Showing posts with label KATOLIK. Show all posts
Showing posts with label KATOLIK. Show all posts

Tuesday, November 03, 2015

PENGAKUAN IMAN RASULI?

Asal-usul Pengakuan Iman
Namanya Pengakuan Iman Rasuli, tetapi sesungguhnya Rasul-rasul tidak pernah duduk bersama membuat pengakuan iman tersebut. Pengakuan iman yang tercatat paling awal ialah the Interrogatory Creed of Hippolytus (c. 215 AD);
Do you believe in God the Father All Governing? Do you believe in Christ Jesus, the Son of God, Who was begotten by the Holy Spirit from the Virgin Mary, Who was crucified under Pontius Pilate, and died (and was buried) and rose the third day living from the dead, and ascended into the heavens, and sat down on the right hand of the Father, and will come to judge the living and the dead? Do you believe in the Holy Spirit, in the holy Church and in the resurrection of the body?

Kemudian terjadi pengembangan yang ditemukan di the Creed of Marcellus (340 AD); Pembaca perlu perhatikan tahunnya, ini sesudah Konstantin menjadi kaisar dan telah mengawinkan gereja dengan negara, namun masih sangat awal. Dalam pengakuan berikut ini belum ada kata Catholic.

Saturday, December 18, 2010

The Church Fathers: A Door to Rome

Republished October 19, 2010 (first published June 4, 2008) (David Cloud, Fundamental Baptist Information Service, P.O. Box 610368, Port Huron, MI 48061, 866-295-4143, fbns@wayoflife.org)

Many people have walked into the Roman Catholic Church through the broad door of the “church fathers,” and this is a loud warning today when there is a widespread attraction to the “church fathers” within evangelicalism.

The Catholic apologetic ministries use the “church fathers” to prove that Rome’s doctrines go back to the earliest centuries. In the book Born Fundamentalist, Born Again Catholic, David Currie continually uses the church fathers to support his position. He says, “The other group of authors whom Evangelicals should read ... is the early Fathers of the Church” (p. 4).

The contemplative prayer movement is built on this same weak foundation. The late Robert Webber, a Wheaton College professor who was one of the chief proponents of this back to the “church fathers” movement, said:

“The early Fathers can bring us back to what is common and help us get behind our various traditions ... Here is where our unity lies. ... evangelicals need to go beyond talk about the unity of the church to experience it through an attitude of acceptance of the whole church and an entrance into dialogue with the Orthodox, Catholic, and other Protestant bodies” (Ancient-Future Faith, 1999, p. 89).

Friday, November 26, 2010

Pengajaran Resmi Katolik

Ada kalanya, agar kebenaran nyata, kesalahan harus disingkapkan dan ditelanjangi. Hal ini dilakukan bukan karena rasa benci kepada mereka yang salah, tetapi justru karena kasih yang besar kepada mereka. Kita tidak tega melihat orang-orang dibutakan oleh kesesatan, dan dengan resiko dibenci, akan memberitakan kebenaran kepadanya, walaupun itu melukai egonya.

Gereja Roma Katolik adalah salah satu institusi yang mengatasnamakan Yesus Kristus, tetapi sebenarnya sangatlah jauh menyimpang dari Yesus yang sejati, Firman Tuhan, dan kebenaran. Banyak praktek Katolik yang sama sekali tidak ada dalam Alkitab, misalnya: doktrin mereka tentang Maria, tentang santo-santa, tentang api penyucian, tentang pastor yang tidak menikah, tentang misa, dan masih banyak lagi.

Walaupun demikian, banyak orang yang tidak mau percaya bahwa Katolik itu memang salah. Bahkan orang Katolik sendiri, ketika diperhadapkan dengan doktrin-doktrin Katolik yang tidak alkitabiah, misalnya bahwa roti ekaristi yang dia makan dipercaya adalah benar-benar daging Yesus (ia makan daging manusia), kadang menyangkal bahwa Katolik memiliki doktrin seperti itu. Orang-orang Injili juga, kini semakin mendekat kepada Katolik, dan tidak merasa bahwa “Katolik separah itu.”

Friday, July 02, 2010

Menjawab Gary Hoge

Seorang teman memperlihatkan kepada saya sebuah artikel yang katanya ditulis oleh seorang mantan Baptis yang kini menjadi Katolik. Berikut tanggapan saya.


Menjawab Gary Hoge

Kesaksian Saya: Dari Ateis Menjadi Baptis Dan Akhirnya Katolik oleh Gary Hoge

(tulisan Calibri italics oleh Gary Hoge)

oleh Dr. Steven E. Liauw (tulisan Times Roman normal)


Seorang teman saya mengirimkan tulisan berikut karya Gary Hoge (yang rupanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia), yang isinya menjelaskan alasan-alasan Hoge memilih agama Katolik sebagai imannya. Yang sangat menarik bagi saya adalah pernyataan Hoge bahwa dia berubah dari seorang atheis menjadi seorang Baptis, namun lalu meninggalkan "iman" Baptis karena melihat Katolik sebagai iman yang lebih "benar." Tentu kesaksian Hoge ini cukup menggelitik saya yang adalah seorang Baptis. Saya menjadi ingin tahu apa yang dikatakan oleh Hoge, si mantan Baptis itu. Saya ingin tahu apakah memang Katolik itu lebih benar daripada Baptis atau gereja Kristen lainnya? Jika Hoge benar, maka saya sendiri pun perlu untuk meninjau ulang kepercayaan saya. Pencarian akan kebenaran, itulah yang mendorong saya untuk menganalisis kesaksian Hoge secara teliti, dan hasilnya saya tuang dalam karya tulis ini.


Tuesday, November 18, 2008

APAKAH PETRUS PAUS YANG PERTAMA?

Perkataan Yesus kepada Petrus, “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku” telah menyebabkan badai perdebatan yang belum mereda selama berabad-abad. Gereja Katolik Roma menyatakan bahwa kata-kata ini membuktikan Petrus telah dijadikan lebih unggul daripada rasul-rasul lainnya dan penghormatan ini telah dialihkan kepada paus-paus Gereja Katolik Roma. Dan kesimpulannya, ketika berbicara tentang takhta Petrus, yaitu ex cathedra, maka ia tidak mungkin bersalah.

Kewenangan Paus tidak lagi diterima secara serius oleh umat Katolik seperti dulu. Ketika ia berbicara mengenai keburukan Keluarga Berencana atau dosa perceraian, perkataannya sering kali tidak dihiraukan oleh banyak orang Katolik, khususnya di Amerika Serikat. Dewasa ini banyak orang yang menganggap dirinya orang-orang Katolik yang baik tidak sependapat dengan paus mengenai peran wanita di dalam gereja dan bahkan mengenai aborsi. Namun ajaran resmi Katolik Roma yang menyangkut kewenangan gereja dalam persoalan-persoalan seperti itu masih tetap berlaku.