelaksana dari situs Belief, yang menyediakan pelbagai informasi religius dan dikunjungi sekitar 3 juta peselancar setiap bulannya.

Lalu, bagaimana para penginjil dunia maya ini menyediakan berbagai informasi religius tersebut? “Kami selalu meriset buku-buku, majalah, dan semua sarana media untuk mencari makna dan memperdalam iman Kristen,”�papar Kress. “Dan sebuah buku yang selalu menjadi sumber utama informasi kami adalah Alkitab.”�

Sejatinya, situs-situs rohani tersebut tidak menyediakan informasi rohani melainkan juga layanan doa, bible studies, dan lain-lain.

Pada 2008, Global Media mengarsip 649.000 permohonan doa, pertanyaan seputar Alkitab, dan lain-lain. Namun, dengan hanya memiliki 2.900 penginjil online, Global Media cukup kesulitan melayani para permintaan pengunjung. Itulah mengapa Global Media bekerja sama dengan sebuah gereja besar di Florida, AS, tengah melatih 5.000 penginjil online yang resmi mengudara pada 2010.

Kebanyakan para penginjil online itu adalah pensiunan yang tidak lagi memiliki minat menjelajah dunia untuk melakukan pekerjaan misi.

Teknologi internet memang “memudahkan” pemberitaan Injil, tapi bukan berarti dapat menggantikan peran gereja sebagai sarana ibadah dan persekutuan orang-orang percaya. Itulah mengapa situs-situs tersebut wajib mendorong pengunjungnya untuk menghadiri persekutuan di dunia nyata, di mana mereka dapat saling menguatkan seperti yang tertulis di Kisah Para Rasul 2: 46-47: Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah.�

Sumber: Glministry.com

Thursday, July 09, 2009

Jangan Tangisi Michael Jackson

Isak haru ratusan ribu orang diseluruh dunia tidaklah sebanding dengan isak tangis Jacko (Michael Jackson) di neraka. Penyanyi itu yang namanya berkibar dimana-mana merupakan manusia yang dicintai Tuhan Yesus namun ia salah memilih jalan. Dibesarkan di keluarga Saksi Jehovah (Saksi Yehuwa), tidak membuat Jacko bertemu dengan Yesus. Apalagi setelah dia masuk Islam pada November 2008.

Para pengikut agama lain selain pengikut Yesus di hadapan Allah haruslah membayar dengan perbuatan baik semua dosanya sebelum bisa masuk surga. Dan kita tahu tidak ada seorang pun yang sanggup melakukannya, dosa tidak bisa diampuni meski dia beramal jutaan dolar. JIka seseorang bisa 100% murni dan tidak berdosa dalam hidupnya maka dia bisa tidur senang di surga tapi jika tidak ia akan menderita kekal di neraka.